My Guardian Angle
.
.
Chapter 21
.
.
"Kalian bilang apa?..." Kaku masih melongok gak percaya.
"Seperti yang kau dengar,aku adalah seorang malaikat,dan dia adalah seorang schìvolo.kedengaran aneh memang,tapi inilah realitanya…"lucci menyenderkan tubuhnya di senderan kursi.dua buah kaki jenjangnya ia silangkan.zoro hanya mengangguk2 mencoba untuk memastikan kalau ini semua benar kenyataan.kaku masih terdiam,ia berusaha menerima ini secara logika,namun kepalanya masih blum bisa menerima semua penjelasan aneh ini.
"Jadi….selama ini..kau lucci,kau adalah seorang malaikat?.."kaku bertanya lagi,meyakinkan kalau ini bukan sebuah lelucon belakang.
"ya,kau selama ini berteman dengan seorang malaikat…"
"dan kau…kau…apa tadi namanya? Sikhicolo?...apa itu?..."
"schìvolo…..seorang pemburu iblis…."jawab zoro singkat.ia juga sebenarnya masih rada2 kurang ngerti dengan kemampuan barunya.makannya ia tak mau menjelaskan lebih detail.
"haaaa….aku..benar2…"kaku menggelengkan kepalanya.
"Kalian serius kan?...gak bercanda?..."tanya kaku sambil menatap lucci dan zoro secara bergantian.keduanya hanya menggelengkan kepalanya bersamaan.
"Baiklah….aku perlu bukti dulu…"kaku menatap keduanya tajam,ia tak mau jadi bualan2 temannya lagi.
Lucci menoleh ke arah zoro.
Ini yang dia takutkan….
Lucci hanya menghela nafas panjang.ia kemudian menatap kaku tepat di matanya,sedetik kemudian,mata lucci bersinar terang,4 buah sayap muncul dari belakangnya.
"WOOAHHH"kaku terkejut saat melihat 4 sayap tumbuh di belakang lucci.sayap itu asli,mereka bergerak2.
Zoro mengambil pedangnya,ia mengeluarkan pedangnya dan sebuah aura hitam keunguan keluar dari pedangnya.
"apa ini cukup memuaskan rasa penasaran mu?.."tanya zoro sambil menaruh kembali pedangnya.lucci juga menghilangkan sayapnya dan kembali ke wujud manusianya.
"Kenapa…kalian memutuskan untuk memberitahu ku soal ini?.."
"karna kau teman kami tentu saja…memangnya alasan apa lagi?..."zoro menyilangkan kedua lengannya dan menaruhnya di belakang kepalanya.kaku hanya terdiam.ia tak menyangka kalau kedua sahabatnya ini ternyata merupakan seorang malaikat,dan juga seorang…apa tadi namanya?..skigolo??..
"Jadi….inilah kenapa akhir2 ini kita trus diserang oleh…para iblis itu?..."tanya kaku lirih.
"ya….mereka mengincarku lebih tepatnya.mereka hendak memusnahkan ku sebelum aku menguasai kekuatan ku sepenuhnya,agar aku tak menjadi seorang pemburu iblis sepenuhnya…"zoro memiringkan kepalanya,berusaha mencari posisi enak.
"jadi bagaimana?..kalau kau tak mau ikut campur dalam hal ini tak apa,kami sebisa mungkin akan menjauhkan mu dari-"
"tidak…."kaku bersuara setelah berdiam sekian lama.zoro dan lucci langsung menatap kaku dengan tatapan bingung.
"aku tak akan kabur begitu saja,aku akan selalu bertarung di sebelah kalian.teman tak pernah meninggalkan temannya hanya karna mereka berbeda…."kaku tersenyum sambil menatap kedua temannya yang ada di depannya.lucci tersenyum,namun zoro masih sedikit ragu dengan keputusan kaku.
Kaku adalah satu2nya yang tak bisa melukai para iblis itu,kalau ia ikut bertarung,zoro khawatir hal seperti ini akan terulang lagi.ia tentu saja tak mau melihat sahabatnya ini terluka lagi.
Kecemasan zoro tampaknya tertara jelas di wajahnya.lucci yang menyadari ini menepuk pundak zoro pelan.hal ini membangunkan zoro dari lamunannya.
"Tenang saja,kaku itu bukan pendekar pedang yang lemah."ucap lucci pelan,zoro sempat terdiam lalu tersenyum.
Benar,aku tak boleh meremehkan kaku,begini2,dia mampu menyamai kemampuan berpedang mu zoro…
Sebulan kemudian
"Yakin gak ada yang ketinggalan kan?..." Tanya seorang pria berambut hitam.ia memiliki hidung yang panjang dan mata yang bulat,ia memiliki tahi lalat kecil di bawah mata kirinya.ia juga memiliki janggut yang di potong tipis rapi.
"Gak ada…aku yakin sudah membereskan semuanya…"ujar kaku sambil menaruh beberapa tas ke dalam bagasi.
"baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang"
.
.
.
.
Kaku sedang bersender di kursi penumpang mobilnya.ia sedang dalam perjalanan pulang setelah dirawat di rumah sakit.luka di tubuhnya masih dalam proses penyembuhan,namun ia sudah diijinkan pulang oleh dokter.saat dalam lamunannya, tiba2 handphone kaku berbunyi.ia merogoh kantung celana trainingnya dan mengeluarkan handphonenya.
Sebuah panggilan masuk dari zoro…
"hallo?.."
'Bagaimana?...kau sudah sampai rumah?...'
"belum…aku masih dalam perjalanan pulang.tadi sebelum berangkat kita sarapan dulu soalnya"
'ooh begitu…yasudah,aku hanya ingin memastikan…tak ada yang aneh kan selama di jalan?..' tanya zoro dari seberang telpon.kaku hanya mengkarutkan jidatnya.ia menengok ke luar jendela mobil dan memperhatikan sekitarnya.
"tak ada yang aneh….memangnya,kau merasakan sesuatu?..."
'tidak…aku hanya khawatir saja.takutnya mereka mengincarmu saat aku atau lucci tak ada di sekitarmu' terdengar suara zoro yang agak sedikit ragu.kaku tersenyum mendengar sebilah kecemasan yang di utarakan sahabat berambut hijaunya ini.
"ahahaha tak usah khawarir, aku akan baik2 saja.kalau pun mereka berani macam2,aku akan tebas mereka dengan pedang ku…percaya lah" kaku tertawa ringan.zoro sempat sunyi sebentar di sana,namun beberapa detik kemudian ia kembali bersuara.
'Hmm ya…kau benar…heheh…maaf kalau aku terdengar seperti meremehkan mu.aku-'
"tidak apa2…aku tau kau hanya khawatir.aku bisa memaklumi mu zoro…" kaku tersenyum sambil memperhatikan kuku di jarinya.
'hmmm…ya sudah…kalau begitu hati2 dijalan…'
"ya terimakasih…aku-"
'satu lagi…'kaku berhenti berbicara.terdengar nada serius di ucapan zoro kali ini.
'aku…percaya pada mu sobat…'
Hening sebentar…
"ya…terimakasih zoro…aku juga percaya pada mu"
'ya sudah aku harus kembali mengajar lagi.sampai jumpa lagi nanti' telepon diakhiri.kaku kembali menyimpan telpon genggamnya dan kembali menatap keluar jendela.
Kira-kira…kalau memang mereka menyerang….apakah aku bisa mengalahkan mereka?...
Ke-esokan harinya
Kaku membuka matanya.ia mengerang dan meregangkan ototnya secara perlahan2.aneh,ia merasa sehat hari ini…bahkan lebih sehat dari sebelum dia mendapatkan luka di dadanya.
Ia bangun dari kasurnya secara hati2,takut nantinya membuka luka jahitan di dadanya.ia lalu berjalan menuju lemarinya,hendak mengambil beberapa helai pakaian untuk dikenakan hari ini.namun sedetik sebelum kaku meraih kenob lemarinya,sekelebat ia melihat sesuatu yang berbeda.sesuatu yang berbeda dari dirinya di cermin lemarinya.ia menoleh secara perlahan dan mengamati bayangannya yang ada di cermin.
Kaku melongo tak percaya,setelah beberapa detik menatap bayangannya di kaca,kaku baru menyadari sesuatu yang berbeda dari tubuhnya.
.
.
.
.
Tok tok tok
Pintu terbuka,terlihat zoro sedang menunggu dengan cemas dari balik pintu.
"Zoro?...tumben kau datang pagi sekali.ada apa?..."
"ah kyu….anu,aku ingin bertemu dengan kaku…apakah dia ada di dalam?..."
"ya,si bocah ingusan itu ada di kamarnya.sedari pagi ia menolak untuk keluar kamarnya.apakah terjadi sesuatu?..."tanya pria berhidung panjang bernama kyu.
"entahlah…aku juga ingin memastikannya.aku juga harap tak ada sesuatu yang aneh terjadi padanya…" zoro masuk dan melepas sepatunya.
"kalau dia terluka atau semacamnya,suruh dia jalan sendiri ke rumah sakit ya.aku capek bawa dia kesana kemari dari kemaren…"ujar kyu sambil berlalu.setelah zoro selesai menaruh sepatunya di rak,ia langsung berjalan cepat menuju kamar kaku yang terletak di lantai 2.
"menurutmu….apa yang terjadi dengan ku?..."
Kaku tengah duduk di pinggir kasurnya.ia tak mengenakan kaos,hanya celana boxernya yang ia kenakan pagi ini.namun bukan itu yang ia khawatirkan,di dada bidang kaku terlukis sebuah tato berukuran besar.tato ini berbentuk abstrak,namun tato ini manjalar dari tengah dada kaku sampai ke belakang pundaknya.tato ini juga memancarkan sedikit cahaya warna ungu gelap.
Zoro duduk di depan kaku sambil memperhatikan tato di dadanya.ia tak pernah melihat tato seperti ini sebelumnya.
"apakah ini kutukan dari mereka?..."
"hmmm…entahlah…apakah kau merasakan sesuatu yang mengganggu?..."
"tidak…tidak sama sekali…bahkan…luka jahitan di dadaku hilang total…"kaku menyentuh dadanya dan mencari bekas jahitan,namun tidak menemukannya.
"Berarti ini bukan dari mereka.tak mungkin mereka memberikan mu kutukan yang menguntungkan mu…"zoro bersender di senderan kursinya.kaku sempat terdiam sambil masih menyentuh tatonya.
"apakah kau ada memberi tahu yang lain soal ini?..."
"tidak..hanya kau dan lucci saja…aku bahkan masih ragu untuk memberitahu vivi…"zoro mengangguk2 mengerti.ia kembali memperhatikan tato di tubuh kaku.
"Oya,ngomong2, lucci mana?...kukira ia bersama mu?.."
"lucci bilang dia ada urusan yang harus diselesaikan dulu.nanti kalau sudah selesai,dia kesini…"
Tak lama zoro mengatakannya,tiba2 ada yang mengetuk pintu kamar kaku.
"permisi…"pintu terbuka,terlihat lucci dengan jaket hitam dan topi panamanya dari balik pintu.
"ah lucci baru saja kami membicarakanmu…kau dari mana?.."
Lucci tak bicara apa2,dia masuk dan menutup pintu kamar kaku ,ia juga menguncinya.ia berjalan menuju ke kedua sahabatnya,duduk di sebelah kaku dan mengeluarkan secarik kertas.
"Aku menanyai mereka soal keadaanmu…dan ini keterangan yang mereka berikan kepadaku…"ujar lucci sambil menyerahkan kertas itu kepada kaku.kaku membacanya dan mengkertukan jidatnya.
"tangan kanan schivolo?...apa maksudnya?..."
To be continued
