WITH LOVE
.
.
.
DISCLAIMER: MASASHI KISHIMOTO
WARNING: TYPO, GAJE, EYD, ALUR KECEPETAN, AUTHOR PLIN PLAN DLL
.
.
.
jika ada yang bisa naruto lenyapkan, mungkin jawabannya adalah pertunangannya dnegan sasuke dulu.
ia tak mengerti kenapa ia memanfaatkan perasaan sasuke padanya.
ia merasa jahat sekali.
terlebih saat ini ia terjebak dengan sasuke diruang makan keluarga uchiha.
"dimana yang lain?" tanya naruto merasa jengah dengan tatapan yang tidak dapat naruto artikan.
"hn"
"tidak berubah" gumam naruto mendengus kesal.
"bagaimana kabar sekolah?" tanya naruto berbasa basi.
"kau kan lebih tau" ucap sasuke, naruto mendengus.
"benar juga"
naruto menghela nafas berat.
"teme"
sasuke menegang mendengar sebutan itu, ia sudah sangat lama tak mendengar seseorang memanggilnya dengan sebutan kurang ajar itu.
"kau jadi seperti naruto" ucap sasuke masam.
"entah bagaimana pemahamanmu, tapi aku memang naruto" ucal naruto kesal.
"berhentilah bersikap sepeti dia, aku tidak bisa menahan diriku kau tahu" ucap sasuke kesal.
"teme" ucap naruto menjulurkan lidahnya.
"sialan" ucap sasuke bangkit dari duduknya dan pergi, mengabaikan tatapan dari keluarganya yang baru saja datang.
"dia kenapa?" tanya itachi mendudukkan diri disebelah naruto. naruto mengangkat bahunya, berpura pura tidak tahu.
sasuke menendang meja dikamarnya sekuat tenaga namun pada akhirnya ia menyesalinya karena kakinyalah yang sakit.
"sial" sasuke mengacak rambutnya kasar.
"entah bagaimana pemahamanmu, tapi aku memang naruto"
itu bukan pertama kali naruto mengatakan itu padanya, ia sering mendengarnya. sasuke tak mengerti, baginya naruto dan naru adalah dua orang yang berbeda.
setelah melihat naru ia tak lagi bisa menganggap yang berada dihadapannya adalah naruto, namun melihat naruto berbicara seperti dulu menbuatnya merasa tergoncang.
jangan tertawa dengan tawa milik naruto, hatinya terus berteriak seperti itu ketika ia melihat namikaze naru tertawa, ia sama namun tak sama.
sasuke ingin menolak, tapi kenyataan mengatakan jika mereka adalah orang yang sama.
.
.
.
"bagaimana makan malamnya?" tanya naruko, ia mengendarai mobil sport milik naruto layaknya seorang pro.
"menyenangkan" ucap naruto tertawa.
"bagaimana dengan itachi san?" tanya naruko.
"baik seperti biasa" jawab naruto tersenyum lebar, teringat itachi yang bersikap manis padanya, ternyata diperlakukan manus emang menyenangkan.
"kelihatannya pertunangan anda akan berjalan lancar" ucap naruko.
"semoga saja begitu" gumam naruto.
ia masih tak mengerti kenapa sasuke bersikap seperti itu kepadanya, sebeda itukah dirinya?
itu yang naruto pikirkan sebelum semuanya menjadi gelap.
.
.
.
karin menggenggap erat kemudi mobil yang dibawanya, ini adalah hari penentuan.
"kau akan menerima yang aku terima" desis karin penuh kebencian.
ia membenci perempuan itu, ia rela memberikan segalanya untuk membuat jalang itu merana.
maka ketika mobil sport itu melintas didepannya karin menginjak gas sekuat kuatnya dan dengan kecepatan tinggi, mempertaruhkan segalanya.
ia membenci perempuan itu, ia rela memberikan segalanya untuk membuat jalang itu merana.
termasuk nyawanya
.
.
.
tak ada yang tahu bagaimana minato merasakan jantungnya berhenti berdetak ketika ia mendapat telepon dari rumah sakit mengatakan jika putrinya mengalami kecelakaan mobil.
"bagaiamana keadaanya?" tanya minato ketika ia dokter keluar dari ruangan naruto.
"namikaze naruto sudah dalam kondisi stabil, syukurlah ia berhasil menggunakan sabuk pengaman sehingga dapat menghindari benturan sebisa mungkin" ucap dokter itu menghela nafas berat.
minato menarik nafas lega.
"namun sekretarisnya yang berusaha menghindari benturan mengalami pendarahan pada kepala" ucap dokter itu.
"kami memerlukan donor darah secepat mungkin juga data keluarga pasien" ucap dokter tersebut.
"apa golongan darahnya?" tanya kurama, ia merasa berterima kasih pada sekretaris adiknya yang berhasil meminimalisir dampak pada adiknya.
"ab" ucap dokter.
"aku ab" ucap kurama.
"saya ab" ucap kurama mantap.
"ku? kau yakin?" tanya minato.
"ini caraku menunjukkan rasa terimakasih" ucap kurama tersenyum tipis.
"silahkan ikuti saya" ucap dokter tersebut, kurama mengangguk dan mengikuti dojte tersebut meninggalakan minato sendiri.
"hubungi keluarganya" ucap minato pada inoichi yamanaka yang ikut bersamanya.
inoichi mengangguk patuh dan menghubungi kantor pusat namikaze grup untuk mencari data sekretaris naruto.
minato memijat kepalanya.
"tolong jangan pergi naru" ucap minato lirih.
ia sangat ketakutan
tolong jangan pergi mengikuti mereka
.
.
.
itachi berjalan dengan langkah lebar disepanjang koridor, ia berusaha secepat mungkin untuk sampai ditempat naruto berada.
ia merasa jantungnya berhenti berdetak ketika melihat berita terkini diinternet merupakan tunangannya mengalami kecelakaan.
kenapa tak ada yang memberi tahunya.
"itachi?"
itachi berhenti dan menoleh, mendapati kurama yang berjalan kearahnya.
"tenang lah, keadaan naruto sudah stabil" ucap kurama menepuk pundak laki laki itu.
"kenapa tak ada yang mengabariku?" tanya itachi menghentikan langkah kurama.
"kami belum menghubungi siapapun, keadaan disini juga kacau" ucal kurama menoleh pada itachi.
"tenangkan dirimu dan ikuti aku" ucap kurama berjalan terlebih dahulu.
"kau dari mana?" tanya itachi melihat kurama yang menahan kapas ditangannya.
"menyelamatkan dunia" ucap kurama singkat.
"hn"
keduanya sampai pada ruangan naruto yang baru, keadaan naruto sudah jauh lebih stabil dibandingkan sebelumnya.
itachi menatap naruto yang terbaring pucat dengan pandangan tak percaya.
.
.
.
tiga hari berlalu.
"dimana nohara naruko?" tanya perempuan berambut coklat sebahu panik pada perempuan dibalik meja informasi.
"kau mencari nohara san?" tanya kurama menghampiri perempuan itu.
perempuan berambut coklat itu menoleh dan menatap kurama dari atas kebawah dan mengangguk dengan ragu.
"ikuti aku" ucal kurama, perempuan tadi mengikuti kurama dnegan ragu.
"kau siapanya nohara san?" tanya kurama masuk kedalam lift.
"aku kakak tirinya, nohara rin desu" ucal rin membungkuk singkat.
kurama mengangguk singkat, pada akhirnya sekretaris naruto tidak memiliki keluarga kandung.
"kau siapa?" tanya rin.
"ah, namikaze kurama desu" ucap kurama singkat. rin mengangguk mengerti ketika mendengar nama namikaze, perusahaan tempat adiknya bekerja.
"bagaimana keadaan ruko chan?" tanya rin.
kurama menegang ketika mendengar panggilan yang lama tak ia dengar.
"nohara san bernama ruko?" tanya kurama.
"adik ku bernama nohara naruko" ucap rin ragu ragu, kurama mengangguk paham.
sudah lama ia tak mendengar nama itu.
naruko nee san
ia jadi terbawa kedalam masa lalu.
"apa kau yang menjaga ruko chan disini?" tanya rin memecah keheningan diantara keduanya.
"tidak, aku menitipkannya pada bawahanku" ucap kurama. rin mengangguk paham, pasti sulit bagi seorang konglomerat untuk menjaga seseorang yang tidak memiliki hubungan denganya.
jika bukan karena rasa terimakasih karena sudah berusaha mengurangi dampak kecelakaan itu mungkin penanganan naruko akan lebih lama.
"tapi kurasa aku harus menengoknya sekarang" ucap kurama membuka pintu ruangan itu.
namun ia membeku.
"ada apa namikaze san?" tanya rin menatap kurama yang membeku.
"mirip sekali" ucap kurama berjalan mendekat.
"mirip sekali dengan onee san" ucap kurama menatap naruko yang terbaring.
tidakkah aneh melihat perempuan dengan nama yang mirip juga wajah yang mirip dengan orang terkasih yang entah ada dimana sekarang.
"kau bicara apa?" tanya rin tak mengerti.
"dia" ucap kurama menunjuk wajah naruko yang terbaring pucat.
"sangat mirip onee chan ku yang hilang, juga sangat mirip dengan okaa san" ucap kurama, rin memijat kepalanya pusing.
"aku tak tahu apa maksutmu" gumam rin.
kurama terdiam, ia juga tak tahu apa maksutmu. mana ada orang yang curiga akan hal itu hanya dengan nama yang mirip juga fiisk yang mirip.
rin memijat kepalanya, ia sedikit paham maksut lelaki ini, tapi pada saat bersamaan ia takut jika itu adalah kenyataan dan ia akan dipisahkan dari adiknya.
semuanya terasa kacau.
.
.
.
itachi membuka pintu ruangan naruko, sudah menjadi rutinitasnya sekarang untuk mendatangi naruto yang masih belum sadarkan diri.
"suke?" gumam itachi melihat sasuke yang berdiri disisi naruto.
sasuke melirik itachi kemudian pergi tanpa kata.
"kenapa anak itu?" gumam itachi bingung.
sasuke mempercepat langkahnya, kini ia mengerti apa yang dimaksut oleh naruto padanya.
ia ingin melarikan diri sekarang juga.
.
.
.
"naru chan?" panggil itachi.
naruto mengerjapkan matanya, berusaha menyesuaikan dengan cahaya yang masuk kedalam retinanya.
"air" ucap naruto serak, itachi menuangkan segelas air dan memberikannya pada naruto.
"hampir saja" gumam itachi merutuki kesalahannya, harusnya ia tahu naruto tak memiliki tenaga sehingga gelas itu bisa saja terjatuh dari tangannya, seperti saat ini.
"tidurlah lagi" ucap itachi menyandarkan kepala naruto pada bantal.
naruto menutup matanya kembali.
.
.
.
TBC
