CHANGED CRAZY

HARRY POTTER BELONG J.K ROWLING

PAIR : DMHP

RATTING : T

AUTHOR : Aika


"Bagaimana caramu melakukannya Malfoy?"

"Bagaimana kau tiba-tiba menjadi bodoh?"

"Madam Pomfrey, apa kau memiliki ramuan yang bisa mengembalikan otak Malfoy ini seperti 2 tahun lalu?"

"Dia agak gila belakangan ini."

Harry terus meracau ketika madam Pomfrey menyodorkan ramuan pada Draco yang duduk di ranjang.

"Mungkin gila yang kau maksud itu Cinta, Mr. Potter." Ujar Madam Pomfrey dengan kekehan geli.

"Bagaimana bisa itu cinta! Dia gila! Jelas jelas gila! Bahkan ketika anak anak Slytherin tahun ke 7 itu menyerangnya dia diam saja!?" Harry menunjuk Draco tepat di hidungnya.

Sementara Draco hanya mengangkat alis menatap jari telunjuk Harry yang berjarak 10 senti dari hidungnya.

"Mr. Potter tenanglah. Mr. Malfoy ayo minum ramuannya, itu setidaknya bisa meredakan perih di punggungmu, dan supaya lukanya cepat kering. Aku akan melapor pada Kepala sekolah tentang ini." Madam Pomfrey dengan senyum tenang meminta Draco segera menelan habis ramuan yang ia berikan.

Madam Pompfrey pergi setelah Draco menghabiskan ramuannya. Harry masih berdiri didepan Draco dengan wajah kesal. Dia menatap Draco dengan pandangan yang menghina dari atas kepala sampai ujung kuku jari kaki.

"Jangan menatapku terlalu intens Harry, aku gugup." Draco melirik kearah lain dengan senyum kecut.

Harry menghela nafas dan memutar matanya. "Aku akan kembali ke asrama ku," Harry kembali menunjuk Draco, tapi kali ini tidak di tempat yang tadi. Kemudian menunjuk lantai Hospital Wings "tetap di sini sampai pagi!"

Satu alis Draco terangkat. Menatap Harry bingung. Tepat ketika Harry akan pergi, Draco menahan tangan pemuda itu.

"Jangan tinggalkan aku!"

Harry menoleh dengan tidak minat. Dan mencoba menepis tangan Malfoy dengan kasar. Namun pegangan itu terlalu erat.

"Harry! Jangan tinggalkan aku!"

"Malfoy! Aku mau ke asrama ku! Aku butuh istirahat! Aku perlu tidur!" Bentak Harry.

"Kalau kau pergi aku mati!" Jerit Draco frustasi.

"Bisa kau hentikan omong kosong mu!? Aku sudah muak!"

"Harry aku serius! Tetap disini, atau aku akan mengikutimu ke asrama mu!"

"Maaaaalllffooyyy!!!! Astaga! Aku benar benar akan gila!" Harry mengacak rambutnya. Dia benar benar setress sekarang.

"Tuan tuan, maaf mengganggu. Tapi bisakah kalian tenang? Ini sudah malam." Suara Madam Pomfrey kembali mengintruksi.

Harry mendengus dan menepis tangan Draco. Draco dengan senyum kemenangan segera menarik Harry keranjang untuk berbaring.

Mata hijau itu melebar saat meraskan tubuhnya menghantam kasur empuk.

Oh sialan. Mengapa begitu sialan. Hari ini begitu sial. Dan si sialan ini menambahnya semakin menjadi sial.

Pergi kemanapun bersama, mengkuti setiap langkahmu seperti bayangan, ke perpustakaan, ke asrama Griffyndor, ke ruang kepala sekolah, ke tempat Hagrid, ke hutan terlarang. Dan bahkan sekarang kita berbagi ranjang! Sial benar benar sial! Harry akan gila dalam waktu dekat ini.

Jari dan telapak tangan yang dingin itu menjepit hidung Harry sampai dia merasa sulit bernafas.

"Jangan melamun." Draco berbisik di telinga nya.

Harry mendecak dan menepis tangan itu, "Biarkan aku berfikir, jangan ganggu aku, aku butuh privasi."

Draco tidak mendengarkan, dia malah menarik Harry kedalam pelukkan nya. Kemudian mendekatkan kepalanya untuk mencium harum shampoo pada rambut Harry.

"Malfoy, kau sudah makan?"

Harry baru saja ingat, kalau pemuda di sampingnya ini belum makan sama sekali.

"Aku tidak lapar." Draco mengusak hidungnya pada helaian lembut surai gelap itu.

"Aku akan makan jika aku lapar. Dan jika aku malas aku hanya akan menahannya." Ujar Draco lagi, kali ini tangannya yang memeluk Harry memainkan jari pemuda berkaca mata itu.

"Harry," Panggil Draco.

"Hmm..."

"Harry,"

"He'en."

"Harry"

"Bicara lagi, ku belah kepalamu! Pergi tidur!"

Draco menulikan pendengarannya dan tetap berbicara. "Bagaimana perasaanmu ketika aku memanggilmu Harry dan bukan Potter atau pottah atau potty atau... Atau penggilan, maaf, kasar lainnya?"

Harry berbalik memunggungi Draco, dan menutup matanya. "Tidak ada yang berbeda." Ujarnya.

Draco menempelkan keningnya di punggung Harry, kemudian menempelkan kecupan kecupan ringan pada punggung yang ditutupi kain itu.

Draco menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Terlebih lagi dia tidak mengenakan apapun di tubuh bagian atasnya.

"G'nite Harry." Bisik Draco kemudian mengecup kening Harry ringan dan menyusul nya kedalam mimpi.


"Morning, princesses." Sapa Draco ketika Harry membuka matanya.

Nyawanya belum terkumpul sempurna, dan dia menjawab Draco dengan dengungan semata. Menguap kemudian mengucek matanya. Harry meraba nakas untuk mencari kacamatanya, namun benda itu tidak ada di sana.

Draco duduk di sampingnya bersiul dengan lembut menatap Harry yang masih sibuk mengacak-acak meja mencari benda bulat kesayangannya.

Kacamata itu bertengger indah di hidung mancung pewaris tunggal keluarga Malfoy.

"Malfoy, kau lihat kacamataku?" Tanya Harry yang masih sibuk mencari kesana kemari, dia bahkan sedang berjongkok meraba di bawah ranjang rumah sakit.

"Bangun dari bawah sana Harry," Malfoy menarik Harry agar Ia berdiri.

"Dimana kacamataku?!" Tanya Harry Frustasi.

"Tatap aku." Ujar Draco serius.

"Persetan dengan menatapmu! Dimana kacamataku!? Jangan main main Malfoy!"

Draco mendengus. "Oh ayolah, tatap aku. Dan semua masalahmu akan selesai."

"Persetan!"

Draco segera memegangi kedua sisi wajah Harry menahan wajah itu untuk tidak menoleh kesana kemari.

"Tatap aku!" Tegas nampak mewarnai suara Draco yang menatap tepat kemata hijau itu.

Harry tanpa sadar terdiam dan memfokuskan matanya pada benda yang di pakai Draco.

"Ferret sialan!" Harry mencoba merebut kacamatanya kembali tapi Draco dengan cepat menghindar.

"Aku pikir aku cukup tampan dengan kacamata, tapi kacamatamu terlalu berat untukku. Kepalaku pusing," Draco tertawa kecil, dia bersiap melompati ranjang ketika Harry mengejarnya.

"Malfoy kembalikan!" Penglihatan Harry buruk jadi dia menabrak dan menjatuhkan benda apapun yang ada didepan nya ketika mengejar Draco.

"Wow, kau sekuat itu? Kau bahkan menerjang tempat tidur. Benar benar mengerikan." Draco tertawa geli.

Harry hampir menginjak pisau di lantai, Draco yang melihat itu langsung berhenti berlari dan menarik Harry ke arahnya. "Awas!"

Wajah Harry menabrak dada telanjang Draco dengan cukup kuat, menimbulkan ringisan kecil dari kedua belah pihak.

"Ouuchh"

"Awww"

Harry mengelus keningnya dan memijat batang hidungnya. Sementara Draco menekan bagian yang di seruduk oleh Harry Potter sang anak emas Griffyndor.

"Kau baik baik saja Harry?" Tanya Draco membantu mengusap kening Harry yang memerah.

"Kembalikan kacamataku!"

Draco melepas kacamata itu dan dengan lembut memakaikannya pada Harry.

"Mate, kau sakit—"

Ron yang baru saja membuka pintu Hospital Wings langsung terdiam dengan mulut yang terbuka lebar. Dan wow, ku rasa landak cukup untuk masuk kedalamnya.

Harry membetulkan letak kacamatanya dan menoleh kearah ambang pintu, dia mendapati kedua sahabatnya itu menatap horor kearahnya. Lebih tepatnya kepada Malfoy yang bertelanjang dada.

Tangan pucat itu segera melilit perut Harry dan memeluknya dalam hitungan detik.

"Ada apa?" Suara serak dan dingin itu mengudara dan memenuhi ruangan.

Ron menggaruk tengkuknya. Sementara Hermione menatap mereka dengan senyum kikuk.

"Aku, aku pikir kau sakit Harry, kau menghilang setelah makan malam dan ada yang melihatmu pergi ke Hospital Wings." Hermione bersuara.

Ia menggelengkan kepalanya pelan ketika melihat keadaan Hospital Wings yang benar benar hancur, lebih parah dari kapal titanic.

"Tak kusangka kalian benar benar berkencan." Kali ini Ron dengan wajah masam menatap mereka berdua.

Harry memijat keningnya, "Sulit untuk di jelaskan. Aku benar benar lelah."

"Kalau begitu, selamat beristirahat, Harry." Hermione segera menarik tangan Ron untuk pergi dari sana, menutup pintu sambil melambaikan tangan.

Suara pintu adalah yang terakhir, dan Harry segera melayangkan pukulan dan tamparan pada Draco.

"LIHAT LAH HASIL PERBUATANMU! MEREKA SALAH PAHAM LIHAT!? MALFOOOOOYYY, Arrgghh..."

Draco membalasnya dengan senyum lima jari. "hehehe..."

To be Continued


Catatan :

Um, masih ada yang nunggu kah?

Um, begini, maaf kalau makin kesini

ceritanya makin ngebosenin, jujur aku bingung gimana dapetin humor nya.

cuma ya, aku bakal tetep nulis walau untuk satu pembaca setia:)

aku boleh ga minta rievew nya?:)

biar semangat hehe..:'3

mau juga dong punya loyal readers

oh iya, untuk typo di chapter chapter saebelumnya yang belum di perbaiki, maaf ya. aku tau kok rasanya baca cerita tapi banyak typonya itu ga enak. Untuk kedepannya nanti aku meminimalisir lagi:v