Naruto melihat arloji yang berada di pergelangan tangannya, ia menghela napas saat melihat jarum jam yang berada di angka sebelas, di sampingnya berdiri sang Istri yang sudah sangat lelah akibat perjalanan yang mereka tempuh.
"Nozomi, jangan tidur sambil berdiri."
"Eh!" Emerald itu terbuka lebar saat Naruto mengatakan itu. "Ehh, maafkan aku yang tertidur barusan."
"Mau kugendong?"
Nozomi terdiam sejenak, dia menatap Naruto yang sedang menawarkan diri untuk menjadi tumpangannya. "Tidak usah, kau kelelahan Naruto." Wanita itu kemudian mengambil koper kecil miliknya, lalu melangkahkan kakinya.
"Apa tidak masalah?" tanya Naruto. Ia juga melangkahkan kakinya, mengikuti Nozomi dari belakang. "Kau terlihat mengantuk."
"Tidak kok."
"Baiklah."
Keduanya pun berjalan berdampingan menuju rumah yang berada dibelakang kuil. Nozomi terlihat menguap untuk yang sekian kalinya saat berjalan ke rumahnya.
"Nozomi, kau mengantuk. Setelah sampai, langsung cuci tangan serta kakimu, dan tidur!"
"Baik sayang."
Naruto tersenyum, sejurus kemudian ia mengelus kepala ungu Istrinya. Keduanya benar-benar menikmati bulan madu mereka, terutama Naruto. Dia senang bisa berduaan bersama istrinya setelah sekian lama.
"Kami pulang!"
"Mereka sudah tidur," balas Naruto. Pria itu merapikan alas kaki yang mereka gunakan, lalu membawa koper kecilnya serta milik Nozomi ke kamar mereka. "Basuh muka, cuci tangan kaki, lalu tidur."
"Dua kali kau mengatakannya, Naruto."
"Aku khawatir kalau kau pikun."
"Aku belum setua itu, sayang."
Nozomi memasang wajah cemberut, dia pun pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajah serta kedua tangan kakinya. Wanita itu lalu berjalan menuju kamarnya, Nozomi mengedipkan matanya beberapa kali, dia melihat Naruto yang sudah menyiapkan Futoon untuk mereka berdua.
"Hey..."
"Ya? Ada apa?"
"Kau cepat sekali menyiapkannya? Apa kau tak lelah?"
"Entahlah Nozomi," balas Naruto. Dia terlihat mencubit dagunya, seolah sedang memikirkan sesuatu. "Mungkin kalau kita melakukan itu, rasa lelah akan hilang," lanjut Naruto. Dia tersenyum menggoda pada Nozomi.
"Cepat pergi ke kamar mandi! Kita akan tidur!"
"Iya iya."
Naruto pergi meninggalkan Nozomi yang sedang menutup wajahnya yang sudah merah merona.
...
..
.
Naruto by Masashi Kishimoto
Love Live by Kimino Sakurako
