Naruto miliki Masashi khisimoto
Goblin Slayer milik Kumo Kagyu
Highschool DxD milik Ichei Ishibumi
Crossover dengan beberapa anime atau mungkin game, yang kalian ketahui nantinya seiring cerita berjalan.
All Character OOC
Spesial Thanks to Shinji Kazama yenag telah membantu sebagai Editor di cerita kali ini
Dan Dradlos sebagai Beta Reader
Chapter 18
Tabir yang mulai terkuak
Opening: Inferno by 9mm Parabellum Bullet
Api ditungku membuat racikan herbal yang dimasak itu mendidih dan menghasilkan aroma harum serta menenangkan. Itu adalah ramuan sederhana yang terbuat dari beberapa tanaman herbal yang dia pernah pelajari dari gurunya dulu.
Gadis berkepang satu, bermata hijau emerald dan memiliki tubuh yang proposial yang dibalut pakaian robe berwarna coklat itu mulai menambahkan beberapa hal yang diperlukan setelah itu dia mencium aromanya sebentar.
Begitu aroma wangi yang tercipta dari ramuan itu dirasa pas, dia segera menuangkannya ke dalam sebuah teko yang terbuat dari tanah liat. Setelahnya dia menaruhnya diatas nampan bersama dengan beberapa gelas.
Lalu membawanya menuju kamar tempat pria yang dulu menyelamatkan desanya dari serangan Omni-Rat
Dengan wajah berhias senyum dia mengantar obat-obatan herbal itu, hatinya kian menghangat seiring langkahnya mendekati tempat sang penyelamat berada.
Saat dia berada diambang pintu kamar, hatinya menegang dan jantungnya berdetak lebih cepat, segera dia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri.
Setelah menguasai keadaan, dia mulai mendorong pintu itu, dilihatnya tubuh pria bersurai pirang itu masih disana tertidur lelap. Gadis herbalis heran kenapa dia belum sadar juga.
Tangannya lalu meletakan nampan itu didekat meja yang berada disamping tempat tidur sang penyelamatnya. Matanya sayu dan wajahnya sendu menatap Rat Slayer yang masih belum sadarkan diri.
Lalu tangannya bergerak menggenggam tangan milik Naruto, dan bibirnya mengucapkan apa yang ada dihatinya.
"Naruto.. Cepatlah sadar, ada seseorang yang sangat terpukul dengan keadaanmu ini."
Ya, Girl Herbalis tahu bahwa wanita itu atau pelayan Dewi Freya sedang terpukul. Sebab dialah yang menyebabkan Naruto jadi begini, walau itu merupakan keinginan Naruto yang memerintahkannya berbuat seperti itu.
Sebenarnya keduanya sama-sama tak sadarkan diri saat dibawa oleh Night Elf yang juga dulu menyelamatkan desanya. Ketika malam hari wanita itu sadar dan menceritakan semuanya kepada Girl Herbalis.
Mendengar itu, hatinya sakit karena Rat slayer tak sadarkan diri begitu sebab dirinya. tapi dia tidak bisa marah atau benci karena itu adalah perintah atau keinginan Naruto.
Sekarang yang menjadi keinginannya adalah agar Rat Slayer cepat sadar dan menghilangkan kegundahan Warrior Priestess.
Ditengah dirinya tenggelam dalam harapan agar pria itu sadar, pintu terbuka bersamaan sebuah suara.
"Apa dia belum sadar juga?"
Girl Herbalis menggelengkan kepala menjawab pertanyaan itu, lalu suara langkah kaki lain datang mendekat ke tempat Rat Slayer tak sadarkan diri.
Itu adalah Warrior Priestess yang begitu khawatir, sebab Rat Slayer belum juga sadar, dia terus meneteskan air mata sehingga matanya lebam.
'Kenapa bisa jadi begini, andai aku menolak keras rencananya tapi jika aku melakukan itu, ku tidak menepati janji padanya dan melanggar janji adalah hal yang dibenci oleh Dewi Freya.'
Hukum dalam Order of Freya mengatakan jika Pelayan setia Dewi Freya dilarang keras melakukan tiga hal yaitu Berbohong, Berzina dan terakhir Mengingkari Janji. Jika salah satunya dilanggar maka keajaiban yang dimiliki akan hilang.
Karena itulah dia tidak bisa mengingkari janjinya sebab jika dilakukan dia akan kehilangan semua keajaiban yang sudah susah payah ia dapatkan.
"Sudahlah tenangkan dirimu, aku yakin jika dia tidak ingin kau menyalahkan dirimu terus menerus."
Girl Herbalis mencoba menghibur Warrior Priestess.
"Tapi aku sudah membuatnya seperti ini."
"Tapi itu juga keinginannya bukan? kalau begitu dia sudah siap dengan resikonya, jadi Aku yakin dia tidak akan menyalahkanmu."
Ucapan Girl Herbalis seketika membuat tangis Warrior Priestess berhenti. Apa yang dikatakannya benar. Rat Slayer menyuruhnya karena itu peluang satu-satunya untuk mengalahkan mereka jika rencana ini gagal maka bisa saja keduanya mati.
Futsunomitama, itu adalah keajaiban yang menimbulkan beban pada beberapa area dan semua yang ada pada area tersebut tersedot.
Night Elf Mage mengucapkan nama keajaiban yang digunakan Rat slayer untuk membuat Omni-Rat terjebak dengan rencananya sebelum serangan penghabisan dilakukan Warrior Priestess. Adalah itu yang dipikirkan Rat Slayer.
"Jika aku telat beberapa detik saja nyawanya akan lenyap sebab keajaiban Divine Ray merupakan serangan mematikan, begitu cerobohnya rencana kalian."
Seketika dua wanita berbeda rambut itu melirik kepada Night Elf Mage yang mengkritik rencana mereka untuk menghabisi para Omni-Rat. Ada jejak kesal dihati Warrior Priestess karena dianggap ceroboh. Tapi disisi lain, dia tidak bisa mengelak sebab memang begitulah solusi yang ditawarkan Rat Slayer.
"Setidaknya kami berhasil membunuh para Omni-Rat itu."
Warrior Priestess menjawab dengan nada ragu, mencoba menenangkan diri sebab masih belum bisa memaafkan diri karena rencana tersebut. Lalu dirinya mulai bergumam.
"Ternyata yang dikatakan Rat Slayer benar."
Pelipis dari Night Elf Mage dan Girl Herbalis mengerut saat mendengar gumaman Warrior Priestess. Lalu segera wanita berkepang satu dan bermata hijau emerald itu bertanya.
"Apa maksudmu, nona pendeta?"
"Rat Slayer berkata dulu dia pernah bertemu seorang Night Elf yang menolong serta memberi petunjuk tentang Omni-Rat. Aku meragukan itu sebab menurut buku Densetsu no Yusha volume 3 bab 10 yang menceritakan sejarah perpecahan di benua [Alvarez] akibat perang besar bernama Doomsday. Sesuai dengan ketetapan dari semua pimpinan ras yang tergabung dengan Alliance dan Horde. Para Elf yang dipimpin Illidan Stromrage dihukum dengan pengucilan dan pencabutan akar keajaiban ditubuh mereka serta mereka dilarang menggunakan nama Elf untuk menyebut diri mereka. Mulai saat itu dan seterusnya, mereka dikutuk menjadi Night Elf dan menjalani sebagian aktivitas dimalam hari saja. Andaikan mereka terkena sinar matahari maka tubuh mereka akan hancur menjadi debu."
Warrior priestess berhenti sejenak untuk mengatur napas, karena mengatakan hal sebanyak itu dan tanpa diduga sebuah suara menyela disaat dia berhenti.
"Ternyata, kau sampai hafal letak Volume dan bab serta kalimat dalam buku itu."
Girl Herbalis tanpa menyadari siapa yang mengatakan itu, mengangguk dan menambahkan.
"Iya aku juga berpikiran sama, hebat sekali kau bisa hafal sebanyak itu."
Warrior Priestess juga yang terhanyut suasana merespon.
"A-aku dulu pernah membaca dan aturan kuil juga menyuruh kami menghafal buku tersebut."
"Jadi begitu."
Suara datar itu menimpali dan Warrior Priestess hendak mengangguk tapi segera sadar, bahwa suara itu familiar ditelinganya dan benar saja. Pria bersurai pirang itu sudah membuka mata, pandangannya terkunci pada dirinya.
"Ra-Rat Slayer-san!"
Dua wanita berbeda warna rambut dan mata itu, mengucapkan nama sang pemuda.
"Kau sudah sadar, apa ini sungguhan?"
Girl herbalis segera menaruh tangannya di kening Rat Slayer sambil memasang wajah terkejut, sedangkan warrior priestess terdiam dengan wajah yang sulit diartikan.
"Aku baik-baik saja," jawab Rat Slayer
Rat Slayer memegang tangan Girl Herbalis dengan lembut dan perlahan menjauhkannya dari keningnya. Lalu matanya menatap Warrior Priestess yang berdiri kaku dengan wajah menunduk.
"A-aku minta maaf jika-..."
"Aku mengerti."
"Eh!"
"Jangan salahkan dirimu, ini semua rencanaku. Jadi, aku tidak akan menyalahkan dirimu meski aku kehilangan nyawa."
Hati Warrior Priestess lega mendengarnya, tapi disaat itu juga terasa sakit. Kalimat terakhir Rat Slayer membuatnya terbayang akan sosok captain yang hilang bersama dengan keinginannya.
"Aku-"
"Sepertinya, aku diabaikan walau sudah diberikan pertanyaan."
Sebelum Warrior Priestess merengek pada Rat Slayer karena belum bisa memaafkan diri Night Elf Mage segera menginterupsi. Dan membuat semuanya mengalihkan fokus ke dirinya.
"Hm.. aku minta maaf dan terima kasih sudah menyelamatkanku di desa Baran dan di sini"
Night Elf Mage mengangkat bahu mendengar permintaan maaf dan terima kasih dari Rat Slayer. Entah kenapa pertemuan kedua ini mirip seperti yang pertama.
"Ucapkan itu juga pada wanita berkepang satu itu, Kau selalu berada dalam situasi hampir tenggelam saat kita bertemu apa kau sebegitu inginnya membunuh Omni-Rat."
Night Elf Mage setengah bercanda ketika mengucapkan pertanyaan itu, namun respon yang didapat.
"Aku dengan senang hati merelakan semuanya, asal bisa memburu dan menghabisi mereka."
Naruto mengucapkan itu dengan datar dan mata yang menatap tajam Night Elf Mage. Yang ditatap bergidik saat mendengar jawaban yang tidak pernah diduga olehnya. Hatinya terenyuh saat matanya beradu pandang dengan sorot tajam pemuda itu lalu seulas senyum terukir diwajahnya.
"Jadi begitu, karena senang dengan jawaban yang kau berikan. Aku akan ceritakan sedikit tentang ras kami dan alasan kenapa yang Mulia Illidan Stormrage membelot, saat peperangan itu belum dimulai."
Matanya menatap warrior Priestess yang kini sudah menguasai diri, lalu Rat Slayer dan Girl Herbalis memasang telinga untuk mendengar sejarah dari Ras Night Elf.
"Nona priestess! Ini mungkin sedikit berbeda dari yang ada dalam buku terbaik sepanjang masa itu, apa kau yakin ingin mendengarnya? Aku takut kalau nanti kau menuduhku yang bukan-bukan, sebab ceritaku berseberangan dengan apa yang telah kau ketahui dari buku itu?"
Mengangguk paham, Warrior Priestess siap mendengar perbedaan itu bahkan dia menjawab.
"Tolong ceritakan, aku ingin mendengarnya dari sudut pandangmu sebagai Ras Night Elf sendiri, karena hal seperti ini jarang terjadi."
Tersenyum, Night Elf Mage puas dengan jawaban yang diberikan Warrior Priestess disusul pernyataan lain dari Girl Herbalis.
"Iya, aku juga penasaran dengan asal usulmu tuan Night Elf."
"Baiklah, sebelumnya perkenalkan. Namaku adalah Sai Stromrage keturunan ke 3 atau masih merupakan cucu dari Illidan Stromrage dan merupakan pemimpin Ras Night Elf saat ini."
Seketika semuanya melebarkan mata dan ekspresi terkejut dapat dilihat jelas pada wajah mereka. Hal ini jelas seperti menemukan harta karun atau mungkin lebih dari itu, ini semacam jackpot. Pasalnya Night Elf tidak bisa sering ditemui bahkan mustahil, kini dihadapan mereka berdiri sosok Night Elf dan bukan hanya itu dia adalah pemilik garis bangsawan Stromrage serta Raja Night Elf saat ini.
"Hah!"
Adalah Girl Herbalis dan Warrior priestess yang mengucapkan itu, keterkejutan akan fakta yang barusan didengar membuat mereka mengeluarkan suara itu.
"Aku tahu kalian terkejut. Tapi, itulah kebenaran nya."
"Boleh kutanyakan satu hal yang mungkin agak terlambat?"
Sebuah anggukan menandakan jika pertanyaan itu direstui oleh Sai Stromrage. Lalu warrior priestess segera melanjutkan.
"Bagaimana bisa kau menyebut dirimu keturunan Yang Mulia Illidan Stromrage? Dan juga kenapa kau bisa berjalan di siang hari padahal ada kutukan High Elf king? Serta, bagaimana juga kau memiliki keajaiban?"
Pertanyaan bertubi-tubi itu membuat Sai tersenyum kaku, dia tidak tahu harus dari mana untuk mulai menjawabnya.
"Nona pendeta, bisakah kau bertanya satu-satu. Aku kesulitan menjawabnya sekaligus."
Menyadari jika apa yang dilakukan berlebihan, Warrior Priestess atau yang bernama Lenneth. Tersipu saat dirinya disindir halus begitu oleh Night Elf Mage.
"Ma-maaf jika aku terlalu bersemangat, kalau begitu dimulai saja dari kau yang menyebut dirimu keturunan ke tiga dari yang Mulia Illidan Stromrage. Padahal dalam buku Densetsu no Yusha volume 1 bab 7 yang menceritakan tentang para Ancient, dikatakan kalau Illidan stromrage tewas di medan peperangan karena dibunuh oleh Maive shadowsong."
Setelah mendapat pertanyaan itu Sai Stromrage segera mengangguk dan membuka suara, untuk menjelaskan bagaimana bisa dirinya mengklaim sebagai keturunan ketiga atau bisa disebut cucu dari Yang Mulia Illidan Stromrage.
"Ah pertanyaan bagus. Tapi aku akan menjelaskan dulu tentang asal mula mengapa Doomsday terjadi."
Tidak ada interupsi dari ketiga orang yang mendengar untuk menyela apa yang diucapkan Sai, menandakan mereka semua setuju dengan keinginan Sang Night Elf. Lalu segera Sai Stromrage memulai cerita.
"Demi menjaga agar dunia tidak jatuh ke tangan The Great Lich King yang hendak menginvasi dengan pasukan besarnya, Sang Legendary Guardian of Alvarez mendatangi tiap2 pimpinan Ras diantaranya Manusia, Elf, Lizardman, Dwarf, serta berbagai Ras yang tergabung dengan Alliance dan Horde untuk membentuk Aliansi dan menyiapkan pasukan besar. Hasil dari kesepakatan itu masing-masing Ras akhirnya menyetujui untuk mengirim pasukan dan memulai perjalanan menuju bagian utara benua Alvarez tepatnya sebuah pulau kecil yang disebut Frozen Throne. Sampai sini apa ada yang ingin kalian tanyakan sebelum aku melanjutkan?"
"Frozen Throne?"
Rat slayer adalah orang yang mengutarakan pertanyaan itu. Night Elf Mage menganguk mendengar pertanyaan tersebut dan segera menjelaskan.
"Tempat kita berada adalah kerajaan Rosenheim dan Frozen Throne adalah sebutan untuk sebuah pulau yang berada diujung utara benua Alvarez tepatnya di dekat kerajaan Arpen. Ada sebuah pulau bernama Jigolaths disana hanya ada es sepanjang mata memandang dan suhu disana mencapai minus 15°c di siang hari dan malam hari bisa lebih buruk, tapi berkat keajaiban para Ancient pada waktu itu hal tersebut bukan halangan. Disanalah istana The Great Lich King berada. Apa kau mengerti Rat Slayer?."
Naruto mengangguk, sebab puas dengan jawaban yang diberikan Raja Night Elf. Kemudian mata Night Elf itu menatap kedua gadis yang ada disana, memastikan jika mereka mengerti juga atau mungkin ada yang ingin mereka tanyakan. Respon keduanya diam dengan tetap memperhatikan, pertanda jika mereka paham dan tidak ada yang ingin ditanyakan.
"Kalau begitu aku teruskan. Sumber kekuatan bangsa Elf adalah Well of Eternity yang fungsinya untuk mewujudkan keajaiban atau Karunia berupa Arcane. Itu merupakan keajaiban tingkat tinggi yang bisa digunakan bangsa Elf dan menjadi kartu andalan pada waktu itu. Keajaiban itu sendiri diajarkan langsung oleh keturunan Dewa kebijaksanaan. Nama panggilan darinya adalah Cenarius. Disaat para pasukan sudah berada di pulau Jigolath, mereka dihadapkan dengan Fimbulwinter yaitu sebuah gerbang yang tercipta dari kumpulan angin dan salju yang bergerak cepat. Saat itu High Elf King menggunakan keajaiban Arcane, untuk membobol keajaiban Fimbulwinter yang melindungi Gate of Ice Island tersebut."
Sai Stromrage mengambil nafas untuk mengisi paru-parunya dan tetap menjaga keseimbangan dirinya, karena harus menceritakan sejarah dari bangsa dan kakeknya. Sementara itu, ketiga manusia mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan olehnya.
"Tepat setelah Fimbulwinter dihentikan dengan keajaiban Arcane oleh High Elf King. Kakekku Illidan Stormrage mendapat sebuah penglihatan rohani yang membuat dia, segera bertolak kembali untuk mencegahnya."
And Cut
Nah penasaran dengan kelajutan cerita Night Elf sabar ya...
tunggu chapter depan.
Oke di chapter ini fokusnya ke sesi rehat sebelum masuk ke puncak S1 ini, ngomong-ngomong aku ucapkan terima kasih kepada kalian yang masih setia denganku ya.
Terus aku juga mengucapkan terima kasih sebanyak- banyaknya atas dukungan dan apresiasi kalian, sehingga Fic ini mendapat penghargaan IFA2019 sebagai Best Adventure MultiChapter.
Lalu seterusnya tolong dukung dan lihat perkembangan cerita ini dengan sabar yah, soalnya author baru kembali memulai projek menulis.
Oke basa basi selesai sekarang kita bahas chapter 18 ini. Jika kalian mengikuti series ini dari awal pasti kalian tidak kaget, sebab ini adalah pembukaan Hint kedua atau penjelasan dari chapter ke 4 saat Nigh Elf atau Sai muncul untuk menolong Naruto di desa Baran.
Mohon untuk membaca ulang jika kalian tidak ingin kebingungan, sebagai persiapan untuk chapter selanjutnya. Karena ada sesuatu yang menggantung disana nantinya.
Juga di chapter ini nama dari Night Elf terungkap dan ternyata dia adalah Sai, Author sengaja pilih dia karena suatu hal yang menurutku cocok.
Oke segitu aja pembahasan chapternya takut nanti spoiler, semoga kalian bisa memecahkan sendiri teka-tekinya.
Time to balas review
Arir Rahman 223
Noh udah terjawab semoga puas :v
Fazakhi Indra
Alhamduliilah makasih doanya, series ini akan berlanjut kok, tapi kalau masalah UP sekali lagi harap selalu bersabar ya semoga chapter ini menghibur.
Yogakelana711
Terima kasih atas kesabarannya menunggu, dan semoga chapter ini memuaskan.
Aditya Namikaze
Romance? Romance? Arrgh aku tuh kalau buat romance gak bisa, tapi nanti aku usahain deh buatnya. Harap bersabar lagi ya, karena ke depan masih bahas sesuatu yang penting oke :v
elnaura
Makasih pengertiannya, reader yang kayak ente ini yang ane suka. Semoga memuaskan ya chapter ini;')
siapa ayoo
Yah mau bagaimana lagi orang kebablasan karena keenakan, tapi yah aku mohon maaf jika itu membuatmu serasa diphpin ahaha. Btw semoga chaoter ini memuaskan dan siaoa penunggang kuda misterius itu akan terjawab samar di chapter depan :')
Semua Review udah kejawab sekarang saatnya undur diri. Saya Jinchuriki shukaku menguapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, tetap semangat dan sehat di rumah.
Maaf jika ada typo
Jinchuriki shukaku Out!
