WITH LOVE

.

.

.

DISCLAIMER: MASASHI KISHIMOTO

WARNING: GJAE, EYD, OOC, TYPO, ALUR KECEPETAN, CRINGE, AUTOR PLIN PLAN DLL

.

.

.

hari hari berlalu dengan cepat.

selama itu naruto terus mendapat kunjungan, shion datang menggeret gaara dan sasori, lalu kiba datang dengan hinata yang segera disusul oleh neji yang marah besar.

"kau cepat sembuh naru" ucap ino menggenggam tangan naruto erat disampingnya ada sai yang berdiri tegak, keduanya sudah resmi menjadi sepasang kekasih.

naruto juga mendengar kabar jika orang yang menabraknya tak lain adalah karin, sekarang ia telah mendapatkan hukuman secara hukum yang layak diterimanya.

"arigato ino" ucap naruto tersenyum pada ino.

"kau sudah jauh lebih baik dari pertama kali kau bangun" ucap itachi yang duduk dengan mengupas apel. ino melirik itachi dengan pandangan tak percaya, sangat jarang kan melihat itachi yang hidupnya dilayani mengupas apel untuk orang lain.

"kau ingat ya" desis naruto sambil memakan potongan apel.

"bagaimana kondiri ruko neechan?" tanya naruto menoleh pada itachi.

"sekretarismu?" tanya itachi memastikan. naruto mengangguk kencang.

"dia baru saja bangun dua hari yang lalu" ucap itachi.

naruto mengangguk anggukan kepalanya.

"dimana kurama?" tanya naruto yang baru menyadari keabsenan kakaknya hari ini. minato? dia menggantikan naruto mengurus perusahaan saat ini.

"entahlah" ucap itachi tak peduli.

naruto tertawa kecil.

tapi satu orang yang belum naruto lihat dari pertama ia bangun.

sasuke.

.

.

.

"sudah kukatakan berapa kali ia tidak mungkin kakakmu" ucap rin kesal pada kurama yang sih bersikukuh untuk melakukan tes dna.

"lalu bagaiman jika iya?" tanya kurama, untuk kali ia ia sangat ingin untuk keras kepala.

beberapa hari yang lalu ia sudah berusaha menghilangkan pikiran itu, namun reaksi naruko yang melihatnya ketika bangun membuatnya kembali yakin.

ia yakin ia melihat naruko terkejut melihatnya, sama seperti kurama melihat naruko.

"dia hanya terkejut karena orang asing tiba tiba muncul didepannya" ucap rin keras kepala. ia bukannya menolak kemungkinan itu, tapi ia takut jika naruko akan meninggalkannya.

"katamu dia adik tiri kan, tidak menutup kemungkinan jika dia kakakku" ucap kurama keras kepala.

"bukan berarti dia pasti kakakmu" ucap rin kesal.

"baiklah, bagaimana jika kita tentukan semua pada naruko san" ucap kurama memberikan ide.

"jika dia bilang ingin kembali ke keluarga kandungnya maka kita lakukan tes, jika dia tak peduli pada keluarga kandungnya aku tak akan melakukan tes" ucap kurama, rin menggigit bibirnya keras.

ia takut pada jawaban naruko.

hanya naruko yang ia punya sekarang setelah neneknya meninggal, hanya naruko yang menemaninya.

tapi ini adalah pilihan terbaik yang ia punya.

"baiklah"

maka kini keduanya berakhir dalam kamar rawat inap naruko yang baru sja aterbamgun dua hari yang lalu.

naruko mengangkat alisnya melihat keduanya yang nampak berdiri dengan kaku.

"ada apa rin nee chan?" tanya naruko.

rin menghela nafas berat, ia takut jika ia akan terpisah dari naruko, sangat takut.

"jika saja seandainya keluarga kandungmu datang" ucap rin sebelum mengambil nafas panjang.

"apa kau ikut dengan mereka atau tetap bersamaku?" tanya rin menatap naruko dengan pandangan memohon, pandangan matanya memohon ketakutan.

naruko meliril kurama.

"apa karena dia?" tanya naruko melirik kurama yang berdiri disamping kakaknya

kurama membeku, ia yakin jika perempuan ini adalah kakaknya.

.

.

.

sasuke menyandarkan tubuhnya pada tembok rumah sakit yang dingin, sekali lagi ia kemari setelah berkali kali kemari tanpa ada keberanian untuk menemui naruto.

apa yang menahannya?

semakin ia melihat wajah itu semakin ia tak mampu menahannya.

.

.

.

kurama menggenggam tangan naruto erat, ia menatap adiknya yang terlelap dalam diam.

"kau sudah menyerah?" tanya minato yang duduk disebelah kurama.

kurama tersenyum kecil.

"apa gunanya kami melakukan tes dna jika ia tetap memilih keluarga barunya?" ucap kurama.

minato tersenyum kecut, ia sudah mendengar cerita panjang kurama tentang sekretaris naruto yang memiliki kebetulan mirik dengan Putri sulungnya.

"naruto tak perlu tau" ucap kurama.

minato mengatupkan bibirnya, ia tak pernah berniat memberi tau naruto tentang kakak kandungnya yang hilang 11 tahun yang lalu. saat itu naruto masih sangat kecil untuk mengingatnya.

11 tahun yang lalu kakaknya diculik, 10 tahun yang lalu ibunya meninggal, hal ini membuat minato menjadi overprotektif pada naruto juga kurama, ia takut jika ia kehilangan lagi.

itulah alasan mereka menutup diri dari dunia luar.

"dia sangat terpukul setelah kehilangan kaa san" ucap minato.

lebih baik begini, apa yang dimasa lalu biarlah berada dimasa lalu.

sementara itu diruangan naruko.

naruko memelik rin erat erat, kakak tirinya ini sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri seperti tak memiliki perbedaan darah.

"pasti dia adikmu ya?" tanya rin dengan tatapan menerawang. naruko mengatupkan bibirnya.

ia tahu begitu ia membuka mata dan melihat kurama, ia ingat bagaimana bocah 7 tahun yang dulu sering mengikutinya kemana mana.

itu adiknya, tapi ia sudah nyaman dnegan kehidupannya sekarang, bersama dengan kakah tirinya.

egois? ya.

tapi rin tak memiliki siapa siapa selain dirinya.

dan ia bisa bertemu adik atau ayahnya kapan saja.

naruko tak mau meninggalkannya.

"jika kau saat itu tidak lupa ingatan mungkin kau sudah kembali bersama keluargamu dari lama ya?" gumam rin miris, ia merasa telah memisahkan naruko dengan keluarganha meski ia memang ingin naruko tetap bersamanya.

"aku memilih kakak karena kemauanku" ucap naruko menepuk punggung rin.

benar kata rin jika ia tak lupa ingatan setelah kejadian itu tentu saja ia akan kembali bersama naruko dan kurama, tapi ia tak akan mengenal rin juga nenek barunya yang menyayanginya.

butuh waktu lama hingga ingatannya kembali, namun ia tak ingin pergi, sebaliknya ia dengan sengaja masuk kedalam namikaze grup untuk bisa melihat keluarga kandungnya.

"maaf" ucap rin.

"aku akan selalu bersama kakak" ucap naruko tersenyum.

ini adalah pilihannya.

.

.

.

naruto mengerjapkan kelopak matanya yang terasa berat.

ia dapat merasakan seseorang menggenggam tangannya.

"suke?" gumam naruto yang masih setengah sadar dari tidurnya. ia menatap sasuke yang menggenggam erat tangannya.

"kau kemana saja?" tanya naruto.

"kau tidak pernah berkunjung" naruto mengerutkan dahinya.

sasuke terdiam, perlu keberanian besar hingga ia berada disini saat ini.

"bukankah tadi ada itachi?" tanya naruto.

"hn" jawab sasuke ambigu.

"kau kenapa hm? kau kelihatan pucat" ucap naruto menatap wajah sasuke yang terlihat pucat juga tirus.

"aku... " sasuke membuka mulutnya ragu ragu.

"aku memikirkanmu" ucap sasuke menatap mata naruto.

.

.

.

"aku memikirkanmu"

itachi melangkah mundur.

baru saja ia kembali dari cafetaria untuk membeli minuman, namun yang ia lihat saat ini adalah naruto dan sasuke.

itachi menghela nafas berat, ia tak mau mendengarkan percakapan ini tapi disaat bersamaan ia penasaran.

tapi ia takut akan jawaban naruto.

apa ia takut kehilangan

kenapa?

ia tak yakin

tapi jika naruto memiliki sasuke apa yang akan ia lakukan.

itachi menyayangi sasuke, disaat bersamaan ia menyayangi naruto, jika keduanya ingin bersama bukankah itu adalah hal Bagus baginya?

tapi kenapa ia sakit?

.

.

.

naruto menatap sasuke dengan pandangan yang tak bisa dijelaskan, semuanya terasa campur aduk.

"aku memikirkanmu" ulang sasuke.

naruto mengatupkan bibirnya tak tahu harus bagaimana.

"aku sudah paham maksut kata-katamu"

naruto mengalihkan pandangannya dari sasuke yang menatapnya dalam dalam.

sasuke menggenggam tanga naruto erat, seerat yang ia bisa.

"yang kau cintai adalah uzumaki naruto bukan namikaze naru" ucap sasuke mengulang ucapan naruto dulu.

"tapi namikaze naru merupakan bagian uzumaki naruto, uzumaki naruto bagian dari namikaze naru, jika aku mencintai salah satunya artinya aku mencintai keduanya" sasuke tersenyum getir, betapa bodohnya dirinya.

"kalian sama, akulah yang membedakannya" ucap sasuke miris.

"ketika kau terbaring disini aku panik" ucap sasuke, wajahnya menggelap.

"yang ada disini adalah namikaze naru, tapi aku mengkhawatirkanmu" ucap sasuke frustasi.

"ketika namikaze naru muncul kukira uzumaki naruto menghilang, tapi tidak, ia melebur menjadi satu bersamamu" ucap sasuke membawa tangan naruto kedada bidangnya.

"sasuke hentikan" ucap naruto berusaha melepaskan tangannya.

"aku juga mencintaimu" ucap sasuke menatap naruto dengan tatapan merana.

naruto menelan ludahnya, ia benar benar tak tahu harus bagaiman.

"aku juga mencintai namikaze naru"

"mau dalam bentuk namikaze naru ataupun uzumaki naru aku tetap mencintaimu" ucap sasuke putus asa.

"hentikan sas!" ucap naruto menarik tangannya hingga terlepas, ia merasa bersalah melihat sorot terluka pada onyx sasuke.

"aku tau kau milik aniki" ucap sasuke menghela nafas berat.

"jika kau tau kenapa kau lakukan itu?" pekik naruto.

"aku ingin mengakhirinya, aku yang membuang kesempatan untuk bersamamu" ucap sasuke yang nampaknya telah berhasil mengatur emosinya.

"jika kau tidak menolakku dulu kau yang akan bersamaku, tapi sekarang semuanya sudah terlambat sas" ucap naruto.

"aku memilih itachi" ucap naruto.

sasuke tersenyum pahit.

"gomen, sudah membuatmu kesulitan sampai saat ini" ucap sasuke membuat naruto ingin memastikan jika telinganya tidka salah dengar jika sasuke meminta maaf saat ini.

"sekarang aku bisa bernafas lega" ucap sasuke tersenyum tipis.

sasuke berbalik dan keluar dari ruangan itu.

"tenang" ucap sasuke menepuk pundak kakak laki lakinya yang kaku begitu melihatnya.

itachi menatap sasuke yang muncul dari balik secara tiba tiba dengan perasaan campur aduk.

"dia tetap milikmu" ucap sasuke berjalan pergi meninggalkan itachi.

itachi menatap adiknya yang berjalan menjauh dengan tatapan yang tak bisa diartikan, sesaat ia merasa ia melihat wajah sasuke yang menggelap.

"kau sejak kapan ada disana?" tanya naruto mengagetkan itachi yang masih menatap punggung adiknya.

"kau dengar ya?" tanya naruto menatap itachi dengan tatapan menyelidik.

"gomen" ucap itachi.

"dia mencintaimu ya?" tanya itachi canggung.

"hm? mungkin begitu" ucap naruto.

"jika kau juga mencintai sasuke aku bisa melepaskanmu" ucap itachi. naruto mengangkat sebelah alisnya.

"aku sudah bilang kan bahwa aku memilihmu" ucap naruto.

"itu keputusan finalku, aku memilihmu, kamu juga memilihku" ucap naruto.

"kamu adalah pilihanku" ucap naruto.

itachi tercekat, ia merasa lega naruto memilihnya.

"kau mau tau?" tanya itachi membuat naruto mengangkat alisnya bingung.

"hm?"

"kurasa aku mulai mencintaimu" ucap itachi.

.

.

.

ENDING?

ADA EPILOG KOK

BUAT YG KECEWA SOALNYA ENDINGNYA AMA ITACHI

MAMAAF BANGET

ASLINYA JUGA PENGENNYA SAMA SUKE

TAPI YA KARENA KLO SM SUKE BAKAL JADI TERLALU DATAR KURANG GRONJALAN GRONJALAN

JUGA KURANG BUMBU EMOSI:'

DAN MENURUT AMI INI PILIHAN PALING MASUK AKAN:)))

MAAF BUAT YANG KECEWA

WITH LOVE

AMI CHAN