Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[Crown for the Queen ]
~ Chapter 27 ~
.
.
Sai Pov.
"Sepertinya saya belum mengucapkan selamat ulang tahun pada Yang mulia raja, panjang umur dan segala kemakmuran untukmu Yang mulia." Ucapku pada raja Itachi.
Setelah pesta yang menurutku cukup meriah itu berakhir, raja Itachi kembali pada kesibukannya, padahal dia bisa beristirahat sejenak. Pangeran dan para bangsawan lainnya benar-benar bekerja keras hanya untuk sebuah perayaan besar bagi Yang mulia raja.
"Terima kasih, kesatria Sai. Apa semalam kau bersama nona Sumire? Aku tidak melihatnya sepanjang pesta." Tanya Yang mulia raja.
Aku sudah menegur nona Sumire, ternyata seperti dugaanku, Yang mulia juga ingin melihatnya.
"Semalam saya bersamanya, namun ada hal aneh, Yang mulia."
"Ada apa?"
"Saat kami akan memasuki aula, langkah nona Sumire terhenti, dia terlihat ketakutan akan sesuatu, nona Sumire tidak bisa tenang dan meminta untuk segera kembali ke istananya, katanya dia merasa kurang enak badan, saya tidak mengerti akan sikapnya malam itu, padahal sebelumnya dia terlihat baik-baik saja." Jelasku. Aku juga penasaran apa yang terjadi padanya.
"Ini aneh, aku tidak tahu jika nona Sumire seperti itu. Sekarang dia ada dimana?"
"Saya datang ke istana saat pagi hari, tapi kata nyonya Rose, nona Sumire tidak ingin keluar dari kamarnya, dia meminta nyonya Rose tidak perlu mempersiapkan apa-apa padanya. Apa sakitnya parah? Mungkin kita perlu memanggil tabib untuk nona Sumire." Ucapku.
"Kita akan menemuinya terlebih dahulu." Ucap Yang mulia raja.
Kami akhirnya pergi bersama, tapi di tengah perjalanan kami, pangeran Sasuke berjalan dengan beberapa orang bersamanya, seorang pria dan seorang wanita.
"Salam hormat kami pada Yang mulia raja Itachi, semoga akan selalu di limpahkan kemakmuran." Ucap wanita berambut softpink, dia terlihat seperti seorang putri mahkota.
"Aku tidak tahu jika ada tamu di dalam istana. Kenapa kau tidak mengatakan padaku, pangeran Sasuke?" Ucap raja Itachi.
Pangeran lagi-lagi membuat sesuatu tanpa sepengetahuan raja Itachi, dia memang selalu seperti ini.
"Maaf Yang mulia, aku tidak sempat mengatakannya padamu, aku hanya tidak ingin menganggumu. Perkenalkan, mereka dari kerajaan Haruno-" Sejenak Ucapan pangeran Sasuke membuat raja Itachi terkejut, tapi hanya hitungan detik saja, raja Itachi sangat pandai menutupi keadaannya itu. Aku sendiri tidak percaya jika pangeran Sasuke akan mengundang orang-orang kerajaan Haruno, dari sekedar rasa penasarannya tentang catatan yang setengah mati aku cari, sekarang mereka berada di hadapan kami."-Yang mulia raja Serra adalah raja yang sekarang menjabat di kerajaan Haruno." Jelas pangeran dan menunjuk pria berambut softpink itu, sekilas aku melihatnya mirip dengan nona Sumire. "Dan dia adalah putri Sakura." Lanjut pangeran.
Putri Sakura?
Jadi dia adalah putri yang berada di catatan itu, catatan yang telah di bakar Yang mulia raja, wah-wah, aku sampai tercengang akan hal ini, pangeran Sasuke bergerak begitu cepat hanya untuk mencari mereka demi sebuah catatan di masa lalu, tapi apa hubungan mereka dengan nona Sumire? Seharusnya yang di cari pangeran adalah tentang nona Sumire dan raja Itachi di masa lalu, bukan mencari kerajaan yang pernah memiliki hubungan baik dengan kerajaan Uchiha, aku tidak mengerti.
"Begitu rupanya. Maaf aku tidak menyambut kalian dengan baik." Ucap raja Itachi, ada yang aneh, raja Itachi terlihat tidak senang, tapi dia berusaha menerima mereka di istana.
"Tidak apa-apa raja Itachi, kami tahu kau cukup lelah setelah pesta semalam, kami juga hanya berkunjung karena panggilan dari pangeran Sasuke, kedepannya kami harap bisa bekerja sama lagi seperti dulu." Ucap raja Serra.
"Aku juga mengharapkan hal itu, raja Serra. Sebagai kerajaan yang pernah bekerja sama, aku sangat ingin kembali melakukannya lagi, walaupun di masa lalu kita memiliki hubungan yang tidak begitu baik. Ah maaf sekali lagi, aku tidak bisa berlama-lama, pangeran sampaikan pada koki istana, kita akan membuat makan malam sebagai penyambutan raja Serra dan putri Sakura di istana ini." Ucap raja Itachi.
"Baik, Yang mulia." Ucap pangeran Sasuke, dia terlihat senang dengan rencana dadakannya ini. Sikap pangeran Sasuke tidak pernah berubah, raja Itachi jadi selalu repot dengan rencananya.
"Kita akan berbicara banyak setelah ini." Ucap raja Itachi dan bergegas pamit untuk pergi.
Setelah kami menjauh, tatapan raja Itachi terlihat marah, ada apa? Aku benar-benar tidak mengerti.
"Kesatria Sai."
"Ya, Yang mulia?"
"Arahkan beberapa penjagaan di istana barat, jangan biarkan siapapun yang masuk ke sana, bahkan itu pangeran Sasuke." Ucap raja Itachi.
Aku sungguh tidak menduganya, berbalik ke belakang, apa ini ada hubungannya dengan mereka yang datang ke istana?
"Saya akan segera melakukannya, Yang mulia."
Hari ini raja Itachi terlihat sangat berbeda, dia akan terlihat tegas seperti jika sedang berada di medan perang, tapi apa yang akan di lawannya?
.
.
.
.
Sakura Pov.
Aku tidak bisa tidur semalaman, aku terus memikirkan mereka yang berada di kerjaan Uchiha ini, aku tidak membiarkan nyonya Rose membuka jendela kamarku, aku takut jika mereka akan melihatku, aku bahkan tidak keluar dari kamar ini sejak tadi pagi, meminta nyonya Rose tidak perlu membuatkan sarapan, aku tidak bisa makan dengan tenang, meminta tuan kesatria tidak perlu menjagaku hari ini karena aku akan tetap berada di kamar ini, aku terus merasa ketakutan dan cemas.
Memikirkan apa yang mereka lakukan disini, memikirkan rencana pangeran Sasuke dan aku menjadi orang yang hampir gila hanya karena hal ini, mereka tidak pernah bersikap baik padaku, mungkin memang sejak aku hadir di dalam kerajaan Haruno, seluruhnya menatapku dengan tatapan tidak senang dan tidak terima, apa salah jika aku seorang putri mahkota yang sah?
Tok tok tok
"Ini aku, nona Sumire."
Itu adalah suara raja Itachi, bergegas ke arah pintu, namun membukanya dengan sangat perlahan, aku pikir dia akan datang bersama mereka, tapi ternyata raja Itachi hanya sendirian dan dia terlihat mencemaskan sesuatu.
"Aku ingin berbicara denganmu, nona Sumire." Ucapnya.
Membiarkan raja Itachi masuk dan segera menutup pintu itu.
"Aku tahu apa yang sedang terjadi padamu." Ucap raja Itachi.
Aku cukup terkejut mendengarnya.
"A-apa Yang mulia bertemu mereka?" Tanyaku, memastikan.
Sebuah anggukan dari raja Itachi dan dia masih terlihat cemas.
"Sa-saya tidak mengerti, apa pangeran Sasuke begitu dendam pada saya hingga memanggil mereka? Mereka adalah orang-orang yang jahat, kenapa Yang mulia membiarkan mereka berada disini? Sa-saya tidak akan membuat kesalahan lagi, Sa-saya pikir Yang mulia akan membantu saya-" Panikku.
"Tenanglah, nona Sumire." Ucap raja Itachi, tapi itu tidak bisa membuatku tenang.
"Bagaimana dengan rencana kita? Yang mulia akan membantu saya, bukan? A-apa saya akan segera di seret keluar dari istana ini? Apa saya akan kembali di tahan atau menjadi budak-"
"PUTRI SAKURA!"
Tersentak akan teriakan raja Itachi, dia bahkan memanggil namaku, aku sungguh tidak bisa tenang, keadaan ini membuatku terus panik dan cemas, aku tidak bisa berhenti memikirkan mereka yang berada di istana ini.
"Tenanglah, putri Sakura, kita berbicara dengan baik-baik, sepertinya ada kesalahpahaman dan aku akan meluruskannya, sekarang jangan panik dan tetap kendalikan dirimu, aku akan tetap membantumu, putri, itu adalah janjiku." Ucap raja Itachi.
Berusaha menenangkan diri, walaupun aku tidak bisa, raja Itachi memintaku duduk di sebuah sofa yang berada di dalam kamarku ini, raja Itachi juga sempat terlihat kebingungan dan memegang jidatnya, apa dia juga memikirkan hal ini? Aku sudah salah paham terhadapnya.
"Pertama, sepertinya pangeran tidak tahu apapun tentangmu dan tentang mereka, dia hanya tahu jika mereka dari kerajaan Haruno, semua ini karena ucapanku saat dia mengatakan bagaimana kau dan aku bertemu, aku hanya mengatakan 14 tahun yang lalu, laporan dari kesatria Sai, pangeran Sasuke mencari catatan itu, jika dia menelusuri segalanya, dia akan tahu siapa kau sebenarnya, ada sebuah halaman yang aku bakar untuk menutupinya." Jelas raja Itachi.
Dia mulai menceritakan kenapa hal ini bisa terjadi, aku sudah memikirkan hal buruk terlebih dahulu. Raja Itachi mulai melanjutkan ceritanya, semua ini berawal dari rasa penasaran pangeran Sasuke hingga mendatangkan mereka dan hal yang paling membuatku terkejut adalah.
"Salah seorang putri berbohong dan menggunakan namamu, putri Sakura."
Ternyata benar, wanita yang semalam aku lihat adalah putri Ino, dia berbohong pada pangeran Sasuke dengan mengatasnamakan dirinya sebagai putri Sakura, itu adalah aku, untuk apa dia berbohong? Kenapa tidak menggunakan namanya saja? Apa itu alasannya dia mengubah warna rambutnya seperti ayah?
"Aku sudah menambah penjagaan di sekitar istana barat, aku tidak akan membiarkan mereka bertemu denganmu, jadi tetaplah di dalam istana ini hingga mereka pulang." Ucap raja Itachi.
Raja Itachi bergerak dengan begitu cepat, aku sangat berterima kasih padanya,
"Selain itu, aku akan memberikan beberapa informasi yang aku dapatkan dari kesatria Hidan, aku mengutusnya ke kerajaan Haruno." Ucap raja Itachi.
Sekarang pangeran Serra telah menjadi raja Haruno, dia menggantikan ayah, dan aku baru mengetahui kabar jika ayah telah wafat, sebelumnya kami berselisih dan aku tidak bisa melihatnya pergi, ini membuatku sangat sedih.
"Kerajaanmu sedang dalam masa sulit, putri, mungkin karena yang menjadi raja adalah anak yang tidak sah dari mendiang raja Kizashi, dia hanya anak selir yang di pertanyakan statusnya sebagai seorang raja, lama kelamaan akan ada yang menggesernya dengan status yang lebih kuat dan kerajaan Haruno akan jatuh ke tangan yang lainnya." Ucap raja Itachi, dia mencoba menganalisis keadaan di kerajaan Haruno.
Ini sangat di sayangkan, aku harus bisa kesana, tapi dengan keadaanku ini dan kurangnya orang-orang yang mendukungku, aku tidak bisa mengambil tahkta itu kembali.
"Yang mulia bisa lihat sekarang, pangeran-ah maksudku, raja Serra sekarang sudah berubah, dia tidak berpihak padaku lagi, dia kesulitan Yang mulia, ada begitu banyak pihak yang terus menekannya hingga dia seperti sekarang ini." Menghela napas sejenak, aku sudah bisa menenangkan diriku. "Jika saja aku yang kembali dan mengambil apa yang seharusnya menjadi hakku, apa yang akan terjadi pada raja Serra? Mungkin kami akan memulai perang saudara." Ucapku.
"Itu salah satu kemungkinan yang akan terjadi. Jadi selama mereka masih ada disini, aku yang akan mengawasi mereka, jika kau perlu mengatakan sesuatu padaku, kau bisa gunakan Taka untuk mengirim pesan, setidaknya Taka memiliki tugas, aku juga jarang menggunakannya dan penasaran bagaimana cara kerja Taka." Ucap raja Itachi.
"Maaf sudah mengatakan yang tidak-tidak pada Yang mulia, tidak henti-hentinya saya berterima kasih padamu, Yang mulia." Ucapku.
Aku beruntung selama raja Itachi berada di pihakku.
.
.
TBC
.
.
updateee...~
pertama-tama author mau sampaikan, jika author pernah punya salah yang di sengaja atau pun tidak sengaja dalam membalas review kalian atau pun banyaknya fic TBC yang belum di lanjutkan, mohon di maafkan. udah mau masuk bulan puasa, besok puasa yaa? author akan tetap update dan sedang berusaha melanjutkan fic yng belum kelar, walaupun di tengah pandemik seperti ini, tetap semangat untuk menjalani puasanya yaaa...
Sasuke fans
