Nozomi tengah berjalan di lorong rumahnya, dia melihat Naruto yang sedang duduk di teras sebelah rumah, sembari menatap langit dengan sebuah senyuman tipis. Wanita itu sedikit heran saat melihat Naruto tersenyum, dia pun berjalan mendekati suaminya, lalu duduk di samping lelaki itu.

"Kau tersenyum," gumam Nozomi.

Gumaman wanita itu terdengar oleh Naruto, ia menggenggam tangan Nozomi seolah tak ingin melepaskannya. "Jika ada seseorang yang meninggal, keluarganya akan sangat bersedih." Naruto memberikan jeda sejenak pada ucapannya, dia menautkan jemarinya pada jari Nozomi. "Tapi jika orang itu tersenyum, maka dia telah merelakan orang terdekatnya itu. Aku mencoba untuk tersenyum, serta merelakan Ayah pergi."

"Beliau pasti akan bersedih jika kau juga bersedih."

"Kau benar, Ayah tak akan senang jika aku bersedih seperti ini."

Nozomi memberikan sebuah senyuman tipis pada Naruto, dia mendekatkan dirinya pada tubuh Naruto, kepala ungunya bersandar di bahu lebar suaminya itu. "Kau masih punya kami, sayang. Aku sendiri akan berusaha membuatmu bahagia, apapun caranya."

Suami istri itu mendengar derapan kaki dari lorong rumah itu. Suara itu semakin mendekati mereka berdua, hingga muncul di belokan lorong rumah Nozomi.

"Nenek akan buat Ramen yang enak untuk kalian!"

"Benarkah Nek? Terima kasih! Nenek sungguh baik! Ayo Makoto!"

"Ya, Neesan! Kita ke dapur dan membantu Nenek-Eh, Ayah, Ibu?"

Naruto dan Nozomi hanya tersenyum tipis melihat ketiganya melewati mereka. "Kami akan disini, kalian bersama nenek saja dulu."

Kedua bocah itu mengangguk, mereka pun mengikuti Kushina ke dapur untuk membuat sebuah ramen.

"Lihat? Kau masih punya kami."

"Kau benar sayang. Kau benar sekali." Pria itu lalu mencium kening Nozomi, lalu memeluknya sembari menikmati pemandangan yang tersaji di depan mereka.

...

..

.

Naruto By Masashi Kishimoto

Love Live by Kimino Sakurako