Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
Dan di sini author akan membuat segalanya terlalu berlebihan, hehehe,
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[Crown for the Queen ]
~ Chapter 20 ~
.
.
Sakura pov.
Aku tidak percaya jika berakhir di sebuah tahanan lagi, sama seperti dulu, bagaimana pun aku membela diri, tidak akan ada yang berpihak padaku, Yang mulia raja bahkan terlihat sangat marah, aku sudah yakin jika ada yang tidak beres jika aku bekerja pada tuan Kabuto, apalagi yang menentukannya adalah pangeran Sasuke.
Sekarang.
Menatap nona Rose yang masih tidak berani menatapku, aku ingin tahu apa yang terjadi padanya, kenapa dia mengatakan hal bohong itu padaku?
"Nyonya Rose, saya tidak akan menyalahkan nyonya, sepertinya anda juga hanya di jadikan sebagai kambing hitam dan malah ikut masuk ke dalam penjara bersama saya." Ucapku.
Akhirnya nyonya rose menatapku, dia terlihat sangat sedih dan merasa bersalah.
"Maafkan sikapku ini nona Sumire, aku bersalah, aku hanya mengikuti perintah pangeran, kotak harta itu di berikan pangeran padaku, katanya dari Yang mulia raja, tapi jika ada orang lain yang bertanya padaku selain nona Sumire, aku harus mengatakan jika nona Sumire yang mencurinya, maafkan aku, nona, maafkan aku." Ucapnya.
Aku sudah tahu jika nyonya Rose adalah orang yang tulus, tapi siapa yang berani melawan seorang pangeran? Nyonya Rose pasti juga merasa tertekan akan hal ini.
"Tidak perlu merasa bersalah, nyonya, kita berada di keadaan yang berbeda, pangeran hanya benci padaku, nyonya Rose tidak perlu takut, anda akan segera keluar dari penjara ini." Ucapku.
"Kalian berdua akan segera keluar, jadi kalian tidak perlu takut."
Aku tidak tahu jika kestaria Sasori dan kesatria Sai masih berada di penjara bawah tanah ini.
"Kenapa kalian berada disini?" Tanyaku, sejujurnya ada banyak hal yang ingin aku tanyakan.
"Ini perintah Yang mulia raja, Kami harus menemani kalian berdua hingga keadaan di atas menjadi tenang." Ucap kesatria Sai.
"Apa kau mengetahui sesuatu?" Tanyaku padanya.
"Tidak, nona, mungkin semuanya akan di jelaskan Yang mulia raja." Ucapnya.
Bahkan kesatria Sai tidak tahu apapun.
"Aku juga tida percaya jika Yang mulia bersikap seperti ini pada anda, seseorang sedang berusaha membuat anda dalam masalah." Ucapnya.
"Tenang saja, semua akan baik-baik saja." Ucap kesatria Sasori, walaupun baru bertemu beberapa kali dengannya, dia memang pria yang baik.
Nyonya Rose terus mengucapkan permintaan maaf padaku, tapi aku sudah mengatakan padanya jika dia juga tidak bersalah.
Setelah beberapa menit terlewatkan, kami di bebaskan, kesatria Sai dan kesatria Sasori mengawal kami hingga ke istana barat, aku sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi disini, tiba-tiba Yang mulia memerintahkan mereka menangkap aku dan nyonya Rose, lalu Yang mulia mengadili kami, bahkan aku kembali berada di penjara bawah tanah, lalu kami di bebaskan begitu saja.
Rasa benci pangeran Sasuke sudah terlalu berlebihan, dia bahkan merencanakan hal ini untukku. Jika bukan karena nyonya Rose membeberkan segalanya, aku juga tidak akan tahu apapun. Pekerjaan itu, kotak harta itu, pangeran sungguh pandai membuat rencana jahat, sekarang bagaimana keadaan pangeran jahat itu? Aku ingin tahu apa Yang mulia raja tahu semua rencananya ini?
"Sebaiknya anda istirahat, nona." Ucap kesatria Sai padaku.
"Terima kasih, sekali lagi terima kasih." Ucapku.
"Ah, jangan lupa, besoknya anda harus kembali bekerja seperti biasanya." Tambahnya lagi.
"Bekerja? Tapi saya sudah di tuduh membuat masalah." Ucapku, aku tidak mengerti, kenapa harus bekerja lagi? Bukannya hal ini akan menjadi pembicaraan di seluruh istana, Yang mulia raja sudah menyuruhku di tahan, sekarang memintaku kembal bekerja.
"Ini akan menjadi hal baik untuk anda, jadi tetaplah bekerja nona Sumire." Ucap kesatria Sai dan akhirnya pergi bersama kesatria Sasori.
Apa yang akan terjadi lagi besok? Kenapa aku harus menunjukkan diriku pada tuan Kabuto? Aku tidak suka padanya, selain sikapnya, dia dan pangeran bersengkongkol melakukan rencana jahat ini.
.
.
.
.
.
Esok paginya.
"Terima kasih anda masih datang ke sini nona Sumire, aku sangat-sangat tertolong." Ucap tuan Kabuto padaku.
"A-apa yang sedang terjadi?" Ucapku, bingung.
"Bukan hal apa-apa, semua orang pasti akan membuat masalah sekali atau beberapa kali. Ini salinan catatan asli, tidak ada yang di palsukan, bahkan tuan kesatria Sai bisa mengeceknya terlebih dahulu, sekarang bekerjalah dengan giat nona Sumire, aku ingin meminta maaf atas sikapku sebelumnya padamu, dan selamat tinggal." Ucap tuan Kabuto, dia telah membereskan barang-barangnya di sebuah koper kecil miliknya, mengambil topinya dan pamit untuk pergi.
Aku sungguh tidak mengerti, sekarang hanya aku sendirian di ruangan ini, kesatria Sai di perbolehkan masuk dan mengawasiku di dalam ruangan ini.
"Jabatan tuan Kabuto di turunkan oleh Yang mulia raja, dia sengaja membuat nona Sumire melakukan kesalahan dalam bekerja, lalu membuat nona tidak nyaman selama bersamanya. Kata-kata terakhir dia menyerahkan seluruh catatan salinan asli untuk di kerjakan, seharusnya itu menjadi hukumannya karena membuat masalah dengan nona."
"Ba-bagaimana Yang mulia raja tahu semua itu?"
"Yang mulia raja memiliki banyak mata-mata di istana, bahkan pangeran Sasuke pun tidak akan tahu."
"Jadi selama ini ada yang mengawasi pangeran Sasuke?"
"Begitu lah, sejak dulu Yang mulia raja ingin mengubah sikap pangeran, tapi dia tipe yang keras kepala, mata-mata itu akan selalu berada dimana pangeran Sasuke berada, dia pun tidak sadar, mereka begitu terlatih untuk menjadi seorang mata-mata." Jelas kesatria Sai.
Pantas saja, bagaimana pun aku membela diri Yang mulia raja sudah tahu, dia hanya ingin memperlihatkan apa yang di harapkan pangeran Sasuke kemarin, dia sangat memahami adiknya, pangeran Sasuke pasti sangat puas melihat aku mendapat marah, bahkan tidak di biarkan untuk berbicara dan membela diri, drama dan akting yang sungguh hebat, selain menjadi raja, mungkin Yang mulia raja Itachi bisa menjadi pemain sandiwara terbaik.
"Jadi apa saya akan bekerja sendirian?" Tanyaku.
"Tidak, nona, kau akan mendapat partner yang baru." Ucap kesatria Sai dan tersenyum di hadapanku, aku jadi penasaran, siapa yang akan menggantikan tuan Kabuto? Aku harap bukan orang yang lancang seperti dia.
Pintu ruangan ini terbuka, tatapanku dan tuan kesatria mengarah pada seseorang yang tengah membuka pintu, aku sedikit terkejut dengan kedatangannya, tatapan tajam seperti biasanya, tapi ada hal yang berbeda di matanya.
"Apa pangeran habis menangis?" Ucapku.
"Diam! Jangan ucapkan apapun, aku sangat benci padamu!" Kesalnya dan teriak-teriak. Aku jadi semakin terbiasa akan cara bicara pangeran jahat ini.
Apa dia juga mendapat marah oleh Yang mulia raja hingga menangis-nangis? Matanya terlihat sangat memerah, aku jadi sangat ingin melihatnya menangis di depan raja Itachi, mungkin seperti adik kecil yang merengek pada kakaknya.
"Salam hormatku padamu pangeran." Ucap kesatria Sai.
"Tidak butuh! Aku juga benci padamu!" Dia pun teriak di hadapan kesatria Sai.
"Maaf jika saya berbuat salah pada pangeran." Ucap kesatria Sai, seakan tulus dengan permintaan maafnya itu, tapi wajah pangeran Sasuke tetap saja terlihat sangat kesal.
"Apa yang pangeran lakukan disini?" Tanyaku.
"Apa! Ini semua salahmu! Sekarang aku harus menggantikan posisi tuan Kabuto!" Kesalnya, berjalan ke arah kursi tuan Kabuto dan duduk di sana. "Bahkan kursi bekas ini tidak nyaman! Katakan pada Yang mulia raja, aku ingin meja dan kursi baru!" Protesnya.
"Itu akan di lakukan jika pangeran bekerja dengan baik." Ucap kesatria Sai.
Apa kesatria Sai tahu jika pangeran Sasuke yang akan menggantikan tuan Kabuto?
Sepertinya hari-hariku akan semakin sulit, apalagi pangeran Sasuke yang menjadi teman kerjaku.
"Kenapa hanya diam saja! Cepat salin catatan yang baru itu!" Teriaknya, lagi. Apa tenggorokannya tidak sakit? Sejak datang hanya teriak-teriak saja.
Pangeran Sasuke sangat marah, rencananya sudah gagal, dia juga mendapat hukuman, sekarang kami akan terus bersama dalam satu ruangan ini.
Menatap kesatria Sai, dia hanya tersenyum ramah padaku, bukan itu yang aku harapkan! Kenapa Yang mulia raja menempatkan pangeran di sini? Sudah tahu kami tidak akan cocok, dia sangat membenciku, aku akan mewaspadai keadaan, aku tidak boleh lengah saat bersama pangeran yang jahat ini.
.
.
TBC
.
.
updatee...~
ah ada yang tenyata tentang fic untuk ultah SARADA, author lupa itu,, hampir kelar sih, tapi belum bisa di lanjutkan, *maaf* padahal pengen buat khusus Sarada, cuma ini jadi tertinggal lagi =w= nanti author coba selesai, terima kasih untuk sudah di pertanyakan.
di chapter ini membahas rasa penasaran kalian, jadi pangeran Sasuke menggantikan tuan Kabuto. ide dari sitilafifah989 bagus banget, hahahah, sayangnya dia pangeran XD
dan terima kasih untuk review lainnya.. =w=, terima kasih juga masih ngikutin fic ini udah sampe 20 chapter XD
