Battle of Dance I
Kurohina vs Kakahina
Dedicated for Hinata Centric
.
.
.
(-)
Summary :
Apa yang akan terjadi jika Hinata Hyuuga sekarang dihadapkan dengan pilihan 4 orang pria tampan yang mencintainya? Siapa yang akhirnya akan ia pilih untuk menjadi pasangannya?
Kuro, Kakashi, Sasuke atau Gaara?
Cek it dot
(cerita ini hanya bonus selingan saja tidak ada hubungannya dengan cerita utama DTN namun karakternya tetap sama)
Warning : Reverse Harem (satu orang perempuan dikelilingi atau dicintai oleh lebih dari dua orang pria), berisi war of pairing, rada konyol, typo dan segala bentuk kemaksiatan lainnya (?)
.
.
(-)
Hinata meneguk ludah, tubuhnya terasa begitu tegang. Didepannya ia melihat wajah dari 4 orang pria yang sangat dikenalnya.
Mereka berempat berdiri di hadapan Hinata menunggu gadis tersebut menjawab pernyataan cinta dari mereka.
Ya, keempatnya adalah Kuro Karasu, Hatake Kakashi, Sabaku Gaara dan Sasuke Uchiha.
Mereka semua telah menyatakan cintanya pada sang gadis Hyuuga. Dan kini tengah menunggu jawaban dari Hinata.
"Jadi bagaimana, kau sudah menentukan pilihanmu?" Tanya Kakashi lembut. "Kau pasti akan memilihku kan, Hinata?"
"Ka-kakashi-sensei?" Wajah gadis itu sedikit memerah melihat Kakashi yang maju mendekat.
"Jangan khawatir, kalau kau memilihku akan kupastikan hidupmu akan diliputi dengan kebahagiaan." Jelas Kakashi dengan wajah yang serius. Matanya memandang gadis itu dengan sorot mata penuh harap.
Namun sayangnya langsung disambut dengan muntahan ditempat oleh ketiga orang kandidat Hinata yang lain.
"Oi, manusia. Mundur dari Hinataku. Kau tidak pantas bersanding dengan gadis yang lebih muda! Cari saja yang seumuranmu." Kuro mendorong Kakashi agar menjauh dari Hinata.
"Cih, tidak sadar diri." Kakashi menyerang balik. "Kau sendiri lebih tua ratusan tahun dari Hinata."
"Kau bilang apa?" Kuro mulai tersulut emosi.
"Meski sekarang aku tidak suka padamu Kakashi. Tapi harus kuakui kau benar." Sasuke diam-diam menyeringai. "Dasar, kakek buyut."
Kuro menarik kerah baju Sasuke. "Coba bilang sekali lagi bocah!"
Sementara ketiga orang pria disampingnya itu tengah sibuk bertengkar, Gaara mengambil kesempatan itu untuk meyakinkan Hinata kembali.
Gaara mendekati Hinata. "Hinata, sesuai arti dari tato cinta di keningku. Seperti itulah perasaanku padamu. Aku harap kau mau menerima perasaanku." Gaara tersenyum tulus.
"Ga-gaara-kun..." Wajah Hinata kembali memerah mendapat pengakuan cinta dari sang Kazekage Suna.
Tiba-tiba saja Gaara merasakan aura membunuh yang sangat kuat. Muncul dari tiga orang dibelakangnya.
"Dasar panda brengsek, beraninya kau mendekati Hinata duluan! Rasakan ini, Raikiri!" Sasuke lebih dulu maju untuk menyerang Gaara. Pemuda bersurai merah itu terdesak ke belakang.
Untungnya pasir Gaara melindungi tubuh pemuda itu sehingga tidak mengalami luka berat.
"Ga-gaara-kun!" Hinata terlihat panik. Ia ingin mengecek kondisi Gaara sebelum Sasuke menarik tangannya untuk mendekat ke arahnya.
"Sa-sasuke-kun."
"Jangan pedulikan dia. Satu-satunya pria yang boleh kau lihat sekarang adalah aku. Tatap mataku Hinata." Sasuke mendekatkan wajahnya pada Hinata. "Aku mencintaimu." Bisiknya pada telinga Hinata.
Gadis itu merasakan bulu kuduknya merinding seketika. Wajahnya memanas.
"Siapa yang bilang kau boleh mendekati Hinata?" Kuro yang marah, tanpa segan-segan lagi menggunakan jurus penghancur miliknya dan memisahkan keduanya.
"Ku-kuro sensei to-tolong hentikan!" Hinata melerai perdebatan keduanya. Demi Hinata, Kuro akhirnya melepaskan Sasuke.
"Hinata jangan dengarkan kata mereka. Satu-satunya pria yang pantas berada di sampingmu hanyalah aku. Kuro Karasu. Selama ada aku di sisimu kau tidak memerlukan mereka." Ujar Kuro menekankan. Ia mendelikkan matanya.
"T-tapi ..." Gadis itu meneguk ludahnya. Merasa ketakutan karena wajah Kuro terlihat begitu seram saat ini.
"Aku tidak akan membiarkanmu bertingkah sesukanya, Kuro!" Mendadak dari jauh muncul sesosok makhluk yang menyerupai 'Hatsune Miku gadungan' datang dengan rambut yang lebat nan berkilauan (?).
Ternyata dia adalah author cerita ini Lightning Chrome yang tengah bercosplay ria menyerupai Hatsune Miku.
"A-author-san!" Gadis itu memeluk
Sang Miku palsu. "Syukurlah kau datang. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan jika kau tidak datang."
"Sialan, aku kan juga pengen dipeluk." Gumam 4 orang pria tampan itu dalam hati.
"Ada apa hime? Kenapa wajahmu begitu?" Author berpura-pura bertanya pada Hinata padahal dalam hati sudah tau apa yang terjadi.
Memang sableng ini author.
"J-jadi begini..." Gadis itu berbisik pada author. Menceritakan kronologi kejadiannya.
Author mengangguk-nganggukkan kepalanya entah karena paham atau lehernya yang keseleo. Tidak ada yang tahu.
"Oh, jadi begitu. Jadi keempat orang pria tampan didepanmu ini mendesakmu untuk menjawab pernyataan cinta mereka begitu?" tanya Miku Palsu alias author.
Gadis itu menganggukkan kepalanya. Wajahnya memerah. Ia tidak berani menaikkan kepalanya dan memandang keempatnya. Jantungnya berdegup begitu kencang.
Miku palsu alias author menoleh kepada keempatnya kemudian memasang cengiran lebar. Jauh lebih lebar dari cengiran seorang Uzumaki Naruto. Seorang ninja dari Konoha.
"Kalau itu sih mudah saja. Kalau kau tidak bisa menjawabnya. Kita tentukan saja melalui duel."
"Apa, duel?" Mata keempat pemuda tampan itu langsung terbelalak lebar.
Author mengangguk lagi. "Ya, kita adakan sebuah pertandingan. Siapapun yang menang berhak untuk menjadi pasangan Hinata. Bagaimana kalian setuju?"
Baik Kuro, Kakashi, Gaara maupun Sasuke diam sejenak sebelum kemudian saling memandang satu sama lain. Seringai lebar muncul di bibir mereka.
Bertanding ya?
Sepertinya bukan ide yang buruk.
"Tentu aku setuju." Sasuke bersuara lebih dulu. Diikuti dengan ketiga orang lainnya.
"Baiklah karena semua sudah setuju sekarang kita tentukan saja apa pertandingannya-"
"Tunggu dulu," Kuro-sensei tiba-tiba memotong. "Pertandingan? Kenapa tidak pertarungan saja?" Iblis itu mengerutkan keningnya.
Secara, kalau pertarungan kan dia bisa dengan bebas membantai lawannya. Dengan begitu ia tidak perlu khawatir Hinata direbut oleh pria lain.
Orang yang mencoba merebut Hinata darinya, tinggal dia bunuh saja. Gampang bukan?
Memang, sungguh laknat pemikiranmu itu Kuro-sensei!
"Tidak mau." tolak author tegas.
"Ke-kenapa?"
"Karena aku malas." Jawab author ogah-ogahan. "Aku bosan menulis fic tentang pertarungan. Sesekali aku ingin bersantai dengan menulis cerita normal." Author mendadak curcol.
"Jadi kalian setuju tidak dengan pertandingan ini? Kalau yang tidak setuju silakan mundur."
Mereka berempat terpaksa menganggukkan kepala. Jika ini demi menjadi pasangan Hinata, mereka tidak memiliki pilihan lain selain ikut serta.
"Terus, pertandingan apa itu?" tanya Kakashi penasaran. Pertandingan apapun baginya tidak masalah. Ia akan berusaha menangkan demi Hinata.
"Pertanyaan bagus. Jadi pertandingan pertama itu adalah..."
JENG JENG JENG !
Terdengar bunyi musik yang keras dari panggung belakang. Semuanya meneguk ludah. Merasa gugup.
"BATTLE OF DANCE!" seru author tiba-tiba dengan semangat 45.
.
.
.
Hening sesaat sebelum terdengar bunyi jangkrik berderik.
.
.
.
KRIK KRIK KRIK
.
.
"A-APAAAAAAAAAAAAA?"
Keempatnya kompak berteriak dalam waktu bersamaan. Dance? Menari? Maksudnya pertandingan menari?
Mereka seorang ninja tingkat atas disuruh menari?
Keempatnya mematung seketika mengetahui kenyataan mengerikan itu.
"HAHAHAHAHA!"
Terdengar bunyi tawa yang paling keras bersumber dari seorang pemuda bersurai pirang di ujung tribun lapangan.
Orang itu ternyata adalah Naruto Uzumaki.
"Wah-wah, bukankah kau adalah Uzumaki Naruto?" tanya sang reporter alias author yang terbang (?) begitu saja menemui pemuda itu.
"Tentu saja. Aku kesini karena mendengar adanya kompetisi. Jadi aku ingin melihatnya sendiri dengan mata kepalaku." jawab Naruto dengan riang gembira.
Padahal dalam hati dia menangis meraung raung setelah ditolak oleh Hinata di chapter ke 21. Dan sekarang tidak diundang juga untuk menjadi peserta kompetisi.
Sungguh cobaan yang berat.
Malang sekali nasibmu nak, padahal di anime kalian berdua sudah canon. Huhuhu tapi apa boleh buat, author yang berkehendak di sini.
"Jadi kau kesini untuk mendukung mereka berempat?" tanya author dengan mata yang berbinar-binar.
"Tidak -Maksudku iya. Apalagi? Hahahaha!" Naruto memaksa tertawa menyembunyikan kegugupannya. Hampir saja ia salah bicara.
"Begitu ya? Bagus-bagus. Terus kenapa dari tadi kau tertawa Naruto-san. Apa ada yang lucu?" Author mengarahkan micnya pada Naruto, agar suara mereka bisa terdengar oleh para peserta dan penonton.
"Tentu saja ini lucu."
Naruto dengan gamblang menjawab.
"Awalnya kupikir kompetisi ini murni adalah duel. Pertarungan berdarah antar shinobi. Tapi ternyata kompetisi menari? Lucu sekali, mana bisa empat orang itu menari? Yang ada mereka hanya akan menjadi bahan lelucon orang-orang! Macam badut ancol! Buahahahaha!"
Naruto, kau sungguh terlalu...
Terlalu benar...
Author mati-matian berusaha menahan tawanya.
Sementara di sisi lain, jawaban tanpa filter dari Naruto itu langsung memancing emosi dari keempat orang yang lain. Kening mereka berkedut.
Dalam hatinya bahkan ada seseorang yang sudah menyusun rencana licik untuk menculik pemuda itu. Dan membuang mayatnya ke laut.
Siapakah itu? Tentu reader dan author sudah mengetahui jawabannya.
Naruto kembali tertawa, menatap satu per satu dari mereka. "Lihat saja mereka, orang yang berdiri paling pojok itu. Ya iblis bernama Kuro itu. Masa iblis sepertinya disuruh menari? Yang benar saja? Dia sih cuma menang di tampang saja! Selebihnya di panggung pasti gerakannya hanya maju mundur begitu saja!" Pemuda tersebut tertawa meremehkan.
Kuro mendengus kesal. Dari wajahnya tampak sebuah seringai mengerikan. Emosinya semakin naik.
Beraninya bocah kyuubi itu meremehkan dirinya? Ia menarik pedang hitamnya namun upayanya dihalangi oleh pasir milik Gaara.
Iblis itu mendelik tidak suka.
"Lalu, Gaara. Lihat dia! Diantara semuanya, dialah yang paling pasif dan juga tidak berekspresi. Bagaimana bisa dia menari dengan wajah seperti itu? Yang ada para penonton malah kabur." Sambung pemuda itu lagi.
"Naruto..."
Wajah Gaara menggelap, mendengar kata-kata temannya itu. Dadanya terasa sakit, tapi tidak berdarah. Ya, Gaara merasa terkhianati. Sungguh teman macam apa kau ini Naruto?
"Kemudian Kakashi-sensei. Menari dengan masker dan novel icha-icha paradise? Hahahaha! Benar-benar menggelikan! Aku bisa membayangkannya. Pasti akan sangat memalukan!"
Kakashi masih tersenyum, tapi sorot matanya terlihat semakin gelap. Sharingan level mangekyounya mendadak aktif.
"Naruto..." geramnya.
Dasar murid pengkhianat! Beraninya dia menghina senseinya sendiri!
"Dan terakhir, Sasuke. Dia selalu membicarakan ingin merestorasi kembali klan Uchiha. Tapi apa nyatanya? Akhirnya kau menyerah juga kan? Dan sekarang berada disini? Berpikir untuk beralih profesi mungkin? Dari ninja buronan menjadi seorang penari perut? Bukan begitu, Sasuke?" Naruto terus menerus berkoar melampiaskan sakit hatinya akibat penolakan dari sang gadis pujaan.
Tidak mempedulikan death glare dari keempatnya yang merasa dizolimi akibat kata-katanya.
Oke, sudah cukup!
Mereka berempat kemudian mulai mengambil ancang-ancang untuk menyerang. Naruto. Sebelum akhirnya Madara datang dan menahan tindakan mereka berempat.
"Kau kan, Madara Uchiha?"
Kenapa musuh dari semua ninja di dunia itu ada disini?
"Jangan salah, aku datang kemari atas permintaan dari author." Madara menjawab. "Sebagai juri kompetisi."
"Apa juri kompetisi?"
"Benar, di pertandingan ini ada dua orang juri." Author menjelaskan. "Karena juri pertama yaitu Madara sudah datang, kita langsung saja mulai kompetisinya. Tidak perlu menunggu juri yang satunya lagi."
Author kemudian mengumumkan, "Bagi keempat peserta silakan maju kedepan dan mengambil undian!"
Masing-masing dari mereka kemudian mengambil kocokan kertas betuliskan huruf A atau B.
"Sekarang kita tentukan daftar urutannya. Pada babak penyisihan ini, akan dibagi menjadi 2 grup. Peserta yang berhasil mendapatkan voting terbanyak dari para penonton (reader) akan melaju ke babak final."
.
Grup A
Kuro Karasu vs Kakashi Hatake
Grup B
Sabaku Gaara vs Sasuke Uchiha
.
"Inilah daftar pertandingannya. Silakan para penonton (reader) mulai memberikan vote pada kolom komentar. Untuk membantu husbandonya masing-masing! Agar bisa menjadi pasangan Hinata!"
Para penonton (reader) bertepuk tangan. Menyoraki jagoan mereka masing-masing. Mereka sudah tidak sabar ingin melihat para pangeran kesukaan mereka menari.
"Agar pertandingan ini lebih menarik. Aku dan Madara-sama sudah memutuskan untuk menambahkan sebuah peraturan kecil dalam babak kali ini."
"Peraturan kecil?" Entah kenapa Kuro merasakan firasat buruk.
"Ya, peraturan itu adalah..."
JENG JENG JENG!
"Menari dengan mengenakan pakaian cosplay!"
GREB!
Kuro menarik kerah baju Madara. "Hei, manusia! Suruh author sableng itu untuk berhenti!"
"Maaf Kuro, meskipun kau adalah sekutuku tapi sekarang aku datang kemari sebagai juri. Aku tidak berpihak pada siapapun." Madara berkomentar.
"Kalau kau merasa keberatan dengan peraturan ini. Silakan mundur. Aku yakin ada banyak orang yang akan dengan senang hati mengambil posisimu." Madara melirik Naruto dari sudut matanya.
"Benar kata Madara. Lebih baik kau mundur. Dengan begitu aku akan lebih mudah maju ke babak final." Kakashi menyeringai.
"Brengsek, kau!" Kuro mencengkram kerah baju Kakashi. Kemudian melemparkan death glarenya pada jounin bermasker itu.
"Kau bilang mundur? Cih, yang benar saja! Sampai dunia ini jungkir balik sekalipun aku tidak akan melakukannya!" Iblis itu menyeringai, kemudian berbisik di telinga Kakashi.
"Kusarankan kau saja yang mundur jika tidak ingin menanggung malu karena kalah dariku."
"Aku tidak akan mundur." Jawab Kakashi dengan tenang. "Karena aku benar-benar mencintai Hinata."
Jawaban dari Kakashi itu membuat Kuro terkejut. Ia melebarkan matanya.
Huh, mencintai ya?
Kuro kemudian melirik Hinata sesaat sebelum akhirnya melepaskan cengkramannya.
"Kepercayaan dirimu itu membuatku mual. Aku jadi tidak sabar ingin menghancurkanmu di pertandingan nanti." Iblis itu menambahkan.
"Lihat saja nanti, siapa yang akan menang. Pada akhirnya Hinata akan menjadi milikku seorang."
"Huh, milikmu seorang? Jangan bercanda!" Sasuke yang melihat tertawa meremehkan.
"Pada akhirnya akulah yang akan menang. Memangnya apa yang bisa kalian berdua 'orang-orang tua' lakukan? Jangankan menari, bahkan bergerak pun kalian juga harus bersusah payah! Hahahaha!"
Kuro mengepalkan tangannya. Tampak begitu emosi. Dia ingin membunuh Sasuke sekarang juga. Namun keinginannya itu terpaksa ia redam setelah melihat senyum mengerikan dari author dan Madara Uchiha.
GLEK! Kuro tanpa sadar meneguk ludahnya.
Sialan, ia tidak mau sampai didiskualifikasi gara-gara ini.
"Diam kau bocah! Tidak ada yang minta pendapatmu!" Kuro membalas. "Lebih baik kau yang siapkan mental! Jangan sampai fansmu berpindah padaku setelah ini."
Huh, jadi iblis itu mau bilang kalau dirinya bisa menari begitu? Cih, mustahil!
Kini giliran Kakashi yang berdiri menasehati Sasuke.
"Sasuke, apa kau pernah mendengar sebuah pepatah kuno? Bahwa orang yang tertawa di depan pada akhirnya akan menangis di belakang?" Kakashi tersenyum dari balik topengnya. Wajahnya menggelap.
"Aku jadi ingin tahu sampai mana kesombonganmu itu bertahan."
"A-APA KAU BILANG?!" Sasuke berusaha menyanggah tapi kedua orang itu telah pergi.
"Cih, yang benar saja. Aku tidak mungkin akan kalah." Kata Sasuke dalam batinnya.
Mengabaikan sorot mata dingin Gaara yang sedari tadi memperhatikannya dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak.
Apa yang sebenarnya Gaara pikirkan? Author bahkan tidak bisa membacanya.
Kembali ke panggung,
Saat ini telah berdiri dua orang tokoh utama laki-laki DTN. Para penonton bertepuk tangan.
"Dari sudut merah berdiri Kuro Karasu. Iblis legendaris dari Yomi. Yang juga merupakan guru misterius dari Hinata dan sekutu Madara Uchiha." Author mengumumkan.
Terdengar suara riuh dari penonton sang diduga merupakan fans berat dari iblis itu. Mereka memanggil dan mengelu-elukan namanya.
Kuro ! Kuro! Kuro!
Namun sayangnya tidak digubris sama sekali oleh Kuro. Wajahnya masih terlihat dingin. Ia berdiri angkuh dengan tangan yang terlipat di depan dada. Memandang mereka tidak berminat.
Wow, benar-benar bad boy!
Meskipun kasar dan tidak sopan, tapi sikapnya itu justru menimbulkan daya tarik tersendiri bagi perempuan.
Tengok saja Karin, Ino, Sakura dan Shizune. Entah sejak kapan mereka telah berdiri di tribun. Bergabung dengan para penonton lainnya. Semua memandang Kuro dengan simbol hati di mata.
"Dan di sudut biru berdiri Kakashi Hatake. Calon Rokudaime dari Konoha. Sekaligus ketua baru dari tim delapan Hinata." Author kembali mengumumkan.
Kali ini terdengar suara riuh dari para penonton yang tidak kalah meriahnya dengan fans milik Kuro. Kakashi berdiri dengan tenang. Tersenyum dari balik topengnya. Menyapa para penonton yang mendukungnya.
Pandangan keduanya kemudian berpindah pada Hinata Hyuuga.
Gadis itu menganggukkan kepalanya. "Ganbatte ne, Kuro-sensei. Kakashi-sensei!"
Wajah keduanya langsung merona. Mengetahui gadis pujaannya itu memberikan semangat.
"Jangan khawatir aku tidak akan mengecewakanmu Hinata." Kuro dan Kakashi berkata dalam batinnya.
Setelah berganti kostum keduanya kemudian bersiap-siap. Berdiri diatas panggung.
.
Round 1 : Babak penyisihan
.
Grup A
Kuro Karasu VS Kakashi Hatake
"Pertandingan antara 2 Sensei Hinata. Calon pasangan Hinata yang paling tua- maaf maksudnya yang paling dewasa dan seksi disini."
"Antara hitam dan putih, dimulai !
.
.
Peringatan :
Disini Kuro bercosplay sebagai Takasugi (Gintama) baju hitam.
Sementara Kakashi bercosplay sebagai Gintoki (Gintama) baju putih.
Sesuai dengan ciri mereka masing-masing.
Duel dance babak pertama dimulai !
Selamat menonton...
.
.
(Maaf untuk Videonya hanya bisa ditonton di akun wattpad Lightning_Chrome)
Silakan para reader Fanfiction untuk mengikuti akun wattpad saya, karena disana lebih lengkap, berisi video, gambar dan juga musik
(Demi kenyamanan menonton silakan pilih kualitas video dengan resolusi tinggi)
.
Dan...
Musik pun berhenti.
.
.
.
Suasana panggung mendadak sunyi. Tidak ada yang bersuara. Yang ada justru ekspresi shock dari Naruto dan Sasuke. Memandang tidak percaya pada Kuro dan Kakashi.
Mustahil, jadi kedua orang tua itu benar-benar bisa menari?
BRAVO! BRAVO! BRAVO!
Para penonton bertepuk tangan. Disisi lain Hinata yang melihat begitu sumringah. Wajahnya memerah. Kedua orang senseinya itu ternyata benar-benar hebat.
"Sugoi, Kalian benar-benar hebat. Kuro-sensei, Kakashi-sensei." Puji gadis itu dalam hatinya.
"Benar-benar pertunjukan yang hebat dan juga mengesankan. Bagaimana pendapat anda Madara-sama?" tanya author sembari mengacungkan Mic.
"Sungguh di luar ekspektasi. Tadinya kupikir mereka berdua tidak tahu caranya menari namun ternyata tidak. Sayang sekali aku tidak jadi tertawa." Ujar Madara datar. Dalam hati ia begitu menikmati pertunjukan tari keduanya namun malu untuk mengungkapkannya.
Walau bagaimanapun seorang Uchiha harus mampu menjaga harga dirinya dan martabatnya didepan orang lain.
"Baiklah selanjutnya kita akan mulai ronde ke 2 yaitu : Battle of Performance!"
"Battle of Performance?" Kuro dan Kakashi kompak bertanya.
"Ya, masing-masing dari kalian harus menampilkan kebolehan kalian masing-masing di depan Hinata. Terserah kalian boleh menyanyi, menari, main sulap atau mungkin guling-guling di pasir... Bebas! Terserah kalian."
"Jadi, para pria tampan? Apa kalian sudah siap?"
Keduanya menganggukkan kepalanya.
.
.
"Ronde kedua dimulai!"
.
.
Giliran pertama Kuro yang maju lebih dulu. Sebelumnya ia memilih untuk menemui Hinata terlebih dulu. "Hinata," panggil Kuro lembut. Gadis itu tersenyum, "Ya Kuro-sensei?"
"Lihatlah aku, akan kutunjukkan padamu kalau aku memang pantas berada di sampingmu!" Kuro berteriak.
Wajah Hinata sontak memerah, "Semoga berhasil, Kuro-sensei."
Iblis itu tersenyum.
Masih dengan kostum Takasugi dari Gintama iblis itu maju dan menampilkan performancenya. Menyanyi dan juga menari.
.
.
.
(Maaf untuk Videonya hanya bisa ditonton di akun wattpad Lightning_Chrome)
Silakan para reader Fanfiction untuk mengikuti akun wattpad saya, karena disana lebih lengkap, berisi video, gambar dan juga musik
(Demi kenyamanan menonton silakan pilih kualitas video dengan resolusi tinggi)
.
.
.
Sekali lagi para penonton dibuat kaget! Ternyata selain menari iblis itu juga bisa bernyanyi.
Suaranya barusan terdengar berat namun juga seksi! Hampir mirip dengan Levi Ackerman dari AOT!
KYAAAAA!
Para penonton yang notabene perempuan mendadak ricuh. Simbol hati muncul di mata mereka. Namun sayangnya sama sekali tidak dipedulikan oleh Kuro.
Selanjutnya adalah giliran Kakashi Hatake.
Seperti halnya Kuro, Kakashi juga memilih untuk menemui Hinata lebih dulu.
"Hinata, untuk kesempatan kali ini. Aku ingin menyanyikanmu sebuah lagu. Kuharap kau yang mendengarnya bisa mengerti ketulusanku." Ungkap kakashi.
"Kakashi-sensei." Pipi Hinata memerah.
Pria tersebut tersenyum sebelum kemudian membuka kostumnya dan memilih untuk tampil dalam pakaian jounin biasanya. Namun bedanya kali ini ia tidak menggunakan masker.
Para penonton yang melihat menjerit seketika melihat betapa tampannya sosok Kakashi tersebut.
Jounin tersebut kemudian menyanyi.
.
.
.
(Maaf untuk Videonya hanya bisa ditonton di akun wattpad Lightning_Chrome)
Silakan para reader Fanfiction untuk mengikuti akun wattpad saya, karena disana lebih lengkap, berisi video, gambar dan juga musik
(Demi kenyamanan menonton silakan pilih kualitas video dengan resolusi tinggi)
.
.
.
Hening seketika, ketika mendengar suara merdu dari kakashi Hatake. Sebelum kemudian suara tribun itupun pecah! Dengan tag berjudul 'we love you kakashi-hatake! Para Kakahina lover mulai bermunculan.
"Baiklah karena dua peserta kita sudah menampilkan aksi terbaiknya. Sekarang adalah giliran kalian para penonton alias para reader."
"Bagi kalian yang menyukai aksi dari Kuro. Silakan ketik Kuro di kolom komentar. Namun jika kalian lebih menyukai aksi dari Kakashi silakan ketik Kakashi di kolom komentar."
"Ingat, satu reader hanya boleh mengirimkan satu suara. Pilihannya antara Kakashi atau Kuro. Tidak boleh keduanya sekaligus. Harus memilih." Author menekankan.
"Siapapun yang mendapatkan vote terbanyak dari reader akan melaju ke babak final. Bertanding dengan pemenang di Grup B nanti. Entah itu Gaara atau Sasuke."
Sekian dan Terima kasih, tolong votenya ok?
Untuk pertandingan di Grup B yaitu Gaara vs Sasuke akan dilanjutkan pada Bonus Story Bagian kedua mendatang...
Terakhir, salam Lightning Chrome
