oOo

Disclaimer

Naruto © Masashi Kishimoto

.

tomorrow, at sunrise...

oleh oreoivory

oOo

Sakura menyelinap pergi saat teman-temannya memainkan permainan bercumbu maraton. Mereka menggulir kertas dari satu mulut ke mulut yang lain sampai ada yang menjatuhkannya, yang artinya dia dianggap kalah dalam permainan tersebut. Sakura tidak akan melakukan hal itu tentu saja.

"Aku ke toilet dulu yah," bisik Sakura. Sasuke mengangguk, dia juga akan menyarankan mereka pergi sebelum Sakura mengikuti permainan bodoh itu. Kalau ada yg berani mencium Sakura, sudah pasti dia akan membunuhnya.

Ino yang melihat Sakura berdiri, beranjak mengikutinya. Dia menyerahkan tas yang tadi dibawanya kepada Sakura begitu mereka berhadapan. Sakura menerimanya, kemudian melesat berderap menaiki tangga, sedangkan Ino pergi ke luar rumah menuju halaman belakang.

Sakura pergi ke arah kamar Karin. Untungnya kamar itu kosong, tidak ada pasangan yang memakainya untuk melepaskan hasrat. Semua orang sedang sibuk di bawah. Dia memasuki kamar Karin, kemudian membuka jendela dan melihat Ino sudah menunggu di bawah dengan ransel besar berwarna hitam.

Sakura melemparkan tali yang tadi disembunyikan di dalam tas Ino. Talinya meregang jatuh ke bawah. Ino meraihnya kemudian mengikatkan ujung tali pada ransel. Setelah melihat Ino selesai menyimpulkan tali-talinya, Sakura menarik Ransel menuju jendela atas. Ino sendiri berlalu menghilang meninggalkan halaman. Begitu Ransel dilepaskan dari talinya, Ino telah berada di ruangan yang sama dengannya.

Sakura mengeluarkan berbagai macam barang dan menghamburkannya ke ranjang. Dia meraih botol-botol dengan berbagai macam bentuk dan dua kotak besar bergambar bola-bola kristal. Dia membawa botol sedang Ino membawa kotak itu menuju kamar mandi. Yah, Karin punya kamar mandi sendiri.

"Jangan dituang semua. Ambil dua genggam saja dan masukkan ke sana." Sakura menunjuk kloset. " Nanti orbeeznya akan mengembang besar-besar begitu menyerap air."

Ino mengangguk mengikuti panduan Sakura. Bola berwarna-warni yang kecil-kecil seperti pakan ikan itu meluncur jatuh ke dalam kloset. Sisanya dia sebar dalam bath up, kemudian menyalakan keran untuk menumpahkan air ke dalam bak.

Sakura sendiri bertugas membuang isi botol sampo dan sabun Karin, menggantinya dengan apa yang sudah dia siapkan. Sakura memakai sarung tangan lateks sebelum membuka tutup botol yang tadi dia bawa. Ino menjulurkan badan melihat Sakura dengan penasaran. Ino membaca 'sampo bau kaki, diekstrak dari keringat jempol Yeti' dan 'sabun beraroma muntahan Merlin Si Penyihir'.

"Iuh." Ino reflek menutup hidung menghindari bau yang menyengat begitu tutup botol dibuka. "Dari mana sih kau dapat benda-benda seperti itu."

Sakura menyeringai. "Belanja di Barg'N Mart dan sisanya kudapat dari menembus peron 9¾ agar dapat menemui nenek penjaga troli di Hogwart Express."

Sakura menuangkan cairan aneh berwarna hijau berkilauan dengan hati-hati ke dalam botol yang sudah dikosongkan isinya. Dia menahan napas karena baunya begitu busuk. Ino memilih meninggalkan Sakura karena dia tidak ingin mengeluarkan isi perutnya.

Sakura melemparkan bekas botol sampo dan sabun beraroma busuk yang dia bawa ke dalam plastik yang telah dia siapkan, pun dengan sarung tangan lateksnya. Tidak boleh ada jejak tertinggal, termasuk sampah. Sakura menutup keran air karena bak sudah terisi separuh. Orbeez yang ditaburkan Ino mulai mengembang dan menjadi bola jelly berwarna-warni. Setelah memastikan semuanya, Sakura keluar dari dalam kamar mandi.

Sakura menjejalkan plastik yang dia bawa ke bagian depan ransel, sebagai gantinya dia menarik sekotak permen, bungkusan berwarna ungu dan sebotol parfum. "Kalau aku tidak salah ingat, kau pernah bercerita tentang dongeng bikini gadis jalang dan laki-laki berengsek?" Kata Sakura sambil menarik resleting ranselnya.

"Itu gosip lama. Kok kau ingat?"

Gosip itu merupakan cerita yang disebarkan tim football sewaktu mereka di tahun sophomore. Ino tidak menampik pesona Uchiha Sasuke di sekolah mereka. Banyak gadis rela membuka kaki untuknya. Sayangnya tidak semua gadis bisa mendapatkannya. Mereka akhirnya malah berlomba-lomba seolah Sasuke adalah salah satu piala olimpiade Sakura.

Sasuke menyebarkan foto vulgar Karin yang memakai bikini warna merah dengan pose menggoda kepada tim football. Dia bilang Karin seksi dengan bikini itu, dan sisanya adalah cerita tentang gadis binal dan seks mereka yang luar biasa. Ino yakin cerita yang sesungguhnya adalah Sasuke sedang membicarakan betapa hebatnya dia bisa tidur dengan salah satu primadona tim pemandu sorak dan membuatnya bertekuk lutut sampai mau melakukan apa saja yang Sasuke inginkan. Tapi Karin melebih-lebihkan seolah-olah Sasuke menyukainya, dia membanggakan hal itu dengan tujuan agar gadis-gadis yang menyukai Sasuke tahu dia pemenangnya.

Cerita itu begitu ikonik. Karin sendiri dengan tololnya malah tersanjung. Sedangkan Sasuke tidak begitu peduli, membiarkan kawan-kawannya menjadikan cerita itu sebagai lawakan.

"Daya ingatku sangat baik kalau-kalau kau lupa. Nah itu benar kan? Kau lihat fotonya Karin? Bisa kau mencarinya? Bikini itu maksudku"

Tanpa banyak pertanyaan, Ino menghamburkan isi lemari Karin. Melemparkan baju-bajunya hingga teronggok di lantai. Tidak butuh waktu lama sampai dia menemukan apa yang dia cari dan menyerahkannya pada Sakura.

"Nah, Kamerad Ino, terima kasih atas dedikasimu." Sakura memasukkan lingerie ke dalam tas dan mengunci tasnya lagi. "Sekarang, aku menghadiahkan sebuah kehormatan untukmu." Suara Sakura dalam dan berat dibuat menyerupai Jean Valjean dalam film Les Misérable. Sakura memberikan sebotol parfum dengan gestur seorang prajurit yang menyerahkan sebuah pedang.

"Kali apa?" tanya Ino merujuk pada jenis aroma.

Sakura tersenyum lebar. "Rasa kaos kaki Flying Dutchman."

"Jahat sekali kau ini." Ino menyambar parfum kemudian memnyemprotkannya pada semua baju yang masih tergantung di lemari. Sakura memunguti baju di lantai dan menjejalkannya ke dalam sana kemudian menutupnya sebelum tumpah.

Ino memasukkan botol ke kantung di bagian samping ransel. "Ada lagi?"

"Bisakah kau menaruh permen-permen ini ke dalam Tong Bir." Sakura menyerahkan sekotak kardus yang kata Sakura berisi permen.

Ino menjerit begitu membuka kotak permen dan menemukan isinya adalah cicak, kecoa, dan lalat. Untung dia tidak melemparnya.

"Cuma permen jelly, Ino." Sakura mengambil yang berbentuk cicak dan memakannya.

"Menjijikan! Tetap saja bentuknya aneh. Dasar sinting."

"Cepat kerjakan sana, kamerad. Sisakan satu untuk kau masukkan ke dalam minumanmu sendiri. Kemudian beraktinglah dan buat mereka terkejut." Sakura menarik selempang ranselnya, menggeretnya menuju jendela dan melemparnya keluar. Sakura kemudian menyelipkan bungkusan kecil berwarna ungu ke dalam bra miliknya. "Aku kepengen membuat mereka kapok supaya tidak mabuk-mabukan lagi."

"Aye, kapten." Ino dengan riang bergegas turun, disusul Sakura sepuluh menit kemudian.

"Hai, apa belum selesai?" ujar Sakura setibanya di sisi Sasuke.

"Permainannya? Belum. Kau lama sekali." Sasuke merajuk, membenamkan kepalanya ke dalam ceruk leher Sakura.

"Kak Sasori tadi menelpon."

"Oh, iya. Sekarang sudah tengah malam. Kau harusnya sudah pulang." Sasuke menegakkan kembali badannya.

Percakapan mereka terputus oleh jeritan Ino. "Apa ini?" Pekik Ino menunjuk gelas yang dipegangnya.

Sai meraih gelas pacarnya, memeriksa. Wajahnya memucat kemudian bergegas memeriksa wadah bir di sudut ruangan. Dia menyumpah, membuat yang lain penasaran dan ikut mengintip. Kecoa, cicak dan lalat mengambang menyambut mereka. Para gadis histeris mencoba memuntahkan bir yang telah mereka teguk. Tiba-tiba saja euforia pesta langsung meningkat dengan sumpah serapah dan histeria massa.

"Apa pesta kalian selalu semenarik ini?" tanya Sakura entah pada siapa, sebab semua orang sibuk dengan kegaduhan yang mereka ciptakan sendiri. Pesta pertama Sakura adalah yang terbaik yang bisa diingat olehnya di kemudian hari.

oOo

~bersambung

oOo

Catatan Cerita :

Orbeez : Mainan yang terbuat dari polimer berdaya serap tinggi. Jika direndam dalam air akan mengembang berkali-kali lipat dari ukuran normal.

Yeti : Sejenis primata besar yang menyerupai manusia yang menghuni wilayah pegunungan Himalaya di Nepal dan Tibet.

Merlin : Seorang tukang sihir dalam legenda Arthur.

Barg'N Mart : Salah satu supermarket di serial Spongebob Squarepants.

Peron 9 ¾ : Pintu masuk untuk menuju Kereta Hogwart dalam dunia Harry Potter (nenek penjaga troli adalah staff kereta tersebut, biasanya menjual makanan-makanan aneh.)

Kamerad : berarti "teman", "rekan", atau "sekutu". Kata ini berasal dari bahasa Prancis Camarade, dari Spanyol camarad, awalnya berarti "ruang pasangan", dari bahasa Latin camera "bilik, ruang". Istilah ini sering digunakan oleh organisasi sayap kiri di seluruh dunia.

Flying Dutchman : Salah satu tokoh dalam Spongebob Squarepants.