"Dek, perhatiin Kakak napa. Jangan makanan mulu yang diperhatiin."
Entah kali ke berapa Jae protes ke Sungjin tentang pacarnya yang lebih memilih untuk makan dibandingkan bermesraan dengannya. Sungjin sendiri sih tidak peduli.
Makanan nomor satu, pacar nomor ke sekian.
"Dek, pacar kamu itu aku apa makanan sih? Dari tadi mesra banget kayaknya sama makanan." tanya Jae, sekaligus menyindir Sungjin. Yang disindir menoleh ke arah Jae, wajahnya datar.
"Kakak mah nomer ke sekian, makanan nomer satu."
"Yaudah, besok nggak usah cari Kakak lagi. Pacaran sana sama makanan kamu."
Sungjin tidak mempedulikan gertakan Jae, membuat pemuda berkaca mata itu semakin kesal. Jae akhirnya membereskan barang-barangnya, lalu pergi meninggalkan rumah Sungjin.
Sungjin tidak terlalu peduli, paling Jae hanya bohong. Jae akan kembali lagi padanya nanti, iya kan?
etherealmyself x myday6
Nyatanya, Jae tidak pernah muncul lagi di hadapan Sungjin.
Tidak ada telepon ataupun pesan dari Jae, tidak ada Jae yang menghampirinya di kampus untuk sekadar berbincang, tidak ada Jae yang selalu muncul di hadapannya.
Sepertinya Jae serius kali ini.
Sungjin menggigit bibir bawahnya, cemas, takut, dan ia juga merindukan pemuda tinggi itu. Sungjin akhirnya guling-gulingan di karpet ruang tengah rumahnya, mengundang tatapan bingung dari Yonghwa. Kakak sepupunya.
"Njin? Kamu kenapa?"
"Kak Yonghwaaaaa! Masa Kak Jae nggak muncul lagi depan aku ihh!" Sungjin mendudukkan dirinya, ia melipat kedua tangannya di depan dada.
"Kalian ada masalah apa?" tanya Yonghwa, mendudukkan dirinya di sofa. Sungjin menatap lesu, bibirnya mengerucut sedih. Ia pun menceritakan semuanya pada Yonghwa.
"Udah berapa hari dia nggak muncul?"
"Hampir seminggu, Kak."
"Kalo menurut Kakak sih, kamu sama Jae salah. Kamu terlalu fokus sama makanan kamu, Jae juga kurang sabar buat hadapin kamu." jelas Yonghwa, membuat Sungjin merengut.
"Tapi Kak Jonghyun nggak pernah begitu ke Kak Yonghwa."
"Heh, ngapain bawa-bawa Jonghyun." Yonghwa menepuk pelan bibir adik sepupunya, wajahnya merona merah karena perkataan Sungjin tadi.
"Ih, iya kan? Kak Jonghyun nggak pernah marah tuh kalo Kak Yonghwa kayak gitu, malah Kak Yonghwa dimanjain sama Kak Jonghyun. Udah kayak sugar baby sama sugar dad—"
"Siapa yang sugar baby sama sugar daddy?"
Yonghwa dan Sungjin sontak terkejut, lalu menoleh ke belakang Yonghwa. Ada sesosok pemuda tampan berkulit pucat di belakangnya.
"Ihh, Kak Jonghyun ngagetin!" protes Sungjin, ia bangkit dari karpet dan duduk di samping Yonghwa. Pemuda berkulit pucat itu hanya terkekeh pelan.
"Lagi bahas apaan nih? Kok denger-denger ada sugar baby sama sugar daddy sih? Sungjin jadi sugar baby?"
"Sembarangan!" Kepala Jonghyun dijitak oleh Yonghwa, membuat pemuda bermarga Lee itu mengaduh kesakitan.
"Enggak, Kak Yonghwa kayak sugar baby-nya Kak Jonghyun. Terus Kak Jonghyun kayak sugar daddy-nya Kak Yonghwa." Perkataan Sungjin menimbulkan reaksi berbeda pada keduanya.
Jonghyun menyeringai, sedangkan Yonghwa merona merah.
Susah punya adik sepupu setengah polos setengah laknat begini.
etherealmyself x myday6
Sungjin memutuskan untuk mendatangi rumah Jae, seperti yang disarankan oleh Yonghwa dan Jonghyun. Pemuda manis ini tampaknya mempunyai rencana tersendiri.
Cukup lama ia tenggelam dalam pikirannya sendiri, tanpa sadar ia telah berdiri di depan pintu rumah Jae. Tangannya bergetar saat ingin mengetuk pintu.
"Kamu harus yakin, Njin. Kak Jae pasti maafin kamu." ucap Sungjin, menyemangati dirinya sendiri. Dengan yakin, ia mengetuk pintu rumah Jae.
"Iya, sebentar!"
Jantung Sungjin semakin berdegup kencang ketika suara Jae menyapa indera pendengarannya, rasanya sudah lama ia tidak mendengar suara itu.
Pintu rumah terbuka, menampilkan Jae yang berdiri di sana. Mulut Sungjin seketika bungkam, entah kenapa rasanya ia ingin menangis. Jae sendiri terkejut melihat Sungjin.
"S-Sungjin?"
"K-Kak Jae.." Sungjin memeluk Jae, sedangkan yang dipeluk hanya membatu. Demi apa pacarnya yang anti skinship serta tsundere ini memeluknya terlebih dulu?
"Maafin aku.." Isakan lolos dari bibir Sungjin, bertepatan dengan melingkarnya lengan Jae pada tubuh Sungjin. Ia merindukan Jae, dan segalanya.
"Hey, sweetheart? Jangan nangis, kamu jelek kalo nangis." Jae melepas pelukan mereka, lalu menangkup wajah Sungjin. Ibu jarinya menghapus air mata Sungjin.
"Jangan marah lagi, Kak. Aku nggak akan terlalu fokus ke makanan lagi, aku nggak akan nakal lagi, aku bakal perhatiin Kakak. Tapi jangan diemin aku.."
"Aku nggak marah lagi, sweetheart. Udah ah, jangan nangis lagi. Mending kita makan bareng, yuk?" Sungjin mengangguk, ia pun menghapus sisa air mata di wajahnya.
"Kak."
"Ap—"
Sungjin mengecup pelan bibir Jae, lalu menundukkan wajahnya karena malu. Jae tertegun, lalu tertawa kecil karena tingkahnya.
Ah, pacarnya memang menggemaskan.
TBC
Ya ampun, udh update di wp, lupa dong mau update disini (;ຶДຶ ) pikun emng - myday6 x etherealmyself
