Disclaimer: I do no own Naruto. The creator is Masashi Kishimoto.

Warning: Cek chapter sebelah!

Oh, aku kan ngadain SasuNaru Challenge ya, info-nya ada di bio-ku! Cek ya!


"Susanoo," walaupun yang Ungu tidak bergerak tapi Sasuke tahu dia mendengarkan. "Kyuubi bilang kau mengingat semua walaupun reinkarnasi bersama jiwa Indra. Apa itu benar?"

"Ya."

"Jadi, kau ingat waktu bersama Madara? Maksudku yang menimbulkan perang di masaku," Sasuke mengacuhkan kedua Pendiri Konoha melihatnya dengan tegang. "Apa kau ingat yang terjadi pada Madara di masa lalu?"

"Ya."

Sasuke melempar pandang ke Madara seraya bertanya ke Susanoo, "Apa kau tahu kenapa Madara tidak pernah membunuh Nidaime?" Hashirama dan Madara terbelalak. "Hanya Shodaime yang mampu menandingi Madara dalam kekuatan dan kemampuan. Jika Madara serius dan bersungguh-sungguh mencoba, dia bisa membunuh Nidaime tak terdeteksi bahkan oleh Shodaime, untuk membalaskan kematian Izuna."

Mata Uchiha muda menyipit. Akar dari kudeta Klan Uchiha adalah diskriminasi yang dimulai oleh Tobirama Senju sebagai Hokage Kedua. Keluarganya mungkin masih hidup jika tak terlibat rencana kudeta Klan Uchiha. "Jangan bilang dia tak melakukan itu karena Nidaime adalah adik Shodaime."

Mereka bertiga tenggelam dalam keheningan beberapa saat sebelum Susanoo menjawab, "Tidak."

Para reinkarnasi kaget. Sasuke pun mendesak dengan wajah kesal, "Lalu, kenapa dia tidak membunuhnya? Apa alasannya?"

"Itu permintaan terakhir Izuna Uchiha sebelum meninggal."

Madara terdengar tidak percaya, "Apa?"

"Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Izuna Uchiha meminta Tuan Madara untuk melindungi Klan Uchiha dan... tidak menyakiti Tobirama Senju."

Tenggelam dalam pikiran masing-masing, keheningan hadir beberapa menit sebelum Naruto membuka mata bersamaan dengan Kyuubi. Safir kembar melirik ke Kyuubi Masa Lalu sebelum melompat ke dalam Susanoo Ungu.

"Apa kata mereka?" Sasuke bertanya setelah Naruto bergabung dengan mereka.

"Aku ketemu dengan bijuu yang lain dan menceritakan situasi kita," senyum Naruto tampak ragu, "mereka setuju untuk membantu tapi ada imbalannya."

Sasuke mengerutkan alis, "Apa yang mereka inginkan dari kita?"

"Ehm... bukan dari kita... tapi..." Naruto menoleh ke Hashirama," Mereka mau Kakek Shodaime dan Madara bersumpah untuk tidak menangkap sama membagikan mereka ke para Kage lain."

"Aku dan Madara?" Hashirama bertanya heran.

Sasuke menjelaskan, "Wajar. Berdasarkan sejarah kami, kau menangkap hampir semua bijuu dan memberikan mereka pada desa lain agar keseimbangan antar desa terjaga untul kedaimain. Hal itu tak berlangsung lama karena Perang Dunia Ninja Pertama pecah. Nidaime kehilangan nyawa untul mengakhiri perang ini." Hashirama mengerutkan alis dalam dan menghela nafas. Memang itu terdengar sesuatu yang akan dia lakukan jika situasi meminta. Sasuke menjabarkan poin penting, "Kalau kau dan Madara bersatu untuk menangkap mereka, aku ragu mereka punya kesempatan untuk lolos."

Hashirama bertukar pandang dengan Madara. Keduanya terkenal akan kekuatan tak tertandangi serta tak terkalahkan. Satu-satunya yang bisa mengalahkan Madara hanyalah Hashirama dan begitu juga sebaliknya. Apalagi, mereka adalah reinkarnasi kedua putra Rikudou Sennin jadi para bijuu tak bisa disalahkan memberikan persyaratan ini. Keduanya mencapai kesepakatan tanpa kata bahwa mereka berniat untuk tidak mengulangi sejarah dari masa Sasuke dan Naruto berasal. Maka, Hashirama bertanya, "Bagaimana kami melakukannya?"

Naruto menjelaskan bahwa setelah menyegel cakra Kyuubi Masa Lalu, mereka akan pergi ke dua tempat lagi untuk bertemu bijuu yang lain. Para bijuu terdekat akan berkumpul untuk bertemu mereka dan memberikan cakra masing-masing. Ia mengakhiri dengan, "Kita bisa mulai menyegel cakra Kurama."

Sasuke mengangguk. Hashirama membuka gulungan raksasa di depan Kurama sementara Sasuke berdiri di sisi depannya sehingga keduanya berhadapan. "Kyuubi, aku akan menyegel cakramu 2 kali. Seandainya percobaan pertama jurus kami gagal, maka yang kedua akan menjadi cadangan jadi kami tidak perlu mencari kalian lagi," terang Sasuke. Kyuubi hanya diam tapi tanpa bantahan, Sasuke menganggap itu persetujuan.

Tiap sesi penyegelan butuh 30 menit. Di saat sesi yang kedua, Kurama masa lalu bertanya ke Hashirama, "Reinkarnasi Indra yang itu," matanya melirik ke Madara sesaat, "diselubungi aromamu. Apa dia memiliki benih darimu, Reinkarnasi Asura?"

Hashirama menengadah mengunci pandangan dengan Kyuubi. Ada keheningan tercipta bagaikan percakapan tanpa kata antara mereka. Ia menjawab tenang, "Ya, dia suamiku dan mengandung anak pertama kami." Rubi kembar Kurama jatuh ke Madara yang balik memandang. Hashirama menawarkan, "Karena Sasuke dan Naruto juga reinkarnasi Indra dan Asura, mungkin akan lebih mudah memanggil kami dengan nama. Aku Hashirama dan dia, suamiku, Madara."

Kurama tidak sempat menjawab karena Sasuke mengumumkan dia selesai dengan proses penyegelan. Hashirama mengambil inisiatif. Dia mendekati Kyuubi dan berkata, "Kyuubi, Aku, Hashirama Senju den—"

"Tidak butuh, Bocah Hashirama," katanya. Ia memotong sebelum Hashirama bersumpah. Para reinkarnasi melirik satu sama lain, heran kenapa Kyuubi menghentikannya. Namun, Hashirama dan Madara paham tatkala Kyuubi menyebutkan, "Aku tidak pernah bilang aku butuh sumpah itu, mereka yang bilang butuh."

Makna tersirat dari kata-kata Kyuubi sampai pada Hashirama dan Madara yang bertukar pandang penuh arti. Hashirama mengangguk, "Aku mengerti."

"Terima kasih, Kurama!" Naruto tersenyum senang. Sasuke menormalkan matanya dan seketika Susanoo Ungu hilang ketika Naruto mengucapkan selamat tinggal pada Kyuubi. Tatkala yang Biru masih ada, Sasuke menoleh ke Madara yang mendekati Kyuubi. Mereka saling mengunci pandangan sebelum Madara menoleh ke Susanoo Biru.

"Kau bisa tinggal, Susanoo," ucap Madara pelan.

Yang lain terkaget. Terutama Sasuke. Ia tahu harga yang dibayar untuk terus menerus menggunakan Mangekyou Sharingan. Akan sangat melelahkan bagi si pengguna. Namun, yang tak diketahuinya adalah Madara sudah biasa membiarkan Mangekyou Sharingan-nya aktif selama berhari-hari atau dalam jangka waktu panjang saat masih perang. Lagipula, jika hanya memunculkan Susanoo tanpa bertarung tak ingat waktu, tidak akan selelah itu. Ditambah, mereka punya Susano milik Sasuke dan kedua reinkarnasi Asura dalam kondisi prima sehingga Madara tak melihat alasan untuk menahan Susanoo dan memisahkannya dari Kyuubi.

Hanya Hashirama yang tersenyum hangat atas keputusan suaminya. "Kami akan bertemu bijuu lain untuk menyegel cakra mereka. Mereka sudah setuju jadi aku pikir tidak akan ada pertarungan," jelas Madara. "Tinggalah di sini tapi saat kami selesai dan jalan balik ke Konoha, bersiaplah," 'untuk terpisah dari Kyuubi' tak terucap tapi Susanoo paham.

"Ya, Tuan Madara." Susanoo mengiyakan lalu menambahkan dengan syukur, "Terima Kasih..."

Lalu, mereka pergi.

—000—

Tempat pertemuan pertama dengan 4 bijuu berjarak 10 hari jalan kaki dari persembunyian Kyuubi sekalipun tanpa percobaan pembunuhan Hokage dan keempatnya menggunakan kecepatan tertinggi. Mereka bertemu Gyuuki, Isobu, Saiken dan Choumei. Yang kedua berjarak 15 hari jalan kaki dari tempat pertama dan 4 bijuu terakhir yaitu Shukaku, Matatabi, Son Goku dan Kokuo. Mereka mengambil sumpah dari Hashirama dan Madara sebelum membiarkan Sasuke menyegel sebagian cakra mereka. Semuanya berjalan lancar dan mereka menghabiskan 14 hari selanjutnya untuk kembali ke Konoha.

"Selamat datang, kakak!" Izuna antusias menyambut kedatangan Madara yang tersenyum dengan kegirangan sama antusiasnya. Sang kakak memeluk adiknya. Ia sangat merindukan Izuna. Madara jarang terpisah jauh dari Izuna untuk waktu yang lama kecuali siatuasi memaksa seperti pencarian bijuu kali ini. Sore hari, mereka berkumpul di ruang tamu khusus yang digunakan Hokage menyambut tamu diplomat, terletak satu lantai di bawah kantor Hokage.

"Tobirama!" Hashirama tersenyum pada adiknya dan memeluk juga walaupun tanpa ciuman kecil di kedua pipi seperti Madara dan Izuna lakukan barusan. Tobirama memutar bola mata dan menepuk-nepuk singkat punggung belakang kakaknya. "Konoha aman?" Tanya Hashirama seraya mereka duduk di zabuton (bantal duduk) untuk berenam sementara minuman dingin tersedia di atas meja. Sasuke dan Naruto duduk bersebelahan di sisi timur. Hashirama dan Madara duduk di seberangnya sementara Izuna dan Tobirama duduk di sisi utara meja.

"Aman. Semuanya terkendali, ini," Tobirama memberikan guluangan kecil ke Hashirama. "Jadwalmu untuk malam ini dan keterangan untuk kerjaanmu besok."

"Oh, kerjaan? Langsung? Malam ini?" Hashirama menghela nafas menerimanya dan membuka untuk dibaca singkat. Tobirama terang-terangan berkata, "Apa yang kau harapkan? Kau sudah izin selama 1,5 bulan. Jangan malas-malasan." Senju termuda ini tahu kakaknya memiliki stamina layaknya bijuu jadi dia tahu Hashirama tidak letih dalam perjalan ini. Semalam, Izuna menerima surat dari elang Madara untuk memberitahu bahwa mereka dalam perjalanan pulang karena 'misi' sudah selesai. Di dalam surat itu, Madara menambahkan dia punya berita lain.

Kedua remaja sedang menikmati es teh saat Izuna bertanya ke Madara, "Jadi, apa berita yang kau sebutkan di suratmu, Kak?"

"Oh! Kau belum bilang ke mereka?!" Hashirama terlihat antusias.

"Aku pikir proses penyegelan berjalan lancar," celetuk Tobirama. Hashirama senyum sumringah, "Yah, memang! Tapi, ini bukan soal itu!" Kedua adik jadi curiga melihat cengiran Hashirama lebih lebar dari yang mereka tahu. Bahkan Madara terlihat senang. Izuna bingung.

"Soal apa memangnya?" Dia bertukar pandang bingung dengan suaminya, Tobirama.

"Petunjuknya nih," Hashirama berkata, "Bayi!"

Tobirama dan Izuna terdiam mencerna. Mereka mengartikan bahwa seseorang sedang hamil dan bukan Izuna karena mereka sudah tahu sejak lama. Seseorang baru tahu kalau dia hamil. Matanya terkunci pada kakaknya, Madara, yang mengkonfirmasi kecurigaan.

"Naruto hamil?" Izuna menebak.

PRUSSHHH!

Sasuke dan Naruto menyemburkan minuman di mulut mereka ke Hokage dan adiknya karena Madara dan Izuna menghindar sebelum tertawa. Tobirama mengomeli kedua remaja selagi membersihkan wajahnya dengan saputangan dari Izuna. Madara juga membantu suaminya.

"Tapi, Kek! Izuna yang buat aku nyembur!" Naruto membela diri dengan wajah merah dan jari menunjuk ke Izuna.

"Oh, Demi Rikudou Sennin, itu lucu sekali," Izuna masih tertawa kecil. Naruto merengut dengan wajah semakin merah, "Kenapa kau selalu bertanya aku hamil atau tidak sih?" Izuna dan Madara saling melirik sebelum tertawa kecil setelah mereka bersamaan bilang, "Firasat?"

Izuna menoleh ke kakaknya, "Selamat, Kak!" Senyumnya. "Anak kita akan tumbuh sama-sama!" Madara mengangguk dan tersenyum, "Terima kasih, Izuna."

Lalu, Naruto bergabung dengan Madara dan Izuna berbicara mengenai kehamilan dengan rasa penasaran kentara. Walaupun tawa riang terdengar dari Madara, Izuna dan Naruto, Hashirama sedikit menarik diri dari pembicaraan. Dia menatap Naruto dengan penuh arti dan dilihat oleh Tobirama dan Sasuke. Keduanya mungkin tak terlalu riang tentang kehamilan ini karena bukan anak mereka tapi mereka pikir Hashirama akan sangat girang seperti ketiga lainnya. Ketika tidak terlihat begitu, Tobirama dan Sasuke bertukar pandang.

—000—

Seminggu berlalu sejak kembalinya para reinkarnasi ke Konoha. Hashirama segera kembali ke rutinitas sebagai Hokage dan jarang bertemu dengan dua remaja dari masa depan. Naruto sering terlihat bersama Madara dan Izuna untuk membantu mereka karena mereka sedang hamil. Sasuke menghabiskan waktu dengan Tobirama untuk menyelesaikan jurus peniru Ame no Minaka. Hari ini, Tobirama selesai dengan diagram yang akan digunakan berdasarkan gulungan Suseri Otsutsuki. Diagram tersebut digambarkan di sebuah gulungan raksasa lain, berbeda dengan gulungan yang terisi segel cakra para biju.

"Menurutku, ini siap untuk dicoba," kata Tobirama setelah menjelaskan tahapan untuk mengaktifkan jurus tersebut. Mereka berdua berdiri di dalam laboratorium pribadi Tobirama yang biasa digunakannya untuk menciptakan jurus. Ruangan ini disegel dengan segel pribadi, terbuat dari cakra khas Tobirama sebagai pemilik jadi tak ada manusia lain yang bisa masuk tanpa kehadirannya. Beberapa gulungan raksasa terbuka di sekitar mereka. "Izanagi akan jadi yang terakhir digunakan."

"Kalau jurus ini berhasil, apa yang akan kau lakukan dengan semua gulungan ini?" Sasuke bertanya.

"Akan kusegel dengan cakra khas milikmu dan Naruto seperti yang kulakukan dengan laboratorium ini. Jadi, walaupun tercuri, mereka tak bisa membukanya tanpa cakramu dan cakra Naruto."

"Kau berencana menyimpan ini di Konoha," simpul Sasuke berdasarkan kalimat Tobirama barusan. "Kenapa?"

Tobirama diam sesaat sebelum menjelaskan, "Aku berencana menurunkan ini ke generasi selanjutnya setelah kakakku dan Madara meninggal." Para reinkarnasi mempunyai ciri khas cakra yang sama. Setelah Sasuke dan Naruto kembali ke masa depan, hanya Hashirama dan Madara yang bisa membuka gulungan ini. Kemudian, bila mereka meninggal, reinkarnasi generasi selanjutnyalah yang bisa membuka. Rubi kembarnya terpaku pada Sasuke. "Jika Kau-Tahu-Siapa tidak mendatangi Madara... seseorang harus memperingatkan reinkarnasi selanjutnya."

"Soal 'dia'..." Sasuke menceritakan pembicaraannya dengan Madara. Tentang kemungkinan keponakannya akan membangkitkan rinnegan dan Zetsu Hitam memanipulasi anak itu untuk menyerang. "Karena itu aku akan memberitahumu kemampuan mata itu."

"Apa?!" Tobirama mengerutkan alis dalam. "Kenapa aku? A—"

"Madara yang merekomendasikan namamu."

Permata merah kembar terbelalak tak percaya.

"Awalnya, aku mau memberitahu dia tapi katanya beresiko kalau ternyata dia membangkitkan Kau-Tahu-Apa. Kami setuju untuk memberitahu orang yang akan mengambil tindakan yang diperlukan tanpa pikir dua kali," seperti membunuh pengguna rinnegan dan membakar mata tersebut, lanjutnya dalam hati tapi dimengerti, "Dia memilihmu, Nidaime."

Tobirama memejamkan mata erat. Anak yang belum lahir tapi sudah ada pilihan untuk menghentikan hidupnya jika ia membangkitkan rinnegan. Madara sebagai ayah yang melahirkan dan seorang Uchiha, akan sangat peri untuknya jika dia harus membunuh darah dagingnya. Hashirama juga diluar pilihan. Bahkan yang versi Edo-Tensei mengakui ke Sasuke bahwa Itachi shinobi yang lebih berani dari Hashirama sendiri. Ia tak sanggup mengambil keputusan seperti Itachi. Dia bahkan tak bisa membunuh Tobirama seperti permintaan Madara sebagai syarat perdamaian dengan Uchiha. Izuna pun tak akan bisa. Hanya Tobirama...

"A—" Tobirama terhenti, membuka mata, dia merasakan cakra Naruto lepas kendali.

"Naruto..." Sasuke bergumam.

Tobirama menoleh ke Sasuke. "Kau merasakan cakranya juga?" Dia kaget karena setahunya Sasuke bukan tipe perasa cakra.

"Tidak," dia merengut, "Tapi, aku selalu punya firasat buruk yang selalu terkait dengannya sejak kami kecil."

"Cakranya meningkat cepat, ayo." Tobirama menaruh tangannya di bahu Sasuke yang mengangguk lalu menggunakan Hiraishin untuk membawa mereka ke lokasi Naruto berada. Yaitu, kamar pribadi Madara dan Hashirama di kediaman Hokage.

"Naruto!" Mata Sasuke melebar kaget melihat pemandangan yang menyambutnya.

Dia berlutut depan Naruto yang meringkuk di lantai. Izuna dan Madara berada di kedua sisinya dengan cemas terlukis di wajah mereka. Naruto gemetaran dan sesekali mengeluarkan erangan kesakitan dari bibirnya.

"Kenapa dengannya?" Sasuke bertanya dengan wajah serius.

"Kami tidak tahu," Izuna memucat, "Kami hanya berbincang dan dia tak henti mengeluh udara terlalu panas. Dia berkeringat hebat dan suhu tububnya meninggi, terus..."

Madara melanjutkan, "... dua telinga itu muncul dari kepalanya," semua mata tertuju pada telinga rubah di kedua sisi kepala sewarna rambut pirang Naruto. "Satu ekor," dia menunjuk ke ekor rubah di belakang Naruto, "baru saja muncul sebelum kalian tiba."

Observasi berikutnya, ekor kedua mulai muncul. Tobirama menegang, "Apa dia sedang transformasi menjadi Kyuubi?"

"Ini tidak pernah terjadi selama aku kenal dengannya," tangan Sasuke mendekati wajah Naruto tapi terhenti. Panas yang teradiasi dari Pirang Uzumaki sangat terasa akan membakar bahkan sebelum kulit Sasuke bersentuhan langsung. "Biasanya ada tahapan sebelum dia berubah menjadi Kyuubi dan dimulai dengan selimut cakra oranye di tububnya. Bukan ekor dan telinga bermunculan persis seperti rubah seperti ini!"

"Tanya Kyuubi, kalau begitu!" Perintab Madara ke Uchiha muda. "Tobirama, bawa Hashirama ke sini! Sekarang!"

Sasuke melirik ke Madara setelah Tobirama menghilang lalu ia beralih ke Pirang Uzumaki. "Naruto, buka matamu!" Desaknya cepat. Begitu safir kembar terlihat, semua sadar pupilnya tak lagi bulat sebagaimana manusia pada umumnya. Melainkan vertikal seperti binatang. Sasuke mengaktifkan sharingan dan masuk ke alam pikiran Naruto untuk bertemu Kyuubi.

Tak disangkanya dia akan melihat Kyuubi diikat rantai cakra berwarna oranye kuning muda. "Apa yang terjadi, Kyuubi?!" Sasuke kaget. "Siapa yang melakukan ini?"

"Tak ada," Kyuubi meronta ingin bebas. "Ini cakra gabunganku dan Naruto. Sasuke!" Kurama menggeram, "Kau harus membantu Naruto!"

"Untuk itu aku ke sini! Badan Naruto panasnya tinggi dan telinga serta ekor seperti punyamu bermunculan di badannya. Jelaskan ada apa ini? Kenapa cakra gabungan kalian mengikatmu seperti itu?"

"Dengar, aku tak punya banyak waktu. Aku akan terikat di bagian terdalam ruang ikatan jinchuriki-bijuu dan tak bisa bicara seperti sekarang ataup berganti tubuh dengan Naruto ataupun melihat melalui matanya sampai semua ini lewat," Kirama perlahan tertarik ke bagian bawah oleh rantai cakra.

"Apa yang kau maksud dengan ini?!"

"Siklus birahi."

Sasuke merasa tak percaya apa yang ia dengar, "Apa?"

"Aku tak pernah mengalami jinchuriki-ku punya musim kawin karena Mito dan Kushina tak pernah menggabungkan cakra denganku. Mereka juga tak pernah membuka segelku. Ini efek samping lain dari penggabungan cakraku dan Naruto. Dia tak hanya memperoleh insting tajamku tapi juga musim kawin bijuu. Dia harus berhubungan badan dengan mate pilihannya atau dia akan mati!" Selama penjelasan, dia semakin ditarik memasuki ruang terdalam ikatan mereka.

"Mate pilihan? Siapa?!

" Kau!" Lalu, Kurama hilang dan Sasuke kembali ke realita. Dia melihat empat pasang mata fokus padanya. "Apa yang Kyuubi katakan?" Hashirama telah tiba dari tadi begitu dijemput Tobirama. Sasuke pun menceritakan apa saja yang baru didengarnya dari Kyuubi.

"Sudah kuduga," Hashirama menyatukan alis dalam. Sasuke menuduh, "Kau sudah tahu?!"

"Tenang, Sasuke," Hashirama berkata, "Aku curiga ini akan terjadi sejak pembicaraan kita dengan Susanoo tapi aku tak punya bukti pasti maka aku diam saja. Akusudab membaca gulungan Okuninushi Otsutsuki untuk bersiap dalam hal ini." Dia menoleh ke Naruto yang tampak kesakitan dan pandangan tak fokus. "Dikatakan bahwa cakra Asura bisa meringankan rasa sakit tanpa obat jadi aku memberikan cakraku ke Naruto untuk meringankan demamnya. Hanya sementara tapi kita bisa menyentuhnya sekarang."

Sasuke menaruh tangannya di pundak Naruto dan benar saja, panas yang teradiasi tidak seganas tadi meski demamnya masih ada. Hashirama menjelaskan bahwa siklus birahi adalah tahap dimana seekor submissive tengah subur dan siap kopulasi untuk dibuahi dominant. Sasuke merengut dan menggigit sudut bibirnya sendiri. Perlahan, dia merangkuh Naruto dalam dekapannya dan memangku Pirang Uzumaki. Kulitnya terasa terbakar tapi dia takut kehilangan Naruto kalau dia tidak memeluknha sekarang. Sasuke memaksa dirinya untuk tenang atau dia akan kehilangan satu-satunya orang terpenting.

Hashirama melanjtkan, "Di gulungan Okuninushi disebutkan bahwa setelah Rikudou Sennin meninggal dan Asura terpilih menjadi pewaris, Asura sering menghabiskan waktu dengan para bijuu. Asura mengurusi mereka seperti ayahnya dulu. Aku curiga ini akan terjadi setelah membaca gulungan itu."

Selama penjelasan Hokage, ekor ketiga tumbuh dan suhu tubuh kembali meninggi. Hashirama mulai memberikan cakranya ke Naruto lagi untuk menekan panas setelah Sasuke meringis kulitnya terbakar.

"Ekornya terus bertambah..." kata Madara.

Izuna bertanya, "Apa yang harus kita lakukan?"

"Sudah jelas," Tobirama memakai pelindung kepalanya. Menatap dingin. Yang lain melebarkan mata saat Tobirama tak berbelas kasihan memutuskan.

"Keluarkan dia dari Konoha."

TBC


Thanks for reading! Jangan lupa review kalo mau tahu apa yang terjadi di chap selanjutnya!

Oh ya, cerita ini sekarang diterjemahkan juga ke bahasa Vietnam di wattpad! Bukan olehku tapi oleh pembacaku yang orang Vietnam! Jadi cerita ini sekarang tersedia dalam 3 bahasa: English, Indonesia dan Vietnam!

Challenge di profilku juga masih menerima karya sampai akhir bulan ini lho!

Namikaze Ichilaw: Wow, kirain ngilang dan ga baca lagi lho XD Aku juga kadang ga dapet notif lho dari FFn :(

katakuri mino: wah, ternyata masih baca ya XD kirain dah bosen ma cerita ini soalnya lama ga nongol XD

Ahenkohi: Oh, ini uda tamat kok ceritanya, aku cuma tinggal translit dari versi english-ku aja. Jadi ga terlalu mikir berat pas nulisnya :)

Guest: Mereka pake henge no jutsu kok, jadi satu spesies kalo mau gituan hihi headcanon-ku sih Hashi emang gitu ya, blak2an orangnya hahaha