WITH LOVE
.
.
.
DISCLAIMER: MASASHI KISHIMOTO
WARNING: TYPO, GAJE, OOC, ANEH, ALUR KECEPETAN, DLL
.
.
.
mito menggenggam tangan naruto dengan erat, matanya berkaca kaca menatap naruto yang tersenyum dan berusaha menenangkannya.
"aku akan datang lagi obaa chan" ucap naruto memeluk mito erat.
"pastikan kau datang lagi" ucap mito menatap naruto hangat.
"jangan lupa makan, dan jangan terlalu lelah" ucap mito, naruto mengangguk.
"dia sudah besar baa chan" ucap kurama yang berdiri disamping naruto.
"kau juga, jika kemari bawa lah kekasihmu" ucap mito mengalihkan pandangan ya pada kurama dengan tatapan tajam. kurama menghela nafas berat, ia baru berumur 22 tahun tapi neneknya sudah memintanya menikah.
"jangan begitu baa chan, jika aku kemari lagi aku akan membawa tunanganku" ucap naruto tersenyum, meski ia masih tak tahu siapa yang akan jadi tunangannya.
"kau berbahagialah naruto" ucap mito mengecup dahi naruto untuk terakhir kalinya sebelum gadis itu meninggalkan mansion uzumaki.
mito menghela nafas berat menatap kepergian cucunya, ia hanya berharap jika naruto hidup bahagia dengan pertunangan ini, begitu pula dengan kurama.
"kau sudah menangani uzumaki karin?" tanya mito pada nagato yang berdiri dibelakangnya tanpa menoleh sedikitpun.
"sesuai dengan perintah anda uzumaki sama" ucap nagato mengangguk.
"Bagus"
"kita tak perlu bawahan yang tidak menghormati tuannya" ucap mito.
ia ingat betapa geramnya ia ketika nagato memberikan berita mengejutkan padanya, rekaman cctv yang merekam jelas cucunya dijebak dalam tuduhan tak berdasar oleh salah satu sepupu naruto sendiri. dengan segera ia mengeluarkan keputusan untuk perempuan kurang ajar itu.
kediaman ini adalah milik cucunya, siapapun yang tinggal disini harus menghormatinya.
jika tidak... keluarlah.
.
.
.
tsunade menghela nafas panjang didepan meja kerjanya, sudah hampir tiga minggu dari kematian cucu kesayangannya, namun belum ada perkembangan lebih lanjut.
"sakura" tsunade mengenal nafas panjang, ia menatap foto dirinya dan sakura saat gadis itu pertana kali masuk KHS.
ia masih ingat apa yang dikatakan oleh sakura hari itu.
"aku akan mendapatkan hati sasuke kun"
tsunade tau jika cucunya sangat mencintai sasuke, ia berusaha sebisa mungkin untuk mengabulkan keinginan sakura agar bisa menjadi tunangan sasuke, tapi dia gagal.
ia ingat bagaimana sakura mengamuk ketika ia memberi tau jika sasuke telah resmi bertunangan dengan namikaze naru.
ia merasa jika cucunya tak lagi bisa membedakan antara Cinta dan obsesi. saat itu ia dapat melihat kemarahan, kesedihan dan sakit hati pada sakura, gadis itu terus terus menyalahkan satu orang, uzumaki naruto.
tapi tsunade tak membencinya, ia tak menyalahkan naruto, ia tak menganggap naruto sebagai penyebab loncatnya sakura dari atap sekolah.
tsunade tau jika itu adalah rencana sakura, itu salahnya karena tidak menghentikannya.
tidak.
bagi tsunade hanya ada satu orang yang bersalah atas kematian sakura.
uzumaki karin.
ia masih ingat betapa marahnya ia ketika melihat rekaman yang ditunjukkan oleh pihak kepolisian, bagaimana uzumaki naruto berusaha menahan sakura dan uzumaki karin diam hanya menatap sakura meregang nyawa.
gadis itu bahkan menggunakan sakura unuk memojokkan uzumaki naruto.
meski itu adalah rencana sakura tapi ia tak bisa memaafkan orang yang menyetujui rencana gila sakura.
aku akan membalasnya.
.
.
.
"huhu bagaimana naru?" tanya ino kebingungan.
naruto tersenyum bingung, seharusnya masalah ini bukan masalahnya, namun ia juga berada dalam masalah ini.
"jadi dia menyatakan perasaannya padamu?" tanya naruto, ino mengangguk.
"kau suka padanya?" tanya naruto, ino mengangguk.
"kalau begitu terima" ucap naruto.
"tidak bisaa" ucap ino dengan wajah bingung.
"kenapa?" tanya naruto memiringkan kaepalanya bingung, jika keduanya saling suka bukanya tingga terima saja? apa masalahnya?
"jika nanti kau membuka identitasmu sebagai namikaze naru, aku takut dia akan merasa terkhianati" ucap ino, naruto makin tak paham apa masalahnya.
"apa hubungannya?"
"dunia bisnis kan berbeda dengan dunia normalku, lebih banyak tipu daya, aku takut jika dia menganggap aku mengkhianatinya atau dikira hanya memanfaatkannya" ucap ino kebingungan. ah, naruto merasa ia dapat menangkap maksut ino, singkat kata ino takut jika hubungan mereka memburuk setelah kedoknya terbongkar, bisa saja sai mengiranya sengaja mendekatinya untuk memata matai Shimura grup.
"hmm begitu??" gumam naruto, mendadak ini terasa rumit.
tidak terlalu rumit sebenarnya, hanya saja ia paham bagaimana perasaan ino.
"aku akan berbicara dengan sai"
.
naruto meminum cocktail ditangannya dengan anggun.
"jadi kenapa anak sma ini memanggilku kesebuah bar" ucap sai menatap naruto bingung.
"kau tidak merencanakan hal aneh kan?" tanya sai dengan senyum yang biasa ia gunakan namun dengan dahu berkerut.
"terlalu banyak mata diluar" ucap naruto menyunggingkan senyum kecil.
didalam bar yang remang remang ini tentu saja lebih sulit untuk mengenali seseorang, ia takut jika ada yang mengenali sai jika mereka bertemu diluar sana.
"souka?" gumam sai, ia meminta vodka pada bartender.
naruto melirik lelaki yang duduk disebelahnya.
"kudengar kau menembak ino?" tanya naruto memperhatikan reaksi sai.
"begitulah"
"bagaimana jawabannya?" tanya naruto basa basi meskipun ia tahu ino tak menjawab.
"aku yakin kau lebih tau" ucap sai, ia melirik naruto dengan mata onyx nya. naruto mendengus, ialah yang paling tau perasaan ino.
"aku dan ino memiliki rahasia darimu" ucap naruto dengan senyuman manis.
"dia takut bahwa kau akan terluka ketika tau apa rahasia kami" ucap naruto sedih, ia hanya ingin ino bahagia mencintai siapapun yang ino mau.
"begitukah?" tanya sai.
"tenang saja, sebentar lagi kau akan tau, jika nanti kau masih menyukainya kejar saja" ucap naruto mengerling jahil.
"apapun rahasianya aku akan tetap menerimanya" ucap sai tersenyum. naruto dapat melihat kobaran keyakinan dalam mata sai.
"baguslah" naruto mengangguk lega. "lebih baik kau tunggu saja" tambahnya.
"baiklah"
naruto menyesap cocktail nya sekali kagi sebelum pergi meninggalkan sai, ia sedikit iri pada ino saat ini.
.
.
.
naruto duduk dengan tenang, alunan musik mengalun lembut ditelinganya, ia dapat merasakan romantisme dari alunan musik itu.
tentu jika ia bersama dengan kekasihnya.
naruto melirik itachi yang menikmati potongan daging mahal dipiringnya.
"aku sangat mengagumi proyek hotel uzunamimu di prancis" ucap itachi ketika ia merasakan kedua mata besar naruto menatapnya penasaran.
"arigatou" ucap naruto tersenyum.
naruto menatap sekitarnya dan memperkirakan kenapa itachi memanggilnya kemari, restoren mewah dengan pemandangan kota konoha yang Indah, juga suara musik yang lembut.
ini seperti kencan.
"restoran yang Bagus" puji naruto setelah puas menikmati pemandangan kota konohanl dari tempatnya duduk.
itachi mengangguk kecil dengan sudut bibir terangkat, membuat seulas senyum tipis dibibirnya. "senang jika kau menyukainya namikaze san" ucap itachi.
"tolong panggil aku naru uchiha san, kita akan segera bertunangan" ucap naruto meminum wine dari gelasnya.
"jadi kau sudah memperkirakannya?" ucap itachi menyeringai kecil, ia tak salah menilai perempuan ini.
"sasuke masih terlalu muda, dia tak mengerti bagaimana dunia bekerja" ucap naruto tersenyum manis.
"kau masih lebih muda dari adikku naru chan" ucap itachi menatap naruto intens penuh dengan ketertarikan.
"tapi aku lebih dewasa" ucapnaruto menyeringai jahil. itachi mengangkat alisnya, ia merasa baru saja melihat naruto yang biasa dilihat oleh sasuke.
itachi tersenyum puas.
"padahal aku berharap hidup bahagia dengan orang yang mencintaiku" ucap naruto tertawa kecil.
"apa kau patah hati?" tanya itachi.
"tidak, tentu saja tidak" ucap naruto tertawa.
"jatuh Cinta itu hal yang menyakitkan bagi para penerus seperti kita bukan?" ucap naruto menatap itachi.
"kau paham dengan baik naru chan" itachi tersenyum pada naruto.
itachi memahami bahwa Cinta bukanlah hal yang menyenangkan bagi para penerus seperti mereka, ia tahu jika mereka memiliki jalan uang sudah ditentukan, termasuk pasangan. karena iu itachi memutuskan untuk menjaga jarak dengan perempuan.
"aku anggap itu pujian" naruto kembali menyuapkan potongan daging kemulutnya.
tentu naruto tak merasa patah hati karena sasuke, ketimbang patah hati ia lebih merasa terkhianati, terlebih ketika sai bersedia menerima ino apa adanya, ia merasa iri.
karena ia tak akan dicintai setulus itu.
"seandainya saja... " ucap itachi menarik perhatian naruto.
"seandainya saja kita benar benar bertunangan hingga kejenjang yang lebih serius" ucao itachi menatap mata saphire naruto dalam hingga ia meras atenggelam olehnya.
"aku akan berusaha sebaik mungkin menjadi suami yang baik, juga berusaha mencintaimu" ucap itachi sungguh sungguh. kata kata itu mungkin tidak menjanjikan segalanya, ia tak bisa berjanji untuk mencintai naruto, tapi ia akan berusaha.
naruto mengangkat alisnya terkejut, ia tak mengira jika itachi akan mengatakan hal hal itu padanya.
"kukira kau tipe yang akan mencari perempuan lain" ucao naruto dengan keterkejutannya.
"tidak kukira kau orang yang akan berusaha Setia" ucao naruto, ia tahu kata berusaha bukan berarti sudah pasti, tapi itu cukup untuk membuatnya tersentuh.
"aku ini laki laki terhormat, laki laki terhormat juga harus menghormati pasangannya" ucao itachi penuh kebanggaan.
"baiklah, meski ini masih terlalu cepat aku juga akan berusaha sebaik mungkin" naruto memejamkan matanya erat, ini adalah keputusan yang berat baginya juga pasti bagi itachi.
tapi ia tak bisa berharap banyak pada Cinta, karna ia tak bebas untuk menaruh hatinya pada siapa.
jika sasuke tak bisa menerima dirinya apa adanya, mungkin itachi bisa.
itachi adalah pilihan terbaiknya saat ini.
"kau seyakin itu sasuke tak akan maju?" tanya naruto.
"aku kakaknya, aku sudah bersamanya sejak dia lahir" ucap itachi tersenyum.
"aku tau jelas bagaimana jalan pikiran anak yang belun dewasa itu" ucap itachi tersenyum miring.
ia paham bagi sasuke naruto yang didepannya dan naruto yang sasuke temui adalah dua orang yang berbeda.
tapi bagi sasuke dua orang itu tetaplah satu orang yang sama.
"aku benar benar berharap akulah yang jadi tunanganmu naru chan" ucao itachi tersenyum tipis.
"manis sekali" ucao naruto kembali menyesap winenya dan menatap kota konoha yang bersinar dibawah sana.
"masih tersisa satu minggu hingga semuanya diputuskan"
.
.
.
TBC
HAI
SECARA JUJUR W MO MENGATAKAN
BINGUNG
HEHE
MONGGO PAIR VOTE KLO MAU:V
SIAPA TAU BISA MEMBERI IDE ATAU MERUBAH IDE CERITA DIKEPALA AMI
WITH LOVE
AMI CHAN
