🎧Pov Cor/Buron🎧
Dua punggung beradu ketangkasan, kedua tangan kokoh mereka bergerak lincah dan tengah bertarung, Cor yang menyabet musuh dengan katana dan Buron dengan pedang besarnya, tampa belas kasihan menunduk mati para Prajurit Yang tergeletak manis.
JLEB!
"Kali ini dikepala?,"Ucap Cor menatap Kepala Prajurit yang hancur bersamaan tengkoraknya karna Buron membelanya seperti memotong kepala ikan tuna.
"Sekarang kita tidak butuh mengasihani musuh kita harus sampai diatas kuil secepat mungkin,"Ucap Buron dingin, dia mengangkat pedangnya lalu menatap datar keatas.
"Ruangan Ruangan diatas pasti sudah hancur, kita tak mungkin bisa masuk lewat dalam,"
"Jadi, apa sebaiknya aku memanggil Bahamut,"Ucap Cor.
"Apa kau bercanda menggunakan Bahamut sekarang justru merusak sekitar,"Bentak Buron memasang wajah kesal.
"Ummm,"Cor pun hanya menghelah nafas dan mencari ide yang lain.
"Aku akan memanggil Shiva,"Ucap Buron langsung memanggil Summon yang memjadi Kontarak abadinya, dan bersetipe dengan elemen es dirinya, hanya kali ini Buron tidak hanya memanggil satu Shiva seperti mode bertarung biasanya milik nya, melainkan dua Shiva kembar yang datang sekaligus.
"Twis-Shiva?, memangnya berapa Summoning Shiva yang kau kontrak?,"Tanya Cor memasang wajah takjub atas kemunculan kedua mahluk cantik berelement Es itu.
"Tidak banyak,"Ucap Buron dengan Nafas tersengkal-sengkal dengan wajah lemah, sebelum Cor melempar sebuah obat kecil berseru, yang berisi ramuan Ether dari Saku jas hitamnya.
"Uh Thaks~"Ucap Buron Langsung menerima obat itu.
"Kau membuat kontrak lebih dari satu Shiva?,"Tanyanya lagi, sembari Buron menyuntikkan 'Ether' itu ketubuhnya.
"Yaaah lebih tepatnya tiga Shiva,"Ucap Buron menatap Twins Shiva yang tersenyum pada mereka semua.
"Hanya saja Twins Shiva ini jauh menguras tenaga-ku, kau tahu,"Ucap Buron lalu memerintahkan Shiva Shiva menggabungkan tubuh menjadi motor besar.
"Gunakan Sihir Gravity kita akan memanjat tembok,"Ucap Buron duduk di Stand motor nya.
"Apa?,"
🎧Here :Sasuke/Lightning🎧
ZLAZ!
Kibasan senjata Katana pemakan jiwa Kusagi milik Sasuke terus memakan orang sekitar, tak bisa dihitung atau dikira-kirakan, setelah menjadi pengukur waktu untuk Naruto dan lain-nya mengevakuasi orang-orang.
DOR!
Bisa dibayangkan bertapa lelahnya semua orang sekarang, karna kondisi ini, mereka harus bertarung berjam-jam dengan penuh kekuatan.
"AWAS!,"
"UHHH!,"
Tiba-Tiba sebuah puing nyaris menjatuhkan langsung ke kepala Lighting, jikalau Tidak ada Sasuke yang langsung menerjang membuat mereka berguling.
DUAR!
Membuat mereka tak sengaja membuat bibir mereka saling bertemu satu sama lain.
Hal itu membuat Lightning dan Sasuke menjadi cukup gugup, ya meski mereka berdua jarang terpengaruh dengan adegan seperti ini toh ini hanya kesalahan.
"..."
"!,"
Tatapan Sharigan bertemu dengan mata Ambar indah milik Lightning, membuat wanita itu lebih dulu menagangkat tubuh nya dari Sasuke lalu berkata.
"Ah ummm,"
"Sebaiknya Kau kembali pada teman temanmu, bukankah mereka sudah siap membantu 0rang - orang mengevakuasi yang lain,"Ucap Lightning.
"Dan meninggalkanmu disini dengan tentara atau monster yang mondar mandir disini,"Ucap Sasuke.
Dalam beberapa detik ucapan Sasuke membuat lightning terdiam, ia mencoba untuk mengabaikan mata sharingan itu dan kembali fokus ke musuh yang mereka hadapi.
"Itu tak masalah aku Adalah Penyebrang portal, aku tak akan bisa semudah itu untuk terluka, aku bisa menyelamatkan dan menjaga diriku sendiri,"Ucap Lightning dengan tegas.
"Lalu apa aku harus mempercayai kata-katamu? Jangan bercanda dan keras kepala,"Ucap Sasuke.
Sendiri itu tidak selamanya lebih baik daripada bersama seseorang aku pernah belajar dari sebuah pengalaman.
"Kau tidak perlu peduli dengan apa yang aku lakukan,"Ucap Lightning.
"Janganlah keras kepala,"Ucap Sasuke."aku tak akan meninggalkanmu dalam posisi seperti ini. Mereka terjebak dan dikelilingi oleh musuh sementara itu lightning akhirnya tidak bisa memaksa Sasuke untuk pergi lebih jauh keduanya pun saling beradu punggung dan menyerang dengan gaya masing-masing.
"Mengapa aku jadi aneh,"
"Tolong kabulkan permintaan Rain,"
Emosi noctis sudah tidak dapat dikontrol lagi setelah kematian Rain, cahaya-cahaya sihir dan pedang pedang yang muncul atas panggilan pangeran, mulai beradu di udara, menyambut pedang-tunggal Ardyn yang dengan cepat mementalkan serangan yang sang pangeran yang di berikan kepadanya seolah serangan itu, hanya udara kosong yang tidak mampu melukai Ardyn, para Guardian Noctis pun sudah berusaha semampu mereka kegelapan yang dimiliki Ardyn sangat besar dan membuat mereka kewalahan. sekitar tempat yang sudah hancur dan posisi yang berbahaya ketika mereka semua berada di Puncak bangunan membuat Noctis merasa takut untuk mengsumon sesuatu yang berlebihan mengingat Dia juga memiliki batas.
"Kalian habis Kali ini Ardin, Calium terakhir sudah selesai,"
Tiba-tiba Ardy mengeluarkan aura kegelapan yang sangat besar dan ia menyerap kegelapan Kegelapan lainnya yang ada di sekitarnya untuk memperkuat tubuhnya lebih kuat dari sebelumnya, dengan cepat tubuhnya pun transformasi menjadi lebih besar dan itu adalah puncak di mana semua orang sudah benar-benar di ambang batas mereka
"Matilah,"
DUARK!?
Ardyn memukul keras ubin membuat tempat itu hancur, bersamaan dengan gedung kuil yang berlantai dalam beberapa detik..
Phoenix di tubuh Sakura nampak mengendalikan Inang ya dengan baik dengan Sigap burung indah itu, menggunakan barrier menolong semua orang, tapi situasi yang semakin kacau nampak tidak ada hentinya, Ruangan atas benar-benar hancur dan membuat semua orang jatuh jikalau sebuah sihir seseorang muncul.
"Windy,"
Sebuah pusaran angin raksasa tiba-tiba saja muncul ke permukaan. Menghempaskan tubuh mereka ke atas bersamaan sebuah rapalan sihir gravitasi membuat mereka tidak jadi menghantam tubuh akibat terjun bawah Noctis pun terkaget dan menatap siapa gerangan yang menggunakan sihir itu. Rupanya sihir itu diaktifkan oleh Cor yang datang bersama buron mengendarai motor Shiva yang di Summon.
Meski mengurangi hantaman puing akibat terjun bebas, akan tetap dengan pendaratan itu sangat tidak mulus karena pada akhirnya mereka semua tetap harus menerima luka yang cukup fatal akibat terjatuh dari lantai kuil yang jaraknya 20 lantai.
"Uhk," lihat- paromto nampak sudah tidak sadarkan diri, ignis yang nampak sudah tidak mampu bergerak dari posisinya terjatuh, Gladiolus yang hanya bisa berpangku pada pedangnya dan Sakura yang hanya bisa terduduk di salah satu puing dengan tubuh penuh luka setelah menolong Luna Freya.
Sementara jasad Rain tidak diketahui di mana pasca hancurnya, Kuil itu melihat semua itu Ardyn nampak tersenyum seolah menggapai kemenangan yang dia inginkan.
"Noctis gunakan ini Kau akan tahu bagaimana cara menggunakannya,"
Sakura melempar sebuah kristal berwarna jingga kepada Noctis lalu yang menerima benda itu pun hanya terdiam menatap kristal itu, seolah ada panggilan pada kristal itu untuk memintanya untuk digunakan gunakan.
Aku sekali saja dan aku akan mengabulkan Apa yang kau mau namun itu hanya sekali..
Noctis merasakan dorongan kuat pada kristal itu. kepadanya ia mengepalkan tangan menggenggam kristal itu, dengan erat matanya memerah selalu tertutup secara tiba-tiba sebuah Hawa keluar dari sana sebuah cahaya yang sangat terang muncul ke permukaan, layaknya Surya dengan cahaya.
Cahaya itu muncul pada kristal itu yang yang hancur ditangan Noctis. lalu tiba-tiba awan yang semula mendung dan gelap seolah terbelah munculnya sesosok monster dengan keagungan yang sangat tinggi, indah dari atas langit dia nampak begitu gagahnya muncul dengan Armor yang sekeras dan lebih keras dari baja dengan sayap dan ratusan pedang mengelilinginya sebagai sayapnya..
"Astaga itu?!,"Cor membulat menatap mahluk agung yang muncul, menatap sosok transformasi dengan Ardyn, dengan angkuh.
Kau memangglku...
Lord Agung Gilgames..
🔔Bersambung🔔
🔔Kamis-11-2020🔔
🔔Dirumah sakit🔔
