naruto : masashi kishimoto

highschool dxd : ichie ishibumi

WARNING : typo, ooc, bahasa tidak baku, amburadul, gaje, alur gak jelas,. strong!naru, not godlike, crimson naru.

author baru dan masih amatir, jadi mohon bimbingan dari author senior? ゚ルマ

AN : saya buat alurnya sedikit acakan, jadi mohon para readers bisa memakluminya ya!

maaf ya kalau ceritanya ancur, karena saya udah lama gak nulis, jujur saya udah agak kaku dalam membuat cerita. kalau chapter ini tidak sesuai harapan para reader.

Chapter 8

Naruto masih dengan santai menahan bogeman Vali yang terbungkus Armor putihnya. melihat serangannya gagal, Vali melompat kebelakang menciptakan jarak antara mereka.

'sebaiknya kau hati-hati Vali, insting nagaku mengatakan jika orang itu sangat berbahaya, meskipun aku tidak merasakan aura apapun dari nya' Albion berkata menasehati Vali, sayap Vali berkedap-kedip menandakan percakapan mereka.

'bukannya ini menarik Albion, kita bisa bertarung dengan orang kuat seperti Naruto-san' balas Vali menyeringai. belum ada niatan dirinya menyerang.

Naruto pun sama, masih melayang di atas tanpa bantuan alat apapun. tatapnnya terlihat malas dan mengantuk. mungkin karena baginya Vali bukan lawan yang perlu di khawatirkan.

"hoaaamm, kenapa orang-orang di dunia ini semuanya punya hobi bertarung?, apa mereka tidak lelah bertarung mulu?" Naruto bermonolog, wajahnya terlihat sangat bosan.

Twice

perempatan muncul di dahi Vali ketika melihat raut wajah Naruto yang terlihat tidak ada niatan untuk hidup, hal itu membuatnya sangat kesal bukan main.

'brengsek, Albion dia meremehkan kita, kita tunjukan kekuatan kita, ayo buat dia menyesal' kata Vali penuh dengan perempatan di wajahnya.

'justru itu yang membuat aku waspada Vali, aku merasa meski raut wajahnya terlihat memuakan, tapi aku merasa presentase menang kita di bawah 1% Vali, kurasa'

'1% katamu? heh, kita lihat saja' balas Vali menyeringai maniac.kemudian berteriak.

Balance breaker

bunyi logam bergesekan terdengar, lambat laun tubuh Vali mulai terbungkus Armor putih dengan kristal biru di dadanya sebagai pusatnya.

dalam sekali kepakan sayap biru mekanik biru transparannya Vali terbang sangat cepat menembus udara bersiap menerjang Naruto yang masih tidak ada niatan untuk menghindar, jangankan menghindar menatap ke arah Vali saja Naruto ogah.

serangan Pertama Vali yang berupa pukulan tangan kanan di arahkan tepat ke wajah Naruto. tapi sayang pukulan Vali masih bisa di hindari oleh Naruto dengan cara memiringkan kepalanya kesamping, sebelah tangannya pun masih di lipat di belakang pinggangnya membuktikan bahwa Naruto tidak serius sama sekali.

Vali menendang Naruto menghindar, Vali memukul Naruto tetap menghindar, kalau di lihat gerakan-gerakan Naruto dalam menghindari setiap serangan Vali seperti penari balet profesional, setiap gerakan anggota tubuhnya nampak seperti karet yang di mainkan anak-anak, tapi bedanya Naruto tidak bergerak seinci pun dari posisinya.

'nih anak kok niat banget ya' batin Naruto di sela-sela menghindarnya.

disisi lain anggota fraksi dan anggota osis yang menonton pertarungan itu dibuat Sweatdroop, dimana hanya Vali yang berusaha sedangkan Naruto? Hanya terlihat main-main.

"aku seperti menyaksikan seorang anak yang sedang di bully" Azazel berkomentar sembari melihat Pertarungan yang tengah terjadi di udara.

"hahahaha, aku mengerti apa yang kau rasakan Azazel, tapi mengingat Naruto-sama dengan mudah menumbangkan Maou old satan aku sudah tidak kaget lagi" Shirzech membalas.

"tapi kenapa tingkah dan wajahnya kelihatan seperti orang bod..."

Gubraaaak..

Shirzech sudah tahu apa yang akan selanjutnya di katakan Azazel, jadi sebelum Azazel menyelesaikan pernyataanya Shirzech langsung memukul kepala Azazel dengan cukup keras hingga membuat sang korban kepalanya membentur tanah.

"ittaaaiii, apa yang kau lakukan bodoh? kenapa kau memukul kepalaku" Azazel membentak Shirzech dan mulai bangkit dari tersungkurnya sembari mengelus kepala benjol nya bekas hantaman Shirzech.

"aku baru saja menyelamatkan nyawamu bodoh" Balas ahirzech membentak Azazel. Michael hanya tersenyum kalem melihat ke akraban Si geberbur malaikat jatuh dan si Maou Lucifer.

"dengar ya, kalau saja Naruto-sama mendengar kau mengatainya Bodoh, maka bersiaplah jika Malaikat Jatuh kehilangan pemimpin mereka, karena Naruto-sama sangat membenci orang yang menghina dirinya"

"eh, kenapa? bukannya memang kelihatannya seperti itu, lagi pula dia tidak bisa mendengar apa yang aku katakan karena jaraknya kan cukup jauh dari kita" tanya Azazel bingung, menciptakan urat kekesalan di dahi Shirzech.

"Kau lihat wanita yang memegang tongkat itu Azazel? dia adalah pengawal setia Naruto-sama, dan dia masih bisa mendengar apa yang kau bicarkan" Shirzech berkata sambil menunjuk ke arah Hinata, Dan Shirzech hanya bisa tersenyum gugup ketika melihat Hinata juga tersenyum manis ke arah dirinya.

"Naru-tan memang kereeeeeenn" Serafall ikut nimbrung dengan nada imutnya, kedua iris matanya berbentuk love menunjukan kekaguman, sehingga mendapat tatapan tajam dari Hinata dan Grayfia yang terlihat cemburu.

'aku harus melindungi Naruto-sama/Naruto-kun dari wanita ini, dia terlihat berbahaya' batin keduanya

Sriing.

Bersamaan dengan itu muncul lingkaran merah khas keluarga Gremory, menampilkan Rias beserta budak-budaknya. Sepertinya urusannya telah selesai. Rias dkk kemudian terkaget saat melihat keadaan sekolahnya telah hancur berantakan. Merasa penasaran Rias Lalu berjalan ke arah anggota osis.

"Sona, apa yang terjadi dengan rapatnya? Kenapa jadi berantakan begini?"

Sona menghela nafas sesaat, kemudian menjelaskan semuanya, dari mulai kedatang Katerea yang mengacaukan semuanya, kedatangan Naruto, hingga Katerea yang mati di tangan Naruto.

"Dan yah seperti yang kau lihat, orang yang waktu itu menyelamatkan kita sedang bertarung dengan Hakuryuukou" Sona menunjuk ke atas tepatnya ke arah Naruto. Otomatis Rias dkk menengok ke arah yang ditunjukan Sona.

"Su-sugoiii, orang itu hebat sekali bisa membuat Vali tidak berkutik" ujar Issei kagum.

"yah kau benar Issei dan aku merasa orang itu hanya bermain-main saja, lihat saja serangan Vali tidak ada yang mengenainya sama sekali" Saji ikut berkomentar.

sementara di udara, Vali mulai kewalahan, bukan karena dirinya di hajar habis-habisan melainkan kelelahan akibat serangan nya tidak ada satu pun yang kena, padahal dirinya hanya berharap menyentuh Naruto saja agar dirinya bisa menggunkan kekuatan Sacred gearnya, tapi nyatanya semua serangannya tidak ada satupun yang kena. Sial.

'siaal, kenapa untuk menyentuh Naruto-san saja terasa sangat sulit?, kalau begini terus aku bisa kalah dengan sangat memalukan' Vali membatin sembari melancarkan berbagai serangan kepada Naruto yang masih terlihat santuy menghindarinya.

'hahahaha, aku suka ekspresi mu Vali, pasti kau lagi berfikir, masa hakuryuukou terkuat sepanjang masa hanya kalah karena kelelahan' suara Albion tertawa tebahak-bahak terdengar memenuhi kepala Vali, yang justru menuangkan minyak di kobaran api.

'diam kau Albion bangsat, kau jangan tertawa, cepat beri aku solusi setidaknya untuk menyentuhnya saja' balas Vali kesal.

'sebenarnya aku juga tidak bisa memberi solusi padamu Vali, kareka aku juga bingung, kecepatan dan refleks orang ini sangat sempurna, bahkan meskipun kau menyerang dari titik buta sekalipun dia masih bisa membaca gerakanmu Vali'

'hmmm, kurasa kau benar Albion, entah bagaimana caranya di bisa mengindari semua seranganku sekalipun aku menyerangnya dari titik buta, sungguh refleks yang sangat luar biasa' Batin Vali kebingunan. seandainya Vali tahu siapa sebenarnya Naruto niscaya Vali pasti akan berpikir sepuluh kali mengajak duel Naruto.

tiba-tiba Vali mendapar ide.

"Apakah kau hanya mampu menghindar Naruto-san?" Vali bertanya sembari menyeringai.

"Hah, buat apa aku menyerangmu? Buang-buang tenaga saja"

"bilang saja kalau kau takut, karena dari tadi kau hanya bisa menghindar tanpa membalas semua seranganku"

Alis Naruto bekedut melihat seringai Vali. 'Sombong sekali bocah ini, apa dia tidak tahu siapa yang dia lawan?' Batin Naruto sombong 'okelah, aku akan perlihatkan sedikit kekuatan ku padanya' Naruto tidak marah mendengar perkataan Vali yang terkesan meremehkannya karena mood Naruto tidak terlalu buruk untuk saat ini. Lagipula sifat maniak Vali mengingatkannya dengan seseorang di alam semesta 7. Kalian tahu siapa kan?

"Oh, baiklah kalau kau memintanya"

Sriing

Naruto menghilang meninggalkan blits putih di bekas tempatnya dan Vali dibuat terkejut ketika melihat kecepatan Naruto.

Dalam kedipan mata Naruto muncul di belakang Vali kemudian menepuk punggung Vali dengan sebelah tangannya.

Plaak..

Bruuk

secara mengejutkan Vali meluncur sangat cepat kebawah secara horizontal sampai akhirnya menabrak tanah, benturan itu cukup keras membuat semua pasang mata terkejut karena tidak melihat pergerakan Naruto, terkecuali Para Maou, Hinata dan Grayfia yang memang sudah tahu kekuatan Naruto.

'Gi-gila, kecepatan apa itu? Aku bahkan tidak melihat dia bergerak sama sekali' Azazel membatin terkejut.

'Sangat cepat' Batin Michael.

'bagaimana caranya dia berpindah secepat itu? apa dia bertelepor?' batin kiba terkagum-kagum.

'Albion, apa yang terjadi? kenapa aku bisa tersungkur seperti ini' tanya Vali bingung masih dalam posisi tersungkurnya. armor kebanggaan nya telah pecah, meskipun hanya satu tepukan di bahunya, Vali tidak menyangka efeknya akan seperti ini, setiap sendinya terasa sangat sulit di gerakan. sepertinya tulang bahu bekas tepukan Naruto retak.

'aku juga bingung Vali, setelah kau menyuhnya menyerangmu, orang itu secara mengejutkan telah berpindah di belakangmu. bahkan kecepatan gerakannya tidak bisa aku prediksi, kurasa dia berteportasi' balas Albion yang juga kebingungan.

'hahaha, kurasa aku mulai percaya apa yang di katakan Azazel kalu Naruto-san pernah bertarung dengan Great red' Vali menyeringai senang melupakan kondisi tubuhnya yang memprihatinkan.

'hah, suatu saat kebiasaanmu ini akan membunuhmu Vali' Albion menghela nafas lelah, kemudian memutuskan link di antara mereka.

Tap

Setelah puas memberi pelajaran pada Vali Naruto turun menapak tanah dan berjalan ke arah Hinata dan Grayfia, dirinya ingin cepat-cepat pulang bukan karena dia lelah melainkan saat ini Naruto sudah merasa mengantuk.

"Hinata-chan Grayfia-chan, ayo kita pulang aku sudah ngantuk!" Ajak Naruto

"Bukannya Naruto-sama katanya ingin menemui seseorang?" Hinata bertanya.

"lain kali aja lah, toh mereka sudah pergi, lagipula mereka juga tidak akan bisa lolos dariku" lanjut Naruto di balas anggukan Hinata. Kemudian Naruto dan Grayfia memegang pundak Hinata tapi sebelum Hinata mengetukan tongkatnya, suara Shirzech lebih dulu terdengar menahan mereka.

"Tu-tunggu dulu Naruto-sama!"

Naruto menoleh ke asal suara, dan mengernyitkan dahi melihat Shirzech diikuti yang lain tengah berjalan kearah dirinya.

"Apa lagi?" Naruto bertanya kesal.

"Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena lagi-lagi anda telah membantu kami, dan berkat anda juga aliansi ketiga fraksi akhirnya berjalan lancar, yah meski tadi sempat terjadi masalah kecil, tapi itu semua sepadan dengan hasil yang kita dapat" Shirzech berkata hormat sekaligus mewakili yang lain.

"hah, siapa yang membantu kalian? aku tidak ada niatan sampe situ, kalian saja yang terlalu GR! cuman kebetulan saja aku lewat dan merasakan aura wanita itu, apalagi aku juga masih ada urusan yang belum aku selesaikan dengan nya" balas Naruto malas mendapat tatapam Sweatdroop dari semuanya.

'sudah kuduga itu yang akan keluar dari mulutnya' batin Shirzech, Ajuka, dan Serafall menghela nafas sesaat. tentu saja mereka masih sayang nyawa, tidak berani mengungkapkannya secara langsung.

yah mau bagaimana pun Naruto tetaplah Naruto, sang dewa penghancur yang sangat menjunjung tinggi harga dirinya, tidak mau membantu kalau tidak ada maunya.

tapi kalau kemauan nya tidak di penuhi akan menjadi bencana. benar-benar egois.

"yasudah, kalau itu hanya itu yang ingin kalian katakan aku akan pergi, waktuku terbuang sia-sia karena kalian" setelah mengatakan itu, Naruto memegang pundak Hinata.

"Hinata ayo pergi!"

Hinata mengangguk dan mengetukan tongkatnya ke tanah.

Sriiing.

ketiganya pun menjadi cahaya yang menjulang ke atas dan menghilang dari tempat itu.

sepeninggal Naruto dkk, suasana jadi hening sampai akhirnya Azazel buka suara

"jadi Shirzech, siapa yang akan membereskan kekacauan ini?" tanya Azazel sembari melihat ke segala arah melihat keadaan tempat rapat mereka tampak berantakan.

"serahkan padaku, biar aku yang membereskan semua ini" balas Shirzech

"baiklah, berarti tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi kan?" tanya Michael

"sebenarnya masih ada satu masalah lagi yang belum kita bahas" respon Azazel membuat semua pasang mata melihat ke arahnya.

"masalah apa itu Azazel?" tanya Serafall.

"apa kalian pernah mendengar sebuah organinasi Khaos brigade?" jawab Azazel memasang wajah serius.

"Khaos Brigade? aku baru pertama kali mendengarnya, organiasi apa itu?" tanya Shirzech penasaran.

"sebuah organisasi yang di bentuk oleh Ophis sang naga ketidak batasan" jawab Azazel berhasil mengagetkan mereka semua.

siapa yang tak mengenal Ophis, salah dari tiga eksistensi terkuat di dunia ini, yah meski memiliki kekuatan paling lemah di antara kedua saudaranya, tapi jangan remehkan kekuatan Ophis, bahkan dengan ketiga fraksi menggabungkan semua kekuatan mereka, belum tentu mereka bisa keluar sebagai pemenang. dan mendengar Ophis membentuk sebuah organisasi membuat mereka semua tentu saja terkejut.

"O-ophis sang ketidak batasan katamu? dari mana kau mendapat informasi ini Azazel?" Shirzech bertanya serius.

"yah, karena aku mempunyai jaringan mata-mata yang tersebar di mana-mana. dan juga dari yang aku dengar semua anggota Khaos Brigade merupakan orang-orang yang berpengaruh di dunia ini" jawab Azazel.

"apa kau tahu tujuan organinasi tersebut?" tanya Serafall.

"itu dia yang belum aku ketahui, entah apa tujuan Ophis membangun organisasinya, tapi yang pasti mulai sekarang kita harus meningkatkan kewaspadaan kita, karena Ophis tidak mungkin membetuk Organisasi sebesar itu kalau bukan untuk tujuan yang besar pula" jelas Azazel.

"hmmm, kalau yang Azazel katakan benar, aku merasa aliansi ketiga fraksi saja tidak cukup kuat untuk melawan organisasi itu" Michael berkata di balas anggukan oleh yang lain.

benar apa kata Michael, kalau hanya ketiga fraksi rasanya tidak mungkin melawan Ophis seorang, apalagi di tambah pasukannya. yang ada ketiga fraksi hanya akan menjadi bulan-bulanan Ophis.

"ano"

semua pasang mendengar sebuah suara, dan menoleh ke sumbernya. dan melihat Rias seperti ingin menyampaikan sesuatu.

"ada apa Ria-tan?" Shirzech bertanya penasaran.

Twice.

Rias ingin sekali memukul kepala kakaknya karena telah memanggilanya dengan panggilan yang menjijikan seperti itu. tapi mengingat ada yang ingin dia sampaikan, dia bisa menahan rasa kesalnya.

"kenapa kita tidak mengajak Naruto-sama masuk ke aliansi ini saja? aku merasa dengan adanya Naruto sama di aliansi ini pasti Ophis dan organisasinya bukan masalah besar kan!" jelas Rias memberi masukan.

Shirzech, Ajuka, dan Serafall tekejut mendengarnya. sedangkan Azazel dan Michael terlihat sedang memikirkan sesuatu.

"hmm, benar juga ya, kenapa tidak kepikiran dari tadi?..." Azazel bermonolog kemudian mengalihkan pandangannya ke arah para Maou "... bagaimana Shirzech, Ajuka, Serafall apa kalian setuju dengan saran dari Rias dengan mengajak Naruto-sama masuk ke dalam Aliansi?". sambung Azazel, Michael mengangguk. ide yang bagus.

setelah Azazel menyaksikan sendiri Naruto berhasil mengalahkan Katerea tanpa kesusahan sama sekali di tambah lagi hanya dalam sekali tepukan Vali sang Hakuryuukou dapat di tumbangkan. pasti Naruto memiliki kemampuan tempur yang sangat luar biasa. hal tersebut bisa menjadikan kekuatan Aliansi tak terkalahkan jika Naruto memang benar bergabung dalam Aliansi ketiga fraksi pikirnya.

sedangkan Para Maou yang mendengarnya tiba-tiba saja memasang wajah pucat.

"errr, kurasa itu bukan ide yang bagus" Shirzech terlihat Ragu di ikuti anggukan katiga Rekannya.

"ehh, kenapa Shirzech? bukannya kalian para Maou punya hubungan yang Baik dengan Naruto-san?" tanya Michael bingung. sepertinya Malaikat tertinggi surga itu tidak tahu bagaimana sifat Naruto.

"itu karena mengajak Naru-tan dalam Aliansi tidak semudah seperti mengatakannya Azazel, Michael. kalian belum tahu Naru-tan itu orang seperti apa!" Serafall pun ikut menambahkan.

"benar kata Serafall Azazel, Michael. Naruto-sama orangnya tidak suka di ganggu, apalagi mengajak nya masuk dalam aliansi. kecuali kita memiliki sesuatu yang bisa membuatnya tertarik, baru itu dia mau repot-repot membantu kita" kata Ajuka.

Azazel hanya menghela nafas ketika mendengarnya. sepertinya tidak ada pilihan lain.

"hah, kalau yang kalian katakan benar jika Naruto-sama tidak bisa di ajak ke aliansi, mau bagaimana lagi. tapi aku masih punya satu rencana lagi" ujar Azazel.

"rencana apa itu Azazel? asal tidak berhubungan dengan Naruto-sama aku akan mempertimbangkannya" tanya Shirzech penasaran di respon anggukan yang lainnya.

"aku berencana, mengajak para mitologi yang ada didunia ini untuk bergabung. apa kalian setuju?" tawar Azazel sekali lagi mendapat tatapan terkejut dari yang lain.

"haah? kau tidak bercanda kan Azazel?" tanya Shirzech terkejut.

"tentu saja aku serius, kau pikir Ophis itu seperti apa? tidak mungkin dengan hanya mengandalkan aliansi tiga Fraksi injil bisa mengalahkannya" jelas Azazel serius. para Maou dan Michael membalas dengan helaan nafas kecil.

"hah, baiklah kalau memiliki rencana seperti itu kami fraksi iblis setuju, benar kan Ajuka, Serafall?" kata Shirzech, di balas anggukan Ajuka dan Serafall, Azazel tersenyum.

"bagaimana dengan fraksi surga Michael?" tanya Azazel menatap Michael.

"umm, aku juga setuju demi pedamaian" respon Michael mengangguk.. Michael mah, selama itu mengarah arah yang baik, dia setuju-setuju aja.

Azazel semakin tersenyum senang.

"tapi bagaimana caranya kau mengajak para Mitologi yang lain untuk ikut bergabung Azazel?" tanya Ajuka penasaran.

tentu saja penasaran, mengajak dewa-dewa mitologi tidak mudah seperti mengucapkannya. karena para dewa memiliki harga diri yang tinggi, dan tidak mungkin langsung menerima tawaran mereka begitu saja. apalagi mitologi Yunani yang semua dewa-dewinya punya sifat tempramen. ini akan sulit, pikir mereka.

Azazel terlihat menyeringai.

"tenang saja, kalian tidak perlu mengawatirkannya. biar aku yang mengurus semuanya" ujar Azazel.

"baiklah, kami serahkan semua ini padamu, tapi kalau kau butuh bantuan Fraksi iblis siap membantu" kata Shirzech mewakili ketiga rekannya. Ajuka dan Serafall hanya mengangguk.

"fraksi surga juga sama siap membantu jika kau butuh bantuan Azazel" ujar Michael.

"terima kasih teman-teman, aku tidak akan membuat kalian kecewa" balas Azazel.

tapi sepertinya diskusi mereka harus terhenti ketika muncul sebuah robekan dimensi di depan mereka. dari robekan dimensi itu memuntahkan tiga sosok berbeda ras, jenis, dan kelamin. sebut saja Bikou, Arthur, dan Kuroka. para pemimpin Fraksi serta kelompok Rias dan Sona terkejut melihat kedatangan tamu tak di undang itu.

kemudian ketiga nya mengarahkan pandangan ke segala arah, seperti tengah mencari sesuatu hingga akhirnya yang di cari ketemu dan terkejut.

"Va-vali apa yang terjadi padamu? kenapa kau jadi seperti ini?" tanya Bikou terkejoet.

"hahaha, aku baru saja bertemu lawan yang sangat kuat, bahkan aku berhasil di kalahkan hanya dengan sekali tepukan" meski terlihat memprihatinkan Vali masih bisa tertawa. "... apa aku membuat Ophis menunggu? hingga kalian sendiri datang menjemputku?" lanjut Vali.

"tapi siapa yang kau lawan? tidak mungkin kau melawan mereka kan? karena kau cukup bodoh kalau melawan mereka sendiri" timpah Bikou. "yah, kau telah membuat Ophis menunggu lama, makanya dia memerintahkan kami menjemputmu"

"diam. kau tidak perlu tahu siapa yang aku lawan, kalau begitu cepat bawa aku, karena badanku terasa sangat sulit di gerakan!" Bikou tanpa menjawab langsung membopong Vali berdiri.

sementara para Anggota Fraksi yang mendengar nama Ophis di sebut terkejut. ada hubungan apa Vali dengan Ophis, pikir mereka semua.

"Vali ada hubungan apa kau dengan Ophis? kenapa kau bisa mengenalnya?" tanya Azazel terlihat emosi. yah meskipun kelakuan Vali sering membuat Azazel kerepotan. tapi Azazel cukup percaya pada muridnya, jadi ketika Vali mengenal Ophis tanpa dia ketahui, dirinya merasa seperti di khianati.

"maaf Azazel, tapi aku tidak tertarik dengan Aliansi karena aku merasa dengan bergabung aliansi hanya akan menghambat pekembanganku, jadi aku lebih memilih bergabung dengan Khaos Brigade supaya bisa bertarung dengan orang-orang kuat" ujar Vali membuat Azazel menggertakan giginya.

"jadi kau selama ini sudah jadi anggota Khaos Brigade? berarti kau sekarang lebih memilih menjadi musuh kami?" tanya Azazel emosi.

"tenang saja, tujuanku hanya ingin bertarung saja, tidak lebih dari itu" jelas Vali, tapi itu tak mengubah Azazel yang sudah terlanjur kecewa dengan keputusan Vali.

"aku mengerti, kali ini aku akan membiarkan mu karena kau masih menjadi muridku, tapi kalau kau menjadi ancaman, aku tidak akan segan padamu, ingat itu Vali Lucifer" Jelas Azazel memberi peringatan membuat semua pasang mata terbelalak kaget mendengarnya.

"Lu-lucifer? jadi selama muridmu adalah keturunan Lucifer Azazel?" tanya Shirzech terkejut.

"benar Shirzech, lebih tepatnya Vali memiliki setengah darah Lucifer dan sebagiannya lagi Manusia" jelas Azazel.

"tapi kenapa aku baru fakta ini? apa kau tidak mempercayai kami sehingga kau menyembunyikannya?" tanya Serafall merasa di kecewakan.

"bukan, tapi Vali sendirinya yang memintaku untuk merahasiakan ini. karena dia membenci darah Lucifernya" jelas Azazel dan alasannya bisa diterima oleh semuanya.

"akan aku ingat pesanmu Azazel, dan terima kasih juga karena selama ini kau telah mendidikku..." nada Vali terdengar sangat tulus ketika mengatakannya. lalu mengalihkan perhatiannya pada Issei. "...dan kau Sakiryuutei, berlatihlah dengan keras, karena aku sangat menantikan saat dimana kita akan saling membunuh" kata Vali datar.

sedangkan Issei hanya bisa menggetarkan gigunya kuat-kuat ketika mendengarnya.

"sampai jumpa lagi Shirone"

diakhiri dengan lambaian tangan Kuroka pada Koneko akhirnya Vali dkk masuk kembali ke dalam robekan dimensi tersebut.

...

beberapa hari setelah pertemuan ketiga fraksi berlalu. siang hari di rumah Naruto. saat ini sang pemeran utama kita sedang terbaring malas di sofa sembari matanya di arahkan ke TV LED di depannya, yah Naruto saat ini sedang menonton TV. pakaian yang di gunakannya terlihat santai, bagian atasannya, dia mengenakan T-shirt polos berwarna hitam, sementara bagian bawahnya hanya celana chino coklat. cukup santai.

tap

tap

tap

terdengar suara langkah kaki dari arah dapur.

"ini ramennya Naruto-kun, makanlah selagi hangat!" ujar seorang wanita bernama Grayfia, kemudian menaruh ramen berukuran jumbo itu di meja depan Naruto, lalu Grayfia ikut bergabung duduk di samping Naruto.

Naruto yang mendengar suara lembut masuk ke gendang telinga nya langsung bangun dari rebahannya. mengambil ramen itu dan menghirup dalam-dalam aromanya. tanpa babibu, Naruto kemudian langsung melahap Ramen buatan Maidnya.

"Bagaimana Naruto-kun ramennya?" tanya Grayfia tersenyum manis ketika melihat Naruto melahap Ramen buatannya dengan begitu rakus.

Grayfia saat ini tengah mengenakan Pakaian maid hitam putihnya seperti biasa membuatnya tampak sangat manis.

"seperti biasa masakanmu memang selalu enak Grayfia-chan" komentar Naruto di sela-sela kegiatan makannya, dan cukup membuat Grayfia tersenyum senang mendengarnya.

setelah terakhir Naruto merasakan berapa enaknya makan berkuah itu. Naruto tidak lagi mengkonsumsi makanan lain kecuali Ramen apalagi yang membuat nya maid pribadinya yang sudak tidak di ragukan lagi masakannya. bayangkan saja, Naruto sarapan paginya Ramen, siang Ramen, hingga malam pun tetap Ramen. dan walaupun seberapa banyak Naruto makan Ramen yang jelas saja tidak baik kesehatan, itu tidak akan berpengaruh pada tubuhnya sebab dirinya seorang dewa. nutrisi tidak terlalu penting bagi tubuhnya.

saat ini di rumah Naruto hanya ada mereka berdua. karena wanita satunya penghuni rumah ini sedang diberi tugas oleh Naruto pergi ke dunianya untuk menghancurkan beberapa planet, sebenarnya sih itu tugas Naruto, cuman karena Naruto lagi malas saja makanya dia melimpahkan tugas tersebut pada Hinata. dasar dewa yang tidak bertanggung jawab.

dan memang sih tanpa pergi ke dunia mereka pun planet-planet yang masuk dalam list masih bisa di hancurkan oleh tongkat Hinata. hanya saja Naruto ingin memastikan apakah Planet-planet yang akan di musnahkan itu masih memiliki potensi atau tidak, kalau memiliki potensi maka planet tersebut masih bisa di pertahankan, kalau tidak ya hancurkan. simpel kan.

tanpa membutuhkan waktu lama, Naruto telah selesai menghabiskan Ramennya dan menaruh bekas makanannya di meja.

"hahh, kenyang nya!" gumam Naruto sambil mengelus perut buncitnya. kegiatannya itu cukup mengundang tawa halus dari Grayfia.

"hihihihi"

"eh, kenapa kau tertawa Grayfia-chan? apa ada yang aneh dengaku?" tanya bingung Naruto.

"tidak-tidak, hanya saja cara makan Naruto-kun seperti tadi sangat lucu bagiku" jawab Grayfia sambil menggeleng.

yah, inilah Naruto meski memiliki kekuatan yang sanggup menghancurkan dunia, tapi di luar itu sifatnya seperti remaja labil yang terkesan kekanak-kanakan, tidak suka di bantah, di usik, apalagi di perintah. tapi meski begitu Grayfia tidak mempermasalahkannya, justru dia merasa sangat nyaman dengan pribadi Naruto.

"ngomong-ngomong Naruto-kun, apa kau sudah bertemu dengan orang yang ingin kau temui waktu itu?" tanya Grayfia.

"belum, karena aku sudah tidak merasakan aura mereka lagi sekarang, mungkin mereka sudah pergi" jelas Naruto.

"siapa mereka Naruto-kun?" tanya Grayfia penasaran.

"entahlah, tapi dari aura yang kurasakan, sepertinya mereka juga dewa penghancur sama sepertiku yang datang dari duniaku" kata Naruto membuat Grayfia sangat terkejut.

bagaimana tidak terkejut. satu orang seperti Naruto saja sudah cukup untuk menghancurkan dunia nya, apalagi kalau ada dua. dirinya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi di dunia nya kalau yang di katakan Naruto benar.

"a-apakah orang yang kau maksud itu akan datang lagi Naruto-kun?" tanya Grayfia tergagap cemas.

"kurasa juga seperti itu, mungkin tak lama lagi mereka akan datang kembali, entah apa tujuan mereka aku juga tidak tahu" jelas Naruto.

"kenapa kau terlihat khawatir Grayfia-chan?" tanya Naruto bingung ketika melihat raut wajah Grayfia yang begitu cemas.

"aku hanya takut kalau mereka yang kau maksud itu akan membahayakan dunia ini" respon Grayfia.

"tenang saja kau tidak perlu khawatir dengan hal itu, karena aku tidak merasakan niat jahat dari mereka, mungkin mereka hanya ingin menemui ku saja" jawab Naruto.

mendengar hal itu Grayfia mulai tenang.

"syukurlah.." Grayfia menghela nafas lega, kemudian menempelkan tubuhnya pada Naruto lebih intim hingga akhirnya payudara lembutnya menempel di lengan kiri Naruto. seringai sensual mulai terbentuk di bibirnya..

nyuut

"nee, Naruto-kun apa kau ingin bermain, mumpung hanya kita berdua dirumah ini?" Grayfia berbisik dengan sangat menggoda tepat di telinga Naruto.

Gleek

dengan gerakan patah-patah Naruto menengok ke arah Grayfia.

"a-apa ya-yang kau lakukan Grayfia-chan?" Naruto berkata tergagap.

nyuut

nyuut

"apa kau tidak merinduhkan sentuhanku Naruto-kun?" tanya Grayfia erotis. aksinya semakin menjadi, payudara jumbonya semakin di gesekan pada lengan Naruto.

Naruto hanya bisa menelan ludah kasar melihat tingkah maidnya yang begitu menggoda imannya.

dan terjadilah adegan panas di antara mereka.

...

di waktu yang sama, di sebuah ruangan luas dan megah, tepatnya di sebuah singgasana yang berada di ujung ruangan, di atas singgasana itu diduduki seorang gadis kecil imut berambut hitam panjang di hiasi bando sebagai aksesorisnya, dan mengenakan pakaian gothic lolita berwarna hitam pula sehingga siapa saja pria yang melihat nya pun ingin langsung memasukan gadis tersebut ke dalam karung.

pandangan gadis loli itu kosong menghadap ke depan seperti sedang menunggu seseorang, dan benar saja tak lama kemudian lingkaran sihir berwana putih muncul di depannya, dari balik lingkaran sihir itu keluar lah seorang pemuda, sebut saja Vali.

sriing.

"ada apa kau memanggilku Ophis?" tanya Vali sambil berjalan mendekat ke arah Ophis.

"Vali, aku memberi tugas padamu!" jawab Ophis dengan nada kosong khas miliknya.

"tugas apa?" Vali menaikan sebelah alisnya.

"aku memberimu tugas untuk merekrut orang yang telah mengalahkanmu beberapa hari lalu, karena dengan adanya orang itu aku bisa menendang si baka Red dengan mudah" jawab Ophis.

Vali yang mendengarnya pun mulai kehilangan rona sehat, dan ekspresi pucat mulai terlihat di wajahnya.

"a-apaaa?"

TBC

saya kembali lagi dengan fic ini.terima kasih atas respon dan kritik yang sangat baik dari para pembaca semua, yah meskipun ada beberapa yang responya buruk, tapi saya anggap itu wajar karena membuat kalian semua menunggu lama

.

untuk turbamen alam semesta tunggu aja, ya selambat-lambatnya mungkin Chapter 20. untuk sekarang masih seputar kehidupan sehari-hari dari Naruto.

dan kalau bahasa nya kurang bagus maaf, karena dalam percakapan sehari-hari saya tidak memakai bahasa indonesia baku.

untuk masalah word nya maaf kalau pendek. untuk kedepannya sebisa mungkin akan saya usahakan di perbanyak.

sekian

see you next Chapter.