Pembukaan

Hola guys saya balik lagi untuk menulis chap 6 ini.

Jadi saya mau menjelaskan sesuatu karena saya memutuskan untuk mengganti beberapa kata seperti Kuchiki Mansion menjadi Mansion Kuchiki dan Mirai Azashiro jadi Azashiro Mirai mungkin akan ada perbaikan kedepannya sekian dari saya


Chapter 6 :Kencan

By : SiloidBlue

Disclaimer : Bleach punya Tite Kubo bukan punya saya

Warning : Typo,OC,OCC,OTP,Crack Pair,GaJe,Abal-abal,alur gak jelas,penempatan tanda baca yang salah

Words :6.041

Pair :RenRuki (RenjiRukia)

Crack Pair :ByaMi (ByakuyaMirai)

Genre :Romance and Humor

Rating : T

a/n :Pada akhirnya dichap ini Rukia sama Renji menikah eh maksudnya berkencan dan berpacaran.Dan bagi yang bertanya apa Byakuya menyukai Mirai? Jawabannya adalah ya tapi Byakuya sebenarnya kurang yakin aja sama perasaan sedangkan Mirai yang disukai Byakuya itu kurang peka orangnya soal cinta,jadi mau bagaimana lagi Byakuya harus bisa mengutarakan perasaannya pada Mirai(Itu aja kalau Mirainya peka)


Preview

"Baiklah aku akan pergi ketaman hydrangea besok" ucap Mirai seperti bernyanyi nyanyi "lalala~~tidak ada latihan besok" lanjut Mirai

Normal PoV

Mirai memutuskan untuk menginap di Mansion Kuchiki

—Besok Pagi—

"Selamat pagi musim semi" kata Mirai bersemangat "aku akan segera bersiap untuk pergi ke taman" lanjut Mirai yang tambah bersemangat

—Menuju ruang makan—

"Ohayou,Renji" sapa Mirai kepada Renji yang sedang menuju ruang makan juga

"Ohayou,Mirai-san" balas Renji

"Renji kenapa kau tidak mengajak Rukia taichou untuk berkeliling melihat bunga bermekaran bersama lalu setelah itu kalian pergi ke taman bunga dan jangan lupa belikan dia boneka chappy musim semi" saran Mirai kepada Renji

"Wah benar juga kenapa aku tidak memilih dia sebagai pasanganku" balas Renji senang

"Pasangan?" kata Mirai bertanya tanya

"Sudah lupakan,yang terpenting aku tidak mempunyai uang untuk membelikan boneka chappy musim semi" ucap Renji sedikit kecewa

"Kau ini menyusahkan saja" balas Mirai menghela nafas "ini ambil" suruh Mirai yang memberikan sebuah kantong kecil yang berisi koin Kan—koin khusus yang ada di soul society— dan tanpa babibu Renji langsung saja mengambilnya

"Mirai-san ini terlalu banyak" ucap Renji yang ingin mengembalikan separuh isi kantong itu

"Sudahlah ambil saja uang seperti itu tidak ada artinya bagiku" ucap Mirai malas

"Arigatō Mirai-san" ucap Renji sangat senang

"Hmmm,hey Renji beritahu aku kenapa kau tadi mengatakan untuk menjadikan Rukia taichou pasanganmu" kata Mirai berharap

"Ahh bukan apa apa" jawab Renji yang malas menjelaskan "sudah ayo cepat kita sudah terlambat ke ruang makan" ajak Renji

"Ahh iya juga" balas Mirai yg langsung bershunpo menuju ruang makan

—Di ruang makan—

"Dimana Renji dan Mirai-san?" tanya Rukia pada dirinya sendiri "aku sudah lapar" lanjut Rukia yang memegang perutnya

"Tunggulah sebentar lagi" balas Byakuya dingin "Rukia tunggulah selama 10 detik lagi" lanjut Byakuya memberi tahu

Rukia pun mulai menghitung

1

2

3

4

5 "Kenapa mereka lama sekali?" sewot Rukia

6

7

8

9

10,Hitungan selesai pintu shoji pun hancur

"It..it..ITAI" teriak Mirai kesakitan

"Mirai-san a..a...apa yang kau lakukan?" tanya Rukia terbata karena syok yang melihat pintu shoji ruang makan hancur

"A..aduh sakitnya" keluh Mirai yang berusaha berdiri "eee ma..maaf taichou aku tidak sengaja" ucap Mirai terbata

"Lagi pula kenapa kau selalu terburu-buru" balas Rukia yang sudah sedikit lebih tenang

"Etto...aa..aku—" ucap Mirai terjeda karena ada yang menjeda atau menyambungkan kata katanya

"Ceroboh" kata Byakuya memotong ucapan Mirai

"Bukan begitu Nii-sama" bela Mirai "aku sudah telat kemari untuk sarapan jadi aku menggunakan shunpo tanpa melihat pintu shoji ruangan ini tertutup" lanjut Mirai memberi alasan

"Maaf Rukia,Kuchiki taichou saya ter—lam—bat" ucap Renji terjeda jeda saat melihat pintu shoji yang dihancurkan Mirai

"Sudahlah mari kita sarapan aku sudah lapar tau" kesal Rukia yang melihat Renji kebingungan

"..." Mirai hanya terdiam dan menuju meja makan

"Itadakimasu" ucap lesu Mirai karena merasa bersalah

"Itadakimasu" ucap Rukia bersemangat karena sudah kelaparan

"Itadakimasu" kata Renji

"Itadakimasu" kata Byakuya dingin

'Oh ayolah Mirai kembalilah ceria jangan merasa sedih aku tidak suka melihatnya' ucap Byakuya didalam hati

—Selesai makan—

"Gochisousama" ucap semua serentak yang menyelesaikan sarapan mereka

Byakuya keluar dari ruangan itu terlebih dahulu sedangkan Rukia sedang mengobrol dengan Renji

"Hey Rukia apa kau mau menjadi pasanganku nanti?" tanya Renji pada Rukia

"Kau belum mendapat pasangan Renji" ucap Rukia tertawa "baiklah karena aku juga belum mendapatkannya" kata Rukia menerima tawaran Renji

"Rukia taichou dari tadi kalian berdua membicarakan tentang pasangan,memang maksudnya apa sih?" tanya Mirai pada Rukia

"Kau tidak diberitahu Renji,Mirai?" Rukia malah balik tanya,Mirai menggelengkan kepala

"Baiklah akan ku jelaskan" ucap Rukia lalu mengambil nafas panjang "jadi soutaichou memutuskan bahwa musim semi tahun ini seluruh shinigami harus memiliki pasangan atau teman yang menemaninya untuk berjalan jalan melihat bunga bermekaran,jadi intinya soutaichou tidak ingin melihat shinigami menikmati musim semi sendiri jadi setiap shinigami harus mempunyai teman yang menenamaninya tidak harus satu orang saja sih mungkin dua atau tiga yang penting dia tidak sendiri" jelas Rukia panjang lebar

"Dasar soutaichou aneh" ucap Mirai dengan nada malasnya "baiklah kalau begitu aku akan pergi" pamit Mirai lalu keluar ruangan itu

'Aaaa aku masih kepikiran tentang pintu yang kurusak tadi,aku jadi merasa bersalah sampai sekarang,sekarang apa yang harus kulakukan? Apa aku harus meminta maaf pada nii-sama? Apa dia akan memaafkanku? Sudahlah lebih baik aku akan mengganti semua yang kulakukan tadi' pikir Mirai selama perjalanan menuju taman hydrangea

"Huwaaa…." teriak Mirai "akhirnya sampai jugaa" lanjutnya merasa senang melihat bunga bunga disana "wahhh kalian sudah mekar semua" kata Mirai melihat bunga bunga yang sudah bermekaran "tapi aku merasa ada yang kurang" gumam Mirai heran "oh iya sekarang aku bisa membuat hujan kelopak bunga es dengan bantuan regea" ucap Mirai bahagia "baiklah regea bantu aku sekarang" kata Mirai seperti meminta bantuan yang sudah menarik zanpakutounya

"Bankai.Kōtta hanabira regea" kata Mirai mengaktifkan bankainya "baiklah aku akan melompat setinggi mungkin supaya kelopak bunga itu turun seperti hujan" setelah mengucapkannya Mirai langsung melompat yang bisa dibilang cukup tinggi

"Hana no ame" ucapnya mengeluarkan jurusnya

"Wahhh indahnya dilihat dari atas sini" kagum Mirai yang tanpa dia sadari dia tidak bisa terbang "tunggu bukankah aku tidak bisa terbang?" katanya bertanya tanya "benar juga aku tidak bisa terbang,aku ti...tidak ada per..per..siapan mendarat" teriaknya sedikit terbata

Mirai sudah pasrah jika jatuh nanti karena mau persiapan mendarat pun sudah terlambat

"Dasar ceroboh" ucap seseorang yang menangkap Mirai supaya tidak terjatuh

"Huhh hampir saja" kata Mirai lega "arigatō nii-sama" ucap Mirai berterima kasih pada Byakuya "tunggu...nii-sama" gumam Mirai yang masih di dekapan Byakuya "nii-sama tahu aku disini dari mana?" tanya Mirai kaget yang langsung melepaskan dirinya dari dekapan Byakuya

"Reiatsumu" jawab singkat Byakuya

"Reiatsuku?" kata Mirai dengan nada bertanya

"Kau mengeluarkan bankai bagaimanapun juga orang orang dapat merasakan reiatsumu tapi sepertinya mereka tidak terlalu menghiraukannya" jelas Byakuya sesingkat mungkin

"Eee...benar juga" balas Mirai yang mengerti tapi pandangannya terfokus pada kelopak kelopak yang berjatuhan

'Secepat itu dirimu mengubah suasana hatimu menjadi ceria kembali,Mirai' ucap Byakuya di dalam hati dilengkapi senyuman yang terulas di wajahnya sekarang,Byakuya tersadar dari lamunannya karena ada orang yang menarik tangannya tiba tiba

"Nii-sama ini sungguh indah" ucap Mirai senang sambil menarik tangan Byakuya lalu menariknya setelah itu dia berlari mengelilingi taman tersebut dengan menarik Byakuya,karena itu mau tidak mau Byakuya mengikutinya berlari

—Disisi Rukia—

"Rukiaa" teriak seseorang dengan rambut merahnya yang seperti nanas(Author :Bisa dipastikan Renji tukang nanas*ketakutan karena ditodong zabimaru*)

"Renji dari mana saja kau?" tanya Rukia pada Renji yang melihatnya sehabis menghilang ntah kemana

"Ini" tunjuk Renji yang masih mengatur nafas "aku membelikan ini untukmu" lanjut Renji dengan memberikan boneka chappy dengan karangan bunga seperti mahkota menghiasi kepalanya dan pakaiannya dihiasi bunga bunga yang indah

"Wahh indahnya" mata Rukia berbinar binar

"Ambilah Rukia" ucap Renji

"Wahh bener nih?" tanya Rukia yang mendapat anggukkan dari Renji "arigatō Renji" kata Rukia yang tanpa sadar memeluk Renji

"Euhmm Rukia bisa tolong lepaskan pelukanmu?" pinta Renji dengan rona merah menghiasi pipinya

"Ma..maaf Renji aku tidak sengaja karena terlalu senang" ucap Rukia terbata dan menundukan kepalanya karena malu—setelah melepas pelukannya—Renji yang melihat itu langsung mengajak Rukia ke taman

"Ahh sudahlah tidak usah dipikirkan,ayo kita pergi ke taman" kata Renji

Tanpa banyak omong lagi Renji menarik Rukia untuk mengikutinya

"Hey,Renji aku bisa jalan sendiri" kata Rukia yang tersentak karena tiba tiba tangan nya ditarik Renji

"Diamlah dan ikut aku saja" balas Renji

—Di taman—

"Indahnya" kata Rukia senang melihat bunga bunga yang sangat indah disana

"Rukia aku dapat membuatkanmu mahkota bunga,apa kau mau?" tawar Renji pada Rukia

"Benarkah?" tanya Rukia tidak percaya

"Kau tidak percaya" balas Renji dengan suara meyakinkan

"Baiklah kalau begitu tolong buatkan aku mahkota bunga seperti yang ada di boneka chappy ini" pinta Rukia

"Laksanakan" ucap Renji mantap

—Sisi Mirai dan Byakuya—

"Tadi itu sangat seru,benarkan nii-sama?" ucap dan tanya Mirai yang sedang duduk di sebelah Byakuya dan Byakuya sekarang sedang duduk di bawah pohon sakura yang cukup rindang

"Hmm" Byakuya hanya berdehem

"Oh ayolah nii-sama kau selalu dingin kepada siapapun,bisakah di musim semi ini jangan bersikap dingin dan cuek seperti biasa?" protes Mirai kepada Byakuya

"Tidak bisa" jawab singkat Byakuya yang sekarang menatap Mirai,bisa dibilang sekarang sedang saling menatap

"Nii-sama jahat" kesal Mirai lalu membuang muka "nii-sama bukankah seharusnya kau mengikuti acara yang diadakan soutaichou?" tanya Mirai kepada Byakuya untuk memecah keheningan

"Aku tak mempunyai pasangan" jawab Byakuya bohong

'Aku hanya ingin bersamamu Mirai,aku ingin kau menjadi pasanganku' ucap Byakuya di dalam hatinya

"Nii-sama tidak berbohong?" tanya Mirai polos dan mendapat gelengan kepala dari Byakuya

"Kau sendiri tidak mengikuti acaranya,kenapa Mirai?" tanya Byakuya dingin

"Aku lebih suka menghabiskan waktuku disini di hari pertama musim semi,lagipula aku sering kesini jika musim semi" jawab Mirai yang diakhiri senyuman "nii-sama aku minta maaf karena aku pintu ruang makanmu rusak,aku akan menanggung biaya perbaikkan pintu itu" ucap Mirai tiba tiba

"Itu tidak perlu dilakukan,lebih baik lupakan saja" balas Byakuya

"Tapi nii-sama—" ucap Mirai terjeda

"Apakah aku memintamu untuk menggantinya" potong Byakuya dan Mirai hanya menggelengkan kepala "jadi lupakan saja masalah itu" lanjut Byakuya

"Nii-sama aku lebih hebat dari nii-sama bukan?" tanya Mirai meledek

"Tidak" ucap Byakuya tidak terima

"Tentu saja iya saat aku berumur 13 tahun atau tepatnya kita berpisah para tetua memutuskan bahwa diriku yang menjadi kepala azashiro selanjutnya jadi aku adalah kepala azashiro ke-21" ucap Mirai dengan nada mengejek "jadi aku menjadi kepala keluarga azashiro sebelum nii-sama menjadi kepala keluarga kuchiki" lanjut Mirai lalu menjulurkan lidahnya dengan wajah mengejeknya

"Kalau begitu kita buktikan besok" balas Byakuya dengan tatapan deathglarenya

"Maksud nii-sama?" tanya Mirai kebingungan

"Lihat saja besok" jawab Byakuya singkat dengan senyum mencurigakan

"Ya sudah" Mirai ngambek

Mereka berdua hanya terus melanjutkan pertengkaran kecil mereka sampai tak disadari Mirai tertidur di pundak Byakuya

"Kau imut sekali Mirai" gumam Byakuya yang melihat Mirai tertidur di pundaknya

—Sisi Rukia dan Renji—

"Hey Rukia" teriak Renji pada Rukia

"Aaa..ada aa..apa Renji" kata Rukia terputus putus karena baru sadar dari tidurnya

"Ini" ucap Renji memasangkan mahkota bunga kepada kepala Rukia "maaf aku tak bisa mencari yang mirip dengan mahkota bunga yang ada di boneka chappy jadi aku menggunakan bunga yang berwarna violet dan warna merah jambu" kata Renji yang sekarang duduk disebelah Rukia—lagi duduk dibangku taman yang panjang—

"Tak apa aku suka ini,terima kasih Renji" kata Rukia pada Renji

—Sore hari—

"Rukia hari ini sungguh menyenangkan dan indah bukan?" tanya Renji pada Rukia

"Ya,Renji terima kasih telah memberikanku semua barang barang ini" ucap terima kasih Rukia pada Renji

"Mari kita kembali ke mansion sebelum kuchiki taichou memarahi kita" ajak Renji pada Rukia

"Kau benar ayo,lagipula sudah sore hari sebentar lagi sudah mau malam"

"Hey Rukia soul pagermu berdering" ucap Renji memberitahu

"Ah iya,terima kasih Renji" balas Rukia lalu mengambil soul pagernya

"Ada apa Rukia?" tanya Renji kebingungan

"Ettoo...begini nii-sama bilang bahwa kita dapat makan malam terlebih dahulu karena dia akan pulang terlambat sedangkan Mirai seperti dia juga akan terlambat karena kesibukannya" jelas Rukia kepada Renji

"Euhmm baiklah" jawab Renji singkat "ayo cepat Rukia hari sudah gelap" kata Renji kepada Rukia

"Renji tunggu" teriak Rukia

—Sisi Mirai dan Byakuya—

"Eummm" suara Mirai yang baru tersadar dari tidurnya "tunggu haori?" gumam Mirai yang sedikit bingung karena belum sadar sepenuhnya 'disini aku hanya bersama nii-sama bukan? Lagipula aroma sakura ini,jadi haori ini milik nii-sama' pikir Mirai yang sudah mendapat kesadaran penuh

"Nii-sama" gumam Mirai yang terkaget karena benar ini haori Byakuya

Mirai langsung mengubah posisinya yang semula tidur menjadi duduk

"Nii-sama ngapain disana?" gumam Mirai dengan bertanya tanya

Mirai mulai berdiri dan berjalan menuju Byakuya yang sepertinya sedang mengamati bintang bintang

"Nii-sama apa yang kau lakukan?" tanya Mirai yang sudah ada disebelah Byakuya sekarang

"..." Byakuya tidak menjawab

"Nii-sama mengapa memakaikan haorimu padaku?" tanya Mirai pada Byakuya

"Karena dingin" jawab Byakuya singkat

"Nii-sama takut aku sakit?" tanya Mirai lagi

"..." Byakuya diam dan hanya menatap Mirai "ya" lanjutnya lalu memalingkan pandangannya lagi dari Mirai

"Nii-sama sakit?" tanya Mirai yang sudah ada dihadapan Byakuya dan sudah menempelkan punggung tangannya pada kening Byakuya

Tercekat sudah Byakuya melihat apa yang dilakukan Mirai setengah mati Byakuya supaya rona merah tidak muncul diwajahnya tapi itu semua sia sia,tapi beruntungnya hari sudah gelap jadi wajahnya yang memerah itu tidak terlihat oleh Mirai

"Tidak" jawab singkat Byakuya dengan usahanya supaya tidak gugup

"Habisnya dari kemarin nii-sama sangat memperhatikanku jadi kukira nii-sama sakit" kata Mirai polos(Author :Miraiku yang polos)

"Ayo kita pulang,hari sudah gelap" ajak Byakuya dengan dingin

"Aku akan kembali ke Mansion Azashiro karena keadaanku sudah baikan dan aku sudah bisa menggunakan bankai,jadi nii-sama dapat pulang dulu jika mau" jelas Mirai menolak ajakan Byakuya

"Akan kuantar" kata Byakuya tegas

"Tidak perlu nii-sama aku dapat pulang sendiri" balas Mirai dengan lembut

"Kuantar atau kembali ke Mansion Kuchiki bersamaku,pilihlah?" tanya Byakuya tegas

'Aku tak ingin merepotkan nii-sama,kenapa nii-sama memberikan pilihan yang sulit sih,aku harus memilih yang mana sekarang?' pikir Mirai kebingungan

"Baiklah aku akan kembali ke Mansion Kuchiki tapi izinkan aku pulang ke Mansion Azashiro besok" kata Mirai menyebutkan pilihannya

"Baiklah kita pulang sekarang" ajak Byakuya

"Baiklah" jawab Mirai yang sudah berjalan terlebih dahulu

—besok pagi—

"Ohayou Yoruichi-san" sapa Mirai dengan semangat

"Hmmm,ohayou" balas Yoruichi

"Jadi hari ini aku akan berlatih apa?" tanya Mirai yang penasaran

"Kau akan bertarung" jawab singkat Yoruichi dengan senyuman tipisnya

"Bertarung?" kata Mirai dengan nada bertanya

"Bukankah kau sudah bisa mengusai bankaimu jadi seharusnya kau siap untuk bertarung melawan orang lain,bukan?" jelas Yoruichi

"Mungkin aku bisa mencoba kekuatan bankai ku sekarang" gumam Mirai "baiklah aku terima" kata Mirai menyetujuinya "Yoruichi-san siapa yang akan kulawan?,apa dia juga mempunyai bankai juga?" tanya Mirai penasaran

"Kau sudah mengenalnya Mirai bahkan sangat mengenalnya dan tentunya dia mempunyai bankai " jawab Yoruichi atas pertanyaan Mirai

"Aku malas menebak Yoruichi-san,ayo katakan siapa dia,Yoruichi-san?" tanya Mirai sekali lagi dengan nada malasnya

"Dia sudah datang" ucap Yoruichi dengan senyumnya yang mencurigakan

"Dimana dia?" tanya Mirai tidak sabar

"Belajarlah bersabar Mirai,akan kita buktikan apakah omonganmu itu benar atau tidak" bisik seseorang di belakang Mirai

"NII-SAMA" teriak Mirai yang refleks maju menjauhi Byakuya

"Hey tidak perlu sekaget itu" kata Byakuya mengomentari aksi Mirai

"Nii-sama mengagetkanku" kesal Mirai "baka nii-sama" gumam Mirai kesal

"Mirai jangan suka bergumam yang tidak jelas" balas Byakuya meledek

"Yoruichi-san aku tidak mood untuk melawannya" keluh Mirai pada Yoruichi

"Dari dulu kau selalu mengatakan seperti itu tapi pada akhirnya kau mengangkat pedangmu juga" balas Yoruichi atas protesan Mirai

"Kali ini aku benar benar tidak mood" kata Mirai kesal

"Mirai apa kau takut melawanku?" tanya Byakuya pada Mirai dengan nada tegasnya

"AKU TIDAK TAKUT" teriak Mirai kesal

"Kalau begitu lawan lah aku" balas Byakuya

"AKU TIDAK MAU" teriak Mirai lagi

"Apa kau benar benar takut melawanku Mirai?" ucap Byakuya memprovokasi Mirai

"TIDAK" teriak Mirai yang bertambah kesal

"Apakah aku dianggap kakak oleh seorang yang lemah dan penakut?"

"HYŌKETSU REGEA,AKU TIDAK PENAKUT" kata Mirai mengaktifkan shikainya dan langsung menyerang ke arah Byakuya

'Rencanaku berhasil' ucap Byakuya di dalam hati dengan tangannya yang sedang menangkis serangan Mirai

"Akan kutunjukan bahwa aku tidak penakut" kata Mirai

Dengan cepat Byakuya mundur dan mengaktifkan shikainya "Chire senbonzakura"

"Chikushō" gumam Mirai yang sekarang melompat untuk menghindari serangan dari senbonzakura

"Aku harus berhati hati sekarang" peringatan Mirai pada dirinya sendiri

"Aku harus berpikir mengalahkannya" gumam Mirai yang masih berlari dan menghindari serangan senbonzakura

"Baiklah kita coba cara ini" ucap Mirai yang sekarang memutar balik arahnya dimana Byakuya berada,saat Mirai sudah dekat dia melompat dan tepat diatas Byakuya dan ingin memedangnya dari atas,tentu Byakuya reflek mengarahkan senbonzakuranya kepada Mirai

"Terpancing" gumam Mirai "sekarang, sekienton" ucap Mirai dan asap Mulai keluar

"Apa kau bisa lolos dengan menggunakan trik seperti ini" kata Byakuya tegas

"Tapi sayang aku tak bermaksud melarikan diri nii-sama" kata Mirai dengan senyumannya "hourin" ucap Mirai selanjutnya yang membuat Byakuya tersegel dengan hadō yang dikeluarkan Mirai "tōketsu shite tsurara ni naru"

"Jangan bercanda Mirai" ucap Byakuya tenang "bankai.Senbonzakura kageyoshi" lanjut Byakuya mengaktifkan bankainya

"Dia menahan seluruh serangan regea hanya dengan menggunakan ribuan kelopak bunga sakura" kata Mirai kaget sekaligus kagum

"Jangan lengah Mirai" kata Byakuya yang mengarahkan tangannya kepada Mirai yang menyebabkan ribuan sakura itu menuju Mirai

"Gawatt" kata Mirai tersentak "bankai.Kōtta hanabira regea" ucap Mirai mengaktifkan bankainya juga "Kōri no tate" ucap Mirai segera dan sekarang di sekeliling tubuhnya terdapat bola lingkaran es tipis—hampir transparan— bagaikan perisai es tipis yang melindungi Mirai dari ribuan sakura Byakuya

"Hampir saja" gumam Mirai lega "kita mulai serangan balik regea" kata Mirai mantap

—setelah cukup lama—

"Aku menyerah" ucap Mirai dengan ribuan sakura yang siap menusuknya kapanpun

"Kau kalah Mirai" balas Byakuya yang menyarung kan pedangnya lagi "sekarang kau mengakui aku lebih hebat,hmm?" tanya Byakuya yang sudah berhadapan dengan Mirai

"Tidak" tolak Mirai

"Katakan kenapa kau tidak mau mengakuinya?" tanya Byakuya dingin

"Karena aku akan mengalahkan nii-sama" jawab Mirai dengan senyumannya "jadi aku ingin meminta pertarungan ulang" pinta Mirai yang masih dengan senyumnya tadi

"Permintaan dipenuhi nona" ucap Byakuya yang sudah mengeluarkan pedangnya dari sarungnya

—setelah 9 pertarungan lagi—

"Gah~~" teriak Mirai yang kelelahan

"Kau sudah kalah 10 kali dari 10 pertarungan Mirai" ucap Byakuya meledek

"Nii-sama kejam sekali" balas Mirai "tidak lihat apa aku sedang kelelahan dan lagi aku terluka seperti ini" keluh Mirai kesal

"Mirai aku akan pergi ke kota Karakura besok pagi" kata Yoruichi memberitahu

"Memang ada apa disana?" tanya Mirai penasaran karena tidak biasa seperti ini

"Tidak ada apa-apa hanya saja aku ingin bertemu dengan Kisuke" jawab Yoruichi

"Siapa itu Kisuke aku seperti pernah mendengarnya?" tanya Mirai lagi pada Yoruichi

"Besok saja saat aku kembali akan kuberitahu" balas Yoruichi malas

"Kalau begitu aku ingin pulang,aku sangat lelah karena nii-sama" ucap Mirai yang setengah menuduh Byakuya

"Apa salahku?" tanya Byakuya datar dengan wajah tanpa dosa

"Banyak" balas Mirai kesal

Yoruichi dan Mirai tertawa mengingat kejadian yang hampir mirip sangat Mirai dan Byakuya masih kecil sedangkan Byakuya dia hanya tersenyum kecil

"Sekarang naiklah akan ku antarkan kau ke Mansion Azashiro!" perintah Byakuya pada Mirai untuk naik ke atas punggung

"Heh~~aku tidak mau,aku bukan anak kecil lagi" tolak Mirai kesal

"Kalau begitu berdirilah lalu berjalanlah sendiri" perintah Byakuya tegas

Dengan susah payah Mirai akhirnya dapat berdiri tapi baru saja melangkahkan kakinya dia sudah berteriak kesakitan karena luka di kakinya

"Jadi mau pulang dengan keadaan seperti itu?" tanya Byakuya datar

"Baiklah nii-sama menang" kata Mirai menyerah lalu naik ke atas punggung Byakuya

"Aku pamit" ucap Byakuya bersiap untuk pergi

"Yoruichi-san aku pulang dulu,jaga dirimu di kota Karakura nanti" ucap Mirai dengan senyum hangatnya

"Byakuya tolong jaga Mirai baik baik" pesan Yoruichi yang hanya mendapat anggukan dari Byakuya

Setelah itu dengan cepat Byakuya menggunakan shunpo menuju Mansion Azashiro

"Nii-sama tau dimana Mansion Azashiro?" tanya Mirai pada Byakuya

"Hnnn,aku tahu" jawab Byakuya singkat pada Mirai yang sepenuhnya membuat sebal Mirai

"Dasar nii-sama pelit" kata kesal Mirai

"..." Byakuya tak menanggapinya

"NII-SAMA PELIT" teriak Mirai yang tentu membuat orang yang menggendongnya refleks berhenti

"Jangan berteriak di dekat telingaku" kata Byakuya kesal

"Salah siapa nii-sama bikin sebel aku" kata Mirai lalu menjulurkan lidahnya

Hening tanpa ada yang berbicara satupun bahkan bergerak sedikitpun sampai Mirai memutuskan memecah keheningan itu

"Baiklah aku salah,aku minta maaf" kata Mirai yang sudah menghilangkan kekesalannya dan seketika itu juga Byakuya menggunakan shunponya tanpa memberitahu Mirai

"Nii-sama pelan pelan" protes Mirai yang langsung mengeratkan pelukannya pada leher Byakuya karena Byakuya tiba tiba menggunakan shunponya

"Hari sudah mulai gelap kita harus cepat Mirai" balas Byakuya yang mendengarkan protesan Mirai,sebenarnya jika Byakuya tidak menahan supaya pipinya memerah maka wajahnya pasti sudah memerah sekarang karena pelukan Mirai yang mengerat di lehernya

Mirai yang bosan dan kelelahan tanpa sadar tertidur,Byakuya yang bingung kenapa Mirai hanya diam akhirnya memutuskan untuk memanggilnya

"Mirai" panggil Byakuya yang tidak mendapat balasan dari Mirai

Normal PoV

Byakuya PoV

'Ini anak udah diem,mungkin capek kan dari tadi dia ngomong terus' pikir Byakuya yang merasa keheningan dari orang yang digendongnya

"Mirai" panggilku padanya tapi tak ada balasan darinya

"Dia tertidur lagi" gumam Byakuya setelah menengok ke arah Mirai

—5 menit—

"Mirai,bangun" ucapku lembut tapi Mirai tak terbangun juga "dia sangat kelelahan sampai tak bangun juga" lanjutku dingin "mau bagaimana lagi aku akan mengantarkannya dan mengobati lukanya nanti di Mansion Azashiro" kataku lalu melanjutkan perjalanannya menggunakan shunpo yang tadi sempat terhenti karena membangunkan Mirai

—Mansion Azashiro—

Pintu gerbang terbuka,para pelayan dan penjaga mengucapkan salam sebelum mereka tersentak melihat Mirai yang kugendong

"MIRAI-SAMA!" teriak para pelayan yang ada disana karena melihat luka luka Mirai

"Dia terluka karena berlatih" jelasku singkat kepada mereka "tolong siapkan kain dan air hangat di kamar Mirai dan tolong antarkan aku ke kamarnya" kataku meminta tolong pada mereka

"Baik Byakuya-sama" kata para pelayan disana(Author :Kalau kalian tanya kenapa mereka bisa tau Byakuya? Ya karena Byakuya itu terkenal terbukti dia kapten paling populer dan kalau mereka gak kenal apalagi pelayan bangsawan mereka harus siap dipecat sama Mirai*dapet tatapan deathglare dari Mirai*)

Aku diantarkan oleh salah seorang pelayan,jujur ini kedua kalinya aku ke Mansion Azashiro

"Permisi Byakuya-sama ini adalah kamar Mirai-sama" kata pelayan yang tadi mengantarkanku ke kamar Mirai

"Terima kasih" ucapku setelah menganggukan kepala

Aku membuka pintu kamar itu dan masuk kedalam kamarnya seketika itu juga aroma hydrangea tercium oleh hidungku,ya aku tahu bahwa Mirai sangat menyukai bunga hydrangea bahkan tak hanya aroma hydrangea saja aku juga melihat kamar Mirai berwarna biru laut sama seperti iris matanya,bahkan tak hanya itu di kamar Mirai aku dapat melihat salah satu tembok ruangan itu terdapat lukisan bulan sabit persis seperti yang dimilikinya,dan mejanya dipenuhi oleh buku buku,aku tak kaget melihatnya karena menurutku Mirai termasuk seorang yang jenius

'kamarmu sama seperti dirimu Mirai,aroma hydrangea yang khas,warna biru laut seperti matamu,lukisan bulan sabit seperti anting yang selalu kau pakai,lalu buku-buku yang kau tata rapi,tapi apa kau tahu Mirai? Kamarmu benar benar mirip denganmu tapi ada yang berbeda yaitu kecerobohanmu tidak tidak terlukis di kamarmu ini' pikirku tentang kamar yang dimiliki oleh Mirai

Setelah aku tersadar dari pikiranku,aku mencari kursi supaya aku dapat mendudukan Mirai di kursi itu,kenapa aku harus mendudukan nya? Karena akan lebih mudah mengobati jika dia dalam posisi duduk daripada dia dalam posisi tidur

"Byakuya-sama ini kain dan air hangatnya" kata seorang pelayan di depan pintu

"Tolong taruh di sebelah situ!" perintahku padanya dan dia langsung melakukan

Aku mulai mencelupkan kain itu ke dalam air hangat lalu memerasnya setelah itu aku mulai membersihkan luka luka Mirai,jujur Mirai adalah seorang yang tangguh dan kuat karena dia tak memiliki banyak luka melawan senbonzakura miliki,lukanya hanya di bagian kaki,lutut,dan pundak,aku bersyukur karena tidak lebih dari itu karena jika ya...aku tak tau apa jadinya jika aku yang mengobatinya

Setelah aku membersihkan seluruh lukanya aku mulai menutup luka luka itu dimulai dari kaki lutut dan terakhir pundak tapi aku mendengar suara Mirai saat menutup luka di pundaknya

"Mmmhh" suara Mirai dengan nadanya yang tak nyaman

"Mirai apa aku membangunkanmu?" tanyaku padanya karena dia seperti bergerak tak nyaman

"Nii-sama...ku..ku..mohon jangan ber..nafas di..situ" mohonnya padaku dengan suara yang terbata entah kenapa

Byakuya PoV End

Normal PoV

"Mmmhh" suara Mirai terdengar tak nyaman

"Mirai apa aku membangunkanmu?" tanya Byakuya—yang belum mengalihkan pandangannya dan fokus pada penutupan luka Mirai— pada Mirai karena sepertinya Mirai terbangun dari tidurnya

"Nii-sama...ku..ku..mohon jangan ber..nafas di..situ" kata Mirai memohon pada Byakuya dengan suara yang terbata dan pipi yang memerah

"Apa kau ingin membunuhku Mirai?" tanya Byakuya pada Mirai dan langsung mengalihkan pandangan pada Mirai

"Bu..bukan se..seperti itu ha..hanya sa..saja na..fasmu mengenai ba..bagian le..leherku yang pa..paling sensitif" jawab Mirai yang masih terbata dan menundukan kepala—dengan pipi merahnya—karena malu

"Mirai tahan sebentar,aku akan segera menutup lukamu" ucap Byakuya yang sedikit tersentak mendengar pernyataan Mirai

Tanpa basa-basi atau babibu—basa basi bubar—Byakuya melanjutkan menutup luka Mirai yang ada di pundaknya

"Mmmhh" susah payah sudah—Mirai menggigit bibir bawahnya—Mirai mencoba menahan desahannya

"Nii-sama...mmmhh..ku..kumohon ce.ce..pat...mmmhh" kata Mirai memohon serta menahan desahannya

"Sebentar lagi Mirai,bersabarlah" balas Byakuya dingin yang sebenarnya jantungnya sudah berdegup cepat—secepat shunponya—

"Baiklah sudah selesai" kata Byakuya datar lalu membangkitkan tubuhnya dan melihat Mirai yang sudah seperti kepiting rebus

"Maaf " ucap Byakuya sedikit —sangat sangat sedikit—lembut

"Mmm...tak apa" balas Mirai lalu menundukan kepalanya "dan terima kasih telah mengobati luka lukaku" lanjut Mirai dengan posisi yang masih sama dan mulai menenangkan diri—termasuk menghilangkan rona merah yang ada di pipinya—

"Aku pulang dulu" pamit Byakuya pada Mirai

"Nii-sama makan malam lah bersamaku" pinta Mirai dengan antusiasnya

"Aku akan makan malam di Mansion Kuchiki bersama Rukia dan Renji" tolak Byakuya atas permintaan Mirai

"Aku akan mengirim pesan pada mereka kalau nii-sama akan makan malam disini" ucap Mirai dengan nada yang sedikit memaksa

"Baiklah" balas Byakuya yang akhirnya menyerah

'Mirai kumohon jangan paksa aku,aku tak kuat melihat dirimu setelah kejadian tadi,apa kau tahu? Jantungku ini sudah secepat shunpoku karena dirimu' kata Byakuya di dalam hatinya

"Kalau begitu ayo kita ke ruang makan" ajak Mirai yang langsung menarik tangan Byakuya

"Mirai tunggu luka—" kata Byakuya terjeda karena dia mengucapkannya terlambat

"Aduhh..duhh sakitt" rintih Mirai saat mulai melangkahkan kakinya

"Sudah kukatakan lukamu belum sembuh Mirai,dasar ceroboh" ucap Byakuya yang melihat Mirai kesakitan

"Nii-sama turunkan aku" protes Mirai yang sudah digendong oleh Byakuya dengan gaya bridal style

"Diamlah dan turuti perintahku!" ucap Byakuya tegas

—1 Minggu kemudian—

"RENJI!" teriak Mirai dengan berlari ke arah Renji

"Ohh Mirai-san,ada apa?" tanya Renji

"Ini,cepat ambil!" perintah Mirai kesal dengan memberikan sebuah kotak coklat

"Untuk apa Mirai-san?" tanya Renji bertanya tanya

"Kau tau? Kau itu merepotkanku saja" Mirai tidak menjawab tapi malah mengeluh kesal

"A..apa sa..salahku?" tanya Renji bingung dan terbata

"Karena dirimu aku harus lembur Renji" ucap—kesal— Mirai setengah berteriak

"Ke..kenapa aa..ku?" tanya Renji ketakutan

"Karena aku harus mengurus semua tugas Rukia taichou" tangis Mirai

"Kenapa harus kamu Mirai-san? Memang Rukia kenapa?" tanya Renji yang melihat tangis Mirai

"Memang kau tidak mau berkencan sama Rukia taichou hah?" tanya Mirai sedikit membentak

"Ten..tentu aku mau" jawab Renji terbata karena malu

"Lalu siapa lagi kalau bukan aku yang menggantikan mengerjakan tugas Rukia taichou" bentak Mirai kesal pada Renji

"Hehehe benar juga" kata Renji dengan tertawa kecil "tapi boleh aku bertanya? Apakah Kuchiki taichou akan mengizinkanku pergi saat bertugas?" tanya Renji

"Lebih baik kau berkencan dengan cara mengajak Rukia taichou makan malam" saran Mirai menjawab pertanyaan Renji

"Ide bagus Mirai-san" ucap Renji senang

"Ya sudah berikan ini pada Rukia taichou pada waktu jam makan siang!" perintah Mirai pada Renji lalu memberikan secara paksa coklat yang dia bawa

"Untuk apa?" tanya Renji(Author :Buat nembak Rukia,Renji./Renji *jadi kepiting rebus*)

"Tembak dia saat jam makan siang lalu ajak dia makan malam,akan aku beritahu nanti tempat makan malamnya" jelas Mirai karena Renji sepertinya terlalu….Ya gitu lah "satu lagi jangan tembak Rukia taichou di depan diriku" lanjut Mirai yang sekarang lagi mojok

"Ee kalau Rukia kutembak dia nanti mati" tolak Renji sedih

"Bukan tembak itu yang kumaksud Renji" bentak Mirai "yang kumaksud adalah tembak cinta,utarakan perasaanmu dan minta dia untuk menjadi kekasihmu" ucap Mirai menjelaskan—penuh kekesalan—

"Etto...aku..aku se..sepertinya tak sanggup" tolak Renji dengan rona merah menghiasi pipinya

"Ya sudah kusuruh Ichigo saja yang menembak Rukia taichou" ancam Mirai kepada Renji

"JA..JANGAN MIRAI-SAN" teriak Renji pada Mirai

"Ya sudah lakukan saja yang aku perintahkan saja,ingat jangan menembaknya di depanku karena aku tak kuat melihatnya" ucap Mirai kepada Renji lalu pergi ke divisinya

"Merepotkan" keluh Renji

—Divisi 13—

"Ohayou Rukia taichou" ucap Mirai semangat

"Ohayou Mirai-san" balas Rukia lembut

"Taichou kau tau siapa yang disukai Renji?" tanya Mirai usil

"Mana kutahu" jawab Rukia yang sepertinya cukup cemburu atau kesal

"Kalau begitu aku beritahu" ucap Mirai

"Itu tidak perlu dan tidak penting" balas Rukia kesal

"Apa taichou cemburu" ledek Mirai

"Si..siapa yang cem..cemburu" kata Rukia terbata

"Hahhaaha" tawa Mirai "baiklah itu tidak penting tapi yang terpenting Renji ingin menemui Rukia taichou di jam makan siang nanti" ucap Mirai memberitahu

"Dimana?" tanya singkat Rukia

"Disini" jawab Mirai singkat dan menuju meja kerjanya

"Baiklah" jawab Rukia heran

—Jam makan siang—

"Rukia" panggil Renji yang sudah ada di dalam kantor divisi 13

"Ya ada apa Renji? Tadi Mirai-san mengatakan kau ingin menemuiku" tanya Rukia yang pada Renji

"Be..begini aa..aku ingin menga..takan sesuatu" ucap Renji tergagap

"Mengatakan apa Renji?" tanya Rukia heran karena melihat Renji tergagap

"Etto...Rukia a..aku me..me.." Kata Renji tergagap lagi

"Me apa?" tanya Rukia

"Aku mencintai" bisik Renji di telinga Rukia

"Ren..renji aa..apa kau yang kau ka..ka..tan?" tanya Rukia yang tergagap sekarang

"Rukia aku mencintaimu jadi kumohon jadilah kekasihku" jawab Renji dengan rona merah di pipinya

"Renn..Renji kau.." kata Rukia terbata dan air mata mulai menetes

"Ru..Rukia apa aku menyakitimu?,apa kau tak mau menjadi kekasihku?" tanya Renji panik

"Bukan" kata Rukia dan menggelengkan kepala "aku terharu bodoh" lanjut Rukia membentak Renji dan menghilangkan air matanya

"Jadi kau menerimaku?" tanya Renji senang

"Ya" jawab singkat Rukia

Renji yang mendengar itu tanpa babibu lagi langsung mencium Rukia,tentu itu membuat Rukia kaget tapi setelah beberapa saat kemudian Rukia mulai membalasnya

"Mmmh" Rukia mulai mendesah

Sedangkan Renji dia malah mencoba menelusupkan lidahnya kedalam mulut Rukia

—30 detik kemudian—

"Ren..Renji" kata Rukia—dengan rona merah di pipinya— yang mengatur nafasnya

"Mau sekali lagi?" tanya Renji yang sepertinya sudah selesai mengatur nafasnya

Baru Rukia ingin menjawab tapi sudah ada yang mengganggunya

"KALIAN JANGAN LANJUTKAN DISINI PERGI SANA,KALAU MAU LANJUT DITEMPAT NII-SAMA SAJA" teriak seseorang dengan pipi yang memerah karena melihat adegan tadi

"Mi..Mirai...Mirai-san" kata Rukia dan Renji tersentak

"PERGI KALIAN PERGI DARI KANTORKU,PERGI!" teriak Mirai dengan pipi yang masih semerah tomat "BUKANKAH AKU MENYURUHMU JANGAN MENEMBAK RUKIA TAICHOU DIDEPANKU,RENJI" teriak Mirai kesal pada Renji

"Etto maaf Mirai-san" kata Renji lalu menarik tangan Rukia lalu menariknya pergi meninggalkan tempat itu

"Menyebalkan sekali mereka melakukan itu di hadapanku" gerutu Mirai

—Sore hari—

Hari sudah sore,Mirai dan Renji sedang berjalan menuju Mansion Kuchiki

"Renji aku sudah menyiapkan tempat makan malam kalian,aku menghiasnya sendiri dan mengatur tempat itu" kata Mirai memberi tahu Renji

"Jadi aku akan makan malam Rukia disana?" tanya Renji pada Mirai

"Ya,apa ada masalah?" tanya Mirai pada Renji

"Tidak ada,hanya itu terlalu berlebihan dan pasti itu merepotkanmu" kata Renji seperti ingin meminta maaf

"Itu tak apa,kau membantuku meminta maaf pada nii-sama sampai dirimu sendiri terluka parah dan hampir tidak bisa bergerak selama 1 minggu jadi anggap saja aku membalas budimu" kata Mirai yang melihat ekspresi Renji "sudahlah cepat kembali ke Mansion Kuchiki dan ajak taichou makan malam bersama,aku mau kembali ke Mansion Azashiro!" perintah Mirai dengan nada bercanda

"Ya kau benar,terima kasih Mirai-san" kata Renji lalu meninggalkan Mirai menggunakan shunpo

"Akhirnya aku bisa bersiap-siap untuk melihat mereka makan malam bersama" kata Mirai senang

—Saat Makan Malam—

"So sweetnya mereka berdua" kata orang dibalik semak semak yang sedang mengintip Rukia dan Renji

"Mirai" panggil seseorang

Normal PoV End

Byakuya PoV

'Saat makan siang tadi Renji meminta izin kepadaku untuk bertemu Rukia dan setelah Renji kembali dia membawa Rukia bersamanya,kukira ada masalah ternyata mereka habis diusir oleh Mirai,kutanyakan kepada mereka bisa diusir oleh Mirai dan ternyata mereka berdua jadian dihadapan Mirai' kejadian tadi masih teringat olehku,berbicara tentang jadian apakah aku dapat jadian juga dengan Mirai? Belum lagi apa yang dikatakan Yoruichi tentang Mirai

Flashback

Waktu itu aku sedang berjalan-jalan di malam hari seperti biasa,tiba tiba Yoruichi mendatangiku dan mengatakan sesuatu

"Byakuya jika kau benar menyukai Mirai,kau harus mengatakannya langsung pada Mirai karena Mirai adalah orang yang tidak terlalu peka terhadap hal seperti itu,jika kau hanya menunjukkannya hanya dengan tindakanmu dia tidak akan mengerti,percayalah padaku Byakuya" ucapnya panjang lebar memberitahuku tentang Mirai

Flashback End

'Mirai sekarang apa yang harus kulakukan? Kau seperti menjebakku di dalam perasaan cintaku padamu' pikirku jika mengingat perkataan Yoruichi

'Sudahlah aku akan kembali ke Mansion Kuchiki' pikirku dan segera pergi ke Mansion Kuchiki

"Rukia aku ingin mengajakmu makan malam bersama nanti untuk kencan pertama kita" suar Renji mengajak Rukia makan malam

"Aku tak tahu nii-sama akan memperbolehkanku atau tidak" balas Rukia dengan nada yang sedikit kecewa

"Aku akan meminta izin pada taichou yang terpenting jika aku gagal mengajak Rukia berkencan sekarang usaha Mirai-san akan sia-sia" kata Renji setelah Rukia pergi ke dalam kamarnya

'Tunggu jadi yang menyiapkan semuanya itu Mirai' pikirku mendengar perkataan Renji 'dia menyiapkan segalanya sendiri dan jika aku tidak mengizinkan mereka berkencan pasti Mirai akan benar benar kecewa' pikirku lagi

"Renji" panggilku padanya

"Hai...taichou" jawab Renji yang sedikit kaget

"Kau ingin mengajak Rukia makan malam?" tanyaku berpura pura pada Renji

"Hai taichou,jadi bolehkah Rukia makan malam bersamaku?" tanyanya padaku dengan semangat dan berharap

"Baiklah,aku mengizinkannya" kataku mengizinkan mereka makan malam bersama

Setelah itu Renji meyakinkan Rukia dan akhirnya mereka makan malam bersama di tempat yang disiapkan oleh Mirai,aku mengikuti mereka dari belakang tanpa mereka sadari,saat aku sampai disana tentu aku mencari tempat persembunyian supaya mereka tidak mengetahuinya tapi ternyata tak hanya aku yang bersembunyi di sana aku melihat Mirai juga memperhatikan mereka

"Mirai" aku memanggilnya dengan pelan supaya Renji dan Rukia tidak mendengarnya

Mirai ingin berteriak tapi secara cepat aku langsung menutup mulutnya supaya kami tidak ketahuan

"Jangan berisik" kataku memperingatkan Mirai dan aku baru menyadari bahwa wajah kami sangat dekat,buru-buru sudah aku menjauhkan wajahku darinya

"Nii-sama mengagetkanku" protesnya kesal padaku

'Apa aku akan mengatakan pada Mirai sekarang saja?' pikirku dan bertanya pada diriku sendiri

"Mirai ada yang ingin kukatakan padamu" kataku padanya datar

"Nii-sama mau mengatakan apa?" tanyanya bingung

'Kau harus bisa Byakuya' kataku dalam hatiku saat ingin mengatakan bahwa aku mencintai Mirai

"Mirai aku mencintaimu" bisikku di telinganya

Aku mulai menjauhkan wajahku dari telinganya setelah itu tanpa sepatah kata pun dia pergi meninggalkanku

T.B.C


Omake

Rukia :Kapan nii-sama pulang? Ini sudah hampir lewat jam makan malam

Renji :Rukia apa taichou tak akan pulang?

Rukia :Pasti akan pulang karena jika dia lembur pasti nii-sama memberitahukannya padaku atau mengirimkan pesan padaku

Renji :Baiklah kita akan menunggunya

—Disisi Mirai—

Mirai :Aku seperti lupakan sesuatu

Byakuya :Mirai apa kau sudah mengirimkan pesan pada Rukia?

Mirai :Benar aku belum mengirimkan pesan pada mereka *berteriak dan mencari soul pager*

Byakuya :Kecerobohannya lagi *bergumam*

Mirai : *mengetik pesan*

—Disisi Renji dan Rukia—

Rukia *sedang membaca pesan*

By :Mirai-san

To : Rukia taichou

Rukia Renji aku ingin mengatakan bahwa nii-sama sudah makan malam bersamaku tadi,jadi kuharap kalian sudah makan malam tanpa harus menunggunya karena ini sudah lewat jam makan malam

Renji :Ada apa Rukia?

Rukia :Cepat habiskan makan malam kita *marah*

Renji :Bukankah katamu kita harus menunggu taichou?

Rukia :Nii-sama sudah makan malam bersama Mirai *menahan amarahnya*

Renji :Baiklah *ketakutan merasakan reiatsu Rukia*

Rukia :Aku akan membunuhnya besok *menaikan reiatsunya sampai ruangannya menjadi beku*

Renji :Turunkan reiatsumu Rukia kau akan membunuh seluruh soul society nanti *teriak Renji ketakutan*

Omake Fin

Cukup panjang chapter kali ini dan chap ini gak terlalu nyambung sama judul chapternya*nangis*

Sebelum bubar kita akan melakukan wawancara dulu guys dan yang menjadi pewawancaranya adalah...SiloidBlue

SiloidBlue :Oke guys kita akan mewawancarai Byakuya dan Mirai disini,kalau begitu kita langsung ke pertanyaan pertama aja

SiloidBlue :Kenapa Byakuya suka sama Mirai? Kita langsung tanya orangnya aja

Byakuya :Dia unik

SiloidBlue :Dingin amat

Byakuya *Meninggalkan tempat wawancara*

SiloidBlue :Kok ditinggal pergi,ya udah kita tanya Mirai aja

Mirai *Jadi kepiting rebus*

SiloidBlue :Mirai kamu kenapa?

Mirai :Aa..ku ti..tidak apa

SiloidBlue :Yaudah kita ke pertanyaannya aja,kenapa kamu ninggalin Byakuya sehabis dia menyatakan cintanya?

Mirai :Karena aku malu,kyaaa *pergi lari*

SiloidBlue :Oke wawancara selesai karena mereka pada pergi,terima kasih dan silahkan tuliskan review jika berkenan