Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[Crown for the Queen ]
~ Chapter 26 ~
.
.
Sasuke Pov.
[ Hari ulang tahun raja Itachi ]
Aku sudah berusaha membuat segalanya berjalan lancar, pesta telah di mulai sejak jam 5 sore, suasana di dalam aula istana menjadi cukup ramai dengan kedatangan para bangsawan, sebelumnya, mendatangi bagian penjagaan di depan pintu gerbang untuk mengecek siapa saja yang datang.
"Aku memberimu tugas penting. Jika ada seseorang yang baru saja datang dan mengatakan dari kerajaan Haruno, arahkan mereka padaku di taman samping aula, kau mengerti?" Ucapku pada salah satu penjaga.
"Baik, pangeran." Ucap penjaga itu.
Aku bisa menunggu mereka datang, aku sudah sangat penasaran, kembali ke aula dan melihat kakak yang duduk dengan gagahnya di singgasananya, kakak memang terlihat sebagai pria dewasa yang menawan, beberapa putri terlihat malu-malu menatap ke arahnya, bisikan mereka pun terdengar jelas, mereka baru melihat seorang raja yang terlihat sangat tampan.
Selain itu, aku tidak melihat adanya nona Sumire, aku harap dia tidak berada di aula ini dan malah merusak segalanya, bergegas menghampiri kakak, sekedar menegurnya, dia tidak boleh hanya duduk dan tersenyum seperti ini.
"Setidaknya sapalah beberapa putri atau ajak mereka berdansa, Yang mulia." Tegurku.
"Aku tidak tahu kau melakukannya dengan sekeras ini pangeran, aku akan memilih wanitaku dan akan menikah, nanti, tanpa perlu di beri pilihan seperti ini." Ucapnya.
Aku tidak suka jika kakak malah tidak peduli akan rencana baikku ini.
"Yang mulia terlalu lama memilih dan mengulur waktu, bukannya aku mendesakmu, tapi pernikahan di istana itu cukup penting, nantinya ada calon raja baru lagi di istana ini, jangan lupa, sekarang hanya tinggal kita berdua, Yang mulia, mohon pertimbangkan baik-baik lagi." Ucapku, kakak harus menyadarinya posisinya sekarang juga, kelak akan sulit mencari penerus jika dia terus seperti ini.
Kakak akhirnya berdiri, dia mulai datang ke arah para putri yang berusaha menjaga sikap di hadapan Yang mulia raja, itu bagus, tapi entah mengapa aku juga kurang suka saat mereka berusaha terlihat baik di hadapan kakak, walaupun ini palsu, setidaknya kakak akan memilih pendamping nantinya.
"Pangeran, orang dari kerajaan Haruno telah tiba, Saya telah mengarahkannya ke taman samping aula." Ucapnya.
Aku sudah menunggu, bergegas keluar dari aula melalui pintu samping, dari arah kejahuan aku hanya melihat dua orang saja, seorang pria dan seorang wanita.
"Aku tidak percaya jika kalian akan datang." Ucapku, sebagai pembukaan pembicaraan ini.
Sekarang terlihat lebih jelas, seorang pria berambut softpink, pakaian yang di kenakannya terlihat dia seperti seorang raja, aku penasaran dengan pria ini, walaupun dalam catatan itu jelas di katakan kerajaan Haruno memiliki dua orang putra mahkota, selain dia, seorang wanita yang memiliki warna rambut yang samadengan pria ini, dia tengah menggunakan gaun ungu pudar indahnya, mungkin dia salah satu putri mahkota.
"Salam hormatku pada pangeran Uchiha, sudah lama kita tidak bertemu, pangeran." Ucap wanita di hadapanku ini.
"Senang bertemu denganmu, pangeran." Ucap pria itu juga.
"Ini sudah bertahun-tahun lamanya, aku sengaja memanggil kalian karena kalian pun termasuk kerajaan yang pernah melakukan kerjasama dengan kerajaan kami, jika saja dulunya ada masalah, mungkin kita bisa berdamai kembali." Ucapku.
"Kau benar pangeran, masa lalu biarkanlah berlalu, kerjasama antar kerajaan adalah hal yang paling baik di jaman sekarang." Ucap sang putri.
"Maaf jika aku tidak begitu mengenal kalian lagi, mari kita memulai perkenalan ini lagi. Aku pangeran Uchiha Sasuke." Ucapku.
"Haruno Serra, aku adalah raja yang sekarang menjabat di kerajaan Haruno." Ucap pria berambut softpink itu, tebakanku benar.
Tak ku sangka jika rajanya yang akan langsung datang kesini, ini sungguh hebat.
"Aku sungguh merasa terhormat hingga Yang mulia raja Haruno datang ke istana kami, maaf jika aku tidak mengetahuinya sebelumnya dan kurang menyambut Yang mulia dengan baik." Ucapku.
"Tidak apa-apa, anggap saja sebagai awal perkenalan kita kembali." Ucap raja Haruno, pria yang cukup ramah.
Menatap ke arah satu-satunya wanita di antara kami, dia tersenyum malu padaku.
"Putri Haruno Sakura, aku adalah putri mahkota di kerajaan Haruno." Ucap wanita ini.
Haruno Sakura?
Putri Sakura?
Nama itu tidak terdengar asing bagiku.
"Ada satu hal lagi yang ingin aku tanyakan." Ucapku.
"Silahkan pangeran." Ucap putri Sakura.
"Aku pernah membaca sebuah catatan dari buku lama di kerajaan kami, jadi apa benar di jaman dulu mendiang ayahku, raja Fugaku, akan menikahkanku dengan putri mahkota dari kerajaan Haruno?"
Wanita di hadapanku terlihat sedih, aku tidak mengerti dari raut wajahnya, dia sempat terkejut.
"Pangeran, itu adalah kejadian yang telah lama, bagaimana pangeran masih menyinggungnya? Aku juga berpikir itu sudah tidak mungkin di lakukan lagi." Ucap wanita yang bernama Sakura itu.
Jadi benar, ucapan ayah di masa lalu itu seperti sebuah janji, jika saja kerajaan Uchiha dan kerajaan Haruno bersatu, itu adalah yang baik dan akan sangat menguntungkan bagi kerajaan Uchiha.
"Walaupun itu sudah sangat lama, aku mungkin bisa sedikit mengenal kembali putri Sakura, bagaimana?" Ucapku, memberinya sedikit tawaran, lagi pula wanita ini tidak juga jelek, dia cukup cantik dengan parasnya, wajah orang-orang dari kerajaan selatan memang sangat berbeda dengan kerajaan ini.
Tiba-tiba aku mengingat nona Sumire, kenapa disaat seperti ini aku mengingatnya? Wajahnya juga memang terlihat tidak biasa, aku merasa jika nona Sumire bukan dari sini, dia terlihat seperti mereka.
"Aku sangat menantikan hal itu pangeran, menjadi teman di awal juga tidak akan masalah, terima kasih pangeran, kau masih mengingat kami." Ucap putri Sakura, dia terlihat senang.
"Tidak-tidak, aku yang sangat berterima kasih, kalian sudah datang dari jauh, tolong biarkan aku memberi sedikit jamuan pada kalian, tinggallah untuk beristirahat di istana ini."
"Kami sangat berterima kasih dengan tawaranmu, pangeran." Ucap raja Haruno.
Masih ada beberapa hal yang belum di selesaikan, aku harus membiarkan mereka tinggal sementara waktu di dalam istana, kejadian 14 tahun itu pasti ada yang mengingatnya.
Setelah pembicaraan ini, menawarkan mereka untuk menikmati jamuan di dalam aula, mencari kakak dan dia mulai sibuk berbicara dengan para pria, seharusnya dia berbicara dengan para wanita, bukan para pria! Bukan saatnya membahas bisnis! Tapi masa depan!
.
.
.
.
.
Sakura pov.
"Seharusnya kau masuk, nona." Tegur kesatria Sai.
Aku hanya duduk di sebuah kursi taman, dari sini pun aku bisa melihat aula yang terlihat sangat meriah itu, pesta ulang tahun Yang mulia raja sedang berlangsung, walaupun aku sudah berdandan cantik dengan gaun yang indah, ini paksaan dari nyonya Rose, dia berusaha membuatku terlihat cantik hari ini, tapi aku tidak masuk ke aula itu, aku hanya melihatnya saja dari jauh, terlihat sangat ramai, suara orang-orang pun sedikit terdengar, sementara kesatria Sai masih berdiri disampingku dan terus memintaku untuk masuk ke dalam aula.
"Tidak perlu tuan kesatria, saya cukup berada disini saja, seperti tengah menikmati pemandangan yang indah, ada begitu banyak bangsawan datang, putri cantik dan anggun dari berbagai kerajaan, semua itu tidak begitu cocok denganku, saya akan tetap di sini." Ucapku.
"Aku yakin jika Yang mulia raja juga menantikan anda, nona. Masuklah, setidaknya nona memperlihatkan wajah nona pada Yang mulia raja, aku pikir kalian ini semacam teman, bagaimana perasaan Yang mulia raja jika temannya pun tidak ikut menghadiri pestanya?" Ucap kesatria Sai.
Tetap saja keras kepala ingin aku masuk ke dalam aula itu, cukup rumor buruk tentangku, jika aku masuk dan ada yang mengenali wajahku, ini akan semakin kacau, aku hanya akan merusak pesta indah Yang mulia raja.
"Sebaiknya kita kembali istana barat, saya sedikit lelah hari ini." Ucapku.
"Apa mengurus Taka begitu membuat nona Sumire lelah?"
Dia benar-benar sengaja mengatakannya.
"Baiklah, hanya menunjukkan wajah saja dan saya akan kembali ke istana barat." Ucapku.
Sebuah senyum lebar di wajah kesatria Sai, dia memang sangat mengharapkan ini.
Mulai berjalan ke arah aula, kami tepat berada di taman samping aula, jika masuk dari sini, mungkin Yang mulia akan langsung melihatku, setelah itu aku tidak perlu berada di tengah aula dan segera kembali.
Langkahku terhenti, aku melihat pangeran Sasuke berbicara dengan seseorang, semakin dekat dan semakin, akhirnya aku melihat siapa yang tengah berbicara dengan pangeran Sasuke.
"Kita kembali sekarang juga." Ucapku pada kesatria Sai dan bergegas berbalik.
"Ada apa, nona Sumire?"
Bagaimana mungkin? Putri Ino dan pangeran Serra? Walaupun warna rambut yang mirip dengan warna rambut pangeran Serra, tetap saja, aku sangat mengenali wajah itu, sejak kapan warna rambut putri Ino menjadi seperti milik ayah? Kenapa mereka berada di istana Uchiha? Apa pangeran telah mengetahui siapa aku sebenarnya? Apa dia sengaja memanggil mereka untuk menyeretku kembali ke kerajaan Haruno? Aku tidak bisa, aku tidak akan kembali ke sana lagi, mereka tidak akan menerimaku, mereka akan mengurungku lagi di dalam tahanan bawah tanah.
"Nona Sumire!"
Terkejut dan menatap kesatria Sai, pria ini menahanku dan membuatku harus menatapnya.
"Sejak tadi kau tidak mendengarkan ucapanku. Kenapa tatapanmu terlihat ketakutan? Katakan, ada apa nona?" Ucap kesatria Sai, dia mengkhawatirkanku.
"Sa-saya mohon tuan kesatria, sebaiknya kita kembali, tiba-tiba saya merasa tidak enak badan." Ucapku, aku tidak sadar memperlihatkan wajah takut ini pada kesatria Sai.
"Baik, nona. Aku akan mengantar anda segera." Ucap kesatria Sai.
Tanpa banyak tanya dan mengajakku kembali, setelah kami berpisah pun kesatria Sai hanya memintaku untuk beristirahat.
Ini sangat buruk, kenapa Yang mulia raja tidak tahu jika salah satu tamunya dari kerajaan Haruno? Bukannya kita sudah berusaha menutupi keberadaanku? Bahkan kerjasama antar kerajaan kami telah lama berhenti, mereka tidak seharusnya berada di istana ini. Aku yakin jika pangeran Sasuke benar-benar menaruh dendam padaku, dia membuat rencana lain untuk menyeretku keluar dari istana ini.
Apa yang harus aku lakukan sekarang?
.
.
TBC
.
.
chapter hadiah.
wah wah ada yang menyamar menjadi putri Sakura, ada apa ini? wah wah...
apa rencana raja Serra dan putri ino?
di chapter ini, ada dua karakter baru. author menghadirkan kembali Serra... author senang melibatkan dia setiap membuat fic. XD walaupun di fic ini Serra dan Sakura hanya saudara seayah, dan Ino juga termasuk. putri Ino dan raja Serra juga berbeda ibu.
semoga tidak ada cukup kesal di chapter ini XD
