Author : Wpamls

Cast : Yesung x Ryeowook (Super Junior) and more

Genre : Friendship, Romance

Rate : T (Semi-M)

Warning : Yaoi, Typo(s), tidak sesuai EYD, alur yang lambat

Disclamer : cast bukan milik siapapun, cerita ini fiksi, dan ini ff pertama yang saya tulis dan publish dalam 21 tahun hidup saya.

Chapter : 15

-wpamls-

Ryeowook POV

Aku sudah bangun dan sedang memasak sarapan untuk aku dan yesung hyung. yaa, sudah kebiasaan diriku setelah bangun akan membuat makan pagi. Kulihat yesung hyung menuruni tangga

"sudah bangun? Tumben sekali, biasanya aku selesai membuat sarapan kau juga belum bangun hyung."

Aku focus membumbui masakkanku, sebelum kurasakan kedua lengan yang memelukku dari belakang

"hmm aku masih mengantuk, tapi aku lebih menginginkan melihat wajahmu saat ini, jadi kuputuskan untuk bangun.."

"dasar tukang gombal."

"ryeowook… morning kiss.."

"tunggu sebentar aku sedang memasak.."

"ayolaah lebih penting masakkanmu dibanding kekasihmu?"

"tentu saja. Masakkanku jauh lebih enak, dibanding bibirmu dipagi hari yang penuh dengan jigong bau."

Aku sengaja menggodanya, balas dendam.

"ah terserah!"

Yesung hyung melepas pelukannya. Moodnya akhir-akhir ini benar-benar naik turun. Kumatikan kompor lalu menahan yesung hyung yang berjalan menjauh

"begitu saja ngambek, hyung ini semakin lama semakin mirip anak kecil."

"maaf karena anak kecil ini selalu merepotkanmu, tak pantas disebut kekasih, masi-

Cup

Sebelum dia berkata aneh-aneh lagi segera kubungkam mulutnya

"morning kiss dariku. Apa sudah tidak marah?"

Yesung hyung terlihat berusaha menahan senyumnya, memasang raut marah tapi senang, yang membuatku semakin terkekeh dengan sikap nya itu.

"hanya itu? Mana cuku/

Cup

Kukecup lagi bibirnya

Cup

Cup

Cup

Kukecup bibirnya berulang ulang. Tanpa lumatan ataupun panggutan. Hanya berupa ciuman sederhana tapi penuh cinta

"masih kurang? Apa masih mau lagi?"

"hey baby sejak kapan kau pintar merayu hmm?"

Aku memeluk leher yesung hyung, mendekatkan bibirku tapi tidak menyentuh miliknya

"sejak aku, kim ryeowook, menjadi kekasih dari seorang namja tampan sekaligus sexy bernama kim jongwoon."

Yesung hyung tak ingin ketinggalan, ia melingkarkan tangannya dipinggangku.

"cih.. kim ryeowook yang polos sekarang sedang berubah menjadi baby yang nakal?" yesung hyung menjilat dan mengigit telingaku lalu bergumam tepat diliang telingaku yang membuat seluruh tubuhku meremang

"tiap harinya kau semakin berani menunjukkan sisi nakalmu padaku..dan aku …. Menyukainya, baby..."

Tangan yesung hyung merambat turun ke pinggul, mengelus sisi samping tubuhku.

"hyung…"

"hmm?"

"Masakkanku …

"…"

"jika dibiakan terlalu lama lagi akan menjadi dingin…"

Aku (memaksa) melepas pelukan kami dan bersikap seolah tak ada hal baru terjadi. Aku memang sengaja ingin menggoda yesung hyung, hahaha rasakan. Siapa suruh kemarin malam berani menggodaku seperti itu

"aissh! Dasar perusak suasana. Aku tak selera makan." Rajuk Yesung hyung selagi berjalan menjauhi dapur

"jika tak mau makan, jangan harap aku akan mau memasakkan lagi makanan untukmu hyung." ucapku datar tapi terselip makna mengancam

Yesung hyung dengan segera berbalik dan langsung medudukan diri di kursi makan ,dengan manis.

.

.

Yesung POV

Sudah seminggu sejak kencan palsu ku dengan jiyeon. Aku tidak jadi dijodohkan dengan rekan appa. Tapi eomma tetap mendesakku untuk segera menikah. Hal ini membuatku semakin pusing. Satu kebohongan akan menimbulkan 1000 kebohongan baru untuk menutupinya. Aku terjebak

Aku beralasan tak ingin membicarakan ini dulu karena sedang dalam masa ujian, eomma pun memahami. Tapi tetap saja, aku semakin khawatir, apa yang harus kulakukan setelahnya. Jujur saja aku belum berani mengatakan apapun tentang ryeowook pada eomma. Tapi disatu sisi aku tak ingin siapapun jadi pendampingku saat aku memiliki sosok sesempurna ryeowook.

.

.

"jongwoon. Bagaimana ujianmu? Kapan kau bisa pulang kerumah? Ada yang eomma mau bicarakan"

"ne eomma.. ujianku berjalan lancar. Mian tapi aku masih belum selesai, ada beberapa ujian yang ditunda hingga minggu depan.. sepertinya 2 bulan lagi aku baru bisa pulang."

"mwo? Kenapa lama sekali? eommanya Heechul bilang ujian kalian sudah selesai.."

"ah itu … aku dan heechul ada berbeda beberapa dosen di matkul yang sama.. iyaa jadi ujian kami pun berbeda. Dan eomma sudah kuberi tau sebelumnya kan, sehabis ujian aku akan berlibur dulu dengan sahabat-sahabatku… jadi ya.. mungkin setelah itu aku akan pulang."

"ah dasar kau… kapan kau akan memikirkan masa depanmu? Kau tidak takut pacarmu diambil orang? Setidaknya lakukan pertunangan dulu sehingga eommamu ini bisa lebih tenang. Dasar anak nakal!"

".. mian eomma aku ada ujian, nanti ku telp lagi… annyeong!"

"yak! Kim jong-

Klik

Ya aku memang sudah selesai dengan semua ujian akhir semester ini, tapi masih tak tau akan berbicara apa dengan eomma. Aku butuh waktu setidaknya untuk memikirkan apa yang akan kulakukan dengan kedepannya.

puk

kurasakan seseorang memengang pundakku

"yesung-ah, mengapa kau masih disini? kita sudah ditunggu leeteuk di apartemennya untuk membahas rencana liburan nanti."

"Oo. Aku tadi sedang menuju kesana tapi tiba-tiba ada panggilan dari eomma. Yak! Kim heechul! Kau mengatakan pada eomma mu kalau kita sekelas? Kau tau aku sedang menghindari eomma karena masalah perjodohan dan informasi yang eommamu berikan pada eomma ku benar-benar menghancurkan semuanya."

"hey man! Kau dijodohkan? Kenapa baru cerita? Lalu ryeowook?"

"akan kuceritakan di apartemen leeteuk, tapi ini masih diantara kita saja. Aku tak ingin ryeowook ataupun kyuhyun tau."

.

.

*apartemen leeteuk*

Setelah aku menceritakan semua kronologisnya. Heechul dan leeteuk menyikapi dengan sangat berlawanan

"Seharusnya dari awal kau tak berbohong mengenai dirimu yang sudah putus dengan jiyeon yesung-ah."

"jika aku tak berbohong maka dengan segera aku akan dijodohkan dengan anak kolega ayahku, teuk-ah.."

"tapi kau kan bisa mengatakan alasan lain, atau mengatakan alasan kalian putus.. pasti ibumu akan lebih bersimpati kan?"

"ani teuk-ah kau tak mengerti bagaimana eomma yesung, bisa-bisa yesung yang disalahkan karena tidak bisa menjaga yeojachingunya dengan baik. Kau tidak tau seberapa pintar gadis itu telah mengambil hati yesung eommonim.."

"lalu kau setuju dengan ide yesung yang seolah-olah masih berpacaran dengan jiyeon?"

"ya! Bukan begitu tapi memang ada jalan yang lebih baik dibandingkan keputusan itu? Lagian kalau aku jadi yesung aku lebih pilih dijodohkan oleh anak kolega ayahnya dibanding harus berpura-pura menjalin kembali cinta dengan yeoja sialan macam jiyeon."

"aku punya ryeowook.. ingat itu kawan-kawan.."

"memang apa yang kira-kira akan terjadi jika kau mengatakan kau berpacaran dengan ryeowook, yesung-ah?"

"…"

"…"

"kurasa eomma yesung pasti meminta yesung segera memutuskan hubungan mereka dan menjauh dari ryeowook…"

"Arrrghhh!" geram yesung mengacak rambutnya

"apakah tidak ada peluang bahwa hubungan kalian akan diterima? Tidakkah lebih baik kau bicarakan dulu dengan eommamu.. setidaknya kau sudah mencoba yesung-ah.."

"lalu bagaimana jika apa yang dikatakan heechul terjadi teuk-ah? Aku tak sanggup jika harus mendengarkan saat itu dari mulut eommaku.."

Heechul segera duduk mendekati yesung dan menepuk-nepuk pundaknya, mencoba menyalurkan rasa prihatinnya. Setelahnya beralih menatap leteeuk yang duduk bersebrangan dengan mereka

"teuk-ah.. aku sudah lama mengenal yesung dan keluarganya. Yesung merupakan anak yang sangat penurut, tak pernah sekalipun aku mendapati yesung membatah kata-kata kedua orang tuanya. dia selalu memprioritaskan keluarga diatas apapun, dan kau tau apa yang paling parah dari situasi ini.."

Heechul sekilas menatap yesung yang telah tertunduk dalam

"eomma yesung memiliki penyakit jantung. Yang mana membawa topic ini bisa memicu ketegangan dan naikknya emosi emmonim."

Leeteuk terlihat sedikit kaget, namun kembali ke raut tenang namun tegas.

"kalau begitu lepaskan ryeowook.."

Yesung segera menegakkan kepalanya setelah mendengar kata-kata dari leeteuk

"kau gila! Aku tak sanggup jika harus kehilangannya!"

"kalau begitu kau mau bagaimana?" leeteuk segera menyaut

Yesung bungkam. Suasana hening, leeteuk dan heechul saling pandang.

"yesung-ah.. kau, benar-benar serius dengan hubunganmu dan wookie?" ucap heechul tiba-tiba

"…"

"kalau kau disuruh memilih, apa yang kau pilih. Kau memilih menikah anak teman ayahmu atau mencoba mengatakan yang sejujurnya pada eommamu?" leeteuk menimpali

"yak diamlah teuk! Dia bahkan belum menjawab pertanyaanku."

"aku hanya berusaha membantunya berpikir."

"AISSH sial. aku menceritakan masalahku agar kalian bisa membantu mencari solusi… tapi kenapa kalian malah semakin membuatku frustasi?!"

"ya! Bagaimanapun kau yang paling tau dikeadaan ini. Kami hanya bisa membantu memberikan keyakinan dan apa saja kemungkinan yang akan terjadi." Ucap heechul menyadarkan yesung

"sekarang tenangkan dirimu dulu yesung-ah, tarik napas dalam dan jernihkan pikiranmu."

Yesung terlihat membenahi postur tubuhnya dan mencoba lebih rileks dari sebelumnya. Heechul pindah duduk menjadi disebelah leeteuk. Kini mereka benar-benar memulai sesi konsultasi untuk yesung sesungguhnya.

"sekarang.. coba jawab pertanyaan kami satu persatu. Pertama. Apa kau benar-benar sangat mencintai ryeowook?" tanya leeteuk memulai lebih dulu

"aku bersumpah aku sangat mencitainya teuk-ah."ucap yesung mantap

"seberapa besar?" tambah heechul

"jika kau ingat seberapa besar dulu aku mencintai jiyeon, bahkan kali ini rasanya 100x lebih kuat…. perasaanku pada ryeowook, tak bisa kujelaskan, aku benar-benar mencintainya."

Heechul bebisik pada leeteuk "micheoseo…" leeteuk memberikan ekspresi bertanya lewat pandangannya, dan heechul pun melanjutkan "aku dulu sempat bertaruh untuk seluruh kekayaanku bahwa jiyeon dan yesung merupakan pasangan dari langit, melihat bagaimana dulu bucinnya yesung pada jiyeon."

"okee lanjut.. apa kau rela jika tidak dianggap anak oleh keluargamu terutama eomma mu?"

"tidak mungkin.. aku tidak mungkin hidup tanpa keluargaku, kau tau itu heechul-ah.."

"wae? aku tak tau mengapa kau tak bisa hidup tanpa keluargamu?" heechul menimpali seolah tidak peduli

"yaa! Bagaimana mungkin aku jauh dari keluargaku yang telah membesarkan aku dan menyayangi aku hingga seperti sekarang ini! begitu banyak cinta dan kasih yang telah mereka berikan dan aku dengan bodohnya berani menjadi anak durhaka? Aku tak bisa…"

"kau tidak durhaka selama kau masih menyanyangi mereka yesung-ah.. ini hanya keputusan untuk tetap hidup bersama atau tidak, bukan masalah mencintai atau tidak mencintai keluargamu.."

"tetap saja heechul-ah.. Aku tak bisa melihat mereka bersedih karena diriku. Saat aku menyakiti keluargaku, aku merasa lebih tersakiti dibandingkan luka yang telah aku berikan pada mereka.."

"kalau begitu jika kau tak bisa memilih maka lakukanlah keduanya. Berkencan dengan ryeowook tanpa sepengetahuan orang tuamu. Bahkan hingga kau menikah dan punya anak nanti." Ucap heechul santai tanpa beban sama sekali saat mengatakannya

"kau ini benar-benar tak masuk akal sama sekali heechul-ah… apa kau tidak memikirkan perasaan ryeowook? dan belum tentu juga ryeowook setuju meskipun ia sangat mencintai yesung.."

"habis bagaimana lagi? kau punya ide yang lebih baik? Bisa mu hanya sok bijak saja daritadi.. huh"

Yesung terdiam menyaksikan adu mulut kedua temannya. masih termenung memikirkan apa yang sebaiknya ia lakukan. Hati dan pikirannya lagi-lagi tak bisa menemukan satu jalur yang sama.

"apa kau sudah punya gambaran bagaimana kehidupanmu jika kau bersama ryeowook sepanjang hidupmu?" tanya leeteuk

"untuk itu… aku belum pernah sama sekali terpikirkan…"

"apa kau pikir keluarga ryeowook akan setuju jika anak lelaki satu-satunya memiliki hubungan tidak wajar seperti yang saat ini sedang kalian lakukan?" ujar leeteuk memberikan pertanyaan dalam

"aku… aku dan ryeowook belum pernah membicarakan arah hubungan kami kedepannya.. aku .. aku hanya…masih ingin menikmati hubungan saat ini dengannya.."

"oke. Kalaupun kau bicarakan dengan ryeowook… apakah ada kemungkinan semua menjadi lebih baik?"

"…" yesung terdiam

"atau apakah kau pernah berpikir, siapa yang akan ryeowook pilih diantara keluarganya atau kau?" leeteuk terus meneter pertanyaan tajam pada yesung

"…" yesung tak bisa menjawab.

"leeteuk-ah geumanhae.. aku tak sanggup melihat yesung semakin terisiksa.."

"aku tidak sedang menyiksanya heechul-ah.. aku hanya berusaha membantunya untuk melihat dari prespektif lain."

"aissh! Yesung-ah! Kalau kau mencintai ryeowook, seharusnya kau sudah memikirkan masa depan kalian. Sekarang ini kau hanya bisa memikirkan hal-hal yang hanya ada dikepalamu! Hanya kau khawatirkan sediri tanpa kau mencari cara untuk menyelesaikannya. Jadi kuharap kau bisa membahas hal ini terlebih dahulu dengan ryeowook."

Heechul terlihat frustasi karena melihat temannya yang sedang terpuruk seperti itu.

"hmm… kuharap aku bisa … kuharap aku punya keberanian untuk itu.."

"kau memang harus memulainya. Entah dari eommamu atau dari ryeowook telebih dahulu."

"ya.. kau benar heechul-ah. Gomawo. Akan aku coba.."

Leeteuk terlihat diam sedari tadi. hanya membiarkan heechul berusaha menenangkan yesung. Tapi leeteuk tau, dari raut yang diberikan yesung, ia tau, yesung tidak memiliki pilihan sama sekali.

.

.

"yesung-ah.."

"ne?"

"lepaskan ryeowook.."

"mwo?!" ucap heechul geram!

Yesung terlihat menyerah

"eteuk-ah kau tau aku-"

"arra. Aku paham. Tapi kau pun jauh lebih paham bahwa keluargamu menjadi prioritas nomor satumu kan?"

Yesung terdiam

"atau bagaimana setidaknya kau mencoba, sekali saja, sekali.. berbicara pada eomma mu tentang ryeowook, tentang hubungan kalian. Jika memang tak ada kesempatan setidaknya kau sudah pernah berusaha akan cintamu, setidaknya kau tidak akan pernah menyesal karena tidak pernah mencoba sebelumnya." Ucap heechul kali ini lebih rasional

"hmm… dan setidaknya kau bisa mulai mempersiapkan diri untuk perlahan menjauh dari ryeowook dan mengubur kisah cinta kalian…" leeteuk berujar tanpa prihatin

"tapi .. aku benar-benar tidak sanggup jika saat ini harus berpisah dengan ryeowook.. eottoke.. ya tuhan! ARRRRHGGG!" yesung meremas rambutnya dengan erat sembari menahan tangis yang sepertinya, sedari tadi sudah iya sembunyikan.

Heechul dan leeteuk hanya mampu memandang miris pada yesung. Kali ini mereka tak bisa berbuat apa-apa atas apa yang terjadi pada sahabatnya itu.

.

.

Ryeowook POV

"Ah akhirnya ujian hari ini selesai jugaaa"

"eitsss jangan senang dulu, kau lupa? besok kita masih ada ujian Jung Songsangnim dan Oh songsangnim.." ucap kyuhyun menimali

"AISHH aku tau! Setidaknya tinggal tersisa esok dan setelahnya kita bisa mulai membahasa liburan bersama kitaaa! .. aku benar-benar tidak sabarrr."

"hmm.." kyuhyun mulai mengeluarkan PSP di tasnya dan bermain sambil berjalan mengacuhkan ryeowook.

"kyu.."

"hm?"

"issh dengarkan akuu."

"aku mendengarkanmu ryeowook." matanya masih terpaku pada PSP

"aku ingin bicara penting. Hentikan dulu mainanmu itu."

Klik. Kyuhyun menjeda permainan dalam gadget merah itu.

"aish dasar menyebalkan. Ada apa?"

"aku … emm aku butuh bantuanmu."

"hm? Untuk ?"

"eee.. 2 hari lagi 100 hari jadiku dengan yesung hyung, hehe.. dan aku masih tidak tau harus memberikan hadiah apa.. , hehe"

"ash.. kukira apa. Kau bilang penting sampai menyuruhku mengentikan game hanya untuk mengatakan ini.. benar-benar.."

"yak! Tentu saja itu penting! Jadi menurutmu apa yang perlu aku berikan?"

"apa yang yesung hyung butuhkan saat ini? mungkin seperti gitar baru? Atau sepatu baru?"

"tidak ada. Dia tidak bilang apapun mengenai barang yang ia butuhkan akhir-akhir ini., dan lagi… barang-barang seperti itu tentu bisa ia dapatkan dengan mudah. Aku mau memberikan sesuatu yang lebih spesial…"

"kalau begitu buat kue saja. Kau kan jago membuat makanan-makanan seperti itu. Itu pasti sangat spesial untuknya."

"aku sudah sering membuatkannya makanan ataupun kue buatanku sendiri untuknya.. kurang spesial, dia pasti sudah terbiasa…"

"lalu kenapa kau jarang membuatkannya untukku? Aku kan juga ingin….. huh"

"kapan-kapan aku buatkan. Kembali ke topik. Ada ide apa lagi kau?"

"kau yang mau anniv, kenapa jadi aku yang pusing.."

"ayolaah kyuu aku tak pandai soal beginian.."

"kau pikir aku pandai? Aku bahkan tak punya kekasih." (kyuhyun mendadak muram)

"eh… setidaknya kau kan dulu populer.. dan sering mendapat hadiah dari penggemarmu.. jadi kau kan tau sesuatu yang unik yang pernah membuatmu tertarik atau menyukai salah satu hadiah dari pemberian fansmu.."

"hmm.. sebenarnya sekarangpun aku masih populer sih…" (mendadak kenarsisan kyuhyun kembali, ryeowook memutar bola mata)

"lalu apa kira-kira?"

"bagaimana kalau cincin?"

"cincin?"

"yes! Cincin couple! Selama ini kalian kan tak pernah menunjukkan kemesraan kalian, dan orang-orang, yaa walaupun sebagaian sudah tau kalau ada sesuatu terjadi antara kau dan yesung hyung, tapi masih ada yang menganggap kalian hanya sebatas sahabat biasa saja. Dengan memakai cincin couple seluruh orang akan tau kalau kalian terikat dan saling memiliki tanpa perlu repot-repot menunjukkan."

"hmm.. apakah tidak telalu ekstrim?"

"eh? Kenapa ekstrim?"

"entahlah… cincin… seperti terlalu serius menggambarkan sebuah hubungan.."

"…."

"…."

"memangnya kau selama ini hanya ingin bermain-main saja dengan yesung hyung?" ucap kyuhyun bingung

"eh bukan begitu.. maksudku, aku tak pernah bermain-main, tapi .. seolah-olah hubungan kami ini akan beranjak ketahap pernikahan saja…"

"kau tak ingin?"

"bukan begitu.. aku hanya masih belum tau dengan semuanya."

"sudahlaah.. anggap saja cincin couple ini seperti barang-barang couple lainnya. Jangan telalu dipikirkan berlebihan. Toh ini hanya sebagai hadiah. Bahkan banyak pasangan straight yang memiliki cincin ini walaupun akhirnya mereka putus."

"hmm.. baiklaah.. eh ngomong-ngomong bisakah kau menemaniku hari ini mencari cincin couple itu? Hehehe"

"sudah kuduga.."

"ayolaah kau kan sahabatku yang paling baikk, hehehe"

"besok masih ada ujian ryeowook…"

"aku tau, kau bahkan tidak perlu dan tidak akan berlajar malam ini hanya untuk mengerjakan soal-soal besok. Jangan mencari alasan hanya untuk bisa bermain game kyuuu"

"hahh.. okee okee, tapi belikan aku satu video game sehabis itu."

"siaappp! Hehehe"

.

.

.

Toko perhiasan

"yah ryeowook.. kau tau ukuran jari yesung hyung?"

"molla ._. tapi ukuran jarinya tak berbeda jauh dengan jariku."

"tangannya benar-benar kecil… semua nutrisinya berkumpul dikepalanya…"

"yak! jangan menghina yesung-hyung!"

"ne ne…." ucap kyu mengalah

"menurutmu bagus yang mana kyu? Aku lebih suka yang warna hitam ini dengan permata putih disekelilingnya.. tapi yesung hyung tak terlalu suka memakai aksesoris yang terlalu menonjol"

"hitam juga bagus, tapi itu terlalu lebar dan permata itu terlalu berlebihan.. menurutku bagus yang berwarna perak tipis itu, lebih cocok denganmu."

"tapi yesung hyung menyukai warna hitam."

"kalau begitu coba lihat yang itu, itu berwarna hitam, dengan satu permata hitam dibagian dalamnya, terkesan mewah tapi tidak berlebihan."

Tiba-tiba ada pegawai toko perhiasan datang

"permisi, ada yang bisa saya bantu."

"oh, saya mau lihat cincin yang itu.." ucap ryeowook menujuk cincin pilihan kyuhyun tadi

"mata anda cukup jeli tuan, ini edisi terbaru dari kami terbuat dari black diamond dan titanium."

"berapa harga untuk satu pasangnya?"

"harga untuk 2 buah cincin ini berkisar sekitar…" pelayan toko itu menghitung dikalkulatornya "15 juta won."

"NE?!" ucap kyuhyun

"tidak kukira semahal itu…" gumam ryeowook

"kukira paling-paling 5 juta won untuk sepasang cincin… gila.. aku tak menyangka barang sekecil itu benilai begitu besar." ucap kyuhyun tersadar

"apakah bisa dituliskan sesuatu di balik cincin itu?" ucap ryeowook kembali bicara

"tentu bisa tuan."

"baiklah, aku ambil satu pasang."

.

.

.

Diluar toko perhiasan

"wah daebak kim ryeowook! Kau benar-benar membelikan cincin itu untuk yesung hyung?

"ani. Ini untukku juga. Aku beli sepasang jika kau lupa."

"hey … aku tau kau kaya dan uang segitu mungkin tidak terlalu besar untukmu.. tapi aku tetap saja tak menyangka kau akan seloyal ini dengannya."

"apa yang salah? Lagi pula jika kupikir-pikir selama ini aku tak pernah mengeluarkan uangku sepersenpun jika sedang bersama yesung hyung, dan lagi aku membeli ini bukan sebagai symbol aku mencintainya, tapi lebih sebagai rasa terimakasih atas segala yang telah ia berikan padaku selama ini. jikalau pun akhirnya kami harus berpisah, aku tak pernah menyesal pernah bertemu dan mengenal orang seperti dirinya."

"…"

"kenapa diam? Wkwk apa kata-kataku terlalu berat untukkmu? Hahaha"

"haha.. ani… aku hanya merasa cinta begitu luar biasa. Aku harap aku bisa mengatakan hal yang sama pada sungmin hyung sebelum kita berpisah."

"kau masih mencintai sungmin mu itu?"

"kurasa.. aku tak tau apakah ini masih disebut cinta atau bukan, tapi yang aku tau terkadang aku masih merindukannya."

"hmm gerae…

-Hening sesaat-

"hah, kenapa mendadak aku jadi melankolis begini, hahaha"

"sudahlah, ayo kita ke surga duniawimu dan membeli game keinginanmu."

"call!"