"Wahai Cermin Ajaib, siapakah wanita tercantik di negeri ini sekarang?"

Aula besar SMA Bungou penuh oleh siswa-siswi—baik dari sekolah itu sendiri maupun dari luar—penonton pertunjukan pentas seni tahun ini. Yang berada di atas panggung kali ini adalah kelas 3-A yang mementaskan drama Putri Salju. Suara napas tertahan terdengar dari bangku penonton setelah Yosano Akiko yang berperan sebagai ratu bertanya pada cermin ajaib miliknya.

Sang Cermin Ajaib, Kajii Motojirou, terkekeh-kekeh. Satu aula mendadak merinding karena kekehan pemuda nyetrik asal kelas 3-A itu memang suka bikin bulu kuduk berdiri tegak. "Wahai Yang Mulia, jawaban manakah yang Anda inginkan? Jawaban jujur, atau jawaban sesuai hati saya?"

Alis Yosano terangkat satu. Gadis itu langsung menendang kaki pemuda di hadapannya sedikit. "Ini nggak ada di naskah, bodoh!" bisiknya kesal.

"Aduh-" Kajii meringis, lantas balas berbisik sambil terkekeh kecil, "Udah, jawab aja napa."

Kerutan di dahi Yosano makin kentara—beruntung posisinya saat ini membelakangi penonton, sehingga ekspresinya tidak terlihat. "Jawab saja!" serunya, berusaha mengikuti improvisasi Kajii yang terlalu mendadak. "Siapa wanita tercantik di negeri ini sekarang?"

Kajii terkekeh lagi. "Jika Anda ingin jawaban jujur, sudah pasti jawabannya Putri Salju," ucapnya kalem.

"Ap-"

"Tapi," buru-buru Kajii memotong sebelum Yosano menyelesaikan dialog yang seharusnya. "Secantik apapun Putri Salju, di hati saya, tetaplah Anda yang tercantik, wahai ratu hatiku, Yosano Akiko-sama."

Yosano membisu. Penonton mereka turut membisu.

Detik berikutnya, sang Cermin Ajaib terjatuh sambil memegangi tulang keringnya yang habis ditendang keras, di hadapan sang Ratu yang wajahnya memerah gara-gara baru saja digombali.

.

.

.

31 Hari di Bulan Oktober

[day 8: Mirror]

Bungou Stray Dogs belong to Asagiri Kafka and Harukawa Sango

For #Writober2020

Thank you for reading!

~o~