Naruto merasakan kenyamanan saat dia matanya, angin semilir menerpa dirinya saat kedua matanya itu tertutup. Kepala pirangnya di elus lembut oleh sebuah tangan putih, menambah kenyamanan bagi Naruto, tangan itu begitu telaten mengelus kepalanya.

"Kau sudah memiliki dua anak, tapi masih manja."

Naruto tak kuasa untuk menyunggingkan sebuah senyum tipis. "Bagaimana tidak manja? Istriku sendiri terkadang memanjakanku seperti ini."

Tawa kecil terdengar masuk ke telinga Naruto. "Itu sudah menjadi tugasku sebagai seorang Istri."

Kedua mata biru itu terbuka, dia menatap sosok wanita dengan rambut ungu panjang yang tengah tersenyum pada dirinya. "Ah, ada Bidadari disini, aduh."

"Dasar, kau terlalu berlebihan." Wanita itu mencubit pipi Naruto karena dia terlalu memuji dirinya.

"Tapi Nozomi, kau seperti Bidadari loh. Aku serius."

"Iya, iya." Wanita bernama Nozomi itu pun mencium kening Naruto. "Kau suamiku yang sangat manja."

Kedua orang itu berada di bagian belakang rumah mereka, menikmati sore dengan angin yang menerpa mereka berdua. Meskipun mereka berdua terlihat bahagia, tetapi terkadang akan ada perdebatan yang tak seharusnya ada. Beberapa perdebatan itu ditimbulkan oleh masalah sepele.

Tapi mereka bisa menyelesaikannya dengan cepat, terlebih lagi Nozomi yang punya sifat sabar di dalam dirinya.

"Nee, apakah ini akan berakhir?"

Naruto melihat Nozomi yang sedang menatap langit sore. "Akan berakhir, jika kita berdua sudah menemui ajal." Tangan Naruto bergerak untuk mengelus pipi putih istrinya itu. "Aku senang jika sedang bersamamu seperti ini. Ada ketenangan di dalam hatiku saat ini."

"Aku juga, aku harap kita bisa bersama terus, selamanya."

"Um! Kita akan bersama, janji?"

"Janji!"

Kelingking mereka pun menyatu untuk memproklamirkan janji keduanya.

...

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto.

Love Live by Kimino Sakurako/Sunrise.