Besoknya, kelompok Naofumi pergi ke pantai untuk bersantai.
"Tuan-tuan" Panggil Filo pada Naofumi dan Kirito. "Aku menemukan sebuah pulau di dasar laut. Lantainya juga berwarna merah" Lapor Filo.
"Naofumi-sama" Kali ini Raphtalia yang memanggil Naofumi. "Bagaimana penampilanku?"
Kirito menyadari yang dimaksud Raphtalia. Lalu melihat Naofumi yang sehabis melihat kostum baru yang baru di belinya. Kostum yang dapat membuat mereka dapat bernafas walau sudah lebih dari 10 menit di dalam air.
"Sempurna!" Jawab Naofumi. Mereka pun menyelam ke laut dan mengarah mengikuti arahan Filo. Mereka akhirnya sampai di bangunan yang dimaksud Filo.
Naofumi membuka pintu itu. Bersamaan dengan perisai nya menyala.
"Nampak tidak asing" Pikir Kirito.
"Raphtalia" Naofumi memberi isyarat pada Raphtalia.
"Fast Light" Raphtalia menggunakan sihir untuk membuat keadaan di sekitar menjadi terang.
"Ini..." Kata-kata Kirito terhenti ketika melihat hal di depan nya.
"Jam Pasir Naga" Kata Naofumi menyebutkan nama benda itu.
"Kenapa benda ini bisa ada di sini?" Tanya bingung Raphtalia.
"Semua tempat yang memiliki nya mengalami wave. Mungkin akan terjadi di sini" Simpul Kirito.
"Tapi kita tidak tau akan terjadi kapan" Tepat setelah Naofumi berbicara, kristal dari perisai nya menyala mengeluarkan cahaya yang mengarah ke jam pasir itu. Lalu, muncullah angka pada penglihatan Naofumi. Penghitung waktu mundur muncul nya wave. Waktu itu menunjukkan,
"2 hari lagi" Kata Naofumi dengan nada terkejut. "Wave selanjutnya muncul dalam 2 hari"
"Kita harus segera memberitahu Ratu" Kata Kirito. Mereka pun teleport ke Istana dan memberitahu Ratu.
Ratu dengan cepat menyiapkan kapal dan pasukan. Mereka langsung berlayar ke Cal Mira.
00: 10: 03 adalah penghitung mundur wave. Mereka semua sudah bersiap di kapal, hanya menunggu.
"Oh iya. Kenapa kau ikut, Melty?" Tanya Kirito bingung dengan kehadiran Melty.
"Kenapa? Memangnya tidak boleh? Aku ingin membantu teman ku" Jawab Melty.
Naofumi yang melihat L'arc yang ikut serta untuk melawan hendak menyapa. Namun, L'arc membuang mukanya.
"Mungkinkah..." Kata Kirito membuat Naofumi menengok ke arahnya.
"Mungkin apa, Kirito?" Tanya Naofumi pada Kirito.
"Tidak. Bukan apa-apa" Jawab Kirito. "Mungkinkah dia sebenarnya bersama Glass. Kalau iya, apa gunanya dia membantu kami meningkatkan level kami? Membingungkan" Pikir Kirito.
00: 00: 00 sisa waktu sebelum wave. Langit berubah menjadi merah. Monster-monster mulai bermunculan.
"Haaa!" Teriak Kirito menebas monster skeleton yang berada di kapal. "Dimana bos nya?" Tepat setelah Kirito berbicara, mereka merasakan sesuatu yang besar mendekat dari dalam air.
"Itu dia!" Teriak Kirito menunjuk ke arah monster berbentuk ikan pedang raksasa.
"Panah Komet" Itsuki menggunakan skill nya untuk menyerang nya. Namun, monster itu berhasil menghindarinya dengan menyelam.
"Naofumi! Filo! Kalian pancing monster itu kemari!" Perintah Kirito.
"Baiklah. Ikuzo, Filo!" Naofumi menaiki Filo untuk menyelam.
"Hate Reaction" Naofumi menggunakan skill dan mengambil perhatian monster itu.
Naofumi dan Filo memancing monster itu untuk keluar dari air.
"Serang sekarang!" Teriak sang Ratu memberi perintah menyerang.
"Panah Komet" "Tusukan Komet" "Pedang Komet" Ketiga pahlawan menyerang secara bersamaan dan berhasil mengenai musuh.
"Enhance Armament" "Enhance Armament" "Thousand Black-Spear" Alice, Yujio dan Kirito juga menyerang bersamaan dan menciptakan combo yang luar biasa. "Combo Attack: Dragon Burst" Serangan gabungan berbentuk naga itu berhasil memberi damage yang besar pada musuh.
"Serangan mereka tidak ber-damage besar. Di sisi lain, serangan combo Kirito, Yujio, dan Alice mempunyai damage yang lebih" Batin Naofumi.
Monster itu kemudian menggunakan semacam kristal di kepalanya dan menembak dua kapal.
Tiba-tiba beberapa monster melompat masuk ke kapal tempat Melty dan Ratu berada.
"Sebagai sumber kekuatan aku memerintahkan mu. Balikkan hukum alam dan hantam musuh ku dengan kekuatan air. Zweite Aqua Shot" Melty berhasil menembak mundur beberapa monster. Namun tiba-tiba ada monster kroco lainnya yang datang dan menangkap Melty. Beberapa pelaut berusaha menangkapnya namun gagal.
Tiba-tiba, monster yang menangkap Melty terbelah menjadi dua. Itu adalah L'arc.
"L'arc! Kalau sudah, bisa bantu kami?" Panggil Kirito.
"Baiklah" Jawab singkat L'arc.
Naofumi sekali lagi menyelam bersama Filo. "Hate Reaction" Naofumi mengeluarkan skill yang sama dan berhasil menarik perhatian monster ikan pedang tsb.
"Badai Petir Permata" Therese menggunakan sihir tipe listrik dan mengarahkannya pada sabit L'arc.
"Combo Attack: Pusaran Badai Petir" Serangan gabungan antara listrik dari sihir Therese dan skill pusaran milik L'arc, berhasil memberi damage yang besar pada monster tsb.
"Dual blade. Eclipse" Kirito menggunakan kedua skill nya dan langsung menghabisi monster tsb.
Naofumi, Kirito, Filo dan L'arc sedang berdiri tepat di atas bangkai monster ikan pedang yang baru saja mereka kalahkan.
"Kerja bagus, kalian" Ucap Naofumi memberi selamat pada Kirito, L'arc, dll. Tiba-tiba, ketiga pahlawan yang lain datang. "Mau apa kalian?"
"Kami ingin mengambil drop item nya" Jawab Ren.
"Drop item dari wave adalah milik kami, pahlawan" Sambung Itsuki.
"Padahal tidak berkontribusi" Keluh pikir Naofumi.
"Pahlawan? Lelucon mu tidak lucu" Keta L'arc kemudian menghempas ketiga pahlawan lainnya.
"Apa maksud semua ini?!" Tanya kesal Naofumi.
"Demi dunia kami, matilah" Kata L'arc dengan santainya. "Asal kau tau saja, kami tida punya dendam pada kalian" Sambung L'arc.
"L'arc, sebaiknya kau jelaskan pada mereka" Kata Therese.
"Menyusahkan" Keluh L'arc. "Singkanya, kami juga pahlawan. Namun, dari dunia lain"
"Tapi tanpa kami para pahlawan, dunia ini akan hancur" Bantah Naofumi.
"Itulah yang kami harapkan" Balas L'arc. "Dunia kami juga dalam ambang kehancuran"
"Aku paham" Kata Kirito menghampiri Naofumi. "Aturan mainnya adalah, ada dua jenis pahlawan. Cardinal dan Vassal. Cardinal bertugas untuk bertahan sementara Vassal bertugas menyerang" Simpul Kirito.
"Itu benar, Vassal Sword" Tiba-tiba sebuah serangan menghantam rombongan Naofumi. "Kami adalah Vassal Wielder. Dengan kata lain Vassal Heroes" Itu adalah gadis bernama Glass
"Percuma juga kalian melawan" Kata Motoyasu mulai berdiri. "Kalian kalah jumlah" Kalimatnya membuat Glass, L'arc, dan Therese menyadari mereka telah dikepung oleh kelompok Naofumi.
"Kau tak selayaknya berbicara seperti itu. Karena mereka semua party Naofumi" Balas L'arc.
"Namun, kami juga akan bertarung" Kata Ren ikut berdiri bersama Itsuki. Ketiga pahlawan langsung menyerang tanpa berpikir.
"Menyusahkan" Keluh L'arc. "Pusaran Badai Petir" Sekali lagi, ketiga pahlawan terhempas. Kali ini sampai ke laut.
"Serang!" Kata Kirito memberi aba-aba pada temannya yang lain.
--di tempat Fitoria
"Jadi, ingatkah kau apa yang dikatakan oleh orang itu?" Tanya Cardinal pada Fitoria.
"Ya. Aku masih sangat ingat dengan kalimatnya. Namun, aku tidak ingat nama dan wajahnya" Jawab Fitoria.
(Flashback)
"Ne, tuan. Apa yang terjadi jika dunia ini tidak mampu bertahan dari wave? Apa dunia ini akan hancur bersama dengan penduduk nya?" Tanya sosok Fitoria anak-anak.
"Hm...Kalau masalah penduduknya, aku sedang memikirkannya. Yang terpenting memanglah penduduknya" Jawab pria berambut coklat dengan baju hijau dan putih. "Bagaimana pendapatmu?" Tanya pria tadi pada pria lain berambut silver dan armor putih.
"Aku sudah mempunyai rencana. Aku berniat memindahkan penduduk dunia ini beserta beberapa dari dunia lawan kita. Walau lawan, beberapa dari mereka hanya berniat mempertahankan dunia mereka" Jawab pria berambut silver.
"Bagaimana kau akan melakukannya?" Tanya si rambut coklat.
"Aku mengharapkan bantuan Fitoria. Kau mau kan, Fitoria?" Jawab plus tanya si rambut silver. "Tanda-tanda nya adalah munculnya sebuah sinar dari salah satu portal saat wave. Aku mengandalkan mu, Fitoria" Sambung pria tadi kemudian mengelus kepala Fitoria.
(End of flashback)
"Jadi, yang perlu kita lakukan sekarang adalah, menunggu?" Tanya Cardinal.
"Ya. Namun, aku bisa merasakan, hal itu akan terjadi sebentar lagi" Jawab Fitoria.
--di tempat wave
Naofumi sedang berhadapan dengan Glass. Sedangkan Kirito sedang berhadapan dengan L'arc.
"Kita tidak punya pilihan lain" Pikir Kirito.
"Kita harus menggunakannya" Pikir Naofumi.
Mereka pun saling melirik dang saling mengangguk.
"Wrath Shield" "Dragon Sword" Mereka menggunakan senjata yang sama dengan ketika melawan Paus.
"Dengan rahang naga yang terlahir di dalam tubuhku. Blood Sacrifi-" Rapalan mereka terhenti ketika melihat sebuah cahaya datang entah dari mana.
"Ini saatnya" Kata Fitoria berdiri dan memberi isyarat pada Cardinal.
"Sebagai sumber segala kekuatan kami memerintahkan mu. Balikkan hukum alam, kumpulkan seluruh penduduk di dunia ini maupun di dunia sana kedalam cahaya yang sedang menyinari kelamnya keadaan wave. All Light Teleport" Seketika setelah mereka semua yang sedang bertarung, yang berada di Melromarc, bahkan penduduk Cal Mira yang sedang mengungsi pun berubah menjadi kumpulan cahaya dan terpisahkan ke arah cahaya yang muncul.
--di dunia lain
"Pak, kita berhasil" Lapor seorang pegawai pada bos nya.
"Bagus. Segera pindahkan mereka semua ke Sword Art Online!" Perintah pria berambut silver dengan jas lab putih.
--di rumah Kazuto.
"Baiklah, kita akan dive-in sekarang. Nozomi katanya sudah bersiap" Kata lelaki berambut biru.
"Baiklah" Jawab lelaki berambut coklat, perempuan berambut krem muda bersama dengan perempuan berambut pink.
"Link Start" Keempatnya pun telah dive-in ke dalam game Sword Art Online.
III
Yes, akhirnya sampai chapter 20. Menurut kalian kelanjutannya gimana nih? Udah lah nggk usah basa-basi, kita semua tau kan kalo setelah chapter 20 ini adalah epilog. Yosh, sudah mau berakhir. Author memang bikinnya perbuku beda-beda. Hehehehe...
Jangan lupa follow (bagi yang belom), dan comment (kalo perlu). Sampai jumpa di Epilog. Dah!
