"Panglima anda baik-baik saja?,"Ucap Diao Chan, setelah tak sengaja bertemu dengan sang panglima, wajah cantiknya semerawut saat melihat aura yang nampak tidak baik, sang Generald.

"Aku sedang mengurus sesuatu, apa kau melihat Li Yingqi,"Ucap Lu Bu.

"Aku tidak melihatnya, sejak pagi,"Ucap Diao chan, Lu Bu berjalan meninggalkanya sebelum sebuah rombongan ramai-ramai melewati mereka.

"Ada apa ini?!,"Ucap Lu Bu.


BRAK-!

"Menurut laporan, jika beberapa saksi melihatmu keluar dengan buru-buru keluar tadi malam sebelum mutiara keluarga dicuri."Seorang Penjaga mengbrak meja dengan kasar, ia terlihat memasang wajah seram meski pun begitu, Kirie hanya menatap dengan kosong.

"Bagaimana mungkin aku mencurinya semalam aku berada aku berada pondok pengobatan,"Ucap Kirie datar dan Petugas dengan cepat menjambak rambut panjang Kirie namun mata Kirie tetap tajam pada petugas.

"Apa kau berusaha berdalih pelacur sialan,"Umpatnya terlihat tidak senang, bahkan petugas tidak puas setelah memukuli tubuh Kirie sejak tadi.

"Ada saksi yang melihat jika kau mengenakan pakaian yang sama saat malam peculikan, sosok pencuri yang mengenakan baju pengobatan,"Ucap Petugas.

"Apa?!," Kirie terserentak diam bagaimana mungkin, malam itu Kirie melepasnya, untuk berendam. Dan berganti pakaian, setelah kembali kekamarnya baju itu sudah tidak ada,"

"Harusnya kau berada dibawah pria dan memuaskan mereka, lalu mendapat kepingan uang untuk memperbaiki hidupmu, pelacur,"Ucap Petugas itu dengan nada sombong.

DEG!

"Kau tahu kau cukup cantik untuk tidur denganku mungkin dapat meringankan hukumanmu,"

"..."

"Ka-Kau,"

"Eh-"

"Tarik ucapanmu-,"Ucap Kirie.

"Apa aku?!, mengapa mau menangis?!

"Aku hanya tidak ingin melihatmu menangis,"Ucap Kirie melebarkan matanya. Sebelum menyadari aura menghitam muncul dibelakang penjaga, mata seseorang terlihat tajam pada penjaga.


"Ah Tuan,"Suara serak muncul, dari penjaga ketika sosok tinggi di meja introgasi.

"Tinggalkan dia disini, kalian keluar dari sini,"Suara dingin terdengar tajam. Kirie terdiam membisu mendapat sosok Lu Bu ada dihadapan mereka.

"Si-Silahkan,"Petugas itu meninggalkan keduanya, meninggalkan Lu Bu dan Kirie dalam diam, sorot pandang Kirie seolah menahan sesuatu, sementara Lu Bu diam saja lalu duduk dikursi sembri berhadapan.

"Jadi apa kau mau mengakui apa yang terjadi?,"Ucap Lu Bu, memasang wajah introgasi.

"Aku tidak melakukanya,"Kirie mematap mata pria gagah itu, ia sudah dipukuli dari tadi apa pria ini akan melakukan-nya juga.

"..."

"..."

Lu Bu berbalik meninggalkanya begitu saja, lalu menyuruh pelayan wanita yang memenjarakan dirinya bukan petugas(?), serta memberi peraturan tegas untuk tidak menemui tersangka sebelama proses penyelidikan.

Dan Kirie ditempatkan langsung dalam penjara yang diawasi khusus oleh anak buah yang pilih oleh Li Yinqi.

Dalam kasus pencurian tentu saja sangat berat bagi kasta rendahan, apa lagi kasus pada kaum bangsawan hukuman tangan tangan dipotong adalah hal teringan dan berujung hukuman penggal.


Kirie ditempatkan diruangan bawah tanah, dengan kelembapan serta serat jerami memenuhi ruangan, suasananya terlalu remang, akhirnya setelah di dekam disana Kirie justru bermeditasi lama.

Selama itu pula ia merasa kekosongan sekitar, dia punya banyak kesempatan mengobati tubuhnya, dengan metode penyembuhan tidak ada yang berkunjung menemuinya setelah dia masuk penjara, Virtual billy adalah teman sepurnah.

Saat sibuk memeriksa eventory miliknya dia melihat salah satu barang, milik Cao Tun yang lupa dikembalikan, dia lupa pedang itu masih ada di eventory, lalu menepuk jidat atas kelupaan seharusnya ia mengembalikan pedang itu dipertemuan sebelumnya.


Tiba tiba mata Kirie membulat, matanya berkunang-kunang, darahnya berdesir naik entah kenapa, kesadaran membawanya pada sudut pandang pada vision orang lain, sebuah penjara usang yang didalamnya terdapat orang lain yang mendekam, dengan tubuh mengenaskan pandangan mengerikan.

"Put-ra-ku,"

Ucap Wanita itu, Kirie terdiam melihat tubuh wanita itu lebih parah dari sebelumnya, dan menyadari tubuh Kirie mulai menunjukan luka yang sama persis dengan milik wanita itu.

"Apa kamu-,"

Jadi selama ini, ada sesuatu yang membuat luka Kirie tidak sembuh-sembuh berasal dari tubuh orang ini?, wajah mereka nyaris seperti kembar identik, tidak salah lagi jika mereka saling berhubungan baik fisik mau pun memori.


Berarti mereka bisa bertelepati!

"Akhirnya...Akhirnya kau menyadarinya juga! Apa permintaanku terlalu egois?!," Katanya.

Kirie memasang wajah datar dan mengangguk lalu wanita itu hanya tersenyum lembut. "Mereka menyebutku 'Bunga-Malam' Aku seorang Assashin, yang sekaligus seorang musisi. Akhirnya wanita itu menjelaskan semuanya dan yang terpenting yang membuat Kirie tak bisa berkata-kata.

Wanita itu adalah Dirinya dari masa ini.

Dalam kepercayaan dan keyakinan dia dan pengikut lain-nya ada salah satu kepercaya pada benang takdir yang mekar saling berpaut seperti akar, akan satu-sama lain, jika jiwa manusia terdapat tuju dalam satu timeline, maka ada dua jiwa itu akan terikat satu orang yang sama.

Pengikut Assassin, wanita itu dan kaum-nya bertugas pusaka yang bernama 'Shirie of Aiden' dari kaum bernama templar yang meninginkanya menguasai dunia, mereka dan kaumnya melakukan apa saja demi mencapai tujuan mereka, saat menyadari itu, beberapa pasukan assassin memutuskan memindahkan barang itu ketempat jauh, tapi dari mata mata templar.

Tapi mereka tidak sengaja melakukan kesalahan fatal yang membuat pusaka 'Shirie of Aiden' mengaktifkan kekuatanya yang mampu membuka portal dari dunia lain, dan sejarah mulai bergeser dari sebelumnya.

Wanita itu pun meninggalkan hidup nyamanya dengan putranya, dan menjauh untuk menghapus jejak agar putranya tak jatuh pada pertarungan seperti dirinya.

Selama ini putranya tidak tahu jika wanita itu yang terlihat lembut dan manis. Adalah seorang wanita pembunuh berdarah dingin yang bertempur dan berjuang pada keyakinan-nya, untuk menjaga benda pusaka itu sampai ia ditangkap oleh templar.

"Lalu bagaimana pusaka itu,"

Kirie menatap wanita itu dengan tatapan datar, namun helaan nafas kembali keluar. Dari mulutnya.

"Sebagian kaumku sudah mati, dan sisanya tidak tau, benda itu kusimpan dengan aman namun cepat atau lambat mereka bisa menemukanya,"Ucap Wanita itu.

"Ini terlalu mengagetkan,"Ucap Kirie jadi selama ini rasa sedih yang dia rasakan tiba-tiba berasal dari Jiwa wanita ini.

"Masih ada satu hal lagi,"

"Apa itu,"Tanya Kirie.

Saat wanita itu ditangkap dan disiksa wanita itu bertemu dengan seseorang secara spiritualitas yang mengaku bisa mengabulkan sebuah permintaan dengan mahar yang setara, wanita itu pun melakukan perjanjian dengan seseorang penguna luar dimensi untuk menghentikan seseorang merebut pusaka yang disebut.


Dan orang itu adalah Shun.

DEG!

Mata Kirie kembali membulat Kirie tak menyangka jika dia muncul bukan disengaja melainkan memang dipanggil kemari, cahaya dari buku tua yang di belinya dipasar loak tidak sepenuhnya membawanya, tapi karna penyihir itu.

"Templar yang menangkapku adalah Keluarga Shinzu Bernama Shinzu Hasai pemimpin utama keluarga Shinzu,"

Alurnya berubah berputar menjadi ratusan derajat, alasan kenapa Cao Tun tidak mati terlempar dari jurang dan justru hidup didunia lain adalah karna terlempar dalam portal yang diciptakan 'Shirie of Aiden' akibat kelalaian pasukan Assassin.

Sementara alasan mengapa Kirie terikat dengan wanita itu, adalah karna mereka berdua adalah satu jiwa dari timeline yang berbeda.

Shinzu Hasai adalah seseorang yang dimasa depan adalah orang paling disegani oleh klan pembunuh Shinzu, dianggap pondasi dasar paling kuat hingga masa depan meski dia sudah tidak ada.


Layaknya sebuah sayap kupu-kupu, yang seperti krama.

Bunga malam yang menjadi sayap kiri yang berjuang bersama kaum Assassin melindung pusaka 'Shirie of Aiden' yang merupakan dosa besar dan bertarung melawan Templar salah satunya adalah Klan Shinzu sendiri.

Dan disayap kanan, ada Kirie yang tumbuh hidup menjadi alat exekusi kematian pada korban, Klan Shinzu dimasa depan yang menghancurkan Shinzu dengan tanganya sendiri.