Gureihīrō

Disclaimer: Naruto dan DxD bukan punya saya.

Summary : Dia Pahlawan yang berada disisi Putih, kini dia muncul kembali sebagai Pahlawan Abu-abu yang akan menentukan dirinya sebagai Pahlawan Kedamaian sekali lagi atau Pahlawan yang menghancurkan. Dia dikenal dengan Sebutan Gureihīrō.

Warning!: Author baru, banyak Typo, bahasa kaku.

Shiraki

Rate : M

"Bicara biasa"

'Bicara batin'

"[Bicara Bijuu dan Monster]"

'[Batin Bijuu dan Monster]'


Naruto kini sudah kembali di hotelnya setelah melewati perdebatan panjang, ia melihat jam di kamarnya yang menunjukkan angka jam 11 malam. Ia langsung bangun dan memakai jaketnya karena dia memiliki janji dengan seseorang.

"Kira-kira apa yang ingin dia bicarakan?" Gumam Naruto sambil berjalan keluar dari kamarnya.

Naruto berjalan keluar hotel sambil menyalakan sensorik miliknya, ia bisa merasakan bahwa Kuroka sepertinya sudah tertidur, karena dia bisa merasakan aliran energi Kuroka yang tenang dan tipis.

'Sepertinya dia sudah tertidur, ya mau bagaimanapun dia tetap lah kucing.' batin Naruto dengan santai, ia langsung mengambil permen yang ia simpan dan langsung merasakan manisan rasa leci itu.

"[Menurutmu wanita itu akan mau ikut denganmu, Naruto?]" tanya Kurama dalam komunikasi batin mereka, Naruto yang mendengar itu hanya menaikan bahunya lalu melihat langit malam.

"Entahlah, Kurama. Kemungkinan besar tidak akan, kau lihat sendiri bahwa dia punya saudara bukan?" balas Naruto pelan.

"[Tapi, bukannya berbahaya jika dia tetap disini? Dewa itu pasti mengejarnya terus menerus.]" tanya Kurama yang tau bahwa Dewa ini sangat licik dan akan menggunakan cara apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

"[Hoi Kurama. Seharusnya kau tau jika kita membawa gadis itu, bagaimana nasib saudaranya? seperti yang kita liat mereka hanya tinggal berdua saja.]" Bahamut kini ikut andil dalam pembicaraan, Naruto yang mendengar ucapan Bahamut langsung menganggukkan kepalanya, tanda bahwa ia setuju dengan ucapan Bahamut.

"Kita tidak bisa membiarkan saudarinya terseret dengan hal supranatural, lebih baik kita berbicara dengan Thor untuk hal ini." balas Naruto dengan nada pelan.

Naruto berjalan menyusuri jalanan malam yang masih ramai orang itu, ia merasakan beberapa makhluk supranatural yang juga berbaur di keramaian malam itu. Ia memutuskan untuk membiarkan itu karena sepertinya mereka tidak memiliki niat buruk terhadap manusia di sini.

Naruto memasuki sebuah minimarket, lalu keluar setelah beberapa saat sambil membawa kantong belanja ditangannya.

Naruto berjalan menjauh dari minimarket dan memasuki sebuah gang kecil, sosok Naruto langsung menghilang begitu memasuki gang kecil yang gelap dan menakutkan itu.

Tak lama kemudian muncul sosok wanita dengan pakaian yang sedikit terbuka, wanita itu berdiri di dalam gang kecil yang Naruto masuki tadi.

"Sepertinya dia sadar? fufu~ manusia yang menarik." kata wanita itu sambil menjilat bibirnya dengan sensual.


Naruto saat ini sedang di bukit, ia melihat sosok Thor dan Elsa yang sedang duduk menunggu dirinya.

"Yoo Fishcake! kenapa kau sangat lama?" tanya Thor saat melihat kedatangan Naruto.

"Hanya mampir untuk membeli sesuatu dan menghindari sesuatu juga." jawab Naruto ambigu.

Thor hanya mengangkat bahunya tanda acuh tak acuh, Naruto yang ingin duduk pun tak bisa karena ada Mjolnir yang berada ditempat duduknya. Naruto langsung melihat Thor yang kini sudah mengambil kantong miliknya dan mengobrak-abrik isinya.

"Thor? bisakah kau singkirkan ini?" tanya Naruto sambil menunjuk Mjolnir dengan jarinya dan juga tatapan datar.

"Kenapa tidak kau ambil sendiri? mungkin saja kau bisa mengangkatnya bukan?" tanya Thor yang kini malah memberi tantangan pada Naruto, Thor melihat Naruto dengan pandangan yang seperti 'Coba saja' ya seperti itulah.

Naruto hanya melihat Thor datar lalu menatap Mjolnir sambil bersiap mengangkatnya, saat tangan Naruto menyentuh Mjolnir ia merasakan sebuah sengatan listrik yang mengejutkan dirinya.

"Sepertinya aku tidak layak, bahkan ia menyetrum ku, sepertinya ia tidak ingin kusentuh." kata Naruto kepada Thor yang kini malah tersenyum kepadanya.

"Coba lagi, kau tidak tau sebelum benar-benar mencobanya." ucap Thor yang langsung meminum minuman yang Naruto bawa.

Elsa yang sedari tadi melihat percakapan mereka hanya bisa diam, ia juga penasaran apa orang ini mampu mengangkat Mjolnir yang hanya mau diangkat oleh orang-orang yang terpilih atau layak.

Naruto kini mencoba lagi, kali ini ia menghiraukan sengatan listrik yang mengenainya.

Grepp!

Naruto menarik nafas sebentar untuk bersiap untuk semua kemungkinan terburuk yang akan terjadi, ia langsung mencoba mengangkat nya, tapi hanya tergeser pelan dan Naruto tetap mencobanya tapi itu tidak mau terangkat.

"Aku menyerah, aku tidak layak." kata Naruto yang langsung melepaskan tangannya, Thor yang melihat itu langsung mengambil Mjolnir dengan satu tangannya dan itu terlihat mudah bagi Thor.

"Kau bukannya tak layak, hanya belum." ucap Thor sambil menaruh Mjolnir di sebelahnya.

Naruto tidak menjawab melainkan langsung duduk dengan wajah cuek, lalu ia mengambil sebuah cola yang ia beli tadi.

"Jadi sekarang, apa yang kalian inginkan dengan memanggilku?" tanya Naruto langsung ke inti, karena sepertinya ia kesal karena tidak bisa mengangkat Mjolnir.

"Hmm, santai dulu. Nikmati saja malam ini." ucap Thor dengan wajah santai, ia meminum minumannya dan mendesah lega saat cairan itu melewati kerongkongan miliknya.

"Lebih baik kau katakan, Ted." ucap Elsa yang sepertinya juga sedikit jengah dengan kelakuan Dewa ini.

"Kalian terlalu bersemangat, tapi baiklah." ucap Thor dengan menegakkan badannya, ia juga menaruh minumannya dan mulai serius. Itu terlihat di raut wajahnya.


Rumah Naruto

Gabriel dan Amaterasu kini sedang duduk dengan raut wajah cemas, pasalnya mereka baru saja bertemu manusia yang bisa dikatakan kuat selain Naruto.

"Nee Gabriel, apa kita harus memberitahu pertemuan tadi dengan Naruto-kun?" tanya Amaterasu melirik sebelahnya.

"Aku tidak tau, tapi aku tidak mengira bahwa Loginus Kehendak Tuhan, sudah muncul. Kukira hanya rumor." kata Gabriel diakhiri nafas kasar, Amaterasu hanya bisa diam karena dia tau bahwa senjata itu mampu membunuh Dewa seperti dirinya.

"Aku..., harus melaporkan ini pada Michael-Nii."

"Itu tidak perlu, Gabriel."

Tiba-tiba Michael muncul dan mengejutkan dua wanita itu, tapi jika dilihat Michael tidak sendiri karena disana ada satu sosok siluet dibelakangnya.

"Selamat malam, Amaterasu-dono." ucap Michael dengan senyuman yang selalu melekat diwajahnya itu.

Amaterasu tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan, Gabriel langsung berdiri dan menghampiri kakaknya itu.

"Yoo! Gabriel-chan! Amaterasu-dono." ucap orang dibelakang Michael, perlahan tapi pasti orang itu bergerak maju hingga membuat sosoknya terlihat.

"Azazel!/Azazel-dono?" respon dua wanita itu sedikit berbeda, jika Gabriel terlihat kaget dan terkejut makan Amaterasu terlihat bingung dan penasaran kenapa Michael yang notabene seorang Angel bersama Azazel yang seorang(?) Fallen Angel.

"Hahaha! tak kukira bahwa kuning itu menyimpan para wanita yang penting. Sungguh aku sedikit iri." ucap Azazel yang langsung berjalan mendekati Gabriel dan Amaterasu.

"Kenapa kalian kesini??" tanya Gabriel sedikit bingung, pasalnya jarang sekali kedua saudaranya ini bersama.

"Aku cuma kebetulan bertemu Michael tadi, jadi aku hanya mengikutinya. Aku sedikit bosan karena tidak pernah dapat ikan." ucap Azazel dengan nada santai, meskipun diakhir kata sedikit ada nada suram dan depresi darinya.

Gabriel dan Amaterasu terlihat sedikit bingung, pasalnya mereka tidak mengetahui kelakuan atau kebiasaan Azazel. Berbeda dengan Michael yang hanya bisa tersenyum, meskipun bisa kita lihat bahwa bibirnya sedikit bergetar seperti menahan tawa.

'Kau baru sadar hari ini? harusnya kau tau bahwa sungai dangkal seperti itu tidak ada ikan sama sekali.'

Skip Time

Setelah beberapa saat kemudian kini mereka sedang duduk di ruang tamu Naruto, terlihat bahwa mereka sedang berbicara sesuatu dengan serius, terlihat dari tensi tempat itu yang berat. Jika manusia biasa berada disana sudah dipastikan bahwa ia akan pingsan langsung.

"Jadi begitu? sepertinya bencana dan perang yang dikatakan Naruto-san akan terjadi." ucap Michael cemas, pasalnya kemunculan 13 Longinus merupakan pertanda buruk.

"Apalagi dari tiga Fraksi memiliki dari setidaknya pemilik 13 Longinus itu." ucap Azazel dengan raut wajah rumit, Gabriel yang mendengar itu juga cemas jika perang pecah kembali antara tiga Fraksi itu akan membuat banyak korban. "Michael, aku punya ide bagus, sebenarnya ini ideku dan si kuning itu."

"Memang apa?"

"Bagaimana jika kita membuat kesepakatan perdamaian? jujur aku benci dengan perang kita." ucap Azazel dengan meminum minumannya, ia melihat langit-langit dengan pandangan seperti menerawang. "Melihat rekan dan saudara kita mati, itu terlalu mengerikan jika harus dilihat oleh generasi muda." lanjut Azazel membuat semuanya juga termenung, apa yang dikatakan Azazel memang benar adanya.

"Tapi bagaimana caranya?" tanya Michael dengan bingung, pasalnya butuh sebuah kejadian yang bisa dipakai untuk membuat perjanjian perdamaian. "Tunggu! Jangan-jangan tentang itu?" tebak Michael.

"Ya, seharusnya pelakunya sudah jelas bukan?" ucap Azazel dengan senyuman yang melekat diwajahnya, Michael hanya diam dan menganggukkan kepalanya. Untuk Gabriel ia tidak terlalu paham karena ia tidak tau maksud Azazel.

"Kau bisa kirimkan orang-orangmu, tenang saja tidak akan ada korban, aku janji." kata Azazel dengan santai.

Amaterasu hanya diam mendengarkan para malaikat Tuhan itu, ia hanya diam dan akan bergerak jika ada manusia yang jadi korban. Karena mereka berada di wilayah Shinto, meskipun di Kuoh tidak banyak penganut Shinto tapi ia tetap harus menjaga manusia di wilayahnya.

Setelah melakukan pembicaraan yang cukup penting itu, akhirnya Azazel dan Michael pamit undur diri karena ada keperluan yang harus mereka urus untuk pemimpin seperti mereka. Gabriel dan Amaterasu kini hanya diam di ruang tamu, biasanya mereka akan menunggu Naruto tapi mereka sadar bahwa Naruto tidak akan pulang dalam waktu dekat.

Jadi akhirnya dua wanita itu hanya berdiam diri, tidak melakukan apapun sama seperti tadi pagi.

"Hah~ lebih baik kita tidur, ini sudah malam." ucap Gabriel mematikan Televisi dan berjalan meninggalkan Amaterasu di ruang tamu, Amaterasu sepertinya tidak langsung kembali ke kamarnya melainkan ia keluar dan menuju halaman rumah Naruto.

Amaterasu berdiri dalam diam sambil memandang rembulan dengan wajah datar, lalu tiba-tiba muncul lingkaran sihir dibelakangnya memunculkan sosok pria dengan wajah garang mengenakan Kimono dan terdapat sebuah pedang di pinggangnya.

"Ada apa Nee-sama memanggilku? apa ada sebuah masalah." tanya sosok itu dengan suara yang berat.

"Tidak ada masalah, hanya akan muncul masalah." ucap Amaterasu dengan nada dingin, lalu ia melihat kearah sosok itu dengan mata berwarna merah menyala. Shinjitsu no me mata yang dapat melihat kebenaran, intinya mata ini mampu mendeteksi kebohongan dan melihat masa depan. Amaterasu menciptakan ini agar ia tidak mengalami hal di masa lalunya lagi, sejauh ini ia hanya menggunakannya untuk mencari informasi. "Aku serahkan penjagaan manusia disini padamu, Susanoo." lanjut Amaterasu yang langsung menghilangkan Shinjitsu no me miliknya.

"Baiklah, aku akan melakukannya." ucap Susanoo dengan menundukkan kepalanya, "Aku undur diri dulu..., Amaterasu-Nee." lanjut Susanoo yang langsung menghilang ditelan lingkaran sihir, setelah kepergian Susanoo Amaterasu langsung masuk. Tapi sebelum masuk Amaterasu sempat mengumamkan sesuatu.

"Tengoku no gādian."


Beralih ke Naruto yang sedang duduk berdua dengan Elsa, sedangkan Thor sudah tidak ada diantara mereka berdua. Sepertinya Thor meninggalkan dua orang itu untuk saling berbicara.

"Jadi kau menyadari bahwa kau memliki kekuatan mu dari kapan? Elsa-san?" tanya Naruto basa basi, sebenarnya ia ingin menghancurkan suasana canggung ini. Tapi sepertinya orang yang diajak bicara tidak merespon membuat Naruto tersenyum kecut.

Naruto meminum minumannya berusaha untuk memikirkan cara untuk berkomunikasi dengan Elsa, meskipun begitu ia tidak terbiasa dengan urusan perempuan meskipun ia sekarang sudah (mengarungi) tinggal bersama tiga wanita.

"Aku menyadari kekuatan milikku saat berumur tujuh tahun," ucap Elsa yang mulai bercerita, sedangkan Naruto hanya mendengarkan tanpa ingin menginterupsi cerita Elsa. Mungkin ini bisa membuat hubungannya dengan Elsa menjadi dekat. "Waktu itu aku merasa bahwa itu adalah mukjizat," lanjut Elsa sambil memandangi tangannya.

"Secara teknis itu memang mukjizat." ucap Naruto santai, tapi sepertinya itu membuat kesalah pahaman terjadi diantara mereka. Naruto yang pada dasarnya bodoh akan wanita itu memang sedikit merepotkan.

"Bisa kau hanya diam dan dengarkan? jika tidak aku akan pulang saja!" kata Elsa ketus, Naruto langsung sedikit panik. Ia mencoba untuk membujuk wanita berambut putih itu.

"Ehhh? maaf, silakan lanjutkan." Naruto mengatakan itu sembari memegang tangan Elsa yang sudah berdiri.

"Bisakah kau melepaskan tanganku?" tanya Elsa sambil melihat kearah tangannya yang digenggam Naruto, pria pirang itu langsung menarik tangannya dan mengangkat kedua tangannya seperti akan ditangkap.

Elsa langsung kembali duduk, dan mulai bercerita kembali. Naruto diam mendengarkan dengan seksama, ia merasa bahwa Elsa terlalu memaksakan dirinya sebagai seorang kakak, itu terlihat dari ceritanya yang selalu mengutamakan Anna dan terlalu khawatir pada adiknya, mungkin ini alasan kenapa kekuatan Elsa sering lepas kendali.

"Dari yang kudengar, kau terlalu memaksakan diri menjadi kakak terbaik Elsa, kau tidak harus bersikap dewasa, kau boleh iri atau sejenisnya. Jika kau terlalu memaksakan diri menjadi sesuatu yang bukan dirimu, itu malah akan menyakiti dirimu sendiri, bertindaklah seperti dirimu dan lakukan apapun yang kau mau. Bahkan kau boleh menjadikanku kakakmu, ya sebenarnya aku tidak punya adik tapi persaudaraan akan lebih baik jika kalian mau saling mendengarkan." nasehat panjang Naruto, sedangkan Elsa entah menyebabkan tersentak karena ucapan Naruto. Ia melihat mata Naruto yang begitu tulus tapi bisa dia lihat bahwa mata itu juga banyak menanggung beban, mungkin melebihi dirinya, tapi Naruto masih bisa tersenyum dan menikmati semuanya.

"Baiklah, ini sudah malam biarkan aku mengantarkanmu." ucap Naruto yang sudah berdiri dari duduknya, Elsa juga ikut berdiri dan bersiap untuk pulang.

"Baiklah, kita cari taxi dulu." ucap Elsa yang berniat mencari taxi, tapi ia ditahan oleh Naruto yang memegang pundaknya.

"Tidak perlu, itu terlalu beresiko." cegah Naruto.

"Lalu bagaimana kita pulang?" tanya Elsa keheranan.

"Percayalah, ini akan cepat." ucap Naruto.

Sringgg!!!

Dalam kilatan kuning mereka menghilang meninggalkan tempat itu, tak lama kepergian mereka muncul wanita berambut perak dengan pakaian yang sedikit terbuka, wanita itu terlihat kecewa karena mangsanya baru saja pergi.

Lalu muncul lingkaran sihir disampingnya memunculkan seorang pria dengan badan yang cukup besar dan garang, pria berambut coklat itu juga membawa sebuah pedang besar di punggungnya.

"Sepertinya mereka sudah pergi." ucap pria itu.

"Ya, sayang sekali padahal aku ingin bertemu dengannya." ucap wanita itu sambil menjilati bibirnya.

"Jadi sekarang bagaimana? Freya-sama?" tanya pria itu kepada wanita bernama Freya yang diketahui sebagai dewa di mitologi Nordik, Freya hanya diam sebentar memikirkan sesuatu.

"Kita pergi, lagipula dia masih akan berada di sini. Apalagi kata pak tua itu akan ada seseorang yang datang ke Nordik, aku yakin dia orangnya." ucap Freya dengan santai, pria itu hanya menganggukan kepalanya dan mereka menghilang dalam lingkaran sihir.


Naruto dan Elsa sampai didepan kedai milik Elsa, tapi terlihat Elsa yang sedang berlutut sambil memegang perutnya yang serasa diaduk-aduk. Naruto yang melihat itu hanya tersenyum kikuk karena memang siapapun yang pertama kali mencoba jurusnya akan mengalami hal yang sama.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Naruto sedikit khawatir dan bersalah.

"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja." balas Elsa dengan nada menyakinkan, tapi itu berbanding terbalik dengan wajahnya yang masih pucat. "Hanya sa-ergghh!"

"Lebih baik kau beristirahat saja." ucap Naruto mengusulkan Elsa untuk masuk, Elsa hanya menganggukan kepalanya dan masuk kedalam.

"Kau pulang lah, selamat malam." ucap Elsa yang langsung menutup pintu kedainya, Naruto hanya tersenyum sebagai jawaban. Setelah pintu ditutup Naruto langsung membuat Handsel tangan, dan muncul Chi-Bunshin yang memiliki seperempat kekuatannya untuk menjaga Elsa, pasalnya nanti Naruto harus menemui Odin untuk menyampaikan pesan aliansi dari Azazel.

"Kau jaga mereka, bunuh siapapun yang ingin mencelakai mereka." Naruto berpesan pada Chi-Bunshin miliknya dengan pelan, sang Bunshin

hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

Lalu Naruto menghilang bersamaan dengan Chi-Bunshin miliknya, Naruto sendiri kembali ke hotelnya untuk bersiap besok.

Naruto sudah sampai dihotel, lalu ia masuk kekamarnya dan menjatuhkan diri ke kasur hotel, setelah beberapa saat Naruto sudah tertidur pulas.

Tapi tiba-tiba pintu kamar Naruto terbuka, terlihat Kuroka masuk dan melihat Naruto yang langsung tertidur akhirnya ikut tidur juga tapi dalam bentuk kucingnya.

Akhirnya mereka tertidur dengan Naruto memeluk Kuroka dalam bentuk kucingnya.


Pagi hari

Suasana pagi hari memang yang terbaik, dimana saat bangun kita merasa fresh dan ditemani kicauan burung yang sedang bernyanyi dengan riang.

Naruto terbangun dari tidurnya, tapi Naruto merasakan sesuatu yang lembut ditangannya, ia mencoba meremas benda itu untuk memastikan apa itu.

"Ahh~ Ughh!"

Naruto terkejut tatkala ia meremas benda itu malah seseorang yang seperti mendesah, lalu Naruto dengan setengah mengantuk membuka matanya dan apa yang dia liat.

Naruto melihat surai hitam dengan telinga seperti kucing? setelah blank beberapa saat akhirnya Naruto sadar bahwa...,

"Pagi Naru-nyaa~"

Itu Kuroka!!!

Naruto langsung melompat mundur dengan cepat, ia melihat Kuroka yang berbaring dikamarnya, Naruto memandang horror Kuroka dan tangannya yang menyentuh benda lembut itu.

"Ku-kuroka!! kenapa kau disini!!" teriak Naruto gugup, ia tidak berani melihat kearah Kuroka pasalnya pakaian gadis itu sedikit terbuka hingga memamerkan kulit paha yang mulus dan dada yang besar itu.

"Hmm kenapa-nyaa?" tanya Kuroka sambil memiringkan kepalanya.

"Ehhh...," Naruto hanya bisa speech dengan hal barusan, jika dia seperti gurunya dia mungkin akan langsung menyerang Kuroka apalagi, Apa-apaan!! dengan pose itu!?

"Nyaa?" bingung Kuroka melihat Naruto yang mematung dengan wajah serius.

Kuroka berniat untuk menghampiri Naruto karena khawatir, tapi baru saja turun dari kasur terlihat Naruto mengangkat tangannya seolah menyuruhnya untuk berhenti.

Naruto langsung bangkit dari duduknya, ia langsung berjalan menuju kamar mandi hotelnya yang kebetulan berada di dekatnya.

"Argghhh!!!!!!!!"

Tak lama kemudian terdengar teriakan yang sangat melengking hingga membuat burung yang lagi pdkt kabur, para tamu juga sedikit kaget tapi mereka memilih untuk melanjutkan kegiatan mereka.

Kuroka hanya memiringkan kepalanya bingung.

Skip Time

Setelah beberapa kejadian absurd itu, Naruto sudah bersiap-siap untuk menemui Odin dan memberikan undangan atau ajakan perdamaian dari Azazel.

Kuroka juga sudah siap, seperti biasa dia mengenakan kimono miliknya tapi kini lebih tertutup karena perintah Naruto.

Mereka turun menuju lantai bawah, sebenarnya mereka bisa saja langsung teleport tapi mungkin itu akan aneh karena para staff yang mungkin akan terjadi kesalah pahaman.

Naruto dan Kuroka yang sudah turun menjadi pusat perhatian, karena ketampanan Naruto yang mampu menghipnotis para wanita, sedangkan Kuroka dilihat dengan pandangan terpesona, kagum dan err mesum? bagaimana tidak, Kuroka sendiri mungkin sudah bisa mengalahkan para model papan atas.

Naruto dan Kuroka berjalan tanpa menghiraukan tatapan kagum yang terarah pada mereka, karena ini sudah biasa bagi mereka.

Naruto dan Kuroka berjalan hingga keluar hotel, mereka berjalan terus lalu berbelok di sebuah gang kecil dan kemudian menghilang tanpa jejak.


Skip time

Naruto dan Kuroka sudah sampai digerbang yang menghubungkan mitologi Nordik dan dunia manusia, Naruto menunggu dengan sabar karena orang-orang Nordik akan mengirim seseorang untuk menjemput mereka.

"Apa kau Naruto-san?" tanya sebuah suara yang mengejutkan Naruto dan Kuroka, di sana terlihat gadis atau wanita berambut putih panjang yang bertanya kepada mereka.

"Iya, apa kau utusan Odin-sama?" tanya Naruto dengan sopan, jika ia mengatakan itu dengan nada datar mungkin akan terjadi kesalah pahaman disini dan ia tidak ingin ada masalah atau keributan.

"Lalu yang disebelah anda siapa? saya hanya disuruh menjemput satu orang saja." kata wanita itu melihat kearah Kuroka, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan Kuroka sedikit menganggu.

"Dia seorang Iblis tapi dia ada dibawah perlindunganku." jawab Naruto dengan santai, Kuroka sedikit terkejut tapi ia bisa mengendalikannya.

"Ohh begitu, tapi jangan sampai dia berbuat macam-macam." peringati wanita itu dengan melirik Kuroka, sedangkan Kuroka langsung menggandeng tangan Naruto.

Naruto hanya diam karena ini sudah cukup lumrah baginya, tapi tidak dengan wanita yang menyusul mereka terlihat dia sedang memerah. Kuroka yang melihat itu tiba-tiba terlintas ide jahil dikepalanya, ia lalu mengeratkan gandengannya pada Naruto.

"Nee Naru-nyaa~ nanti bisa kita bermain seperti tadi? aku ingin merasakannya." kata Kuroka dengan wajah yang memerah, wanita itu juga tambah memerah karena ucapan ambigu Kuroka terlihat dia langsung membalikkan badannya.

"Ahh yang tadi kah? baiklah." jawab Naruto enteng tanpa beban, sedangkan wanita yang mengantarkan mereka makin memerah.

Mereka berjalan dengan Kuroka yang menempel pada Naruto, ia tidak sabar untuk pulang dan Naruto akan membersihkan bulunya. Kegiatan yang dimaksud Kuroka sebenarnya hanya sebatas membersihkan tubuh versi kucingnya dengan sikat khusus, tapi karena pengucapan Kuroka yang ambigu terlihat menjadi kegiatan yang aneh.

Setelah berbicara beberapa saat dengan wanita yang diketahui seorang Valkyrie bernama Rossweise, mereka diberitahu tentang beberapa hal tentang mitologi Nordik yang membuat Naruto menganggukan kepalanya karena bisa paham sejarah Nordik.

"Anu Rossweise-san, apa sebenarnya kekuatan dari Mjolnir??" tanya Naruto bingung.

"Sebenarnya Mjolnir dibuat oleh bangsa Kurcaci, dulu ada pertarungan untuk membuat hadiah untuk dewa bagi para kurcaci." kata Rossweise pelan, "Disana ada 5 kurcaci yang mengikutinya, 3 diantaranya adalah saudara kembar dan 2 lagi juga saudara. mereka membuat 3 benda untuk para dewa, saat itulah beberapa senjata para dewa Nordik terlahir. Gungnir dan Draupnir tombak dan cincin milik Odin-sama, lalu juga tercipta Mjolnir untuk Thor kami tidak tau apa yang ada dalam Mjolnir hanya para pembuatnya yang tau." jelas Rossweise panjang lebar, sebenarnya masih panjang lagi penjelasannya tapi Rossweise lebih memilih untuk memperpendek cerita karena mereka sudah sampai diruangan.

"Baiklah, mungkin jika kalian masih penasaran kalian bisa ke perpustakaan kami, tapi sekarang kita akan menghadap Odin-sama." ucap Rossweise yang kembali ke mode profesional, Naruto hanya menganggukan kepalanya dan menarik nafas panjang.

"Oke kita mulai!" Naruto langsung masuk dengan Kuroka yang sudah melepaskan pelukannya, mereka mengikuti dibelakang Rossweise dengan sedikit gugup.

Naruto dan Kuroka melihat tempat para dewa disini, ini sedikit berbeda dari Olympus yang memiliki banyak tahta tapi Nordik hanya ada satu tahta yang sedang diduduki oleh pria tua dengan tutup mata. Itu pasti Odin dewa utama disini.

Odin juga melihat mereka dengan tatapan tertarik atau lebih tepatnya Odin melihat Kuroka yang cukup Hot.

'Seseorang seperti Azazel dan Petapa genit, lagi?!' batin Naruto kesal karena melihat itu.


Kuoh

Gabriel dan Amaterasu kini sedang berjalan menuju Kuoh akademi, untuk apa mereka kesana? bukannya Naruto mereka masih belum pulang? mah kita tidak tau apa pikiran mereka jadi kita lihat mereka saja.

Gabriel berjalan dengan langkah santai, ia dan Amaterasu berniat untuk melamar menjadi guru di Kuoh, sebenarnya mereka sudah merencanakan ini dari lama karena mereka juga akan bosan jika terlalu lama dirumah tanpa berbuat apa-apa.

Gabriel sendiri ingin mengisi kegiatannya yang sekarang sudah sangat lenggang, pasalnya kakaknya sudah memberikan tugas padanya untuk bersama Naruto dan tidak perlu untuk melakukan urusan di Heaven. Amaterasu mungkin ia ingin lebih dekat dengan orang-orang disini, meskipun penganut agama Shinto tidak terlalu banyak disini karena mereka yang tidak terlalu peduli dengan Kuoh, jadi ini akibatnya hingga banyak orang yang tidak menganut kepercayaan Shinto.

Mereka berjalan dengan santai, tapi mereka menjadi pusat perhatian karena banyak pria yang melihat mereka dengan tatapan tertarik, Gabriel dan Amaterasu lebih memilih untuk mengabaikan itu karena mereka hanya memandang Gabriel dan Amaterasu dengan nafsu. Mereka mempercepat langkahnya tapi Gabriel mengajak Amaterasu untuk pergi ke Gereja terlebih dahulu untuk berdoa Amaterasu hanya mengangguk menurutinya karena tidak ada salahnya untuk toleransi.

Gabriel menuju salah satu Gereja disana untuk berdoa, sedangkan Amaterasu menunggu diluar karena tidak ingin terjadi kesalah pahaman dengan Fraksi Injil, sebenarnya juga Amaterasu tidak nyaman dekat dengan Gereja entah karena apa. Ia duduk dengan santai sambil menikmati minumannya, lalu tak lama wajah Amaterasu menjadi serius.

"Bagaimana hasil 'berburu' mu kemarin? Susano'o?" tanya Amaterasu pelan, lalu tak lama muncul seseorang dibelakang Amaterasu yang sedang bersandar di pohon.

"Setidaknya aku sudah membersihkan sekitar 20 Nee-sama, tapi aku sedikit telat untuk menolong beberapa manusia." kata Susano'o dengan nada kesal, pasalnya ia telat menyelamatkan seorang anak kecil dan ibunya dari dimakan para Iblis.

"Tidak apa-apa, kau sudah berusaha. Lanjutkan pekerjaanmu." ucap Amaterasu menenangkan adiknya, sebenarnya ia kini marah terbukti dengan tangannya yang mencekam minumannya dengan kuat, Susano'o yang dibelakang Amaterasu hanya menelan ludahnya kasar.

'Sepertinya, Nee-sama sedang dalam mood buruk!' batin Susano'o dengan gemetar, rasanya ia ingin pergi segera dari sini tapi kakinya tidak bisa bergerak sama sekali. Tekanan yang Susano'o rasakan mulai terasa untuk orang disekitar mereka, terlihat beberapa burung yang sudah jatuh dari pohon dan manusia yang mulai sesak nafas, menyadari itu Susano'o sedikit panik.

"Nee-sama!!! hentikan! kau membuat beberapa orang dalam bahaya!?" teriak Susano'o berusaha untuk menyadarkan kakaknya, tapi usaha nya akhirnya berhasil karena tekanan itu mulai menghilang. Beberapa orang yang merasakan tekanan Amaterasu sedikit bingung dan buru-buru pergi dari tempat itu.

"Hah~ maafkan aku Susano'o, aku lepas kontrol meskipun aku tadi menyemangati dirimu." ucap Amaterasu menyesal, "Eria no Fukugen," lanjut Amaterasu yang tiba-tiba muncul lingkaran sihir miliknya, awalnya hanya muncul dibawah Amaterasu tapi lama kelamaan lingkaran itu membesar hingga jarak 30 meter dari tempatnya.

Susano'o dan orang-orang yang terkena dampak tekanan Amaterasu kini terlihat lega, wajah mereka yang pucat kini kembali segar kembali. Tak lama kemudian muncul Gabriel yang sudah selesai berdoa, Susano'o juga ada disana dengan pakaian yang normal.

"Eh ada Susano'o-san? kenapa kau disini?" tanya Gabriel yang menyadari keberadaan Susano'o, sedangkan yang diajak bicara kini masih merapikan penampilannya.

"Ahh, hanya ingin melakukan sesuatu. Gabriel-san." balas Amaterasu mewakili adiknya, Gabriel memiringkan kepalanya bingung karena ia merasakan sisa-sisa kekuatan penyembuhan disini, tapi ia tidak ambil pusing dan duduk di sebelah Amaterasu.

"Ngomong-ngomong kalian mau kemana?" tanya Susanoo dengan bingung, pasalnya pakaian mereka adalah pakaian formal.

"Kami? hanya melamar pekerjaan saja, bukan begitu Ame-chan?" Gabriel mengatakan itu dengan nada yang imut, bahkan Susanoo merona begitu juga laki-laki yang lewat juga merona merah terbius oleh keimutan Gabriel.

'Sial! Naruto-san bagaimana kau bisa tahan dengan para wanita ini dirumahmu tanpa lepas kontrol!?' batin Susanoo dengan menutupi wajahnya, Amaterasu yang mendengar suara pikiran Susanoo sedikit terkekeh kecil.

"Bagaimana Naruto-kun bertahan? sebenarnya Naruto-kun itu bodoh dan tidak peka, jadi dia tidak akan mudah jatuh dalam pesona wanita, Susanoo." jawab Amaterasu dengan santai tapi juga sedikit kesal karena mengingat ketidakpekaan Naruto dalam urusan wanita, Gabriel bingung karena ucapan Amaterasu yang tiba-tiba membahas Naruto.

"Kenapa sekarang membicarakan Naru-kun?" tanya Gabriel dengan bingung, tapi jika mengingat Naruto ia sedikit rindu melihat pria pirang itu.

"Tidak ada, hanya saja kami penasaran dengannya sekarang." balas Amaterasu dengan nada lembut, Susanoo yang mendengar nada yang digunakan kakanya itu hanya tersenyum kecil. Gabriel juga penasaran dengan kegiatan Naruto sekarang, ia ingin sekali menghubungi Naruto tapi ia tidak bisa menganggu Naruto dulu.

"Mungkin dia sedang berurusan dengan salah satu dewa disana? kau tau bukan Naruto tidak suka saat rasnya dihina bahkan oleh dewa." jawab Gabriel dengan pelan dan sedikit gugup mengingat Naruto yang tidak segan jika ada yang menghina manusia, Amaterasu yang mendengar itu hanya tertawa kecil mengingatnya sedangkan Susanoo malah berkeringat dingin mengingat salah satu kejadian yang ingin ia lupakan.

"Entah kenapa aku jadi merinding mengingat hari itu, kuharap tidak ada orang bodoh yang memancing amarahnya." gumam Susanoo dengan nada gemetar, Amaterasu dan Gabriel melihat Susanoo yang ketakutan hanya terkikik kecil.


Nordik

Keadaan cukup tegang disini, Naruto berdiri dalam kawah kecil dan juga Bijju-mode miliknya yang aktif, tapi bisa dilihat ada energi berwarna biru pekat yang mengelilinginya.

"Saya memang datang kesini untuk mengajukan surat dari Fraksi Injil ke Nordik, tapi bukan berarti jika saya akan diam saja saat dihina." ucap Naruto dengan nada berat, apalagi kekuatan Kurama yang berwarna Oranye keemasan terus berkibar dengan liar ditambah kekuatan berwarna biru atau kekuatan Naga Bahamut yang tidak terkendali. (Untuk versi Naga Bahamut ini kalian bisa liat Bahamut di Final Fantasy 7 Remake.)

"Kheh! manusia seperti mu memang bisa apa?" remeh sebuah suara dari jajaran para dewa.

"Bagaimana jika kita lihat kemampuan manusia yang kau rendahkan ini? Loki-san!!" balas Naruto sambil menekankan nama Loki, ternyata Naruto berdebat dengan Dewa yang sangat tidak ingin ia lihat, tapi Naruto sepertinya tidak bisa menerima ucapan Loki yang entah apa kepadanya.

"Siapa takut? lagipula aku ingin menguji kekuatan orang yang diincar oleh Ophis ini." balas Loki dengan nada sombong dan untuk kata-kata terakhirnya Loki mengatakannya dalam hatinya, Odin terlihat hanya diam tapi sebenarnya ia juga tertarik dengan manusia ini pasalnya ia merasakan kekuatan yang begitu besar dari Naruto.

"Tunggu! maaf Fishcake! tapi lebih baik kau tidak terlalu banyak menanggapi ucapan Loki." kata Thor yang merasakan bahwa ini akan menjadi gawat, karena jika mereka bertarung disini mungkin warga Asgard akan jadi korban.

"Kheh kenapa kau melindunginya Thor? dia hanya ma-"

Sriingg!

Bruggghhh!

Twuuush! Swuuuush!Braaak! Blaaaaarrrr!

Perkataan Loki tidak bisa keluar dari mulutnya dan harus menelan kata-katanya lagi, ternyata Naruto tanpa basa basi langsung bergerak dengan dan menggunakan Rasengan nya untuk menyerang Loki yang tidak siap hingga terlempar dan membuat retak tembok tempat ini.

"Asal kau tau saja, kami memang lemah. Tapi kami tidak selemah yang kalian kira...," ucap Naruto yang sudah berada di tempat Loki berdiri tadi, para Dewa disana juga terkejut dengan kecepatan Naruto yang diluar nalar manusia.

Sriingg!

Naruto tiba-tiba kembali menghilang dan muncul disamping Kuroka, tapi bisa dilihat di lengannya yang masih mengeluarkan aura berwarna biru.

"Maaf atas keributan ini Odin-sama, tapi ini tidak ada hubungannya dengan kesepakatan yang diajukan dan ini hanya tindakan pribadi karena Dewa Bajingan itu yang memulainya. Kami pamit, ayo Kuroka!" ucap Naruto meminta maaf pada Odin dan langsung memegang tangan Kuroka dan menghilang dari sana meninggalkan mereka para Dewa yang termenung, mereka sendiri masih terkejut karena hal itu tapi mereka tidak bisa menyalahkan Naruto, Thor sendiri hanya menepuk dahinya karena emosi Naruto.

Hanya Odin dan Freya yang tersenyum karena melihat itu, untuk Odin sepertinya ia tertarik pada Naruto yang seorang manusia tapi memiliki kekuatan yang luar biasa, ia yakin bahwa tadi bukanlah sepenuhnya kekuatan Naruto.

Freya sendiri makin tertarik dengan Naruto, ia sudah merasakan kekuatan yang sangat besar dari Naruto. Sekarang ia makin lebih tertarik dengan Naruto dan makin ingin memilikinya, ia merasa bahwa sekarang ia sudah menemukan sang Alpha. Freya langsung pergi meninggalkan ruangan itu tanpa peduli dengan Loki, sedangkan Loki sendiri sedang dibantu oleh Dewa-Dewi lainnya tapi ia kini menjadi tau apa alasan kenapa Ophis ingin merekrutnya.

Line Break

Sementara Naruto dan Kuroka kini berada di sebuah taman, waktu sudah menjelang Siang disini tapi terlihat masih banyak kegiatan dari orang-orang.

"Nyaa~ seharusnya kau lebih sabar Naru." ucap Kuroka dengan melirik Naruto yang sedang duduk disebelahnya, Naruto sendiri hanya menutupi wajahnya dengan telapak tangannya.

"Maaf, tapi entah kenapa aku begitu marah, seolah-olah manusia tidak lebih dari sebuah benda dimatanya. Itu membuat ku begitu marah, asal kau tau saja dari tempat ku berasal manusia disana memiliki kekuatan yang luar biasa, bahkan bisa mengalahkan seorang Dewa." balas Naruto saat mengingat bagaimana jika manusia disini memiliki kekuatan yang sama seperti di dunia Shinobi, mungkin manusia bisa membungkam para mahluk yang merasa lebih superior.

"Aku tau Nyaa~ tapi bukannya Naru-nyaa yang bilang, jika kita terlalu mengikuti emosi itu akan berakibat buruk bukan?" kata Kuroka membuat Naruto tersentak, Kuroka hanya tersenyum tipis melihat Naruto yang mulai kembali tenang.

"Kau benar, aku minta maaf." kata Naruto pelan, Kuroka tidak menjawabnya tapi Naruto tau bahwa Kuroka pasti mendengar suaranya tadi.

"Nyahahaha! tapi tadi kau terlihat begitu keren Naru-nyaa! kau bisa membungkam mulutnya dan Dewa lainnya dengan satu jurus!" kata Kuroka yang sepertinya mengalihkan topik atau melemparkan candaan untuk menghibur Naruto. "Nee bagaimana jika kita belajar penggunaan Senjutsu dan Chakra sekarang?" usul Kuroka yang melihat langit masih siang, Naruto sepertinya setuju dengan gagasan Kuroka.

"Baiklah! karena mungkin kita tidak akan melakukan apapun hingga 3 hari kedepan sebelum kembali, mungkin kita bisa melatih dirimu Kuroka! tapi sebelum itu...,"

Kruyukk!

"Lebih baik kita makan siang di kedai Elsa dan Anna, bagaimana Kuroka?"

"Nyaa! bukan ide yang buruk!" kata Kuroka yang setuju dengan saran Naruto, lalu mereka bangkit berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kedai dua saudara yang tidak terlalu jauh itu.

Mereka berjalan dengan Naruto yang masih memakai pakaian rapi, sedangkan Kuroka yang awalnya Kimono hitam miliknya yang tertutup entah kini sudah menjadi terbuka hingga menunjukkan asetnya ke dunia.

Naruto mengabaikan itu karena mungkin saja Kuroka gerah, jujur pakaiannya yang sekarang juga mencekiknya dan ingin segera ia lepas saja. Lalu tak lama kemudian mereka sampai didepan kedai dengan santai, disana terlihat ada beberapa pengujung yang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, Naruto dan Kuroka langsung duduk dipojokan karena lebih sepi. Kemudian Anna datang menghampiri meja mereka dan cukup terkejut karena melihat Kuroka dan Naruto, tapi ia terlihat bisa mengendalikan dirinya untuk tetap tenang.

"Nyaa! Anna! kami ingin pesan! aku seperti kemarin ya." kata Kuroka yang bersemangat, Anna lalu mencatat pesanannya.

"Baiklah Kuroka, Ikan panggang bukan?" tanya Anna memastikan, Kuroka hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban. "Lalu kau? Naruto?" tanya Anna sedikit cuek kepada Naruto, sedangkan Naruto hanya tersenyum kecut karena tampaknya Anna tidak terlalu menyukainya.

"Aku spaghetti dengan kuah." jawab Naruto yang secara tidak sadar memesan ramen, Anna yang mendengar itu sedikit bingung dan ragu atas pesanannya.

"Baiklah! Anna lebih baik kau mengurusi meja lainnya, aku tau maksud Naruto-san." kata Elsa dari dapur, Anna sedikit bingung tapi akhirnya ia menuruti kakaknya untuk mengurus meja lainnya.

"Nyahahaha! Naru kau tadi secara tidak langsung memesan Ramen tau!" kata Kuroka yang juga paham, Naruto sendiri hanya bingung tapi tak lama kemudian ia menggaruk kepalanya meskipun tidak gatal.

"Mungkin kau benar? hehe." balas Naruto dengan cengegesan.


Kuoh

Gabriel dan Amaterasu atau kini Naomi sudah berada di ruangan kepala sekolah, mereka sedang mengurus pendataan mereka untuk melamar menjadi guru.

"Jadi kenapa kalian berdua memiliki marga yang sama dengan Naruto-sensei? apa kalian memiliki hubungan darah?" tanya Kepala sekolah kepada Gabriel dan Naomi(Amaterasu) dengan bingung, pasalnya setahunya Naruto sensei itu masih lajang jadi tidak mungkin jika mereka istrinya bukan? apalagi dua orang.

"Ahh sebenarnya kami berdua adalah istri Naruto-kun, Kouchou-sensei. Tapi kami merahasiakan ini hanya untuk kepentingan pribadi saja. Bukan begitu? Naomi-chan?" tanya Gabriel kepada Naomi, sedangkan yang diajak bicara hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

Kepala sekolah itu langsung terkejut mendengar fakta itu, tapi itu bukanlah hal mustahil melihat Naruto-sensei yang memiliki ketampanan itu pasti bisa menggaet banyak wanita, tapi ia lebih terkejut karena Naruto-sensei bisa menggaet dua wanita cantik sekaligus.

"Ahh begitu ya? baiklah Gabriel-san kau mengajar Bahasa Inggris dan Naomi-san kau mengajar Sejarah karena kebetulan kedua guru dimatkul itu ingin pensiun." kata Kepala sekolah kepada Gabriel dan Amaterasu, lalu mereka keluar dan bersiap pulang karena mereka akan mengajar besoknya. Tapi sebelum mereka pulang, mereka ingin memutari sekitar sekolah terlebih dahulu untuk lebih mengenal seluk-beluk Sekolah itu.

Keadaan sekolah cukup sepi pasalnya para murid kini sedang berada di dalam kelas karena pelajaran masih berlangsung, mereka berdua berjalan hingga berpaspasan dengan murid perempuan dengan kacamata yang bertengger dihidungnya murid itu juga memiliki gaya rambut pendek.

Gabriel dan Amaterasu hanya melanjutkan perjalanan mereka tanpa terganggu, sedangkan gadis itu melihat kearah mereka berdua dengan pandangan bingung dan waspada.

'Apa barusan? kenapa aku sedikit bergetar saat melewati mereka tadi?' batin Sona dengan nada bingung, gadis itu rupanya adalah Sona Sitri adik dari salah satu Maou dunia bawah. 'Apa hanya pikiran ku saja? ahh mungkin pikiran ku saja, lebih baik aku mencari informasi tentang Naruto-sensei lagi.' lanjut batin Sona yang sepertinya lebih memilih untuk melanjutkan kegiatannya menyelidiki Guru Fisikanya yang sedang cuti.

Sedangkan dengan Gabriel dan Amaterasu mereka melihat Sona yang mulai berjalan menjauh, mereka menatap Sona dengan berbagai ekpresi.

"Ahh tidak kusangka aku akan bertemu adik Serafall secepat ini, tapi dia sangat berbeda dengan Serafall ya." kata Gabriel dengan nada canggung saat mengingat Serafall, Amaterasu sendiri hanya memandang datar Sona.

"Ya, tapi bukannya Fraksi iblis terlalu santai dengan menyerahkan wilayah ini untuk iblis muda yang masih belum berpengalaman?" tanya Amaterasu kepada Gabriel, sebenarnya ia sedikit kesal. Pantas saja banyak iblis liar yang berkeliaran disini, jika pengawasan kota diberikan kepada anak kecil seperti mereka.

"Sepertinya aku setuju denganmu Amaterasu, mereka masih terlalu dini untuk menjaga kota ini." kata Gabriel yang setuju, karena Fraksi iblis sepertinya terlalu menganggap enteng sebuah wilayah untuk dijaga.

"Mungkin ini juga alasan kenapa Naruto-kun pindah ke Kuoh, setidaknya dengan adanya Naruto-kun disini maka ia lebih bisa diandalkan untuk menjaga wilayah ini." kata Amaterasu yang sepertinya tau maksud Naruto untuk pindah ke Kuoh, jika dari tingkat kriminal dari Stray Devil maka Kuoh memiliki yang paling tinggi. "Kau benar, tapi sekarang kita juga harus menjaganya juga. Apalagi dari yang kudengar banyak orang yang membelot dari kepemimpinan Azazel." kata Gabriel yang juga ingat bahwa tidak hanya iblis yg membuat masalah, tapi juga malaikat jatuh ikut membuat masalah disini.

"Untuk itu aku sudah menyuruh Susanoo, ingat bahwa dia tadi di Kuoh bukan?" tanya Amaterasu kepada Gabriel, yang dibalas anggukan dari malaikat cantik itu. "Nah, Susanoo kusuruh untuk menjaga keadaan sekarang, jadi percayakan saja pada Susanoo. Besok jika Naruto-kun pulang lebih baik kita tanyakan padanya untuk kedepannya." usul Amaterasu kepada Gabriel, terlihat bahwa malaikat pirang itu terlihat setuju.

"Kau benar, sekarang lebih baik kita pergi makan ke suatu tempat yuk? mumpung kita masih diluar." ajak Gabriel untuk makan diluar, Amaterasu terlihat diam sebentar.

"Kurasa lebih baik kita pulang deh, takutnya kita mengalami hal seperti kemarin Gabriel." tolak Amaterasu karena menurutnya terlalu berbahaya untuk pergi bebas sekarang, ia takut jika kejadian seperti kemarin terulang kembali.

"Ahh, kau benar. Lebih baik kita pulang saja, tapi kita mampir ke supermarket karena stok persediaan hampir habis. Apalagi kita harus mengisi stok Ramen kesayangan Naru-kun."

"Baiklah, kita pergi?"

"Hu'um!"

Tak jauh dari dua wanita itu terlihat Issei dan anggota Klub penelitian gaib, mereka melihat Amaterasu dan Gabriel dengan pandangan kagum.

"Siapa mereka? apa guru baru?" tanya Issei tapi matanya lebih berfokus ke aset Gabriel dan Amaterasu.

Bughh!

"Bouchou, aku boleh memukulnya bukan?" tanya Koneko kepada Rias setelah memukul Issei hingga terkapar, sedangkan yang lainnya sedikit sweatdrop dengan laporan telat itu.

Rias hanya melihat Gabriel dan Amaterasu hingga mereka keluar dari sekolah dan menghilang begitu berbelok, Akeno juga mengamatinya dan ia juga merasakan sesuatu dari dua wanita dewasa itu.

"Entah mengapa aku merasakan hal aneh pada mereka, tapi aku tidak merasakan bahaya." ucap Rias entah pada siapa, Akeno yang mendengar ucapan Rias hanya menganggukkan kepalanya.

"Kau benar, tapi jika tidak berbahaya maka kita hanya harus mengawasi mereka saja Rias." kata Akeno dengan nada pelan, tapi sepertinya Akeno sedikit iri karena melihat ukuran aset Gabriel yang melebihi miliknya.

"Ngomong-ngomong tentang mengawasi, bagaimana dengan Naruto-sensei? Akeno?" tanya Rias yang sudah sedikit lama tidak terlihat Akeno yang tadi biasa-biasa saja kini terlihat bersemangat.

"Ara~ mungkin beliau akan kembali dalam waktu tiga sampai empat hari lagi, Bouchou." ucap Akeno dengan nada sensual, Rias menganggukan kepalanya paham.

"Baiklah, kalo begitu mari kita temui para utusan gereja itu." kata Rias yang langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju lapangan belakang sekolah, untung saja barusan semua murid dipulangkan.

Line Break

Kini Gabriel dan Amaterasu sudah membeli beberapa persediaan makanan dan juga Ramen kesukaan Naruto, mereka berjanji dengan santai sambil membawa kantong plastik ditangan mereka.

Mereka berjalan di kerumunan lautan manusia, lalu tak sengaja Gabriel menabrak seseorang yang sedikit terkejut.

"Ahh maafkan saya, biar kubantu." kata Gabriel saat menabrak seseorang, lalu saat Gabriel berniat mengambilkan bungkusan orang itu, tiba-tiba Gabriel merasakan sensasi yang tidak asing.

"Ini kan? Excalibur!?" kejut Gabriel karena melihat benda yang seharusnya tidak ada disini, lalu ia melihat kearah orang itu dan terbukalah penutup kepalanya.

"Xenovia? Irina?" kata Gabriel mengenali mereka yang tak lain adalah prajurit gereja, sepertinya orang yang bernama Irina dan Xenovia juga cukup terkejut melihat keberadaan Gabriel.

"Gabriel-sama?"

Amaterasu yang merasa ini hal penting langsung menyuruh mereka untuk pindah.

"Gabriel, jika kau ingin berbicara disini lebih baik kau tunda dulu dan cari tempat aman." bisik Amaterasu tepat ditelinga Gabriel, sedangkan dua orang itu sedikit terkejut melihat Amaterasu karena mereka tidak bisa merasakan aura Dewa miliknya.

"Kau benar, kalian berdua ikut aku." ucap Gabriel lalu menyuruh kedua gadis utusan gereja itu untuk mengikutinya, mereka berdua hanya mengganggukan kepalanya sebagai jawaban untuk perintah salah satu Archangel cantik ini.

Kediaman Uzumaki.

Kini Xenovia dan Irina terlihat sedang makan masakan Gabriel dengan lahap diruang tamu, Amaterasu yang melihat itu sedikit merasa aneh dengan dua gadis itu yang seperti tidak makan berhari-hari.

Lalu tak lama kemudian Gabriel datang dengan minuman ditangannya, Xenovia dan Irina langsung cepat-cepat mengambilnya dan menegaknya hingga habis yak bersisa.

"Err Gabriel? apa gereja tidak terlalu peduli dengan ksatria nya?" bisik Amaterasu dengan nada yang bingung, Gabriel sendiri bingung ingin menjawab apa pasalnya pasti pihak gereja dan Surga memberikan mereka uang untuk kehidupan mereka saat misi.

"Xenovia-chan, Irina-chan..., bukannya gereja sudah memberikan kalian biaya selama misi ya?" tanya Gabriel kepalanya dua gadis itu, terlihat ekpresi Xenovia yang langsung berubah menjadi datar dan melirik Irina yang sedang cengegesan.

"Ah untuk itu, sebenarnya aku memakainya untuk membeli lukisan, Gabriel-sama, hehe." kata Irina dengan nada malu, sedangkan Gabriel dan Amaterasu langsung sweatdrop ditempat.

'Pantas saja...,' batin Amaterasu dan Gabriel sama, lalu Xenovia yang selesai dari kegiatan makannya lan6 menatap Gabriel dan Amaterasu secara bergantian.

"Maaf jika lancang Gabriel-sama, tapi kenapa anda berada disini? dan siapa orang disebelah anda?" tanya Xenovia dengan sopan, ia juga menunjuk Amaterasu dengan sopan karena tidak mungkin ia hanya orang biasa.

"Bukankah kau dengar aku menyebutnya Amaterasu? apa kau tidak tau Dewa utama dari Mitologi Shinto?" balik tanya Gabriel yang cukup membuat dua gadis utusan gereja itu tersentak, Amaterasu hanya diam menikmati minumannya dan melihat respon dua utusan gereja saat bertemu dengannya.

"A-a-ah ma-maaf jika saya dan teman saya tadi berlaku kurang pantas!" ucap Xenovia dan Irina bersamaan dan menundukkan kepalanya, Amaterasu yang melihat itu hanya tersenyum kecil.

"Tidak usah dipikirkan, bukan begitu Gabriel?" tanya Amaterasu dengan nada lembut, lalu kedua gadis itu langsung tersentak karena pikir mereka Amaterasu yang seorang Dewa mungkin saja akan marah besar.

Setelah beberapa penjelasan tadi, kini Gabriel memberikan uang untuk mereka, Amaterasu juga hanya mendengar percakapan para Exorcist ini dengan Gabriel tanpa keinginan menyela.

"Kenapa Gabriel-sama ada disini? bukankah harusnya ada di Heaven untuk melakukan tugas Seraphim?" tanya Irina dengan bingung, pasalnya keberadaan Gabriel di kuoh itu sedikit aneh bagi mereka.

"Ohh itu? sebenarnya aku kesini untuk mendampingi seseorang." ucap Gabriel dengan lembut, entah kenapa sekarang ia memikirkan Naruto yang entah sedang apa sekarang.

"Apakah itu Amaterasu-sama?" tanya Xenovia dengan nada yang lebih sopan, sedangkan Gabriel dan Amaterasu hanya saling memandang dengan kaget lalu mereka tertawa bersamaan yang membuat kedua Exorcist itu kaget.

"Bukan, sebenarnya kami sedang mendampingi seseorang disini, bukan begitu? Amaterasu?"

"Yaa, kita tidak tau kapan pria itu kembali."

Xenovia hanya bisa bingung mendengar percakapan mereka, sedangkan Irina malah tersenyum karena ia tampak paham apa yang dibicarakan oleh dua wanita itu.

Meanwhile with Naruto.

"Kuroka! lebih fokuskan ke kakimu! ingat biarkan mereka mengalir dengan tenang." kata Naruto yang kini sedang berada di salah satu sungai disana, terlihat ada Kuroka yang sedang berdiri diatas air mencoba untuk tidak jatuh, tapi bisa dilihat dari pakaiannya yang basah mungkin ia sudah gagal beberapa kali.

"Iya! Nyaaa! mou Naru cerewet sekali!" balas Kuroka kesal, karena sedari tadi Naruto hanya mengomel padanya.

Naruto hanya tersenyum tipis atau terkekeh, lalu ia melihat kearah sisi Kuroka atau lebih tepatnya pada Elsa yang sedang fokus untuk melihat aliran kekuatannya. Naruto memutuskan untuk mendekati Elsa, sebenarnya ia hanya ingin melatih Kuroka tapi Elsa ingin ikut dan inilah yang terjadi sekarang. Anna ditinggal di rumah karena dirinya mengaku ada kencan, lalu Naruto menyuruh Chi-Bunshin miliknya untuk menjaga saudara Elsa itu.

"Jangan terburu-buru, pelajari dan kenali lalu gunakan." kata Naruto yang malah terdengar seperti sugesti, Elsa tak menjawab Naruto karena sepertinya ia tengah fokus untuk melakukannya.

"Tidak pernah terpikirkan bahwa aku akan jadi guru, jika untuk petapa genit mungkin ia pasti akan kegirangan karena memiliki murid perempuan yang cantik." kata Naruto melihat Kuroka dan Elsa, merasa bahwa mereka berdua juga masih sibuk dengan latihan mereka Naruto memutuskan untuk duduk di bawah pohon.

"Hei Bahamut! yang tadi itu milikmu bukan?" tanya Naruto pada penghuni tubuhnya, ia terlihat melihat tangannya tadi yang digunakan untuk menyerang Loki. Meskipun waktu itu ia sangat marah tapi ia sempat melihat wujud astral dari sarung tangan Naga, apalagi energi yang menyatu dengan Rasengan miliknya.

"[Ya, secara tidak sengaja kau mengeluarkan kekuatan milikku, tapi yang lebih mengejutkannya lagi ialah kau bisa menggabungkan kekuatanku dan Kurama. Bagaimana menurutmu Kurama?]" tanya Bahamut kepada Kurama, terlihat rubah berekor sembilan itu hanya berdiri diam atau duduk diam? sepertinya Kurama juga memikirkan bagaimana Naruto mengabungkan dua kekuatan besar itu.

"Kurama? kenapa kau diam saja?" tanya Naruto kepada rekannya sedari lahir itu, sedangkan Bahamut juga melihat Kurama dengan bingung karena tidak biasanya Kurama diam jika diajak bicara olehnya.

"[Aku hanya berpikir Naruto, pasalnya ini cukup anehh karena kau sendiri belum benar-benar bisa menguasai kekuatan Bahamut, tapi jika kita lihat dulu saat kau memakai Chakra para Bijju. Mungkin bisa saja asal sang pemilik kekuatan itu sudah mengijinkanmu untuk menggunakannya. Mungkin alasan yang logis hanya itu.]" jawab Kurama dengan alasan cukup logis, apalagi dari dulu Naruto memang bisa beradaptasi dan mengabungkan kekuatan miliknya dan seseorang di dekatnya.

"Mungkin kau benar?" kata Naruto yang kini melihat tempat Elsa dan Kuroka, ia melihat bahwa tampaknya kedua gadis itu mulai kelelahan. Tapi mereka tidak terlihat ingin istirahat, Naruto hanya diam dan melihat pohon tempatnya bersandar. "Tunggu? jika aku meminta Gabriel dan Amaterasu untuk memberikan kekuatan mereka, akankah aku bisa menggunakan Hikari-Rasengan?" tanya Naruto saat memikirkan Rasengan miliknya yang bergabung dengan kekuatan cahaya milik Gabriel.

"[Tidak buruk/Kurasa ide bagus]" balas dua makhluk didalam Naruto, ia sendiri hanya tersenyum dan tidak sabar ingin mencobanya.

"Baiklah sekarang mari kita lihat mereka," kata Naruto yang lalu melihat keadaan Kuroka terlebih dahulu, ia melihat bahwa Kuroka sepertinya sudah stabil untuk berdiri di air.

'Tidak buruk, dia mampu mengatur kontrol Chakra miliknya dengan baik.' batin Naruto saat melihat Kuroka, lalu Naruto menyentuh air dengan tangannya. 'Sekarang bagaimana jika kita kacaukan alirannya?' batin Naruto yang langsung menaruh Chakra miliknya dan mencoba mengacaukan konsen Kuroka.

Kuroka yang tidak tau itu langsung sedikit terkejut karena merasakan Chakra miliknya yang entah mengapa sedikit kacau, lama kelamaan ia mulai goyah karena tidak bisa menjaga alirannya yang kini kacau.

"Ayo Kuroka! kau harus bisa mengatur Chakra mu sendiri, ingat terkadang kau akan dihadapkan di keadaan yang tidak bisa memberikanmu untuk memfokuskan Chakramu." ucap Naruto santai, Kuroka yang tidak bisa mengontrol lagi akhirnya...,

Byuurr!!

Tercebur ke dalam air.

Naruto yang melihat keadaan itu hanya terkekeh, lalu Naruto berjalan diatas air dengan santai tanpa takut untuk jatuh. Kuroka kini sudah muncul ke permukaan, Kuroka melihat Naruto yang mendekatinya hanya menatap datar.

"Kau membuatku tercebur lagi Nyaa!" teriak Kuroka dengan nada kesal sedangkan Naruto sendiri hanya tersenyum kecil, Naruto lalu membantu Kuroka untuk keluar dari air dengan mengangkat tubuhnya.

"Hahaha tapi kau harus bisa mengatasi semuanya Kuroka, bahkan dulu hanya untuk memanggil sebuah summon aku sampai dijatuhkan oleh guruku ke jurang." kata Naruto yang mengingat hal itu, sedangkan Kuroka hanya menggerutu tidak jelas. Naruto hanya tertawa kecil sebagai balasannya.

Deg!

Raut muka Naruto langsung berubah, Kuroka yang melihat raut wajah Naruto yang tiba-tiba berubah sedikit bingung.

"Sial! seharusnya aku tidak meremehkah dirinya dengan hanya seperempat kekuatan ku saja!" kata Naruto dengan raut wajah mengeras, Kuroka sekarang sedikit bingung dan takut melihatnya tapi ia usahakan untuk bertanya.

"Me-memang ada apa? Naru? kau terlihat menyeramkan...," kata Kuroka yang gugup, apalagi ia kini melihat mata Naruto yang menjadi seperti mata binatang buas dan kumisnya yang menebal.

"Kita akan melawan Dewa!"

TBC :v


Author Note : Yoo bagaimana kabar kalian? kuharap baik-baik saja oke?

Oke disini kalian sudah melihat beberapa hal, dimana mahluk yang mendiami Naruto adalah Bahamut kalian bisa liat referensi bentuknya dari Final Fantasy 7 Remake, dan juga di Kuoh tidak akan lama lagi Kokabiel akan muncul.

Untuk yang bertanya kenapa Lama Update, ohh kalian ingin word yang banyak bukan? dan kalian pikir itu mudah? lagipula ini hanya sebulan tidak update. Kalian tau bahwa aku juga harus mencari banyak Referensi dan nikmati 7,5 k Word ini!

Banyak hal yang terjadi disini, untuk Elsa ia masih belum menemui mahluk penghuni Sacred Gear miliknya. Disini mungkin Naruto harus menghajar Loki dan ia tidak akan menghajar Kokabiel karena kemungkinan Naruto tidak sempat pulang untuk melawan Kokabiel, tapi mereka akan mendapatkan Bantuan Susanoo yang sedang menjaga Kuoh sementara.

Dan juga Maaf atas kelambatan update yang ini hehe, Akhir kata.

See you Next Time!

Adiue!!