Disclaimer: cuma aku pinjam.

Warning: Banyak typo,bahasa kurang jelas, ooc, SasukeFem, DoujutsuNaru! OverpowerNaru! mainstream,dll.

Chapter 7.

Mansion Hyuuga.

Pesta yang biasanya menunjukkan kebahagiaan, tapi kini pesta di Mansion Hyuuga berubah menjadi kepanikan.

Bagaimana tidak, putri kembar Hyuuga dan juga putri dari bangsawan Uchiha telah diculik oleh seseorang yang tidak dikenal.

Terlihat di depan mansion Hyuuga sangat banyak pengawal dari klan Hyuuga. Mereka langsung berkumpul saat mendapatkan panggilan dari atasan mereka.

"Kerahkan semua pengawal untuk mencari keberadaan mereka!"

"Dan bagi siapa yang dapat menemukan dan menangkap penculik itu, akan ku berikan imbalan setimpal!" Terlihat kepala klan Hyuuga memberikan instruksi pada bawahannya.

Mendengar perintah tersebut, para pengawal Hyuuga langsung berpencar untuk mencari keberadaan penculik itu.

"Hiks.. Shion.. Hinata" Terlihat wanita surai indigo menangis cukup keras.

"Tenang lah, aku telah mengerahkan semua prajurit untuk mencari mereka" Ucap Hiashi menenangkan istrinya.

"Hiks.. Hiks.."

Sementara itu, terlihat tidak jauh dari mereka ada keluarga Uchiha, Naruto dan Kurumi tengah berusaha menenangkan sang nyonya dari kepala klan Uchiha.

"Hiks.. Suke-chan.. Hiks.. Fugaku, Suke-chan" Terlihat Mikoto tak kalah histeris nya dari Hikaru.

"Tenanglah Mikoto.. Hiashi telah mengerahkan seluruh prajurit nya untuk mencari.. Dan lagi Itachi juga telah pergi bersama dengan beberapa klan kita" Ucapnya berusaha menenangkan istrinya tersebut.

"Paman biarkan aku pergi mencari Sasuke juga"

Kedua orang dewasa itu langsung mengalihkan pandangan pada bocah surai merah jabrik itu. Dia sudah berulang kali mengajukan diri, tapi mereka tidak mengijinkan nya pergi.

"Itu sangat berbahaya Naruto.. Kau tau, nyawamu bisa melayang jika bertemu dengan penculik itu" Jelaskan Fugaku.

"Kalian tenang saja.. Aku akan baik-baik saja.. Jika aku bertemu dengan penculik itu, aku akan kabur dan memanggil bantuan" Ujarnya menatap Fugaku dalam.

"Ughh.. Baiklah, tapi ingat kau jangan menghadapi penculik itu sendirian jika bertemu" Peringati Fugaku.

"Ha'i"

"Ni-Nii-cha-"

"Tenang saja, aku akan baik-baik saja" Naruto mengelus surai adik nya itu untuk menenangkan nya.

"Berhati-hatilah.. Naruto-kun" Ucap Mikoto serak.

"Humm"

Mereka menatap punggung bocah itu dengan beragam emosi, entah kenapa walau pun terlihat kecil, mereka merasa punggung itu telah memikul banyak sekali beban.

.

Tap! Whus.. Tap! Whus..

Naruto terus melompati bangunan demi bangunan. Dia berusaha merasakan keberadaan Sasuke, namun nihil. Dia tidak merasakan keberadaan Sasuke.

"Andai saja Kurama masih ada, aku pasti bisa merasakan keberadaan mereka" Gumamnya berhenti di bangunan cukup tinggi.

Naruto mengedarkan pandangannya, dia mencoba melihat dari atas, namun itu tidak cukup karena Konoha sangat lah luas.

"Bodoh.. Kau bisa menggunakan mata Byakugan!"Naruto tersentak saat mendengar suara berat, dia melihat sekeliling namun tidak menemukan siapapun.

"Apa itu kau Kurama?" Tanyanya memastikan.

Namun sama sekali tidak ada jawaban. Saat dia ingin memasuki alam bawah sadarnya, kepalanya tiba-tiba terasa sakit saat mendapatkan ingatan.

"Ughh.. Apa-apa itu tadi?" Gumamnya memegang kepalanya yang terasa sakit.

Tanpa Naruto sadari, terlihat kini iris yang tadinya berwarna biru telah berubah menjadi lavender tanpa guratan..

"Eh? Kenapa pandangan ku jadi seperti ini?" Naruto dibuat bingung, saat penglihatan menjadi aneh dan lagi dia merasa dapat melihat 380 derajat.

"Ini? Apakah ini Byakugan? Tapi bagaimana aku bisa memiliki nya?" Gumamnya pada dirinya sendiri.

Namun walaupun bingung, dia tidak akan menemukan jawabannya saat ini. Merasa tidak memiliki waktu, dia langsung mengedarkan dan menajamkan penglihatannya.

"Ketemu!"

Naruto berseru saat dia melihat orang bertopeng tadi berada disebuah bangunan besar, dengan tiga gadis yang dia ikat.

Whuss!

Naruto kembali melompat gedung demi gedung, untuk menuju bangunan yang dia lihat ada penculik tadi.

Sementara itu, didalam sebuah gedung yang cukup luas. Terlihat pria bertopeng tadi kini duduk santai, dengan tiga gadis yang dia ikat didepannya.

"Hahh~ Lama sekali mereka? Apa mereka terlalu panik sampai-sampai tidak bisa menemukan aku?" Gumamnya kecewa.

"Oi Gadis kecil! Aku tau kau sudah sadar, tidak perlu pura-pura lagi"

Terlihat gadis surai hitam yang tidak lain adalah Sasuke mendongak untuk melihat pria tersebut.

"Siapa kau!? Kenapa kau menculik kami?" Ucapnya geram.

"Hoho.. Santai gadis kecil, aku melakukan ini hanya untuk menghilangkan kebosanan. Kau tau, aku bosan saat tidak ada yang mau bermain dengan ku" Ujarnya dengan suara aneh.

"Hum? Bermain? Apa maksud mu?"

"Yah.. Bermain seperti itu misalnya!" Ujarnya menujuk ke sudut ruangan.

Mata Sasuke langsung membola sempurna, saat melihat disudut ruangan ada seorang pria yang ditusuk disana.

"Kyaa..."

"HAHAHA... Aku suka suara jeritan itu" Ujar pria itu kegirangan.

"Oh iya... Apa kau mau jadi seperti itu? Hum?"

Wajah Sasuke memucat saat melihat pria itu melangkah mendekati mereka. Dia terlihat berusaha berdiri, namun tentu saja itu tidak bisa karena dia terikat dengan Hinata dan Shion yang masih pingsan.

"J-jangan mendekat! S-sana"

"Khakaha..." Pria itu tertawa makin keras, saat melihat wajah ketakutan gadis itu.

Duar!

Mereka berdua langsung mengalihkan pandangan, saat mendengar suara ledakan cukup besar.

Sasuke terlihat berubah menjadi tenang, saat melihat siapa yang kini telah menghancurkan dinding beton itu.

"Naruto.." Gumamnya dengan air mata yang mengalir.

Naruto pelaku penjebol dinding itu, menatap pria yang kini berdiri tidak jauh didepannya bersama Sasuke dan yang lainnya.

"Hah? Anak kecil? Bagaimana bisa kau menemukan tempat ini?" Tanya pria itu aneh.

Naruto terlihat hanya diam, namun tatapan mata biru itu bisa mengartikan dia sedang marah.

"Oi.. Apa kau membawa yang aku pinta?" Tanya lagi.

Naruto yang mendengar nya merogoh sakunya. Pria itu tersenyum senang melihat itu, namun dia harus di kaget kan saat Naruto melemparkan Belati dengan sangat cepat.

Whuss.. Crest.. Tap!

Untung pria itu memiliki refleks cepat, jadi dia hanya menerima goresan sedikit di wajahnya.

"Ha?! Kau sudah gila bocah! Bagaimana jika tadi itu mengenai kepala ku!" Triak pria itu marah-marah.

Namun dia dibuat kebingungan saat melihat Naruto sudah tidak ada ditempat nya tadi. Dia membulatkan matanya saat merasakan bahaya dari belakangnya.

Whuss.. Duarr!

Pria itu membulat kan matanya, saat melihat tempat nya berdiri tadi telah hancur lebur, akibat hantaman kaki Naruto.

"Sialan siapa bocah ini? Dia bahkan memiliki serangan sama seperti senpai" Batin pria itu melihat hasil serangan Naruto.

"Siapa kau bocah! Bagaimana bocah seperti mu mampu mengeluarkan kekuatan sebesar itu!?" Kali ini pria itu sudah mengeluarkan nada serius.

"Aku hanya teman dari salah satu anak yang kau culik!" Ujar Naruto membuat pedang dari ketiadaan.

Jika saja pria itu tidak mengenakkan topeng, Naruto mungkin akan dapat melihat bawah kini pria itu membulat kan mata dengan sempurna.

"B-bagaimana mungkin!" Ucap pria itu tidak percaya.

Naruto menaikkan alisnya bingung saat mendengar hal tersebut. Dia mendengar suara tidak percaya dari pria itu.

Namun Naruto menyamping kan hal tersebut, dia langsung berlari menerjang pria tersebut.

"..?!" Namun saat Naruto menebas pria itu, Naruto dikagetkan saat pedang nya seperti menebas hal gaib.

Whuss.. Tap!

Naruto melompat menjaga jarak dari pria itu, ini seperti jutsu Kamui milik Obito dulu.

"Hahaha... Aku tidak menyangka, akan menemukan hal langka seperti ini!" Ujar pria itu kegirangan.

Naruto menaikkan alisnya bingung, apa maksud dari perkataan pria itu. Apa yang membuat nya sampai sesenang itu.

"Baiklah anak muda.. Aku akan meladeni mu sampai mereka datang"

Terlihat didepan pria itu muncul lingkaran sihir, dia terlihat mengambil sebuah sabit berwarna merah.

"Khahaha... Ayo tunjukan semua kemampuan mu Bocah!" Ujarnya menyeringai di balik topengnya.

Naruto yang mendengar nya langsung menerjang sosok didepannya dengan kecepatannya. Pria itu terlihat kaget saat melihat Naruto telah ada didepannya.

"Cepat!"

Traank!

Untungnya sosok bertopeng itu memiliki refleks yang tinggi, jadi dia dapat menangkis tebasan yang Naruto lancar kan.

Menyadari serangannya gagal, Naruto langsung melakukan lompatan kebelakang.

Tap! Phuss!

Baru saja mendarat menapakkan kakinya, Naruto langsung melemparkan pedang milikinya meluncur dengan cepat ke arah pria bertopeng itu.

Sosok bertopeng itu tersenyum remeh, tentu saja dari jarak segitu dia bisa menghindari pedang tersebut.

"Fuin" Gumam Naruto.

"!!?"

Jrassh!

"Chouhk.."

Sosok itu menatap pedang yang kini telah menembus perutnya itu, dia tidak tau apa yang membuat dia tiba-tiba tidak bisa menggerakkan tubuhnya.

Sampai-sampai dia tidak bisa menghindari pedang tersebut. Dia lalu mengalihkan pandangan pada Naruto yang kini masih berdiri cukup jauh didepannya.

"B-bagiamana mungkin?" Ujarnya, lalu dia menarik pedang itu keluar.

Sreett.. Trenk!

"Heh! Meremehkan musuh adalah hal yang dapat membunuh mu!" Ujar Naruto mengangkat tangannya, lalu terlihat belati yang tadi dia lempar datang dengan sendirinya.

"Jadi seperti itu ya.. Belati itu adalah jawabannya" Ujar pria itu.

"Aku tidak menyangka akan jadi seperti ini dibuat bocah ini" Batinya menatap Naruto.

"Cepat kembali!" Sosok bertopeng itu tersentak saat mendengar suara dikepalanya.

"Ugh.. Khukhu.. Tapi cukup sampai disini saja dulu.. Sampai jumpa Bocah" Ujar sosok itu sebelum tubuhnya terhisap portal.

Naruto merasakan sekitar, ternyata benar pria itu tidak ada lagi disana. Dia lalu melangkah ke arah Sasuke dan dua putri Hyuuga itu.

"Yo.. kau tidak apa-apa?" Ujarnya tersenyum lima jari setelah melepaskan ikatan Sasuke.

"Baka!"

Duagh! Grab!

Naruto yang tadinya ingin protes Sasuke meninju perutnya terdiam, saat gadis itu memeluknya. Dia juga dapat mendengar isak tangis dari gadis itu.

"Hiks! Aku sangat takut tadi" Gumamnya.

Naruto yang mendengar nya tersenyum, lalu dia berusaha melepaskan pelukan gadis itu. Dia menatap lekat wajah gadis itu.

"Tenang saja, sekarang sudah tidak apa-apa.. Lebih baik kita melepaskan ikatan mereka" Ujar Naruto, dia menatap dua gadis Hyuuga yang masih pingsan tersebut.

Sasuke mengangguk setuju, setelah itu mereka melepaskan tali yang mengikat Shion dan juga Hinata.

Tap! Tap..

Naruto dan Sasuke mengalihkan pandangan mereka, saat mendengar suara langkah kaki cukup banyak. Dan tidak beberapa lama terlihat Fugaku, Itachi dan juga beberapa klan Uchiha datang.

"Naruto.. Sasuke.. Kalian tidak kenapa-kenapa?" Tanya Itachi khawatir.

"Ha'i.. Kami baik-baik saja" Balas mereka.

"Naruto? Apa mereka pelaku nya?" Tanya Fugaku menujuk mayat yang dibunuh pria bertopeng tadi.

"Bukan, dia telah melarikan diri.. Mereka hanya rakyat biasa" Bukan Naruto yang menjawab, melainkan Sasuke.

"Hahh~ Sudahlah melihat kalian selamat saja aku sudah bersyukur.. Ayo kalian bawa putri Hiashi ke kediaman Hyuuga.. Dan Kuburkan mayat itu" Perintah Fugaku pada pengawal nya.

"Ha'i" Dengan itu mereka membopong tubuh pingsan dua gadis itu. Sedangkan sebagian membawa mayat.

"Sasuke, ikut lah mereka.. Ibumu khawatir" Gadis itu mengangguk, lalu dia pergi bersama pengawal nya kembali ke mansion Hyuuga.

"Aku tidak menyangka kau bisa mengusir mundur penculik itu" Ujar Fugaku.

Naruto menggeleng, karena dia sadar sebenarnya pria tadi tiba-tiba mundur, mungkin dia menerima perintah.

"Bukan, dia mundur atas perintah seseorang" Ujar Naruto.

"Apa maksudmu Naruto-kun?" Tanya Itachi.

"Hahh~ Ini hanya firasat ku saja.. Dia tidak bergerak seorang diri" Jelaskan Naruto.

Fugaku dan Itachi mengangguk mengerti, karena mereka juga menduga hal tersebut. Tidak mungkin dia seorang diri berani melakukan penculikan ini.

"Oh iya aku ada permintaan.. Tolong katakan Itachi-san yang menemukan mereka" Ujar Naruto tiba-tiba.

"Hum? Kenapa seperti itu Naruto? Bukannya nanti kau dapat imbalan dari Hiashi" Bingung Fugaku.

"Aku hanya tidak ingin terlalu terlibat.. Dan lagi tadi karena Sasuke juga di culik, jadi aku pergi mencari" Jelas kan nya.

Ayah dan anak itu terlihat terdiam lalu mereka saling tatap. Seakan mengerti mereka mengangguk berbarengan.

"Baiklah Naruto.. Ayo kita kembali, takutnya Sasuke lebih dulu berbicara" Ujar Fugaku.

Mereka langsung melangkah meninggalkan bangunan tersebut. Tanpa mereka sadari ada sosok bertopeng yang memperhatikan mereka dari tadi.

"Fufufu.. Bocah yang menarik" Ujarnya sebelum tubuhnya terhisap kebawah tanah.

.

Skip (1 Minggu kemudian)

.

Sudah satu Minggu berlaku sejak insiden penculikan, dan selama dua hari dia di marahi habis-habisan oleh ibunya karena terlibat masalah yang berbahaya.

Untung Kurumi dapat menenangkan Ibunya tersebut, sungguh dia lebih memilih bertarung dengan Madara dari pada melihat kemarahan ibunya itu.

Di kediaman mereka, terlihat Naruto membenahi barang-barang nya kedalam tas miliknya. Sebenarnya dia ingin menggunakan Fuin tapi ibunya melarang hal tersebut.

Jika kalian penasaran, sebenarnya hari ini adalah keberangkatan Naruto dan Erza bertualang di dunia luar.

"Naruto apa kau sudah siap?" Terdengar suara dari balik pintu kamarnya.

"Ha'i.. Aku sudah siap Kaa-chan" Ujarnya menyandang tas miliknya.

Kini Naruto mengenakan pakaian seperti dia di desa dulu. Jaket oranye berhoodie lalu celana pendek berwarna biru.

Saat diluar, dia dapat melihat Kurumi, Kushina dan Erza sudah ada di ruang makan mereka.

"Maaf membuat mu menunggu Erza-san" Ucapnya.

"Tidak masalah Naruto-kun.. Lagian ini adalah kepergian pertama mu, jadi wajar kau mempersiapkan diri" Balas wanita surai merah itu.

"Naruto.. Saat kau diluar tolong jangan menyusahkan Erza ya" Ujar Kushina berkacak pinggang.

"Hehe..Tentu tidak Kaa-chan, malahan aku akan melindungi Erza-san nanti" Balas Naruto tersenyum lebar.

Kushina yang mendengar nya tersenyum, begitu juga Erza. Namun tidak dengan Kurumi, gadis itu terlihat dari tadi diam menunduk.

Duk!

"Jangan bersedih.. Aku bukan pergi terlalu lama kok" Ujar Naruto mengelus surai gadis itu.

Kurumi terlihat menatap Naruto berkaca. Dia sebenarnya tidak ingin melepaskan kakaknya ini, tapi apa daya dia juga tidak boleh egois.

"Hum.. Aku akan menunggu Nii-chan pulang dan bertambah kuat" Ujarnya.

Naruto yang mendengar nya tersenyum. Dia merogoh sakunya lalu mengeluarkan sebuah amplop.

"Tolong saat kau bertemu Sasuke berikan ini" Ucapnya menyerahkan amplop tadi pada Kurumi.

Sebenarnya Naruto belum berpamitan pada gadis Uchiha itu. Dia hanya merasa tidak enak hati mengatakan langsung.

"Hahh~ Seharusnya kau mengatakan langsung Nii-chan" Kurumi sedikit kesal dengan sikap tidak peka kakak nya ini.

"Hehe.. Kau taukan Suke-chan itu pemarah, bisa-bisa aku dihajar oleh nya" Balas Naruto terkekeh kecil.

Setelah itu Naruto dan Kurumi melangkah keluar rumah menyusul Kushina dan Erza, yang telah berada diluar.

"Aku sudah siap Erza-san" Wanita itu mengangguk, dia lalu mengalihkan pandangannya pada Kushina.

"Kami pergi dulu"

"Ha'i.. Aku titipkan Naruto padamu Erza-chan"

Wanita itu mengangguk mengerti. Laku dia melangkah pergi diikuti Naruto dibelakang sembari melambaikan tangan.

"Erza-san apa kau tidak merasa gerah menggunakan pakaian seperti itu?" Tanya Naruto membuka pembicaraan.

Ya, sebenarnya Naruto dari tadi memperhatikan baju besi yang digunakan Erza. Menurutnya itu terlalu berlebihan untuk seorang ksatria.

"Ini adalah pakaian yang di gunakan ksatria kerajaan.. Pedang biasa tidak akan bisa menembus zirah ini" Jelaskan nya sambil menepuk zirah yang dia kenakan.

Tidak beberapa lama, Naruto dan Erza sudah dapat melihat gerbang yang dijaga banyak prajurit kerajaan.

"BUKA GERBANGNYA!" Teriak seorang prajurit di atas benteng saat melihat kehadiran Erza.

Beberapa prajurit kerajaan terlihat mendorong gerbang raksasa itu. Saat Gerbang itu terbuka Naruto dapat melihat jalan dengan hutan di kiri dan kanan.

"Ayo Naruto-kun"

Naruto mengangguk mengerti, dia melangkah mengikuti Erza dari belakang.

.

.

Uchiha Mansion.

Ditempat biasa keluarga Uchiha melakukan latihan, terlihat Sasuke melakukan beberapa serangan pada boneka jerami didepannya dengan pedang kayu.

Tak! Tak.. Whus! Tak..

"Hah~ Berlatih sendiri memang tidak menyenangkan" Gumamnya menghentikan serangannya.

"Hahh~ Kemana sih si baka itu? Bukannya jam segini dia biasanya sudah datang" Lanjut nya kesal.

"Apa aku yang pergi ya? Hum, tidak ada salahnya lagian aku rindu Kushina Oba-chan"

Gadis itu menyudahi kegiatan nya, dia melangkah memasuki rumahnya. Saat di ruang tamu dia dapat melihat ibu dan ayahnya ada disana.

"Eh? Suke-chan kau tidak pergi ke rumah Naruto?"

Gadis itu menaikkan alisnya saat ibunya tiba-tiba menegur nya.

"Ini juga aku mau kesana Kaa-sama" Jawabannya.

"Eh? Tapi bukannya ini terlalu siang untuk mengantar nya?"

Kali ini Sasuke benar-benar bingung, mengatar? Memangnya Naruto ingin pergi kemana.

"Kaa-sama ada-ada saja, memang nya dia ingin pergi kemana?"

Mikoto melirik suaminya sebentar, sedangkan Fugaku terlihat membuang muka.

"Hahh~ Jadi Naruto-kun tidak mengatakan padamu ya, dia akan pergi berpetualang keluar kerajaan?" Ujar Mikoto.

Gadis itu terlihat kaget. Yang benar saja, bahkan si Baka itu tidak pernah mengatakan apapun.

"Aku pergi dulu Okaa-sama" Ucap gadis itu langsung pergi.

"Hahh~ Anata kenapa kau tidak memberitahu Suke-chan?" Tanya Mikoto pada suaminya itu.

"Aku hanya menuruti kemauan Naruto.. Kau taukan Suke-chan itu keras kepala"

Mikoto mengangguk mengerti, yah dia juga tau putrinya itu memiliki sifat keras kepala.

.

.

Setelah memakan waktu 15 menit berlari, kini akhirnya Sasuke sampai didepan rumah Naruto.

Tanpa menunggu lama dia langsung mengetuk pintu tersebut. Tidak beberapa lama pintu itu di buka dari dalam.

"Eh? Suke-chan kenapa kau kusut seperti itu?"

Ternyata yang membuka pintu adalah Kurumi. Dia dibuat heran saat melihat penampilan kusut gadis itu.

"N-Naruto dimana?" Tanya nya langsung.

Kurumi yang mendengar itu menghela nafas, dia merogoh sakunya lalu mengeluarkan amplop yang diberikan Naruto.

"Aku tidak tau kenapa dia tidak mengatakan apa-apa padamu, tapi dia memintaku menyerahkan ini padamu" Ujar Kurumi menyerahkan nya.

Sasuke menatap amplop yang dipegang Kurumi beberapa saat sebelum mengambil nya. Dia lalu membuka ada sebuah surat dan kertas dengan tulisan aneh.

Tanpa menunggu lama Sasuke langsung membuka surat itu untuk dibaca.

"Haha.. Jika kau menerima surat ini berarti aku sudah tidak ada di kerajaan.. Maaf ya tidak mengatakannya langsung padamu"

"Kau tau aku bingung mau mengatakannya secara langsung, habisnya kau galak aku takut kau pukul"

"Oh iya aku pergi berpetualang bersama salah satu ksatria kerajaan, yaitu Erza-san.. Kau tau dia orangnya cukup baik menurut ku"

"Mungkin aku akan kembali empat sampai lima tahun lagi, mungkin saat itu kau dan Kurumi telah masuk ke Academy kerajaan"

"Oh iya saat kembali nanti aku juga akan masuk kesana jadi tunggu kedatangan ku ya.. Hehe.."

"Dan satu lagi, aku membuat jimat pelindung. Kau hanya perlu membawanya saat latihan di hutan kematian.. Saat ada Monster iblis jimat itu akan langsung membuat pelindung"

Sasuke kembali melihat kertas yang ada tulisan aneh menurut nya itu. Mungkin inilah maksud Naruto jimat itu.

"Hanya monster iblis tingkat 5 ke atas yang bisa menghancurkan jimat itu"

"Jadilah bertambah kuat.. Dan satu lagi permintaan ku.. Tolong jaga Kurumi dan Kaa-chan ku.. Sampai bertemu beberapa tahun kedepan"

Sasuke kembali melipat surat itu, lalu dia mengalihkan pandangan pada Kurumi.

"Hahh~ Si baka itu"

Walaupun tidak tau apa isi dari surat itu, Kurumi hanya ikut tersenyum. Karena dari ekspresi Sasuke dia dapat menebak kakak nya telah mengatakan semuanya.

"Eh Suke-chan? Kenapa hanya berdiri disana, ayo masuk"

Kurumi langsung berbalik, saat mendengar suara ibu nya dari belakang. Karena terlalu memikirkan surat itu, Kurumi jadi lupa menyuruh Sasuke masuk.

"Tidak apa-apa Oba-san.. Aku kemari tadi ingin mengatar Naruto.. Tapi ternyata dia telah pergi" Ucap gadis surai hitam itu.

"Sayang sekali, Naruto sudah pergi 30 menit yang lalu" Sesal Kushina.

"Tidak apa-apa Oba-san.. Kalau begitu aku pamit dulu.. Jaa" Ujar gadis itu melambaikan tangan, lalu pergi dari sana.

"Hahh~ Dia itu" Gumam Kushina.

BERSAMBUNG.

vvvvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvv

vvvvvvv

vvvv.

Yo ada yang rinduin gua:-) Haha.. Udah brapa lama uwe gk muncul y, mungkin setngah tahun heheh.. Maaf ye, tau sendiri l duta ini juga uwe sempatin :-)

Oh iya, aku berterimakasih buat kalian yang masih nunggu fic ini, jujur itu membuat ku senang.

Dan untuk kedepannya pertualanag Naruto dan Erza akan dimulai. Dan tentunya jalan mereka tidak akan mulus" wae Hehehe...

Oh iya, buat yg nunggu New Dimension haraf bersabar, itu masih dalam pengerjaan.

Ok lah, sampai sini aja dulu, sampai jumap di chap dengan Bye~ Bye~ Dattebyao hehe...