Aku mendapat teman lagi hari ini.

Baguslah. Kalau kau memiliki cukup teman, mungkin kau akan berhenti berbicara denganku.

Oh, jangan khawatir Tom. Aku tidak akan melakukannya.

Sepertinya kau gagal dalam menyadari nada penuh harapan pada kata-kataku yang terakhir.

Dan lagi, namanya Neville. Ginny memperkenalkan dia padaku, Neville adalah teman dari kakak laki-laki Ginny.

Kakak laki-laki?

Iya. Kakaknya, Ronald. Ia adalah yang paling muda di antara kakak-kakak laki-laki Ginny. Sepertinya Ginny punya beberapa kakak laki-laki. Aku tidak begitu ingat berapa tepatnya.

Sepertinya ada enam. Kalau ingatanku benar.

Iya. Sepertinya begitu.

Jadi kakak laki-lakinya... adalah orang yang sama dengan anak yang berteman dengan Harry Potter?

Iya, kupikir begitu. Aku tidak menyangka kalau kamu tertarik dengan orang terkenal.

Tidak juga. Ginny yang menceritakannya padaku.

Benarkah? Kalau begitu kamu tertarik pada apa tadi?

Aku tidak tertarik.

Apa kamu yakin? Kamu terdengar tertarik loh.

Aku tidak tertarik. Lupakan yang sudah kukatakan.

Tidak mau. Kenapa kamu peduli tentang Harry Potter?

Aku tidak peduli.

Kalau begitu kenapa kamu bertanya dan kenapa kamu menjadi defensif begini?

Aku tidak begitu. Aku hanya sedang melakukan percakapan.

Kamu barusan bilang kalau kamu ingin berhenti berbicara denganku, cukup aneh jika kemudian kamu malah memulai percakapan mengenai seorang murid yang kamu sendiri tidak tertarik.

Aku benar-benar tidak tertarik dengan dia. Lupakan saja.

Kamu sangat penasaran, Tom.

Tidak. Bukan begitu. Sudahlah.

Tapi kamu memang tertarik... kamu bersikeras untuk dikembalikan ke Ginny meskipun sebenarnya tidak peduli dengan keadaan Ginny sendiri. Kamu membuat permintaan-permintaan aneh yang mengindikasikan bahwa kamu memiliki motifmu sendiri. kamu sering mencoba untuk membuatku menggunakan kutukan tak termaafkan pada teman-teman sekelasku. Kamu menunjukkan tanda-tanda mood swing parah dan sekarang kamu tertarik pada seorang anak laki-laki yang memiliki sejarah berhubungan dengan penyihir-prnyihir gelap. Ini cukup mengkhawatirkan.

Memang benar perkiraanku tentangmu.

Tentang apa?

Kau sangat cerdas... dan sangat mengganggu.

Aku akan anggap itu sebagai pujian.

Aku menduga kau akan bilang begitu.

Perkiraanku juga benar tentang kamu.

Oh ya?

Kamu tidak seperti yang kamu perlihatkan.

Dan apa yang akan kau lakukan tentang hal itu?

Aku belum memutuskannya.