.

The Interstellar Nation Army Become a Mercanary

Chapter 4

Mereka yang Terhubung Secara Genetik (Bagian 1)

.

Naruto Point of View (POV)

.

Aku segera memberikan pertolongan pertama kepada humanoid berjenis kelamin perempuan tersebut. Tidak, daripada memanggilnya humanoid, lebih tepat jika menyebutnya sebagai 'manusia'. Kuperkirakan usianya antara 16 hingga 18 tahun. Saat ini dia masih bersimbah darah, jadi sekarang bukan waktunya bagiku untuk bermain-main.

"Apa yang harus kulakukan?"

[Mohon sentuh darahnya.]

Aku segera bergerak seperti yang diinstruksikan oleh Wise.

"Bagaimana hasilnya?"

[Tidak salah lagi. Genetikanya sangat mirip dengan manusia.]

Jadi dugaanku memang benar, yah. Ini benar-benar penemuan yang sangat mengejutkan, berdasarkan penampilannya saja, tidak salah lagi, dia benar-benar seorang manusia. Tapi bagaimana bisa? Aku tidak ingat bahwa ada pangkalan umat manusia atau planet terkolonisasi yang terdaftar di dekat jalur yang kami lewati selama berada di dalam pelayaran hyperspace.

Mungkinkah mereka memang penduduk asli dari planet ini? Tidak, itu harusnya mustahil. Dari apa yang pernah aku baca di salah satu artikel ilmiah, setiap makhluk yang berasal dari planet yang sama umumnya memiliki susunan DNA tidak begitu jauh. Bahkan beberapa jenis hewan yang kukenal seperti simpanse, kucing, maupun tikus, mereka diketahui memiliki susunan DNA (DeoxyriboNucleic Acid) yang mendekati manusia. Lantas, bagaimana bisa gadis ini memiliki kode genetika yang sama denganku meskipun ras kami terpisahkan oleh jarah lebih dari jutaan tahun cahaya dari Bumi?

Tidak. Yang terpenting sekarang adalah keselamatan gadis ini terlebih dahulu. Jika aku tidak segera menolongnya, kemungkinan besar dia akan mati.

"Apa lagi yang harus kulakukan?"

[Tolong ikat lukanya dengan sesuatu untuk menghentikan pendarahannya.]

Sesuatu seperti tali? Di mana aku bisa mendapatkannya?

Saat aku mencoba memeriksa area di sekitarku, aku menemukan seekor kuda yang sudah mati dengan topeng kulit yang mengikat mulutnya. Terdapat seutas tali panjang untuk mengikatnya, jadi aku memutuskan untuk memotong tali tersebut dengan pisau. Sepertinya, tali ini digunakan sebagai kendali kuda.

Aku dengan rapat mengikat 3 sentimeter di atas pergelangan kakinya yang putus. Aku juga melakukannya hal yang sama pada lengannya.

[Sebagian nanom-machine telah berkumpul di pergelangan tangan kiri anda. Mohon sayat dan biarkan dia meminum darah anda.]

Menyayat tanganku?

Wise ini terkadang kejam juga, yah?

Lagipula, bagaimana caranya aku membuat gadis ini meminumnya? Aku tidak bisa menyia-nyiakan nano-machine yang ada di dalam tubuhku.

Itu dia! Aku ingat cangkir sementara yang kubuat dengan memotong botol air mineral. Sekarang mari kita tuangkan beberapa cc (cubic centimetre) darah segar ke dalam cangkir dan biarkan dia untuk meminumnya.

Aku mengambil cangkir itu, menyiapkaannya, dan meletakan tanganku di cangkir tersebut.

Huh... aku membenci kenyataan bahwa pisau elektromagnetikku ini dapat berfungsi dengan sangat baik.

[Mohon sayat pada bagian ini.]

Pembuluh darahku tiba-tiba berwarna hijau terang dan titik yang dimaksud bersinar membentuk garis merah.

Ini agak menakutkan, jadi aku putuskan untuk menyayat tanganku secara perlahan-lahan.

Ugh... Huh? Kok rasanya gak sakit?

[Reseptor rasa sakit anda saat ini sudah saya blokir.]

Sialan kau, Wise! Kau sengaja mempermainkanku, hah?! Jika bukan karena gadis ini, aku tidak akan sudi mendengarkan kalimatmu yang menyesatkan itu!

[Ini sudah cukup. Anda bisa membantunya untuk meminum darah anda sekarang.]

Beberapa detik kemudian, aliran darah yang keluar dari luka hasil sayatanku akhirnya berhenti. Darah yang terkumpul di dalam gelas berkisar kurang lebih 100 cc.

Setelah itu, aku lalu mengangkat bagian atas tubuh gadis itu, kemudian aku menuangkan isi cangkir tersebut ke dalam mulutnya. Darah di dalam cangkir pun mulai berkurang sedikit demi sedikit.

[Selanjutnya, mohon tuangkan sisa darah anda ke bagian tubuh yang terkoyak.]

Sesuai instruksi Wise, aku lalu menuangkan sisa darahku ke atas lukanya yang masih terbuka.

[Tolong ambilkan tablet logam langka dan biarkan dia menelan 8 butir sekaligus.]

Tanpa berpikir panjang, aku lalu mengambil kotak pil dari dalam ranselku dan kemudian mengeluarkan setidaknya 10 tablet.

Setelah menelan 2 dari 10 tablet yang sudah kuambil. Sebuah pertanyaan kemudian muncul di dalam kepalaku, 'Bagaimana cara membuat gadis ini menelan 8 butir sisanya?'

[Tidak perlu secara langsung membuat gadis itu menelannya. Cukup letakkan saja di dalam mulutnya.]

Sesuai instruksi Wise, aku lalu meletakkan 8 buah tablet ke dalam mulut gadis ini.

Tablet-tablet ini berisi sejumlah ekstrak logam langka. Gabungan dari berbagai material yang dibutuhkan untuk mengisi ulang nano-machine. Jika seseorang tanpa satu pun nano-machine di dalam tubuhnya menelan ini, maka itu tidak ada bedanya dengan sebuah racun.

Sebaliknya, pada tubuh yang telah diinfuskan nano-machine, mereka akan segera mengamankan logam-logam itu sebelum terserap oleh tubuh dan akan menggunakannya untuk meningkatkan jumlah mereka.

Biasanya, nano-machine bisa menghancurkan dan mengubah material logam langka dan mengubahnya menjadi salinan diri mereka sendiri dalam waktu yang relatif singkat.

[Terdapat masalah pada bagian organ yang telah terkoyak. Mohon anda amputasi bagian itu dengan pisau.]

Yah, kelihatannya mengerikan, dengan tulang-tulang yang menyembul keluar. Membuat gadis ini terlihat semakin menyedihkan.

[Reseptor rasa sakitnya sudah saya brokir. Mohon untuk memulai prosedur amputasi sesegera mungkin.]

Setelah itu, aku lalu mengeluarkan pisau elektromagnetikku dari dalam sarungnya.

Agar memotongnya dengan bersih pada luka tersebut, aku memulainya dengan memberi jarak beberapa sentimeter di atas titik awal luka.

Pisau elektromagnetik melesat cepat dan segera memotong secara vertikal dari titik asal luka. Hanya ada sedikit darah yang keluar sebelum pendarahan itu berhenti, meski begitu ini memang pengalaman yang agak mengerikan. Yah, semoga saja hal ini tidak terbawa sampai ke alam mimpi.

[Siapkan perban untuk menutupi lukanya.]

Yah, itu sudah pasti sih. Masalahnya, aku tidak punya satu pun perban. Apakah aku harus menggeledah semua barang bawaan mereka?

Sekali lagi aku memeriksa sekitar dan berhasil menemukan sesuatu. Ada tempat terbuka kecil dekat sisi jalan. Apakah itu tempat di mana mereka awalnya beristirahat?

Yah, sepertinya memang begitu. Ada sisa-sisa api unggun juga di sana. Asapnya juga terlihat masih mengepul. Terdapat pasak berbentuk 'U' di sana dan kuda-kuda mati di sekitar tempat peristirahatan tersebut.

Jadi begitu, yah… akhirnya aku bisa menghubungkan semua potongan puzzle dan memperkirakan bagaimana mereka diserang.

Mereka awalnya tengah beristirahat dan berencana berkemah di tempat ini ketika hari mulai gelap.

Mereka kemudian mengikat kuda-kuda mereka pada pasak, menyalakan api unggun dan berada di tengah-tengah istirahat ketika sekawanan binatang buas itu mulai menyerang mereka.

Dua kuda yang terikat pada kereta diserang, dan kereta langsung terbalik ketika kuda-kuda itu melonjak panik.

Kuda-kuda lain yang diikatkan pada pasak, mereka semua tidak bisa lari dan mati. Sedangkan para manusia mulai dibunuh satu per satu hingga menyisakan dua di antara mereka.

Seperti itu kejadiannya, aku pikir.

Mungkin ada sesuatu yang bisa aku gunakan sebagai perban di dalam kereta tersebut.

Aku melompat ke atas kereta yang terbalik itu dan memeriksa ke dalam, namun tidak ada apapun yang mirip dengan barang bawaan di sana.

Ternyata, semua barang bawaan mereka disimpan di atap. Ada empat kotak besar yang terbuat dari kulit hewan berserakan di dekat kereta.

Untuk saat ini, aku membawa semua kotak itu dan mengangkutnya di sebelah gadis itu. Tidak ada lubang kunci disana dan hanya diikat menggunakan sabuk kulit, jadi aku bisa membukanya dengan mudah.

Hm, pakaian yah? Sepertinya ada banyak pakaian wanita di dalam kotak ini. Aku bisa saja memotongnya dan memakainya sebagai perban, namun untuk rombongan dengan jumlah barang yang sebanyak ini, seharusnya ada perban asli di dalamnya

Hmm... Ada juga beberapa pakaian mirip gaun di antara mereka. Mungkinkah itu milik gadis itu?

Oh! Akhirnya ketemu juga.

Ada berbagai macam barang seperti cairan yang di simpan ke dalam botol kecil dan beberapa tanaman herbal kering di dalamnya.

Ini dia. Tentunya ini perban. Tiga gulungan kain tipis berwarna putih. Ketika aku mengambilnya dan memeriksanya, kulihat ini memang kain tipis panjang yang segaja digulung. Tidak elastis, namun masih cukup bersih.

"Bagiamana caranya membelitkan perban pada lukanya?"

[Mohon lepaskan dulu ikatan tali yang anda gunakan untuk menghentikan pendarahan gadis itu.]

Oh, benar juga. Darahnya sudah lama berhenti dari lukanya yang terbuka. Aku memotong ikatan itu dengan pisauku. Kemudian, empat dari jendela virtual yang dimunculkan oleh nano-machine memperlihatkan illustrasi tentang tata cara menggunakan ikatan perban di sekeliling kaki.

Mari kita coba. Pertama-tama begini (beralih ke illustrasi berikutnya), lalu begini (beralih ke illustrasi berikutnya), dan terakhir begini (beralih illustrasi terakhir). Dan selesai... Tidak buruk juga.

[Tindakan pertolongan pertama berhasil diterapkan.]

Hah... akhirnya selesai juga. Aku duduk dan mengambil nafas. Setelah dilihat sekali lagi, aku perhatikan bahwa tempat di dekat api unggun tersebut terdapat ruang terbuka yang cukup luas.

Sebaiknya aku baringkan saja gadis ini ke sana. Aku tidak bisa begitu saja membiarkannya berada di dekat mayat-mayat ini.

Kemudian, aku menggelar selimut di tempat itu dan membawa gadis itu ke sana. Sekarang sudah malam, jadi kami akan tinggal di tempat ini untuk sementara waktu.

"Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga dia tersadar, Wise?"

[Dia perlu istirahat setidaknya satu hari penuh.]

Oh, begitu toh.

Jika memang begitu, maka sebaiknya aku membersihkan tempat ini terlebih dahulu. Tidak baik menghabiskan sebagian besar waktumu di tempat yang dipenuhi oleh mayat.

Pertama-tama, kita nyalakan api unggunnya terlebih dahulu. Tempat ini perlu diterangi sekaligus guna mengusir hewan-hewan buas. Karena api sebelumnya belum benar-benar padam, aku hanya perlu menambahkan kayu bakar untuk menyalakannya kembali.

Aku juga perlu menyalakan satu lagi di sisi berlawanan ruang terbuka. Aku mengambil kayu yang sudah terbakar dan merapikannya untuk membuat api unggun yang baru.

Saat memeriksa bangkai-bangkai binatang mirip serigala itu, tubuh mereka jauh lebih besar dari yang aku sangka. Panjangnya lebih dari dua meter, mulai dari ujung kepala hingga ujung ekor. Setidaknya ada tiga puluh lima ekor bangkai serigala. Aku membunuh lima belas diantaranya, jadi kurasa sisanya sudah dibunuh oleh kelompok itu.

Sempat terpikir olehku untuk membuang bangkai-bangkai itu langsung ke dalam jurang, namun setelah melihat mereka sekali lagi, kelihatannya mereka cukup berat. Setiap ekor serigala kemungkinan memiliki rata-rata berat antara 120 kg hingga 150 kg.

Yah, apa boleh buat. Kita seret saja mereka satu per satu kemudian baru melemparnya ke dalam jurang. Lerengnya cukup curam dan bangkai-bangkai yang bergelimpangan jatuh cukup menarik untuk disimak.

Kemudian, aku berhasil menemukan tangan kiri dan kaki kanan gadis itu yang putus di tengah-tengah proses pembersihan. Haruskah aku menyimpannya? Oh, dan aku harus melepaskan sepatu boot yang rusak juga.

Selanjutnya adalah mayat-mayat manusia.

Tentu saja, mana mungkin aku melempar mereka ke dalam jurang. Tapi aku juga tidak punya peralatan untuk menggali. Apakah ada perkakas seperti sekop yang mereka bawa?

Sekarang sudah cukup gelap, namun berkat nano-machine aku bisa melihat dengan baik. Fungsi ini tidak akan bekerja dalam keadaan gelap total, namun berkat cahaya api unggun, aku tidak punya masalah ketika melihat dalam kegelapan.

Aku langsung menemukan sekop tak lama setelah memulai pencarianku. Perkakas ini diletakan di bagian belakang gerbong. Kurasa ini adalah bagian dari persediaan mereka.

Pertama-tama, kita kumpulkan mayat-mayat itu terlebih dahulu. Aku juga tidak bisa menyeretnya begitu saja, jadi aku mengangkutnya satu persatu. Titik perkuburan yang kupilih adalah di sisi berlawanan area terbuka dimana gadis itu sedang memulihkan diri.

Saat aku membariskan mayat-mayat itu, aku baru menyadari sesuatu. Masing-masing dari mereka mengenakan benda yang mirip pelindung di tangan dan kaki mereka, kecuali gadis yang kuselamatkan, dia tidak memilikinya. Kenapa bisa begitu?

Tapi yah, serigala-serigala itu memilih mengincar leher mereka karena perlengkapan itu, sih. Nasib baik buat si gadis.

Menggali kuburan untuk semua orang, sejujurnya ini memang agak melelahkan bagiku. Yosh, kita masukan saja mereka sekaligus.

Setelah dua jam semenjak aku mulai menggali, Wise tiba-tiba mengirimkan pesan kepadaku.

[Gadis itu mulai siuman.]

...