Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[Crown for the Queen ]
~ Chapter 19 ~
.
.
Sasuke pov.
Semua laporan telah masuk dan para saksi telah berkumpul, kakak menjadi sangat marah setelah mendengar segalanya, berkali-kali wanita kotor itu mencoba membela diri, kakak tidak membiarkannya, akhirnya, hari ini adalah hari dimana aku bisa menjatuhkan wanita itu, lihatlah, kakak sama sekali tidak membelanya atau berpihak padanya, semua saksi ada, walaupun dia beralasan tidak melakukan apapun, tapi jika para saksi sudah mengatakan segalanya, nona Sumire tidak akan memiliki kesempatan untuk membela diri lagi, kau tidak memiliki saksi satu pun, tidak ada yang membelamu, semua yang ada disini sangat ingin kau keluar.
Untuk sementara aku tidak akan melakukan apapun, aku ingin kakak sendiri yang bertindak.
"Maaf nona Sumire, semakin banyak masalah yang kau buat, semakin sulit untuk di maafkan. Kesatria Sai tolong kurung nona Sumire di penjara bawah tanah." Perintah kakak.
Nona Sumire tidak berusaha membela dirinya lagi, kesatria Sai akhirnya membawanya pergi dan dia akan di kurung di penjara bawah tanah, setelah itu kakak akan mengusirnya dari istana, rencana sempurna, menatap ke arah tuan Kabuto, dia tidak berbohong untuk membantuku, aku senang akan hasil usahanya itu.
"Kesatria Sasori, bawah nyonya Rose dan kurung dia bersama nona Sumire." Ucap kakak.
"Sa-saya tidak melakukan apapun Yang mulia raja! Tolong ampuni saya!" Ucap nyonya Rose, seorang pelayan tua yang terus melayani nona Sumire.
Ini di luar dari rencanaku, nyonya Rose juga ikut di tahan? Seharusnya dia akan tetap aman dan bisa menjadi saksi.
"Aku tidak ingin mendengar alasan apapun, semua kembali ke tempat kalian. Tuan Kabuto dan pangeran Sasuke, ikut aku ke dalam ruangan kerjaku." Ucap kakak.
Menatap nyonya Rose sejenak, dia tidak seharusnya di tahan, dia bagian dari rencanaku.
"Pangeran tolong saya, pangeran!" Teriaknya padaku.
"Cepat bawa dia!" Perintahku, akan sangat berbahaya jika dia membicarakan kebenarannya.
Untung saja dia cepat di bawa keluar, sekarang kenapa kakak memanggilku dan Tuan Kabuto? Apa kakak akhirnya percaya pada ucapanku? Seharusnya dia sadar jika nona Sumire akan menjadi masalah untuknya.
Setelah kami tiba di ruangan kerja kakak.
"Tuan Kabuto." Panggil kakak.
"Saya, Yang mulia raja?" Tuan Kabuto cukup tenang menghadapi kakak setelah berusaha membohonginya.
"Catat ulang semua salinan yang salah di buat oleh nona Sumire, aku memberimu waktu hanya sehari, jika itu tidak selesai, kau akan dalam masalah." Ucap kakak dan menatap tajam pada Tuan Kabuto.
A-apa? Kenapa kakak bersikap seperti ini pada tuan Kabuto?
"Ta-tapi Yang mulia raja, nona Sumire yang membuat masalah, kenapa harus saya yang menanggung masalah yang di buatnya?" Protes tuan Kabuto.
"Apa kau juga ingin di kurang di penjara bawah tanah?"
"Yang mulia raja, ini tidak adil, seharusnya tuan Kabuto mendapat sedikit keringanan, bukannya menyalin catatan itu cukup lama? Hampir semua yang di catatnya salah selama bekerja pada tuan kabuto." Ucapku, aku harus membela tuan kabuto.
"Aku tidak menyuruhmu berbicara, pangeran." Ucap kakak.
Terdiam, aku tidak suka saat kakak berbicara padaku dan menatapku seperti itu, seakan dia sedang marah besar padaku.
"Sekarang, keluarlah Tuan Kabuto, ingat, jika catatan itu tidak selesai, aku akan menurunkan jabatanmu." Tegas kakak.
"Ba-baik Yang mulia raja, saya mohon pamit." Ucap tuan Kabuto, dia pun terlihat kebingungan dan cukup takut akan ancaman kakak.
Kini hanya tinggal kami berdua.
"Ka-kakak, tuan Kabuto sudah bekerja lama pada kita, kenapa kakak malah menyalahkannya? Bukannya ini kesalahan nona Sumire" Ucapku.
"Bagaimana kau bisa bersikap seperti itu pangeran Sasuke? Kau membuatku kecewa." Ucap kakak.
"Aku? Bersikap bagaimana? Kenapa aku membuat kakak kecewa?"
"Berhenti berpura-pura, pangeran."
"Aku tidak mengerti kakak."
"Bagaimana kau membuat rencana sebusuk itu! Kenapa kau ingin menjatuhkan nona Sumire! Ada apa denganmu! Menawarkan perpanjangan jabatan untuk tuan Kabuto! Memangnya apa hakmu untuk melakukan itu! Aku masih ada! Seorang raja masih ada di hadapanmu! Kau tidak menghargaiku!" Marah kakak, dia marah besar, bagaimana kakak tahu semua rencanaku?
"Aku tidak mengerti lagi pangeran Sasuke. Aku sangat kecewa padamu."
"Aku tidak melakukan apapun!" Ucapku, aku harus menutupi semuanya.
"Kau berani berbohong padaku?"
"Sungguh! Kakak harus percaya padaku, aku tidak melakukan apapun pada nona Sumire! Aku memang tidak menyukainya, tapi aku tidak melakukan hal sejahat itu!" Tegasku. Kenapa kakak tidak percaya juga? Apa yang harus aku katakan agar kakak percaya?
"Baiklah jika kau tidak ingin mengatakannya. Hentikan semua yang kau lakukan untuk perayaan ulang tahunku." Ucap kakak.
Tidak, ini tidak boleh di hentikan.
"Apa kakak tidak menghargai mereka yang sudah bekerja keras untuk membuat perayaan ini hanya untuk kakak? Kenapa masalah nona Sumire harus di sangkut-pautkan dengan perayaanmu!"
"Aku tidak butuh perayaan itu setelah masalah yang kau buat ini, hentikan, jangan sampai ada perayaan apapun saat hari ulang tahunku, aku akan menghancurkan perayaan itu." Tegas kakak.
Perayaan ini harus tetap berjalan, aku sudah berusaha mengundang seluruh putri dari kerajaan di luar, aku sudah berusaha agar kakak mendapat pendamping hidupnya sesegera mungkin, semua petinggi di istana juga setuju, jika ini di hentikan, semua usahaku akan sia-sia.
Tidak ada cara lain.
"Aku melakukan ini hanya untuk menyelamatkanmu! Kakak yang tidak mengerti! Wanita itu bermasalah! Dia akan menjadi kelemahanmu! Aku peduli pada kakak, aku hanya ingin dia pergi dari istana ini!" Kesalku. Bagaimana pun aku menutupinya kakak begitu mudah tahu apa yang aku lakukan selama ini.
"Hentikan ini pangeran Sasuke."
"Aku tidak akan berhenti hingga wanita itu pergi!" Teriakku.
"Uchiha Sasuke!" Teriak kakak, dia memanggil namaku dengan teriakan yang cukup keras, kakak benar-benar marah. "Perayaan akan di hentikan atau kau berhenti melakukan ini." Ucapnya.
Tidak, tidak boleh ada yang merusak rencanaku!
Pada akhirnya.
"A-aku minta maaf, aku minta maaf, kakak." Ucapku, aku sampai berlutut di hadapannya.
"Aku ingin mendengar segala pengakuanmu, katakan jika kau yang membuat nona Sumire dalam masalah, jika tidak aku tidak akan menerima permintaan maafmu."
"Baik! Aku yang melakukannya! Kakak benar, aku yang menyuruh tuan Kabuto agar membuat nona Sumire melakukan kesalahan!" Ucapku, aku harus mengakui segalanya.
"Bagaimana dengan kotak harta?"
Terdiam. Apa aku harus mengatakan rencana itu juga?
"Katakan pangeran. Jika kau tidak jujur, semua maafmu tidak ada gunanya."
"Ya! Aku yang melakukannya! Aku menyuruh nyonya Rose mengambil kotak itu, mengatakan atas namamu, tapi menyuruhnya menyebar cerita bohong jika nona Sumire mencurinya! Apa kakak sudah puas!"
Walaupun mengakuinya di depan kakak, aku tidak bisa mengangkat wajahku lagi, aku benar-benar malu mengakui semuanya.
.
.
.
.
Itachi Pov.
Aku jadi sakit kepala setelah mendengar laporan tentang apa yang nona Sumire lakukan, sekarang di hadapanku, pangeran Sasuke sedang mengakui segala perbuatan buruknya, aku sama sekali tidak percaya jika pangeran Sasuke akan melakukan hal sekejam ini pada nona Sumire, ternyata dia masih tetap tidak menerima nona Sumire di istana dan berusaha keras agar dia di usir dari istana.
Jika saja aku tidak menempatkan mata-mata di sekitar pangeran, aku tidak akan tahu apapun, aku mungkin akan lebih merasa bersalah pada nona Sumire.
Untuk sementara, aku membiarkan nona Sumire dan nyonya Rose berada di penjara bawah tanah agar membuat pangeran Sasuke merasa puas, dia mungkin berpikir jika akhirnya aku marah pada nona Sumire.
Sejak dulu, dia tahu tentangku, bagaimana kepercayaan itu berjalan, bagaimana aku menjunjung tinggi untuk keadaan ini, jika saja ada yang berkhianat, aku akan sulit memaafkan, tapi nona Sumire tidak akan melakukan hal itu, aku sudah mengatakan padanya jika dia yang harus percaya padaku.
Aku hanya mengancam pangeran dengan perayaan ulang tahunku, ini ancaman sederhana tapi dia begitu takut hingga mengakui segalanya, kenapa? Apa karena rencananya yang lainnya? Aku tahu semuanya, tapi aku tidak akan mengatakannya, tentang undangan untuk para putri pun di tutupinya.
Tidak berubah, dia hanya berusaha membuat yang terbaik untukku selama ini, aku menghargai akan setiap usahanya, hanya saja kali ini dia membuatku marah, nona Sumire menjadi orang yang mendapat segala hal buruk ini.
Aku harus mencari cara lain agar pangeran Sasuke tidak menaruh dendam pada nona Sumire, cara yang sederhana agar dia mengerti.
"Apa kakak akan memaafkanku?" Ucapnya, masih tidak mengangkat wajahnya, dia punya rasa malu untuk semua pengakuannya itu, aku begitu tahu kau, adikku.
"Angkat kepalamu." Perintahku.
Pangeran Sasuke melakukannya, tapi dia masih tidak ingin menatapku.
"Berjanjilah tidak akan membuat masalah lagi dan jangan coba-coba untuk merencanakan hal buruk pada nona Sumire lagi." Ucapku.
"Aku tidak suka padanya." Tegasnya.
Menghela napas, keras kepala seperti biasanya.
"Bisakah kau melakukan sesuatu untukku?" Tanyaku.
"Apapun itu, aku akan melakukan untukmu, kakak." Ucap pangeran Sasuke.
.
.
TBC
.
.
updateee...
author nggak bisa update kilat, tapi bisanya update tiap hari saja, author rasa itu udah termasuk update kilat.
untuk fic lain, tunggu author dapat ide dulu yaaa.. =w= author terfokus akan fic ini, maafkan author yang tidak konsisten kerjakan fic lain
