[Antagonist]

NCT belongs to themselves

"Antagonist" belongs to Lexa Alexander

Inspired by: Caste Heaven by Chise Ogawa

Main Pair: TaeTen

Other Pair: JaeDo, JohnIl


Jam menunjukkan pukul 5.45 saat Taeyong menginjakkan kakinya di rumah. Tanpa merasa curiga, laki-laki berambut silver itu langsung berjalan menuju kamarnya di lantai dua, melewati hall begitu saja, tidak memperhatikan ada orang lain yang sedang berjalan dari arah lorong kiri dengan membawa nampan yang di atasnya terdapat tea set yang terlihat sangat mahal.

"Taeyong, kau sudah pulang?"

Suara lembut itu menghentikan Taeyong yang sudah menginjak anak tangga pertama. Tanpa perlu menoleh pun Taeyong kenal sekali suara ini.

Orang itu berjalan mendekati Taeyong, dan Taeyong berbalik, memberi salam kepada ibunya. "Ibu kapan pulang?" tanya Taeyong, sedikit terkejut karena tidak mendapat kabar apapun bahwa orang tuanya akan pulang hari ini.

Nyonya Lee mengecup kedua pipi anaknya sebelum menjawab pertanyaan tersebut. "Tadi siang. Ayahmu juga pulang, dia sedang di ruang minum teh. Tidak memberi salam dulu pada ayahmu?"

Mendengar itu Taeyong tersenyum cerah. "Aku akan memberi salam," katanya, kemudian mengambil alih nampan yang dibawa ibunya dan mengikuti ibunya ke ruang minum teh untuk menemui ayahnya.

Lee YunHo; ayah Taeyong, adalah seorang pengusaha yang bisa dibilang sangat sukses. Beliau adalah direktur , salah satu dari 3 perusahaan terbesar di Korea Selatan. Karena pekerjaannya itulah beliau sering bepergian ke luar kota –bahkan ke luar negeri. Istrinya, Lee Jaejoong juga sering menemaninya dalam perjalanan bisnis. Membuat Taeyong lebih sering sendirian di rumah.

Namun Taeyong tidak masalah dengan itu. Dia bukan seorang remaja labil yang dengan bodohnya menjadi berandalan hanya karena ingin diperhatikan kedua orang tuanya. Taeyong sangat sadar diri bahwa dirinya tidak boleh melakukan hal-hal bodoh seperti itu, lagi pula menjadi berandal hanya karena ingin perhatian kedua orang tuanya tidak ada untungnya baginya. Orang tuanya pergi karena bisnis, itu juga untuk dirinya. Dia juga tidak diabaikan. Nyatanya orang tuanya masih ingat memberinya uang saku untuk bertahan hidup.

"Yun, Taeyong sudah pulang." Nyonya Lee langsung masuk ke dalam ruangan begitu saja, mendekati sosok pria dewasa yang sedang berkutat dengan laptopnya di salah satu sofa yang ada di ruangan tersebut. Taeyong mengikuti ibunya dari belakang.

Mendengar bahwa anaknya sudah pulang, Tuan Lee menyingkirkan pekerjaannya sejenak dan langsung berdiri menyambut anaknya. Taeyong meletakkan tea set yang dibawanya di meja sebelum menyambut pelukan hangat dari ayahnya. "Selamat datang, Ayah. Tumben pulang?" Taeyong tertawa setelah menyambut ayahnya. Tuan Lee ikut tertawa.

"Kau tidak senang ayahmu pulang setelah beberapa minggu pergi?" tanya Tuan Lee, sembari menyuruh Taeyong untuk duduk di single sofa yang ada.

"Tidak," jawab Taeyong, kemudian tertawa lagi. Dia menolak untuk duduk, karena memang dia datang ke ruangan itu hanya untuk menyapa ayahnya. "Aku ingin langsung mandi. Aku akan kembali untuk ikut makan malam," katanya, kemudian pamit dan pergi meninggalkan ruang minum teh setelah mendapat anggukan dari Tuan dan Nyonya Lee.

Taeyong baru akan membuka pintu kamarnya saat pintu kamar di sebelahnya terbuka, memperlihatkan sosok Jaehyun dengan setelan lengkap –seperti saat akan menghadiri acara formal bersama keluarga Lee.

"Demi dewa, Jung–Keras–Kepala–Jaehyun!" Taeyong hampir berteriak saat melihat penampilan kaku Jaehyun, tidak peduli dengan Jaehyun yang terlonjak kaget karena langsung mendapat semprotan dari Taeyong bahkan sebelum tubuhnya melewati pintu kamar sepenuhnya. "Ganti bajumu!" Taeyong mendorong tubuh Jaehyun untuk kembali masuk ke kamar dengan kakinya, terlampau kesal dengan Jaehyun yang kaku.

"Tapi Tuan–"

"–dan panggil aku 'Taeyong'! Apa-apaan panggilan 'Tuan Muda' itu?! Aku ini saudaramu!" Jaehyun berpegangan kuat pada dinding, hampir terjatuh karena Taeyong mendorongnya dengan brutal. "Kau tahu sendiri ayah dan ibu tidak suka jika kau terlalu formal. Dasar keras kepala!" Tendangan terakhir dari Taeyong dan Jaehyun kembali masuk ke kamarnya. Kemudian Taeyong menutup pintu kamar Jaehyun dengan tak kalah brutalnya, menimbulkan debam keras yang terdengar hingga lorong seberang.

Setelah itu Taeyong masuk ke kamarnya sendiri dan bersiap untuk makan malam. []