Naruto punya Masashi Kishimoto

Goblin Slayer punya Kumo kagyu

Highschool DxD punya Ichei Ishibumi

Crossover dengan beberapa anime atu game, yang mungkin kalian kenal dan pernah mainkan.

All Character OOC

Chapter 23

Kegundahan Lenneth dan Raja Muda Sai

Opening: Atashi ga Tonari ni Iru Uchi ni by Chiai Fujikawa [ED Tate No. Yuha 2]

Di tempat lain Lenneth sedang membersihkan tubuhnya, setelah hari ini melakukan perburuan di dalam gua. Tangannya dengan lembut menggosok pundaknya yang penuh debu dan keringat. Hal seperti menolong penduduk yang kesusahan selama [Pilgrimage Quest] adalah mutlak harus dilakukan, agar sang dewi memberikan berkahNya dan dia bisa dinyatakan lulus. Namun saat ini, ada sesuatu yang dipikirkannya.

'Perjalanan ke kota Air akan berlangsug setengah hari dan seterusnya, aku dan dia akan bepisah,' batinnya.

Warrior Priestess gelisah karena hari dimana dia akan berpisah dengan Naruto tiba, seorang pemuda pirang yang begitu terobsesi membasmi Rat dan kemudian diketahui olehnya. Jika yang diburu pria itu bukanlah sembarang Rat dia menyakini itu. Dan dia mulai berpikir kalau apa yang diburu oleh Rat Slayer adalah sebuah musuh yang menakutkan dimasa lalu.

Dalam buku Densetsu no Yusha Volume 3 yang bercerita tentang perpecahan dan peperangan, benua ini mengalami setidaknya tiga perang besar yang memporak porandakan tatanan wilayah dan ras. Itu adalah Great War, Empire War, dan terakhir adalah Doomsdays. Semua orang yang hidup di masa ini, begiru amat kental jika mendengar kata Doomsday.

Sebab peristiwa itu masih berjarak 500 tahun yang lalu, dan perang itu dipicu karena keinginan dari the Great Lich King untuk mengusai seluruh benua Alvarez, namun hal itu di tentang oleh dua Aliansi kuat yang diam di benua ini. Yang mana keduanya di kenal dengan sebutan Alliance dan Horde, bahkan sampai sekarangpun masih ada. Seluruh aliansi secara tidak terduga menyatukan kekuatan, demi menghentikan ambisi The Great Lich King.

Perang itu berhasil dimenangkan oleh pihak Alliance dan Horde lalu The Great Lich King dikalahkan dan istananya yang bernama Ice Crown di duduki oleh seorang pengganti, karena Ayah dari tubuh yang dirasuki jiwa The Lich King mengatakan kalau harus ada seorang Lich King untuk mengurung para undead agar tidak mengacaukan dunia luar.

Lalu terpililah seorang yang saat perang terkena kutukan seekor naga dimana tubuhnya memiliki sisik, tadinya pemimpin Alliance dari pihak manusia berniat mengorbankan dirinya menjadi Lich King. Agar jiwa-jiwa undead tidak mengacau, namun orang yang memiliki kutukan itu memaksa bahwa takdir menjadi Lich King haruslah dirinya seorang.

Dengan berat hati sang pemimpi dari pihak Alliance merelakan The Death Crown di kenakan oleh orang itu, dan keadaan pu pulih kembali. Sampai sinilah apa yang tertulis dalam buku densetsu no Yusha yang menceritakan tentang Doomsday, sedangkan untuk dua perang sebelumnya yaitu [Empire War] dan [The Great War] memang diceritakan. Namun, tidak dijelaskan dengan begitu detail seperti perang Doomdays.

'Kenapa aku malah memikirkan hal rumit seperti ini, aku tahu mungkin ada sesuatu yang terlewat. Mungkin saja jawabannya ada dalam buku Densetsu no Yusha volume tiga itu, yang menceritakan sejarah kelam benua Alvarez'

Dengan ketetapan hati, dia bersikukuh untuk menemukan apa yang terlewat. Yang mungkin bisa membanyu Rat Slayer untuk menemukan siapa sesungguhnya musuh bernama Omni-Rat. Yang dikatakan oleh Night Elf itu, lalu dirinya segera bergegas dan mengenakan pakaiannya kembali.

Saat dia selesai mengenakan pakaian, dia memeriksa kembali tas petualangnya, kemudian dia menemukan sesuatu yang membuat matanya melebar. Itu karena benda tersebut merupakan peninggalan dari seseorang di masa lalu yang begitu dekat dengannya. Dia adalah Girl Spearman, Lenneth memegang benda itu erat karna hanya benda itu yang tersisa dari sahabatnya.

'Jika kau memiliki seseorang yang kau sayangi maka berikanlah benda ini, agar hubunganmu dan dia bisa abadi,' ucap Girl Spearman.

Kalimat itu terekam begitu saja dipikirannya dan seulas senyum akhinya terukir di wajah cantik Lenneth, dia menggengam benda itu dengan ke dua tangan dan didekatkan pada dadanya sa\eperti sedang meohon.

"Aku sangat berharap apa yang kau katakan itu sungguh akan terjadi."

Lepas mengatakan itu dia menyimpannya kembali dengan sebuah niat yang kuat.

Tangan miliknya begitu penuh dengan sayatan kecil akibat menggeser semak yang memiliki duri tajam, bukan tanpa alasan dia melakukan pekerjaan yang dianggap bodoh oleh sebagian orang. Sebab ada sebuah Party yang menunggunya balik semak belukar tersebut. Adalah Night Elf King yang berjuang untuk lepas dari semak beluar tersebut.

"Cih kenapa mereka menyuruh bertemu mendadak seperti ini, apa sesuatu yang terjadi.

Lalu saat dia sampai ke tempat tujuan, seseorang yang mirip dengannya mengenakan armor lengkap ditemani dengan beberapa pengawal yang juga temannya. Mulai membungkukkan badan, tanda hormat kepadanya lalu Sai segera mengangkat tangannya seraya berkata.

"Angkat kepala kalian, dan ku harap ini kabar yang cukup penting sehingga kalian menyuruh bertemu mendadak deperti ini. Dalam pencarianku tentang the [Black Tress] atau dikenal dengan nama [Nygrassil] yang ditinggalakan oleh leluhur kita Ilidan Stromrage."

"Mohon maafkan kami atas kelancangannya, karena membuat repot Tuan. Adapun maksud kami memanggil Anda untuk bertemu secara rahasia ini adalah memberi kabar, kalau sekte kegelapan yang bernama Cult of Damned mulai bergerak," ucap sang Warrior.

Seketika mata Sai Stromrage melebar dan dia seakan lupa bernapas, mendengar informasi yang disampaikan oleh bawahannya. Giginya bergetak dan tangannya mengepal kuat, sebab dia tahu siapa sekte jahat tersebut. Karena dia dulunya pernah bergabung dengan Alliance, untuk memusnahkan sekte itu.

"Apa kalian sudah meneliti dengan benar akan kabar yang telah kalian sampaikan ini. Sebab jika benar, maka seluruh benua Alvarez akan berada dalam kepanikan yang luar biasa begitu mendengar hal ini."

Sang bawahan yang melapor juga beberapa anak buahnya yang terdiri dari seorang Scout, Ranger Monk , juga Mage dan Healer. Segera berlutut, begitu mendengar apa yang baru diucapkan oleh tuan mereka

"Ampun tuanku! Setelah kami menyelidiki simbol mereka dan menurut hasil penyelidikan yang dilkaukan oleh sang Scout dan Ranger yang menyamar dalam sekte itu. Maka dapat dipastikan, kalau itu adalah sekte kegelapan Cult of Damned yang pernah membuat kekacauan di masa lalu."

Niat dia bertanya kepada bawahannya sekedar untuk mengurangi rasa gelisah dan khawatir, agar bisa membantah dan berkata kalau apa yang dilakukan oleh mereka adalah sebuah miss dan mungkin salah lihat. Namun jika ceritanya mereka seudah melakukan penelitian, bahkan sampai menyamar ke dalam sekte itu untuk mengetahui kebenaranannya maka itu tidak bisa dianggap sebuah keraguan.

Seorang Scout memiliki keterampilan dalam menyamar dan menggali informasi, bahkan diantara seluruh class merekalah yang ahli dalam melakukan tugas penyamaran. Disamping tugas utama mereka yaitu mengintai. Lalu seorang Ranger sama baiknya dalam mengumpulkan informasi, disamping tugas utama mereka yang merupakan pendukung dalam party ketika pertempuran terjadi

'Jika sudah begitu adanya, maka mungkin saja benua Alvarez akan mengalami peristiwa berdarah kembli. Wahai leluhurku Ilidan Stormrage! Apakah yang harus aku lakukan. Kesampingkan soal informasi itu. Yang aku khawatirkan adalah nasib ras kita yang tidak memiliki senjata apapun untuk melawan bila bencana itu datang.'

Adalah benar ras Night Elf tidak memiliki senjata utama untuk bisa disebut sebagai Pusaka mereka, itu karena kebijakan yang dilontarkan High Elf King di masa lalu. Saat peristiwa Doomdays yang salah informasi sehingga kekuatan mereka diambil sepenuhnya, bahkan mereka tidak diberikan ijin untuk menggunakan kekuatan sihir yang bersumber dari Well of Eternity yang menjadi kebanggaan kaum Elf.

Setelah 500 tahun berlalu sang cucu dari Illidan Stormrage menjalin kerja sama dengan Wooden Elf dan mendapatkan kekuatan pohon, serta mendengar cerita kalau dahulu Illidan Stromrage pernah menciptakan sebuah pohon raksasa hitam yang diberi nama Nyggrasil. Dimana pohon itu mengandung sumber sihir yang tidak bernama.

Tujuan raja muda Sai melakukan perjalannan adalah mencari keberadan dari Nyggrasil agar bisa dipindahkan ke Uncharted Land, tempat Rasnya saat ini tinggal dan mengolah kekuatan itu. Sehingga bisa menjadi sumber kekuatan mereka, saat terjadi sebuah hal yang tidak diinginkan seperti yang saat ini dilaporkan oleh bawahannya.

Tanpa diduga sebuah wahyu datang kepadanya, kepalanya mulai terisi informasi dan kilatan-kilatan gambar yang menampilkan. Tentang pria beramor murahan dengan gada tersangkut di punggungnya, memiliki rambut pirang dan selalu tampak sendu. Sebuah suara terdengar,saat dia menyaksikan apa yang dilihatnya.

"Pergilah dan temuilah orang itu sebab dia akan menuntunmu pada seseorang yang mengetahui keberadaanKU, karena hanya orang itulah yang mengetahuinya. Anak ini sedang berada di sebuah desa yang dekat dengan Kota Air segera susul dia."

Saat pesan itu selesai diucapkan, Sai Stromrage menekan kepalanya yang terasa pusing sebab informasi yang baru diterimanya. Itu merupakan efek samping bila seseorang menerima sebuah Wahyu, bahkan bila saja mental dari sang penerima begitu lemah dia akan mengalami hilang kesadaran.

Beruntunglah Sai Stromrage merupakan salah satu bagian dari ras Elf, yang meskipun sudah berubah namun memiliki kekuatan mental yang kuat. Saat rasa pusing itu mereda segera dia menatap bawahannya yang kini memasang wajah berkerut, mata mereka menampakan sinar kekhawatiran sebab pemimpin mereka tengah dilanda sesuatu.

"Apa yang baru saja kau terima, Tuan!" Tanya sang Warrior

Para Elf mengetahui ciri dari seseorang mendapat sesuatu seperti wahyu, jadi dengan cepat mereka menanyakan hal itu kepada tuan mereka. Bukan bermaksud lancang tapi itu dilakukan hanya untuk membuat peluang, apakah mereka bisa membantu untuk menemukan jalan keluar atas vision itu.

"Aku harus menemui dan mengikuti seseorang yang bernama Rat Slayer," jawab Sai.

Sai jelas ingat siapa sosok yang digambarkan oleh Wahyu tersebut karena sudah dua kali, dia bertemu dengannya meskipun ada jarak waktu antar pertemuan pertama dan kedua. Lalu kini ia mendpat sebuah wahyu untuk mengikuti kemana petualang tersebut pergi, sebab ada seseorang yang akan menemuinya dan memiliki hubungan dengan apa yang dia cari selama ini.

"Hah Rat Slayer? Aku belum pernah dengar tentang dia sama sekali."

"Apa maksudmu orang itu, hanya terspesialisasi akan membunuh tikus di selokan air."

"Dia pasti petualag yang menyukai kotoran dan jorok."

"Adalah sebuah keberuntungan, aku tidak bertemu dengannya."

Itu adalah apa yang diucapkan bawahannya tentang apa yang baru saja dia ucapkan, jelas mereka tidak tahu sama sekali tentang Omni-Rat dan Rat Slayer. Tapi, Sia tidak menegur mereka secara kasar dan hanya tersenyum simpul sebelum dia menjawab.

"Kalau begitu, aku perintahkan kalian untuk menemaniku dalam perjalanan ini," perintah Sai.

Seperti di sambar petir wajah mereka berubah drastis menjadi sebuah kepanikan, dari sebelumnya yang menunjukkan tampang mengejek. Mata mereka saling bertemu satu sama lain, untuk memberi kode kepada temannya agar mengeluarkan sebuah alasan agar mereka tidak diikut sertakan.

"Ka-kami masih harus mengintai keberadaan dari Cult of Damned dan apa ambisi mereka selanjutnya, kita masih kekurangan informasi."

Sang Warrior menguacpkan alasan pertamanya untuk memancing rekannya agar mengeluarkan pendapat mereka, sehingga perintah yang baru saja dilontarkan oleh Sai Stromrage. Bisa dibatalkan dan mereka tidak perlu ikut dalam perjalanan menemui pria bernama Rat Slayer itu.

"Benar, apa yang dikatakannya kita masih butuh informasi."

"Makin banyak infomasi yang kita dapatkan itu makin bagus."

"Adalah hal baik bagi kita untuk mengetahui seluk beluk rencana musuh, sebelum menyerang mereka."

Layaknya guliran sebuah bola salju yang diawali oleh bola kecil dan makin menggelinidng ke bawah dia makin membesar, begitupun jawaban mereka meluncur yang diawali oeh sang Warrrior. Namun, Sai Stromrage menampakkan wajah seperti batu karang yang tetap kokoh meski diterpa gelombang pasang.

"Apapun alasannya, kalian harus menemaniku untuk mengikuti orang yang bernama Rat Slayer!"

Matanya menatap seorang Scout dan dia menunjuknya.

"Segera kirim perintah ke kerajaan kita untuk membentuk Party baru agar melanjutkan apa yang telah kalian temukan, sampaikan juga alasan bahwa kalian diperintah olehku untuk menemani dalam perjalanku. Kau paham!"

Saat perintah itu terdengar, mereka semua menundukan bahu dan sang Scout dengan cepat melakukan apa yang diperintahkan oleh Rajanya. Lepas mengatakan itu dan melihat sang Scout memanggil perliharaannya yang berupa burung merpati hitam, kemudian menaruh surat berisi perintahnya kemudian hewan itu pergi ke Uncharted Land.

Burung itu bukanlah burung sembarang, itu adalah jenis burung merpati yang mampu terbang dalam jarak ratusan kilo meter tanpa tersesat. Mereka menemukan burung itu di Uncarted Land dan menjinakannya untuk tujuan mengatr surat, burung-burung itu sudah ditanam mantra tamer sehingga bisa dengan mudah mendengar jika dipanggil.

Saat burung itu sudah jauh, Sai Stromrage kini beralih menatap sang Healer dan Mage yang menatapnya gugup.

"Siapa diantara kalian yang memiliki kemampuan untuk teleportasi," tanyanya.

Keduanya saling menatap, lalu memberikan jawaban.

"Aku tidak menguasainya, sebab yang kupelajari adalah membuat obat dari tumbuhan."

Sai maklum dengan apa yang diucapkan olehnya, dalam Ras mereka tidak ada seorang pun Priestess ataupun Priest, sebab jalinan mereka dengan para dewa dan dewi sudah tertutup jadi mereka mengandalkan buku-buku kuno tentang pengobatan dari tumbuh-tumbuhan. Mereka yang mempelajari hal itu akan diberi sebuah gelar Healer

"Aku sebenarnya bisa menggunakan keajaiban untuk memindahkan seperti itu, tapi ada satu kendala ..."

"Apa itu?"

Sai segera menanyai Mage yang mengatakan bisa, atau setidaknya mempunya keajaiban seperti teleportasi. Lalu sang Mage segera melanjutkan apa yang ditahannya, setelah mempertimbangkan ucapan tuannya.

"Keajaiban itu bernama Jikukan no Jutsu. Dengannya, kita bisa berpindah kemanapun yang kita inginkan dengan mudah. Namun kendalannya adalah kita perlu membuat sebuah gambar diatas tanah dengan lambang mata beriak air serta beberapa magatama membentuk lingkaran."

Teman-teman yang lain juga segera menyerobot, begitu mendengar teman mereka memiliki keajaiban seperti itu.

"Kau tidak pernah cerita."

"Itu keajaiban yang bagus."

"Sesuatu yang sangat berguna, jika kita terdesak dan butuh jalan keluar."

Begitu mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh bawahanny yang lain, Sai segera menginterupsi.

"Kalau begitu tunggu apalagi, cepat buat lingkaran dengan pola riak air dan beberapa magatama itu."

Seketika semua mengangguk atas apa yang baru diucapkan sang pemimpin, mereka ingin melihat bagaimana kerja dari sebuah keajaiban yang dimiliki teman mereka.

"Tapi pengetahuan ini aku ambil dari reruntuhan yang dua hari lalu kita kunjungi itu, dan tertulis di sana jika keajaiban ini bersumber dari seorang dewi bernama Freya."

Mendengar itu seketika raut mereka berubah drastis, sebab mereka sangat yakin jika tidak mungkin melakukan keajaiban tersebut. Karena ras mereka sudah lama memutuskan hubungan dengan para dewa atau dewi, mereka sepenuhnya bergantung pada kekuatan Roh alam.

Namun, raja mereka tetap bersikeras karena hanya ini peluang yang dia punya, untuk menemui Rat Slayer sebab jaraknya dengan petualang itu sangatlah jauh.

"Tetap lakukan keajaiban itu, apapun resikonya aku yang tanggung," tegas Sai.

Begitu mendengar apa perintah rajanya, sang mage segera mengangguk dan mulai menulis simbol yang dia sebutkan berupa mata dengan pola riak air dan juga beberapa magatama yang mengelilinya. Setelah itu sang mage menyuruh rekan-rekannya untuk berdiri dalam lingkaran tersebut, dan mulailah dia merapalkan mantra yang sudah dihapalkannya.

"Dewi Freya dengan kebijaksanaanmu. Tolong bantu kami yang tersesat ini, untuk menemukan jalan keluar! Jikukan no jutsu!"

Seketika lingkaran berpola riak air itu bersinar menyilaukan mata mereka, sinar itu begitu kuat sehingga yang ada disana menggunakan sebelah tangannya untuk menutupi matanya. Lalu saat cahaya itu meredup, tampaklah di depan mata mereka seorang yang tampak seperti dewi sedang menatap mereka dengan tenang.

Dia berselimutkan gaun putih dan warna rambutnya seputih salju dan besinar hangat, lalu raut wajahnya memancrkan sinar seperti rembulan yang tidak begitu menyilaukan bahkan malah memberi sebuah kehangatan.

"Atas ijin sang dewi aku menemui kalian untuk mengantar ke tempat yang kalian inginkan, namun ada dua syarat yang harus kalian penuhi!" Ucapnya.

"Apa itu?" Tanya Sai.

Sai stromrage segera bertanya tentang syarat yang diajukan oleh sang utusan dewi tersebut.

"Syarat pertama untuk pergi ketempat tujuan, setidaknya kalian harus memiliki benda yang berhubungan dengan tempat atau orang yang hendak kalian temui. Lalu kedua, aku sendiri yang akan menentukan apa yang hendak aku ambil sebagai imbalan menjalankan tugas ini."

Sang Warrior segera menyerobot, begitu memahami dengan baik apa yang diucapkan oleh utusan dewi tersebut.

"Apa maksudmu, kau akan mengambil sesuatu dari kami atas keajaiban ini."

"Tentu saja, dan itu adalah dari raja kalian karena dialah yang akan menanggung semua resikonya bukan."

Sang utusan dewi tentu tahu itu, sebab dia juga menyaksikan perdebatan itu sebelum dia datang kemari atas ijin sang dewinya yaitu Freya. Lalu Sai Stromrage segera bertanya kepada utusan dewi itu.

"Kalau begitu, apa yang kau inginkan sebagai imbalannya?"

Sebuah senyum terukir diwajah sang utusan dewi dan segera dia menunjuk sesuatu yang tergantung di leher sang raja Night Elf itu. Yang mengarah pada sebuah kalung emas bergambar sebuah pohon kehidupan. Saat mengetahui apa yang ditunjuk sang utusan, segera saja bawahan Sai berontak.

"Jangan bercanda, itu adalah benda berharga milik raja kami!"

"Tidak bisakah kau mengganti dengan yang lain!"

"Benda itu adalah peninggalan satu-satunya dari mendiang raja kami sebelumnya!"

"Kumohon Tuan, jangan kau berikan benda berharga itu!"

Saat mengetahui jika yang diinginkan oleh utusan dewi itu adalah bena berharga miliknya, hatinya begitu sedih dan sangat terpukul karena benda itu jelas merupakan kenang-kenangan dari ayanya yaitu Shin Stromrage. Namun, sebagai seorang Raja pantang baginya untuk menarik apa yang sudah dia ucapkan karena akan mengurangi kehormatannya sebagai Raja. meski dia tahu jika rakyatnya saat ini mungkin mencemoohnya karena tindakannya tersebut. Namun , di masa lalu dia pernah mendapatkan pesan dari mendiang ayahnya, jika benda itu akan sangat berguna untuk menemukan kembali harta terpenting yang hilang dari ras mereka.

'Ayah, mungkin ini adalah saatnya benda darimu menjalankan tugasnya.' batinnya

Ditengah dorongan rakyatnya yang tidak ingin benda itu diserahkan, Sai Stromrage dengan ketetapan penuh dan ingat akan pesan sang mendiang Ayahnya. Segera melepaskan kalung itu dan menyerahkan benda tersebut pada utusan sang dewi sambil berkata tegas.

"Sebagai seorang Raja pantang bagiku menarik kembali apa yang aku ucapkan karena akan mengurang kehormatanku, karena itu segera pindahkan kami ke tempat diamana pemilik benda ini berada."

kelima rakyatnya yang mengeluh terdiam, begitu mendengar keteguhan hati rajanya dan tidak berani membantah. Kemudian Saat itu juga, tangan kanan Sai Stromrage menyerahkan sesuatu yang pernah dia dapatkan dari Rat Slayer. Itu sebuah anak panah yang dia simpan, saat menyelamatkan Rat Slayer dulu di desa baran

"Tidak kusangka benda ini juga berguna," batinnya.

Sang utusan dewi menerima kalung yang dia inginkan sebagi bayaran dengan tersenyum, lalu benda itu menghilang dan segera sang utusan dewi mengambil anak panah yang diserahkan kepadanya. Dari benda itu dia bisa merasakan aura pemilk benda tersebut, setelah menemukan lokasinya yang berada di sebuah desa dekat kota air segera dia berkata.

"Baiklah, aku akan mengantar kalian ke tempat orang ini berada. Jikukan no Jutsu!"

Lalu cahaya yang menyilaukan kembali menghantam mata mereka, seraya mereka berenam lenyap dari tempat tersebut.

And Cut

Oke Jinchuriki Shukaku balik lagi dengan Chapter baru dan kali ini saya bawa chapter untuk Arc setelah Harvest Festival nanti. Bisa dibilang ke depan setelah Arc yang berjalan ini selesai, maka akan aku skip 4 tahun dan kisi-kisi awal ada di chapter ini.

Untuk penggemar seri gameWarcraft pasti gak asing dengan apa yang aku garis miring dan bold itu, jika ingin tahu maka cari saja di mbah google tentang itu dan kunjungi Wow pedia dimana disitu banyak banget penjelasan tentang game Warcraft.

Oke karena takut spoilernya lebih banyak aku akhiri dan di chapter depan aku bakal menampilkan perkembangan hubungan Naruto dan Lenneth aka Warrior Priestess. Terus nama pohon itu harusnya Nordrassil, tapi aku ganti Nyggdrasil biar gak begitu mirip, kalau kalian penasaran baca saja Review lor caracter Illidan the Betrayer. Oke itu saja sip.

Tambahan dikit, Jika kalian ingin berdonasi silakan kirim saja menggunakan aplikasi gopay ke nomor 089523076375 atas nama Tessar, ini hanya sebagai rasa support kalian kepada penulis.

Semua donasi kalian diterima berapa pun itu, asalkan kalian ikhlas dalam memberikannya dan tidak terbebani. Semoga dengan itu Tuhan memberi kalian Rezeki yang lebih banyak.