Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
Fic ini mengandung unsur yang tidak begitu di terima oleh publik, harap memikirkan segala aspek tanpa fokus hanya pada satu bagian saja.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
.
.
[Blossom In The Winter ]
( Chapter 25 )
.
.
.
Normal Pov.
"Apa ini? Kau berjanji kita akan kencan." Ucap Sasuke, menatap tidak terima di hadapan Sakura.
"A-aku tidak mengatakan hanya berdua. Aku mengatakan ayo kencan saja." Ucap Sakura, kabur dan bersembunyi di balik punggung Itachi.
"Jangan salahkan Sakura. Dia ingin kencan bersama, jangan ge-er sebelum memastikannya." Ucap Izuna, mati-matian menahan diri untuk tidak tertawa.
"Anggap saja hadiah untuk Sakura. Lagi pula dia tidak menginginkan apapun setelah lulus." Ucap Itachi.
Sasuke terlihat menghela napas. Dia sempat tidak menyukai rencana ini, dia hanya ingin bersama Sakura, menghabiskan waktu bersama, namun itu hanya dalam pikirannya saja. Sakura mengajak kedua kakaknya juga.
Konoha Land menjadi tujuan kencan bersama mereka.
"Kakak, apa di usia kita akan aman saat naik ini?" Tanya Izuna. Dia tipe pria yang tidak pernah masuk ke taman ria.
"Apa yang kau pikirkan? Aku jauh lebih tua darimu, katakan, apa usiaku ini tidak akan masalah?" Ucap Itachi. Pria yang sama yang tidak pernah ke taman ria.
"Berisik. Kalian masih muda dan bukan kakek-kakek tua." Kesal Sasuke. Sejak tadi keduanya tidak bisa diam.
"Diam!" Teriak Izuna dan Itachi bersamaan.
"Tenang saja. Ini akan menyenangkan." Ucap Sakura.
"Lagi pula, apa-apaan ini? Kenapa tidak duduk bersamaku dan lebih memilih duduk bersama kak Itachi!" Protes Sasuke.
"Kalian harus lebih akur." Ucap Sakura dan terkekeh.
"Kau bisa duduk paling depan jika kau mau." Ucap Izuna. Menatap datar pada Sasuke.
Roler coaster itu mulai bergerak.
"Jangan membuatku memukul wajahmu." Ucap Sasuke, membalas Izuna dengan tatapan yang juga datar.
Semakin naik dan semakin tingga. Izuna mulai tidak tenang, Itachi berusaha tenang, Sasuke semakin tidak senang. Dia ingin bersama Sakura walaupun ada orang-orang yang di pikirkannya sebagai pengganggu tetap ikut.
Hingga pada puncak. Roler coaster itu mulai turun dengan sangat cepat. Suara teriakan dari orang-orang yang menaiki wahana itu mulai terdengar, setiap adanya belokan dan putaran, suara teriakan mereka semakin menjadi-jadi.
"Gilaa! Kenapa ada wahana seperti ini!" Teriak Izuna.
Akhirnya berhenti. Semuanya mual kecuali Sakura.
"Umurku semakin berkurang." Ucap Itachi.
"Aku berhenti." Ucap Izuna, dia tidak cocok dengan bermain wahana.
"Hentikan mual kalian. Aku jadi ikut-ikutan." Protes Sasuke.
"Kau hanya pura-pura saja. Katakan jika kau juga benci wahana itu!" Ucap Izuna.
"Kita akan naik yang lebih lambat saja. Setelah mual kalian hilang." Ucap Sakura. Dia menikmatinya, walaupun membuat mereka mual-mual.
Meng-skip wahana yang memiliki kecepatan dan jalur yang di lihat saja, membuat mereka kembali mual mengingat roler coaster itu.
Wajah dan style pakaian mereka pun menjadi sedikit sorotan pengunjung yang cukup banyak adalah para gadis, mulai dari sekedar meminta nomer ponsel mereka atau sebatas untuk saling mengenal.
"Apa? Kau ingin nomer ponselku? Tanyakan itu pada istriku di sana." Ucap Izuna dan menunjuk Sakura. Para gadis itu menjauh setelah mendengar ucapan Izuna, tak lupa permintaan maaf mereka.
"Maaf nona-nona, istriku tipe cemburu, aku tidak bisa berkenalan dengan kalian." Ucap Itachi, sedikit lebih lembut pada mereka. Dan lagi-lagi menunjuk ke arah Sakura.
"Kenapa kalian ingin tahu namaku?" Ucap Sasuke, memasang wajah kesalnya. Menarik Sakura lebih dekat ke arahnya.
"Dia pasanganku. Aku tidak tertarik pada kalian." Tambahnya.
Sakura menjadi sangat malu, ketiga kakakknya menjadikannya sebagai alasan untuk menolak para gadis yang mendekati mereka. Sakura hanya bisa tersenyum malu dan tertawa melihat tindakan ketiga kakak-kakaknya itu.
Kencan bersama ini berakhir dengan rasa lelah dari Sakura, dia sangat menikmati bukan karena wahana, tapi reaksi ketiga kakaknya yang tidak pernah naik wahana, masa muda mereka di habiskan dengan belajar dan bekerja, mereka tidak memikirkan jalan-jalan di tempat lain, tempat di mana di luar dari kebiasaan orang-orang seperti mereka.
"Aku jadi berniat untuk membangun wahana yang lebih hebat dari itu." Ide Itachi.
"Hentikan itu. Kau ingin menyusahkan kami lagi dengan proyek barumu?" Ucap Izuna.
"Kita bisa memiliki wahana pribadi, kita bisa pergi di akhir pekan bersama Sakura. Bagaimana Sasuke?" Tanya Itachi padanya.
"Itu ide bagus, kak." Ucap Sasuke.
"Kalian sudah gila! Aku tidak mau mengurus pembebasan lahan, mengurus ini dan itu, pekerjaanku yang lain sangat numpuk, seharusnya kau memberiku libur yang banyak pak direktur!" Protes Izuna.
"Aku akan menambah gajimu. Bagaimana jika korbankan saja salah satu lahan milik ayah?" Ucap Itachi.
"Kehilangan satu Lahan, tidak akan menjadi masalah bagi ayah." Ucap Sasuke.
"Kalian serius akan membangun taman ria?" Tanya Sakura. Tidak percaya dengan rencana kakak-kakaknya setelah dari tempat itu.
"Tentu saja, Sakura. Perencanannya akan segera kita lakukan. Kita bisa kesana di saat kau libur." Ucap Itachi.
"Kau lihat Sakura? Mereka sudah gila ingin membuat taman ria. Aku benci wahana-wahana cepat itu." Ucap Izuna.
"Aku senang mendengarnya. Tapi mungkin tidak perlu. Itu rencana yang hebat." Ucap Sakura.
"Kenapa, Sakura? Kau tidak suka kita memiliki taman ria pribadi?" Tanya Itachi.
"Aku lebih senang pergi dengan kalian sekali saja. Tidak apa-apa tidak pergi setiap liburan. Aku ingin ke tempat berbeda bersama kalian." Ucap Sakura.
"Dengarkan adik kita ini. Dia ingin kita lebih bersantai dalam pekerjaan dan membuang jauh-jauh rencana yang terlalu besar dan hebat itu." Ucap Izuna, dia sangat setuju akan ucapan Sakura.
"Jika itu yang kau inginkan, Sakura. Apa boleh buat." Ucap Itachi, rencana taman ria terhenti begitu saja.
"Lagi pula hari ini sangat menyenangkan. Ini hadiah terbaik untukku." Ucap Sakura.
Mereka pun menatap Sakura. Gadis yang tidak memiliki banyak keinginan, menganggap jika berkumpul bersama adalah hal yang terbaik untuknya. Mereka tidak meragukan jika gadis berambut softpink ini sangat cocok bagi keluarga mereka.
.
.
.
.
.
Sakura pov.
Aku sudah mengikuti ujian masuk SMA Q dan hari ini, pemberitahuan kelulusan. Aku bahkan harus sembunyi-sembunyi saat pergi ujian. Sasuke tidak merasa ada yang aneh, aku sudah berusaha menutupi rencanaku ini.
"Apa kau tidak memiliki rencana liburan sebelum masuk SMA?" Tanya kak Itachi padaku.
Kami sedang berada di ruang bersantai. Aku mendapat cake coklat terenak dari kak Itachi.
"Tidak. Aku akan istirahat di rumah saja hingga menjelang masuk SMA." Ucapku. Lagi pula aku akan tinggal di asrama dan tidak akan bertemu mereka lagi dalam waktu yang dekat. Aku ingin menghabiskan sisa waktuku ini lebih bersama mereka.
"Kakak memberinya makanan manis lagi? Aku sudah peringatkan untuk tidak memberinya cemilan manis." Tegur Sasuke. Pria ini baru saja datang dan sudah mengomel.
"Ini keinginanku." Tegasku. Aku tidak ingin kak Itachi mendapat omelannya.
"Selalu saja tidak mendengarkanku."
"Aku akan mendengarkanmu nanti. Tapi kali ini aku akan menghabiskan cake yang enak ini."
"Tidak perlu khawatir Sasuke. Aku sudah menggunakan bahan-bahan yang sehat." Ucap kak Itachi. Dia adalah kokinya, jangan membantah sang koki.
"Apa kau sudah mempersiapkan keperluan sekolahmu?" Tanya Sasuke padaku.
"Apa aku perlu mempersiapkan sesuatu?"
Aku akan tinggal di asrama, seragam akan di bagi di sana. Aku hanya perlu membawa pakaian yang banyak. Jika aku membeli perlengkapan seperti akan tinggal di tempat lain. Sasuke pasti akan mencurigainya.
"Tidak perlu." Ucapku.
"Kau sudah mempersiapkannya?"
"Begitulah."
"Sasuke, Sakura bukan anak kecil lagi. Kau tidak perlu mengontrolnya seperti itu." Ucap kak Itachi.
Sasuke hanya menatap kak Itachi sejenak. Melangkah pergi meninggalkan kami. Aku tahu dia mulai merasa tidak terima jika aku mulai menentukan apapun sendirian. Lagi pula untuk apa dia mengurus segala keperluanku lagi? Aku sudah menjadi gadis remaja.
.
.
TBC
.
.
author belum tentukan tamat yang enak (?)
jadi author update saja lagi... =w= kenapa setiap mau pikir endingnya malah jadi tambah ide alur lain. =w="
sekalian mau promo.
di akun wattpad author : sasukefans_ama , karya ori pertama author udah tamat, sebanyak 30 chapter. siapa tahu ada yang suka baca, tapi itu karya ori yaa, bukan sasu-saku. =w=
