disclaimer © Kanata Konami
warning Chi-centric, mungkin OOC, PWP (plot? what plot?), confused plot, typo(s), kebutaan EBI, ide klise, diksi ambyar, totally random.


Pemandangan saat malam hari di taman kali ini terasa sungguh berbeda. Belasan nyaris dua puluhan kucing sudah berkumpul di posisi mereka masing-masing, bersiap untuk menikmati satu malam yang singkat dengan berkumpul dan bersenang-senang bersama.

Bulan separuh sedang bersinar tepat di atas air mancur, pusat taman sekaligus singgasana kebanggaan bagi kucing yang berhak duduk di sana. Tidak seperti biasanya di mana mereka selalu mengadakan pertemuan setiap bulan purnama, kali ini mereka memulainya untuk tujuan yang berbeda.

"Kita akan menyambut musim gugur pertama kita di sini!" Kuroino sang kucing hitam gagah menyuarakan maksud pertemuan—yang hanyalah sebuah kata untuk menutupi kategori acara yang sebenarnya, yaitu pesta. "Mulai!"

Selanjutnya, dua ekor kucing yang biasa berperan dalam soal penataan cahaya mulai beraksi. Dua pasang mata mereka bercahaya terang dalam gelapnya malam, menyorot tempat-tempat di sekitar pusat acara. Seekor kucing berkacamata hitam—yang bertugas sebagai seksi musik—memasukkan salah satu piringan hitam di atas meja dijoski. Musik mengalun lumayan kencang, menambah semangat para kucing yang berpartisipasi.

"Migaaaaaaa~"

Dengan arahan Mike sebagai konduktor, Chi bersama Cocchi, Ann, dan Telly mulai bernyanyi mengikuti musik sebagai orkestra kecil. Diva, sang kucing putih yang anggun, duduk di atas puncak tertinggi perosotan. Cahaya terfokus ke arahnya saat Diva mulai menyanyi. Di saat yang sama pula, Kuroino berdiri dengan kedua kakinya di atas dinding air mancur, berjalan dengan dua kaki belakangnya menirukan tarian ikonik Michael Jackson—Berjalan di Bulan.

Begitu inti acara telah berakhir, musik semangat berganti dengan melodi yang lebih pelan dan lembut. Tugas sepasang kucing penata cahaya telah berakhir. Kini pencahayaan seisi taman hanyalah dari bulan setengah yang redup, dan juga beberapa lampu taman.

"Kuroino!" Chi memisahkan dirinya dari ketiga kawan mainnya, dan memilih mendekati Kuroino yang saat ini dikelilingi beberapa kucing betina.

"Oh, Chi." Kuroino meminta para kucing yang mendekatinya untuk menjauh—mengusir secara halus. "Ada apa?"

"Kereeeeeeeen!"

Sebenarnya pujian Chi barusan sama sekali tanpa konteks yang jelas, tetapi entah mengapa Kuroino bisa mengerti. "Hm. Terima kasih juga untuk kalian."

Keduanya berjalan menuju area jungkat-jungkit. Tidak begitu jauh dari tempat itu, Cocchi sedang membicarakan sesuatu bersama Ann dan Telly. Tampaknya mereka bertiga sedang berusaha mencari Chi yang menghilang seenaknya. Kuroino sengaja mengarahkan Chi untuk ikut bersamanya, agar posisinya lebih mudah terlihat sehingga mereka pun juga bisa segera menemukan Chi.

"Kuroino, Chi mengingat sesuatu. Waktu itu bulannya bulat," ujar Chi yang kini menatap langit berbintang. "Saat itu, Chi di rumah ... yang lama."

"Apa yang kauingat, Chi?" tanya Kuroino.

"Kuroino menghilang. Chi tidak bisa menemukan Kuroino waktu itu. Kuroino pergi." Chi menjawab dengan tiga buah kalimat, yang masing-masing bermakna tidak jauh berbeda satu sama lain.

Kuroino memejamkan mata. Dia paham apa yang Chi ingin katakan.

"Maafkan aku karena berbohong akan bermain bersamamu waktu itu, Chi," sesal Kuroino dengan nada sedih.

"Berbohong? Apa itu?" Chi malah bertanya balik. "Oooh, Chi tahu! Tidak, Kuroino tidak berbohong. Sekarang Kuroino sudah bermain bersama Chi lagi!"

Kuroino terkesiap. "Chi …."

"Chi bertemu dengan Mama Bebek!" lanjut Chi. "Mama Bebek terpisah dengan tiga anak-anaknya. Meski Chi sudah memberitahu mereka tentang Mama Bebek, mereka tidak ada yang mau bertemu! Dia tidak terlihat, tapi dia ada di sana!"

Kuroino yakin seratus persen jika bebek yang dibicarakan Chi adalah bebek karet alias mainan. "Jadi, apa yang kaulakukan, Chi?"

"Dia tidak terlihat, tapi dia ada di sana!" Chi mengulang kalimat terakhirnya. "Seperti Kuroino!"

Sang kucing hitam bertubuh besar itu terperanjat. Dia merasa seperti bukan bicara dengan Chi. Anak kucing yang satu itu terlalu polos untuk bisa bicara seperti tadi.

"Chi senang bisa bertemu Kuroino lagi!" Memang benar yang Cocchi katakan. Senyum Chi selalu membawa efek positif di sekitarnya. "Mama Bebek juga senang bertemu dengan Anak Bebek Satu, Anak Bebek Dua, dan Anak Bebek Tiga. Hehehewww!"

Entah apa yang membuat mereka menoleh ke arah akses masuk taman, tetapi yang jelas mereka mendapati beberapa manusia mendatangi taman dengan tergesa-gesa.

"Itu Youhei, Otou-san, dan Okaa-san!" seru Chi menyebutkan seluruh keluarganya.

"Kalau begitu, waktunya kau pulang, Chi," suruh Kuroino. "Selamat malam. Sampai jumpa lagi."

"Hum! Bai bai!" Chi mengangguk. "Kuroino, kita akan bermain bersama lagi kan, besok?"

Untuk yang kesekian kalinya, Kuroino terkejut. Bila dulu Kuroino harus menjawabnya dengan kebohongan, kali ini dia bisa menghadapinya tanpa kebimbangan seperti waktu itu. Sekarang tidak ada lagi jawaban yang harus direkayasa. Kuroino mengangguk, menjawab jujur dengan suara pelan namun penuh kebahagiaan.

"Ya."


tamat


~himmedelweiss 29/08/2020