STRONG FATHER

Disclaimer

Naruto : masashi kishimoto

Highschooldxd : ichie ishibumi

Dan karakter lain dari anime lain

Rate : M

Genre : family, humor, romance, fantasy

Pair : Naruto U x Harem

Warning : fic ini hasil pemikiran sendiri, banyak kesalah, kata tidak baku, typo, geje, alur berantakan.

"Hello" : orang bicara

"Hello" : orang membatin

"Hello" : monster bicara

"Hello" : monster membatin

.

Peringatan sebelum membaca, chapter ini mungkin bayak typo dan kata yang kurang karena saya terlalu malas untuk meneliti lagi.

.

.

Chapter 8 (titik terang & arc Love in Underword 1 : pandangan pertama Serafall)

.

"Sera! Jangan abaikan tugasmu di Underword" kesal Sirzech kepada Serafall disiang hari di rumah Naruto.

"TIDAK MAU! Aku mau menunggu Naruko pulang sekolah pokoknya," tolak Serafall yang duduk disofa ruang tamu.

"Aduh Sera, kau bisa diturunkan jabatanmu kalau kau bertindak egois seperti itu Sera!" kata Sirzech tidak habis pikir dengan keras kepalanya Serafall.

"Tidak masalah! Aku juga tidak butuh lagi jabatan itu, pokoknya aku mau disini TITIK! Tidak ada koma," balas Serafall.

"Ayolah Sera! Setidaknya kau pulang dulu kabari keluargamu terlebih dahulu," bujuk Rossa. "Grayfia saja mau pulang walau hanya sebentar," sambung Rossa.

"Grayfia itu enak, dia tinggal kemas-kemas barangnya lalu pindah kemari. La sedangkan aku? Nanti aku dipaksa tertua bau tanah untuk mendatangani surat ini lah, surat itu lah, POKOKNYA AKU TIDAK MAU!" tolak Serafall yang masih kukuh dengan egonya.

"Jangan keras kepala Sera! Naruto tidak akan senang kalau kau egois seperti itu, Sera!" balas Rossa tidak mau kalah. "Kau sudah lupa? Naruto tadi pagi bilang apa?" sambung Rossa membuat Serafall terdiam mengingat.

.

.

#Flashback On

.

Pagi yang cerah. Waktu yang menandakan awal kehidupan baru bagi setiap mahkluk di dunia ini untuk memulai kegiatannya.

Dapat dilihat di pagi hari di rumah Naruto, dengan banyaknya anggota keluarga hingga membuat rumah tersebut tidak sepi.

.

"HOAMMMMM--"

.

Langkah Naruto sambil menguap menuju dapur setelah mencuci mukanya di kamar mandi yang berada di dalam kamarnya dan Yasaka sudah tidak ada lagi di kamarnya ketika dirinya bangun tadi.

"Ah Anata, kamu sudah bangun," ucap lembut Yasaka di dapur sedang memasak.

"Sebenarnya aku masih ngantuk sekali, gara-gara Azazel dan bocah merah yang terus mengajakku mengobrol sampai lupa waktu," balas Naruto dengan tampang mengantuknya.

"Jangan sering seperti itu Anata, tidak bagus untuk kesehatanmu loh," ucap Yasaka sambil mengaduk secangkir kopi panas untuk Naruto.

"Biasanya juga tidak seperti ini Hime," balas Naruto.

"Ini," ucap Yasaka sambil menyerahkan secangkir kopi panas untuk Naruto dan Naruto langsung menerimanya.

"Aku mau membangunkan yang lainya," kata Naruto dan dijawab anggukan Yasaka, lalu Naruto melangkah ke lantai 2 menuju kamar Menma terlebih dahulu yang ternyata ada Katerea yang tertidur di samping ranjang Menma yang kepalanya saja terbaring di ranjangnya Menma. Lalu Naruto mendekati Katerea dan membangunkannya.

"Katerea, katerea," panggil Naruto sambil mengguncang pelan Katerea yang tertidur. Sontak membuat Katerea menggeliat dan langsung terbangun setelah tau siapa yang membangunkannya.

"Maaf Naruto-kun," kata Katerea menunduk.

"Sudahlah, lebih baik kau turun untuk sarapan bersama," balas Naruto membuat Katerea mengangguk pelan lalu beranjak dari duduknya dan melangkah ke lantai bawah meninggalkan Naruto di kamar Menma. Naruto menatap Menma sendu lalu tak lama Naruto juga beranjak pergi dari kamar Menma dengan secangkir kopi panas yang masih di tangannya, lalu menuju kamar lainya untuk membangunkan anak-anaknya serta yang lainya, yang ternyata ada Serafall dan Grayfia yang juga tertidur disalah satu kamar, serta Freya dan Rossweis juga. Lalu Naruto membangunkan mereka dan menyuruh untuk sarapan bersama.

.

.

#Skip Ruang Tamu

.

1 Jam Kemudian.

.

Setelah selesai dengan acara sarapan bersama, kini di ruang tamu Naruto sudah terisi oleh orang-orang dewasa ditambah Sirzech dan Rossa yang baru datang untuk menjemput Serafall dan Grayfia. Sedangkan anak-anak Naruto dan trio DaTanshi, mereka tadi disuruh Naruto untuk pergi berbelanja kebutuhan mereka karena Kedai akan tutup untuk sementara waktu, serta Naruko, Vivi dan Minato sudah pergi bersekolah dan Rossweis sudah kembali ke Asgard.

"Jadi apa yang ingin kalian katakan? Aku tidak ada waktu untuk meladeni kemauan kalian sekarang," kata Naruto kepada 4 wanita, khususnya untuk 3 wanita iblis di hadapannya yang sedang menunduk. Sedangkan Yasaka ada di sebelah Naruto serta Sirzech dan Rossa berada di ruangan lain tapi tidak jauh dari mereka.

"Tolong maafkan aku, aku menyesal," kata Serafall memulai bersuara duluan. "Aku juga, maafkan aku," timpal Grayfia dan Katerea bersamaan membuat Naruto menghela nafas.

"Huh, maaf untuk apa? Apa kalian berbuat salah padaku?" balas Naruto tenang pura-pura tidak tau.

"Aku tau hiks, aku tau kau sangat kecewa denganku hiks, tapi biarkan aku menebus kesalahanku, aku sangat menyesal hiks hiks," ucap Serafall menunduk dan mulai meneteskan air matanya dan diikuti Grayfia dan Katerea yang juga ikut meneteskan air matanya. "Kau boleh menghukumku hiks, bahkan jika kematianku bisa membuatmu memaafkanku, akan kulakukan hiks, jangan buat aku tersiksa oleh penyesalan ini. kumohon maafkan aku," sambung Serafall langsung tersimpuh bersujud di hadapan Naruto serta Grayfia dan Katerea juga ikut bersujud dengan tangis memilukan mereka. Sedangkan Yasaka dan Freya sudah memalingkan wajahnya tidak kuat melihat kondisi memilukan mereka, kalau untuk Naruto hanya menatap tenang ketiga wanita yang bersujud tapi dalam hatinya juga tidak kuat melihat seorang wanita menangis memilukan apalagi wanita yang pernah mengisi hatinya dulu.

"Duduklah, jangan buat aku tambah kecewa dengan kalian," kata Naruto tenang tapi dapat diperhatikan lebih dekat ada sedikit air mata yang turun dari matanya. Tapi ketiga wanita tersebut masih bersujud sambil terus terisak. "Kubilang duduk kembali! atau aku benar-benar kecewa dengan kalian!" sambung Naruto membentak pelan membuat ketiga wanita tersebut kembali duduk sambil menunduk tanpa melihat wajah Naruto. Dengan gerakan perlahan mereka memberanikan diri menatap Naruto.

.

DEG!

.

Ketiga wanita tersebut langsung terkejut, Ini yang mereka takutkan. Naruto yang tidak pernah meneteskan air mata sedikit pun bahkan dulu saat masih bersama mereka Naruto tidak pernah meneteskan air mata walau hanya setetes, kini Naruto meneteskan air matanya. Bukan itu yang mereka takutkan, melainkan tatapan kecewa yang pernah ditunjukkan pada mereka saat terakhir kali masih bersama mereka yang dengan egoisnya mereka mengusirnya.

"Aku sudah memaafkan kalian dari dulu," kata Naruto mulai menunduk. "Berapa kali kalian menyakitiku, berapa kali kalian menghinaku, berapa kali kalian injak-injak harga diriku, aku masih kuat menahanya hiks, tapi aku tidak sanggup. Tidak sanggup apabila kehadiran kalian ingin merampas kebahagiaan anakku, aku sangat-sangat tidak sanggup hiks, lebih baik kalian kembali ketempat asal kalian jika keinginan kalian seperti itu hiks," sambung Naruto terisak lirih dan langsung dirangkul oleh Yasaka yang juga terisak karena tidak kuat melihat suaminya seperti itu.

.

HIKS! HIKS! HIKS! HIKS! HIKS!

.

Tangis Serafall, Grayfia dan Katerea bahkan Freya juga ikut terisak sambil memalingkan wajahnya. Bahkan sampai membuat Sirzech dan Rossa sedih karena mendengar dari sisi ruangan lain.

"Kumohon maafkan aku hiks hiks hiks, aku menyesal--" tangis Serafall menjadi-jadi diikuti Grayfia dan Katerea yang juga ikut menangis keras seperti Serafall hingga terdengar sampai luar rumah, untung saja Sirzech dan Rossa langsung menciptakan sihir peredam suara yang mencangkup seluruh rumah Naruto agar tangis mereka tidak terdengar sampai luar.

Hingga 15 menit tangis mereka mulai mereda tapi masih terisak dengan Naruto, Yasaka dan Freya sudah kembali tenang.

"Kumohon, berikan kami kesempatan, aku janji akan selalu mendengar ucapanmu, aku janji akan selalu mematuhi semua ucapanmu, aku janji tidak akan mengecewakanmu lagi, kami ingin memulainya dari awal lagi bersamamu Naru. Kumohon berikan kami kesempatan ke-2 mu Naru," kata Serafall menunduk memohon sambil terisak mewakili Grayfia dan Katerea yang tidak bisa berucap apa pun dari tadi yang juga terisak seperti Serafall.

"Aku mungkin bisa memaafkan kalian, tapi untuk menerima kalian kurasa tidak," jawab Naruto membuat ketiga wanita tersebut tambah sedih. "Belum tentu anak-anakku akan menerima kalian, apalagi aku mempunyai istri sahku yang belum tentu menerima kalian. Jadi semua keputusan diterima atau tidaknya ada ditangan istriku dan anak-anakku," sambung Naruto membuat ketiga wanita tersebut langsung menoleh ke arah Yasaka dengan tatapan memohon.

"Aku tidak masalah jika kalian ingin kembali lagi kepada suamiku apabila kalian benar-benar menyesal dengan perbuatan kalian dulu terhadap suamiku, aku bisa berbagi tapi," kata Yasaka menggantung membuat ketiga wanita tersebut yang tadinya mulai senang kembali sedih karena masih ada halangannya. "untuk kalian bertiga, keputusan Menma, Naruko dan Vivi jauh lebih penting, jika mereka bisa menerimanya, aku tidak masalah," sambung Yasaka membuat ketiga wanita tersebut mengangguk mengerti dan mulai memikirkan cara untuk mendapatkan hati anak mereka kembali.

"Ohya Freya," panggil Naruto kepada Freya membuat Freya menoleh ke arah Naruto takut-takut karena saatnya dirinya menjelaskan semuanya tentang Sting. "Kau bisa jelaskan tentang Sting kepada istriku, jika istriku bisa menerima penjelasanmu maka aku akan bertanggung jawab secepatnya. Aku sudah tidak ada waktu lagi, aku akan pergi selama 1 minggu atau lebih mulai sekarang," sambung Naruto membuat semua wanita bingung seolah-olah minta penjelasan.

"Memang ada apa Anata? Apa ini sangat penting?" tanya Yasaka.

"Apa karena kehadiran kami hingga membuatmu pergi?" tanya Serafall mewakili Grayfia dan Katerea sambi menunduk diikuti Grayfia dan Katerea yang juga ikut menunduk.

"Bukan itu, ini menyangkut kondisi Menma," balas Naruto membuat Yasaka, Serafall dan Grayfia bernafas lega tapi tidak dengan Katerea yang malah terkejut ingin tau.

"Me-memang ada apa dengan kondisi Menma? A-apa kondisinya sangat buruk?" tanya Katarea takut-taku tidak ingin mendengar apa yang ada dipikiranya.

"Ya, dan ini menyangkut nyawa Menma," balas Naruto.

.

DEG!

.

Kejut semua wanita tidak percaya. Padahal semua fisik luar maupun dalam Menma baik-baik saja, tapi Naruto malah mengatakan sebaliknya membuat Katerea kembali meneteskan air matanya.

"A-apa ada cara untuk menyembuhkannya Naru, aku tidak ingin Menma kenapa-napa hiks, aku belum sempat membuatnya bahagia, tukarkan saja nyawaku jika bisa membuat Menma sembuh hiks," kata Katerea kembali terisak jika tidak ada cara menyembuhkan Menma pikir Katerea.

"Apa air mata Phoenix bisa menyembuhkanya? Jika iya maka akan kuusahakan nanti di Underword," kata Serafall tapi dijawab gelengan kepala Naruto.

"Air mata Phoenix hanya bisa menyembuhkan luka fisik saja, tapi tidak dengan nyawa yang terkikis. Perubahan Menma tadi malam yaitu penggabungan Roh Spirit, maka nyawa Menma sebagai ganti kekuatan besar itu, karena Roh Spirit yang Menma miliki tidak meminta imbalan apapun melainkan berbagi nyawa dengan penggunanya. Dengan kata lain Roh Spirit Menma saat ini sedang dalam keadaan pemulihan untuk mengembalikan kekuatannya dan pemulihan itu dengan mengikis sedikit demi sedikit nyawa Menma" jelas Naruto memberitau dengan sangat serius, membuat yang lainya terkejut dengan fakta tersebut, bahkan Sirzech dan Rossa yang berada di ruang sebelah langsung melebarkan mata terkejut karena baru tau ada hal semacam itu. Sedangkan Katerea langsung pingsan tidak sanggup menerima fakta yang diderita anaknya. "Makanya aku akan pergi selama 1 minggu atau 2 minggu, tapi kuusahakan secepatnya. Karena hanya 1 cara untuk menyembuhkanya yaitu Sumber Air Abadi di puncak pohon Kehidupan Negeri Alfteim," sambung Naruto membuat Yasaka, Serafall, Grafiya serta Sirzech dan Rossa bernafas lega tapi bingung bagi Freya.

"Apa Alfteim yang kau maksud itu puncak Yggdrasil kekuasaan Nordik Naru?" tanya Freya yang bingung tapi dijawab gelengan Naruto.

"Bukan di sana, melainkan suatu Negeri yang benar-benar tersembunyi dan hanya aku satu-satunya orang yang pernah ke sana," balas Naruto membuat yang lain penasaran kecuali Katerea yang pingsan. "dilihat dari perubahan Menma tadi malam, dapat dipastikan Menma hanya bisa bertahan 1 bulan dan aku akan berangkat sekarang, karena gerbang masuk Negeri itu hanya terbuka pas tengah hari dan tengah malam saja," sambung Naruto beranjak dari duduknya "Oh ya Yasaka, nanti setelah anak-anak pulang kau bilang pada mereka bahwa aku ada kepentingan mendadak di luar kota saja. Dan untuk kalian, itu terserah kalian mau bagaimana, aku tidak memaksa," sambung Naruto membuat Yasaka, Serafall, Grayfia dan Freya mengangguk. Tiba-tiba Yasaka berdiri mendekati Naruto.

.

CUP!

.

Dan Yasaka mencium pipi Naruto membuat Serafall, Grayfia dan Freya iri karena mereka juga ingin mencium Naruto dengan bebas tapi masih takut untuk sekarang.

"Untuk keselamatanmu Anata," kata Yasaka tersenyum dan hanya dibalas senyuman tulus Naruto lalu melangkah mengambil jaket hitam polos berhoodie yang menggantung didinding.

.

SRING!

.

Dan Naruto menghilang membuat keheningan di ruang tamu, lalu Yasaka kembali duduk setelah Naruto pergi.

"Huh, jangan sia-siakan waktu yang diberikan suamiku, sebenarnya dia memberikan waktu untuk kalian berbaikan dengan anak kalian, maka jangan sia-siakan itu," ucap Yasaka setelah duduk kembali.

"Terima kasih," ucap Serafall dan Grayfia mulai menghormati Yasaka selaku istri sahnya Naruto.

Lalu mereka melakukan kegiatan masing-masing dan Katerea sudah ada di dalam kamar. Dengan Yasaka yang lagi mendengarkan penjelasan Freya, serta Serafall yang lagi di dapur untuk memasak siapa tau masakanya ada yang disukai Naruko selaku anak pertamanya, pikir Serafall. Sedangkan Grayfia sudah ijin ke Underword untuk berkemas barang-barangnya karena akan tinggal bersama Naruto supaya bisa dekat dengan Vivi selaku anak pertamanya, lalu Sirzech dan Rossa lagi membujuk Serafall agar mau pulang ke Underword tapi ditolak mentah-mentah oleh Serafall membuat Sirzech dan Rossa terus membujuk hingga tengah hari.

.

#Flashback Off

.

"Baiklah aku akan pulang ke Underword tapi tidak lama, aku akan berkemas juga seperti Grayfia karena aku tidak ingin melihat Tou-sama lagi. Karena termakan omonganya, aku jadi hancur seperti ini," kata Serafall menekankan kata Tou-sama membuat Sirzech dan Rossa mengangguk memaklumi karena tau masalahnya.

Lalu mereka bertiga berteleport langsung ke Underword dengan Sirzech dan Rossa muncul di Mansion Gremory dan Serafall muncul di Mansion Sitri.

"Ohya Sirzech-kun, aku boleh minta ijin," kata Rossa setelah berada di Mansion Gremory.

"Ijin apa?" tanya Sirzech yang bingung.

"Aku ingin mengabari pamanku, mereka pasti senang mendengar kabar ini. Sekalian boleh bawa jalan-jalan Millicas ya," mohon Rossa dengan pupy eyesnya membuat Sirzech tidak tahan.

"Baiklah, tapi jangan pulang terlalu malam ya," balas Sirzech mengangguk.

"Oke-oke, dan nanti malam kita buat adik untuk Millicas," kata Rossa tersenyum lalu meninggalkan Sirzech yang bersemu merah.

.

"Kau memang istriku yang terbaik, tau saja keinginan suaminya,"

.

batin Sirzech senang lalu melangkah menuju ruangan kerjanya membuat Sirzech menghela nafas karena sudah banyak tumpukan dokumen di mejanya. Dan Rossa disisi lain sudah menemukan Millicas dan langsung berteleport ke Mansion Phoenix tepatnya Mansion milik kakak dari ayahnya.

.

.

#SKIP MANSION PHOENIX

.

"Apa paman ada di dalam?" tanya Rossa kepada 2 penjaga gerbang setelah muncul di depan gerbang masuk Mansion Phoenix.

"Ada Rossa-sama, masuk saja," jawab salah satu penjaga mempersilahkan Rossa dan Millicas masuk. Lalu Rossa mengangguk dan melangkah masuk Mansion sambil menuntun Millicas menuju ruang utama Mansion yang kebetulan tuan Mansion ada di sana.

"Ah Rossa, tumben sekali kau berkunjung kesini?" tanya Lord Phoenix alias pamanya Rossa setelah melihat kehadiran Rossa di Mansionnya.

"Sesekali tidak apakan Paman, oh ya apa Bibi ada?" jawab dan tanya Rossa.

"Ada, dia ada di taman Mansion sedang bersama anaknya Ruval, memang kenapa?" tanya Lord Phoenix merasa heran dengan Rossa yang tumben-tumbenan mencari istrinya.

"Ini berita penting Paman, bibi pasti sangat senang mendengarnya," balas Rossa membuat Lord Phoenix penasaran.

"Berita apa? Apa begitu penting sampai harus istriku tau berita ini?" tanya Lord Phoenix penasaran.

"Iya Paman, ini tentang keberadaan Naruto," balas Rossa membuat Lord Phoenix melebarkan mata terkejut lalu menoleh ke arah Maid yang ada di ruangan itu.

"Cepat beritau istri dan anakku untuk kemari!" perintah Lord Phoenix kepada maid tersebut.

"Hai Tuan," lalu Maid tersebut melangkah ke halaman belakang memberitau Lady Phoenix dan Ruval untuk datang ke ruang utama diikuti Ravel dan istri Ruval yang menuntun anaknya yang baru 7 tahunan.

"Ada apa sayang? Kenapa kau menyuruhku kemari?" tanya Ledy Phoenix setelah sampai di ruang utama Mansion.

"Ya Otou-sama, sepertinya sangat penting sekali?" timpal Ruval.

"Ini sangat penting! Ini tentang Naruto," balas Lord Phoenix membuat Lady Phoenix dan Ruval melebarkan mata terkejut dan bingung bagi Ravel karena tidak tau siapa Naruto.

"Apa Naruto sudah ditemukan?" kejut Lady Phoenix.

"Iya Bibi, sekarang dia berada di dunia manusia, tepatnya di Kuoh bersama anak-anaknya," balas Rossa membuat Lady Phoenix dan Ruval senang mendengarnya.

"Apa dia baik-baik saja, apa dia sehat, apa dia--"

"Dia baik-baik saja. Bibi jangan cemas," potong Rossa ucapan Ledy Phoenix yang kelewat senangnya.

"Otou-sama, Okaa-sama, Ruval Onii-sama, memang siapa si Naruto itu? Kenapa kalian sangat senang mendengarnya?" tanya Ravel yang bingung dengan tingkah senang ayah, ibu dan kakaknya.

"Ah Ravel-chan pasti belum tau ya, begini Ravel-chan Naruto itu saudara kita, dia sangat terkenal di Underword karena dia Pahlawan perang sipil dulu," kata Ruval memberitau membuat Ravel mulai penasaran dengan sosok Naruto itu.

"Kalau dia saudara kita, lalu kenapa tidak ada fotonya disini? Onii-sama pasti berbohong," sangkal Ravel.

"Memang si, tapi dia benar-benar saudara kita, tepatnya saudara angkat. Walaupun saudara angkat tapi dia sudah kuanggap saudaraku sendiri bahkan Otou-sama dan Okaa-sama sudah menganggapnya anak sendiri," kata Ruval menjelaskan tapi Ravel masih tetap bingung tidak mengerti.

"Huh, sini sayang, Okaa-san akan ceritakan tentang saudara angkatmu itu," kata Lady Phoenix menyuruh Ravel duduk di sampingnya sedangkan yang lain sudah duduk di sofa masing-masing di ruangan tersebut.

.

.

#FLASBACK ARC STAR

.

DUARRRRR!

.

Suara ledakkan dari hutan yang tidak jauh dari wilayah kekuasaan Phoenix, membuat Lord Phoenix merasakannya hingga beranjak dari aktivitasnya langsung berteleport ke arah hutan untuk memastikan.

Betapa terkejutnya Lord Phoenix setelah sampai di lokasi ledakkan. Dapat dilihat hutan yang sudah luluh lantah dengan cekungan cukup besar hasil ledakkan. bukan itu yang dikejutkan Lord Phoenix, melainkan banyaknya mayat para Iblis lama yang bergeletak mengenaskan dan di tengah-tengah banyaknya mayat ada seorang pria berambut kuning yang wajahnya dihiasi oleh darah segar sambil memeluk erat seorang anak kecil berambut coklat terlihat 5 tahunan yang sangat lemas di pelukannya, yaitu Naruto dan Menma.

Dengan perlahan Lord Phoenix mencoba mendekati Naruto tapi Naruto langsung mengacungkan Katana berkaratnya kepada Lord Phoenix.

"JANGAN MENDEKAT! Apa kau pasukan Rizevim? Kalau iya matilah!" bentak Naruto menatap tajam Lord Phoenix. Sontak Lord Phoenix langsung berhenti langkahnya karena merasakan sebuah kekuatan mengerikan di dalam Katananya dan tatapan Naruto seperti predator siap menerkam.

"Maaf anak muda, aku bukan pasukannya. Aku adalah pasukan yang menentangnya," balas Lord Phoenix mencoba membela dirinya sendiri.

"JANGAN BOHONG! Kau pasti hanya mengaku bukan pasukannya agar aku lengah dan kau akan mengambil anakku!" bentak Naruto masih dalam tatapan tajamnya.

"Sungguh anak muda, aku benar-benar bukan pasukannya. Aku kesini karena aku merasakan ada pertempuran di daerah kekuasaanku, di hutan Phoenix," kata Lord Phoenix memberitau membuat Naruto menurunkan Katananya. Naruto tau semua Pillar yang masuk ke dalam pasukan Rizevim tapi tidak mendengar adanya Pillar Phoenix dalam pasukannya. Tapi Naruto tetap menatap waspada Lord Phoenix saat melihat gelagat Lord Phoenix merogoh kantong celananya mengeluarkan sebuah botol kecil berwarna merah.

"Ini kau berikan pada anakmu, cairan ini dapat memulihkan kondisi anakmu," kata Lord Phoenix menyerahkan botol tersebut dan Naruto menerimanya lalu mengeceknya untuk memastikan kalau bukan racun pikir Naruto. Setelah yakin bahwa cairan itu adalah Air Mata Phoenix, Naruto langsung meminumkanya ke Menma yang lemas di pelukannya. Dan lama-kelamaan menma mulai membuka matanya membuat mata Naruto berseri-seri karena senang.

"Terima kasih bantuanya, aku akan membalasnya," kata Naruto setelah kondisi luka-luka Menma membaik.

"Tidak perlu, ah apa kau bisa ceritakan bagaimana kau bisa dalam kondisi seperti ini?" tanya Lord Phoenix membuat Naruto menunduk sedih. Lord Phoenix yang melihat reaksi Naruto langsung bersuara. "Maaf bila membuatmu mengingat hal buruk, kau boleh ceritakan lain kali saja," sambung Lord Phoenix.

"Terima kasih karena mau mengerti," balas Naruto masih menunduk.

"Oh ya, setelah ini kau akan ke mana? Apa kau memiliki tujuan?" tanya Lord Phoenix penasaran tapi dijawab gelengan kepala Naruto.

"Entahlah aku tidak tau," kata Naruto.

"Begini saja, apa kau mau tinggal bersamaku? Aku memiliki seorang anak seumuran denganmu dan anakmu juga seumuran dengan anak ke duaku. Mungkin kau bisa menjadi teman untuk anakku nanti," kata Lord Phoenix membuat Naruto melebarkan mata.

"Tidak terima kasih, mungkin aku malah merepotkanmu nanti," tolak Naruto.

"Tidak! Justru aku senang, kau bisa menganggapku ayahmu dan mungkin istriku juga akan senang karena dia menginginkan seorang cucu. Karena anakku belum mendapatkan pendampingnya. Jadi kumohon jangan menolak," kata Lord Phoenix sangat menginginkan.

"Baiklah kalau itu keinginanmu," balas Naruto membuat Lord Phoenix senang, lalu Lord Phoenix menciptakan lingkaran teleport menuju Mansionnya.

.

.

#SKIP MENSION PHOENIX

.

Dan kini Lord Phoenix muncul di ruang utama Mansion bersama Naruto yang masih merangkul Menma. Sontak kehadiran mereka membuat Lady Phoenix terkejut yang pada saat itu lagi bersantai di ruang utama Mansion.

" Anata, kamu membawa siapa?" tanya Lady Phoenix.

"Perkenalkan nama saya Naruto, Namikaze Naruto dan ini anak saya Namikaze Menma. Maaf atas kehadiranku nyonya," bukan Lord Phoenix yang menjawab, melainkan Naruto sendiri sambil membungkuk.

"Dan mulai sekarang dia akan tinggal bersama kita, menjadi bagian dari keluarga kita," timpal Lord Phoenix menambahkan membuat lady Phoenix menatap suaminya meminta penjelasan. Lord Phoenix yang tau tatapan istrinya langsung mendekat dan berbisik, membuat Lady Phoenix melebarkan mata terkejut.

"Ya ampun, malang sekali," kejut Lady Phoenix setelah suaminya berbisik. "Baiklah aku menerimanya, dan mulai sekarang kau panggil aku Okaa-san ya Naruto," sambung Lady Phoenix dan dijawab anggukan Naruto.

"Terima kasih Okaa-san" balas Naruto senang.

"Ini benar anakmu Naruto? Boleh aku menggendongnya?" kata Lady Phoenix sambil menunjuk Menma yang masih lemas dirangkulan Naruto walaupun luka-luka fisik sudah membaik. Dan dijawab anggukan Naruto sambil menyerahkan Menma kepada Lady Phoenix yang ingin sekali menggendongnya.

"Tampannya, dia sangat mirip sekali denganmu ya Naru, sama-sama tampan Cuma beda warna rambutnya saja," kata Lady Phoenix setelah Menma di gendongannya sambil memandang wajah Menma. "Siapa ibu dari anakmu ini Naru? Rambutnya tidak asing bagiku," sambung Lady Phoenix membuat Naruto menunduk dan mendapatkan kode gelengan dari suaminya agar jangan meminta penjelasan sekarang.

"Maaf Naru, tidak usah kau jelaskan sekarang, aku mengerti," ucap Lady Phoenix setelah melihat kesedihan Naruto dan kode dari suaminya. "Boleh aku bawa anakmu ke kamar? Aku akan pulihkan anakmu agar cepat sehat dan kamu juga harus bersihkan badanmu yang kotor itu dan istirahatlah. Aku tau kamu pasti lelah, kau bisa memakai kamar kosong itu Naru," sambung Lady Phoenix menunjuk salah satu kamar kosong dan dijawab anggukan Naruto lalu melangkah menuju kamar tersebut.

" Anata, kau ambilkan baju Ruval mungkin pas dengannya," kata Lady Phoenix setelah Naruto memasuki kamar dan dijawab anggukan Lord Phoenix. Setelah itu Lady Phoenix melangkah menuju kamarnya untuk membaringkan Menma dan memulihkannya.

.

.

#SKIP 1 BULAN KEMUDIAN

.

Dan kini keluarga Phoenix terlihat lebih ramai sebulan belakangan ini sejak kehadiran Naruto dan Menma. Untuk Ruval sendiri, dia sudah akrab dengan Naruto bahkan sudah menganggap Naruto saudara sendiri, sedangkan Riser yang seumuran dengan Menma, sekarang juga terlihat lebih ceria karena ada teman bermain seumurannya dan juga sudah menganggap Naruto sebagai kakaknya. Dapat dilihat di taman Mansion sekarang Menma dan Riser sedang bermain kejar-kejaran.

.

"MENMA KAU CURANG! KAU TADI BELUM MENYENTUHKU!" teriak Riser kesal sambil terus mengejar Menma mengelilingi taman.

"MAKANYA KALAU BERSEMBUNYI JANGAN SAMPAI AKU MENGETAHUINYA!" balas Menma cengengesan sambil berlari menghindari Riser yang kesal.

"GRRRR AWAS KAU MENMA!" teriak kesal Riser terus mengejar Menma.

.

"Mereka terlihat akrab ya?" kata Naruto yang memperhatikan tingkah Menma dan Riser dari kejauhan bersama Ruval dan Lady Phoenix.

"Kau benar Naruto, bahkan Riser terlihat lebih ceria akhir-akhir ini," timpal Ruval.

"Um, aku berterima kasih padamu Naru, berkat dirimu dan Menma, keluarga ini lebih bewarna," kata Lady Phoenix menambahkan.

"Ah Okaa-san berlebihan," jawab Naruto kikuk atas sanjungan Lady Phoenix.

"Tidak Naru! Itu semua berkat dirimu. Aku juga senang karena cucu yang kuidam-idamkan telah terwujud, tidak seperti Ruval yang tidak tau keinginan Okaa-san saja," kata Lady Phoenix sambil menyindir Ruval, membuat Ruval terbatuk.

"Yah Okaa-sama cari pendamping itu susah tau, dan itu harus memenuhi kriteriaku yang Cantik, Sexy, Terpandang dan Penyayang," balas Ruval membela diri sendiri membuat Lady Phoenix acuh memalingkan mukanya.

"Saranku Ruval, kalau kau mau cari pendamping ngak perlu yang cantik-cantik banget apalagi Sexy dan terpandang. Yang terpenting adalah hatinya bisa menerimamu atau tidak, jangan sepertiku yang tertipu oleh kriteria seperti itu dan akhirnya seperti ini sekarang," kata Naruto menasehati.

"Benar juga ya, ah aku ganti kriteria saja," balas Ruval mengerti maksud nasehat Naruto.

"Dan cepat berikan aku cucu darimu," timpal Lady Phoenix.

"Ya ya Okaa-sama tapi aku tidak janji secepatnya," balas Ruval. "Oh ya Naruto, apa kau mau ikut denganku," sambung Ruval mengajak nembuat Naruto bingung.

"Kemana?" tanya Naruto.

"Aku ada acara perkumpulan Iblis muda dan kau bisa cari teman baru di sana, Yah dari pada kau bosan di Mansion mulu," kata Ruval menjelaskan membuat Naruto menoleh ke arah Lady Phoenix meminta persetujuan.

"Tidak apa-apa Naru, sesekali kau bisa ganti suasana dari pada bosan di Mansion terus," kata Lady Phoenix mengijinkan membuat Naruto tersenyum senang.

"Baiklah, ayo Ruval," kata Naruto membuat Ruval mengangguk lalu menciptakan lingkaran teleport menuju suatu tempat yang sudah ada iblis muda yang berkumpul. (Disini Naruto bisa menyamakan auranya dengan iblis dengan segel khusus buatannya, bahkan keluarga Phoenix belum mengetahui bahwa Naruto adalah manusia.)

.

.

#SKIP MANSION GREMORY

.

Dan kini Naruto dan Ruval muncul di ruangan berkumpul iblis muda di Mansion Gremory. Kedatangan mereka membuat salah satu iblis kesal karena kedatanganya telat.

.

"RUVAL KAU TEL--"

.

BLUSSSSSSS!

.

Bentak iblis wanita yang tidak terlalu tinggi tapi over dada-nya serta rambut hitam diikat 2 yaitu Serafall Sitri yang ingin menjitak Ruval langsung berhenti setelah melihat wajah orang yang datang bersama Ruval. Sontak Serafall langsung merona bahkan iblis wanita yang lainnya juga merona setelah melihat wajah Naruto yang sedang tersenyum ramah.

.

" Tampannya," batin Serafall dan sebagian iblis wanita di ruangan tersebut.

.

"Hey Ruval! Siapa yang kau bawa," tanya Sirzech yang duduk dari kejauhan.

"Perkenalkan dia Naruto, saudaraku," balas Ruval membuat semua iblis di ruangan tersebut mengangkat sebelah alisnya bingung, bahkan Falbium yang terlelap membuka matanya.

"SAUDARA?" ucap mereka bersamaan.

"Kau pasti bohong Ruval, aku tidak pernah mendengar kau memiliki saudara kembar," tanya Rossa.

"Dia memang bukan saudara kandung, tapi saudara angkatku," balas Ruval membuat semua penghuni ruangan mengangguk mengerti.

Lalu Ruval dan Naruto ikut bergabung dengan para iblis muda. Banyak iblis muda yang langsung akrab dengan Naruto, menurut mereka Naruto itu ramah dan mudah bergaul. Dan saat itu pula Serafall terus mencuri-curi pandang dengan Naruto yang sedang asik mengobrol dengan iblis lainya, sontak tingkah Serafall yang seperti itu membuat Rossa terus menjahilinya hingga Serafall kesal karena tidak kuat dengan jahilannya Rossa.

"Ruval! Sepertinya aku akan pulang duluan, aku khawatir jika nanti Menma mencariku apabila aku tidak ada?" kata Naruto beranjak dari duduknya setelah 2 jam ikut berkumpul.

"Yasudah, kau duluan saja," balas Ruval mengerti lalu Naruto mengangguk. Ruval tau kalau Menma ditinggal lama-lama oleh Naruto, maka Menma akan teriak-teriak memanggil-manggil Naruto hingga memenuhi seluruh mansion.

.

SRING!

.

Tiba-tiba Naruto menghilang tanpa lingkaran teleport membuat seisi ruangan terkejut kecuali Ruval.

"Ta-tadi dia berteleport tanpa lingkaran sihir," kejut Sirzech tidak percaya. "Siapa dia sebenarnya Ruval?" sambungnya bertanya kepada Ruval membuat Ruval menghela nafas sudah tau bakal jadi banyak pertanyaan setelah ini.

"Huh, dia itu saudaraku sejak 1 bulan yang lalu, Tou-sanku menemukannya di hutan Phoenix, di tengah-tengah banyaknya mayat iblis lama yang dibantainya untuk melindungi anaknya," balas Ruval santai tapi seisi ruangan tambah terkejut mendengarnya.

"YANG BENAR SAJA RUVAL! di-dia membantai pasukan iblis lama se-sendirian, Seberapa kuat dia sebenarnya?" tanya Sirzech masih tidak percaya.

"Entahlah, aku tidak bisa mengukur batas kekuatannya. Aku pernah sparing dengannya dan dia memojokkanku hanya dengan 3 gerakan saja," balas Ruval tenang membuat semua iblis di ruangan tersebut tidak percaya dengan fakta kekuatan Naruto.

"Tunggu Ruval! Tadi kau bilang anak? Apa dia sudah menikah?" tanya Serafall membuat semua pasang mata tertuju padanya. Karena tidak biasanya Serafall menanyakan tentang seseorang apalagi seorang pria, membuat semua pasang mata curiga.

"Huh, dia memang memiliki anak, tapi karena suatu kejadian buruk di rumah tangganya dia jadi berpisah dengan istrinya dan membawa anaknya," balas Ruval memberitau membuat Serafall mengangguk senang entah karena apa, lalu Serafall menoleh kesekeliling ruangan langsung sadar bahwa dirinya menjadi bahan tatapan aneh banyak iblis.

"Apa kalian liat-liat?" kesal Serafall merasa risih dengan tatapan aneh pasang mata.

"Hihihi Serafall ehem-ehem," goda Rossa membuat Serafall tersadar dengan apa yang tadi ditanyakan kepada Ruval dan wajah Serafall langsung bersemu merah malu.

.

HAHAHAHA!

.

DIAM KALIAN!

.

Bentak Serafall kesal karena malu menjadi bahan tertawaan bayak iblis di ruangan tersebut.

.

.

#SKIP 2 MINGGU KEMUDIAN

.

Banyak yang terjadi dalam 2 minggu ini, dengan Naruto yang sering ikut Ruval berkumpul dengan iblis muda, Serta Serafall yang akhir-akhir ini sering ke Mansion Phoenix dengan alasan ada perlu dengan Ruval padahal bukan itu alasan sebenarnya. Sontak membuat penghuni mension Phoenix curiga terutama Lord Phoenix dan Lady Phoenix yang curiga karena Serafall sering ke Mansionya dengan alasan dan tujuan yang berbeda, apalagi reaksi Serafall saat berhadapan dengan Naruto yang gelagat malunya terlihat jelas.

Dapat dilihat sekarang di taman hiburan, Serafall sedang menguntit seseorang yaitu Naruto yang sedang mengajak jalan-jalan Menma dan Riser untuk bersenang-senang.

"Sera! Kau sedang apa di sini?" tanya Rossa mengejutkan Serafall. Sontak Serafall langsung gelagapan tidak tau harus memberi alasan apa.

"Aku tau, kau pasti sedang mengikuti Naruto ya?" tanya Sirzech di samping Rossa setelah melihat Naruto dari kejauhan. Dan Serafall langsung tambah gelagapan dengan wajah merah padam membuat Rossa tersenyum misterius.

"NARUTO-SAN!" panggil Rossa lantang hingga terdengar oleh Naruto. Sontak Naruto langsung menoleh ke sumber suara dan langsung membawa Menma dan Riser menghampiri Sirzech, Rossa dan Serafall yang mukanya sudah merah berasap dan sebentar lagi akan meledak.

"Kalian di sini juga? Ah biar kutebak, pasti kalian sedang berkencan kan," tanya Naruto setelah dekat dengan mereka. Sontak ucapan Naruto membuat Sirzech dan Rossa gelagapan dengan seburat merah tipis di pipinya.

"Hehe kau tau saja Naruto," balas Sirzech kikuk membuat Naruto tersenyum.

"Ah ada Sera juga? Kau sedang apa di sini Sera?" tanya Naruto setelah menoleh ke arah Serafall, dan Serafall langsung gelagapan memainkan jarinya dengan wajah malunya.

"Aku, aku, aku--"

Dan Serafall langsung pingsan tapi ditangkap oleh Naruto agar tidak membentur permukaan. Dan langsung membuat Sirzech dan Rossa tersenyum aneh.

"Dia kenapa ya? Sirzech, Rossa," tanya Naruto dengan tampang bodohnya membuat Sirzech dan Rossa geleng-geleng kepala.

.

" Sebenarnya apa si isi kepala kuningnya itu?" batin Sirzech dan Rossa bersamaan yang tidak habis pikir dengan Naruto yang tidak peka sama sekali.

.

"Huh kau ini ya, ayo kita kesana. biarkan Sera nanti sadar sendiri," kata Sirzech sambil menunjuk kursi panjang di taman hiburan yang tidak ada yang menduduki. Lalu Naruto langsung membawa Serafall ala pangeran serta Sirzech dan Rossa menuju kursi panjang tersebut diikuti Menma dan Riser di belakangnya.

"Menma, Riser, kalian boleh bermain sepuasnya tapi jangan jauh-jauh ya," kata Naruto setelah menyenderkan Serafall di kursi tersebut.

"Hai Otou-san/Onii-sama," balas mereka lalu pergi mencoba berbagai wahana yang ada di taman hiburan tapi masih terpantau oleh Naruto.

"Kau sepertinya sayang dengan anakmu ya Naruto?" tanya Rossa ketika melihat Naruto yang sedang memperhatikan tingkah Menma dan Riser sambil tersenyum senang.

"Sangat! anakku adalah harta berhargaku dan tidak akan tergantikan oleh apa pun," balas Naruto tanpa menoleh kearah Rossa membuat Sirzech dan Rossa kagum dengan sikap dewasa Naruto. "Lalu kapan kalian akan menikah? kukasih saran lebih baik kalian jangan menunda terlalu lama, nanti bisa batal lo," sambung Naruto bertanya.

"jangan nakut-nakuti lah Naruto, aku dan Rossa sama-sama saling mencintai tidak mungkin akan batal di tengah jalan," sangkal Sirzech dan dukungan anggukan Rossa.

"Aku tidak nakut-nakuti, sudah banyak kejadiannya yang awalnya bilang saling mencintai eh akhirnya putus di tengah jalan. Tapi kalau untuk kalian aku dukung supaya bisa hidup bahagia sehidup semati," balas Naruto membuat Sirzech dan Rossa berfikir.

.

"Ohya Naruto, apa kau tidak ada niatan untuk cari istri lagi? Ya itung-itung meringankan beban dirimu untuk merawat anakmu," tanya Rossa tiba-tiba setelah beberapa menit keheningan membuat Naruto menghela nafas.

"Entahlah belum terpikirkan olehku, saat ini kebahagiaan anakku lah yang terpenting bagiku, selagi anakku bahagia itu sudah cukup bagiku untuk menjalani hidupku seperti ini," balas Naruto sambil memandang Menma yang sedang tertawa senang bersama Riser dari kejauhan.

"Kau memang orang tua yang hebat, aku kagum denganmu Naruto," puji Sirzech.

"Jangan mengagumiku, semua mahkluk hidup di dunia ini juga berpikiran sepertiku jika memiliki hati," balas Naruto tidak terbiasa dengan pujian.

"Kau itu ya, kau tidak sadar apa dengan tindakkanmu itu pada anakmu, kau sudah menjadi contoh bagi kami nantinya," ucap Sirzech tidak habis pikir dengan Naruto yang selalu menolak pujian.

"Hehe masa," balas Naruto cengengesan.

Dan selanjutnya mereka melanjutkan obrolan santai dengan Serafall yang belum sadar, hingga tak terasa sudah 1 jam berlalu mereka mengobrol.

"Sepertinya sudah saatnya aku pulang, aku pamit ya Sirzech, Rossa," pamit Naruto sambil beranjak dari duduknya dan dijawab anggukan mereka berdua. "Apa tak apa Sera tak kau bangunkan?" sambung Naruto bertanya.

"Tenang saja, paling sebentar lagi juga terbangun," balas Rossa membuat Naruto mengangguk mengerti.

"Yasudah aku tinggal," kata Naruto lalu melangkah menghampiri Menma dan Riser dan langsung melangkah pulang menuju Mansion Phoenix.

.

"Emmmmm" tiba-tiba Serafall mulai sadar dari pingsannya dan langsung toleh sana toleh sini seperti mencari sesuatu.

"Naruto sudah pulang Sera, tak perlu kau cari," ucap Rossa ketika melihat gelagat Serafall. Sontak Serafall langsung gelagapan.

"Siapa yang mencarinya? Aku tidak mencarinya," tolak Serafall tidak terima dengan tuduhan Rossa tapi berbeda dengan wajahnya yang bersemu merah.

"Akui saja Sera, kau menyukainya ya?" goda Rossa.

"Ti-tidak Rossa, kau salah paham, aku tidak me-menyukainya," gagap Serafall.

"Padahal kalau kau mengakuinya akan kuberitau cara mendekatinya, iyakan Sirzech-kun," kata Rossa pura-pura pasrah dan didukung anggukan Sirzech. Sontak Serafall langsung mendekat ke Rossa sambil memalingkan wajahnya yang merah.

"Jangan salah pahan, aku hanya ingin berteman baik denganya, jadi bagaimana caranya?" tanya Serafall memalingkan wajah malunya membuat Rossa dan Sirzech tersenyum menyerigai tapi tidak terlihat oleh Serafall. Lalu Rossa mendekatkan mulutnya ke telinga Serafall dan berbisik hingga membuat Serafall senang seperti menemukan sesuatu yang diinginkan sejak lama, lalu Serafall beranjak dari duduknya setelah Rossa berbisik.

"Kalian jangan salah paham, aku Cuma ingin berteman, Cuma itu," ucap Serafall biasa tapi dalam hatinya sangat senang lalu meninggalkan Rossa dan Sirzech untuk pulang.

"Sudah kuduga, Naruto adalah pandangan pertama Serafall," tebak Rossa setelah Serafall sudah tidak terlihat lagi, dan dijawab anggukan Sirzech mengiyakan. "Ayo kita pulang Sirzech-kun, kau tidak ingin dimarahi Otou-sanku kan jika membawaku terlalu lama," sambung Rossa membuat Sirzech terkejut.

"Kau benar, ayo kita pulang," balas Sirzech lalu menggandeng Rossa untuk mengantarkannya pulang.

.

.

#SKIP MANSION SITRI MALAM

.

Di suatu kamar di Mansion Sitri, lebih tepatnya di kamar milik Serafall itu sendiri. Dapat dilihat kini Serafall sedang memeluk guling sambil gulang-guling ke sana kemari dengan wajah senangnya dan sesekali berteriak histeris entah karena apa membuat Lady Sitri dan Lord Sitri heran dengan tingkah anaknya yang akhir-akhir ini terlihat senang sekali. Bahkan saking senangnya Serafall jadi lupa makan dan mandi, uh jorok sekali pikir Lady Sitri dan Lord Sitri.

"Terima kasih Rossa, akan kucoba saranmu besok hihi,"

Gumam serafall senang sampai lupa bahwa hari sudah sangat larut karena tidak sabar menunggu hari esok dengan rencana entah apa yang akan dilakukan.

.

.

.

END.

.

.

Yo kembali kita lanjutkan fic ini hahahahaha

.

Untuk Scane ini jangan berharap lebih. Aku ngak pandai bikin romance-romance apalagi yang ada melow-melownya sungguh tidak bisa tapi kuusahakan.

.

Aku berterima kasih dengan rieder yang kasih saran pencarian anak Naruto. Bagus itu nanti akan kubuatkan scanenya karena tadinya aku ngak kepikiran sampe situ.

.

Masih butuh saran wujud manusia Draig dan Albion.

.

Untuk saran anak dan ibu kita skip dulu discane ini.

.

.

.

List anak Naruto beserta ibunya.

#Yang sudah dan pernah menjadi istri.

1. Katarea Leviathan

· Olive : anak perama.

· Menma : anak kedua.

2. Serafall Leviathan

· Naruko : anak pertama.

· Rin : anak kedua

3. Grafiya Lucifuge

· Vivi : anak pertama.

· Gray : anak kedua.

· Mirajane : anak ketiga (adik kembar Gray)

4. Yasaka

· Minato : anak pertama.

· Kunou : anak kedua.

#Yang belum menjadi istri.

1. Freya

· Sting : anak pertama.

Untuk yang lainya menunggu taks lengkapnya. Makanya Albion dan Draig belum kumasukkan karena belum ada teks lengkap dengan ibunya.

Terima kasih

.

.

.