Time Rewind

Blue Exorcist Kazue Kato

Story By Me

Genre: Timelooping, Time Travel,

Warning: PTSD!Rin.

Selama beberapa hari ini, sepertinya baik Yukio atau Rin sedang saling tenggelam dalam dunia mereka sendiri padahal mereka selalu bertemu di malam hari. Entah kenapa sejak hari Rin tahu dirinya anak Satan dia menjadi lebih dingin dan juga terkesan jarang bicara bahkan saat dia makan bersama Yukio dan Shiro yang datang berkunjung ke asrama. Rin terlihat seperti Yukio saat dia terlalu memikirkan segala hal. Tapi sepertinya saat ditanya dia akan tersenyum dan mencari alasan.

"Ini sudah tiga hari, kenapa kau selalu diam." Kata Yukio.

"Aku tidak diam, memasak, sekolah, membereskan kamar dan lain lain." Kata Rin.

"Bukan itu maksudku." kata Shiro menepuk dahinya.

"Aku diam apanya." Tanya Rin.

"Kenapa Nii-san tidak banyak bicara." Kata Yukio menimpali.

"Oh memangnya aku kurang bicara bagaimana kupikir aku selalu bawel." Kata Rin sambil menggaruk belakang kepala.

"Kau tidak bicara apa apa pada kami selama tiga hari ini." Kata Shiro.

Oh benar Rin baru sadar jika dia diam maka orang akan curiga.

"Ayolah aku tidak selalu punya topik pembicaraan, kalau aku tidak bicara kenapa tidak kalian saja yang bicara." Kata Rin.

"Nii-san tiga hari ini apa saja yang kau lakukan, kulihat kau berkumpul dengan siswa-siswa penggosip." Kata Yukio.

Rin hampir menyemburkan makanannya.

"Lihatkan aku tidak diam saja, aku banyak bicara." Kata Rin.

"Masalahnya bukan itu, kau diam saja saat ada kami dan kau juga Yukio bilang menghindarinya. Kenapa?." Kata Shiro.

"Bukan apa-apa, memangnya aku menghindar bagaimana?." Kata Rin mencari-cari alasan.

"Ayolah Rin jangan pura-pura, apa yang kau sembunyikan?." Kata Shiro.

"Bukan apa-apa hanya saja aku hanya sedang tidak ada yang ingin dibicarakan." Jawab Rin dengan cengiran biasanya.

"Oh benarkah?." Kata Yukio.

Saat itu Rin tanpa sengaja bertukar pandang dengan matanya, tapi Rin fokus pada mata kirinya dan kemudian dengan cepat dia mengalihkan pandangannya, wajah Rin memucat seketika dan keringat besar membanjiri wajahnya.

"Nii-san, kau kenapa?." Tanya Yukio khawatir.

"Bukan apa-apa." Jawab Rin dan langsung minum berhenti makan meninggalkan Shiro dan Yukio.

"Kenapa dengan Rin." Tanya Shiro.

"Aku tidak tahu Tou-san." Jawab Yukio juga heran.


Pada malam larut Yukio mendapati Rin tidur setelah dia mengantar Shiro ke pintu depan. Rin terlihat lelap sekali.

"Nii-san kenapa kau jadi seperti ini." Guman Yukio.

Rin sebenarnya mendengar apa yang dikatakan Yukio namun dia tidak ingin Yukio tahu apa yang sudah dia lihat, dia belum siap mengatakannya, dia masih ingat bagaimana Yukio terbakar dalam tatapan dinginnya oleh api satan yang juga merasuki Rin di detik terakhir Rin melihat assiah. Namun waktu berputar untuknya tapi apakah dunia yang dia tinggali ini sama atau tidak.

"Kau pasti berpikir kalau mungkin saja dunia ini tidak sama dengan hidupmu(ku) sebelumnya." Bisik Rin lain.

"Iya mungkin kah ini dunia yang mirip dengan aliran waktu yang berbeda." Kata Rin.

"Mungkin saja, lagi pula tidak ada yang tahun seperti apa alam semesta, sekuat atau sepintar apapun kau alam semesta tetap tidak bisa di ketahui." Kata Rin lain.

Ketika Yukio tidur, Rin bangun dan menatap Yukio yang tidur. Sudah beberapa malam Rin tidak tidur, dia berjalan mendekati adiknya yang tidur.

"Mengapa kita harus berpisah." Kata Rin sambil memegang pipi Yukio.

Yukio tenggelam dalam tidurnya jadi perkataan Rin hanya terdengar samar saja.

Tangan Rin terasa tremor saat menyentuh pipi Yukio, Rin jujur saja dalam ketakutan besar, bukan karena sosok yang mengintip di mata Yukio tapi kenangan kematian adiknya sendiri.

Selama hampir dua puluh enam tahun hidupnya setidaknya di kehidupan sebelumnya, dia mengalami banyak kesulitan dengan hampir enam belas tahun bersama Yukio dan sisanya menghadapi dunia sendirian. Sangat disayangkan ketika dia tahu apa yang di rasa adiknya adalah detik terakhir satan menjadikannya wadah. Rin berpikir apakah dunia saat itu masih ada atau tidak.

Mungkin dunianya sekarang adalah dunia paralel namun terlihat sama, ketika Mephisto memintanya untuk tidak mengubah masalalu karena time paradoks tidak terjadi. Rin sudah menyadari itu bukan tidak terjadi namun ada semacam penjelasan yang sulit di mengerti. Intinya waktu itu hanya berjalan lurus hanya satu arah.

Rin memiliki pemahaman sendiri mengenai ruang dan waktu, Rin sadar bahwa selama sepuluh tahun hidup tanpa Yukio membuatnya belajar tentang dunia yang bahkan tidak di sadari oleh mereka para baal dan sol serta Satan itu sendiri, meskipun Rin tidak percaya sama sekali pada awalnya tentang teori mekanika quantum dan lain-lain, Rin yang buta pengetahuan pada awalnya menganggap itu sebagai hal yang mustahil karena mustahil membuktikannya. Namun setelah dia sendiri melihat seperti apa dunia hampa, dimana semuanya itu tidak ada sama sekali.


Hari selanjutnya terjadi seperti biasa dan Rin kembali seperti biasa meskipun masih menghindari Yukio sebisa mungkin.

"Nii-san apakah begitu tidak ingin diketahui sebagai saudaraku." Guman Yukio saat melihat Rin menghindar darinya di jam pelajaran reguler.

Bukan aku yang malu tapi lebih tepatnya kau sih, karena kan akulah anak berandalannya.

Rin berpikir apakah Yukio akan terluka melihat dirinya yang sedikit menjaga jarak darinya.

ketika di kelas tambahan Rin benar-benar bersikap seperti dia adalah murid yang baik, sangat menghormati Yukio dan teman-temannya. Yukio berkali-kali membuat harus menjawab pertanyaan di depan kelas.

Yukio mengernyit kesal saat melihat Rin begitu terlalu formal padanya. Sampai ketika waktunya istirahat, Ryuji membicarakan Yukio Okumura.

"Kalian tahu Pak Okumura sensei itu adalah exorcist termuda sepanjang sejarah." Kata Ryuji.

"Aku juga baru mendengar tentang beliau dari anak-anak lain sebagai anak teladan, tapi aku baru tahu dia semuda ini sudah mencapai hal itu beberapa hari lalu." Rin ikut berbincang sambil tersenyum.

"Iya dia itu sangat hebat dia memilki dua meister yaitu Dragoon dan Doctor." Kata Izumo.

"Maaf apa itu?." Tanya Rin berpura-pura tidak tahu apa-apa.

"Dragoon itu meister untuk seorang exorcist yang memegang senjata api." Kata Ryuji.

"Doctor itu adalah, meister untuk seorang exorcist yang ahli dalam bidang pengobatan." Kata Konekomaru.

Rin mengangguk dengan tersenyum hangat pada mereka.

"Memangnya kau tidak tahu apa-apa." Tanya Ryuji.

"Hei jangan terlalu sarkastik padanya." Kata Shima.

"Aku tidak tahu apa-apa, pertama kali aku melihat iblis belum lama ini. Jadi aku masih harus mempelajari banyak hal." Kata Rin.

"Oh ya soal Meister masih ada yang lain lagi." Kata Paku.

"Yaitu Knight, Aria, dan Tamer." Kata Izumo.

"Knight adalah Exorcist yang ahli dalam memakai pedang, aria adalah mereka yang memiliki ingatan panjang untuk mengingat sutra dan mantra dengan bait yang panjang, dan Tamer adalah exorcist yang bisa memanggil iblis." Kata Ryuji.

"Kalau kau mau pilih apa?." Kata Paku.

"Aku akan memilih Knight." Kata Rin.

"Mengapa kau memilih itu?." Tanya Izumo.

"Kupikir aku suka seni pedang." Kata Rin.

Mereka saling mengatakan meister apa yang mereka mau. Sampai jam pelaran berakhir. Trio Kyoto berjalan bersamaan sedangkan Rin telah mendahului mereka.

"Eh ya, dia itu bernama Okumura Rin bukan." Kata Ryuji.

"Ya, guru kita bernama Okumura Yukio bukan kah itu agak aneh." Kata Konekomaru.

"Benar juga mungkin kah mereka satu keluarga." Kata Shima.

"Tapi kalau iya setidaknya dia mungkin hampir setara atau paling tidak sudah exorcist juga." Kata Ryuji.

"Mungkin nama depan yang sama saja." Kata Shima.

"Mungkin saja, tapi rasanya kebetulan sekali ada dua Okumura." Kata Konekomaru.

Mereka sama-sama berpikir untuk hal itu dan juga. Sementara itu Rin sedang kejar-kejaran dengan Yukio karena Rin tidak mau orang tahu kalau mereka tinggal di satu asrama sebisa mungkin dia berjalan mendahului Yukio dan memastikan Yukio tidak melihatnya, sehingga tidak ada yang melihat mereka berdua bersama.


Ketika Yukio sampai di asrama setelah Rin yang mendahuluinya, Yukio melihat Rin sedang memasak. Yukio mengerti Rin ingin dikenal sebagai dirinya sendiri bukan karena dia adalah kakaknya, alasan paling logis adalah kakak dari Okumura Yukio adalah yang di kenal sebagai anak berandalan, mungkin juga karena statusnya sebagai guru, dirinya yang exorcist, tidak berkata apa-apa padanya selama bertahun-tahun membuat dirinya begitu malu untuk berdiri di dekatnya.

"Nii-san hentikan itu." Kata Yukio.

"Memasak, tapi ini hampir matang." Kata Rin.

"Bukan itu." Kata Yukio.

"Lalu apa." Kata Rin.

"Berhenti bersikap seolah kita tidak saling kenal." Kata Yukio.

"Itu tidak benar." Kata Rin.

"Lalu bagaimana kau jelaskan saat kita bertemu di sekolah kau selalu berusaha untuk menghindar kenapa?." Kata Yukio.

Rin mematikan kompor dan menghela nafas, dia sangat ingat di hidupnya sebelumnya tepat saat dia tahu Yukio sudah menjadi Exorcist dan mereka bertengkar. Pada saat itu Rin membuat kaget seluruh kelas dan mereka semua tahu bahwa mereka bersaudara, tapi sekarang Rin tidak mau menempuh jalan yang sama alasannya jalan yang dia tempuh sebelumnya mengantarnya pada jurang memisahkan mereka.

"Setidaknya biarkan mereka tahu dengan sendirinya, jangan kita yang membuat mereka tahu." Kata Rin.

"Tapi Nii-san apa salahnya jika orang tahu?." Tanya Yukio.

"Aku mengerti kau pasti tidak nyaman dengan tindakanku, tapi kau pasti merasa lebih tidak nyaman kalau nanti aku malah menjadi masalah bagimu." Jawab Rin sambil menundukkan kepalanya.

"Tapi Nii-san..." Kata Yukio terpotong.

"Iya aku tahu jadi aneh ya jika aku seperti ini, kumohon berikan aku waktu sampai aku pantas dipandang sebagai kakakmu meskipun tetap saja kau jauh lebih baik dariku, setidaknya aku tidak terlihat seperti orang bodoh yang tidak tahu diri yang mengikutimu kemanapun " Kata Rin.

Yukio kehilangan kata-katanya, Yukio sekarang tahu apa yang Rin rasakan ketika dia menjadi satu-satunya yang tidak tahu apa-apa, dia pasti sangat kaget dengan apa yang dia raih setelah bertahun-tahun sejak mereka kecil. Rin selalu mencoba menjadi baik untuknya tidak peduli apapun yang salah pikir tentngnya, kakanya Rin adalah orang yang baik, meskipun Yukio memandang kakaknya yang sebelumnya kekanakan tidak pernah dewasa. sejak hari itu kakaknya telah berubah dia mulai menjadi dewasa dia bukan lagi orang yang sembrono dan juga bukan orang yang menganggap enteng semuanya, namun dia masih mempertahankan sifat jenakanya. Yukio jujur iri pada Rin, Rin seperti matahari baginya.

"Baiklah Nii-san tapi tepatilah itu." Kata Yukio.

"Tentu Yukio aku akan berusaha yang terbaik untuk semua orang." Kata Rin.

Kata-kata itu membuat Yukio tertegun, berusaha yang terbaik untuk semua orang. Rin selalu memikirkan orang lain bukan hanya dirinya saja, Yukio merasa bangga dan juga iri tapi dia tidak bohong kalau dia sayang kakaknya.

Pada malam itu makan malam mereka berdua begitu menyenangkan Rin menceritakan apapun gosip tentang dirinya sendiri yang dia dengar dari teman-teman kenalannya, Yukio menjadi pendengar yang baik. Untuk Yukio ini hal yang agak kenapa kakaknya bahagia ketika membicarakan kejelekannya dari orang lain, dia membicarakan dirinya sendiri. Tapi Yukio tahu kenapa Rin mengatakan semua itu dalam candaan, karena Rin tahu Yukio tahu itu tidak benar, Yukio tahu kalau kakaknya selalu bermaksud baik hanya orang lain salah mengartikan kebaikannya. sesekali Yukio akan menyindir kalau kakaknya memang seperti itu tapi Rin akan tertawa terbahak-bahak. Tapi sesuatu ketika saat tanpa sengaja pandangan Rin fokus pada mata Yukio dia mengalihkan pandangannya dan tangannya mulai gemetar.

"Ada apa Nii-san." Kata Yukio.

"Bukan apa-apa nampaknya aku mengantuk." Kata Rin sambil menguap.

"Kau sudah mengerjakan tugasmu?." Kata Yukio.

"Oh ya terima kasih mengingatkan setelah makan aku akan mencuci muka dan mengerjakan tugas." Kata Rin sambil merapikan tempat makannya yang makanannya belum habis.

"Kau belum menghabiskan makananmu." Kata Yukio.

"Aku diet." Kata Rin.

"Tapi Nii-san kau kan kurus." Kata Yukio.

"Aku hanya sudah kenyang saja Yukio." Kata Rin.

Rin langsung mencuci piringnya, dan meninggalkan Yukio di dapur, saat ke kamar Yukio pikir Rin sudah tidur tapi saat ke dalam kamarnya Rin sedang belajar.

Pemandangan yang menyenangkan.


Hari berlanjut Rin tetap mempertahan kebiasaan barunya. Tapi lama kelamaan orang mulai menyadari bahwa Rin adalah saudara dari Yukio dan tentu saja saat Rin ikut bicara beberapa diantara mereka terdiam saat ada Rin. Rin tahu cepat atau lambat orang akan tahu, mungkin ada beberapa orang dari SMP nya dulu yang mungkin mengenalnya di True Cross dan mungkin mengatakannya pada yang lain. Tapi saat mereka bertemu Rin mulai ada kerenggangan antara Rin dan mereka. Rin mencoba biasa saja dan dia sudah siap jika di jauhi oleh mereka.

"Kenapa kalian menatapku begitu ada yang salah dengan penampilanku?." Tanya Rin.

"Apa benar kau Okumura yang itu?." Kata salah satu anak perempuan.

"Okumura yang mana?." Tanya Rin.

"Kakaknya Okumura Yukio." Tanyanya.

Dengan senyuman Rin menjawab. "Iya aku adalah kakaknya Okumura."

Yukio."

Semuanya terdiam, tahu orang yang sering mereka jelekkan ternyata ada diantara mereka, Rin sama sekali tidak terganggu, dia tahu ini akan segera terjadi cepat atau lambat. Jikapun dia dijauhi Rin telah siap. Tinggal anak-anak di kelas tambahan yang akan tahu.

Sementara itu, anak-anak di kelas tambahan telah mendengar selentingan kabar kalau Okumura Yukio punya kembaran.


Author

Maaf kan saya ini harusnya update kemarin, tapi saya kelelahan dan tidak selesai jadinya. Maafkan belakangan kesehatan saya juga memburuk dan saya akan usahakan untuk tetap update, saya rindu menulis. Untuk "Time Rewind" akan saya update lagi disini.

Saya mohon saran dan komentar yang membangun, tapi jangan pernah bashing ya. Dan jangan Lupa vote

Saya harap Fanfiction Blue Exorcist bahasa indonesia semakin banyak. Jangan lupa dukung manga aslinya semoga volume baru bisa beredar di Indonesia lagi.

Sekian terima kasih.

Kalian juga boleh mendukung saya dengan memberikan satu healing item

Terimakasih atas perhatiannya saya Athanasia sampai jumpa di update chapter berikutnya atau chapter lainnya.

Insta gram athanasia976

Trakteer https/trakteer.id/athanasia-hzf39