Disclaimer Masashi Kishimoto
"Perfect Husband"
Story by 'Ms. Hatake Yamanaka'
Pairing : Yamanaka Ino X Uchiha Sasuke
Genre : Romance, Drama, Family, Friendship
Warning : OOC, Little bit Humor? Mainstream Idea Maybe?
Rate : M
Summary : Seorang gadis remaja 19 tahun memiliki sifat yang labil, cerewet, manja, sering menghabiskan waktu bersenang-senang di klub malam dan tidak memikirkan masa depannya. Tiba-tiba di jodohkan dengan seorang pria dewasa berusia 26 tahun yang memiliki sifat berkebalikan dengannya yaitu dingin, tenang, cuek. Dan yang terpenting dia telah di anggap sebagai pria gay? Bagaimanakah kehidupan rumah tangga mereka? Apakah mereka bisa mempertahankannya?
Chapter 7
Author Note:
Yeay I'm back! Akhirnya setelah sekian lama bisa update lagi. Maaf ya udah PHP-in kalian. Aku butuh waktu lama banget muter otak nyari ide buat lanjutin cerita ini. Terima kasih banyak untuk yang masih nunggu cerita ini, semoga tidak mengecewakan kalian. So, happy reading my beloved readers!
.
.
.
Sasuke segera membaringkan Ino di kamar gadis itu dan segera melepaskan tas selempang beserta heelsnya, Ino membuka matanya karena merasakan seseorang sedang menyentuh kakinya. Gadis itu mengernyit lalu segera tersenyum memperhatikan Sasuke yang telaten melepaskan heelsnya dengan hati-hati. Merasa ada yang memperhatikan Sasuke pun mendongak ke atas ranjang, dan benar saja Ino tengah menatapnya sambil tersenyum. Setelah meletakkan tas dan heels Ino, Sasuke segera menghampiri gadis itu. "Apa kau masih pusing? Akan aku ambilkan air minum dan aspirin."
Langkahnya terhenti saat Ino menarik pergelangan tangannya. "Ada apa lagi?" Ditatapnya wajah Ino yang memerah kentara sekali alkohol telah menyatu dengan pembuluh darah di wajahnya, gadis itu segera mendudukan dirinya dan menepuk-nepuk sisi ranjang menyuruh Sasuke duduk. Pria itu mengernyit bingung namun tetap menurut. "Terima kasih sudah menjemputku Sasuke-nii." Ucap Ino sambil tersenyum. Tidak mendapat respon apapun dari Sasuke akhirnya Ino beringsut mendekat lalu tanpa aba-aba segera mencium bibir suaminya membuat pria itu terkejut. Gadis itu terus melumat bibir tipis Sasuke dan segera mengalungkan kedua tangannya di leher pria itu. Shock dengan perlakuan Ino yang tiba-tiba, Sasuke mencoba mendorong Ino untuk menghentikan ciumannya namun gadis itu semakin menjadi dan dengan agak limbung sekaligus tergesa-gesa duduk di atas pangkuannya membuat tubuh Sasuke membeku.
Ino yang tidak sabar karena tidak mendapat balasan ciuman dengan sengaja menggigit bibir bawah Sasuke, usahanya membuahkan hasil karena pria itu segera membuka bibirnya dan langsung saja Ino memasukkan lidahnya untuk mengeksplorasi mulut Sasuke. Bibir Ino terasa pahit di mulutnya dan bau alkohol menguar dari tubuh gadis itu membuat Sasuke agak sedikit mual. Awalnya Sasuke ingin membalas ciuman istrinya tapi mengingat Ino sedang di bawah pengaruh alkohol, ia pun tersadar bahwa yang mereka lakukan sekarang ini salah. Ia pun berusaha mendorong bahu Ino lagi dan menjauhkan wajahnya sendiri untuk menghentikan ciuman istrinya.
"Stop Ino! Kau sedang mabuk sekarang! Tunggu disini aku akan mengambil aspirin dulu!" Saat Ino akan membuka mulutnya Sasuke pun segera mengangkat tubuh Ino dan segera mendudukannya di atas kasur. Lalu ia segera bergegas menuju pintu kamar sebelum Ino kembali melakukan hal yang lebih parah lagi.
Saat sampai di dapur ia mendesah lega, "Gadis itu benar-benar menguras emosi dan kesabaranku. Hampir saja aku kelepasan." Sasuke menepuk-nepuk kedua pipinya mencoba menyadarkan pikirannya yang mulai kacau. Setelah mengisi gelas dengan air dingin dan mengambil satu butir aspirin ia masuk kembali ke kamar Ino dan menemukan gadis itu sudah kembali berbaring di kasurnya. Tatapan mereka bertemu, wajah Ino terlihat kesal karena penolakan dari Sasuke tadi.
Pria itu menyodorkan gelas dan aspirin kehadapan Ino. "Minumlah lalu segera tidur." Dengan wajah cemberut Ino menerima gelasnya dan langsung menelan aspirin itu di bawah tatapan dingin Sasuke. Setelah meneguk habis airnya ia menyerahkan kembali gelas kosong pada suaminya dan tanpa kata-kata ia segera berbaring lalu menarik selimut sampai menutupi kepalanya. Sasuke yang melihat itu pun merasa lega lalu segera keluar dari kamar Ino dan menyimpan gelas kosong di wastafel dapur.
Sasuke menyenderkan tubuhnya di lemari es. Kejadian di club tadi kembali terputar di kepalanya. Ino yang sedang menari dengan lelaki lain dan perkataan Sai yang seakan mengancamnya membuat Sasuke kesal. Entah ia harus menyalahkan siapa atas kejadian itu. Tapi setelah di pikir-pikir kembali dia pun ikut andil atas kelakuan Ino. Sasuke sadar sebagai suami ia telah mengacuhkan istrinya padahal seharusnya ia membimbing Ino agar menjadi pribadi yang lebih baik. Walaupun dia masih belum menerima pernikahan ini, tapi dia sudah berjanji di hadapan Tuhan, keluarganya, orangtua Ino, dan Ino sendiri untuk selalu menjaga gadis itu. Status mereka telah berubah, perkataan Ino di mobil kembali terngiang di kepalanya.
"Kita sudah menikah, dan aku sudah menjadi istrimu sekarang. Apa sebegitu bencinya kah kau padaku sampai terus mengabaikan dan bersikap dingin padaku?"
Perkataan itu membuat Sasuke sadar kalau selama ini ia sudah keterlaluan karena terus mengabaikan gadis itu. Jujur saja walaupun Sasuke tidak menyukai gaya hidup Ino dan Izumi tetapi dia tidak membenci gadis itu sama sekali. Sasuke bahkan sudah menganggap Ino sebagai adiknya sendiri sama seperti Izumi. Dia hanya merasa aneh saja harus menikah dan tinggal serumah dengan Ino. Selama ini dia sudah terlalu nyaman hidup sendiri, dan saat ada seseorang yang masuk ke rumahnya ia pun merasa tidak nyaman. Dan mungkin itulah yang membuat Ino menyimpulkan kalau Sasuke membencinya.
Sekarang Ino adalah tanggungjawabnya, ia tidak akan membiarkan Ino bertindak seenaknya lagi dan bermesraan dengan pria lain. Entah kenapa membayangkannya saja membuat dia kesal. Ya, Sasuke harus segera mengambil langkah untuk hubungan mereka kedepannya. Ia juga harus meluruskan kesalahpahaman yang terjadi selama ini dan tidak bisa hanya berdiam diri saja.
Setelah meminum dua gelas air dingin dan menenangkan pikirannya, Sasuke kembali memasuki kamar Ino. Ia menemukan gadis itu masih menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Dengan langkah pelan Sasuke mendekati sisi ranjang yang lain dan ikut berbaring di samping Ino. Setelah memastikan tidak ada pergerakan lain dari tubuh di sampingnya, Sasuke pun mulai memejamkan matanya mencoba untuk tidur. Ia telah mengambil keputusan untuk masa depan mereka berdua.
- Perfect Husband –
Ino mengerjapkan matanya pelan, kepalanya terasa pusing sekali. Ia ingat semalam dia mabuk berat saat pergi ke club malam bersama seniornya Sai. Lalu Sasuke tiba-tiba muncul memukuli Sai dan segera membawanya pergi, setelah itu Ino tidak ingat apa-apa lagi. Saat akan bangun ia menoleh ke samping kirinya dan kaget melihat seseorang sedang tertidur pulas. Refleks ia menutup mulutnya yang hampir berteriak.
Kenapa dia tidur disini?
Dia tidak sedang bermimpi kan? Seorang Uchiha Sasuke sedang tidur nyenyak di ranjang miliknya. Ino mencoba mencubit pipinya memastikan kalau ia tidak sedang bermimpi dan sedang tidak di bawah pengaruh alkohol. Tentu saja ia merasa kesakitan dan sudah sadar seratus persen. Berarti Sasuke yang sedang terbaring di sampingnya ini memang nyata. Tiba-tiba ingatan tentang mereka berciuman di dalam mobil terngiang-ngiang di kepalanya.
"Oh my God! Jangan-jangan.." Ino segera mengintip ke dalam selimut dan masih mendapati dress yang di kenakannya kemarin masih menempel dengan utuh di tubuhnya. Diapun mendesah lega.
Ino kembali melirik pria itu dan segera merubah posisi tidurnya menyamping menghadap Sasuke, ia tidak bisa berhenti menatap lekat wajah suaminya itu. "Ughh saat sedang tidur pun kau masih terlihat tampan nii-chan." Bisik Ino. Alisnya yang tebal, bulu matanya yang panjang, hidungnya yang mancung, pipinya yang tirus, rahangnya yang tajam dan bibir tipis berwarna merah yang sedikit terbuka membuat Ino tidak bisa mengalihkan pandangannya. Tanpa sadar Ino pun tersenyum, senang bisa melihat sisi lain pria itu yang terlihat tenang di saat tertidur seperti ini. Entah mendapat keberanian darimana, tiba-tiba Ino mendekatkan wajahnya. Matanya fokus mengamati bibir Sasuke yang terlihat menggoda membuat Ino ingin sekali menciumnya.
Cup! Bibir mereka kini menempel, jantung Ino berdegup kencang. Ini bukan pertama kalinya dia mencium bibir Sasuke tapi entah kenapa rasanya berbeda sekali mencium pria itu di saat Sasuke sedang tidak sadar seperti ini. Ia seperti sedang mencuri, adrenalinnya meningkat, namun tidak menghentikannya untuk melumat bibir tipis Sasuke yang terasa sangat kenyal dan lembut.
Saat akan melepaskan ciumannya Ino dibuat kaget karena ternyata Sasuke sudah terbangun dan sedang menatapnya dalam diam. Ia pun segera melepaskan tautan bibirnya dan langsung terduduk. Ino sangat panik dan mencoba turun dari ranjang, namun sebuah tangan menarik pergelangan tangannya dan membuat Ino kehilangan keseimbangan tubuhnya. Gadis itu pun jatuh terlentang di atas kasur. Sasuke dengan cepat menindih tubuh istrinya itu dan mencengkeram kedua tangannya di samping kepala Ino.
Mereka berdua terdiam, Ino merasa malu sekali karena tertangkap basah telah mencuri ciuman Sasuke. "Ma-maafkan aku nii-chan, aku tidak bermaksud mengganggu tidurmu, a-aku tidak akan mengulanginya. Aku janji jadi lepaskan aku ya." Cicit Ino pelan tidak berani menatap manik hitam yang mengawasinya dari tadi.
"Apa sekarang kau sudah sadar?" Ino terkejut mendengar suara serak Sasuke yang baru bangun tidur itu dan entah kenapa terdengar seksi sekali di telinganya membuat ia menelan ludah.
"I-iya aku sudah sadar sepenuhnya."
"Kalau begitu bersiaplah, aku tidak akan menundanya lagi."
Setelah mengucapkan ultimatum itu, Sasuke tanpa aba-aba langsung mencium bibir Ino membuat sang empunya shock. Belum juga dia mencerna maksud dari perkataan Sasuke, ia langsung dibuat kaget dengan ciuman tidak sabar dari sang suami.
Bibir tipis Sasuke melumat bibir atas dan bawah Ino bergantian. Lidahnya ikut bermain menjilati bibir tebal gadis itu mencoba membuka mulutnya. Tanpa menunggu lama Ino pun membuka bibirnya dan membiarkan lidah Sasuke masuk dan membelai lidahnya di dalam sana membuat Ino mengerang. "Mmhhh…" Terbawa suasana Ino membalas ciuman Sasuke, mereka saling melumat dan memagut bibir satu sama lain.
Sasuke melepaskan cengkeraman kedua tangannya dan berganti memeluk pinggang dan membelai punggung gadis itu. Ino sendiri mengalungkan kedua tangannya di leher Sasuke dan semakin menarik tubuh pria itu untuk menempel di tubuhnya. Tangan Sasuke tidak tinggal diam dan segera menarik turun retsleting dress Ino karena gadis itu tidak sempat berganti pakaian semalam.
Sasuke melepas tautan bibirnya membuat Ino terengah, tanpa diduga pria itu menarik lepas dressnya dari tubuh sang istri. Kini Ino hanya memakai bra dan celana dalam berwarna hitam, refleks ia segera menutupi area dada dan menyilangkan kedua pahanya membuat Sasuke tersenyum.
Mata hitam Sasuke menelusuri tubuh Ino dari kepala sampai ke jari kakinya. Ia pun tidak menampik bahwa tubuh gadis yang masih berusia 19 tahun itu terlihat sangat seksi dan terlihat sangat menggoda. Sasuke sudah mendengar desas desus tentang Ino dari teman-temannya yang sering pergi ke club malam, mereka pun mengakui bahwa Ino memang luar biasa seksi untuk ukuran gadis 19 tahun. Mereka bahkan menyebut Sasuke sangat beruntung bisa mendapatkan gadis muda yang cantik dan seksi untuk menjadi istrinya.
Kini Sasuke pun mengakui bahwa Ino memang luar biasa seksi dan membuatnya menelan ludah melihat lekukan tubuh gadis itu. Dan tentu saja membuat Sasuke panas dingin karena dia memang pria normal. Tak tahan dengan pemandangan di bawahnya Sasuke segera melepas kaos hitamnya memperlihatkan dada bidang dan abs yang menawan membuat Ino menahan nafas melihatnya.
Oh my god!
Sasuke menyeringai senang mendapati Ino yang terlihat memuja tubuhnya, "Suka dengan apa yang kau lihat?" Goda pria itu sambil kembali menindih tubuh gadis di bawahnya. Pipi Ino memerah malu dan mengalihkan pandangannya ke samping. Sasuke mengusap pelan surai pirangnya membuat Ino tenang dan memberanikan diri menatap kembali wajah Sasuke yang berada sangat dekat dengan wajahnya. Ino bahkan bisa merasakan nafas pria itu menerpa bibirnya.
"Ino apa boleh aku melakukannya?" Suara berat Sasuke berhasil menghipnotis Ino, gadis itu pun mengangguk mengiyakan.
"Apa kau serius? Aku tidak ingin membuatmu menyesalinya nanti." Sasuke menatap Ino lembut membuat gadis itu terpana, selama ini hanya tatapan datar dan dingin lah yang pria itu selalu berikan padanya.
"Aku serius dan kau tidak perlu bertanya dulu padaku, karena kau… sudah menjadi suamiku Sasuke-nii. Lakukanlah!" Ucap Ino yakin sambil mengelus pelan pipi Sasuke, tanpa aba-aba Ino malah mencium duluan bibir tipis sang suami. Kedua tangannya menarik leher Sasuke untuk memperdalam ciumannya.
Mereka pun kembali saling melumat bibir satu sama lain dengan hasrat yang sama besar. Tangan kanan Sasuke tidak tinggal diam, ia segera melepas kaitan bra dan meremas pelan payudara Ino yang terasa kenyal dan lembut di telapak tangannya membuat sang gadis mengerang tertahan. Bibir tipis Sasuke turun untuk mengecupi rahang dan mulai menyesap leher jenjang Ino. Matanya tidak sengaja menangkap samar-samar sesuatu berwarna merah di leher gadis itu membuat Sasuke menghentikan ciumannya.
"Apa ini Ino?" Jari tangannya meraba bercak merah di leher sang gadis membuat Ino mengerutkan kening.
"Apa maksudmu?"
"Ada beberapa bercak merah di lehermu." Sasuke menatap Ino tajam meminta penjelasan, pikirannya sudah dipenuhi bayangan gadis itu yang sedang bercumbu dengan Sai. Ia tidak bodoh untuk mengetahui bercak merah apa yang berada di leher istrinya.
Mendengar penjelasan Sasuke tentang lehernya sekaligus melihat raut wajah pria itu membuat Ino menahan tawa. "Oh itu kiss mark, memangnya kenapa?" Jawab Ino geli, melihat gadis itu terlihat santai bahkan menahan tawa membuat Sasuke kesal. "Seniormu yang melakukannya kemarin?!"
Sasuke bahkan sudah akan beranjak dari tubuh Ino saat kedua tangan gadis itu menahan kedua bahu kekarnya. "Apa kau tidak ingat sama sekali?"
"Jangan mengalihkan pembicaraan Ino, sudah jelas kemarin kau pergi bersama dengan sen-" Belum juga Sasuke menyelesaikan ucapannya Ino sudah membungkam bibir pria itu, mengecupnya sekali, dua kali, tiga kali. "Jadi kau sama sekali tidak mengingat malam pertama pernikahan kita nii-chan?" Mendengar pertanyaan Ino, pria itu segera menggali ingatannya. Melihat itu Ino tersenyum masam, "Aku memang gadis nakal yang selalu pergi ke club malam, tapi aku bukan gadis murahan yang memberikan tubuhku pada pria pria disana. Jadi tolong, jangan pernah berpikiran seperti itu tentangku. Tanyakan saja pada adikmu sendiri kalau kau tidak mempercayai ucapanku."
Sasuke sudah mengingatnya yang dimaksud Ino dengan 'malam pertama pernikahan' mereka. Tentu saja dia juga ingat beberapa kiss mark yang dibuatnya. Ia merasa bersalah sudah berpikiran buruk tentang gadis itu. "Maaf Ino aku tidak bermaksud-" Ino meletakkan jari telunjuknya di bibir Sasuke.
"Sssttt! Aku memang salah karena pergi begitu saja bahkan dengan pria lain tanpa sepengetahuanmu. Wajar bila nii-chan berpikiran seperti itu. Tapi sungguh aku tidak melakukan apapun bersama Sai senpai kecuali minum dan menari dengannya disana. Aku janji tidak akan melakukannya lagi. Maafkan aku." Ucap Ino pelan sembari memeluk erat Sasuke, pria itu pun tersenyum tidak menyangka Ino akan mengatakan itu semua.
Sasuke pun membalas pelukan Ino dan menciumi rambut pirang gadis itu. "Aku juga berjanji akan mencoba menjadi suami yang baik, maaf selama ini aku telah bersikap dingin dan mengabaikanmu. Jadi maukah kau menerima pernikahan ini dan menerimaku menjadi suamimu Yamanaka Ino?" Ino melepaskan pelukannya dan menatap wajah Sasuke sambil cemberut, membuat Sasuke kebingungan.
Apa dia menolaknya?
"Uchiha Ino, bukan Yamanaka Ino ingat itu!" Sasuke tertawa mendengarnya, ia tidak tahan untuk mencubit pipi gadis itu. "Aku akan mengingatnya nyonya Uchiha."
"Jadi apa kita bisa melanjutkan yang tertunda tadi sekarang?" Tanya Ino sambil meraba dada bidang Sasuke dengan jemari lentiknya membuat pria itu menelan ludah.
"Dengan senang hati." Jawab Sasuke dan segera membungkam kembali bibir merah gadis itu. Tangannya segera melepaskan bra hitam Ino dan melemparnya entah kemana. Dengan tergesa Sasuke menciumi dan menghisap leher Ino kembali membuat kiss mark baru disana.
- To be Continued –
P.S : Sebenarnya aku ada problem dikit nih pas update chapter ini. Ternyata sekarang udah gak bisa pakai Desktop Mode lagi ya pas buka di hp, padahal draft ff aku ada di hp semua. Sayang sekali T.T
But it's okay akhirnya aku download app nya deh setelah sekian lama cuma buka lewat Google hehe… Apakah author yang lain punya problem yang sama?
