Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[Crown for the Queen ]
~ Chapter 29 ~
.
.
Serra Pov.
"Bagaimana seorang anak selir menjadi raja!"
"Kalian bukan bangsawan! Ingat posisi kalian!"
"Turun dari jabatanmu! Masih banyak keturunan yang berhak atas kedudukan raja!"
"Kami yakin jika kematian putri mahkota ada hubungannya denganmu."
"Kalian hanya menginginkan kedudukan ini."
"Apa kematian Yang mulia raja Kizashi penyebab kalian juga?"
Aku hanya bisa menutup telinga untuk semua ucapan-ucapan itu.
"Ibu ada disini, kau berhak atas kedudukanmu, putraku." Ucap ibuku.
Aku rasa ini salah, semua tidak boleh seperti ini.
"Jangan dengarkan mereka, semua yang ada di istana mendukungmu, kakak." Ucap putri Ino.
Aku sendiri tidak mengerti, kenapa memegang kedudukan raja ini? Semua karena keinginan mereka, bukan aku, tapi jika aku tidak melakukannya, ibu akan menangis hingga berlutut di hadapanku, semua saudaraku akan memohon padaku, jika tidak, kami akan di usir dari istana, aku melakukannya hanya demi kelangsung hidup kami di istana ini.
Tapi sekali lagi, semua ini salah.
14 tahun yang lalu.
Aku melihat seorang raja dari kerajaan barat datang, dia membawa seorang pangeran, putra mahkota yang sesungguhnya, aku selalu berharap jika suatu saat aku bisa menjadi seorang pangeran yang sah, tapi status ibu tetaplah seorang selir. Ayah, raja Kizashi, hanya menikahi seorang putri dari kerajaan lain, mereka di karuniai seorang putri mahkota, kami beda 15 tahun, semua anak dari selir ayah, hanya aku anak yang tertua tapi tetap tidak di angkat untuk menjadi seorang putra mahkota.
Aku cukup iri akan putri Sakura, kedudukan, hak istimewah, pandangan orang-orang, semua hanya tertuju padanya, dia punya segalanya sebagai seorang putri sah dari raja dan ratu di kerajaan Haruno.
Tapi.
"Kakak!" Dia memanggilku, saat putri Sakura sudah lebih besar, gadis imut yang sangat bersemangat, dia juga memiliki kepintaran lebih baik dari pada putri lainnya, mungkin hal ini turun dari ratu Mebuki, ibunya adalah ratu yang di sanjung karena kepintarannya, mungkin hal itu yang membuat ayah sangat menyukai ibu ratu, semua hal sangat mudah di lakukan sang ratu.
Ibu selalu berpesan jika aku harus lebih pandai dari putri Sakura, walaupun di saat dia berumur 6 tahun, dia sudah rajin membaca dan mengingat banyak hal, aku sedikit kesulitan menandinginya walaupun aku lebih tua darinya.
Aku sering bertemu dengannya, tidak, bukan aku yang sering bertemu dengannya, tapi dia selalu datang padaku dan mengatakan jika putri lainnya tidak ingin bermain dengannya, aku tahu, semua iri karena keadaanmu, yang bisa aku lakukan hanya berada di sampingnya.
"Tenang saja, putri, aku masih ada, apa kau lupa pada kakakmu ini?" Ucapku.
"Tentu saja tidak, aku dan kak Serra akan terus bersama." Ucapnya bersemangat.
Dia hanya anak gadis kecil yang tidak tahu jika takdirnya akan sangat rumit, bagaimana mereka bersikap begitu jahat hanya karena dia adalah seorang putri yang sah di kerajaan ini? Semua bukan keinginannya, tapi takdirnya saja yang benar-benar tidak tepat.
Aku selalu berharap dia bisa menghadapi segalanya.
Waktu itu.
Aku melihat pangeran dari kerajaan barat itu berbicara dengan putri Sakura, mereka terlihat cukup akrab, saat mendengar pembicaraan mereka pun, aku tidak mengerti dengan apa yang di bahas mereka, pengetahuanku tidak sebanding dengan putri Sakura, aku tidak bisa seperti dia walaupun ibu terus memaksaku.
Pangeran Itachi dan raja Fugaku, mereka dari kerajaan Uchiha, alasan mereka datang karena di kerajaan ini ada tanaman obat yang bisa menyembuhkan penyakit di kerajaan mereka, bahkan ratu mereka terjangkit. Aku turut merasa kasihan, ayah pun membiarkan mereka mengambil tanaman itu dan di bayar dengan sebuah kerjasama.
Dulunya aku tidak mengerti akan hal ini, lambat laun, aku menjadi paham.
Setelah kerajaan Uchiha pergi, dua tahun berikutnya, mereka datang lagi, katanya sebagai ucapan terima kasih raja Fugaku pada ayah, kali ini pangeran lain yang di ajak raja Fugaku, dia terlihat berbeda, cara pandang dan cara berbicara, dia tidak seperti pangeran sebelumnya.
Aku sedikit mendengar pembicaraan ayah dan raja Fugaku, mereka berniat menjodohkan putri Sakura dan pangeran yang di bawanya sekarang, itu hanya dalam pembicaraan santai.
Namun hal lain terjadi pada putri Sakura.
Putri Ino bersama para putri lainnya berbohong pada pangeran itu, pada akhirnya, pangeran Uchiha bersama para putri menindas putri Sakura.
"Hentikan ini, putri Ino." Marahku, aku tidak bisa melihat putri Sakura di perlakukan secara tidak adil.
"Jangan menghentikanku, kakak, apa kau lupa, kita berada di posisi yang sama, putri Sakura tidak boleh bersama pangeran lain, bagaimana dia bisa mendapat hidup yang lebih baik sementara kita terus mendapat hinaan dari orang lain? Ini tidak adil!" Ucap putri Ino, dia pun sangat marah.
Bukan tidak adil, tapi kenyataan ayah raja yang tidak menegaskan segalanya terhadap para selirnya, bahkan sekedar untuk memberi kedudukan bangsawan pada mereka.
Dari sekedar rasa iri, sekarang mereka menjadi dendam pada putri Sakura, mereka jauh lebih tua dari putri Sakura, dan putri Sakura merasa perlu menghormati mereka sebagai anak yang termuda, ini adalah sikap patuh yang di tanamkan ibu ratu padanya, aku rasa itu adalah hal konyol, seharusnya ibu ratu membiarkan putri Sakura bebas mengatur sikapnya sendiri, sekarang dia kesulitan mengontrol segalanya.
Sikap patuh itu malah menyerang balik sang putri mahkota, dia tidak akan mengadu pada ibu ratu dan ayah raja, dia sangat menyayangi mereka walaupun mereka jahat padanya.
Pangeran Uchiha tidak pernah tahu jika dialah putri mahkota, mereka tiba-tiba pulang dengan sebuah kabar buruk, katanya salah satu pengawal yang mereka bawa menulari penyakit pada pengawal di kerajaan Haruno, ayah raja menjadi marah dan mengusir mereka, menghentikan segala kerjasama.
Raja Fugaku meminta maaf sebelum keluar dari kerajaan Haruno, tapi ayah tidak pernah menerima permintaan maaf itu, dan pada akhirnya ibu ratu Mebuki ikut tertular, semua hal sudah di lakukan raja Kizashi, termasuk menggunakan tanaman obat yang di katakan raja Fugaku.
Tapi hal itu mungkin tidak akan berhasil.
Kenapa?
Para ibu selir selalu mengganti obat ibu ratu.
.
.
.
[ Kerajaan Uchiha]
Aku hanya duduk di sebuah kursi di dalam kamar yang di sediakan pangeran Sasuke untuk kami.
Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya aku bertemu kembali dengannya, pangeran yang salah paham terhadap putri Sakura dan tidak ingat dengan apa yang di lakukannya dulu.
Aku sempat takut jika apa yang di lakukan putri Ino dan aku akan menjadi masalah besar bagi kami, apalagi saat bertemu langsung dengan pangeran Itachi yang sekarang telah menjadi raja, hal itu semakin membuatku khawatir, bisa saja kami di usir saat tiba disini, dia pasti tahu siapa kami, raja Itachi tidak mungkin melupakan apapun, tapi semua yang aku takutkan tidak terjadi, kami di terima baik di sini, walaupun aku merasa jika rasa Itachi mencurigai putri Ino, aku tahu itu, raja Itachi cukup akrab dengan putri Sakura asli, dia pasti merasa adanya perbedaan di antara mereka, dan hal aneh terjadi pada pangeran Sasuke, dia melupakan hal yang pernah terjadi di kerajaan Haruno.
Hari ini pangeran Sasuke mengajak kami jalan-jalan di istananya, tapi aku tetap merasa tidak tenang dan tidak ingin melakukannya, aku sudah katakan pada putri Ino untuk segera pulang setelah bertemu mereka, tapi kenapa dia tetap keras kepala dan ingin tinggal beberapa hari lagi? Memangnya apa yang di inginkannya dari kerajaan ini? Jika kita ketahuan, semua akan berdampak buruk pada kami, apalagi masalah di kerajaan Haruno belum selesai.
Dia bahkan berbohong menggunakan nama putri Sakura, sementara di kerajaan Haruno kabar putri Sakura sudah wafat sebelum ayah. Aku yakin jika putri Sakura belum mati, aku selalu berharap jika jasad yang terbakar itu bukan dia, putri Sakura adalah putri yang sangat pandai, dia pasti melakukan segala cara agar bisa kabur sebelum hangus terbakar.
Selama bertahun-tahun ini aku hanya memikul rasa bersalah ini, kedudukan tertinggi tidak bisa membuatku tenang, dukungan para ibu selir dan saudara tidak cukup membantuku.
Jika suatu saat putri Sakura muncul di hadapanku, aku akan memberikan segala hak yang sesungguhnya adalah miliknya.
.
.
.
.
Sasuke Pov.
Terbangun di pagi hari, akhir-akhir ini aku jadi bermimpi aneh lagi, tentang anak pelayan yang entah siapa dia, untuk apa aku memikirkannya? Itu hanya sebuah mimpi, tidak perlu dipikirkan, hari ini aku ada janji dengan putri Sakura dan raja Serra, aku akan mengajak mereka berkeliling di istana.
Kakak sepertinya tidak begitu menerima mereka, sikap dan cara bicara kakak pada mereka cukup aneh, selain itu, mereka juga terlihat canggung berbicara dengan kakak, kenapa kakak selalu menatap tajam pada mereka? Katanya ingin menjalin kerjasama lagi, tapi sikapnya seperti itu.
Gara-gara itu, aku jadi keceplosan mengatakan segalanya pada kakak, bahkan alasan kenapa orang-orang dari kerajaan Haruno berada di istana ini, seharusnya aku tidak membocorkan apa yang selama ini aku lakukan, tapi semua sudah aku katakan.
Dari pada itu, aku tidak pernah melihat nona Sumire lagi, sejak pesta kakak hingga hari ini, nona Sumire tidak menampakkan dirinya, biasanya dia tiba-tiba berada di ruangan kerja kakak atau berjalan-jalan di taman istana, apa terjadi sesuatu padanya?
Aku juga berjanji pada kakak akan meminta maaf padanya, jadi benar dia adalah seorang ratu? Pantas saja sikap yang terpelajar dan anggun itu tidak mungkin bisa di milikinya jika dia hanya seorang budak, semua ini masih membuatku tidak bisa percaya, kedatangan nona Sumire terlalu tiba-tiba, semua tentang kerajaannya pun tidak tertulis di catatan kerajaan Uchiha, apa dia juga tidak ada hubungannya dengan kerajaan Haruno? Aku memanggil orang-orang dari kerajaan Haruno karena penasaran dengan putri yang di jodohkan, lalu tentang kerjasama yang kami lakukan juga.
Setelah bersiap dan mengunjungi bangunan dimana putri Sakura dan raja Serra menginap, aku hanya melihat putri Sakura yang seperti tengah menunggu.
"Selamat pagi, pangeran Sasuke." Sapanya padaku dan dia terlihat sangat senang.
"Selamat pagi, putri Sakura. Dimana raja Serra?"
"Yang mulia raja sedang tidak enak badan, mungkin perbedaan iklim disini, jadi dia tidak terbiasa, tapi aku tidak apa-apa, mungkin sudah terbiasa, apa kita akan berkeliling hari ini?" Ucapnya, bersemangat.
"Tentu, aku sudah menjanjikannya pada kalian, sayang sekali Yang mulia raja Serra tidak bisa ikut."
"Katanya aku harus menyampaikan permintaan maafnya."
"Tidak apa-apa, aku bisa mengerti."
Kami mulai berjalan-jalan dan ada dua pengawal yang akan mengawal kami, aku membawa putri Sakura ke beberapa tempat di dalam istana ini, menjelaskan setiap bangunan dan fungsinya.
"Bagaimana dengan bangunan disana?" Tanya putri Sakura padaku.
Menatap istana barat, disana adalah tempat tinggal nona Sumire.
"Disana adalah istana barat, tempat dulunya aku dan raja Itachi di besarkan, tempat itu seperti meninggalkan banyak kenangan di masa kecil kami." Jelasku.
"Apa mungkin kita bisa kesana?" Ucapnya.
Mungkin jika melihat-lihat saja tidak akan apa-apa, lagi pula nona Sumire wanita yang cukup ramah.
.
.
TBC
.
.
updatee..~
chapter ini agak panjang. mungkin XD
dari ini Serra Pov untuk menceritakan sedikit masa lalu, masing-masing dari mereka akan menjelaskan apa yang terjadi, di mulai dari Serra, walaupun disini hanya sebatas apa yang terjadi dan apa yang di lihat Serra.
alasan kenapa pangeran Sasuke tidak tahu putri mahkota yang asli? raja Kizashi tidak pernah memperkenal secara langsung putri mahkotanya pada pangeran Sasuke, hanya pada pangeran Itachi, dan saat mereka akan di pertemukan, terjadilah masalah disana,
serra pov masih belum menjelaskan banyak hal, nanti belum saatnya semua jelas, XD
fic ini akan cukup panjang, semoga tidak bosan-bosan untuk tetap di baca XD
sekali kali lagi author mau bilang, semangat puasa!
