The Deep Love that More Pain

Sinopsis :

Hidup Bersama dengan orang yang kau cintai lebih dari 15 tahun pasti sangat membahagiakan, tapi bagaimana jika saat kau menyerahkan seluruh hidupmu untuk orang yang kau cintai dan kau mengetahui bahwa kekasihmu itu mengkhianatimu? Itu yang Baekhyun rasakan dikala tubuhnya lemah karena penyakit yang di derita dan kekasihnya yang berubah. Dan saat Baekhyun sudah menyerah dengan cintanya itu sesuatu yang sebenarnya terjadi terungkap.

Chanyeol memarkirkan mobil dengan sangat kasar, Baekhyun bahkan mendengar sesuatu yang tidak sengaja di tabrak oleh chanyeol. Setelah itu Baekhyun di Tarik paksa memasuki penthousenya. lengan Baekhyun sudah memerah di genggam sangat erat oleh chanyeol, Baekhyun bahkan beberapa kali meringis karenanya "Chanyeol tanganku sakit" seolah tuli chanyeol tidak mendengar suara Baekhyun.

Baekhyun langsung di hempaskan ke ranjang mereka saat sudah tiba di kamar mereka. Chanyeol menarik nafas berat untuk menahan amarahnya. "Katakan Baek siapa dia".

"Dia hanya temanku Chan percayalah"

"BERHENTI BERBOHONG BAEK" Baekhyun tahu berbohong kepada Chanyeol bukanlah pilihan yang baik,

"Katakan" suara rendah Chanyeol yang penuh penekanan benar-benar membuat Baekhyun takut. Tapi dia tidak bisa mengatakan jika jongin adalah dokternya. Benar-benar tidak bisa. Tidak mendapatkan jawaban dari Baekhyun membuatnya semakin marah, apakah pria itu benar-benar berarti baginya sehingga dia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya.

"Bagus jadi itu pilihanmu?" chanyeol menindih Baekhyun dan melepaskan pakaian yang digunakan Baekhyun dengan kasar, sehingga beberapa kancing bajunya bertebaran. Baekhyun memberontak, tapi itu percuma saja karena tenaga dia dan chanyeol terpaut jauh sekali. Chanyeol bangun dan melepaskan ikat pinggang yang dikenakannya dan memasangnya di kedua lengan Baekhyun. Dia menatap tubuh Baekhyun yang penuh ruam-ruam kemerahan. Karena sudah diselimuti kemarahan chanyeol mengira itu kissmark yang di buat oleh jongin sehingga dia menggeram marah mungkin karena

"Channie sadarlah" Baekhyun sudah menangis saat melihat chanyeol melepaskan celana yang digunakannya dan membalik badan Baekhyun menjadi menungging.

"ARGHH…" Baekhyun berteriak kencang saat chanyeol memasukinya dengan sekali hentakan, rasa perih menjalar diseluruh tubuhnya, Baekhyun rasanya ingin pingsan sungguh dimasuki tanpa persiapan itu sangat menyakitkan, Baekhyun bahkan bisa merasakan darah mengalir dari lubang senggamanya. Tapi chanyeol yang sudah gelap mata tidak peduli dia bahkan terus menusuk Baekhyun dengan kasar.

"Kau bilang tidak ingin meninggalkanku baek, tapi kau bermain bersama namja lain" sebenarnya tidak ada kenikmatan yang chanyeol rasakan, melakukannya pada lubang yang kering itu juga menyakiti juniornya. Tapi dia ingin memberi hukuman kepada Baekhyun jadi dia tetap menusuk lubang itu dengan keras. Baekhyun menggigit bibirnya menahan rasa sakit yang dirasakan tubuh bagian bawahnya, lidahnya bahkan beberapa kali tergigit karena hentakan yang chanyeol lakukan.

Baekhyun terisak, hatinya dan tubuhnya sakit. Bagaimana chanyeol bisa mengatakan jika dia mengkhianatinya. Chanyeol yang dia kenal tidak mungkin melakukan hal yang bisa menyakitinya. Chanyeolnya selalu memperlakukannya secara lembut. Hatinya benar-benar sangat sakit saat ini. Perlahan kenangan indahnya dengan chanyeol mulai mengabur diingatannya.

Setelah beberapa tusukan Chanyeol sampai pada orgasmennya dia menggeram mengeluarkan spermanya didalam lubang Baekhyun. Dia mengambil nafas Panjang dan melihat Baekhyun yang terlihat sangat mengenaskan dibawahnya. Wajah yang dipenuhi air mata, bahkan ada noda darah di bibir nya. Melihat itu membuat chanyeol menyesal. Dia langsung memeluk Baekhyun erat.

"Maafkan aku baek,,, Maafkan aku" kalimat itu mengalir begitu saja dari bibir chanyeol. Dia pikir dia benar-benar sangat keterlaluan. Hanya karena rasa cemburunya dia tega menyakiti orang yang paling dia sayangi ini. Baekhyun masih terisak di dalam pelukan chanyeol tidak mendengarkan permintaan maaf chanyeol.

Chanyeol masih memeluknya dan mengecupi kening Baekhyun hingga isakan Baekhyun berhenti. Dia menyesal benar-benar menyesal.

"Chanyeol berumur 17 tahun selalu tersenyum, Baekhyun menyukainya" Baekhyun mulai mengeluarkan suaranya.

"Chanyeol berumur 20 tahun rela tidak makan demi Baekhyun, itu sangat manis"

"Chanyeol berumur 23 tahun bekerja keras demi Baekhyun itu sangat keren"

"Chanyeol berumur 25 tahun menangis karena takut Baekhyun sakit" Chanyeol memeluk Baekhyun semakin erat didalam pelukannya mendengar semua perkataan Baekhyun.

"Chanyeol berumur 27 tahun mulai mengabaikan Baekhyun karena pekerjaan"

"Chanyeol berumur 30 tahun berselingkuh, Baekhyun mengabaikannya." Hati Chanyeol mencelos mendengar itu. "Sayang itu tidak benar" Chanyeol menyangkal perkataan Baekhyun, tapi tidak didengar.

"Chanyeol berumur 33 tahun selalu membuat Baekhyun kesepian" chanyeol memeluk Baekhyun semakin erat, menenggelamkan tubuh namja manis itu di pelukannya. Ini salahnya.

"Chanyeol berumus 35 tahun tidak mencintai Baekhyun lagi" Chanyeol menggelengkan kepalanya tidak setuju mendengar ucapan Baekhyun "tidak baek.. tidak aku masih mencintaimu" chanyeol melonggarkan pelukannya dan melihat Baekhyun yang masih terus mengulang kalimat yang sama. Baekhyun tidak mendengarkannya. Perasaan menyesal menghantam hati chanyeol. Tidak seharusnya dia melakukan itu. Hingga gumaman Baekhyun berhenti karena ia jatuh pingsan. Chanyeol panik, ia mengecek keadaan Baekhyun dan meraih smartphone nya menghubungi seseorang.

"Hello~~"

"Bisakah kau segera kemari" seseorang di seberang sana heran. Tidak biasanya chanyeol menelpon dengan suara yang terdengar panik seperti itu.

"Apa terjadi sesuatu?"

"Baekhyun pingsan" orang di sebrang telepon menghela nafas, dia tahu jika chanyeol terlihat khawatir tentu saja hanya ada satu alasan yaitu Baekhyun.

"15 menit lagi aku akan tiba" setelah itu chanyeol memutuskan sambungan telepon itu dan bergerak dari ranjangnya memakai pakaiannya dan juga menyelimuti Baekhyun. Setelah itu dia membereskan kekacauan yang telah dia buat sebelum orang yang ditelponnya datang.

Tidak lama kemudian ada suara intercom terdengar dari pintu luarnya dan chanyeol langsung bergegas membuka pintu. Terlihat seorang namja tinggi menggunakan kemeja hitam, wajahnya pucat bersih, walau ada bekas luka kecil di pipinya tidak mengurangi kadar ketampanan dari wajahnya. Oh sehun nama namja itu, dia sudah menjadi teman chanyeol selama 10 tahun jadi dia mengetahui bagaimana chanyeol sangat mencintai Baekhyun.

"Apa yang terjadi" tanya sehun saat dia sudah masuk kedalam kediaman chanyeol dan Baekhyun dia melihat sekeliling dan matanya terpaku pada kamar chanyeol dimana terlihat Baekhyun yang sedang terbaring dengan memejamkan matanya. Sehun mendekat diikuti chanyeol dibelakangnya. Dia menyentuh wajah Baekhyun dimana membuat Baekhyun terkejut dan mengubah posisinya menjadi duduk tapi tidak bisa karena tubuh bagian bawahnya sangat nyeri jadi dia pasrah tetap terbaring. Chanyeol yang melihat itu mendekat dan memeluknya dan menenangkan Baekhyun.

"tenanglah baek, sehun sudah disini dia kan memeriksa lukamu" tanpa perlawanan Baekhyun pasrah saja saat sehun mulai memeriksa tubuhnya. Sehun meminta Baekhyun membuka mulutnya dan melihat ada luka cukup lebar di lidah dan bagian dalam bibirnya sehun hanya mengeryitkan dahinya melihat luka itu. Itu pasti akan sangat menyakitkan jika digunakan untuk makan. Dia melihat chanyeol dengan tatapan datarnya sedangkan chanyeol hanya diam saja ditatap oleh sehun. Setelah itu sehun memeriksa tubuh bagian bawah Baekhyun.

Sehun meringis melihat luka di tubuh bagian bawah Baekhyun.

"Kau gila, bagaimana kau bisa melakukan hal seperti ini. Kendalikan lah nafsumu" sehun tidak habis pikir bagaimana bisa temannya melakukan hal keji seperti ini, melihat wajah Baekhyun yang masih tertinggal jejak air mata dan menatap sinis chanyeol.

"Aku menyesal" hanya itu yang bisa di katakana chanyeol, tidak ada pembelaan yang bisa dia katakan. Memang dia sudah sangat keterlaluan. Sehun hanya menghela nafas, dia tidak ingin menghakimi chanyeol lebih jauh, Baekhyun butuh bantuannya sekarang. Dia hanya dokter psikolog jadi tidak banyak yang bisa dia lakukan untuk membantu Baekhyun jadi dia hanya memberikan perawatan yang dia ketahui saja. Setelah mengobati Baekhyun dia memberikan salep, beberapa obat Pereda nyeri dan obat penenang. Baekhyun pasti mendapat shock setelah mendapatkan perlakuan seperti itu.

Setelahnya sehun keluar dari kamar itu, chanyeol menyelimuti Baekhyun dan mencium kening namja manis itu dan berjalan mengikuti sehun. Saat ini mereka sedang berada di ruang baca Baekhyun, bau ruangan itu benar-benar sangat mirip dengan Baekhyun mungkin karena Baekhyun banyak menghabiskan waktunya disana saat chanyeol bekerja jadi baunya memenuhi ruangan itu.

"Jadi, apa alasanmu melakukan itu pada Baekhyun. Demi tuhan Chanyeol kau benar-benar sudah keterlaluan" sehun mengeluarkan suaranya dia bersandar di rak buku dengan tangan bersidekap.

"Aku cemburu"

"Bodoh, hanya karena kau cemburu kau tega melakukan itu" suara sinis sehun membuat chanyeol kesal sebenarnya tapi memang dia yang salah disini jadi dia tidak bisa melawan.

"Aku tidak bisa membantu banyak, kau sebaiknya membawanya ke rumah sakit jika lukanya semakin parah" final sehun yang sudah muak melihat wajah temannya itu dan memelih berkeliling ruangan itu.

"Terima kasih"

"lain kali gunakan otakmu, Baekhyun itu memiliki tubuh yang lemah" chanyeol diam saja tidak menanggapinya. Perhatian sehun teralihkan di toples kaca yang terisi origami-origami kecil didalamnya, disampingnya ada sebuah botol obat, dia mengambil botol itu dan melihat.

"Apa ini obatmu?" tanya sehun pada chanyeol

"Bukan, ini ruangan Baekhyun jadi itu bisa jadi miliknya"

"obat apa ini? Terlihat tidak asing" sehun seperti pernah melihat obat itu tapi dia tidak tahu obat apa itu.

"aku tidak tahu, akhir-akhir ini Baekhyun sulit tidur dan sering mual kurasa itu obat tidur" chanyeol menjawab seadanya karena dia memang tidak tahu. Ruangan ini sepenuhnya miliki Baekhyun. Sehun yang mendengarnya mengembalikan Kembali obat itu ditempatnya semula, dia pikir kenapa obat seperti itu diletakkan di tempat yang tersembunyi. Dia mencoba mengingat obat ap aini Tapi dia tidak ingat obat jenis apa itu jadi biarlah mungkin memang obat penahan mual dan obat tidur.

"tugasku sudah selesai, aku akan pergi, rawatlah Baekhyun dia pasti sangat shock" sebelum pergi dia menepuk pelan bahu chanyeol dan meninggalkan chanyeol disana sendirian. Setelah sehun pergi chanyeol menuju kamarnya melihat Baekhyun, dia melihat jam di dinding kamarnya disana menunjuk pukul 21.00 sudah malam jadi dia memutuskan berbaring disamping Baekhyun dengan memeluknya sebelum akhirnya dia jatuh tertidur.

Sinar matahari yang menembus jendela kaca di kamarnya membuat Baekhyun membuka matanya perlahan. Dia duduk secara perlahan dan melihat kamarnya yang kosong hanya ada dirinya. Baekhyun diam beberapa menit sebelum memilih beranjak dari ranjangnya, saat dia keluar dari kamar aroma harum masakan menusuk indra penciumannya, disana Chanyeol terlihat sibuk dengan alat-alat dapur, dia masih belum mengetahui keberadaan Baekhyun. Melihat Chanyeol terlihat sibuk dengan kegiatan memasaknya dia memilih berjalan pelan menuju balkon rumahnya, dia ingin melihat bunga-bunganya. Baekhyun berjalan pelan sekali karena tubuh bagian bawahnya masih sangat perih.

Bunga-bunganya mulai layu dan berguguran, Baekhyun yang melihat itu memandangnya sedih. Dia tidak bisa menghirum aroma harum yang biasanya menenangkannya. Bunga Itu hanya gugur karena memang waktunya tapi Baekhyun pikir bunga ini seperti dirinya. Keindahan tubuhnya sudah mulai hilang sehingga Chanyeol tidak mencintainya lagi. Baekhyun mencoba berjongkok tapi perih di tubuhnya benar-benar tidak bisa di ajak kompromi jadi dia mengurungkan niatnya dan memilih duduk di kursi disana, dia memejamkan matanya menikmati cahaya matahari yang mengenai wajahnya. Tiba-tiba ingatan 14 tahun lalu terlintas.

Gyeonggi-do 2006

Baekhyun dan Chanyeol saat ini sedang berada diatap sekolah, mereka memilih menghabiskan waktu istirahat disana, menatap langit biru dengan menyantap isi bekal mereka. Chanyeol yang sudah menghabiskan bekalnya melihat Baekhyun yang terlihat sangat tenang menyantap makanannya, ide iseng tiba-tiba terlintas di otaknya dengan tiba-tiba dia baring dengan menggunakan paha Baekhyun sebagai bantalnya dan langsung memejamkan matanya.

"Haaa nyamannya" Baekhyun yang terkejut hanya diam.

"Menyingkir dari pahaku Chan" Baekhyun protes karena dia bahkan belum menghabiskan bekalnya. Mendengar suara protes dari Baekhyun chanyeol menghiraukannya dan malah semakin menyamankan posisinya. Tidak mendapatkan balasan apapun dari Chanyeol, membuat Baekhyun menghela nafasnya dan membiarkannya saja Chanyeol yang seperti ini benar-benar keras kepala, jadi dia menyelesaikan makan siangnya dengan chanyeol di pangkuannya.

"Chan… kakiku keram" sepertinya chanyeol benar-benar jatuh tertidur sehingga suara Baekhyun tidak di dengarnya. Sudah 15 menit Chanyeol berbaring di pangkuannya jadi wajar saja kakinya menjadi keram dibuatnya.

"Chanyeol~~" masih belum ada pergerakan dari chanyeol, waktu istirahat juga akan segera berakhir. Melihat itu membuat Baekhyun kesal jadi dia memilih memencet hidung dan menutup bibir chanyeol. Tangan Baekhyun terlihat sangat kecil saat dia menutup bibir chanyeol. Cara itu berhasil tak lama chanyeol membuka matanya lebar dan langsung terduduk.

"Apa kau ingin membunuhku baek"

"Salahmu sendiri tidak segera bangun, kaki ku keram" keluh Baekhyun tidak peduli protes Chanyeol.

"Bagaimana sekarang, aku tidak bisa berjalan. Ini salah mu" Baekhyun mulai merengek dengan bibir yang dilengkungkannya kebawah cemberut. Bukannya merasa menyesal chanyeol malah merasa senang, demi tuhan Baekhyun yang seperti itu benar-benar sangat imut.

"Ah… jam istirahat sudah selesai, kalo begitu aku akan pergi duluan. Bye…" dengan tega chanyeol berdiri dan mulai menjauh dari Baekhyun.

"Chanyeol kau tega sekali, dasar namja jelek" chanyeol berhenti mendengarnya, dia menahan senyumnya.

"Kau ingin aku melakukan apa?" dia menoleh menatap Baekhyun yang berusaha berdiri. Dia terlihat seperti balita yang baru mulai berdiri. Benar benar imut. Chanyeol terkekeh melihat hal itu dan mendapatkan tatapan tajam dari Baekhyun.

"hmmm… bantu aku berjalan"

"Aku tidak mau, memang apa yang akan aku dapatkan saat membantumu?" Baekhyun kesal mendengar jawaban chanyeol.

"Ini juga karena mu bodoh, lain kali jangan tidur di pangkuanku lagi" karena kesal Baekhyun menaikkan suaranya dan mencoba berjalani tapi saat dia ingin melangkah dia merasakan kakinya lemas dan akan terjatuh, chanyeol yang melihat itu langsung menarik pinggang kecil Baekhyun dan mendekapnya. Chanyeol tersenyum lebar melihat wajah kaget Baekhyun.

"dasar pemarah, naiklah" chanyeol berjongkok membelakangi Baekhyun, menawarkan mengendong Baekhyun di belakangnya. Tapi Baekhyun hanya diam melihat itu tanpa sedikitpun bergerak mendekat ke chanyeol.

"Demi tuhan baek jika kau tidak segera bergerak Song-saem akan menghukum kita" Baekhyun tersadar dengan perlahan Baekhyun mengalungkan tangannya di leher chanyeol dan memeluknya. Chanyeol mengangkat tubuhnya dengan mudah dan mulai berjalan.

"Makanlah yang banyak kau sangat ringan" Baekhyun tidak menanggapi ucapan Chanyeol karena aroma tubuh yang menguar dari tubuh Chanyeol membuat jantungnya berdegup dengan kencang. Dia memilih menenggelamkan wajahnya di leher Chanyeol. Selama di perjalanan menuju kelas, mereka menjadi pusat perhatian. Beruntung saat tiba di kelas song-saen belum tiba jika tidak bisa di pastikan mereka pasti akan mendapatkan banyak sekali pekerjaan rumah yang bisa membuatmu tidak tidur selama 5 hari.

Chanyeol menuju meja mereka dan menurunkan Baekhyun. Wajah Baekhyun memerah sempurna dia langsung duduk di kursinya dan menenggelamkan wajahnya melihat itu chanyeol tersenyum sangat lebar, Baekhyun sangat lucu dan manis bagaimana mungkin seorang pria bisa semanis Baekhyun. Teman sekelas mereka melihat interaksi manis itu biasa saja,karena mereka tahu chanyeol dan Baekhyun itu sangat dekat, benar-benar dekat. Tak lama kemudian song-saem datang jadi chanyeol duduk di samping Baekhyun. Pelajaran dimulai tapi chanyeol dan Baekhyun tidak focus dengan pelajarannya. Baekhyun masih memikirkan kejadian tadi, aroma chanyeol bahkan melekat ditubuhnya. Sedangkan chanyeol terlihat gelisah akan sesuatu.

Beruntung ini jam terakhir jadi saat bel sekolah berbunyi teman-temannya terlihat sibuk mengemasi barang-barangnya. Begitu pun Baekhyun, chanyeol hanya melihatnya jadi saat song-saem keluar kelas maka teman-temannya bergegas keluar dari kelas. Chanyeol meletakkan kepalanya di meja dan terlihat nyaman melihat Baekhyun yang sibuk.

"berhenti melihat ku Chan…"

"Kenapa?"

"Itu mengganggu ku, menyingkirlah aku ingin keluar" Chanyeol menyingkir dan membiarkan Baekhyun keluar kelas, tentu saja dia mengikutinya dibelakang.

"Baekhyun tunggu" saat mereka menuruni tangga chanyeol menggapai tangan Baekhyun.

"Kenapa?"

"Heummmm ini untukmu" chanyeol menyerahkan sebuah novel berjudul Angel of Morning Star Club, novel ini sedang terkenal akhir-akhir ini dan Baekhyun pernah mengatakan dia ingin membelinya tapi dia terlambat karena novel itu terjual dengan cepat.

Baekhyun mengambilnya dan menatap chanyeol heran, bagaimana dia bisa memiliki buku ini. Membayangkan chanyeol mengantri demi membeli buku ini sangat aneh karena Chanyeol itu orangnya tidak sabaran "bagaimana kau Mendapatkannya"

"Aku berkeliling toko buku mencarinya, karena kau sangat ingin membacanya bukan?"

"Kau tidak perlu melakukan itu chan aku bisa membelinya jika buku ini dicetak Kembali"

"Kau terlihat sangat ingin membacanya segera, aku melihatnya saat kau menatap toko buku yang kita lewati" Baekhyun meringis apakah dia memang terlihat seperti itu.

"Terima ka-"

"karena aku sudah memberikannya kau harus menjadi kekasihku sekarang" Baekhyun kaget mendengar itu, sedangkan chanyeol tersenyum lebar. Mereka bertatapan selama beberapa detik sebelum Baekhyun menundukkan kepalanya melihat judul novel yang di pegangnya dia memang senang mendapatkan novel ini tapi mendengar ucapan chanyeol membuatnya jauh lebih senang, dia bahkan tidak bisa menahan senyumannya saat itu.

"Kau kekasihku sekarang, oke"

Baekhyun membuka matanya saat dia merasa tubuhnya di angkat. Chanyeol sudah selesai dengan kegiatannya di dapur.

"kenapa kau diluar, aku membuatkan makanan kesukaanmu ayo sarapan" chanyeol membawa tubuh Baekhyun dan mendudukannya di kursi yang sudah dia sediakan.

"Buka mulutmu" chanyeol menyuapi Baekhyun tapi tidak ada reaksi yang Baekhyun berikan selain diam. Melihat itu chanyeol meletakkan sendoknya dan mengenggam tangan Baekhyun lembut "aku minta maaf baek… aku benar-benar sudah keterlaluan kemaren jadi sekarang ayo isi tubuhmu dengan makanan oke" Baekhyun hanya diam tidak memberikan reaksi apapun, bahkan menoleh kepada chanyeol pun tidak. Chanyeol meletakkan makanannya dan menghela nafas berat, dia tahu sikapnya sudah keterlaluan kemaren tapi dia sudah meminta maaf, bahkan dia sudah memasak untuk Baekhyun seharusnya Baekhyun sudah Kembali baik. Chanyeol melihat jam tangannya dan sudah waktunya dia berangkat kerja.

"Aku akan meminta tuan kang menemanimu, aku pergi bekerja dulu dan akan segera Kembali jadi makanlah makananya." Setelah mencium kening Baekhyun Chanyeol langsung pergi. Baekhyun tersenyum miris. Pekerjaannya lebih penting dari Baekhyun. Saat ini hati Baekhyun sudah tidak dapat merasakan kehangatan sikap chanyeol hanya rasa sakit yang dia rasakan. Baekhyun melihat makanan yang dibuat Chanyeol, dia mengambilnya dan membuangnya di tong sampah, dia mengambil segelas air dan meminumnya mulutnya masih perih digunakan untuk mengkonsumsi sesuatu. Jadi dia memilih Kembali kedalam kamarnya membaringkan tubuh lemahnya, seharusnya dia siap-siap untuk kerumah sakit untuk melakukan kemotrapi tapi kurasa dia sudah tidak berminat melakukannya lagi.

to be continued…