"Jadi Yoo Kihyun, kenapa kau bergabung dengan kami?"

Pertanyaan itu keluar dengan nada datar di ruangan serba putih ini.

Di depan Kihyun ada tiga orang yang berpakaian layaknya agent Alligator, duduk sambil menatap ke arahnya.

Namja berumur 17 tahun itu tetap tersenyum cerah walau terlihat tidak sesuai dengan situasi.

Di samping Kihyun ada seorang namja lagi yang ia kenal dengan nama Choi Hyunwoo yang berumur 19 tahun. Anak tunggal dari pemilik RED Corporation.

"Yoo Company sudah diurus oleh hyungku. Jadi aku diberi kebebasan oleh appa untuk melakukan apa pun yang aku mau. Eommaku meninggal karena serangan X Clan dan kurasa cara balas dendam yang tepat adalah bergabung dengan musuh utamanya."

"Hasil tes kalian sangat luar biasa. Dari kecerdasan, fisik, hingga kemampuan kalian akan membentuk tim yang hebat. Jadi ini adalah tes terakhir kalian."

Kihyun masih tersenyum kala mendengar ucapan salah satu dari tiga orang itu. Sedangkan Hyunwoo terdiam dengan wajah datarnya.

Tap.

Sret.

Buagh.

Kedua remaja itu bangkit berdiri saat merasakan suatu pergerakan.

Kihyun meloncat cepat ke arah ketiga orang itu dan mengambil pistol yang ada di pinggang salah duanya. Dengan segera Kihyun menodongkan senapannya satu ke arah belakang Hyunwoo dan satu lagi ke arah salah satu pengujinya.

Di saat yang bersamaan, Hyunwoo bangkit dan menarik lengan sosok yang muncul di belakangnya dan membantingnya langsung ke lantai.

Ia juga menghajar dua orang yang turun dari langit-langit dan membuat suasana kembali tenang.

"Aku tahu senjata ini berisikan peluru palsu. Aku tahu bahwa masih banyak penyerang yang akan datang. Dan yang terpenting aku tahu kalian bukanlah peneliti sesungguhnya. Jadi, apakah kami berhasil?" Ucap Kihyun sambil tetap menodongkan pistol itu.

"Welcome to Alligator."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hyunwoo dan Kihyun adalah dua orang yang amat sangat berbakat di umur mereka yang masih muda.

Mereka adalah agent tingkat atas Alligator di enam bulan pertama mereka bergabung.

Hyunwoo sosok yang berbadan tinggi dan memiliki proposi yang bagus. Ia sangat handal dalam pertarungan jarak dekat. Ekspresi yang selalu ia tunjukan adalah poker face dan sangat jarang terdengar kalimat panjang saat ia berbicara. Seni bela dirinya luar biasa menakjubkan dan bahkan tidak pernah kalah di dalam adu tarung.

Kihyun berada di sisi satunya yang benar-benar berlawanan dengan Hyunwoo. Tubuhnya mungil dengan wajah baby face dan omelan yang selalu muncul dimana pun ia berada. Ia ahli dalam penggunaan senjata dalam bentuk apa pun. Tapi yang menjadi favoritnya tentu saja senapan.

Namun bukan berarti Hyunwoo lemah dalam persenjataan dan Kihyun lemah dalam petarungan. Tidak, mereka jago di kedua hal itu. Hanya saja, mereka memiliki bidang nomor satunya masing-masing.

Sebenarnya mereka adalah pasangan setim yang hebat. Hanya saja Kihyun tidak menyukai Hyunwoo sebagaimana Hyunwoo tidak menyukai Kihyun.

Mereka terlalu professional sehingga ketika di lapangan mereka adalah shield and gun, namun di luar itu mereka gun and gun.

Saat ini Hyunwoo dan Kihyun berada di sebuah meja di kantin gedung latihan Alligator.

Mereka ditemani oleh Jeon Minhyuk, anak tunggal dari Boss Alligator saat ini, yang bertugas sebagai guide mereka.

"Sungguh aku tak bisa bersama denganmu setiap saat! Kau seperti batu, hyung!" Pekik Kihyun dengan kesal.

Suara Kihyun itu tinggi melengking (walau tidak setinggi tubuhnya), sehingga menyebabkan setiap agent yang ada di sekitar mereka menoleh.

"Kau sadar suaramu itu sangat menyakitkan telinga?" Ucap Minhyuk sambil mendelik ke Kihyun.

Hyunwoo yang menjadi sasaran Kihyun hanya menatap penuh kekesalan tanpa mengucapkan apa pun.

Hal itu malah membuat Kihyun semakin kesal.

Jadi intinya kedua orang ini sama-sama kesal.

Mereka ada misi untuk menangkap mata-mata dari Korea Utara dan kedua agent hebat itu masih belum menemukan teknik terbaik untuk penyergapan.

Minhyuk hanya bisa mencoba untuk menengahi walau akhirnya memang sia-sia.

"Naik ke atas ring sekarang." Kata Kihyun.

"Oh crap." Itu umpatan dari Minhyuk.

Para agent yang berada di ruang latihan hanya menatap bosan ke salah satu ring tempat Kihyun dan Hyunwoo sudah berdiri di atasnya.

Hal ini sungguh sangat biasa sebenarnya, karena partner kerja itu akan saling banting ketika merasa kesal.

Maka tak ada di antara anggota Alligator yang heran menyaksikan kedua orang itu saling melempar tatapan membunuh satu sama lain.

Bahkan Minhyuk hanya menatap malas ke arah mereka tapi ia tak punya pilihan selain diam disana dan menghentikan keduanya jika mereka sudah dalam tahap saling membunuh.

Asal kalian tahu, pertengkaran ini tidak pernah ada pemenangnya. Karena biasanya di tengah jalan, entah Kihyun atau Hyunwoo atau malah keduanya akan mendapatkan sebuah solusi dari masalah yang mereka hadapi.

Kihyun adalah yang pertama menerjang Hyunwoo.

Memiliki tubuh yang mungil menyebabkan pergerakan Kihyun amat sangat cepat.

Tendangan pertama berhasil dihindari Hyunwoo dengan cepat.

Ketahuilah ada satu hal yang Kihyun tidak pernah sadari.

Hyunwoo tidak pernah menyerangnya.

"Bisa kah sebuah ide muncul lebih cepat?" Ucap Minhyuk yang sudah bosan menanti di bawah sana.

Suara tangkisan dan serangan sangat keras terdengar. Segitulah kekuatan yang mereka keluarkan hingga membuat suara yang keras di setiap tindakan mereka.

Hyunwoo menahan pukulan tangan kiri Kihyun. Kihyun yang melihat tangannya ditahan, menendang dengan kaki kirinya.

Hal itu menyebabkan Hyunwoo menahan kaki kiri Kihyun dengan tangan kirinya.

Mereka berdua terdiam dalam kondisi ini.

Jika mereka dalam kondisi terdiam, itu artinya sebuah rencana sedang diproses di otak mereka. Jika ada di antara kedua orang ini yang berbicara, maka sebuah rencana sudah muncul.

Hyunwoo langsung melempar tubuh Kihyun hingga mental beberapa meter di depannya.

Kihyun bangkit dengan cepat.

Brukkk.

Minhyuk membelalakan matanya hingga terlihat sangat lebar.

"OMO!" Ucapnya kaget.

Saat akan menyerang Hyunwoo lagi, Kihyun tidak sengaja menginjak tali sepatunya dan itu membuat tubuhnya terjun ke samping ring.

'Yang benar saja agent terhebat Alligator jatuh karena tali sepatu.' Itu bathin Minhyuk yang tak habis pikir dengan keadaan saat ini.

Para agent lain yang melihatnya segera mendekat namun Minhyuk memberikan kode mereka untuk kembali ke kegiatan mereka.

Kihyun dapat merasakan tubuhnya menyentuh lantai yang dingin. Namun tidak dengan kepala dan punggungnya.

Kala Kihyun membuka matanya, mata tajam Hyunwoo adalah hal pertama yang ia lihat.

Ada sekitar semenit mereka tidak berpindah dari posisi itu dan Minhyuk yang melihatnya mau tak mau tersenyum jahil.

"Jangan kelamaan, nanti enak."

Kihyun memerah dan menaikan tubuhnya.

"Gwaenchana?" Tanya Hyunwoo.

Kihyun mengangguk kecil lalu berdiri dibantu oleh Hyunwoo.

"Aigoo… Suasana berwarna pink. Aku pergi dulu oke, appa memanggilku. Kalau sudah ada rencana langsung beri tahu aku." Kata Minhyuk yang langsung melenggang begitu saja.

Suasana berubah canggung.

Tidak dengan Hyunwoo karena ia memang pendiam, namun seorang Kihyun yang tiba-tiba menjadi pendiam juga akan menjadi pertanyaan besar di abad ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kihyun tidak habis pikir akan dirinya sendiri.

Beberapa minggu terakhir ia dapat merasakan jantungnya berdebar-debar tak karuan. Atau dirinya yang tiba-tiba suka melamun tak jelas. Kadang ia juga merasakan sesak di dadanya.

Apa ia punya kelainan?

Dor.

Brukk.

"Akh…"

Kihyun meringis karena sesuatu menabrak tubuhnya.

Itu Hyunwoo.

Hyunwoo mengambil pistol di pinggangnya lalu menembak mati beberapa orang bersenjata.

Mereka adalah anak buah X Clan yang mencoba menjebak kedua agent Alligator itu.

Terlalu banyak jumlah mereka namun tentu saja, itu bukan masalah untuk mereka berdua beberapa saat lalu.

Yang menjadi masalah adalah Kihyun yang tiba-tiba melamun di tengah perang dan menyebabkan ia hampir tertembak.

Tubuh seorang pria berpakaian khas X Clan jatuh menghadang tanah. Itu adalah sosok terakhir dari komplotan yang menjebak mereka.

Hyunwoo menatap ke arah Kihyun dengan wajah penuh amarah.

"Apa sebenarnya yang ada di pikiranmu hah?! Kau tak tahu kita ada di medan perang?!"

"A..aku…"

Ini pertama kalinya Kihyun melihat Hyunwoo semarah ini dan entah kenapa Kihyun merasa ketakutan.

"Kau sebaiknya keluar dari Alligator jika tetap seperti ini."

Dengan itu Hyunwoo melangkah meninggalkan Kihyun yang masih membeku.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Hyung…" Kihyun memanggil Hyunwoo yang berjalan di depannya.

Ketahuilah semenjak kejadian Kihyun hampir tertembak, ia sama sekali tidak dianggap oleh Hyunwoo.

Ia memang hampir tertembak, tapi setidaknya ia selamat.

Hyunwoo masih berjalan tanpa menoleh.

Jika dihitung, sudah ada seminggu ketika Hyunwoo mulai mendiamkannya. Hyunwoo memang pendiam namun setidaknya ia masih menatap Kihyun saat berbicara. Namun kali ini berbeda.

Karena tak ingin berlama-lama seperti ini, Kihyun nekat mengikuti Hyunwoo hingga kamar apartemennya.

Apartemen untuk para agent Alligator memang disebar di seluruh dunia. Dan biasanya partner seperti Hyunwoo dan Kihyun tidak diijinkan satu apartemen. Ini untuk menghindari mereka meninggal secara bersamaan jika ada serang musuh di tempat tinggal mereka.

Kihyun bahkan menggunakan kekuatannya untuk menahan pintu yang sudah akan ditutup Hyunwoo dan masuk dengan susah payah.

Seolah tak memperdulikan Kihyun, Hyunwoo melangkah menuju dapur dan mengambil sebotol minuman di kulkas.

Tap.

Brak.

Kihyun merampas botol minum itu dan melemparnya entah kemana.

Kini kedua mata yang sama tajam itu saling melemparkan pandangan menusuk.

"Hyung, jebal! Jika aku bersalah tolong beritahu aku. Aku tak tahu harus bagaimana lagi ketika kau menganggapku tak ada."

Kihyun frustasi karena Hyunwoo tiba-tiba berubah seperti ini. Ia menjadi sangat kepikiran hingga di titik ia tidak menjaga pola makannya dan kegiatan melamunnya menjadi semakin parah.

Tes…

Air mata Kihyun terlihat menuruni pipinya.

Jangankan Hyunwoo, Kihyun saja terkejut kenapa dirinya bisa menangis di saat seperti ini.

Bagi Hyunwoo, Kihyun adalah sosok yang sangat susah untuk menangis. Kihyun terlalu pandai membuat masalah tidak menjadi beban sehingga ia masih bisa tersenyum cerah bahkan di tengah tekanan.

Namun melihat linangan air mata mengalir dari manik cantik itu, Hyunwoo mendapatkan jawabannya.

Hyunwoon melangkah ke hadapan Kihyun. Ia meletakan jemari hangatnya ke wajah sang partner.

"Aku hanya terlalu takut jika kau benar-benar tertembak. Kau sangat berharga untukku, Ki."

Kihyun terdiam sambil menikmati kehangatan Hyunwoo yang menjalar dari telapak tangan lebar itu.

"Hyung… Mianhe. Aku tidak bisa fokus di antara tugas, aku ceroboh. Mian…"

Dengan pelan Hyunwoo menghapus air mata yang ada di wajah imut itu lalu menunjukan sebuah senyum kecil.

"Kau ingin makan sesuatu? Ayo kita masak bersama."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Celaka bagi Kihyun karena ia dipanggil oleh appanya untuk kembali ke rumah.

Ia tentu rindu rumah dan tentunya rindu appa, hyung, juga calon kakak iparnya. Namun informasi yang ia terima dari sang appa membuat Kihyun kehilangan arah seketika.

"Keluarlah dari Alligator. Itu membahayakanmu, Kihyunie."

"Tapi kenapa baru sekarang appa? Sudah 11 bulan aku berada di Alligator!" Ucap Kihyun tidak terima.

"Mian Kihyun. Petinggi X Clan mendatangi appa dan mengatakan ingin meminangmu. Appa sudah menolaknya dan penurunan saham adalah yang terjadi. Para pegawai tidak berdosa meninggal tidak wajar. Perlahan para karyawan memilih keluar dari Yoo Company."

Amarah Kihyun hampir mencapai puncak saat mendengar ucapan sang appa.

"Aku akan melawan mereka! Aku tidak sudi menjadi pasangan dari kelompok iblis yang sudah membunuh eomma!"

"Kihyun, appa mohon. Nyawamu akan ada dalam bahaya begitu juga banyak karyawan di bawah nama perusahaan…"

Kihyun menggigit bibirnya kala melihat appanya terlihat sangat kelelahan dan memohon dengan sangat kepadanya.

"Hyungmu saat ini berada di rumah sakit karena X Clan menjatuhkan papan reklame tepat di atas mobilnya. Hyungwon juga hampir terlindas truk jika seseorang tidak menyelamatkannya."

Tak tahu harus berkata apa, Kihyun berdiri dari duduknya.

"Appa kau tahu… Anakmu ini akan menjadi budak X Clan demi nyawa orang lain. Ia akan dimanfaatkan dan dieskploitasi dengan besar-besaran untuk kepentingan X Clan. Aku…"

Kihyun menghembuskan nafasnya dengan kasar.

"Kapan pernikahan dilakukan?"

Sang appa terlihat sangat ketakutan.

Brak.

Pintu utama rumah keluarga Yoo didobrak dengan paksa.

Kihyun bisa melihat gerombolan manusia dengan pakaian khas X Clan menerobos masuk ke dalam rumahnya.

"Really? Right now?!" Ucap Kihyun dengan alis yang mengangkat.

Ia menggeretakan giginya kala melihat sosok calon suaminya yang tersenyum lebar.

"Annyeong appa and baby Ki. Jadi, mari kita menikah."

"Holy shit."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Dari tadi siang, Hyunwoo dan Minhyuk terlihat bagai bom atom yang siap meledak.

Bagaimana bisa Kihyun dipinang oleh X yang notabene pewaris X Clan?

Bahkan mereka yakin keluarga Yoo tidak pernah berurusan dengan X Clan secara langsung.

Terlalu banyak pertanyaan yang muncul di otak kedua orang itu dan itu membuat kepala mereka serasa mau pecah.

Alligator memiliki peraturan bahwa keselamatan partner adalah tanggung jawab partner. Jangan buat kekacauan besar dan sebisa mungkin hindari kematian.

Maka dari itu hanya Hyunwoo dan Minhyuk yang akan terjun mencari Kihyun.

Dan inilah keadaan mereka sekarang.

Hawa yang dingin menemani malam ini.

Minhyuk sudah siap di posisinya dalam memonitor segala hal. Ia berada di ruang komando para guide. Setiap guide memiliki ruang kerja mereka sendiri, begitu pula dengan Minhyuk.

Lokasi Kihyun saat ini adalah sebuah gereja tua yang ada di atas gunung. Lokasi yang tepat untuk menjalankan pernikahan paksaan.

Apalagi area pegunungan malam ini lumayan sepi karena bukan hari libur.

"Shownu, alasan dibalik X yang menginginkan Hamshark adalah bahwa ia anak dari pemilik Yoo Company. Yoo company adalah perusahaan besar yang bergerak di bidang kemanusiaan dan memiliki sangat banyak panti asuhan di seluruh dunia. X Clan ingin mengeksploitasi sumber daya manusia dari anak panti untuk menjadikan mereka bahan percobaan, agent, dan pembunuh bayaran. Yeah, kau pegang Yoo Company, kau bisa mendapatkan SDM yang melimpah."

Hyunwoo yang kini berada di dahan pohon di area belakang gereja melihat keadaan sekitar dengan seksama.

"Karena X Clan menganggap Kihyun bukanlah siapa-siapa sebenarnya maka dari itu penjagaan mereka sangat longgar."

"Mereka tidak tahu siapa yang mereka hadapi."

Tap.

Hyunwoo turun dari dahan itu dan menapak dengan lancar ke tanah.

Ia melangkah tanpa menimbulkan suara menuju ke dua orang penjaga yang berjaga di pintu belakang.

Krekk…

Hyunwoo memukul leher kedua penjaga yang ada disana dalam satu gerakan hingga mereka pingsan. Ia juga menahan tubuh kedua orang itu agak tidak langsung bertubrukan dengan tanah.

Tanpa menunggu apa pun lagi, Hyunwoo masuk ke dalam gedung melalui pintu belakang.

Tempat yang ia masuki adalah bagian belakang altar. Ia bisa mengintip dari tempatnya sekarang bahwa seorang pastur terlihat dikawal oleh pengawal bersenjata.

Hyunwoo bisa melihat bahwa pastur itu terlihat ketakukan dengan keringat yang menuruni pelipisnya.

Ini bukan berita baik karena ada sandera selain Kihyun di lokasi ini.

"CCTV berhasil diakses. Hamshark ada di gerbang depan. Ia dikawal oleh empat orang. Bajingan X akan muncul dari ruang di kananmu."

Hyunwoo bisa melihat pintu utama yang mulai terbuka.

"Total akan ada 8 penjaga dan 1 bajingan di dalam. Berhati-hatilah, Shownu."

Hyunwoo harus menyelamatkan sang pastur bagaimana pun caranya. Dan tentu ia harus menyelamatkan Kihyun.

X dan dua penjaganya sudah masuk melalui pintu samping. Terlihat namja berumur 20 tahun itu tersenyum congkak ke arah sang pastur yang ketakutan.

X sudah siap berdiri di depan altar dan kini pintu utama terbuka.

Disana terlihat Kihyun yang dikawal oleh empat orang dengan senjata laras panjang lengkap. Penampilannya amat sangat cantik dengan jas putih dan mahkota bunga putih di kepalanya. Semua itu bersatu padu dengan rambut Kihyun yang dicat berwarna peach.

Hyunwoo terkesima untuk beberapa saat sebelum ia kembali ke alam sadarnya.

'Too beautiful to handle.'

Kihyun menatap sebal ke arah X yang malah tersenyum lebar.

Di otak Kihyun sudah ada berbagai macam taktik melarikan diri namun ketika ia melihat pastur di depan sana yang berada dalam posisi terancam, Kihyun kembali memutar otaknya.

'Mwoya?!' Bathin Kihyun kala merasakan area jantungnya tersengat kecil.

Lokasi chip Alligator yang dipasang di tubuh para agentnya ditentukan sendiri oleh mereka.

Hyunwoo dan Kihyun sepakat menanamkan chip di area jantung karena tempat itu adalah tempat paling aman dari scan apa pun di dunia. Hal ini karena tugas Hyunwoo dan Kihyun adalah tugas kelas berat yang selalu mungkin untuk berujung pada kematian.

'Sengatan akan terjadi jika-'

Kihyun menahan ekspresi wajahnya agar tidak berubah.

Hyunwoo dan Kihyun adalah partner yang jenius. Mereka pernah membicarakan bagaimana jika suatu saat nanti salah satu dalam kondisi bahaya dan salah satu harus mengkode bahwa ia berada di sekitar untuk penyelamatan.

Dan keputusannya bahwa dengan memodifikasi chip mereka menyengatkan listrik bertegangan sangat rendah dengan jarak maksimal 100 meter dari lokasi masing-masing.

Caranya?

Chip itu mengeluarkan sebuah bentuk pertahanan pada jantung mereka kala area jantung terkena serangan. Pertahanan itu akan mengeluarkan sengatan kecil dan akan terhubung antar partner.

Yang dilakukan Hyunwoo adalah memukul dadanya sendiri.

Hyunwoo disini. Itulah hal yang disadari Kihyun.

Ia sudah berada di depan altar bersama dengan X yang masih menyeringai lebar.

Dor.

Sebuah tembakan mengenai chandelier dan membuat suasana menjadi gelap. Chandelier itu jatuh dan membuat suara pecahan yang nyaring.

Pecahan yang ambyar kemana-mana membuat X dan penjaganya tertunduk melindungi diri.

Saat itu lah Kihyun melompat dan menendang kedua penjaga yang mengurung sang pastor. Dengan sigap Kihyun menarik tubuh kurus pastor itu menjauh melalui area belakang.

"Hyung!"

Hyunwoo segera memberikan perintah untuk Kihyun pergi melalui jalan Hyunwoo masuk tadi.

Tak lupa Hyunwoo memasangkan sebuah wireless earphone ke telinga Kihyun.

"Woof, Hamshark connect."

"Happy to see you again, Hamshark. Kau bisa berjalan lurus. Di depan nanti kau akan menemukan dua penjaga yang pingsan. Jangan pedulikan mereka dan segera bawa pastur itu pergi. Kau harus membantu Shownu setelah ini."

"Roger."

KIhyun masih menyeret sang pastur yang hanya bisa mengikuti langkah kaki Kihyun.

"100 meter lagi kau akan menemukan mobil penjemput. Antar pastor itu kesana dan segera kembali. Shownu membunuh semua penjaga dan kini satu lawan satu dengan X. Cepatlah."

Dengan langkah yang semakin cepat Kihyun menuntun di depan.

Kihyun sampai di mobil hitam yang dibicarakan Minhyuk.

"Hai Kihyun-ssi, Minhyuk bilang kau butuh bantuan."

Sesosok yang Kihyun kenal sebagai Tuan Muda dari salah satu keluarga Quattuor Coronam, Lee Sungjae dari St. Carat Foundation, tersenyum ke arah Kihyun.

Kihyun tersenyum sopan ke arah Sungjae lalu langsung membuka pintu di samping kemudi.

"Kuserhakan padamu, Sungjae-ssi. Aku pamit."

"Ne, semoga berhasil."

Merasa tak akan ada lagi sandera, Kihyun berlari dengan sangat cepat menuju ke gereja.

Tak peduli keringat yang sudah membanjiri tubuhnya yang jelas ia harus membantu Hyunwoo.

Langkah kaki Kihyun terhenti kala melihat pertarungan Hyunwoo dan X yang terlihat imbang.

Mereka saling memukul dan menendang juga menangkis dan bertahan.

Kihyun meraih pistol yang ada di pinggang salah satu penjaga dari X Clan yang sudah tak bernyawa.

Peluru masih terisi penuh, mungkin ia tak sempat menggunakannya tadi.

Tanpa perlu waktu lama Kihyun melepaskan tembakan yang mengenai tanah tepat di depan X yang sudah akan menerjang Hyunwoo lagi.

"Oh? Ternyata calon pengantinku agent Alligator." Ucap X dengan wajah terkejut yang dibuat-buat.

"Ketahuilah, kau akan mati sebelum bantuanmu datang." Ucap Kihyun dengan wajah manisnya.

Mahkota bunga yang menghiasi kepalanya dan jas putih tadi sudah terlepas dan menyisakan Kihyun hanya dengan kemeja putihnya saja.

X mengangkat bahunya.

"Ne, aku tahu itu. Maka aku memberikan penawaran pada kalian. Keluarga Yoo dan seluruh orang yang terlibat dengan perusahaan Yoo akan aku bebaskan dari target kami. How?"

Kihyun mengangkat bahunya lalu menurunkan senjatanya.

"Itu cukup. Kau urusi bisnismu dan aku akan mengurusi bisnisku. Jangan saling menganggu oke." Kata Kihyun.

Hyunwoo dan Kihyun membiarkan si calon pewaris X Clan itu pergi begitu saja.

Kihyun yang melihat X sudah menghilang dari pandangan langsung menghampiri Hyunwoo dan memeriksa sekujur tubuh sang partner.

"Tak ada yang terluka kan hyung?"

Hyunwoo menggeleng lalu membawa tubuh mungil Kihyun ke dalam pelukannya.

Kihyun yang kaget memilih terdiam. Ia dapat merasakan jantungnya kembali berdetak kencang.

Karena tinggi Kihyun yang hanya sampai pada dagu Hyunwoo, di posisi pelukan ini Kihyun menempel di dada sang partner.

Ia dapat merasakan debaran yang Hyunwoo miliki tidak jauh dari apa yang ia miliki.

Kihyun tersenyum lebar setelahnya karena memahami satu hal.

Ia jatuh cinta kepada Hyunwoo.

"Hyung, ayo kembali."

Hyunwoo mengangguk. Dengan tautan jemari mereka yang tak terlepas, mereka berjalan menuju kaki gunung.

Malam ini cukup gelap sebenarnya. Hanya saja karena Kihyun tahu Hyunwoo akan ada di sampingnya, ia jadi tak takut apa pun.

"Ki, aku ingin mengatakan ini padamu."

Kihyun yang menikmati kehangatan dan keheningan di antara mereka menoleh ke samping.

"Ne hyung?"

"Kemarin abeoji meninggal. Aku harus kembali ke RED Corporation dan meninggalkan Alligator."

"Mwo?! Meninggal kenapa hyung?" Ucap Kihyun dengan mata terbelalak lebar.

"Sakit. Penyakit lama dan aku sudah mulai mengambil alih RED Corporation dari beberapa minggu lalu."

Tap.

Langkah kaki Hyunwoo terhenti membuat Kihyun juga menghentikan langkahnya.

Kihyun menunggu Hyunwoo yang terlihat terdiam beberapa lama.

"Keluar dari Alligator dan menikahlah denganku."

"Aigoo… Sebaiknya kalian ingat untuk mematikan saluran komunikasi jik-"

Bip.

Kihyun menekan tombol mini di wireless earphonenya dan juga milik Hyunwoo. Bisa-bisanya Minhyuk menganggu suasana romantis ini.

"Hyung, aku ingin 3 anak."

Jawaban menyeleneh itu membuat Hyunwoo tersenyum kecil.

Kihyun memiliki caranya tersendiri dalam melakukan apa pun ketika ia dalam keadaan percaya diri. Namun setelah itu kepercayaan dirinya yang setinggi langit akan runtuh dalam hitungan detik.

Seperti saat ini, terlihat Kihyun yang sudah mulai memerah dan geli sendiri karena ucapannya itu.

Bagaimana Hyunwoo tidak tersenyum melihat tingkah aneh Kihyun.

Sosok yang tak disangka akan menjadi teman hidupnya.

Bahkan untuk selamanya.