Disclaimer :

Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*

.

TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.

.

Warning :

OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!

.

.

Catatan :

Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.

Dan di sini author akan membuat segalanya terlalu berlebihan, hehehe,

.

.

= Enjoy for read =

.

But

.

! Don't like Don't Read !

.

.

[Crown for the Queen ]

~ Chapter 25 ~

.

.

Sakura Pov.

Chrysanthemum atau bunga krisan, salah satu tanaman yang hanya tumbuh di kerajaan selatan dan bunga itu hanya berada di salah satu taman istana Haruno, bunga ini sangat langka, ayah tidak sengaja menemukannya di dalam hutan yang cukup jauh saat ayah dan beberapa temannya melakukan kegiatan perburuan di hutan.

Bunga ini tidak mungkin berada di luar istana Haruno, tidak mungkin ada yang menanamnya jika tidak mengambil bibitnya dari sana, jika mengambilnya pun akan mendapat hukuman yang berat, apa sudah ada yang menjual bunga-bunga itu? Atau mungkin mereka sudah membuang semua tanaman yang ada di sana, mungkin saja, ini sudah beberapa tahun lamanya aku tidak mengetahui lagi keadaan di istana.

Padahal aku yang menanamnya dan merawat bunga-bunga ini, menatap bunga lain, selebihnya mereka hanya tanaman palsu dan bukan tanaman obat.

"Silahkan lihat-lihat nona, apa ada yang membuatmu tertarik? Semua ini adalah tanaman obat dari negeri yang terkenal dengan tanaman obat dan sangat jauh dari sini." Ucap penjual tanaman ini.

Berani sekali dia berbohong padaku, aku akan meladeni penjual dengan mulut besar seperti ini.

"Sungguh? Ini sangat hebat, aku tidak tahu jika tanaman-tanaman ini adalah obat." Ucapku, sedikit memancingnya.

"Hahaha, kau datang ke tempat yang tepat nona, bunga ini bisa menghilangkan sakit kepala, yang di sana bisa menghilangkan tegang pada otot, ada juga untuk mempercantik wajah." Ucapnya, dengan segala kebohongannya.

Mereka tidak memiliki fungsi seperti itu, jika kau menjual tanaman seperti ini di kerajaan Haruno, kau akan di hina habis-habisan, tapi satu pot berisikan bunga krisan ini adalah asli, aku tahu bunga ini.

"Lalu bunga yang cantik ini untuk apa?" Tanyaku.

"Itu untuk memperlancar aliran darah." Ucapnya, asal.

Aku sudah tidak kuat lagi mendengar segala kebohongannya.

"Tuan, apa nama negeri tanaman obat yang kau sebutkan tadi?"

"Eh? I-itu sangat jauh nona, aku harus mengelilingi beberapa daratan hingga menemukan tempat itu."

Pembohong.

Walaupun benar kerajaan Haruno amat sangat jauh dari sini, aku jadi penasaran siapa yang memberikan tanaman ini untuk pria di hadapanku ini.

"Baiklah, aku ingin bunga ini." Ucapku.

"Ah, itu cukup mahal nona, 1000 keping emas."

Tuan ini sungguh keterlaluan, aku yakin dia sengaja memberikan penawaran yang sangat tinggi.

"Wah, aku tidak percaya, bunga ini sungguh mahal."

"Maafkan aku nona, bunganya sangat langka, bunga kembang sepatu ini sangat sulit di temukan di sini." Ucapnya

Kembang sepatu?

Apa maksudmu bunga kembang sepatu! Itu adalah bunga krisan! Tanaman itu tidak sama dengan kembang sepatu! Dasar pria mata uang! Seenaknya mencuri bunga ini dari kerajaan Haruno!

"Kesatria Sai." Panggilku.

"Ada apa, nona?" Ucapnya dan menghampiriku.

"Apa hukuman untuk orang yang menipu?" Tanyaku.

"Uhm.. dia harus bayar denda sebesar 10000 keping emas dan di tahan di dalam penjara selama 20 tahun, setelah keluar pun dia akan di awasi, jika masih menipu akan di hukum gantung." Jelas kesatria Sai.

Menatap ke arah tuan itu, tatapannya cukup terkejut, apa kau masih ingin berbohong lagi, tuan?

"Apa ada yang menipumu, nona? Aku bisa menangkapnya sekarang juga dan kita membawanya ke ruangan pengadilan." Ucapnya.

"Hehehe, nona, bisakah kita sedikit bekerja sama? Aku baru saja menjaul di tempat ini, tolong jangan membuatku dalam masalah, aku masih punya orang-orang yang perlu di kasih makan." Ucapnya dan mulai mengemis padaku.

"Bagaimana dengan harga bunga ini?" Tanyaku, aku ingin tahu dia memberi harga berapa.

"Kenapa harus bunga ini nona? Kau bisa memilih yang lain, bagaimana dengan bunga mawar ini?" Tawarnya, dia ingin aku memilih bunga lain? Dasar pencuri! Penipu! Malah tidak ingin menjualnya padaku, tanaman ini adalah milikku!

"Kesatria Sai-"

"-Ba-baiklah, untukmu nona, harga berapa pun, ambillah, tapi tolong jangan melaporkanku." Ucapnya dan memohon padaku.

"Senang bisa bernegosiasi dengan anda, tuan." Ucapku. Mengambil bunga itu dan memberinya 10 keping emas, aku rasa itu sudah cukup, sebagai upah dia berhasil membawa bunga ini hingga ke kerajaan Uchiha.

Berjalan meninggalkan pria itu walaupun aku bisa melihatnya sangat kesal dan terpaksa merelakan tanaman ini, tahu apa dia tentang bunga ini? Dasar penipu.

"Aku tidak tahu jika nona sangat menginginkan bunga itu, aku bisa menawarkannya untukmu." Ucapnya.

"Tidak perlu, saya bisa melakukannya sendiri." Ucapku.

"Lalu apa benar pria itu menipu?"

"Sebenarnya hampir menipu, tapi saya pikir dia hanya asal menjual saja, tanaman yang di jualnya sekarang hanya tanaman hias, tapi tidak dengan tanaman ini." Ucapku.

"Dia bilang itu kembang sepatu."

Ha! Kenapa kesatria Sai percaya akan ucapan pria itu!

"Ini bukan kembang sepatu! Bagaimana kalian begitu bodoh membedakan tanaman!" Tanpa sadar aku menjadi kesal." Ma-maaf kesatria Sai, saya hanya terbawa emosi."

"Tidak apa-apa, aku rasa nona begitu tahu tentang tanaman-tanaman itu."

Ya aku sangat mengetahuinya, bunga krisan ini akan menjadi hadiahku untuk Yang mulia raja, tanaman ini akan menjadi tanaman pembersih udara di ruangan kerjanya.

"Aku masih belum tahu nama tanaman itu." Ucap kesatria Sai, masih membahasnya juga.

"Ini adalah bunga Chrysanthemum, akan sangat berguna jika di simpan dalam sebuah ruangan, cara perawatannya pun tidak begitu rumit. Dasar pria penjual itu, dia benar-benar membohongi para pembeli, tanaman yang di jualnya itu tidak ada satu pun yang berkhasiat obat." Ucapku.

"Besok dia tidak perlu berjualan lagi." Ucap kesatria Sai.

"Eh? Bu-bukan begitu maksudku, biarkan saja dia, saya hanya ingin menyelamatkan tanaman ini agar tidak di salah gunakan." Ucapku, aku jadi panik sendiri mendengarnya, biarkanlah pria itu berbohong dan menipu, mungkin suatu saat dia akan mendapat balasan dari apa yang di lakukannya itu.

"Kau terlalu baik, nona, padahal dia sedang mencoba menipumu, tapi untung saja kau sangat hebat membedakan tanaman-tanaman itu." Ucapnya.

"Tentu saja, kau harus tahu di dalam istanaku ada begitu banyak tanaman-" Segera menghentikan ucapanku dan menatap kesatria Sai.

Dia menatap bingung padaku.

"Kenapa menghentikan ucapanmu, nona?" Ucapnya, dia tidak merasa aneh dengan apa yang aku ucapkan?

"Ti-tidak, tuan kesatria salah dengar, saya tidak memiliki taman, maksudku taman di istana barat ada begitu banyak tanaman, saya hanya tahu beberapa saja." Ucapku.

Haa..~

Apa yang hampir saja aku ucapkan! Aku hampir mengatakan segalanya pada kesatria Sai! Seharusnya aku lebih menahan ucapanku lagi, aku tidak boleh asal ceplos saja.

"Saya berterima kasih untuk hari ini, tuan kesatria sangat membantuku." Ucapku.

"Tidak masalah, nona, aku senang melakukannya." Ucapnya.

.

.

.

.

[ruangan kerja raja Itachi]

Mengetuk beberapa kali dan akhirnya suara dari dalam membiarkanku masuk, aku bisa melihat raja Itachi yang setiap harinya akan sibuk.

"Salam hormatku untuk Yang mulia raja." Ucapku.

Aku meminta kesatria Sai untuk menunggu sementara di luar, aku hanya ingin mengatakan sesuatu pada Yang mulia raja dan hal ini tidak boleh di ketahui kesatria Sai, aku masih harus hati-hati padanya.

"Ada apa, nona Sumire?" Tanyanya, padaku.

"Saya tidak tahu harus memberi apa untuk Yang mulia raja, tapi saya menemukan suatu yang sangat baik untuk Yang mulia. Walaupun ini terlalu cepat, saya ingin segera memberikannya pada Yang mulia." Ucapku dan menaruh pot berisikan bunga krisan itu di salah satu meja yang berada di ruangannya ini.

"Terima kasih nona Sumire, tapi bagaimana kau bisa mendapatkan tanaman itu? Aku yakin tanaman itu sulit di temukan di kerajaan ini." Ucapnya.

"Itu benar Yang mulia, untuk itu, selain memberi hadiah ini pada Yang mulia raja, saya ingin mengetahui sesuatu, sebelumnya, saya menemukan pria penjual tanaman ini di pusat perdagangan, dia berbohong pada saya, dia bahkan tidak tahu nama asli tanaman ini, saya bukan datang untuk menuduhnya sebagai penipu walaupun dia memang sedang melakukannya, saya hanya ingin tahu dari mana dia mendapatkan tanaman ini, bunga krisan hanya tumbuh di taman istana Haruno." Ucapku.

Aku cukup sedih setelah melihat tanaman ini malah berada di tangan orang lain, dia bahkan tidak tahu apapun tentang tanaman ini.

"Begitu rupanya, aku mengerti, aku akan meminta seseorang menanyakannya pada pria itu, tenang saja nona Sumire, kau akan segera mendapatkan informasinya."

"Terima kasih Yang mulia raja, terima kasih, maaf lagi-lagi saya merepotkanmu." Ucapku. "Dan juga selamat ulang tahun, Yang mulia." Ucapku.

"Aku juga berterima kasih, nona Sumire."

.

.

.

Normal Pov.

[ Kerajaan Haruno ]

"Bagaimana kita bisa mendapat sebuah undangan dari kerajaan Uchiha?"

"Kerajaan Uchiha? Kerajaan ini sudah cukup lama hilang kabar, gara-gara masalah yang di buat mereka di masa lalu."

"Apa mungkin mereka sengaja mengundang kita?"

"Bukannya ini bagus? Ayah telah wafat, kita bisa menjalin kerja sama lagi. Nah, bagaimana Yang mulia raja? Apa kita harus berkunjung ke istana itu? Sebagai teman lama?"

"Sebaiknya kita harus berkunjung."

.

.

TBC

.

.


updatee...~

di chapter kemarin ada kuis. dan hampir jawaban kalian benar *kasih jempol* yeeeeeyyy...! author pikir karena udah chapter jauh, kalian akan lupa dengan ciri khas kerajaan Haruno maupun kerajaan Uchiha.

ya, jawabannya sudah ada di chapter ini, benar, tanaman obat. itu yang di lihat Sakura. terima kasih telah mengikuti kuis kecil-kecilan di fanfic ini dan sebagai hadiahnya, hari ini ada dua chapter untuk di update...

untuk nejes, itu anti aging buat hadiah raja Itachi ya? hahahahahah, :D, but makasih XD, hadiah buat raja itachi adalah bunga XD, mungkin cocok sih karena hadiah itu dari putri Sakura Xd.

untuk sitilafifah989 dan nurvieee96 semuanya benar *kasih jempol lagi* XD

dan di chapter ini, ada sedikit percakapan dari orang-orang di kerajaan Haruno, siapa kah mereka?

Next...