Ninja and Ice Queen Arendelle.

Disclaimer : Naruto dan Frozen bukan milik saya.

Summary : Naruto sedang melakukan eksperimen dengan jurus miliknya, tapi itu malah membuat dirinya terlempar ke dimensi lain dan membuat tubuhnya menjadi kecil kembali dan dia bertemu seseorang yang mirip masa kecilnya. sebuah Cerita yang dibuat hanya untuk kepuasan Author.

Warning!! Sebuah cerita yang dibuat hanya untuk kepuasan Author.

Rate : T semi M

Shiraki


Waktu terus berlalu, Hari yang baik-baik terus dilewati dengan kebahagiaan, mereka menikmati hari dengan damai di Arandelle tanpa masalah. Tapi sepertinya ada sebuah pesta di dalam kerajaan.

Elsa terlihat berjalan dilorong istana dengan tergesa-gesa, lalu ia membuka sebuah pintu ruangan yang ternyata milik Naruto yang sedang berolahraga dengan bertelanjang dada.

"Naruto!"

Naruto yang sedang dalam kondisi push up langsung menghentikannya, lalu ia melihat kearah pintu yang terdapat Elsa yang sedang berdiri dengan nafas yang putus-putus.

"Elsa? ada apa?" tanya Naruto yang bangun dari posisi push up nya.

"Naruto! apa yang kau lakukan disini?!" tanya Elsa kesal.

"Eghh, olahraga?" jawab Naruto ragu.

"Maksudku kenapa kau masih disini?" tanya Elsa sambil mendekat kearah Naruto, tapi sepertinya sang Ratu harus dihadapkan dengan pemandangan yang sangat luar biasa.

"Apa? ahh itu kah?"

Elsa yang masih melihat tubuh Naruto yang bertelanjang dada menampilkan otot-otot yang terbentuk itu, Elsa melihat bulir keringat yang turun melewati dada Naruto yang berotot itu.

"Elsa? kau baik-baik saja?" tanya Naruto saat melihat Elsa diam saja, Elsa langsung tersadar dari lamunannya.

"Ahh! aku baik-baik saj-Hacchhimm!" ucap Elsa yang tidak tuntas karena bersin yang cukup kencang.

"Sepertinya kau demam, apakah kau tidak bisa menunda sampai besok? kau terlihat tidak sehat." ucap Naruto yang sedikit khawatir.

"Aku baik-baik saja, sekarang selesaikan tugas yang kuberikan!" ucap Elsa yang langsung keluar dari ruangan Naruto.

Naruto yang melihat itu hanya bisa diam tanpa sempat merespon, beberapa detik terdiam akhirnya Naruto menyudahi olahraganya dan segera melakukan tugas yang disuruh Elsa.

"Jadi? kita mulai?" kata Naruto yang kini sudah berada didepan kamar Anna yang sepertinya masih tertidur, lalu Naruto menaruh tali merah yang disediakan oleh Elsa.

Naruto berjalan cepat, tapi dia juga membuat jalur dari benang merah itu, ia sampai didepan armor prajurit yang lengkap dari atas dan kebawah, lalu ia melanjutkan hingga sampai didepan lemari yang tertutup, saat ia buka terdapat sebuah jam yang di buat khusus.

Lalu Naruto membuka teras dan melihat sebuah bucket bunga yang terdiri dari beberapa bunga, lalu Naruto pergi ke satu titik di balkon dan ia melihat sebuah tempat yang biasanya digunakan untuk orang yang membersihkan kaca yang tinggi, Tak lupa Naruto membawa sebuah keranjang makanan dan membuat simpul tali untuk menahan keranjang itu.

Lalu Naruto turun dan kembali masuk kedalam istana, ia langsung memanjat dinding dengan santai dan melihat sebuah foto yang berisikan Elsa, Anna, Kristoff, Sven, Olaf dan dirinya, foto itu diambil oleh Elsa beberapa bulan yang lalu.

Lalu Naruto sampai di sebuah lorong yang panjang.

"Jadi untuk yang ini seperti apa? Kurama, ada saran?" tanya Naruto yang bingung untuk menaruh tali itu dengan cara apa, akhirnya Naruto meminta saran dari rekannya.

"Kurasa kau bisa membuatnya dengan model zig-zag, Naruto." balas Kurama.

"Hmm, kurasa bisa, lagipula disini ada sepeda, aku tidak tau bagaimana caranya Elsa membawa sepeda ini." kata Naruto yang melihat tempat itu, lalu Naruto membuat model zig-zag dengan kecepatan miliknya, lalu Naruto meletakkan sebuah syal atau apapun itu dan kembali melanjutkannya.

Naruto melihat tangga menurun dan ia pun membuat jalur tali itu, ia sempat bingung bagaimana membuat Anna dan Elsa keluar istana tanpa melihat sesuatu yang berada ditaman depan, tapi Naruto melihat pintu samping istana yang sepertinya bisa ia pakai. Benar saja, Naruto bisa keluar tanpa harus melewati taman depan istana.

Lalu Naruto berjalan keluar dan bertemu dengan seorang pria.

"Apa ini yang dipesan sang Ratu?" tanya Naruto sambil menunjuk sebuah joran pancing.

"Ya, ini dipesan sang Ratu." kata orang itu lalu memberikan joran itu pada Naruto.

"Terima kasih, maaf merepotkan." kata Naruto.

"Tidak perlu minta maaf, bahkan ini kehormatan bagiku untuk memenuhi keinginan sang Ratu." kata pria itu sambil tersenyum.

Naruto langsung menyiapkan beberapa hadiah terakhir, Naruto akhirnya selesai dengan pekerjaannya lalu ia memutuskan untuk kembali ke istana.

Naruto melihat taman istana yang tertata sangat baik, dia dapat melihat Kristoff yang sepertinya sedang menulis sebuah ucapan. Elsa juga terlihat mengurus beberapa meja disana, ia membetulkan posisi bunga yang sebenarnya sudah pas menurutnya.

"Kau benar-benar tidak tau apa sesuatu yang bagus ya? Kristoff?" kata Naruto yang kini melihat sebuah tulisan selamat ulang tahun dari Anna.

"Berisik! memangnya apa yang sudah kau lakukan?" kata Kristoff yang tidak terima atas perkataan Naruto.

"Aku? aku baru saja berkeliling kota, dan karena tugas ku sudah selesai jadi aku memutuskan kesini untuk melihat-lihat." kata Naruto yang duduk di salah satu kursi.

Elsa yang melihat dua pria itu bertengkar hanya memutar matanya malas.

"Olaf!? apa yang kau lakukan?" tanya Elsa saat melihat Olaf yang memakan kue itu, Naruto yang melihat itu langsung berjalan kearah Elsa.

"Aku tidak makan kue." ucap Olaf yang mulutnya terlihat krim dari kur itu.

"Olaf..." kata Elsa yang berjalan kearah Olaf.

"Tapi ini kan kue Es Krim!"

"Tapi itu untuk Anna."

"Memang untuk Anna." ucap Olaf dengan nada sedih.

"Kau terlalu tegang, Elsa." ucap Naruto yang berada di belakang Elsa, Naruto menempatkan tangannya dibahu Elsa dan memijatnya pelan tapi Naruto juga menambahkan cakra Kurama untuk memberikan tenaga ekstra untuk Elsa.

"Ya kau benar, tapi ini harus sempurna." balas Elsa yang sedikit rileks.

"Baiklah, tapi jangan memaksakan diri dan kau sudah bisa mengajaknya." balas Naruto yang melihat hari semakin siang.

"Kau benar!" kata Elsa saat melihat matahari yang semakin tinggi, lalu Elsa langsung melepaskan dirinya dari Naruto untuk memanggil Anna.

"Aku rasa ini bisa jadi hal yang aneh." ucap Olaf tiba-tiba.

"Entahlah Olaf, aku tidak tau." balas Naruto yang kini langsung duduk disalah satu kursi disana.

Naruto memandang hiasan pesta ini hanya bisa tersenyum kecil, pasalnya ia tidak pernah merasakan ini, tapi ia masih mengingat jelas tentang ulang tahun dirinya yang ke 17 dan itulah ulang tahun terbaik baginya.

"Heh, aku jadi mengingat ucapan Tou-chan waktu itu hehe." gumam Naruto pelan sambil menatap Kristoff dan Olaf yang sepertinya kelelahan.

"Tapi ini mengingatkan diriku bahwa aku sebenarnya sudah berkepala tiga," kata Naruto yang mengingat umurnya yang seharusnya, "Aku bertanya-tanya bagaimana keadaan mereka disana? aku yakin sebagian dari mereka sudah memiliki anak." lanjut Naruto sedikit terpikirkan kondisi teman-temanya itu.

"Kenapa kau tidak membuat keturunan dengan Elsa hah?" tanya Kurama di dalam pikiran Naruto, tapi sayangnya perkataan yang keluar dari Kurama terlalu frontal untuk Naruto yang membuatnya menjadi malu campur panik.

"Hoi! dia masih berumur 23 tahun!" teriak Naruto.

"Lalu? dia seorang Ratu dan Kerajaan ini butuh Raja! kenapa kau tidak sikat saja?!" tanya Kurama yang malah semakin frontal.

"Apa-apaan kau Baka-Kitsune! itu butuh proses! dan lagipula bisa saja rakyat Arandelle tidak setuju dengan hubunganku dengan Elsa!" teriak Naruto yang kini mengelak.

"Pffft! bilang saja kau takut, perjaka!" ucap Kurama yang tiba-tiba membuat Naruto terkena serangan telak.

"Berisik! kau juga perjaka!"

"Hoi? aku ini hanya kumpulan cakra yang memiliki pikiran dan bukan seperti hewan, jadi kami tidak perlu melakukan berkembang biak." balas Kurama yang makin membuat Naruto kesal.

"Berisik!!" ucap Naruto yang langsung memutuskan komunikasi mereka.

Naruto kini sedang menenangkan dirinya karena ucapan Kurama, ia mencoba untuk melupakan ucapan Kurama dari pikirannya, tapi karena dirinya yang mungkin sedikit kelelahan membuatnya tertidur.

Naruto tiba-tiba bangun di sebuah tempat seperti gereja, ia melihat sekitar ruangan yang tidak ada siapapun. Naruto memutuskan untuk melangkah kedepan untuk melihat apa yang ada didepan.

Naruto berjalan hingga akhirnya ia bisa melihat Kristoff, Anna, Olaf dan Sven berdiri di sisi kirinya, tapi tiba-tiba ia lebih terkejut dengan suasana gereja yang langsung dipenuhi semua orang penduduk Arandelle.

Naruto entah kenapa merasakan tarikan yang kuat untuk melihat ke altar, di sana terlihat Elsa yang mengenakan pakaian pengantin putih dengan rambut yang dibiarkan tergerai di punggungnya, Naruto yang melihat sosok Elsa dalam hal itu langsung terpana.

Naruto melihat sosok Elsa yang tersenyum dengan menawan di depannya, Naruto melihat Elsa yang ingin mengucapkan sesuatu.

"Naruto..."

Bukhh!

Tiba-tiba Naruto terbangun dengan melihat sebuah boneka salju kecil di pangkuannya, lalu ia melihat ke arah sekitar yang terdapat banyak boneka salju yang sama sedang berusaha mengambil kue yang tentunya dihentikan oleh Kristoff.

"Maaf Naruto! tapi kau bisa membantuku?" ucap Kristoff yang kini sedang mengejar boneka salju itu.

Naruto melihat beberapa boneka salju itu yang sedang melihat kearahnya, lalu tiba-tiba mereka melompat menuju Naruto yang membuat Naruto dikeroyok dengan boneka salju itu.

"Maaf saja Kristoff! tapi entah kenapa mereka malah menyerbu diriku!" balas Naruto yang berusaha menyingkirkan boneka salju yang entah kenapa malah semakin banyak saja.

Naruto memutuskan untuk berpindah tempat, tapi saat dia tiba malah semakin banyak boneka salju yang berdiri di depannya, tapi kini terlihat boneka salju itu pergi ke arah kue ulang tahun Anna.

"Kristoff!! selamatkan kue itu!" kata Naruto yang kini berusaha menangkap beberapa boneka salju itu, tapi itu sia-sia karena boneka salju itu semakin banyak yang malah membuat mereka kewalahan.

Mereka semua berebut kue itu, yang kini malah dipegang oleh boneka salju itu, boneka salju itu malah menaiki tangga yang dipakai Kristoff sebelumnya, Kristoff berusaha menggapainya tapi ia tidak bisa.

Naruto akhirnya turun tangan, Naruto langsung melompat tinggi dan berhasil merebutnya, Kristoff langsung ke arahnya dan Naruto memberikan kue itu ke Kristoff.

"Bersiaplah Kristoff! ini akan jadi medan perang!!" kata Naruto yang sudah bersiap-siap untuk menghadapi sekumpulan boneka salju itu.

Mereka melakukan itu terus menerus bahkan sampai sore hari, bahkan beberapa warga Arandelle juga membantu mereka tapi karena jumlahnya yang sangat banyak itu tidak membantu sama sekali.


Kini Elsa dan Anna terlihat berjalan menuju gerbang masuk istana Arandelle, terlihat wajah Elsa yang menyesal dan Anna yang berusaha menghibur dirinya.

"Aku minta maaf, Anna, aku hanya ingin memberimu ulang tahun sempurna dan berkesan," ucap Elsa dengan nada menyesal, "Tapi aku mengacaukannya, lagi." lanjut Elsa yang menunduk.

"Kau tidak mengacungkan apapun, Elsa." balas Anna.

"Tapi, kita tidak pernah merayakan hari ulang tahun dirimu,"

"Tak apa, kesehatanmu lebih penting, sekarang lebih baik kau beristirahat saja." ucap Anna sambil mendorong gerbang istana, tapi mereka mendapatkan sebuah pemandangan yang sangat mengejutkan.

"Suprise!!!" ucap semua orang di dalam yang sedang tersenyum meskipun sedikit kaku, alasannya karena kini Kristoff berdiri ditumpukan boneka salju itu untuk melindungi kuenya.

"Waw!" kagum Anna yang langsung didorong oleh anak-anak.

Elsa yang melihat itu hanya terperangah kagum campur heran, lalu muncul Naruto di sebelahnya dengan raut wajah lelah.

"Aku tidak tau darimana monster itu datang, tapi apa ini perbuatan mu?" tanya Naruto kepada Elsa yang masih kaget, Elsa yang mendengar pertanyaan Naruto ingin menjawabnya tapi.

Haacchimm!

Elsa tiba-tiba bersin dan diikuti munculnya boneka salju itu, Naruto dan Elsa kaget melihat itu dan hanya bisa menatap satu sama lain.

"Sepertinya aku sudah mendapatkan jawabannya, pantas saja." ucap Naruto pelan sambil menghela nafas, Elsa hanya bisa diam karena dia masih terkejut.

"Lupakan masalah ini, lebih baik kita kesana." ucap Naruto sambil melepaskan jaketnya, lalu ia memberikan jaketnya untuk menghangatkan Elsa.

"Terima kasih, Naruto." ucap Elsa yang kini membungkus dirinya dengan jaket Naruto, bau jeruk dan maskulin masuk kedalam indranya, ia yakin bahwa itu bau Naruto dan hanya bisa tersenyum dengan sedikit rona merah diwajahnya.

"Tentu saja, Elsa." balas Naruto yang melihat Anna sedang bermain-main dengan semua orang.

Naruto dan Elsa berjalan ke arah Anna dengan pelan, Anna terlihat masih terkejut tapi sepertinya dia sangat senang sekarang.

"Selamat ulang tahun untukmu, Anna." ucap Naruto sambil memberikan sebuah bingkisan kepada Anna.

"Terima kasih, Naruto." balas Anna menerima bingkisan kecil itu, ia menyimpan itu terlebih dulu dan akan ia buka nanti. "Naruto, bisakah aku meminta bantuanmu?" lanjut Anna bertanya pada Naruto.

"Apa?"

"Tolong bawa Elsa ke kamar miliknya." kata Anna melihat Elsa yang sedang berbicara dengan Olat tentang boneka salju kecil yang tercipta dari bersin Elsa. "Dan jangan macam-macam!" lanjut Anna mengancam Naruto.

"Tidak janji, bisa saja dia yang menyerangku bukan?" kata Naruto yang langsung berjalan ke arah Elsa, sesampainya di tempat Elsa Naruto tanpa peringatan langsung menggendong Elsa dengan Bridal style.

"Maaf ya, Ratu harus istirahat sekarang." kata Naruto kepada anak-anak yang berada di sekitar Elsa dan Olaf tadi, Naruto langsung membawa Elsa masuk ke dalam istana dengan posisi dirinya yang menggendong Elsa.

Elsa yang digendong Naruto hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada Naruto.

"Idiot!"


Malam hari

Elsa kini sedang dirawat oleh Anna, mereka berbicara dengan obrolan saudara untuk mempererat ikatan mereka yang dulu.

Naruto berada di ruang santai dimana mereka menikmati waktu bersama, ia hanya bengong saja karena tidak ada kegiatan, Kristoff juga di sebelahnya melakukan hal sama.

"Aku baru sadar, bahwa kesibukan kita selalu karena para gadis itu." ucap Naruto memulai pembicaraan, Kristoff tidak menjawabnya hanya bisa menyenderkan tubuhnya ke sofa.

"Itu karena kalian terlalu sering bersama, kalian tau? bahwa kegiatan kalian hanya untuk mereka, tapi saat kalian jauh dari mereka kalian akan kesepian." ucap Olaf yang masuk kedalam ruangan bersama Sven, Naruto dan Kristoff hanya melihat Olaf dan Sven yang membawa sesuatu.

"Bagaimana dengan para boneka salju itu, Olaf?" tanya Naruto.

"Tenang saja, aku sudah menyuruh para adiku untuk tetap tenang." balas Olaf yang turun dari Sven dan duduk di antara Kristoff dan Naruto.

"Baiklah, Kristoff besok kau bawa bencana kecil itu di istana Es di pegunungan utara." suruh Naruto dengan nada datar seolah tidak menerima kata tidak, Kristoff sendiri hanya mengangkat tangannya sebagai jawaban.

Naruto yang melihat itu langsung bangkit dari tempat duduknya, Kristoff yang melihat itu memutuskan untuk bertanya.

"Naruto? kau mau kemana?" tanya Kristoff.

"Dapur." jawab Naruto singkat.

Naruto pergi meninggalkan Kristoff, Sven dan Olaf, ia pergi ke dapur karena entah mengapa ia merasa lapar sekarang. Jadi ia ingin mencari sesuatu yang bisa dimakan di sana, Naruto melewati lorong-lorong yang terlihat menyeramkan dimalam hari, istana malah terlihat seperti rumah horror di di cerita-cerita hantu membuat Naruto merinding sendiri.

"Tidak ada apa-apa, semuanya baik-baik saja." Naruto terus berucap seperti itu untuk mensugestikan dirinya sendiri agar tidak takut.

Deg!

Jantung Naruto tiba-tiba berdetak karena sebuah sentuhan di bahunya, ia kini sungguh ketakutan dan tidak berani untuk melihat ke belakang.

"Naruto? apa yang kau lakukan disini?" suara ini, ia mengenalinya. Pemilik suara ini sangat lah mencolok dan apalagi nada yang selalu ceria ini. Naruto melihat kebelakang dan disitu ada sosok Anna yang sepertinya mau ke dapur untuk menaruh mangkok yang mungkin dia habis menyuapi Elsa.

"Anna? kau mengejutkanku." kata Naruto yang terlihat lega, Anna hanya memiringkan kepalanya tanda bahwa dia bingung. "Kau mau kemana?" tanya Naruto walaupun sebenarnya ia sudah tau.

"Aku? aku ingin ke dapur untuk mengembalikan ini. Kau sendiri?" tanya Anna.

"Aku juga ingin kesana, mau jalan bersama?"

"Tentu!"

Anna dan Naruto berjalan menuju dapur dalam keadaan canggung, karena tidak ada diantara mereka yang berani untuk memulai percakapan.

Setelah beberapa saat, Anna yang sepertinya jenguh dengan kesunyian ini memutuskan untuk memulai percakapan.

"Hei, Naruto."

"Hmm?"

"Apakah kau benar bukan dari sini? ah maksudku dunia ini." tanya Anna mencoba untuk mengenal Naruto lebih dekat.

"Semuanya yang kau dengar itu kebenaran, kenapa?" balas Naruto melihat gadis berambut coklat yang hanya setinggi bahunya ini.

"Tidak ada, hanya saja..., aku merasa bahwa dunia itu luas."

"Dunia memang luas, tapi tidak ada tempat terbaik di dunia ini selain rumah sendiri."

"Maksudnya?"

"Tempat terbaik untuk kita adalah adalah rumah kita, karena di sini bisa berkumpul dengan saudara dan keluarga."

"Lalu bagaimana dengamu?"

"Aku? dari kecil aku selalu ingin tau tempat yang bisa ku sebut rumah, dimana tempat ada seseorang yang menunggu diriku. Memang dunia ku yang lama bisa disebut rumah, teman-temanku, guruku, mereka semua menunggu diriku. Tapi aku tidak menemukan kebahagiaan di sana."

Anna hanya diam mendengar cerita Naruto tanpa ingin memotong.

"Tapi disini, aku menemukan kebahagiaanku. Lagipula ibuku pernah bilang bahwa aku harus menemukan kebahagiaan."

Naruto terus bercerita tentang rumahnya atau dunianya kepada Anna, sedangkan Anna hanya bisa mendengarkan dengan sekali-kali terkagum akan sesuatu hal. Tanpa mereka sadari mereka sudah sampai di dapur dan hubungan mereka juga menjadi lebih baik.

"Aku tidak tau maksudmu tentang rivalmu adalah saudaramu?"

"Dia adalah seseorang yang ditakdirkan bertarung melawanku, tapi dia juga bisa disebut saudaraku meskipun kami tidak memiliki ikatan darah."

"Begitu? aku masih belum paham tentang duniamu Naruto."

"Hahaha, memang sedikit rumit." balas Naruto sambil menggosok kepalanya. "Tapi satu hal Anna, pertahankan hubungan kalian. Kau dan Elsa mungkin memiliki sebuah takdir yang tidak kalian duga." lanjut Naruto memberi Anna nasehat.

"Tentu saja! lagipula kami saling menyanyangi satu sama lain."

"Hahaha, Aku bisa melihat itu." balas Naruto dengan sebuah tawa renyah.

Anna menaruh mangkok itu dan berbicara dengan maid sebentar, sedangkan Naruto langsung melihat isi dapur karena dia jarang kesana.

"Baiklah Naruto terima kasih sudah menemaniku, lalu bisakah kau menjaga Elsa? aku ingin mencari Kristoff." kata Anna yang kini berjalan keluar dapur.

"Serahkan padaku dan Kristoff ada diruangan santai!" balas Naruto sedikit berteriak, ia tidak tau apa Anna mendengarnya tapi sepertinya gadis itu akan bisa menemukan Kristoff dengan cepat.

"Sekarang aku harus liat, apa yang ada disini."


Elsa kini sedang duduk di ranjang miliknya, ia hanya bisa duduk karena Anna memaksanya untuk tetap berbaring. Naruto entah kenapa kondisinya kini mirip seperti Naruto dan Anna adalah dirinya.

"Pantas saja Naruto benci jika kusuruh tetap ditempat tidur, ini sangat membosankan!" rutuk Elsa sambil melihat kearah jendela.

"Kukira apa, ternyata Ratu sedang memggerutu." kata sebuah suara, Elsa melihat ke pintu dimana Naruto masuk dengan membawa sesuatu yang mengeluarkan asap.

"Naruto? kau membawakan makanan untuku? tapi aku baru saja makan."

"Enak saja, siapa yang bilang ini untukmu?"

"Eh?"

Naruto yang melihat ekpresi terkejut Elsa hanya tertawa kecil, sungguh ia sangat menikmati saat dirinya menjahili Elsa. Melihat Naruto yang tertawa Elsa tau bahwa Naruto kini sedang menjahili dirinya.

"Ini adalah makanan untukku, aku kesini karena Anna pergi menemui Kristoff jadi dia menyuruh ku menemanimu. Kau pasti bosan kan?"

"Ohh begitu dan kau benar, aku memang bosan." balas Elsa yang merenggut, lalu tiba-tiba muncul Kurama yang melompat ke ranjangnya.

"Kau bebas bermain dengan Kurama, tenang saja dia tidak akan tertular demam." kata Naruto sambil menunjuk Kurama yang kini menatap dirinya dengan tatapan tajam.

"Kenapa aku diperlakukan seperti ini?" kata Kurama datar yang kini ia sedang dipeluk Elsa layaknya boneka, Elsa juga mengelus tubuhnya yang makin membuat harga diri Bijju itu hilang.

"Nikmati saja Kurama, kita harus bersantai sebelum badai datang."

Elsa hanya diam karena dirinya sekarang mengantuk, Naruto yang melihat Elsa mulai mengantuk melirik Kurama yang hanya diam.

"Kau bisa tidur Elsa, selamat malam."

"Kau benar, selamat malam Naruto." kata Elsa yang berbaring sambil memeluk Kurama yang sepertinya juga ikut tertidur.

Naruto hanya duduk sambil melihat keluar jendela, ia menikmati makanan miliknya, tapi sepertinya pikiran Naruto sedang berada di tempat lain.

"Badai akan datang...,"

TBC :v


Author Note : Yoo bagaimana apa kabar? kuharap kalian tetap aman dan sehat walafiat ya!

Untuk Review, masukin Action? kurasa tidak bisa, karena ini fic Romance yang tidak akan menaruh banyak porsi Action. Dan untuk Roh kelima? tentu saja ini akan ikutin Cannon Frozen 2 cuma akan sedikit berbeda karena saya tidak mengambil sepenuhnya di Movie.

Terakhir, Akun Facebook? kurasa ada? tapi jarang aktif disana.

Oke Sekian.

See you Next Chapter!

Adiue!!