WITH LOVE
.
.
.
DISCLAIMER: MASASHI KISHIMOTO
WARNING: GAJE, OOC, EYD, TYPO DLL
.
.
.
seminggu berlalu dengan cepat, sasuke bahkan tak menyadari jika inilah harinya.
"bagaimana keputusanmu sas?" tanya mikoto lembut, menatap putra bungsunya yang duduk terpekur ditepi kasur.
"jika kau mau maju majulah, jika kau mau mundur baiklah" ucap mikoto mengusap pelan rambut sasuke.
"..." sasuke diam tak menjawab, ia tak tahu harus bagaimana.
disatu sisi ia tak mau kehilangan narutonya, disisi lainnya ia tak mau menerima naruto juga.
"keputusan ada ditanganmu" ucap fugaku yang kini berdiri dihadapan sasuke, ia berharap sasuke memberikan keputusan terbaiknya.
bukan berarti fugaku hanya mempikirkan perasaan sasuke, tapi karna fugaku tau sasuke tak siap dengan semua ini, sedangkan itachi sudah lebih dewasa sudah lebih matang dan dapat menimbang secara lebih baik sehingga fugaku tak perlu mengkhawatirkannya.
"jika kau menginginkannya teruskan, jika tidak mundurlah, tapi kau harus siapkan hatimu" ucap mikoto lembut menggenggam erat tangan sasuke, ia menyayangi kedua putranya dan menginginkan putranya bahagia.
"dulu bagaimana tou san dan kaa san menikah?" tanya sasuke.
mikoto mengangkat alisnya, bertukar pandang sejenak dnegan fugaku yang nampak bingung harus menjawab apa.
"kaa san dan tou san juga ditunangkan" ucap mikoto berusaha menenangkan putranya.
"apa kaa san dan tou san mencintai saat itu?"
"dulu tou sanmu mencintai perempuan lain" ucap mikoto melirik fugaku yang salah tingkah.
"siapa?" tanya sasuke, pertanyaan yang awalnya hanya karena ia galau berubah menjadi rasa ingin tau.
"okaa sannya naruto" ucap mikoto menutup matanya, mengingat bagaimana masa mudanya dengan kushina selama ia masih hidup.
"mengejutkan" ucap sasuke.
ia kembali tenggelam dalam pikirannya.
"aku... "
.
.
.
naruto menatap pantulan dirinya dikaca, kulit putih bagai porselen, mata indah berwarna biru layaknya saphire, hidung kecil dan bibir tipis yang dipoles dengan lipgloss pink, bukankah ia cantik?
jika ia terlahir sebagai anak biasa mungkin ia tak perlu melewati ini semua. mungkin ia sedang bersenang senang dengan kekasihnya.
tapi ia tak bisa memutuskan dari keluarga mana ia lahir, maka yang bisa ia lakukan hanyalah menikmati semuanya.
ulang tahunnya hari ini diadakan dihotel mewah pilihan minato, undangan sudah disebar seminggu yang lalu, berita besar besaran ada dimana mana, ulang tahun namikaze naru yang diadakan secara formal untuk pertama kalinya.
naruto menghela nafas berat, hari ini terasa begitu melelahkan, bahkan sebelum ia sempat melakukan apapun.
ia dapat mendengar hiruk pikuk dari ruangannya bersiap saat ini, dan itu semua membuatnya semakin gugup.
"bagaimana perasaanmu?" ucap kurama yang entah kapan masuk keruangan naruto.
"onii san?"
"hai adikku yang cantik" ucap kurama, naruto tersenyum kecil, ia dapat merasakan jika kurama juga gugup hari ini.
"aku gugup" ucap naruto menggenggam erat tangan kakaknya.
"aku juga" ucap kurama dengan nafas panjang.
naruto tersenyum, ia lelah.
ia lelah bahkan sebelum melakukan apapun.
"apa mereka sudah datang?" tanya naruto mengalihkan pembicaraan.
"kurasa sebentar lagi"
"menurutmu siapa yang akan menjadi pasanganku malam ini?" tanya naruto.
"aku" ucap kurama kesal membuat naruto terkekeh mendengarnya.
"aku belum rela melepas adik manisku ketangan laki laki keriput atau pantat ayan itu" desis kurama kesal.
"aku ingin jadi anak kecil selamanya" ucap naruto menghela nafas, namun ia tersenyum.
"temani aku kedepannya ya kurama nii" pinta naruto.
"uchiha san sudah datang" ucap minato masuk secara tiba tiba.
"cantiknya Putri ku" ucap minato memeluk naruto erat.
"aku tidak akan rela melepasmu kealtar"
"ayah aku baru bertunangan" ucap naruto sweatdrop.
"pada akhirnya si keriput itu akan mengambilmu" ucap minato mengeratkan pelukannya.
'itachi ya?' pikir naruto
"ayah yang lain sudah menunggu" ucap naruto melepaskan pelukan minato.
minato mengangguk menggenggam tangan naruto erat menemui keluarga uchiha.
"konbawa" sapa mikoto hangat mendapati minato yang menggenggam erat tangan naruto disertai kurama dibelakangnya.
"kawaii" ucap mikoto mencubit pipi naruto.
"mirip ayahmu" ucap mikoto.
"konbawa uchiha san" ucap minato.
mikoto tersenyum kecil, disebelahnya ada fugaku dan diikuti itachi di belakanganya.
"itachi?" tanya naruto melempar senyum pada itachi.
"bagitulah" ucap itachi berjalan kesisi naruto.
"jauh jauh kau keriput" desis kurama sebal, meski ia berkata lebih baik itachi daripada sasuke tapi ia tetap tidak merelakan adiknya bersama dengan itachi.
"ku, dia tunanganku" ucap naruto tersenyum manis pada kurama, membuat kurama mendesis kesal.
sekarang posisi telah berubah, itachi dan naruto berjalan berdampingan, disamping naruto ada minato disusul oleh kurama, sementara disamping itachi terdapat mikoto dan fugaku.
"sasuke bahkan tidak datang?" tanya naruto pelan.
itachi menggeleng pelan.
"aku tidak tau dia ada dimana" ucap itachi berjalan memasuki ruangan bersama yang lainnya.
ruangan yang tadinya berisik berubah menjadi sepi, dua keluarga itu menjadi pusat perhatian.
namun yang manarik adalah siapa yang berjalan disisi naruto, bukan sasuke yang selama ini dikabarkan sebagai tunangan namikaze naru, melainkan uchiha itachi kakaknya.
"tes tes" mito yang berdiri diatas panggung kecil yang sengaja disediakan mengecek suaranya.
"obaa san sudah datang?" ucap naruto menaiki panggung bersama dengan itachi.
"malam ini adalah ulang tahun cucuku tercinta" ucap mito dengan senyum senang, mengabaikan bisik bisik padar tamu yang terkejut dengan hubungan daar mereka.
"malam ini aku memberikan semua kuasa atas uzumaki grup pada cucuku" ucap mito
"tolong pimpin uzumaki grup menjadi lebih baik" ucap mito mengecup kening naruto sebelum turun dari panggung meninggalkan naruto dan itachi.
naruto mengecek suaranya pada panggung kecil yang sengaja disediakan.
"malan semuanya, terimakasih pada tamu tamu ku yang sudah datang malam ini, kuharap kalian menikmati pesta malam ini" ucap naruto dengan senyum menawan.
"dan aku juga ingin mengumumkan berita bahagia"
"jika aku, namikaze naru dan uchiha itachi kun resmi bertunangan" naruto menatap itachi yang beridiri tegak di sampingnya.
ruangan itu kembali berisik mendengar pengumuman naruto.
"nikmatilah pesta malam ini" ucap itachi mengakhiri ucapan naruto
"daijobu" ucap itachi meremas tangan naruto. naruto tersenyum pahit, ia sudah berada diujung jalan, dan tak lagi bisa kemana mana.
"semoga aku tak menyesalinya" ucap naruto lirih.
ruangan itu ramai oleh orang orang yang saling berbicara, tapi ada beberapa orang yang terdiam membeku karena tekejut.
"itu barusan... naruto kan?" tanya gaara tak percaya.
"kurasa aku tak salah lihat" ucap sasori yang juga nyaris menjatuhkan rahangnya kelantai karena terkejut.
mereka tak pernah menduga hal ini.
"namikaze san?"
naruto menoleh menatap sosok pucat dengan mata onyx yang menatapnya tak yakin.
"Shimura san" Jawab naruto, membuat sai yakin jika yang dihadapannya adalah naruto yang biasa ia temui.
"jadi ini rahasianya?" tanya sai tak percaya, ia nyaris tertawa terbahak bahak karena kejutan ini benar benar tak tertebak baginya.
"bagitulah, kau masih mau maju?" tanya naruto dengan senyum usilnya.
"tentu saja, sesuai kata kataku, aku menerima ino apa adanya" ucap sai.
ekspresi naruto meredup mendengarnya, betapa irinya dia.
"namikaze san? bisa bicara sebentar?"
naruto terkejut ketika gaara menginterupsi secara tiba tiba, naruto menatap gaara yang menatapnya dengan pandangan tak percaya.
naruto bertukar pandang sejenak dengan itachi.
"baiklah" ucap naruto.
"tidak perlu mengikutiku, aku baik baik saja" ucap naruto pada itachi yang akan mengikutinya, itachi mengangguk paham dan tetap ditempatnya.
naruto mengikuti gaara yang berjalan menuju balkon yang sepi, kini hanya ada mereka berdua.
naruto menatap gaara yang menghindari pandangannya, ia menghela nafas berat. laki laki bermata jade itu hanya diam sejak 15 menit yang lalu dan menghela nafas berat tanpa mengatakan apapun.
"jika kau mau bertanya apakah ini benar benar aku? jawabannya adalah ya. jika kau mau bertanya kenapa aku tidak bercerita apapun, itulah namanya rahasia. jika kau bertanya apakah aku pernah mempercayaimu selama ini? jawabannya aku percaya" ucap naruto memutus keheningan yang terasa mencekik. tubuh gaara menegang mendengar ucapan naruto.
"haha.. " gaara tertawa kering.
"aku tak tahu harus bereaksi seperti apa" ucap gaara mengusap rambutnya kasar.
"aku juga" ucao naruto tersenyum masam.
"kenapa kau harus berbohong?" tanya gaara tanpa menatap naruto.
"apa kau akan memperlakukanku sama jika kau tahu?" naruto balik bertanya. gaara tertawa getir.
"kau tau jika aku menyukaimu?" tanya gaara.
naruto mengangguk.
"rasanya sakit sekali karena kau berbohong" ucap gaara.
"gomen" ucap naruto.
"apa sasuke tau?" tanya gaara, naruto mengalihkan pandangannya jawab.
"bukankah tunanganmu sasuke?"
"dia tak lagi menginginkanku" ucap naruto setelah terdiam begitu lama.
"bagaimana bisa?" ucap gaara tak percaya.
"kukira ia akan senang jika tunangannya adalah orang yang disukainya" gaara mencibir, ia terlihat lebih tenang dibanding sebelumnya.
naruto tertawa mendengarnya karena perkiraan mereka salah.
"kuharap kita tetap berteman gaara kun" ucap naruto, gaara tersenyum den mengangguk.
keduanya menoleh ketika itachi menginterupsi mereka berdua.
"aku kemari karena kau menghilang terlalu lama" ucap itachi.
"apa kau keberatan untuk pergi? ada yang ingin kubicarakan pasa naru" ucap itachi yang tengah menarik perhatian keduanya.
gaara mengangkat alisnya. "baiklah"
"kau mengusirnya" ucap naruto bersandar pada kaca yang menjadi pembatas dibalkon itu.
"aku memintanya pergi" ucap itachi mengangkat kedua bahunya cuek dan berjalan menuju naruto.
"itu mengusir" ucap naruto.
"apa yang ingin kau bicarakan?" tanya naruto menatap itachi yang kini berdiri menatapnya.
"apa aku perlu alasan untuk bicara dengan tunanganku?" tanya itachi sing a song, setelah makan malam terkahir keduanya mereka berdua sudah menjadi lebih akrab.
"mungkin" ucap naruto menatap itachi yang mengaitkan jari jari mereka.
"kau seperti pacar yang cemburu" komentar naruto. itachi mendengus.
"aku tunanganmu"
"terserah"
hening, naruto memejamkan kedua matanya menikmati angin yang berhembus.
"apa kau menyesalinya?" tanya itachi memecam lamunan naruto.
"hmm?" naruto menatap itachi tak paham.
"apakah kau lebih mengingkan sasuke sekarang yang ada disisimu daripada aku?" tanya itachi.
ekspresi naruto berubah, matanya meredup hingga itachi dapat melihat bayang bayang bulu matanya di pipi putih naruto.
"entahlah aku tidak tau" ucap naruto.
"aku mengenal sasuke lebih dahulu daripada aku mengenalmu"
naruto tersenyum mengingat bagaimana ia pertama kali mengenal sasuke, pertengkaran kecil diantara mereka.
"sasuke juga yang menemaniku ketika aku kesulitan"
bayang bayang bagaiman ia melawan sakura dan sasuke yang berusaha mengulurkan tangan padanya meski ia selalu menolak.
"bukan kah sulit membandingkannya denganmu yang baru kukenal?" tanya naruto menatap itachi yang memperhatikannya dengan pandangan yabg sulit diartikan.
"jangan salah paham" naruto menghela nafas kecil.
"aku tidak yakin kalau itu Cinta" naruto mengerutkan dahinya.
"tapi sekarang kita sudah sampai sini, ini adalah buktinya" ucao naruto mengangkat tangannya yang menggenggam tangan itachi.
"aku sudah tidak bisa kembali" ucap naruto mantap.
"jadi ayo kita berusaha sebaik mungkin" ucap naruto tersenyum manis hingga matanya menyipit.
cup
itachi mencium tangan naruto yang berada dalam genggamannya.
"aku akan berusaha sebaik mungkin untuk bisa mencintaimu" ucao itachi menatap naruto dari balik bulu matanya.
"aku juga" ucap naruto tertawa puas.
ia tak bisa kembali, maka nikmati saja.
.
.
.
"ternyata benar kau disini" ucap kiba membuka pintu atap sekolah.
sasuke melirik kiba kemudian kembali menatap langit malam.
"kau yakin untuk mundur?" tanya kiba. sasuke mendengus.
"aku yakin naruto akan baik baik saja" sasuke mendengus, ia menatap langit berbintang.
"apa kau yakin?" tanya kiba.
"jangan mengasihaniku kiba" ucap sasuke dingin.
"kau mencintainya, kita semua tahu itu sas" ucap kiba tak mengerti jalan pikiran sasuke.
"kenapa kau mundur? apa kau tidak senang tunanganmu adalah orang yang kau sukai?" tanya kiba.
"dia tunangan itachi sekarang" ucap sasuke.
"jika kau tidak melepaskannya dia akan tetap jadi tunanganmu" ucap kiba marah, ia kesal pada sasuke yang tidak berusaha mengejar sesuatu yang dia inginkan.
seperti bukan sasuke.
"baiklah... "kiba memijat pelipisnya yang teras sakit.
"apa kau siap menerima naruto sebagai kakak iparmu?" tanya kiba, sasuke terdiam tak menjawab.
"aku percaya" ucap sasuke.
"dia dan aniki akan bahagia" ucap sasuke menengadahkan kepalanya.
ketika mendengar ibu dan ayahnya ditunangankan tanpa Cinta didalamnya ia percaya, jika itachi dan naruto juga akan saling mencintai nantinya.
.
.
.
TBC
WOKEH
BANTING SETIR
SETELAH HILANG SELAMA BEBERAPA. MINGGU.
AKHIRNYA AKU KEMBALI
SENTIL SAJA AKU
GAWARAS EMANG AMI
