disclaimer © Kanata Konami
warning Chi-centric, mungkin OOC, PWP (plot? what plot?), confused plot, typo(s), kebutaan EBI, ide klise, diksi ambyar, totally random.


"Sarah, maukah kamu ikut pulang bersama Mama?"

Chi membulatkan matanya heran. "Pulang? Ke mana?"

"Rumah!" Ann menjawab. "Di sana sangat nyaman dan enak!"

"Ann benar!" Telly menimpali. "Ada Mama, aku, dan Ann! Kita bisa selalu bermain bersama!"

"Jangan bertanya padaku," larang Cocchi ketus. Dari tatapan Chi, dia sudah tahu kalo anak kucing yang satu itu ingin bertanya mengenai pendapatnya. "Jawab saja seenakmu seperti yang biasanya kaulakukan. Keh. Apa pun keputusanmu, tidak ada kaitannya denganku, lagi pula, karena ini hidupmu. Aku benar?"

Chi sedikit menoleh ke belakang. Ada Youhei di sana, berjongkok dengan dua tangan mengepal di atas lutut. Kepalanya menunduk begitu dalam, sampai-sampai Chi tidak bisa melihat wajah Youhei. Ada pun Otou-san dan Okaa-san-nya yang memasang muka membingungkan bagi Chi. Dia tidak tahu ekspresi macam apa itu, tapi yang jelas, Chi tidak menyukainya.

"Rumah Chi adalah rumah Otou-san, Okaa-san, dan Youhei. Rumah Chi berbeda dengan rumah Ann dan Telly." Chi sangat tahu bahwa dua nama yang dia sebut adalah dua saudaranya. "Chi mencintai Mama, Ann, dan Telly, tapi Chi bukan Sarah. Chi adalah Chi, dan rumah Chi tidak sama dengan rumah Sarah. Jadi sekarang Chi tetap tinggal bersama Otou-san, Okaa-san, dan Youhei. Hehehehe."

Mary terkesiap. Dia sama sekali tak menduga ... Chi adalah anaknya yang pertama kali mencapai kedewasaan.

"Kembalilah ke rumahmu jika memang itu jawabanmu." Bibir Mary membentuk senyum dan matanya menyipit. Setetes air mata mengalir begitu saja. "Mama senang bertemu kembali denganmu. Senang sekali."

Chi mengangguk. Matanya sembab karena sedari tadi menangis. "Chi juga! Chi sudah lama ingin bertemu Mama!"

"Jadi Sarah tidak tinggal bersama kita, Mama?" tanya Telly.

"Oh, kita seharusnya tetap memanggilnya Chi," koreksi Mary, "karena itulah nama dan kehidupannya sekarang."

"Chi harus datang ke rumah kami kapan-kapan, ya! " ajak Ann.

"Kami menunggumu, Chi!" Telly menimpali.

"Kalau begitu, Chi pulang dulu! Sampai jumpaaaaa!" Sebelum berbalik dan berlari, Chi melanjutkan perpisahannya. "Bai bai, Mama, Ann, Telly, dan Cocchi juga! Chi mencintai semuanyaaa!"

Sesungguhnya, rumah adalah tempat untuk pulang, dan cinta adalah alasan untuk kembali.


Youhei berjongkok di belakang Chi. Dia berniat menyentuhnya, namun gerakan Youhei begitu ragu-ragu. Keinginan tersebut pada akhirnya diurungkan, dan Youhei lebih memilih untuk menumpu kedua tangannya di atas sepasang lutut yang mulai gemetar.

"Chiiii …," lirihnya sendu.

"Youhei, Chi sudah menemukan mamanya, jadi dia harus ikut dengan mamanya," ujar Miwa lembut. "Youhei mengerti, 'kan?"

"Ki-Kita bisa mengunjungi Chi kapan pun!" celetuk Kento. Dia beralih menghadap ke arah wanita yang merupakan majikan asli Chi, saudara, dan mamanya. "Umm, maaf, tapi ... um …."

"Saya mengerti." Wanita itu mengangguk ramah. "Tentu. Keluarga Anda bisa datang kapan pun Anda mau. Ah, kita belum berkenalan, ya. Maaf atas ketidaksopanan saya."

"Tidak tidak, yang harus meminta maaf itu—"

"O-Otou-san." Masih berjongkok, Youhei menarik ujung baju Kento. Iris hitam berlapis air mata memandang mata sang ayah yang terhalang bingkai hitam. "Aku ingin Chi tetap bersama kita …."

"Sebenarnya, saya serahkan semua ini pada Mary." Dilihatnya Mary yang masih membelai satu per satu anaknya, bahkan juga Cocchi. "Sarah adalah anak Mary. Kita tidak bisa membuat keputusan tanpa mempertimbangkan perasaan mereka, benar?"

"Itu benar. Kami mengerti." Miwa mengangguk. Sejak awal, dia sudah memahami semuanya. "Kami—"

"Myaaaaaaaa!"

Kemungkinan yang sebenarnya tidak terduga kini terjadi. Chi berlari kecil mencapai Youhei dan melompat ke arah bocah itu. Youhei langsung bergerak menangkapnya, tertawa hingga air mata mengalir di sepanjang pipinya.

"Chiiii ...!" seru Youhei sesenggukkan. "Aku sangat menyayangimu, Chiiiii!"

"Kalau begitu, sudah diputuskan." Perempuan berkepala empat tersebut tersenyum lebar. Diserahkannya secarik kertas bertuliskan beberapa deret kalimat. "Ini nama dan alamat rumah saya. Kapan-kapan datang, ya?"

"Tentu, tentu saja!" Kento membungkukkan badan. Youhei berdiri dan mengikutinya bersama Miwa. "Terima kasih banyak! Anda sangat baik!"

"Sama-sama." Pemilik asli Mary dan ketiga anaknya balas membungkuk. "Terima kasih juga sudah merawat Sarah untuk saya—ah tunggu, namanya Chi, ya? Nama yang lucu."

Youhei mendekap Chi sangat erat. Beberapa tetes air mata masih setia berada di sudut matanya. "T-Terima kasih, Obaa-san!"

"Namamu Youhei, 'kan? Bisakah Youhei menjaga Chi baik-baik untuk Obaa-san?

Anggukan mantap menyertai jawaban Youhei. "Pasti!"

Awan-awan terus berarak. Waktu terus berjalan. Hari-hari akan berlalu. Semuanya akan berubah, kecuali kekeluargaan dan persaudaraan sejati, yang akan abadi ke mana pun takdir membawa mereka pergi.

Chi sudah pulang, Otou-san! Chi kembali, Okaa-san! Chi ingin selalu bermain denganmu, Youhei! Chi ingin terus bersama kalian semua!


tamat


Sudut Penulis :

Hai hai halo, eburiwan! Terima kasih sudah menahan diri dengan membaca sampai akhir. Silakan mencak-mencak di kolom review. PM juga tidak masalah. Hahahaha X"D

Di awal chapter sudah perkenalan diri belom yak? Kalo udah, diulang lagi aja lah. Singkatnya penname bisa dilihat di bagian atas halaman, memanggil diri sendiri dengan nama Edel. Bisa dipanggil apa saja (bukan berarti benar-benar "apa saja"). Salam kenal~

Mungkin ada yang ngeh kalo beberapa memoir/prompt/chapter saling berkaitan. Ini sama sekali tidak pernah terduga, sungguh! Prompt yang didapatkan benar-benar acak dan tidak ada rekayasa sama sekali. Penulisan dilakukan satu hari satu memoir sesuai tanggal dan nomor prompt (kecuali chapter ini, ditulis sehari sebelumnya dan sengaja dipersiapkan untuk publish di pergantian hari). Edel menulis per memoir dengan harapan masih bisa dibaca sebagai satu kesatuan fic, yang bisa dimengerti jika tidak membaca memoir sebelum atau sesudahnya. Hwhwhw.

Selain itu, beberapa memoir kerasa kayak dipaksa harus cocok dengan prompt-nya, ya? Yang paling relate bagi Edel itu prompt kacang, api, bibir, sama cambuk, hahaha XD jadi maaf banget atas ketidakjelasan ini semua! X")

Kira-kira apakah ini menghibur? Adakah satu memoir yang paling berkesan dan disukai? Cuap-cuap di kolom review, yuu!

Little shoutout for Strawberry Cheesecakee yang selalu ngikutin fic ini dari awal sampai akhir, bahkan senantiasa mereview. Terima kasiiiiiih! Cinta deh sama kamu! UwU

Sebelum makin kepanjangan, akan Edel sudahi di sini. Sekali lagi terima kasih banyak, dan sampai jumpa lagi di fic berikutnya!

~himmedelweiss 31/08/2020


Chi's Augustories (flashfiction series randomly written in August)

complete

f i n


(additional A/N, CONSIDER SPOILER ALERT here)

Ah ya, sedikit pemberitahuan yang seharusnya disampaikan di awal, karena benar-benar tidak menyangka akan menyelesaikan prompt seperti ini. Edel belum pernah menonton anime arc New Address dan juga belum membaca manga Chi dari volume 4 hingga akhir (mencari versi translasi namun tidak menemukannya :"D), tapi Edel mendapat spoiler informasi kalau di akhir Chi bertemu mamanya dan nama aslinya Sarah. Di sini, karena Edel desperet engga bisa nemu translasi lengkap komiknya, Edel membuat semacam versi alternatif bagaimana Chi bisa bertemu Mary alias mamanya, jadi kalau misalnya ternyata sama dengan canon (meski mustahil, sih), itu benar-benar kebetulan.

Kalau informasi tentang nama asli Chi benar, bisa kasih tahu Edel via review atau PM (kalau misalnya salah, biar Edel lapor ke Mas FFn buat ngubah tag karakternya). Jika ada yang tahu nama pemilik Mary dan tiga anaknya, bisa sekalian kasih tahu juga! (di beberapa episode di anime 3D-nya, Ann dan Telly bilang mereka punya rumah, dan ada satu episode di mana Mary kayak berada di dalam sebuah rumah, jadi asumsi Edel mereka masih dipelihara seseorang).

Untuk nama si wanita, itu emang sengaja engga Edel beri nama karena ... engga ada inspirasi nama aja. Sekalian mempermudah jika Edel ingin mengedit fic ini untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada, hehehe. Maaf jika tidak membuat nyaman karena pengulangan kata "wanita" terus-menerus X"D

Ini benar-benar akhir dari curhatnya Edel. See ya next time! UwU