DISCLAIMER : Idea Factory & Eiichiro Oda


Gadis setengah Goddess.

Blanc benar-benar tidak tahu apa yang terjadi. Gadis asing itu tiba-tiba menyerang Basilicom Planeptune dengan ledakan sangat kuat, yang bisa saja membunuh semua orang yang ada di dalam. Dan sekarang dia harus melawan gadis itu yang memiliki kemampuan bertarung yang tidak main-main, di tambah dia memiliki senjata api sama ciri-cirinya dengan milik CPU Lastation.

"Sebenarnya apa yang terjadi?! Siapa gadis sialan itu?!" kutuk White Heart dengan geram.

CPU itu sedang melihat gadis asing itu sedang bertarung dengan Noire di atas langit Planeptune. Mereka bertarung dengan begitu leluasa terbang kesana kemari, dan terdengar juga suara benda berhantaman yang berasal dari pedang milik Noire dan gadis asing itu.

Pertarungan mereka memberikan kesan indah saat di malam hari, mereka terlihat seperti dua bintang yang terbang kesana kemari dengan anggunnnya. Dan terkadang terdengar suara tembakan yang begitu kuat berasal dari gadis asing.

Bang!

Noire menangkis peluru yang mencoba mengenainya dengan pedangnya. Sang Black Heart tidak akan semudah itu kalah dengan seorang gadis asing itu.

"Dia memiliki pedang berenergikan tenaga Share, bahkan pistol dan pelurunya juga. Siapa gadis asing ini? Dan bagaimana dia memiliki energi Share? Apakah dia CPU baru?" Noire bertarung sambil berpikir dari tadi. Dia penasaran dengan gadis asing ini yang memiliki kemampuan bertarung yang hebat. Dia juga memiliki ciri-ciri yang sangat sama dengan dirinya dan Uni.

Bang! Bang!

Tembakan pistol terus saja terdengar dan pelurunya selalu tertuju ke Noire. Tapi sang Black Heart tidak akan mudah kalah hanya dengan tembakan itu, dan mencoba membalas serang itu. CPU Lastation langsung menerjang kedepan mencoba menyerang membabi buta, tidak memberikan celah bagi gadis asing itu menyerang balik.

Akan tetapi dugaannya salah. Gadis itu sangat ahli menangkis semua serangan milik Noire dan saat di tangkis, dia akan menembakkan pistolnya yang terharahkan ke wajah Noire mencoba menebus kepala CPU Lastation itu. Tetapi Noire berbeda dengan Blanc, dia lebih gesit menghindari serang dari pada CPU Lowee. Karena gesit dan cepat itulah kelebihan CPU Lastation ini.

"Hmmm kau lumayan juga. Siapa namamu?"

Noire dan gadis itu berhenti sementara dari pertarungan mereka. Dan saat inilah Noire mencoba mencari tahu jati diri gadis ini.

Namun tampak gadis itu hanya terdiam tidak menjawab sepatah kata pun.

"Tipe pendiam ya? Itu cukup menarik dari orang hebat bertarung sepertimu." kali ini Noire memuji musuhnya itu mencoba melihat reaksinya.

Gadis itu masih terdiam hingga, " Kau juga. Kau juga lumayan hebat."

Alis mata Noire naik menandakan dia bingung, dia tampak terkejut juga mendengarkan apa yang di katakan gadis itu.

"Dia bahkan memiliki sifat yang sama sepertiku dan Uni. Memiliki sifat angkuh." batin Noire kali ini.

"Ini sangat menarik mengetahui kalau energi Share ini memiliki kekuatan hebat. Itu berarti kau sangat kuat saat aku menggunakan energi Share ini." lanjut gadis itu.

Kali ini Noire tambah heran tidak mengerti apa maksud anak itu. Di berbicara seolah-olah energi Share yang dia pakai bukan miliknya, dan seperti sedang meminjamnya.

"Apa maksudmu?" tanya Noire masih tidak mengerti.

"Itu tidak masalah sama sekali, aku hanya perlu mengambil energi Share untuk kebaikan semuanya."

Gadis itu mengarahkan pistolnya menuju ke arah Noire dengan wajah bersungguh-sungguh. Dia menarik pelatuknya dan peluru pun keluar segera menuju ke arah Noire.

Black Heart masih terdiam saja, dan dia menepis peluru itu dengan pedangnya.

"Aku tidak tahu siapa kau dan apa maumu. Tapi aku harus melindungi Nation milik temanku ini yang dirinya sedang pergi jauh." Noire memposisikan pedangnya, mencoba untuk bertarung lagi.

Gadis asing itu masih terdiam melihat Noire, yang berkata dengan tegas dan mata dipenuhi kejujuran. Dia sedikit tercengang melihat sifat yang keluar dari CPU Lastation itu.

"Begitukah? Kenapa kau begitu peduli dengannya? Apakah karena memiliki mau? Atau membalas budi?" tanya gadis itu sekali lagi, dengan wajah datar.

Noire terdiam sementara, merasa tertarik dengan perkataan gadis itu, benar-benar perkataan yang begitu menarik, membuat CPU Lastation terdiam dan tersenyum.

"Begitu, aku mengerti sekarang, sangat mengerti sekali." Noire memenjamkan matanya dan kembali melihat gadis asing itu. "Kau sepertinya tidak memiliki teman, bukan?" CPU Lastation mengatakan perkataan datar dan sedikit kasar.

Gadis asing itu hanya terdiam mendengar perkataan CPU Lastation. Dia sepertinya tidak tahu harus bersifat apa. Hingga tiba-tiba ada serangan datang dari sebelah kirinya.

"Gyaaaa!"

Blanc merasa mendapatkan celah saat gadis asing itu terdiam. Dia mengangkat kapaknya yang besar untuk menyerang gadis asing itu, yang pasti kekuatannya begitu kuat yang bisa membuat gadis itu terpental jauh.

Gadis asing itu menyadari serangan itu dan menangkisnya, namun itu sia-sia saja. Pukulan Blanc begitu kuat hingga membuat dirinya terpental ke bawah dengan cepat, menuju bangunan penduduk Planeptune. Dia menghantam bangunan itu hingga hancur dan menciptakan suara gemuruh terdengar keras.

Noire menatap datar ke tempat gadis itu terjatuh dan kemudian menatap cemberut Blanc.

"Apa?" tanya Blanc merasa di tatap aneh.

"Tak bisakah kau bertarung dengan santai. Kau bisa saja membuat para penduduk terluka dan untungnya bangunan tadi sudah kosong." omelan Noire membuat CPU Lowee marah.

"Diamlah! Aku dari tadi menahan marah setelah di remehkan gadis asing sialan itu!" marah Blanc dengan mata merahnya.

Histoire memerhatikan mereka berdua malah bertengkar saru sama lain. "Anooo! Blanc-san! Noire-san! Kumohon tidak menghancurkan fasilitas penduduk!" seru sang Oracle merasa khawatir kepada para penduduk.

Blanc dan Noire mendengar seruan Histoire.

"Kau dengar itu? Sebaiknya kau berhati-hati bertarung, dan jangan sampai nafsu bertarung bodohmu membunuh para penduduk." Noire terus mengomel

"Aku mengerti! Sialan!" kutuk Blanc masih marah.

Mereka kembali melihat ke tempat gadis asing tadi terjatuh. Bangunan yang dia hantam sudah sangat hancur hingga menciptakan lubang besar. Beberapa saat kemudian muncul gerakan dan sesuatu terbang ke atas langit, sama tinggi dengan Noire dan Blanc. Gadis itu ternyata masih selamat walaupun tubuhnya terlihat terluka.

Ada rasa kagum dari kedua CPU lebih tua.

"Oh... Menarik. Kau ternyata masih selamat dari pukulan wanita garang ini." Noire menunjuk ke sampingnya.

"Cih, tapi tetap saja kau terlihat terluka." ejek Blanc.

Gadis asing itu hanya terdiam dan mengangkat pedangnya ke depan.

"Aku akan melawan kalian semua, tidak peduli seberapa kuat kalian." gadis asing itu begitu bersemangat.

CPU Lastation dan Lowee tersenyum sinis melihat sifat keras kepala gadis asing itu.

Di sisi lain. Histoire dan yang ada di Basilicom dari tadi melihat mereka bertarung. Ada ekspresi berbeda di setiap masing-masing mereka, seperti takut, kagum maupun penasaran. Terutama Histoire yang dari tadi memerhatikan gadis asing mirip seperti Noire dan Uni, dari ciri-cirinya dan sifatnya.

"Histoire-sama. Apakah anda tahu siapa gadis itu?" IF dari tadi penasaran dengan gadis asing itu.

"Aku juga penasaran. Tidak hanya jati dirinya, tapi juga dengan kekuatannya yang begitu unik." Histoire memerhatikan gadis asing itu sedang bertarung melawan Blanc sekarang. Dia bisa melihat gadis itu ternyata bisa menghindari semua serangan sang White Heart.

Hanya Noire yang bisa melawan gadis asing itu, dengan kecepatan mereka yang begitu cepat sekali.

"Ada apa ini?!"

Dari belakang mereka muncul Nepgear yang memakai handuk menutupi dirinya. Di belakangnya ada Vert mengikutinya dengan memakai handuk juga.

"Wah wah, terjadi sesuatu yang begitu menarik sekarang." Vert malah merasa tertarik.

"Vert-sama! Ini bukan saatnya tenang, kita lagi di serang desu." protes Compa.

Uni di sisi lain terlihat kaget melihat Nepgear memakai handuk. Dia sedikit malu melihat sahabat pertamanya itu memakai handuk tanpa pakaian dalam.

"Eh Uni? Kenapa kau kesini?" tanya Nepgear kaget melihat Uni.

"Eh? Hmmm aku tadinya hanya mengajak kakakku untuk bersenang-senang ke sini. Tapi tiba-tiba saja muncul gadis asing menyerang Basilicom mu." Jelas Uni dengan kaku dan gugup.

"Gadis asing?" Nepgear melihat ke atas langit. Dia melihat ada satu orang sedang bertarung dengan dua orang. Setelah melihat lebih jelas, dia mengetahui yang dua orang adalah Noire dan Blanc.

"Eh Noire-san? Blanc-san? Mereka sedang bertarung dengan siapa?" Nepgear penasaran situasi sekarang.

Histoire memandang Nepgear. "Entahlah. Kami juga tidak tahu, tapi yang pasti wanita itu memiliki energi Share dan musuh bagi para CPU." jelasnya.

Nepgear tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setelah kakaknya menghilang, banyak sekali kejadian aneh menimpa Planeptune entah kenapa. Mulai dari pemberontakan, energi Share semakin berkurang drastis dan ancaman aneh ke Planeptune. Dan dia harus mengatasi itu semua sendiri.

Vert maju ke depan memerhatikan pertarungan mereka semakin serius dan intense sekali. Mereka sudah memasuki tingkat pertarungan menghancurkan wilayah sekitar, sehingga dia sebagai seorang CPU juga harus mengatasi ini.

"Sepertinya aku harus menyelesaikan pertarungan mereka. Jika tidak, maka penduduk sekitar semakin terkena dampaknya."

"Tunggu Vert. Aku rasa itu tidak perlu sama sekali, aku bisa melihat kalau gadis asing itu sudah akan kalah. Energi Sharenya sudah hampir habis, aura di sekitarnya semakin meredup." ucap Histoire membuat mereka semua memerhatikan gadis asing itu.

Benar kata Histoire. Gadis asing itu tampak menarik nafas berat, tubuhnya sudah tampak kelelahan dan aura di sekitarnya sebagai CPU sudah mulai menghilang. Gadis itu sudah sampai batasnya setelah bertarung dengan Noire dan Blanc.

"Sudah kuduga kau hanya gadis kecil sok kuat."

"Kau sudah mencapai batasmu, jadi segera menyerahlah."

Komentar Blanc dan Noire memancing emosi marah gadis asing itu. Dia sekali lagi menyerang dan kali ini menuju ke arah Noire. Dia menghunus pedangnya dan mencoba menebas Noire, namun CPU Lastation menangkis serangan itu dengan pedangnya, dengan gaya satu tangan.

"Sudah aku katakan. Kau sudah mencapai batasmu, jadi menyeralah." ucap tegas Noire.

Noire menendang gadis asing itu hingga terjatuh ke bawah dengan cepatnya.

"Kenapa kau malah jadi lebih brutal dariku?" Blanc menatap aneh Noire.

"Aku hanya tidak suka melihat orang lemah yang sombong." ucap datar Noire. "Mereka hanya orang bodoh yang membohongi diri mereka." tambahnya dengan wajah masih datar.

Blanc sedikit tertarik dengan perkataannya.

Kembali ke gadis asing itu. Dia masih saja mencoba berdiri dan kembali melawan Blanc dan Noire. Tetapi kakinya gemetaran tidak kuat menahan beban tubuhnya, begitu juga dengan kedua tangannya, yang memgang pedang dan pistol.

"Aku harus menang. Apa pun yang terjadi." ucap gadis asing itu yang ternyata keras kepala.

Blanc terdiam namun kagum melihat gadis itu masih ingin bertarung dengan mereka. Entah apa membuat gadis itu termotivitasi untuk melawan mereka berdua. Padahal dia sudah melukainya dengan cukup parah.

Di sebelahnya. Noire terdiam juga, namun kali ada beberapa ekspresi yang yang dia tunjukkan, tidak bisa di jelaskan satu persatu. Secara cepat dia menerjang gadis asing itu dan menyerangnya dengan banyak sekali tebasan yang begitu banyak tanpa ampun.

Ini memberi kesan kejam untuk yang melihatnya.

"Kenapa dia jadi sangat brutal?... Apakah ada kata-kata dari gadis itu yang membuatnya marah sebegitunya?" heran White Heart melihat CPU Lastation itu.

Histoire dan yang lainnya di Basilicom. Tampak merasa kasihan sekarang dengan gadis asing itu, yang di tebas sebegitu kejamnya oleh Noire.

"Uni, kenapa kakakmu tampak marah sekali?" tanya Vert melihat situasi itu.

"A-aku tidak tahu sama sekali. Baru pertama kalinya aku melihat dirinya jadi seperti itu." ucap Uni merasa penasaran.

Mereka semua terdiam tanpa mengatakan sepatah kata pun. Mereka masih melihat gadis itu masih melawan Noire walaupun dia pasti tidak mungkin menang dengan keadaan sekarang.

"Histy!"

Mereka semua mendengar teriakan keras di bawah mereka semua. Muncul dua gadis kecil terbang dari bawah Basilicom dan menuju ke arah mereka. Kedua gadis itu adalah Ram dan Rom yang memajai mode HDD mereka, sehingga bisa terbang.

"Ram! Rom! Kemana saja kalian." tanya Histoire lega melihat mereka berdua tidak apa-apa.

"Tolong Histy! Hentikan Noire-san." ucap Ram.

"Benar! Jika tidak... " Rom mulai menjelaskan sesuatu.

Di langit, Blanc bisa mendengar suara kedua adiknya. Dia berbalik melihat kedua adiknya sedang berbicara dengan Histoire.

"Ram? Rom? Syukurlah kalian berdua selamat. Tapi apa yang mereka bicarakan?" karena merasa tertarik Blanc pun terbang menuju ke arah mereka.

Kembali dengan Noire yang sekarang sudah menghajar babak belur gadis asing itu. Tubuh gadis itu sudah terluka parah tampak jelas di sekujur tubuhnya.

"Jadi kau masih ingin melawanku?" tanya Noire masih menantang gadis itu.

Gadis itu mengangkat pedangnya kembali walaupun harus merasakan nyeri. Tubuhnya sudah gemetaran tapi sang pemilik tubuh masih bersikeras untuk melawan Noire.

"Masih. Aku harus mengalahkanmu." ucapnya dengan nada percaya diri.

Mendengar perkataan itu, Noire merasa geram melihat sifat keras kepala gadis asing ini. Dia tidak pernah merasakan perasaan semarah ini.

"Begitukah, baiklah. Aku akan mengakhiri hidupmu sebagai hukuman setelah apa yang kau lakukan." Noire mengangkat pedangnya, kembali ingin menyerang gadis asing itu tapi kali ini lebih serius dari sebelumnya.

Noire menerjang menuju gadis itu dengan pedang sudah bersiap-siap menebas leher gadis itu, tanpa ada rasa kesan ragu. Dia mencoba menebas leher gadis asing itu namun ada sesuatu yang menahan pedangnya dengan cukup muda, dia melihat ke apa yang menghentikan pedangnya.

Itu adalah tangan Blanc. Ya tangan Blanc menahan pedang Noire dengan memegang bagian tajamnya, dia dia tampak tidak merasakan kesakitan ataupun terluka.

Noire merasa heran melihat apa yang di lakukan Blanc. "Kenapa kau menahan seranganku?" tanya Noire dengan penasaran.

"Cukup Noire. Kau sudah kelewatan." jawab Blanc.

Noire bisa melihat mata Blanc begitu serius memandang, seolah-olah perkataannya tadi memang serius, tapi dia tidak tahu kenapa dia begitu marah saat ini.

"Kenapa? Gadis asing ini sudah menyerang Planeptune. Dia harus segera di atasi agar kejadian ini tidak terulang lagi." Noire menarik pedangnya, dan menatap serius Blanc.

"Dengan membunuhnya? Apakah itu kegiatan baik seorang Goddees?"

"Lalu apa? Punya saran lain?"

Blanc menarik nafas mencoba menenangkan dirinya, yang sebenarnya CPU paling pemarah dari keempat mereka. "Kita seharusnya memberi contoh baik bagi masyarakat. Kita di puji dan di hormati oleh para manusia dan itu akan terjadi untuk selamanya." ucap Blanc kali ini memberi sedikit ocehan.

Black Heart tampak kesal di ceramah oleh CPU lain. Dia adalah yang paling angkuh dari ketiga CPU lainnya, sang Black Heart yang begitu angkuh namun tegas dan bijaksana, itulah orang-orang mengenal dirinya.

"Aku sudah tahu, tapi kau juga harus tahu. Kita para CPU memiliki cara berbeda mengurus Nation kita sendiri-sendiri." Noire kali ini membalas argumen Blanc. Dia merasa tidak terima dirinya ceramah seperti orang bodoh. "Jadi hanya itu yang hanya ingin kau katakan?" sang Black Heart merasa tidak puas dengan ocehan White Heart.

Blanc terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Dia menonaktifkan mode HDD miliknya, dan kembali menjadi wanita kutu buku yang pendiam.

"Tidak, aku sudah mengerti perkataanmu. Tapi aku memiliki alasan lebih jelas menghentikan seranganmu." Blanc berbalik untuk melihat gadis asing itu, begitu juga dengan Noire.

Gadis itu masih sadar namun hampir merasa ingin pingsan, tapi dirinya menolak. Tiba-tiba dia batuk dengan parah hingga akhirnya memuntahkan darah ke tanah.

Noire kaget melihat gadis itu. Dia terkejut kalau gadis asing itu seperti seorang manusia yang bisa memuntahkan darah. Padahal dari tadi dia berpikir kalau gadis asing ini adalah seorang CPU, bahkan dari tadi dia menggunakan energi Share yang hanya bisa di gunakan oleh seorang CPU dan tubuhnya tidak manusiawi sekali saat menahan semua serangan oleh dirinya dan Blanc.

Beberapa saat kemudian gadis asing itu berubah seperti halnya CPU namun kali ini menjadi jati diri yang sebenarnya. Tampak jelas dia menjadi gadis yang lebih kecil, dia memakai gaun berwarna ungu, memiliki mata berbeda warna yang sebelah kiri berwarna biru dan kanan berwarna hijau muda. Dia yang tidak lain adalah Cylia.

Noire kaget melihat perubahan gadis itu, dia sekarang berbeda kecuali rambutnya masih berwarna putih namun berbeda gaya. Ada sesuatu di sebelahnya, dan Noire tahu apa itu

"Eh? Gadis kecil? Dan kristal Sharicite milikku?" Noire menonaktifkan mode HDD nya. Wajahnya menunjukkan rasa kebingungan yang jelas terlihat. Siapa gadis kecil ini? Kenapa dia memiliki kristal Sharicite miliknya?

Blanc menghampiri Cylia yang pingsan dan menggendongnya. Dia tampak merasa kasihan melihat keadaannya sekarang, yang tubuhnya di penuhi luka-luka. Muncul rasa bersalah mengingat dirinya juga menghajar Cylia dengan babak belur juga, tapi yang terjadi biarlah terjadi.

"Kau mengenalnya?"

"Ya, namanya Cylia, dia teman kedua adikku."

(Beberapa saat kemudian)

"Begitulah."

Histoire ada di tengah mereka semua. Dia sudah selesai menceritakan apa yang telah terjadi saat ini. Penjelasannya membuat semua kelompok kecuali Blanc dan Vert terkejut.

"Tunggu, jadi gadis ini setengah CPU?!" tanya Noire dengan masih tidak percaya.

"Ya, dia bisa menggunakan energi Share namun dia tidak bisa menciptakannya. Dia sepertinya dari pertama memang memiliki energi Share untuk terus hidup hingga sekarang, namun dia tidak bisa mendapatkannya sendiri, tidak seperti para CPU." jelas Histoire dengan panjang lebar.

Noire dan Uni tentu saja kaget mendengarnya.

"Dan perubahan dia tadi karena kristal Sharicite milik Noire-sama?" IF mulai tertarik dengan ini.

"Ya. Sepertinya tubuhnya menyerap energi Sharicite milik CPU Lastation dan uniknya dia memiliki ciri-ciri yang sama dengan dirinya dan Uni-san." jelas sang Oracle.

Noire akhirnya mengerti sekarang. Gadis bernama Cylia itu ternyata menyerap energi Sharicite miliknya dan memiliki kekuatan seperti CPU Lastation, yaitu dirinya dan Uni. Ini benar-benar membuatnya terkejut.

"Ini begitu mengejutkan desu." Compa terkejut dengan kenyataan ini.

"Karena dia setengah manusia, dia masih memiliki organ seperti manusia kecuali pencernaan. Dia memiliki jantung dan darah untuk system tubuhnya, namun uniknya dia tidak memiliki alat pencernaan yang artinya dia tidak perlu buang air kecil atau besar." Histoire menjelaskan dengan penuh wajah penasaran.

"Tunggu. Tidak perlu? Bahkan kita para CPU harus setelah tubuh kami sudah cukup menyerap nutrisi makanan." Blanc sedikit terkejut.

"Seperti aku bilang. Tubuh anak ini begitu unik dan penuh misteri. Tubuhnya seperti di ciptakan dengan sengaja." kata Histoire, membuat mereka semua kembali berpikir.

Ini kejadian mengejutkan sekali untuk Planeptune dengan kejadian ini. Anak tak tahu asal usulnya ini membuat para CPU dan sang Oracle kebingungan. Siapa dia? Dari mana dia? Kenapa dia memiliki kekuatan seperti itu? Dan untuk apa dia di ciptakan seperti itu? Mereka semua kebingungan.

"Dan apakah dia bisa mati seperti para manusia?" kali ini Uni bertanya.

Histoire menatap Uni, "Setengah."

Uni memiringkan kepalanya bingung.

"Maksudku dia tidak akan mati secara natural yaitu mati karena umur. Namun dia akan mati kalau fisiknya rusak begitu parah namun itu akan sulit."

"Hmmm maksudmu Histy?" Vert sadar kalau kelemahan gadis ini sama dengan Luffy.

"Maksudku dia setengah CPU namun dia bisa melawan dua CPU sekaligus selama berjam-jam tadi. Dan tubuh manusia dan CPU nya memberikan kesan unik dalam bekerja satu sama lain."

Semua orang mendengarkan dengan seksama.

"Tubuhnya menyembuhkan luka-luka fisiknya dengan cepat berkat energi Share di dalam tubuhnya, artinya dia memiliki kekuatan penyembuhan yang cepat bahkan bisa di bilang sangat cepat. Namun penyembuhannya akan lambat jika energi Share nya sudah habis, walaupun begitu tingkat penyembuhannya tetap di atas rata-rata manusia berkat tubuh hybrid nya itu." Histoire sekali lagi memberikan kesan menakjubkan kepada mereka semua.

Tertegun dan kagum? Itulah yang di rasakan oleh mereka semua setelah mendengarkan cerita Histoire. Terutama Noire yang kaget mengetahui ada makhluk setengah CPU, itu sama sekali mustahil untuk di percaya.

"Dan lagi, Noire-san... " Histoire kali ini menatap Noire, dengan tatapan sedikit serius.

Black Heart menelan ludahnya, melihat tatapan Histoire.

"Kau... kejam sekali saat bertarung tadi, apakah kau tidak memiliki rasa kasihan? Dan lagi dengan cerobohnya menjatuhkan kristal Sharicite milikmu, itu bisa berbahaya tahu." wajah serius Histoire diganti dengan cemberut.

Sedangkan wajah Noire berubah menjadi malu. Dia hanya ingin melindungi Nation Planeptune, walaupun dia mengakui sedikit kejam di pertarungan tadi. Tapi untungnya dia merasa bersalah melukai Cylia hingga parah dan mau meminta maaf, tapi dia harus merhasiakan perasaan ini.

"A-aku hanya mencoba melindungi Planeptune!" serunya membela diri.

"Hohoho~ mencoba membela diri? Kau memang tsundere paling payah, Noire." Vert tersenyum sinis.

"Diam kau dada melon! Kau dari tadi hanya berdiam diri saja, tidak ikut bertarung!" marah Noire tidak terima.

Senyuman Vert menghilang, "Hey hey, akui saja dasar tsundere payah."

"Kalau tidak memangnya kenapa?"

Mereka menatap tajam satu sama lain, memberikan energi akan bertarung saat ini juga. IF dan Compa mencoba menggeser kursi mereka menjauh, begitu juga dengan Nepgear dan Uni sedangkan Blanc hanya duduk santai dekat mereka. Blanc begitu santai sambil meminum teh miliknya, tidak memperdulikan dua wanita yang ingin bertarung di sebelahnya.

"Si penyendiri dan si dada melon ingin bertarung? Inilah yang disebut hiburan berkelas." sebuah perkataan menghina keluar dari mulut Blanc.

Noire menatap Blanc, "Cih si dada rata tidak perlu ikut campur."

Perkataan Noire di balas dengan tatapan tajam Blanc, di tambah lagi aura mencekam ngeri di sekitar tubuhnya. Terdengar genggaman tangannya yang sudah bersiap memukul seseorang.

"Sudahlah kalian bertiga. Sekarang kita harus mencari pencerahan dari kejadian ini, tidak ada waktu mengurus perang console kedua." Histoire memegang jidatnya pusing.

"Jadi apa yang akan kita lakukan kepada gadis itu, Histoire sama?" IF bertanya.

"Untuk sekarang dia akan tinggal di Planeptune. Kita membutuhkan informasi mendalam lagi agar asal-usulnya terungkap."

Semua orang mengangguk setuju dengan Histoire. Gadis itu terlalu misteri untuk tidak di cari tahu siapa dia, yang sudah melawan dua CPU murni. Kekuatannya tidak bisa di remehkan dan membuat Histoire tampak begitu penasaran sekali.

Histoire belakangan ini begitu pusing. Mengingat harus membawa Neptune dan Luffy kembali ke dimensi ini, di tambah lagi mengurus Planeptune yang tanpa seorang CPU. Dan sekarang datang gadis misteri yang bisa menjadi ancaman bagi Planeptune jika dia di pihak yang salah.

"Baiklah, sekarang aku harus mencari tahu bagaimana membawa Neptune-san dan Luffy-san kembali ke dimensi ini." Histoire menghela nafas lelah.

"Kalau bisa secepatnya Histoire-san." harap Nepgear.

"Aku mengerti, kau tak perlu khawatir. Pasti ada jalan untuk membawa mereka kembali. Kau hanya harus tenang, Nepgear-san." Histoire mengatakan perkataan penyemangat.

"Entah apa yang di lakukan dia sekarang di sana. Aku harap tidak kejadian bodoh." ucap Noire cemberut.

"Aku yakin ada kejadian buruk menimpa dirinya." Blanc berkata dengan santai.

"Benar juga. Dia adalah CPU paling bermasalah dari kita bertiga." ucap Vert mengangguk setuju.

Blanc dan Noire mengangguk balik setuju dengan Vert.

-(Ultradimension) Planeptune

"Acho!"

"Wah! Kenapa kau tiba-tiba saja bersin!"

Kembali ke para karakter utama. Neptune, Noire dan Luffy tampak sedang berlari dengan begitu cepat. Di belakang mereka ada monster yang begitu besar, bahkan hampir sebesar bangunan tinggi Planeptune. Mungkin inilah kenapa mereka berlari.

"Tak bisakah kalian berubah?!" seru si kapten.

"Tidak sekarang! Kita membutuhkan beberapa saat untuk berubah!" balas Noire.

"Itu benar! Kami memiliki waktu animasi untuk berubah dan sebagai salah satu fanservis!" seru Neptune.

Mereka berdua masih berlari mencoba menjauh dari monster yang mengejar mereka. Namun Luffy pun mulai merasa kesal dan berbalik, berpikir untuk melawan monster itu. Dia sudah bersiap-siap dengan tangannya dan ada senyuman di bibirnya. Si kapten menggigit dan meniup jari jempolnya, dan tangannya pun tiba-tiba membesar dengan pesat.

Neptune dan Noire berhenti berlari saat berbalik melihat apa yang di lakukan oleh Luffy. Mereka kaget melihat tangan Luffy tiba-tiba saja membesar.

''Gomu-Gomu no Giant Pistol!'' Luffy memajukan tangannya memukul monster itu.

Pukulan itu ternyata begitu kuat hingga membuat monster itu terpental ke belakang dan akhirnya guling ke belakang. Muncul juga gelombang kejut yang membuat Noire dan Neptune harus memegang sesuatu agar tidak terpental. Pada akhirnya Luffy pun berhasil mengalahkan monster itu dengan satu pukulan.

Si bocah topi jerami tersenyum bangga melihat dengan apa yang dia lakukan. Dia berhasil mengalahkan monster yang begitu besar dengan satu pukulan saja sudah membuatnya bangga, karena akan di gaji besar dari Guild setelah ini dan akhirnya bisa makan enak nanti.

Neptune dan Noire masih terkejut melihat serangan Luffy itu. Mereka masih tertegun melihat kerusakan yang di buat Luffy.

"Wah! Serangan rahasia lain milik Luffy-bro!"

"Serangan itu kuat!"

"Shishishi! Setelah ini kita akan dapat uang banyak!"

Neptune tertawa kaku dan Noire sweatdrop, mendengar seruan Luffy yang dari tadi memikirkan uang.

Akhirnya mereka kembali ke Guild dan mendapatkan item dan credit yang begitu banyak. Hingga si bocah topi jerami tampak makan dengan rakusnya, sedangkan CPU Planeptune dan Lastation terbengong melihatnya. Sudah begitu lama Neptune dan Luffy tinggal di dimensi ini dan selama bertahun-tahun mereka sudah tinggal dan membantu Planeptune, Lastation dan Lowee di dimensi ini. Hubungan ketiga Nation itu membuat perubahan untuk para manusia di dunia ini, membuat mereka percaya kalai kedamaian bisa di di dapat.

''Wow, aku tidak menyangka kau akan sekuat ini, Luffy-bro.'' Neptune menghampirinya.

''Aku akui dia kuat.'' ucap Noire mengakui.

''Shishishi ternyata kekuatanku benar-benar akan kembali.''

Luffy tersenyum dengan senang dan bangga.

''Akhirnya kita bisa pulang. Aku sangat lelah sekali saat ini.'' ucap Neptune

''Baiklah, ayo.'' ajak Luffy.

''Aku akan kembali ke Lastation.''

''Hah? Saat ini juga?''

Noire berdiri dari kursinya, ''Ya, berikan salamku kepada Histoire.'' Noire pun pergi keluar dari Guild meninggalkan mereka berdua.

''Okey... saatnya pulang Luffy-bro.'' Neptune juga berjalan ke pintu keluar, dan Luffy mengikutinya dari belakang.

-Basilicom

Mereka berdua sampai di Basilicom. Si bocah topi jerami dan CPU Planeptune masuk ke dalam ruangan tengah, dimana Plutia dan Histoire berada. Di ruangan bisa di lihat Plutia seperti biasa sedang mengurus para bayi, yang tampak sudah mulai tumbuh besar. Sedangkan Histy kecil sedang melakukan sesuatu dengan sebuah dokumen.

"Hmmm teori ini mungkin juga tidak mungkin berhasil."

"Cobalah cari tentang energi teleport."

Ternyata ada tamu lagi di Basilicom milik Plutia, yaitu Blanc yang tampak sedang membantu Histy. Dia seperti biasa memakai pakaian jepang berwarna merah, sendal kayu dan topi bulatnya.

"Kami kembali!" seru si bocah topi jerami dan CPU dari Hyperdimension.

"Selamat datang!" sapa Plutia sambil menggendong bayi berambut kuning.

"Oh selamat datang."

"Selamat datang kalian berdua."

Blanc dan Histy kecil juga memberi salam kepada mereka berdua.

Bayi berambut jingga tampak mencoba berdiri saat melihat Luffy, dan tampak ingin menghampiri sang kapten dengan jalannya yang masih kaku.

"Ngo~ ngo~." bayi itu melambai-lambaikan tangannya ke arah Luffy, seperti ingin meminta sesuatu.

"Hmmm?" Luffy melihat bayi itu, "Kau ingin minta gendong?"

"Ngu~ ngu~!" bayi itu mengangguk menjawab iya.

Luffy mulai menggendong bayi itu dan mulai bermain-main dengannya. Seperti mengayunkannya kesana kemari, membuat bayi itu kegirangan senang. Mereka berdua tampak senang satu sama lain, membuat hubungan yang mulai lebih dekat.

Blan memerhatikan ini kasih dengan wajah datarnya, namun mulai tersenyum melihat ini.

"Para bayi yang malang, di tinggalkan oleh para orang tua mereka." ucap Blanc merasa simpati.

"Oh Blanc? Sedang apa kau disini?" Neptune baru sadar ada Blanc di sini.

"Aku sedang membantu Histy mengenai hal berpindah dimensi."

"Kau handal dengan hal ini?"

"Tentu saja. Kau pikir dari dulu aku membaca buku untuk apa?" Blanc tampak cemberut.

Neptune tertawa kaku. Dia melihat ke semua bayi, dia melihat bayi rambut pirang bersama Plutia yang sedang tidur, si rambut gelap sedang bermain dengan mainan dan terakhir si rambut jingga bersama Luffy.

Sudah satu setengah tahun bayi itu berada di tempat ini, hingga mereka mulai bisa berjalan. Dari sejak di temukan, Neptune, Plutia dan Luffy tentu saja mengurus mereka semua hingga saat ini, sehingga tampak sudah seperti keluarga sendiri.

Neptune tersenyum melihat mereka semua hingga...

"Tunggu, sepertinya aku pernah melihat mereka semua. Terutama si rambut hitam dan jingga... tapi di mana?" Neptune memegang dagunya berpikir dan mulai melihat ketiga bayi itu, terutama berambut hitam dan jingga.

"Tunggu sebentar! Compa!? IF!?" teriak Neptune menyadari kedua bayi itu.

Teriakan itu mengagetkan semua orang, dan bayi yang sedang tertidur hingga dia bangun dan menangis.

"Eh?! Kenapa kau berteriak Neppy? Kau membuatnya terbangun." Plutia mencoba membuat bayi itu tertidur lagi, namun usahanya begitu sia-sia. Bayi itu sudah benar-benar kaget dengan teriakan Neptune tadi.

''Ada apa denganmu?'' tanya Blanc menutup telinganya setelah mendengar teriakan Neptune tadi.

"Luffy-bro! Mereka adalah Compa dan IF!" Neptune menggendong bayi berambut hitam, bayi itu tampak cemberut kalau Neptune berteriak ke arahnya.

Liffy langsung melihat bayi yang dia gendong, namum kali ini lebih teliti. Matanya melebar melihat rambut berwarna jingga dan matanya memiliki mata yang sama dengan rambutnya, bayi ini benar-benar mirip Compa namun versi bayi.

"Wah kau benar Nep!"

"Hmmmm itu artinya kedua bayi ini adalah teman kalian berdua di dimensi ini, namun versi bayi." kata Blanc.

"Ya, sepertinya kau benar, Blanc." Neptune masih menatap bayi versi IF yang dia gendong. Bayi itu tampak masih cemberut kepada Neptune.

Ini tentu saja sangat mengejutkan, mengetahui kalau dua dari ketiga bayi adalah Compa dan IF di dimensi ini. Ini kejadian yang tak terduga.

Dubrak!

Tiba-tiba saja pintu terbuka dari luar, mengagetkan mereka semua.

Yang membuka pintu adalah Noire, yang sepertinya tidak jadi kembali ke Lastation.

"Noire?" heran Neptune.

"Dengar semua! Kita dalam masalah! CPU Leanbox menantang kita!" seru nya dengan keras sehingga mereka semua bisa dengar.

Semua orang terdiam di tempat.

Bersambung.


Akhirnya kembali ke petualangan Neptune dan Luffy. Setelah penjelasan tentang Cylia.

Seperti yang di canon game. Compa dan IF masih bayi di dimensi Plutia dan merekalah yang mengasuh mereka bertiga. Tapi siapa bayi ketiga?

Terima kasih yang sudah baca.

Sampai jumpa di bab berikutnya.

Salam