Naruto mencubit dagunya, dia seolah sedang memikirkan sesuatu sembari duduk dibelakang meja kasirnya, dia melihat para pegawainya sedang berlalu lalang membersihkan meja kotor ataupun membawa nampan yang berisi pesanan para pelanggan. Terkadang dia juga mengatur beberapa hal yang dilihat kurang oleh dirinya, dia tak mau ada yang tak puas akan pelayanannya.

"Sayang, kalau kau melamun seperti itu, nanti akan kesurupan loh."

Lamunan Naruto buyar seketika saat sosok wanita yang menjabat sebagai istrinya itu datang, netra biru itu melihat sosok tersebut. Sebuah senyuman diberikan wanita itu saat Naruto menatap dirinya.

"Hai bidadari, kenapa kau turun disini? Apakah kau jatuh cinta pada manusia sepertiku?"

Wajah Nozomi langsung merona, dia langsung mencubit kedua pipi Naruto dengan sekuat tenaga. "Ja-jangan mengatakan hal aneh seperti itu, sayang."

Naruto langsung memegang pergelangan tangan Nozomi, dia melepas cubitan yang diberikan oleh Nozomi pada dirinya. "Salahkan Dress putih indah, serta cardigan berwarna cream milikmu itu," puji Naruto. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk menyembunyikan rona merah dikedua pipinya.

"Eh, ufufu maafkan aku kalau begitu." Nozomi pun masuk ke dalam ruangan Naruto yang tak jauh dari tempat Naruto duduk, wanita itu meletakkan beberapa barangnya di sana. "Hey, apa kau tak istirahat?"

"Nanti, belum waktunya jam makan siang." Naruto beranjak dari tempatnya, dia merenggangkan tubuhnya. "Nozomi, kemarilah!"

Wanita itu berjalan mendekati Naruto dengan wajah bingungnya. "Ada apa?"

"Aku ingin sesuatu, disini."

Kepulan asap keluar dari kepala ungu itu. "A-apa yang kau katakan?! Kita di tempat umum saat ini!"

"Tak apa, lagipula kita suami istri."

"Ehhh!"

Nozomi benar-benar terkejut dengan permintaan aneh dari Naruto, dia pun menutup kedua matanya untuk bersiap dengan apa yang Naruto lakukan nantinya.

"Bersiap ya." Nozomi mengangguk kecil. Kedua tangan Naruto terangkat, dan bergerak ke wajah cantik Nozomi.

Puk!

"Eh!"

Naruto tertawa senang, kedua tangannya memainkan pipi Chubby milik Nozomi, kedua tangannya itu merasaka empuknya kedua pipi merah Nozomi. "Ini menyenangkan sekali."

"Naruwtow!"

"Sebentar saja, duh. Aku benar-benar suka memainkan pipimu ini."

"Ga giwtuw juwgwa!"

...

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto

Love Live by Kimino Sakurako