Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto & Highschool DxD © Ichie Ishiebumi.

Title : Kurayami no Sora

Rate : M

Genre : Advanture, Hurt/Comfort, Friendship and Tragedy.

Pairing : ,,,,,,,,,,?

Author : Kidz-Boy Everything.

Summary : "Aku sendiri, selalu sendiri, sampai kapanpun akan tetap sendiri, makhluk seperti tak kan pernah bersanding dengan mereka, kutukan yang kubawah hanya akan membawaku pada kekosongan dan kegelapan"

Warning : Maistream, OOC, jelek, hancur, berantakan, FullTypo, Overpower, Hard Fight, Dark-Immortal and Brutality.

..

..

..

Kematian,,,, kata itu terdengar mudah untuk diucapkan, namun benarkah kenyataan sesuai dengan arti dari ucapan itu sendiri, setidaknya kau harus bisa membayangkan agar sedikit mengerti gambaranya.

Pembunuh,, itu hal yang terdengar lumrah, namun taukah kalian betapa mengerikan ketika sebuah nyawa kau habisi dengan tanganmu sendiri?

Kau harus melihat luka berupa goresan, tusukan, beserta darah segar, mata dipaksa menyaksikan perbuatan diri sendiri.

Dan ketika organ-organ kehidupannya tampak berceceran, sanggupkah kau untuk berkata itu adalah sebuah hal yang mudah.

Pendosa,,, adalah gambaran betapa kelam perbuatan yang telah dilakukan, kesalahan, kejahatan, dan segala hal keji didunia.

Pertanyaanya apakah kalian tahu bagaimana rasa itu? Bagaimana perasaan ini ketika harus membunuh dan membantai kehidupan yang tak bisa terhitung lagi.

Meski aku hanyalah sebuah bongkahan mayat hidup, namun fikiranku masih lah hidup seperti kalian pada umumnya,,, meski jiwa ini adalah wujud dari kegelapan alam semesta, namun raga ini pernah ada diantara mereka para manusia.

Semua itu tidaklah mudah, kau harus benar-benar menutup telinga untuk tidak mendengar jeritan rasa sakit dari sebuah exsekusi, kau harus benar-benar menutup mata dan hati nurani agar tak ada rasa iba.

Kau harus benar-benar melepaskan semua itu agar mampu melakukannya.

Dan hingga saat ini...

Aku akan mengatakan jika semua hal itu tidaklah mudah. Akan tetapi aku bisa dan sanggup melakukanya,, karena sudah tak ada arti lagi bagiku untuk memaafkan.

Jadi,,, aku akan menghabisi siapapun yang tidak kukehendaki.

Siapapun yang bertentangan dengan rencana Tuhan.

..

..

..

÷Kurayami no Sora÷

Chapter 21.

[Spesial Episode]

Story.

..

..

Malampun telah datang kembali, perputaran waktu terus berjalan tanpa mengenal lelah, perlahan namun pasti.

"Karena waktu adalah senjata takdir yang tak bisa ditentang"

Banyak yang berharap waktu dipercepat agar masa yang mereka rindukan segera datang, namun tidak sedikit pula yang harap-harap cemas supaya waktu berhenti berjalan, agar masa yang dikhawatirkan tidak akan pernah datang.

Namun baginya,, biarkan waktu mengalir apa adanya, karena sekuat dan sebesar apapun kekuatan yang dimilikinya, ia masihlah makhluk yang harus tunduk dibawah perintah-NYA.

,,

Tap

Tap

Tap

Tap

Dihari yang telah gelap ini, terlihat empat sosok pemuda tengah berjalan santai dikeramaian Ibu kota Negara Jepang yakni Tokyo.

Empat pemuda petualang itu memiliki ciri fisik yang berbeda-beda, pertama seorang pemuda berambut biru keperakan, dia adalah generasi terakhir dari Klan Otsutsuki dibulan, mengenakan celana hitam dengan kemeja biru muda yang terlihat rapi.

Kedua, pemuda berambut merah bata, dia adalah Mantan Kazekage Negara Pasir, mengenakan setelan berupa celana hitam dengan kemeja putih polos.

Ketiga, dia adalah tokoh utama kita, pemuda berambut pirang keemasan, penampilannya bisa dibilang cukup berbeda dari kedua rekanya, karena ia lebih terlihat seperti prajurit militer, mengenakan setelan pakaian kemarin hari yang ia dapatkan dari hasil manipulasi.

Keempat, pemuda berambut coklat, dia yang termuda disini, dari segi penampilan, bisa dikatakan ia terlihat seperti remaja kekinian, mengenakan setelan jeans hitam, dengan kaos yang berbalutkan jaket berhoddie.

Keempatnya berjalan santai menikmati Alur kehidupan, menikmati hari tenang selagi masih ada kesempatan.

"Malam yang Indah bukan? " ucap Gaara sembari mengembangkan sedikit senyuman.

"Yeach,, kau benar Gaara Nii-san! " sahut Konohamaru dengan exspresi sumringah diwajahnya.

"Andaikan dibulan ada kehidupan seperti ini " jawab Toneri konyol, yah itu seandainya saja. Tak ada salahnya ia berharap.

Konohamaru Swetdroop mendengarnya, apa-apaan perkataan Toneri barusan.

Obrolan ketiganya itu membuat Naruto menghelas nafas, bagaimanapun ia adalah seorang mayat hidup, tak bisa lagi merasakan apa itu kenikmatan duniawi.

Jadi ia berusaha sebisa mungkin untuk mengikuti alur cerita yang dibuat ketiga rekan manusianya ini.

Beberapa menit kemudian, keempat pemuda itu sampai di Alun-alun Kota, tampak dalam pandangan mereka berbagai macam seni hiburan dan wahana, keramaian manusia yang didalamnya berbaur ras lain.

Mereka memutuskan untuk duduk disebuah taman. Yah ini semacam refresing bagi mereka berempat, meskipun sejujurnya tokoh utama kita ini dipaksa untuk ikut oleh ketiga rekannya.

Karena ia pribadi tidak mungkin memiliki ide untuk melakukan hal seperti ini, mengingat jati dirinya seperti apa, terdengar konyol dan aneh jika ia memiliki antusias untuk melakukan hal seperti ini.

Yah,, pada akhirnya ia dengan sangat terpaksa menuruti permintaan rekan-rekannya, mereka berkata untuk merilexskan fikiran, apalagi ketika anak didiknya berambut coklat itu menyindirnya sebagai makhluk tak punya kerjaan selain bertarung.

Hal itu cukup menggelitiknya, namun jika ia fikir-fikir, ucapan Konohamaru ada benarnya, sejauh ini ia hanya bertarung dan terus bertarung. Hal yang sama terus berulang seperti kaset rusak, tak ada warna cerah yang bisa dilihatnya.

Hanya ada kubangan darah merah pekat, yang semakin hari membuat jiwanya terus menghitam.

Yah mungkin tak ada salahnya, toh semua jadwalnya telah terselesaikan, tinggal menunggu mereka semua menjadi kuat, agar pertarungan diakhir cerita nanti bisa menjadi moment Indah sebelum dunia ini berakhir. Begitu menurutnya.

"Gaara,,, " ucap Naruto memecah kesunyian.

Gaara menoleh kekiri dimana pemuda Uzumaki itu berada, "Ada apa,,, Naruto? " tanya Gaara kemudian.

"Beberapa diantara mereka telah dibawa kedunia ini " jawab Naruto lirih sembari menatap kosong wahana berupa roda berputar beberapa puluh meter dari hadapanya.

Toneri beserta Konohamaru menaikkan alisnya tak mengerti, itu juga berlaku untuk Gaara.

"Mereka? Siapa yang kau maksud? " balas Gaara meminta penjelasan.

"Mereka,,, para Shinobi yang telah kukirim dikeabadian Neraka " lanjut Naruto kemudian.

Disaat itu pula ketiga rekannya itu terlihat begitu terkejut.

"Apa? Bagaimana bisa? Bukankah jiwa mereka telah tersegel di Neraka Shinigami ? " ucap Gaara menekankan.

"Kau benar! Ada seorang Dewa yang memiliki dendam terlampau besar kepadaku, dia dikenal sebagai Dewa kegelapan didimensi ini, dengan memanipulasi ruang dan waktu, Dewa itu merampas jiwa mereka semua dari Neraka." tukas Naruto menjelaskan.

"Hades kah ? " sahut Toneri mengikuti pembicaraan.

"Yah! Tengkorak tua itu telah membangkitkan mereka kembali, mereka yang pastinya menaruh dendam besar kepadaku mengingat bagaimana caraku menghabisi mereka semua waktu itu"

Gaara terdiam sejenak, ia sungguh ingin mengutuk perbuatan Dewa tersebut, bukanya takut atau apa, dia hanya merasa iba dengan sahabatnya ini jika harus dihadapkan dengan orang-orang itu lagi, orang-orang yang menjadi penyebab rusaknya kehidupan sahabatnya ini.

"Aku tak menyangka hal itu akan terjadi " ucap Konohamaru ikut mengomentari, hatinya terasa buruk ketika memikirkan hal itu, karena ia sendiri merasa sangat miris dengan hal yang menimpa Senseinya tersebut.

"Lalu apa yang akan kau lakukan,, Naruto? " tanya Gaara memastikan, raut wajahnya nampak serius.

"Hemmm! mau bagaimana lagi, bukankah ini semua menjadi semakin menarik, bayangkan saja betapa ramainya nanti medan perang " balas Naruto sembari mengembangkan senyuman tanpa rasanya.

'Harusnya aku sudah menduga jika ia akan berkata seperti ini ' ucap Gaara Sweetdrop mendengar jawaban rekan pirangnya ini, dia malah terlihat senang dan antusias.

'Dia benar-benar makhluk dengan rasa haus bertarung yang mengerikan ' Toneri tertawa hambar dalam hati, ia melihat betapa sumringahnya wajah pemuda itu.

Sedangkan Konohamaru hanya bisa menepuk jidatnya, sudah ia duga jika Senseinya ini akan semakin bersemangat.

"Aku tak bisa membayangkan seperti apa medan perang yang kau sebutkan tadi, Naruto" balas Gaara sembari tersenyum kecil.

Sedangkan Naruto hanya memejamkan matanya pelan, "yang jelas itu akan menjadi sesuatu yang lebih mengerikan dari sekedar perang Shinobi "

Ketiga Shinobi itu terdiam membayangkan hal yang lebih mengerikan dari perang Shinobi. Sungguh bayangan yang tercipta terlihat begitu kelam dimata mereka.

Namun,, ketenangan ini agaknya kembali terusik, Naruto kembali merasakan ada sesuatu yang mengawasi dari kejauhan.

'Dia tak pernah lelah mengikuti mautnya! ' katanya dalam hati, yang ia maksud adalah The Dragon Good of Infinity, atau yang lebih dikenal dengan nama Ophis, sejak kemunculannya kedunia ini, Naga dengan Gender tak jelas itu selalu mengawasinya dari jauh.

"Ada apa Naruto? " tanya Gaara tatkala melihat raut wajah Naruto nampak datar secara tiba-tiba, dan ia tahu ada sesuatu yang mengganggu rekanya tersebut.

"Lihatlah diatas sana " jawabnya sembari menunjukkan jarinya kesudut langit.

Ketiga rekanya lekas mengarahkan pandangannya ketempat dimana jari telunjuk itu mengarah.

Deg

"Siapa gadis itu ? " tanya Gaara setelah melihat sosok gadil kecil tengah mengintip dari robekan Dimensi, yang kemudian lekas menghilang ketika ketiga Ras Shinobi ini menyadari keberadaanya.

"Siapapun itu pasti dia bukanlah makhluk sembarangan mengingat dia bisa menggunakan robekan Dimensi! " terang Konohamaru mengutarakan pemikirannya.

"Dia,, Ophis! " ucap Naruto datar sembari menatap angkasa kosong tepat dimana sipenguntit tadi berada.

"A-apa,, jadi Dewa naga dengan julukan ketidakterbatasan itu adalah seorang gadis loli? " jawab Konohamaru dengan tampang polos seolah tak percaya.

"Dan gadis loli itu bisa membunuhmu kapanpun jika dia mau,,, Konohamaru" sindir Toneri kemudian.

"Ya ya yaa,,, wakatta Toneri-sama " lanjut Konohamaru sembari memutar bola matanya bosan.

"Jika yang baru saja itu adalah Ophis, sudah pasti Great Red berada dicelah dimensi, lalu apa kau tahu dimana yang satunya lagi Naruto? "

"Maksudmu Trihexa Gaara? " imbuh Toneri kemudian.

Sedangkan Gaara hanya menganggukkan kepala.

"Trihexa, kadal hitam itu berada disudut lain dunia ini, dan juga ada sebuah kelompok yang kini sedang memburu keberadaanya " jelas Naruto menerangkan situasi yang ia ketahui sejauh ini.

"Souka! Tapi siapa kelompok itu? " tanya Konohamaru.

"Hah! Mereka adalah golongan Iblis yang tersisa dari masa lalu, para keturunan yang terusir dari tanah terkutuk Mekkai, dan pemimpinya adalah kakek dari si Hakuryuukou"

Mereka bertiga cukup terkejut mendengar fakta barusan.

"Ternyata masih banyak hal yang tidak kuketahui tentang dunia ini " ucap Gaara sembari memandang langit.

"Yah mau bagaimana lagi, kita bertiga masihlah manusia yang memiliki batasan " komen Toneri sembari menorehkan senyum tipis.

Beberapa saat kemudian mereka berempat bangkit dari duduknya, hari sudah larut malam, para netizen mulai pulang satu persatu.

"Apa yang akan kita lakukan sekarang? " ucap Toneri memecah kesunyian.

"Sepertinya kita harus mencari penginapan disekitar sini, tidak mungkin kita kembali ke Kyoto untuk sekedar numpang tidur, meskipun Yasaka-sama akan sangat senang dengan kembalinya Naruto! " balas Gaara kemudian! Tak lupa ia sematkan sedikit sindiran kepada rekan pirangnya itu.

Disisi lain Naruto hanya menguap bosan, memikirkan Yasaka, ia rasa Kurama lebih cocok sebagai pengisi tempatnya.

Greeppp

"Khukhukhu,, ne Naruto Ni-san, apa kau benar-benar tidak tertarik dengan Yasaka-sama, kurasa dia menyukaimu " pemuda berambut coklat itu menyeringai mesum sembari merangkul pundak Senseinya tersebut.

Pletakkkkkk

"Ittttttaeeee! Apa yang kau lakukan baka-Niisan? "

Sebuah benjolan dalam sekejab menghiasi kepala bersurai coklat tersebut.

"Jangan berbicara yang tidak-tidak bocah" jawab Naruto dengan delikan tajamnya.

"Teheheeee,,, gomenazaiii " meskipun demikian Konohamaru terkekeh senang, hal ini ia lakukan untuk merilexskan fikiran dari sensei nya tersebut, setidaknya untuk sedikit mencairkan kebekuan hati dari pemuda pirang itu.

Meskipun itu tidak mungkin.

"Haah! kurasa kemesuman pak tua itu benar-benar menurun kepada cucunya" desah Naruto kemudian.

"Yah mungkin benar kata pepatah dimana buah jatuh tidak jauh dari pohonya! " imbuh Gaara kemudian. Meskipun agaknya ia terkejut mengetahui jika seorang Sandaime Hokage termasuk orang mesum.

"Atau mungkin dia terlalu sering bergaul dengan Hyoudou Issei si gumpalan hawa nafsu itu? " komen Toneri sembari menyeringai bengis.

Sarutobi muda itu langsung melotot horror kepada Toneri yang kini sedang bersiul pura-pura.

"Sialan kau makhluk alien ! " balas Konohamaru sengit.

Naruto berusaha tersenyum kala itu, karena ia menghargai rekan-rekannya ini lebih dari apapun didunia ini.

..

..

Setengah jam kemudian keempat pejuang itu telah berada didepan sebuah penginapan, yah mereka bermaksud untuk bersantai beberapa hari kedepan.

Singkatnya mereka mendapatkan penginapan dilantai dua, disini Toneri yang bertanggung jawab masalah finansial mengingat hartanya tak akan habis meski untuk membeli sebuah negara sekalipun.

Yah tentu saja ia mewarisi seluruh harta benda dari Klannya dibulan, dan seluruh harta itu berada di dimensi penyimpananya saat ini.

Tap

Tap

Tap

Keempatnya berjalan menuju lantai dua dimana mereka harus menaiki tangga satu persatu, bersikap layaknya manusia normal.

Kemudian mereka berempat sampai pada kamar mewah dengan interior lengkap.

Krieettttt.

"Yeach akhirnya aku bisa tidur dengan tenang " ucap Konohamaru senang ketika melihat tempat tidur yang tersedia.

"Kau benar Konohamaru, entah mengapa akhir-akhir ini aku merindukan kasur yang empuk " sahut Toneri menanggapi ocehan Konohamaru.

Tap

Tap

Tap

Naruto, pemuda itu berjalan menuju balkon yang letaknya berada diluar kamar tersebut, dimana dihadapanya mengalir sungai jernih sebagai pemandangan kamar penginapan yang kini mereka singgahi.

Kala itu dirinya terdiam sesaat, menatap air yang mengalir dengan bebasnya.

"Seperti air yang mengalir kah? " gumamnya pelan, itu bagaikan dirinya sendiri.

Tiga Shinobi terakhir itu tak ingin mengganggu pemuda pirang tersebut, mereka tahu kapan waktunya untuk mendekat, dan kapan untuk membiarkan pemuda itu sendiri.

,,

Angin malam menyapa tubuhnya dengan lembut, sungguh ini merupakan perjalanan hidup yang sangat panjang baginya.

Tak pernah terfikirkan sebelumnya jika ia akan mengalami kehidupan yang amat sangat kejam dan mengerikan.

Bahkan dalam mimpi sekalipun.

Namun ia telah ikhlas, ia telah merelakan hal yang memang harus dilepas.

" Tou-chan, Kaa-chan,,, apakah kalian akan membenciku yang seperti ini? " gumamnya pelan tanpa sadar, ingatan terhadap kedua orang tuanya masihlah melekat.

Apa yang akan dikatakan mereka berdua ketika melihatnya menjadi seperti ini.

Mungkinkah mereka juga akan membencinya?

Naruto menggelengkan kepalanya berusaha mengusir bayang-bayang tentang masa yang sudah sangat jauh berlalu.

Kemudian ia menoleh kebelakang, melihat dimana ketiga pemuda itu mulai menyelam kealam mimpinya masing-masing.

Terbesit rasa lega dihatinya.

Teringat saat seluruh dunia mengkhianatinya dengan keji, hanya ada segelintir orang itu yang memilih untuk bersamanya.

'Terimakasih! ' satu kata itu ia sematkan dalam hati.

Sekejam dan sebiadab apapun dirinya kepada lawan, ia masih bisa membuka mata untuk melihat siapa yang senantiasa mendukungnya.

Tap

Tap

Dalam keheningan malam bertabur bintang itu, terdengar langkah kaki yang berjalan kearahnya.

"Sepertinya kau bersenang-senang eh,,, Naruto? " kini terdengar sebuah suara yang sangat familiar ditelinga pemuda pirang tersebut.

"Yah,,, anggap saja seperti itu. Lagipula tak ada yang bisa kulakukan lagi bukan " jawab Naruto santai, sosok tersebut tidak lain adalah saudara sehidup sematinya. Ia tidaklah terkejut jika sosok itu muncul secara tiba-tiba.

"Bagaimana dengan empat fraksi, apakah mereka sudah memenuhi exspetasimu? " lanjut pemuda bersurai merah kehitaman yang tak lain adalah wujud dari makhluk buas berekor 10 dengan mimik wajah cukup serius.

"Kau bertanya seolah tidak tahu apa yang terjadi " sindir Naruto kemudian.

"Cih! Apa salahnya jika aku bertanya baka! Lagipula aku cuma merasakanya, tidak melihatnya langsung! " elak Kurama yang merasa jengkel dengan sindiran barusan.

Pemuda pirang itu memejamkan matanya sesaat.

"Sesuai yang kita perkirakan, kekuatan mereka masih belum cukup untuk memberikan perlawanan kepadaku,,, -

,,-tapi mereka masih memiliki banyak potensi untuk berkembang, terlebih untuk para generasi muda itu "

Perwujudan Rubah hitam berekor-10 itu menganguk faham, ia tahu apa yang Naruto maksud.

"Yah! Banyak generasi muda yang masih memiliki peluang untuk terus tumbuh dan menjadi kuat, kita ambil saja contoh seperti wadah dua kadal itu, mereka masih sangat lemah untuk saat ini, tapi jika kita berikan waktu, kurasa itu cukup untuk menaikkan tensi pertempuran nanti " ucap Kurama menjelaskan pemikirannya.

"Kau benar Kurama! Lagipula aku belum mendapat perintah untuk melakukanya! Hah! " jawabanya ia akhiri dengan helaan nafas lelah.

Cukup menjengkelkan jika apa yang ia tunggu tak kunjung datang.

"Jadi memberikan mereka waktu adalah pilihan terbaik yang bisa kita lakukan, bukankah begitu maksudmu,, Naruto ! "

Naruto mengangguk mengiyakan ucapan siluman rubah tersebut.

"Bagaimana dengan kaum Vampire yang kehilangan rajanya? " tanya Naruto kemudian.

"Tepat ketika kau mengamuk di Kuoh, aku pergi ketempat bangsa Vampire berada, dan sepertinya Dracula memiliki penerus yang menurutku akan melampaui kekuatanya cepat atau lambat "

"Souka! Apakah yang kau maksud adalah keturunan setengah manusia itu? " tanya Naruto kembali.

"Kau benar, kalau tidak salah namanya adalah Alucard "

Keduanya berdiri dekat pagar pembatas balkon, menikmati semilir angin sepoi yang menerpa.

Meskipun pada kenyataanya Naruto tak merasakan apa-apa ketika dinginya angin menyapa tubuhnya.

Keduanya terus berbincang hingga Fajar datang,, karena bagaimanapun mereka berdua adalah makhluk yang telah melampaui batas.

Makan, tidur, ataupun hal pokok yang berlaku kepada manusia, tidaklah berlaku bagi mereka.

Ironis memang.

Hidup,,

Tapi mati.

..

..

Pemuda bersurai merah kehitaman itu menyeringai kala melihat tiga bocah Shinobi itu tidur dengan lelap. Meskipun diawal kedatanganya ia menyadari jika Gaara dan Toneri mengetahuinya.

Tapi kini ketiga Shinobi itu benar-benar terlelap dalam tidurnya.

Tap

Tap

Kemudian Kurama mendekati ketiganya.

Sedangkan Naruto yang melihat hal itu hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya.

'Dia pasti akan membuat keributan !'

'Khukhukhuu! Rasakan pembalasanku bocah-bocah brengsek! '

"HEYYAAAAAAAAAAAAA,,, MATILAH KALIAN BERTIGAAAAA,,, "

Bruakkk

Bruakkk

Bruaakkkkk

"HAHAHAHAAAAAAAAA"

Dengan konyolnya Kurama melompati ketiga tubuh itu secara bergantian.

"Uhukkkkk,, uhukkkk, sialannnn! Apa yang kau lakukan pada kami bertiga rubah bodoh? " Konomaharu lekas berdiri dikasur sembari menunjuk-nunjuk Kurama dengan jarinya, matanya terlihat berwarna merah membara.

"BANGSAT KAU KURAMAAAAAA " dan yang lebih menghebohkan lagi adalah teriakan murka dari Toneri.

Sedangkan Gaara hanya bisa mendesah pasrah sembari mengelus perutnya yang terasa nyeri.

Sipelaku, dia hanya bersidekap dada angkuh seolah tak terjadi apa-apa, namun sejujurnya ia ingin terus tertawa.

"Itu pembalasan untuk kalian karena menertawakanku kapan hari dimeja makan " ucap Kurama kemudian, yah rupanya ini adalah sebuah pembalasan dendam.

Tok

Tok

Tok

Keributan itu terhenti ketika terdengar ketukan pintu dari luar.

Tap

Tap

Cklekkkk

"Ada apa? " ucap Kurama datar !

"A-ano sumimasen, akan ada makan pagi bersama setengah jam lagi diruangan tengah, jika anda tidak keberatan kalian bisa datang." ucap pegawai penginapan tersebut, sekilas ia melirik kedalam dimana para pemuda tampan itu tampak melihatnya.

'Kyaaaaaaaa! Aku tak tahu kalo dikamar ini banyak pemuda tampan ! ' ucapnya berbunga-bunga.

"Baiklah terimakasih, kau boleh pergi."

"Hai! " pelayan itu membungkuk sopan lalu pergi dengan semangat.

Cklekk

"Kalian dengar itu, sebaiknya cepat bangun dan mandi, kita akan bersikap seperti manusia normal hari ini "

"Heh! Kami bertiga memang manusia normal kau tahu, " jawab Konohamaru dengan ketus. Ia masih jengkel dengan perbuatan siluman Rubah ini.

"Sepertinya menarik " fikir Toneri kemudian.

Gaara melirik kearah Naruto, dalam pandanganya terlihat dimana pemuda itu hanya menatap kosong keluar.

'Apa yang sedang kau fikirkan,, Naruto? ' ia terus bertanya-tanya dalam hati, berusaha memahami sahabatnya tersebut, karena bagaimanapun, ia tidaklah tega jika harus melihat wajah itu terus menunjukkan sinar redup penuh kehampaan.

Sebagai sahabat setidaknya ia berharap Naruto mau berbagi suka dukanya, karena menyimpan beban seorang diri adalah hal yang teramat menyakitkan.

Namun disisi lain ia sadar, Naruto kini tidaklah membutuhkan apapun darinya ataupun yang lain, dan mungkin ia harus berhenti untuk mengkhawatirkannya, karena ia tahu,,, Naruto adalah Exsistensi yang tak bisa dijabarkan lagi.

..

Skiptime..

..

Sunday, 08.00 am.

,,

Ruang tengah, ruang dimana setiap hari minggu diadakan makan bersama oleh sipemilik penginapan, hal itu dilakukan untuk saling mengakrabkan diri satu sama lain agar menciptakan suasana yang harmonis.

Tampak kini telah berkumpul banyak penyewa kamar, dimana penyewa kebanyakan berumur paruh baya, namun banyak pula gadis-gadis muda ditempat tersebut, mungkin ini sudah memasuki musim liburan dimana penginapan ini terlihat begitu ramai.

Ada 10 meja yang tersedia, dimana setiap meja dikelilingi 5 kursi.

Tap

Tap

Tap

Dari lantai dua tampak empat pemuda menuruni tangga satu persatu.

Bukanya sebenarnya ada lima ya?

Yang satu lagi,, Naruto, pemuda pirang itu berjalan malas dan baru keluar dari kamarnya.

'Bersikap seperti manusia normal, apa-apaan Rubah tua itu? ' gerutunya dalam hati, ia benar-benar tak habis fikir.

Para penyewa melihat kearah dimana suara langkah kaki itu berasal, beserta segerombol anak perempuan tampak berbisik mengomentari empat pemuda tersebut.

Terlihat mereka bersemu merah, karena bagaimanapun logikanya ketika dua lawan jenis bertemu, akan terjadi sebuah pergerakan batin.

Cinta lokasi mungkin.

Itu adalah 10 perempuan dimana mereka terbagi menjadi 2 meja, dan gadis-gadis itu adalah murid SMA yang tengah pergi berlibur dipinggiran kota Tokyo.

Outsutsuki Toneri, pemuda berambut biru keperakan itu agaknya merasa bangga ketika pesonanya selalu mampu memikat hati.

Sarutobi Konohamaru, yah pemuda yang satu ini tersenyum lebar ketika sadar dirinya dan rekanya tampak diperhatikan beberapa gadis ditempat tersebut.

Sabaku Gaara, pemuda gurun pasir itu memiliki pembawaan tenang dalam kondisi apapun, meski mendengar bisik-bisik pujian tentangnya yang berambut merah, ia tak sedikitpun besar kepala.

Kurama, panggilan untuk sang Legenda penguasa kaum Youkai itu tak peduli dengan hasrat antara laki-laki dan perempuan dimana hal itu tentang perasaan Cinta. Ia tak peduli.

Sedangkan Naruto,,

Apa yang bisa diharapkan dari bedebah pirang yang satu itu. Kemunculanya yang paling akhir malah membuat para gadis itu semakin menjadi-jadi.

Memang dalam kenyataanya ia terlihat keren lagi gagah, posturnya yang tinggi tegap, dimana bahunya tampak lebar menunjukkan bahwa tubuhnya pastilah atletis, hal itu ditunjang dengan wajah yang putih bersih tanpa ada kecacatan, dengan surai pirang panjang keemasan.

Hanya wajah itu yang tiada sedikitpun kecacatan, namun jika mereka tahu apa saja yang berada dibalik pakaianya.

Niscaya mereka akan syok massal.

Sungguh.

'Mereka semua tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Gabriel.' yah ia akui hal itu, ia masih memiliki mata untuk melihat sebuah perbedaan rupa, dan ia tak bisa bohong jika Gabriel adalah yang terbaik.

Bahkan untuk Dewi kecantikan Ahprodit yang digadang-gadang memiliki kecantikan tiada tara, Gabriel masih memiliki Level diatasnya.

Lalu ia berjalan pelan menuju tempat dimana rekan-rekannya berada.

Jujur ia merasa konyol kali ini, bersikap layaknya manusia normal.

'Apa yang sedang kulakukan ini? ' bahkan ia bertanya-tanya untuk apa ia harus melakukan kegiatan seperti ini.

"Ittadakimaaaz,,,! "

Begitulah aktivitas lima pemuda aneh tersebut.

Meskipun begitu, tidak semua penyewa kamar itu merupakan manusia, beberapa diantara mereka ada yang terlihat memicing tajam ketika merasakan sesuatu yang tak tak biasa dari lima pemuda tersebut.

,,

'Siapa mereka berlima, meskipun tak merasakan Aura nya, tapi aku merasakan sesuatu yang tak mengenakkan, terlebih yang berambut pirang itu,, ' ucap si B dalam hati.

"Hey,, apa kalian merasakanya juga? " lanjut si B pelan setengah berbisik.

"Yah aku merasakanya, firasatku mengatakan sesuatu yang sangat buruk ketika melihat dua dari kelima pemuda itu " balas rekanya sepelan mungkin agar suaranya tak terdengar orang-orang yang dimaksudkan.

"Kau benar,, aku tidak tahu siapa mereka tapi akan lebih baik jika kita menjaga jarak, karena yang kudengar makhluk itu telah muncul kembali kedunia ini, bisa jadi salah satu dari mereka berlima adalah "Dia".

Glekkk.

Saat mendengar penjelasan si A, rekan-rekannya yang lain meneguk ludahnya kasar, mereka telah mendengar kabar angin jika kaum tiga Fraksi Akhirat beserta kaum manusia pengguna sihir telah menghadirkan petaka terburuk didunia ini.

"Itu sungguh berita yang mengejutkan, karena aku tak menyangka makhluk itu akan muncul kembali di Era ini " sahut si C kemudian.

"Begitulah, karena akan menjadi kiamat jika makhluk yang telah dikeramatkan itu benar-benar berniat menghancurkan dunia ini. "

"Yah! Dia adalah Pendosa besar. "

Bisikan-bisikan kecil itu terdengar ditelinga lima pemuda tersebut.

"Apa perlu kuhabisi orang-orang itu,, Naruto? " gumam Kurama pelan.

Menggelengkan kepalanya. "Mereka hanya menjalankan perannya sebagai figuran didunia ini. Dibunuh atau tidaknya, itu tidak akan merubah apapun, " jawab Naruto santai, ia tak ingin mengambil pusing dengan hal itu, toh mereka tak melakukan kriminal apapun, ataupun merusak moodnya.

"Souka! " balas Kurama enteng, yah lagipula benar dengan apa yang dikatakan Host-nya itu, tak perlu membunuh jika tidak diusik, itu hanya buang-buang waktu saja.

,,

,,

Pagi itu berlalu dengan khikmat, dan semuanya berjalan dengan normal.

Lalu geng pengguna Chakra itu keluar dari penginapan tersebut, entah aktivitas apalagi yang akan mereka lakukan hari ini.

"A-ano,,, apa ada yang tahu apa yang akan kita lakukan hari ini? " Sarutobi muda itu bertanya dengan mimik wajah bingung.

Keempat pemuda lain yang mendengar pertanyaan itu kini hanya saling pandang, berusaha mencari jawaban yang dipertanyakan Konohamaru barusan.

"Tidak! "

Gubrakkkk

Konohamaru terjungkal mendengar jawaban serempak barusan, apa-apaan mereka berempat ini.

'Terkutuklah kalian berempat! ' sumpah serapah keluar dari hati Konohamaru, sungguh ini tidaklah lucu.

"Mungkin pergi kepantai tidaklah buruk! " ucap Toneri memberikan ide yang terlintas dikepalanya.

"Dan apa yang akan kita lakukan ketika sampai di pantai nanti? " balas Gaara kemudian.

"Membuat istana pasir mungkin! " jawab Toneri kemudian.

"Apa perlu kubuatkan saat ini juga,, Toneri ? "

"Tidak dan terimakasih! Aku akan membuat istana pasir seperti kastilku dibulan Gaara." jawab Toneri mantap sembari melipat kedua lengannya didada.

Tap

Tap

"Mau kemana kau Naruto? " tanya Kurama heran.

"Tartarus! "

Degggg

'What the heeeelllll! '

Jawaban singkat itu membuat tiga Shinobi itu terhenyak, bukankah tempat itu tempat dimana Dewa itu berada. Dan juga,,,

"Naruto, jangan bilang kalau kau,, -

"Yah! Sepertinya aku harus menyapa mereka lagi, lagipula aku merasakan sesuatu yang menarik di tempat itu." jawab Naruto tenang, mungkin ia bermaksud memberikan Ultimatum kepada mereka-mereka yang telah dibangkitkan.

Empat pemuda itu terdiam, bibir mereka seolah terkunci rapat, tak menyangka jika Naruto berniat mengunjungi mereka langsung secepat ini.

"Aku ikut! " balas Gaara kemudian.

Konohamaru dan Toneri lekas saling pandang, "Kami berdua juga! " kata keduanya kompak.

Naruto memejamkan matanya sesaat, sebenarnya ia tak ingin orang-orang ini ikut bersamanya, namun melihat kesungguhan mereka, ia tak seharusnya mengecewakan.

"Baiklah! "

Tiba-tiba saja dari tubuh pemuda pirang itu keluar tiga Aura hitam, bergejolak liar diudara.

Lalu dalam sekejab merayap menghinggapi tiga Shinobi tersebut.

'Apa ini? ' tanya ketiganya dalam hati saat Aura hitam itu memasuki setiap sel tubuh mereka.

"Tempat yang akan kita datangi merupakan tempat terlarang bagi manusia, kalian akan tewas jika berada ditempat itu dalam beberapa menit, pecahan energiku barusan akan melindungi kalian dari roh para pendosa Tartarus. " terang Naruto menjelaskan maksud dan tujuan dari hal yang baru saja ia lakukan.

"Kami mengerti " jawab ketiganya kompak.

"Apa kau berniat menghancurkan mereka langsung ditempatnya,, Naruto? " ucap Kurama memastikan.

"Tidak! Tapi akan ada kemungkinan terjadinya pertempuran, karena aku masih belum tahu siapa saja yang akan kita temui nanti. " ucap Naruto datar!

Crashhhh

Dalam sekejab Naruto merobek udara, menampakkan sebuah lorong hitam gelap didalamnya.

"Ikuzo,,,! "

Keempat rekannya itu mengangguk faham.

Diawali dari Naruto yang melompat kedalam lorong ruang dan waktu tersebut, disusul rekan-rekannya yang lain.

..

..

Latar pun berganti total, saat ini kelima pejuang itu telah sampai disebuah tebing tanpa batas.

Hanya terlihat tempat yang begitu suram sejauh mata memandang, tak ada hijau-hijauan daun, ataupun warna-warni tembok bangunan.

"Tempat mengerikan apa ini? " gumam Konohamaru sembari meneguk ludahnya kasar.

"Inikah alam kematian itu? " ucap Toneri sembari mengawasi setiap sudut tempat tersebut.

"Sepertinya begitu " sambung Gaara mengkonfirmasi pertanyaan rekan-rekannya.

"Kalian waspadalah, meskipun kalian kuat, tapi kalian sedang berada diwilayah Hades, jadi jangan lengah " ucap Kurama memperingatkan, meskipun begitu hal-hal itu bukan menjadi masalah baginya dan Naruto.

Ketiganya mengangguk mengiyakan peringatan barusan, mereka tahu akan hal itu.

Sedangkan pemuda Immortal yang tak lain adalah Naruto itu sendiri. Ia hanya diam dengan pandangan kosongnya, pandangan yang tak ada setitikpun kehidupan didalamnya.

Lalu melangkah pelan kedepan, berjalan di udara kosong tanpa pijakan. Kemudian Rubah hitam aka Kurama ikut menggerakkan kakinya mengikuti pemuda pirang tersebut.

Gaara, Toneri, dan Toneri tampak ragu mengikuti kedua makhluk abadi tersebut. Namun dengan kepastian dan kemantapan hati, Gaara ikut melangkahkan kakinya diudara kosong.

Berhasil,, lalu seterusnya.

Tak berselang lama, kelima pemuda gagah itu sampai pada gerbang kematian dimana dua ekor anjing raksasa yang masing-masing memiliki tiga kepala itu tengah tidur dengan lelap.

Mereka berdua adalah Cerberus.

Ketiga Shinobi itu terkejut saat melihat penampakan Cerberus.

"Jika benar tempat ini adalah Tartarus, bisa dipastikan jika kedua anjing raksasa berkepala tiga ini adalah Cerberus " ucap Gaara mengutarakan pengetahuan yang ia miliki didunia ini.

Perlahan, mata dari setiap kepala cerberus yang tengah terpejam itu terbuka satu persatu ketika merasakan kehadiran tamu tak diundang.

GROAAAAAAAAAAAAARRRRRRR

Dalam sekejab kedua anjing itu mengeluarkan raunganya yang terdengar begitu mengerikan.

Namun,,,,

Deeeeegggggg

"[K-KAUUUU,,, ? ]" Dua ekor Cerberus itu terkejut bukan main ketika melihat sosok pemuda pirang yang serasa tidak asing bagi mereka.

"Apa aku mengganggu tidur kalian? " ucap Naruto sedikit berbasa-basi.

Kedua Cerberus itu tak mampu menjawab, mereka berdua ingat wajah itu, wajah yang pernah memberikan terror mengerikan bagi mereka.

[MAU APA KAU DATANG KETEMPAT INI LAGI BEDEBAHHHHHH? ]" salah satu anjing penjaga itu berucap marah.

"Aku ada urusan dengan tuan kalian, biarkan kami masuk dengan tenang jika tak ingin mendapati hal yang sama seperti dimasa lalu, aku yakin kalian berdua masih ingat yang kulakukan waktu itu. " kata Naruto kemudian, ia tak memiliki urusan dengan dua ekor penjaga gerbang ini.

Kedua tubuh Cerberus itu menegang hebat, mereka masih ingat betul bagaimana tekanan energi mengerikan yang dilepaskan pemuda ini waktu itu, dan tentunya mereka juga tahu bagaimana kelanjutan kisah Tartarus setelah kedatangan makhluk ini.

Hancur lebur.

Sungguh memalukan jika harus mengingat moment itu.

"[TIDAK AKAN,,,, -

Cring

Cring

Cringgg

Mendengar penolakan barusan tanpa basa basi lagi Naruto langsung melepaskan rantai takdirnya.

Grep

Grepp

Dalam sekejab dua wujud Cerberus itu dibelit rantai hitam kelam milik pemuda pirang tersebut.

'[I-INI BUKAN RANTAI TARTARUS?] ' kata kedua Cerberus tersebut dalam hati.

"Kalian tak pernah belajar dari masa lalu " ucap Naruto kepada dua Cerberus yang kini terlihat tak berdaya.

Tap

Tap

Tap

Naruto langsung berjalan menuju gerbang tanpa memperdulikan delikan tajam dari dua Cerberus tersebut.

Ketiga Shinobi itu tak menyangka Naruto akan menundukkan dua monster mengerikan itu dalam sekejab.

Bahkan untuk Toneri ia hanya mengerjapkan matanya seolah tak percaya.

'Dia bisa mengeluarkan rantai sesuai keinginanya tanpa harus berbuat sesuatu, benar-benar kekuatan yang mengerikan ' batinya berucap kagum, yah ia harus mulai membiasakan diri dengan ketidakmungkinan yang akan terus terjadi kedepanya.

Krieeeeeeeeetttttttt

Gerbang kematian itu telah terbuka, menunjukkan pemandangan yang benar-benar mengerikan untuk dilihat.

"Tekan energi kalian serendah mungkin,, karena kita akan memberikan kejutan untuk mereka semua." perintah Kurama kepada ketiga Shinobi dibelakangnya.

"Wakattaaa! "

Sepanjang jalan yang dilalui penuh dengan hawa mencekam, mereka menyaksikan para roh manusia yang tengah disiksa, hancur dan dibangkitkan kembali, dibakar hangus dan diwujudkan kembali.

Begitulah siklus alam kematian.

Dan dengan bodohnya penguasa alam ini ikut campur dengan hal keduniawian.

Gaara, Toneri, dan Konohamaru merasa bergidik ngeri ketika melihat siksaan-siksaan itu, sungguh mereka tak ingin berakhir ditempat ini ketika mati nanti.

Namun ada yang aneh.

Disepanjang jalan yang dilalui mereka tidak menemukan satupun Gream Reaper.

..

..

Hades,, Dewa itu duduk dengan tenang di singgasana kematianya, melihat para roh yang telah dibangkitkannya menjadi manusia.

Ia mendengarkan Pluto yang tengah menceritakan sejarah kelam dunia ini, sebagai pengetahuan kepada orang-orang yang akan dijadikan bala tentaranya ini.

Mereka Khusu' mendengarkan, meskipun begitu, ada satu sosok yang bersikap angkuh, seolah tak peduli dengan yang diucapkan tangan kanan Dewa Hades tersebut.

Duaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrr

Tiba-tiba saja terdengar ledakan keras mengisi pendengaran mereka.

Hades yang dalam wujud Human formnya menaikkan alisnya heran. 'Ledakan apa itu? Penyusup kah ? ' fikirnya kemudian.

Para Shinobi itu berdiri terkejut ketika ledakan keras itu mengisi pendengaran mereka.

'Ada apa ini? ' fikir mereka semua kebingungan.

Tap

Tap

Tap

Tap

Tap

Suasana hening ketika terdengar lima langkah kaki yang mendekat.

Para Gream Reaper peliharaan Hades segera berkumpul disekitar tuanya.

Terlihat lima sosok samar-samar dibalik kepulan asap ledakan tersebut, dan itu menimbulkan sebuah tanda tanya besar.

..

Deg

"Ti-tidak mungkin,, d-dia? " para Shinobi itu melotot horror ketika tahu siapa tamu yang datang.

Bahkan untuk Hades sekalipun, Dewa kematian itu tak menyangka sosok itu datang kembali ke camp nya.

Ia memaklumi ketika dulu pemuda pirang ini bisa berada di Tartarus mengingat ia sendiri yang menyeretnya karena permintaan berkah Ramiel.

Dan sekarang, ia tak bisa menyangkal jika semua ini terasa mustahil bagi siapapun untuk datang ke Camp kegelapanya ini. Tapi bedebah ini, dia bisa keluar masuk sesuka hatinya seolah tempat sakralnya ini hanyalah sebuah tempat liburan.

"K-kau,,,

,,,-pendosa besar? " desis Hades penuh dengan Aura kebencian yang amat sangat besar.

Tak ada sepatah katapun yang terucap dari mereka semua tatkala makhluk Immortal itu kini telah berdiri kembali tak jauh dari mereka.

Bahkan ingatan masa lampau yang telah lama berlalu seolah baru saja terjadi kemarin hari hanya karena melihat kedatangan makhluk biadab yang teramat sangat mereka benci ini.

Sosok itu,,, dia benar-benar Naruto, orang yang sama, orang yang telah membantai mereka semua satu-persatu waktu itu.

Sosok yang bertanggung jawab atas penderitaan mereka hingga ke Neraka sekalipun.

Ditambah dengan kehadiran dua sosok lainya yang cukup familiar, namun masih tersisa dua lagi yang terlihat asing.

Sungguh,, sungguh ini terlalu cepat.

Pandangan penuh kehampaan itu, wajah yang tak sedikitpun tampak exspresinya, tidak salah lagi.

Dia benar-benar Uzumaki Naruto yang mereka benci.

"KUBUNUH KAU NARUTOOOOOOOOOO! " tanpa basa-basi, pria Uchiha itu langsung melesat kearah Naruto dengan kebencian yang berbaur rasa dendam berkobar.

Baru saja dia datang, dan berdiri diam dalam kurun waktu kurang dari satu menit,,

Ia sudah disambut teriakan perang dari sosok yang amat sangat dikenalinya.

Uchiha itu langsung menyapanya dengan sangat baik.

Sebuah pukulan dari tangan kiri berusaha meninju wajah dingin nan kosongnya.

"Seperti yang diharapkan dari seorang Uchiha,,, bukan begitu?,,, Sasuke! "

Mantan rivalnya itu melebarkan matanya ketika membaca gerak bibir pemuda yang begitu dibencinya itu.

Wuuuushhhhhhh

Tinjunya terlepas begitu saja ketika ia hanya mengenai udara kosong ketika dalam sekejab Naruto telah bergeser kekanan beberapa senti dari tempatnya berdiri.

Dengan mata terpejam, dan gerak lambat, Naruto mengangkat lengan kirinya.

Tukkkkk

Brakkkkkkkkk

Dalam sekejab saja the Last Uchiha itu terpelanting saat sebuah ketukan menghantam kepalanya.

Tak bisa dipercaya, apa yang mereka lihat ini merupakan sesuatu yang benar-benar mustahil.

Dia semakin bertambah kuat setiap detiknya, begitulah kira-kira pemikiran mereka tatkala melihat betapa mudahnya bedebah itu menjatuhkan seorang Uchiha Hokage yang menurut mereka sudah sangat kuat.

Plok

Plok

Plokkk

Seseorang bertepuk tangan ketika melihat aksi pemuda pirang tersebut.

"Hooooo, tak kusangka kau memiliki kekuatan yang menarik, bocah Uzumaki ! " ucap seseorang yang sedari tadi memperhatikan.

Para tamu yang berjumlah lima orang itu mengalihkan pandangannya dimana sosok yang berucap barusan berada.

Deggggg

'Mustahil,,, d-dia? ' ucap Gaara terbata dalam hati, ia tidak menyangka akan melihat orang itu lagi.

'Cih! Aku tak menyangka Hades akan membangkitkan orang itu juga ' Kurama mendecih dalam hati, bagaimanapun ia memiliki masa lalu yang buruk dengan sosok tersebut.

'Siapa orang itu, aku merasakan kekuatan besar dari kedua matanya? ' batin Toneri mengamati.

'Orang ini, apakah mungkin,, ' fikir Konohamaru kemudian, mengamati ciri fisik dan penampilanya, tidak salah lagi, dia adalah Legenda yang dulu kerap ia dengar.

Sedangkan Naruto hanya menatap kosong sosok tersebut, sejujurnya ia pribadi tak menyangka Hades mampu membawa roh dari orang yang dulu sangat mengerikan baginya ini.

Tapi itu semua sudah masuk dalam perkiraan terburuknya.

"Hisashiburi,,,-

,,-Madara! " ucapnya tenang, tidak menunjukkan ekspresi apapun ketika mata biru bekunya menatap sepasang onix kelam yang dulu pernah menebar Teror dikehidupan sebelumnya.

"Aku suka tatapan mata itu,, seperti mata yang pernah kumiliki dulu. " balas Madara sembari bersidekap dada angkuh. Gaya khasnya sebagai Shinobi sejati.

"Sepertinya aku harus berterimakasih kepada Hades karena telah menghidupkan orang sepertimu, itu lebih baik dari pada sampah-sampah itu. " ujar Naruto dengan sorot wajah yang tampak tersirat sebuah kesenangan didalamnya.

Hades hanya menaikkan alisnya bingung. 'Aku tak menyangka bedebah ini malah terlihat bahagia dengan semua yang sudah kulakukan? ' fikir Hades dalam hati, pada mulanya ia berniat mengejutkan sosok tersebut dengan menghadirkan kembali orang-orang dari masa lalunya ini, akan tetapi setelah melihat respon pemuda pirang barusan, sepertinya perkiraanya salah total.

Terkecuali Madara, shinobi lain yang dibangkitkan merasa begitu sangat diremehkan oleh bocah pirang yang dulunya begitu mereka kenali.

"Aku akan meledakkan kepalamu nanti, pirang berengsek! " teriak salah seorang Shinobi berambut pirang dengan gaya kuncir ekor kuda. Sejujurnya ia tak menyangka akan melihat kembali sosok pemuda berambut merah yang dulu ia culik untuk diambil Bijuunya itu.

Sedangkan Madara sendiri, ia tampak menyeringai senang dengan ketenangan pemuda pirang dihadapanya ini, seumur hidupnya, baru kali ini ia melihat wajah yang begitu tenang ketika berada dihadapanya, dengan sorot mata yang menunjukkan kekuatan besar.

Satu alasan mengapa seorang Madara harus dibangkitkan Hades, kekuatan bertempurnya begitu mengerikan, ketika melihat riwayat kehidupanya, Shinobi dengan pembawaan jahat ini belum terkalahkan, hanya sekali ketika melawan rivalnya dilembah akhir, itupun dengan alasan untuk mencuri sel dari Hashirama.

Meskipun tak ada jaminan sosok ini akan tunduk dibawah kendalinya, namun ia telah memberikan Segel kepada Madara. Segel yang berfungsi untuk mengekang ketika Madara berkhianat.

"Aku cukup terkejut ketika mendengar semuanya tentangmu hingga harus berakhir seperti ini. " lanjut Madara berbasa-basi.

Naruto tersenyum aneh, entah mengapa ia merasa sangat senang ketika melihat leluhur Klan Uchiha yang sangat melegenda ini.

Apapun itu,, hanya ada sebuah pertempuran besar difikiranya.

"Aku harap kekuatanmu masih setangguh waktu itu,,, Madara! "

Madara menaikkan alisnya heran, bocah pirang ini sedang meremehkannya kah?

"Aku yang seharusnya bicara begi,, -

Sretttttt

Greppppppp

Dalam sekejab saja lehernya dicekik dengan kencang.

Langkah cepat itu telah memberikan pemuda itu satu poin dalam pertemuan ini.

Madara tak bisa menyembunyikan exspresi terkejutnya saat itu pula, namun tak lama kemudian exspresi terkejut itu berganti sebuah seringai bersamaan dengan sepasang mata Eternal Mangekyou Sharingan yang menatap bengis sepasang mata biru shaffier beku dihadapannya.

Dan keadaan pun kembali seperti semula.

"Sepertinya kau sudah mendapatkan kekuatan besar heh? " ucap Madara dengan seringai yang tercetak jelas diwajahnya.

Yang baru saja terjadi hanyalah sebuah Ilusi Genjutsu yang lebih dulu telah dilepaskan Madara.

Ini kali pertama dirinya menggunakan sebuah Genjutsu dalam sebuah pertarungan.

Pemuda pirang ini bukan lagi bocah berisik waktu itu. Ia jelas melihat kekuatan besar didalam diri pemuda pirang itu hanya dengan melihat sorot matanya saja.

Namun,,, itu hanya sekilas penilaianya, ada beberapa poin yang tak diketahui Madara tentang pemuda dihadapannya ini.

Tapppp

"Kau terlalu banyak bicara, Madara! " ucap Sasuke yang saat ini tengah berdiri beberapa meter dari Seniornya itu.

Exspresinya datar penuh kebencian yang amat sangat besar, tak menyangka sebegini cepatnya dipertemukan kembali dalam ikatan takdir yang rumit.

"Aku tak peduli dengan dendammu itu bocah, aku hanya ingin bertarung dengan bocah pirang yang kau katakan telah membinasakan dunia Shinobi ini, jadi jangan ikut campur atau aku akan membunuhmu juga." tukas Madara kemudian, yah ia tak mau tahu apapun itu, hasrat dan keinginannya hanya satu, yakni untuk bertarung dengan bocah pirang tersebut.

Para pengganggu minggir dulu.

Hades muncul disamping Madara, meninggalkan tahtanya untuk turun tangan, entah apa yang akan Dewa kegelapan itu lakukan.

"Kau terlalu sombong untuk sekelas makhluk rendahan. " ucap Hades mengomentari sikap pemuda pirang tersebut.

Alis pemuda pirang itu saling merajut, omong kosong apalagi sekarang.

"Jangan bermain kata denganku, jika kau merasa mampu, datang dan hadapi aku saat ini juga, terutama kau,,, " ucap Naruto sembari menunjuk Sasuke yang berdiri disamping Madara.

Sungguh the Last Uchiha itu merasa kebanggaannya telah sangat direndahkan, wajah tanpa dosa itu bersikap seolah tak terjadi apa-apa, seolah-olah semua yang telah dia lakukan dimasa lalu bukanlah apa-apa.

"Naruto, dengan kekuatanku sendiri, aku akan menghentikanmu, aku akan membuatmu merasakan penyesalan terbesar dalam hidupmu. " desis Sasuke penuh penekanan, ia tak bisa memungkiri dendam dihatinya telah bergejolak mengerikan, seolah tersedot dalam kutukan Klan nya yang menyedihkan.

Tap

Disamping pemuda Uchiha itu berdiri seorang gadis berambut merah muda, sosok yang sangat familiar bagi pemuda pirang diseberang sana.

"Kau harus membayar atas semua perbuatanmu,, Naruto! " wajah perempuan itu tertutup bayangan hitam poninya, exspresi kesedihan dan amarah jelas kentara diraut wajah cantiknya.

"Dan kali ini, kami akan benar-benar memusnahkanmu bagaimanapun caranya " kali ini sosok berkuncir menyerupai nanas ikut bergabung dalam dialog yang merepotkan.

Meskipun begitu, masih ada cukup banyak Shinobi yang menunggu dibelakang Sasuke dan yang lainya.

Entah siapa saja mereka.

Mungkin akan terjawab dilain kesempatan.

,,

Ucapan bernada ancaman itu kembali Naruto dengar dari orang-orang ini, ia bahkan merasa seolah De Javu.

"Yare-yare! Kalian berisik sekali, " sahut Toneri ketika mendengar ucapan-ucapan dari mulut para Shinobi itu.

"Hey Naruto,, apa boleh aku ambil bagian, aku merasakan darahku berdesir hebat ketika melihat orang itu. " tunjuk Toneri kepada Sasuke, ia akhirnya faham jika pemuda itulah yang menjadi rengkarnasi Jiwa dari Indra, putra sulung Hagoromo.

"Kau yakin? " balas Naruto singkat.

"Serahkan saja padaku, sudah sejak lama aku mengharapkan pertemuan ini, jadi aku takkan menyia-nyiakanya. "

"Baiklah! Aku serahkan dia padamu. "

"Dan sepertinya aku masih memiliki kesempatan untuk menghajar perempuan kasar itu. " imbuh Konohamaru kemudian, yah yang ia maksud adalah Sakura, perempuan kasar yang dari dulu selalu sewenang-wenang.

Sedangkan Gaara menatap satu sosok yang tersisa, dia adalah kakak iparnya, Nara Shikamaru.

Sepertinya ini menyenangkan, begitulah pemikiran ketiga Shinobi itu.

Sedangkan Kurama, ia menatap Hades dengan seringainya, jiwa bertarungnya seolah kian meronta-ronta.

Dan untuk Naruto, hanya satu orang yang membuatnya tertarik, dia adalah Madara. Meskipun keyakinannya untuk menang adalah 100% mutlak, tapi ia yakin hal itu tak akan didapatnya dengan mudah.

Karena ia tahu, Madara tidak hanya petarung yang kuat, namun juga cerdas dan cekatan, dilengkapi insting bertarung seperti predator buas.

Itu adalah fakta yang ia ketahui, namun,,, seberapapun kuatnya Legenda Uchiha ini.

Era dan masa sudah jauh berubah, bukan lagi masa dimana Zaman Ninja berada.

Tak akan ada lagi darahnya yang menetes, tak akan ada lagi rasa sakit yang ia rasakan, tak akan ada lagi cerita dimana nafasnya akan tersengal karena lelah.

Sebesar dan seberat apapun rintangan yang menghadang, akan terus ia terjang hingga habis tak tersisa, itu merupakan keyakinanya untuk bisa mendapatkan sebuah pembebasan.

,,

Dalam sekejab latar telah berganti, kini semuanya telah berada di lembah Tartarus yang begitu mengerikan.

Trauma dimasa lalu membuat Hades mau tak mau harus memindahkan orang-orang ini jauh dari istana kebanggaannya.

Karena ia tahu,, akan terjadi sebuah pertempuran besar.

..

Disatu sisi mereka bertarung atas nama balas dendam.

Disatu sisi lainya mereka bertarung untuk mencari kesenangan.

"Aku tidak peduli siapa kau, tapi aku tak memiliki urusan denganmu. " ucap Sasuke datar! Ia tak tahu siapa pemuda berambut biru keperakan ini.

Toneri hanya tersenyum tipis, kedua lengannya ia masukkan kedalam saku celananya.

"Tapi aku memiliki urusan yang belum terselesaikan dengan jiwa yang kau miliki,, Indra? " jawab Toneri tenang, ia harus memperjelas posisinya saat ini.

Bahwa ia juga merupakan warisan dari Era Shinobi, dari Klan ternama yang menjadi cikal bakal terciptanya Shinobi itu sendiri.

Sasuke tampak terkejut mendengarnya, siapa orang ini, bagaimana bisa ia mengetahui reingkarnasi jiwa yang dimilikinya.

"Kau tak perlu terkejut, karena bisa dikatakan Ashura dan Indra adalah sepupu jauhku " lanjut Toneri kemudian.

Dan kini Sasuke terlihat melebarkan matanya terkejut.

"Kau,,, siapa kau sebenarnya brengsek? " tanya Sasuke dengan exspresi geram.

,,

"Aku,,, Toneri,, Otsutsuki Toneri! " balas Toneri memperkenalkan diri.

Dan disaat itu pula semua nampak terkejut mendengar perkenalan pemuda berambut biru keperakan itu. Bahkan untuk madara sekalipun, ia terlihat mengalihkan pandangannya kearah Toneri.

'Aku tak menyangka masih ada seorang Otsutsuki yang masih hidup ! ' batinya keheranan.

Rupanya ia benar-benar telah jauh ketinggalan berita setelah kematiannya di Perang Dunia Shinobi ke-4.

..

"Konohamaru, aku tak tahu mengapa kau harus terlibat, tapi kau akan menyesali kata-katamu barusan " ucap Sakura membalas tantangan Konohamaru barusan.

"Menyesal? Tidak-tidak,, jutru aku yang akan membuatmu menyesali pilihanmu untuk hidup lagi. " balas Konohamaru tenang, jika perempuan ini masih menganggapnya bocah ingusan seperti dulu, maka perempuan kasar ini telah membuat satu kesalahan fatal.

Ia sudah menjadi pemuda tangguh saat ini.

"Gaara! Mengapa kau harus memilih jalan ini? Kau mengkhianati saudara dan Desamu sendiri hanya untuk mengikuti pengkhianat itu? " ucap Shikamaru sembari menunjuk Naruto.

Gaara menaikkan alisnya heran, sepertinya kejeniusan Klan Nara sudah memudar dari otak kepala nanas ini.

"Karena pilihanku waktu itu, aku telah menemukan kebanggaan yang akan terus kuikuti, karena dia adalah sahabat terbaik yang pernah ada. " ucap Gaara dengan wajah datar, sepertinya ia benar-benar harus menyadarkan orang-orang ini dari kesalahan mereka yang berulang-ulang.

..

..

Disaat seperti ini, tak ada pilihan lagi bagi Sasuke selain mempersilahkan Madara untuk mengambil bagianya, karena ia sadar dirinya bukanlah apa-apa jika dibandingkan Madara.

Angin berbau darah seolah tercium, jeritan rasa takut dari penghuni Tartarus menjadi alunan lagu pengantar pertempuran kali ini.

Jarak antara Madara dan Naruto hanya terpaut 10 meter, tatapan rendah dan remeh ditunjukkan pemilik Onix kelam yang tak lain adalah Madara.

Disisi lain, Naruto yang telah merasakan segala bentuk rasa kesakitan duniawi hanya memasang ekspresi kosong, seperti biasanya, mata yang memancarkan sebuah kehampaan dan kegelapan.

"Kehadiranmu akan memberikan warna baru untuk dunia ini. " pemuda pirang itu berucap lirih! Pada kesempatan kali ini ia akan menguji seluruh batas kemampuan legenda Hantu Uchiha dihadapanya ini.

"Aku rasa kau benar, pada akhirnya kita berdua telah dikhianati kepercayaan. Dan dipertemukan kembali dalam kesempatan yang sempurna. " mereka berdua hampir memiliki kisah yang serupa, dikhianati rekan-rekannya sendiri.

"Tunjukkan kekuatan terbaikmu, bocah Uzumaki! "

Surai panjang keduanya bergoyang menerima hembusan angin kelam Tartarus.

Dan,,,,,

Brassssssssttttt

Pertempuran itu dimulai ketika dua makhluk superrior itu saling menerjang.

Tak ada apapun yang terlihat ketika keduanya saling menyerang.

Hanya tampak kilatan energi yang saling berbenturan, menghempaskan bebatuan dan debu Tartarus yang begitu kering.

Dua makhluk superrior telah bertemu dalam dunia dan era yang berbeda.

Hanya untuk memuaskan hasrat bertarung mereka yang terlampau jauh untuk digapai siapapun.

Seorang Uchiha yang tak takut dengan kematian, dan Uzumaki yang menginginkan kematian dari sebuah rantai takdir.

Wajah arogan penuh kepuasan dari Uchiha Madara terlihat begitu kentara, inilah yang ia cari.

"Hahahahaaaa,,, ommoishirooo! " tawa gilanya terdengar menggelegar bersamaan dengan serangan yang terus ia hujamkan bertubi-tubi.

Deggggg

Insting Madara merespon dengan cepat ketika pemuda pirang itu lenyap dalam sekejap dari pandangannya.

Sepasang Sharingan merah darah miliknya bergerak liar kesegala sudut tempat.

'Hooooo, kau mencoba bersembunyi dariku? ' katanya dalam hati!

Sreeeeeeetttt

"Tidak! "

Deggggg

'Shimatttaaaa! '

Naruto kini muncul tepat dihadapan Madara dalam posisi merunduk, dilengan kananya terlihat membawa sebuah pijar biru terang berbentuk bulat.

Itu jutsu yang cukup familiar bagi Madara.

Rasengan

Duaaaaaaaaarrrrr

Madara terpental ketika Jutsu legendaris itu mengenai dadanya dengan telak.

Meskipun begitu, Jutsu itu tak memiliki efek berarti bagi Madara yang dibangkitkan dalam keadaan sempurna dengan fisik yang segar bugar, ditambah energi milik Hades yang ditanamkan dalam wadahnya.

Itu membuatnya dalam keadaan terbaik.

Tappp

Madara mendarat dengan baik meskipun terpelanting akibat hantaman Jutsu barusan.

Hanya terlihat pakaian disebelah dada kanan yang tampak terkoyak dengan kulit yang agaknya sedikit hangus.

Namun tak berselang lama luka tipis itu sembuh dengan sendirinya.

Ia harus berterimakasih kepada Hashirama dalam hal ini.

'Kecepatannya mengagumkan, ketenangan dengan fisik seperti Monster, dia benar-benar berbeda dengan Naruto yang waktu itu. ' fikir Madara mengobservasi.

"Baiklah! Aku harap kau bisa membendung Jutsu ini " ucap Madara sembari merangkai beberapa Handseal cepat.

Katon : Gouka,,,,,

,,,Mekkiaku

Wuuuuuuuuuushhhhhhhhh

Mantan pahlawan perang Shinobi ke-empat itu telah dihadapkan dengan sebuah Jutsu yang cukup sering ia gunakan.

Sebuah kemarahan dari Api Neraka.

Meskipun begitu, wajahnya tak berubah sedikitpun ketika lautan api itu merangsek cepat berusaha menerjangnya.

Saat jutsu Katon Rank-S keatas itu semakin mendekatinya , tiba-tiba saja sebuah Distorsi ruang dan waktu muncul dihadapan pemuda pirang tersebut.

Sebuah ruang berupa kehampaan dan kekosongan yang menggambarkan jiwanya yang dikutuk dunia.

Wuuuuuuushhhhhhhhhh

Kobaran api seperti badai itu sedikit demi sedikit mulai terhisap kedalam Dimensi kegelapan tersebut.

Tenggelam,,,

Dan hilang tanpa jejak.

Madara terlihat cukup terkejut. 'Itu,,, -

Tak henti sampai disitu, ia harus dipaksa terkejut lagi dan lagi ketika dibelakangnya mulai terasa hawa panas.

'Mungkinkah? ' Madara menoleh kebelakang dimana perlahan distorsi ruang dan waktu sama seperti yang ia lihat barusan muncul.

Dan

Wusssssssshhhhhhhhhhh

"Siallll! "

Madara lekas melarikan diri dari serangan yang sebenarnya merupakan hasil mahakaryanya itu.

Blaaaaaaaaaarrrrrrrrrr

Gelombang api itu menerjang tempat dimana Madara berada sebelumnya.

Tanah kegelapan Tartarus itu terbakar dengan ganas dan porak-poranda.

Benar-benar Jutsu yang mengerikan.

Siapapun akan habis jika tenggelam didalamnya, meskipun itu sipengguna ataupun sipenciptanya sendiri.

Madara yang telah berpindah tempat mengamati dengan teliti.

'Dia menggunakan prinsip ruang dan waktu untuk menyegel lalu membalikkan seranganku barusan dengan mudah, itu hampir mirip dengan prinsip Kamui milik Obito, tapi bagaimana cara dia melakukanya, dia hanya diam tanpa harus melakukan sesuatu yang berarti. ' fikir Madara.

Dari sini Madara mulai mendalami sosok berambut pirang tersebut, ia teringat cerita para Shinobi itu, menjelaskan apa saja yang bisa pemuda itu lakukan.

Bahkan sejauh ini ia belum berhasil mendapatkan satu point selama petarungan.

'Bocah itu, dia petarung yang sempurna, bahkan aku tak melihat sedikitpun celah, ' lanjutnya mengamati. Ini seperti bukan dirinya saja yang bertarung sambil berfikir, jika cerita para Shinobi itu benar, maka ini takkan berakhir dengan cepat.

Drap

Drapp

Madara berlari cepat menyongsong pemuda itu berada. Ia merasa diremehkan saat melihat pemuda Uzumaki itu malah memejamkan matanya.

Wuuuuusssshhhh

Langkah cepatnya membuat jarak antara keduanya semakin mendekat.

Sreeeeet.

Madara mencabut Sycte kebanggaannya itu dari punggung, dan mengayunkanya dengan kuat tepat kearah leher bocah pirang yang pernah dilawanya itu ketika ia mendeklarasikan Genjutsu Mugen Tsukoyomi.

"Aku akan mencincangmu bocah, " teriak Madara dengan penuh semangat membara.

Dan tepat ketika mata sabit ala Shinigami itu hendak menebas lehernya, Naruto membuka kedua kelopak matanya.

"Pertarungan bahkan belum dimulai,,, Madara! " kata Naruto dengan lirih! Disusul sebuah seringai mengerikan yang mungkin baru pertama kali dilihat oleh Uchiha yang Legendaris tersebut.

Benar! Madara melebarkan sepasang matanya ketika membaca gerak bibir pemuda itu. Terlebih ketika seringai itu seolah menunjukkan betapa superrior dirinya.

Dan...

Greepppppp

'Mustahilllll! '

Pergerakan keduanya ibaratkan terlihat sedang melambat, Naruto sedikit bergeser dari arah serangan Sycte kematian barusan.

Namun bukan itu saja, lengan kananya telah mencengkram wajah arogan tetua Klan Uchiha tersebut.

Brakkkkkkkk

Dan keadaan seolah kembali dipercepat dimana wajah yang dicengkram itu dihantamkan kepermukaan tanah kelam Tartarus.

Namun,,,,

Blaaaaaaaaaarrrrrrr

Sebuah lengan chakra berwarna biru tua berontak keluar dari penjara jiwa Madara.

Dan itu berhasil menghempaskan Naruto keudara. Tak henti sampai disitu saja, lengan Chakra itu terus mengejar Naruto, berusaha untuk menggapai tubuhnya yang terlempar.

Naruto melirik sekilas kebawah. 'Susanno'o kah? ' ucapnya dalam hati.

Kemudian dari lengan kananya yang tergantung tercipta sebuah pendar energi berwarna biru muda yang berputar cepat membentuk sebuah pusaran.

Futon :

,,,Rasenshuriken

Tepat ketika lengan Chakra biru kelam itu hampir berhasil meremas tubuhnya, Naruto telah lebih dulu meloloskan diri setelah berhasil menanamkan putaran Chakranya barusan kedalam genggaman tangan Susanno'o.

Grepppp.

Blaaaaarrrrrrrr

Chakra Angin yang berputar ganas itu merusak rangkaian tangan Susanno'o dari dalam, menerobos dan meledakkanya menjadi serpihan Chakra yang terbuang percuma.

Namun Madara berhasil mengantisipasi sesuatu yang menyelinap dari dalam tersebut. Hingga ia berhasil lolos dengan cepat sebelum Futon Rasenshuriken itu mengenai tempatnya berada.

Tapppp.

Madara mendarat cukup jauh dari tempatnya berada barusan.

Ia pernah melihat serangan itu sebelumnya, namun kali ini ia merasakan Jutsu barusan jauh lebih kuat dari yang pernah dihadapinya dimasa lalu.

Kepalanya mendongak keatas, melihat dengan datar sosok Naruto yang melayang tenang diudara.

'Dia melayang begitu saja, apa mungkin dia menguasai Jutsu bocah Oonoki dari Iwagakure? ' tanyanya dalam hati, sejauh ini ia terus dikejutkan oleh pemuda itu.

Mungkin ia harus mencoba beberapa hal terlebih dulu.

Rangkaian segel Jutsu ia lakukan dengan sangat cepat.

Mokuton :

, Juukai Koutan...

Blaaaaarrrrrrrrr

Permukaan lembah Tartarus itu hancur, mengeluarkan sulur-sulur kayu raksasa dari sudut terdalam tanah kering tanpa kehidupan.

Terus tumbuh dan merangsek cepat keatas, berusaha menggapai lawan yang mengapung diudara dengan ketenangannya.

Naruto yang menyaksikan seorang Madara mulai menunjukkan Jutsu-jutsu Rank-S nya itu hanya bersikap dingin, perjalanan dan pengalaman hidupnya sudah melampaui Legenda Uchiha itu sendiri.

Grepppp

Grepppp

Dalam sekejab sulur-sulur raksasa itu menangkap dan membelenggunya dengan ganas, seolah sulur-sulur itu merupakan predator buas yang haus darah.

Jika ingin, Naruto bisa menghindari serangan itu tanpa susah payah, namun,, ia ingin menunjukkan hal-hal yang bisa ia lakukan.

Menunjukkan kepada orang tua arogan itu kuasanya sebagai makhluk yang telah dikutuk Tuhan dan Dunia.

Madara menyeringai melihatnya, meskipun agaknya ia terheran mengapa bocah Uzumaki itu masih tetap terlihat tenang.

Mengenyahkan keraguanya saat itu pula, dengan cepat Madara kembali merangkai Handseal.

Katon : Gouka Meishitu.

Wussssssshhhhhh

Hempasan kobaran api yang hampir serupa seperti sebelumnya itu langsung menerjang Jutsu ciptaanya barusan.

Tentunya bersama sang Uzumaki yang dicekik dan terbelenggu didalamnya.

'Aku ingin melihat apa kau benar-benar bisa bertahan dari hal itu,, Uzumaki Naruto! ' ucapnya penuh ketenangan dalam hati.

Ketika sebuah kayu bertemu dengan api, hukum alam akan memperlihatkan siapa yang lebih dominan.

Wussssshhhhhhhhh

Terbakar, nuansa temaram yang begitu suram dilembah Tartarus telah berganti dengan semaraknya Katon dengan intensitas gila.

Kayu-kayu yang bermunculan barusan terbakar hebat, perlahan namun pasti. Kayu-kayu mulai menjadi bara yang mengerikan.

"Hahahahahaaaaa! Jangan bilang hanya itu saja kemampuanmu bocah Uzumaki, jangan membuatku tertawa! " sebuah gelak tawa penuh dengan kesombongan itu terdengar menggelegar disegala sudut Area Tartarus.

Para penghuni Tartarus dan para tamu yang tak diundang itu mengalihkan pandanganya kearah dimana suara itu berasal, mereka melihat Madara tertawa gila ketika menyaksikan kobaran api yang begitu ganas.

"Kuharap Naruto benar-benar mati kali ini " ucap perempuan berambut merah muda itu penuh harap, karena sejujurnya ia menaruh harapan itu ketika melihat sosok Madara yang jiwanya ikut diseret keluar dari Neraka Shinigami. Setidaknya itu bisa membuatnya lebih baik.

Konohamaru menaikkan alisnya ketika mendengar ucapan barusan.

"Kau benar-benar berfikir Madara bisa membunuh Naruto Nii-san? " tanya Konohamaru ringan sembari menenteng sebuah tongkat dipundaknya.

"Tentu saja, karena aku tahu Madara adalah orang-orang yang benar-benar kuat, " jawab Sakura dengan mantap dan percaya diri, sorot mata sedihnya menunjukkan kilat kepuasan ketika melihat Madara berhasil memojokkan Naruto.

Itu adalah apa yang dilihatnya.

Sebuah fatamorgana yang takkan pernah menjadi nyata.

Sarutobi muda itu tersenyum, ia merasa tergelitik dengan ucapan penuh rasa percaya diri itu.

"Sepertinya kau akan kecewa dengan harapanmu itu,, nona Sakura ! Jika kau mengira Naruto Nii-san akan kalah hanya dengan hal itu, maka kau salah besar. " jawab Konohamaru dengan santai! Kemudian ia memutar tongkatnya dengan cepat, hingga terlihat seperti putaran sebuah baling-baling.

"Sekarang kau harus fokus dengan musuh dihadapanmu ini, sudah seharusnya aku memberikan pelajaran untuk perempuan jalang sepertimu " lanjut Konohamaru dengan seringainya, darahnya benar-benar telah mendidih ketika harus melihat bedebah-bedebah ini lagi.

Sakura tak bisa menyembunyikan exspresi terkejutnya, bocah kecil ingusan waktu itu, kini terlihat menjelma sebagai predator yang begitu liar.

"Jangan salahkan aku jika kau terbunuh,, Konohamaru. " ucap Sakura datar!

Keduanya kembali melanjutkan pertarunganya yang tertunda.

,,

Madara menikmati pemandangan dimana Jutsu Katonya membumi hanguskan Mokuton yang ia gunakan untuk menangkap Naruto.

Namun,,,,,

Tiba-tiba saja kobaran Api itu mulai tampak menggelap hitam.

"Apa itu? " gumamnya pelan.

Wushhhhhhhhhhhhh

Jutsu Katon yang begitu ganas itu perlahan terlahap oleh sesuatu, sesuatu yang begitu kelam.

Dan penghujungnya Katon itu musnah, menyisakan kumpulan Aura hitam kelam berwujud roh-roh para pendosa yang bergejolak diudara.

Dari kobaran berupa kumpulan Roh jahat itu terlihat samar sebuah siluet yang berjalan pelan, sesuatu yang terlihat begitu kokoh dan kekar, dengan surai yang bergejolak tak beraturan.

'Dia masih hidup? ' fikir Madara dalam diamnya.

Dan kemudian,,,,,

Degggggg

"Tak kusangka ucapan orang-orang lemah itu benar adanya! " ucapnya dengan exspresi begitu terkejut, sungguh ia melihat sesuatu yang tak masuk akal.

Siluet itu, dia Naruto yang telah kehilangan kaos dan jaketnya akibat terbakar Katon Madara.

Berjalan pelan dengan fisik yang hanya terlapisi sebuah celana,,

Menunjukkan keperkasaan tubuh bagian atasnya yang telah dikutuk Tuhan,,,

Berbagai macam Simbol Tatto dan segel menghiasi tubuh kekar pemuda pirang itu, hampir seluruh tubuhnya menghitam karena corak-corak aneh tersebut, menunjukkan sebuah lubang abadi yang tak akan pernah tertutup selamanya.

Jujur, Madara seperti melihat kematian ketika melihat sebuah lubang menganga itu, Madara tahu, itu adalah sebuah level yang mustahil untuk digapai.

Bahkan untuk dirinya sendiri.

Namun,,, darahnya seolah berdesir hebat saat itu pula, akhirnya ia benar-benar mendapatkan lawan tangguh, lawan yang tak pernah ada sebelumnya.

Dan ini menciptakan sebuah kesenangan tiada tara baginya.

"Hahahhaaaaa,, Ommoishirooo! Aku tak menyangka kau akan mendapatkan level semengerikan ini bocah Uzumaki! " tawanya kembali menggelegar kencang.

Mata biru bekunya tampak sangat kosong, menatap sayu lawanya yang sedang tertawa gila disebrang sana.

Tap

Tap

Tak ada sepatah katapun yang terucap, hanya terus berjalan tanpa peduli, bersamaan pecahan energi hitam kelam yang berterbangan kesana kemari seolah mengitari kemanapun dirinya pergi.

Energi hitam pekat yang terpecah-pecah itu merupakan sesuatu yang membuatnya hidup, sesuatu yang membuatnya akan tetap bangkit meski harus dibunuh berjuta-juta kalipun.

Energi yang diterimanya sebagai makhluk pilihan dari kegelapan alam semesta.

Tap

Langkahnya terhenti beberapa meter dari Madara, menunjukkan dengan jelas bentuk dan rupa tubuhnya yang sekarang.

Sedangkan Madara sendiri kini terdiam, tawanya terhenti ketika pemuda itu mendekatinya.

"Jadi, itukah yang membuatmu menjadi seperti ini, Uzumaki Naruto? " tanya Madara tenang sembari menyidekapkan kedua tanganya didada.

Yang ia maksud adalah lubang menganga didada kiri pemuda tersebut.

"Yah! Inilah kemalangan yang kuterima setelah semua yang kulakukan waktu itu. Seperti saat kau ditusuk Kuro Zetsu dari belakang! " jawab Naruto kemudian.

Exspresi Madara berubah dingin ketika Naruto menyebutkan nama Zetsu barusan.

Tentu saja Madara masih mengingatnya dengan jelas, itu adalah hal paling menyakitkan sepanjang hidupnya.

"Tapi kurasa kau lebih beruntung, takdir membuat lubang dihatimu terisi kembali,,, dan kau lihat ini? " ucap Naruto pelan sembari menunjuk dada kirinya.

"Lubang ini tak akan pernah terisi sampai kapanpun " lanjut Naruto kemudian.

"Apa maksudmu berbicara seperti itu bocah Uzumaki, hentikan omong kosongmu dan bertarunglah dengan semua yang kau miliki, aku tak berniat buang-buang waktu dengan ucapan bodohmu itu. " jawab Madara tegas.

"Khekhekhee! Begitukah? Dunia sudah berubah Madara, kau hanyalah kenangan masa lalu yang seharusnya menikmati hukuman di Neraka dengan tenang, kau tak seharusnya mencampuri urusan kehidupan yang sudah terlepas dari genggamanmu " Naruto terkekeh santai.

"Jika kau ingin kembali ketempat Shinigami dengan cepat, aku bisa mengantarmu saat ini juga, tapi bukankah itu akan membuat kehidupan singkatmu ini menjadi sia-sia? "

"Kau terlalu sombong bo,, -

Tapppp

Degggggg

'Tidak mungkin! ' kembali Madara mendapatkan sebuah kejutan yang tak terduga.

"Apa yang akan kau lakukan jika barusan aku langsung membunuhmu,, ne Madara? " langkah super cepat itu membuat Madara berjengit sembari melebarkan matanya, sungguh ia tak menduga dalam sekejab pemuda pirang itu telah memunggunginya dibelakang.

"BRENGSEK KAU BOCAHHHHHHHH " teriak Madara murka karena merasa dipermainkan.

Dengan cepat ia mengayunkan Gunbai yang diambilnya dari punggung, berusaha menghancurkan pemuda sombong yang berkata seolah bisa membunuhnya kapan saja.

Wuuussshhhhhhh

Ayunan Gunbai itu berlalu begitu saja tanpa mengenai sasaran yang entah sudah berpindah kemana.

Dan kemudian Madara melihat Naruto sudah berada cukup jauh darinya sembari menyidekapkan tanganya angkuh.

Amarah perlahan menyeruak dari jiwa kelam Legenda Uchiha tersebut.

Dalam sekejab Madara telah menciptakan 10 Kagebunshin.

Dan kemudian dirinya beserta kesepuluh Replikanya telah memasuki Mode kebencianya yang terwujud dalam Mata Eternal Mangekyou Sharingan.

Wuuuuuuushhhhhhhhhhhh

Blaaaaaaaaaaaarrrrrrrrr

Tartarus berguncang ketika kekuatan besar meledak dari ruang jiwa seseorang yang tak lain adalah Madara.

Kini terlihat sebelas wujud Susanno'o dalam bentuk Iblis tanpa Armor, dengan kata lain itu masih dalam tahap awal.

Naruto yang telah berpindah tempat cukup jauh memandang hal itu dengan sebuah seringai, yah! Ia berhasil memprovokasi Madara untuk mulai menujukkan taring sejatinya.

Karena sejujurnya ia pribadi merasa pertarungan-pertarungan fisik seperti barusan kurang menyenangkan. Itu efek banyaknya pertarungan yang telah dilaluinya, dan hanya segelintir lawan yang memiliki Mode monster seperti Madara ini.

Dan pada saat itu,, semuanya terhenyak ketika melihat sebelas wujud raksasa berwarna biru pekat, dan di masing-masing kepalanya berdiri sosok yang sama.

Bahkan Hades hanya bisa tertegun melihat kekuatan besar yang ditunjukkan oleh seorang Ras manusia yang telah ia bangkitkan itu. Sepertinya usahanya tidak sepenuhnya mengecewakan exspetasinya.

Para Shinobi dari elemental Nation yang ikut dibangkitkan bersama Madara kini tampak menyeringai penuh kemenangan ketika melihatnya.

'Aku yakin Naruto akan tamat kali ini ' batin Sakura kemudian.

Disisi lain Sasuke yang sedang bertarung melawan Toneri menatap dingin pemandangan tersebut, harusnya ia yang berdiri disebelah sana untuk melawan bedebah pirang itu.

Toneri yang melihat orang yang dipanggil Madara itu menunjukkan kekuatan yang sangat besar agaknya terkejut, bagaimanapun ia belum pernah melihat sosok Shinobi memiliki kekuatan semengerikan ini.

Namun tetap saja pengalaman membuatnya tak ingin menilai sesuatu terlalu cepat, karena lawanya adalah Naruto, seorang Monster yang telah melakukan banyak pembantaian besar-besaran, dari segala Ras, semuanya telah dihancurkan, bahkan untuk seluruh Dewa-dewa kuat dari seluruh penjuru dunia telah ditundukkan satu persatu.

'Nah, sekarang hal apa yang akan kau tunjukkan untuk melawan sebelas wujud raksasa itu,,, Naruto! ' katanya dalam hati, ia merasa begitu penasaran dengan apa Naruto akan melawan sebelas prajurit biru pekat itu.

,,

"Sepertinya Madara akan mengakhirinya dengan cepat! " kata Shikamaru dengan nada yang terdengar sombong.

Mendengar ucapan Shikamaru, Gaara hanya tersenyum tipis. Rupanya bocah Nara ini otaknya telah benar-benar menumpul akibat terlalu lama disiksa di Neraka Shinigami.

"Sepertinya kecerdasanmu benar-benar telah menumpul, Shikamaru! " ujar Gaara kemudian.

Mendapati perkataan sedemikian rupa membuat Shikamaru mau tak mau menaikkan alisnya bingung.

"Apa maksudmu, Gaara? "

"Aku yakin kau tidak melupakan penyebab kematian kalian waktu itu, jika kau berfikir Naruto akan kalah atau bahkan mati, maka kau harus segera bangun dari tidur panjangmu! " sindir Gaara kemudian.

Alis Shikamaru berkedut kesal, sejak kapan adik dari mendiang istrinya ini bisa berbicara begitu gamblangnya, berbicara dengan nada yang berbau sindiran.

"Gyahahahaaaa, hancurkan bocah pirang itu Madara-sama! " teriak seorang Shinobi dengan semangat.

..

..

"Rasanya seperti bernostalgia.! " ucap Naruto pelan, yah, ini pernah dilihatnya dimasa lalu.

Tanpa menunggu ataupun berfikir panjang, salah satu Susanno'o itu menghempaskan sebuah pedang raksasa kearah dimana pemuda pirang itu berada.

,,

Sreeeettttt

Jlebbbbbb

Sebuah pedang hitam kelam dengan bilah yang terlihat tumpul dan seperti membentuk gerigi menancap dihadapan Naruto.

Pedang itu,, yah! Itu adalah perwujudan dari intisari Neraka itu sendiri.

Greppppp

Naruto menggenggam pedangnya, hanya menggenggam, tidak mencabutnya.

"Musnahlah! " ucapnya sembari langsung menebaskan pedangnya vertikal kedepan untuk menjemput hempasan pedang Susanno'o.

Wuuuuuuuuuuushhhhhh.

Tiba-tiba saja Susanno'o yang barusan menebas Naruto langsung terkurung dalam sesuatu yang berwarna hitam pekat.

Jrashhhhhhhh

Blaaaaaaaaaarrrrrrrrr!

Tak ada yang tersisa dari wujud Susanno'o tersebut, monster biru pekat itu telah musnah.

Dan tentu saja membuat siapapun melebarkan matanya tak percaya.

Bahkan untuk Madara itu sendiri, dan apa-apaan sesuatu berwarna hitam yang mengurung wujud Susanno'o barusan.

Dengan mata terpejam, Naruto menunjuk Madara yang asli dengan pedangnya.

"Satu telah tumbang. " ucapnya pelan namun masih bisa terdengar ditelinga Madara.

Crrrrringggggggg

Cringggggggg

Salah satu wujud Susanno'o melepaskan beberapa rantai raksasa, rantai yang bahkan mampu membuat seekor Bijuu tak berkutik.

Naruto lekas menghindar saat Rantai-rantai raksasa itu mulai menerjangnya satu persatu, melompat dengan lincah ketika rantai-rantai itu terus bergerak liar berusaha menghancurkanya.

Wuuuuuuuuusssshhhhhhh

Blaaaaarrrrrrrrrrrr!

Kini sebuah batangan besi hitam raksasa nyaris menghancurkan tubuhnya, rupanya ketika ia sibuk menghindari terjangan rantai-rantai itu, Susanno'o yang lain telah datang untuk mengexsekusinya.

Untuk sekedar catatan, kesepuluh total replika Susanno'o yang Madara ciptakan memiliki persenjataan yang berbeda-beda.

Dimana Susanno'o yang dalam diri Madara yang asli mampu menggunakan keseluruhan persenjataan tersebut.

"Baiklah ! Sepertinya aku harus mulai menghabisinya satu persatu " ucap Naruto kemudian.

Satu target terkunci, itu adalah Susanno'o yang terus menyerangnya menggunakan rantai.

Sreeeeeeettttt

Bunshin Madara yang menjadi kendali Susanno'o dengan persenjataan rantai itu terkejut ketika melihat targetnya menghilang.

'Dimana dia? ' ucap Bunshin Madara dalam hati.

Wuuuushhhhhh

"Apa? " Madara tak percaya ketika dihadapan kepala Susanno'o yang ia kendalikan muncul sosok yang barusan ia cari.

Naruto menyeringai kala itu.

Kemudian tanpa basa-basi langsung mengayunkan pedang tumpul bergeriginya itu tepat dipusat kepala berwajah tiga tersebut.

Jraaashhhhhhh

Dengan sangat tenang Naruto membelah wujud Susanno'o itu dari atas kebawah.

Tanpa sempat berkata lagi Madara bunshin barusan hanya pasrah melihat ia beserta Susanno'o yang dikendalikanya musnah.

Kenyataanya wujud monster yang dikatakan memiliki pertahanan terkuat itu tak mampu membendung kekuatan pedang dari kegelapan Neraka.

Tapppp

Kembali Naruto menunjuk wujud Madara yang asli dengan pedangnya.

"Dua! " itu mewakili dua Susanno'o yang telah ia hancurkan.

Namun...

Wuuuuuussssssshhhhhhh

Boooooooommmmmmmm

Sesuatu yang begitu cepat telah menghantam tempat Naruto berada, hanya nampak seperti kilat berwarna putih.

,,

"Keh! Kau terlalu meremehkanku,, Naruto! " ucap Madara dengan tenang, ia bukanlah petarung amatir yang akan terintimidasi.

Usai kepulan asap itu pudar, kini terlihat sebuah lubang bulat membentuk kubah dipermukaan lembah terkutuk Tartarus.

Itu adalah kerusakan yang disebabkan oleh sebuah panah Chakra dari sosok Susanno'o yang lain untuk meledakkan Naruto barusan.

Namun,,, tak ada tanda-tanda keberadaan pemuda pirang tersebut.

Dan hal itu membuat Madara membatin waspada.

'Apakah dia telah musnah? ' fikirnya dalam hati, spekulasi seperti itu tidaklah mustahil, namun bagaimanapun Madara sedang menghadapi sesuatu yang tidak bisa mati. Jadi ia tak ingin mengambil kesimpulan terlalu cepat.

Deg

'Jadi,,, dia benar-benar makhluk Immortal,, cih menjengkelkan sekali ! ' lanjut Madara dalam hati saat ia melihat lawanya barusan berada diketinggian.

Salah satu Susanno'o yang menggenggam busur panah, kembali membidik pemuda pirang tersebut.

"AKU AKAN MENGHABISIMU BOCAH! " teriak Madara bunshin.

"HAAAAAARRRRRGGGGGGHHHHHH"

Wussshhhhhhhhhhhhh

Anak panah yang berupa Chakra biru pekat itu segera melaju kearah dimana Naruto berada.

Naruto yang semula terdiam mengamati kini menggerakkan lengan kananya kedepan dan membentuk pose menunjuk.

Dalam sekejab, tercipta sebuah energi hitam berbentuk bulat diujung jarinya.

"Tenggelamlah dalam kehampaan" ucapnya sembari menciptakan

Cero

Wuuuuushhhhhhhhhh

Booooooooooooooooommmmmm

Pertemuan kedua Jutsu itu menciptakan sebuah ledakan keras dan mengerikan.

Warna kelam tartarus berubah seketika menjadi terang benderang akibat sinar ledakan barusan.

Entah apa yang akan terjadi selanjutnya.

Biarkan waktu yang menjawab.

,,

,,

End.

Next Flashback.

..

Sang Raja Dewa olympus, Zeus sang putra dari Raja Titan Kronos, telah melepaskan kekuatan terpendamnya yang menyebabkan kehidupan manusia dilanda kepanikan.

Pada kala itu, gunung-gunung yang menjulang tinggi kelangit mulai menyemburkan lahar panasnya, ombak lautan pun ikut menerjang daratan.

Tanah terbelah mengerikan, semua itu adalah efek singkronisasi dari kemarahan sang Raja Dewa.

Tubuhnya tampak berasap dan dipenuhi percikan listrik dengan tegangan yang sangat tinggi.

Tak ada lawan yang mampu menyentuhnya saat ini, atau bahkan dimasa lalu. Karena ketika ia berada dalam wujud seperti ini, akan banyak konskwensi yang diambil.

Contohnya saja adalah bencana alam di dunia manusia.

Rambutnya yang ikal dan memutih sebahu, memanjang hingga menyentuh tanah.

Sorot matanya yang tajam hanya terlihat berwarna putih dengan sinar yang memancarkan kematian.

Tubuhnya yang kekar, seolah menjadi sebuah besi yang tak mampu disentuh ataupun dilukai.

Sebuah kekuatan penuh, dengan pertahanan mutlak.

Kini para Dewa yang lain harus benar-benar menyingkir dari pada pertempuran itu, mereka tahu, sang Raja telah menunjukkan kemurkaanya.

Kemurkaan yang bisa mencelakai siapapun mengingat percikan-percikan Raiton itu mampu menyengat siapapun dalam radius tertentu.

Sang pendosa besar aka Uzumaki Naruto, yang saat ini tubuhnya tampak dipenuhi bercak darah, terlihat menunjukkan sebuah seringai mengerikan pertanda sesuatu yang buruk akan terjadi.

"Ommoishirou! " ucapnya kemudian.

Srettttt

Deggg

Naruto telihat terkejut saat tiba-tiba Zeus telah berada tepat dihadapannya.

Ia tak menyangka akan dikejutkan sebuah kecepatan yang kini telah menyamainya.

[Aku akan menghancurkamu makhluk hina] " ucap Zeus dengan suara berat ala monster sembari menghempaskan lengan mengerikannya.

Wuuusssshhhh

Bruaaaakkkkkkkkkkk

Sang pendosa besar terlempar jauh akibat pukulan maut barusan.

Braaaaakkkkkkkk

Tubuhnya menghantam bukit, saking kuatnya pukulan Zeus barusan bahkan membuat tubuh Naruto terus terseret.

Tampak disini setengah wajah Naruto terlihat hancur.

Dan satu matanya yang tersisa terlihat melotot seolah tak percaya.

'Pukulan yang sangat mengerikan! ' fikir Naruto kemudian.

Saat tubuh kekarnya berhenti terseret, tanpa menunggu lama Naruto berusaha bangkit, kepala yang remuk setengahnya itu tak mengeluarkan sedikitpun darah seolah tubuhnya hanyalah boneka kayu.

Ketika Naruto berhasil berdiri tegak ia sudah dihadapkan lagi dengan Zeus yang sudah bersiap menghantamnya lagi dengan kekuatan penuhnya.

Bruaakkkkkkkk

Lagi dan lagi, kini tubuhnya yang terhantam pukulan super dari Zeus.

Wuuuuuunggggg.

Kembali tubuhnya meluncur deras kearah sebuah bongkohan batu.

Brakkkkkkkkkkk

Siapapun akan hancur terkena pukulan overpower barusan.

Pemuda itu dihajar habis-habisan tanpa ampun oleh sang Raja Dewa yang sudah melewati batas dunia.

Kini terlihat betapa mengenaskan wujud pemuda pirang tersebut, tubuhnya remuk dibeberapa bagian, dan terkapar menghadap awan diatasnya yang bergejolak hitam.

Namun, itu bukanlah akhir dari segalanya.

Perlahan, Aura hitam yang merupakan kumpulan dari pada roh jahat alam semesta itu membentuk kembali tubuh pemuda pirang tersebut.

Mata sebelah kirinya terpejam sesaat, seolah menikmati alur kebangkitan yang dirasakan, dia tak bisa mati.

Kemudian, dia bangkit dari rebahanya.

Tubuhnya kembali seperti sedia kala, hanya jubahnya yang terlihat hancur akibat serangan dari Zeus.

Krekk

Krekkk

Terdengar bunyi pergeseran tulang ketika Naruto menekukkan kepalanya kekiri dan kekanan.

"Sepertinya aku harus sedikit serius! " gumamnya entah kepada siapa.

Sedangkan Zeus sudah bersiap kembali ketika melihat lawanya bangkit.

Kemudian Zeus menunduk,, menyentuhkan jari telunjuknya kepermukaan tanah.

Krakkkkk

Krakkkkk

Blaaaaaarrrrrrr

Tercipta retakan membentuk jurang melaju kearah Naruto yang berada diseberang sana.

Melihat hal itu Naruto tetap diam, meskipun retakan yang membenjuk jurang itu cepat atau lambat akan menghancurkan pijakanya.

Namun,,, pemuda itu melawan gravitasi dengan melayang begitu saja.

Kemudian sesuatu yang tak diduga terjadi, retakan jurang itu bergerak keatas dengan cepat. Seolah tumbuh membentuk dinding.

Naruto menolehkan kepalanya sedikit kesamping kanan dan kiri.

'Kekuatan apa ini? ' hatinya kemudian.

Dari luar, Zeus yang tengah membentangkan kedua tanganya, kini menghentakkanya untuk saling merapat.

Kemudian secara otomatis dua sisi jurang tersebut bergerak menyatu kembali.

"Souka,, jadi ini maksudnya! " ucap Naruto disertai sebuah senyuman, tubuhnya hampir terhantam kedua sisi jurang yang kini berusaha merapat kembali.

Greppppp

Grepppppp

Dan kemudian rangkaian mantra mulai mengekang Jurang yang menjadi kuburan bagi makhluk biadab tersebut.

Membentuk sebuah segel pemakaman.

..

..

To be Continued.

..

..

Ding Dong!

Yo minna! akhirnya ketemu lagi dengan Kidz di Chapter 21 ini,, heheheeee!

Yak pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada sahabat-sahabat semua dimanapun kalian berada, udah jadi pembaca Setia Story yang berjudul "Kurayami no Sora " ini, ude setia nungguin Update nya meskipun lama sampai berbulan-bulan.

Semoga sahabat-sahabat semua selalu sehat walafiat, dan selalu dalam Rahmat dan Ridhla Allah swt. Amiiin!

Yang kedua saya mau minta maaf terkait update yang gak sesuai dengan yang saya janjikan kemarin, ada beberapa hal yang jadi penyebab terlambatnya Update.

Penyebabnya adalah saya merevisi ulang Chap 21, yang pas saya baca lagi dan lagi itu rasanya kok kurang menarik, jadi saya bergegas untuk finishing yang baru ini secepat mungkin.

Yah akhirnya inilah jadinya, maaf ya kalo pertarunganya monoton alias kurang epic, entah ini udah Bagus apa belum saya juga gak tahu, tapi ini hasil Mentok dari pemikiran saya yang sempit ini. Teheheheeee...

Alasan lainya saya ada event survival dihutan belantara selama beberapa hari. Jadi agak kurang fokus gitu maksudnya.

Uuummmb,,, wah sepertinya saya banyak bicara banget kali ini, maaf gih,, oke seperti biasa barangkali ada yang mau ditanyakan bisa oret-oret noh dikolom Review atau di PM juga bisa.

Free sama saya..

Biasakan pake Real Akun gih, jangan pake Akun Guest mlulu.. Wkwkwkwk

Oke-oke,,, mungkin sampai disini dulu perjumpaan kali ini, chap selanjutnya menyusul secepatnya..

Kidz-Boy geser dulu gih..

Bye-bye..