Kalah Telak
.
.
.
KOKOTiME mempersembahkan:
"Hidden Storyboard"
"Kalah Telak" - ditulis oleh kurohimeNoir
Disclaimer: "BoBoiBoy" dan segenap karakter di dalamnya adalah milik Monsta©. Tidak ada keuntungan material apa pun yang diambil dari fanfiksi ini.
Genre: Humor, Family
Ditulis untuk event #Drabbletober2020. Day 9 - Prompt: Kalah (Words count: 500).
.
.
"Ayah! Ayo kita lomba makan!"
Amato masih bergeming menghadapi antusiasme BoBoiBoy Blaze yang kini berdiri di hadapannya. Anak remaja itu menatapnya dengan mata berbinar-binar penuh semangat.
"Sekalian bantuin tetangga yang baru buka warung di dekat sini, Yah." Di samping Blaze, BoBoiBoy Ice mengacungkan ibu jari kanannya. "Mumpung ada diskon promo."
Blaze menyambung, "Aku mau ayam goreng!"
Begitulah, Blaze dan Ice berhasil menarik sang ayah makan bersama di warung tetangga. Padahal, awalnya Amato hanya sedang berbincang santai dengan BoBoiBoy, putra semata wayangnya yang telah lama tak bersua.
Barangkali karena terlampau antusias bercerita tentang pengalamannya baru-baru ini di Planet Quabac, BoBoiBoy memutuskan berpecah dua di hadapan ayahnya. Blaze dan Ice yang dimunculkan, untuk menunjukkan kemampuan baru BoBoiBoy. Elemental Fusion.
Apa daya, saat Blaze muncul dan melihat ayahnya, mendadak ide lomba makan melintas. Amato tidak mungkin akan menolak permintaan anak kesayangannya, bukan?
"Nah, makanannya sudah datang."
Amato pun mulai antusias ketika dua piring nasi dengan lauk ayam goreng, disajikan di hadapannya dan Blaze yang duduk semeja dengannya. Sedangkan Ice memilih duduk sendirian di belakang ayahnya.
"Okeee!" Blaze berseru penuh semangat. "Aku akan mengalahkan Ayah!"
"Hohoo ... Terlalu cepat dua puluh tahun untukmu, Nak, kalau mau mengalahkan Ayah." Amato memasang senyum penuh percaya diri. "Siap, ya?"
Blaze dan Ice sama-sama menyahut dengan satu kata "ya", tetapi dengan nada suara berlawanan. Blaze penuh semangat berkobar, dan Ice tetap kalem.
"Oke ... Mulai!"
Dengan aba-aba Amato, lomba resmi dimulai. Blaze langsung menggigit sepotong besar ayam goreng favoritnya, diikuti suapan nasi sesendok penuh. Ia mengunyah dengan cepat, sambil sesekali melirik sang ayah. Pria paruh baya itu ternyata juga makan dengan kecepatan luar biasa!
Tak mau kalah, Blaze bertambah kalap. Nyaris ia tersedak sambal, yang jika terjadi, maka akan sangat membahayakan partisipasinya di dalam lomba ini! Namun, Blaze masih beruntung. Kecepatan makannya tak berkurang hingga makanan di piringnya hampir ludes. Anak itu masih sempat menyeringai ketika menyadari posisinya masih lebih unggul dibandingkan sang ayah.
Amato dan Blaze terus bersaing ketat. Garis finish sebentar lagi, Sodara-sodara! Daaan di sini sudah tidak ada lagi yang memperhatikan Ice.
"Menaaaaang!"
Blaze mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi ke udara. Secepat kilat, dituntaskannya makanan yang masih berada di dalam mulut. Sementara, di piring Amato masih ada sekitar dua suapan lagi.
"Yaaah ... Ayah kalah." Amato tertawa. "Hebat anak Ayah."
"Siapa dulu, dong~!" Blaze tersenyum lebar.
"Iya, iya. Nah, coba kita lihat dulu gimana dengan Ice—"
Ucapan itu terputus ketika Amato menoleh ke belakang. Blaze pun tak kalah terkejutnya. Di meja Ice ternyata sudah ada empat piring kosong, dan sekarang dia sedang menikmati piring kelima dengan santainya.
"Kayaknya aku yang menang, deh," katanya datar. "Yay~"
Dua pasang mata masih membelalak tak percaya. Bagaimana caranya Ice bisa makan secepat itu?!
"NGGAK MAU! ICE PASTI CURANG!"
"Curang gimana? Aku cuma makan seperti biasa, kok."
"POKOKNYA AKU YANG MENANG!"
"Bodo amat."
Amato terkekeh pelan menyaksikan perdebatan yang tiba-tiba tergelar di depannya.
"Ternyata ... sudah tiba saatnya aku dikalahkan putraku sendiri," katanya terharu.
Demikianlah, sang adiwira berzirah, takluk di tangan (BoBoiBoy) Ice. Sebagaimana isi dompetnya hari ini pun takluk kepada tagihan warung makan.
.
.
.
FIN
.
.
.
Pojok KOKOTiME
.
Hai, haiii~ ( ´ ▽ ` )ノ
Ada yang ketipu sama judul dan prompt? Mwahahaha— /ditabok
Kekalahan bukanlah akhir dari segalanya. Seperti Papamato, yang hari ini telah kalah dengan bahagia~ /apaan
Oya, omong-omong, ide fanfic ini terinspirasi dari sebuah fanart tentang Blaze dan Ice yang makan di luar bareng ayahnya. (Tapi lupa siapa yang gambar, maafkan~)
Oke, deh. Tetap semangat, dan ikuti terus kemasoan KOKOTiME selanjutnya~ uwu
.
Salam hangat,
kurohimeNoir
9 Oktober 2020
