Drabble: UkaiNekomata

Miyagi, 1961

Yasufumi Nekomata adalah anak lelaki. Dan anak lelaki diharuskan kuat untuk menjaga apapun yang dia cintai. Itu artinya adalah dia harus mampu menjaga keluarganya karena dia anak lelaki satu-satunya. Kebanggaan ayahnya. Sang ayah yang dibawa pergi ke Vietnam setahun lalu dan hingga kini tak kunjung jua kembali. Meninggalkannya dan ibunya di sebuah desa pedalaman asing yang tak diketahuinya. Suatu desa di bawah pegunungan yang namanya entah apa. Desa di Miyagi.

Ia ingin menangis jika mengingat sang ayah, namun seolah ada tawa khayal yang membayangi kepalanya, mengejeknya. Dan dengan suara ayahnya. Karena itu Yasufumi akan langsung diam. Diam. Malu jika ketahuan menangis.

Sebelum ayahnya pergi di tahun 1960 dulu, Yasufumi diajarkan oleh ayahnya bermain voli. Maklumlah, ayahnya di Asian Games ketiga dulu turut serta menyumbangkan medali emas kepada Jepang lewat permainan volinya. Kata ayahnya dengan jumawa: bahwa itu adalah hadiah untuk kelahiran kembali Jepang pasca Perang Pasifik dulu.

Kini hanya dengan bermain voli Yasufumi bisa mengalihkan perhatiannya dari kenangan bersama sang ayah yang kini sudah pesimis ia nanti kepulangannya. Entah apa yang terjadi di Vietnam sana, Yasufumi tak berani menduga. Yang ia sibukkan kini hanyalah pertandingan kecilnya melawan bocah-bocah desa tetangga yang sama sepertinya, karena demam Asian Games tiga tahun lalu mulailah ketertarikan mereka pada olahraga muncul, sehingga seluruh kenangan pahit pascaperang lebur seketika dari ingatan masyarakat Jepang yang baru. Generasi baru. Darah yang baru.

Benar. Permainan voli tak ubahnya darah baru untuk Jepang yang menderita kekalahan yang begitu pahit dulu itu. Dengan darah baru inilah Jepang bangkit kembali dan menantang dunia. Darah baru itu, Yasufumi, kawan-kawannya, maupun anak-anak generasinya sangat dibutuhkan Jepang. Jika Yasufumi masih terkekang oleh masa lalu, ayahnya, lalu apa kontribusinya pada negara ini?

Bocah dua belas tahun itu menepuk-nepuk bola voli putih kecoklatannya. Sudah usang kulitnya, namun karena dirawat dengan baik, meski sudah tua usianya masih bisa dipakai.

Kali ini mereka melawan tim desa dari sisi berseberangan dari desanya. Nagamushi Selatan.

Dan untuk kali itu ia merasa terganggu dengan pelototan salah seorang bocah botak tinggi yang sejak tadi selalu ditujukan padanya. Apa-apaan sih dia?