Disclaimer
Prince of Fire
By
Anime Lovers Indonesia
Masashi Kishimoto dan Michael Dante Di Martino & Bryan Konietzo
Genre: Family dan Friendship
DON'T LIKE, DON'T READ
Enjoy This Story
WARNING : Typo, kata tak baku dkk
Chapter 6
"Sepertinya Appa harus menunggu Aang" ucap Naruto.
"Ya Appa bisa menunggu, kita harus segera hentikan semua ini" lalu mereka menuju ketempat Sokka.
"Sepertinya dari raut wajah kalian, ada yang tidak beres" ucap Sokka.
"Kalian ikut aku, kita harus menghentikan ini" lalu mereka menuju tembok Ba Sing Sei.
"Apa lagi yang menghambat kita kali ini ?" tanya Toph.
"Sebuah bor raksasa yang siap menebus tembok Ba Sing Sei" ucap Naruto sambil menunjuk kearah bor negara api berjalan kearah mereka.
"Sebaiknya kita segera menemui orang yang bertanggung jawab di tembok ini" lalu Naruto diikuti Aang dll menuju pusat pemantauan yang berada di puncak tembok.
"Apa yang kau lakukan disini nak, disini bukan tempat untuk bermain ?" salah satu prajurit kerajaan bumi yang berpatroli bertanya pada rombongan Aang dkk.
"Hey pak, pertemukan kami dengan yang berwenang disini. Ada hal penting dan berbahaya yang sedang menuju sini dan juga kami bersama Avatar" ucap Naruto lalu mereka dituntun ke salah satu meja tempat orang yang bertanggung jawab disini.
"Selamat datang di Ba Sing Sei, apa yang bisa kubantu Avatar ?" tanyanya.
"Kita harus menyiapkan tentara sebanyak mungkin, bor dari Negara Api mendekat kearah tembok" ucap Sokka.
"Tenang saja para prajurit kami dapat menghentikan mereka, silahkan duduk dan nikmati teh" lalu beberapa prajurit pengendali tanah mencoba menghentikan dan yang terjadi malah mereka kembali dalam luka dalam.
"Ty Lee yang menyebabkan semua ini, dia menyebabkan aliran chi kita terkunci. Ini seperti menyerang dari dalam" Katara menyembuhkan prajurit yang terluka.
"Sepertinya aku menemukan solusi dari permasalahan kita" Naruto segera mengambil kertas, bulu angsa dan tinta.
"Bor ini dibuat dari besi yang tidak bisa ditembus dengan pengendalian tanah. Seperti yang terlihat tadi, para pengendali tanah tidak berdaya. Bor ini berbentuk lonjong dan terdiri tiang-tiang penyangga yang membantu bor ini berdiri kokoh. Aang, Katara akan menggunakan pengendali air mereka untuk memotong tiang-tiang ini, otomatis bor ini akan mengalami gangguan dalam seperti yang dilakukan Ty Lee" ucap Naruto.
"Pemikiran yang briliant, Baiklah kita segera bergegas sebelum bor ini mencapai tembok dalam" ucap Sokka lalu mereka bergegas menuju daratan.
"Aku dan Toph akan membuat sebuah awan debu yang menyelubungi daerah sekitar bor, maka kalian segera bergegas menuju jalan masuk. Aku dan Toph akan mencoba menghalau dari luar dan kalian atasi dari dalam" mereka semua mengangguk dan ketika debu itu terbentuk, mereka semua lari menuju bor.
Sementara itu didalam bor
"Apa kau lihat itu ?" tanya Azula sambil melihat kearah debu.
"Tenang saja tuan putri, para pengendali tanah itu tidak bisa menjangkau bor ini. Ini merupakan bor yang didesain khusus anti para pengendali tanah" ucap menteri perang Qing.
"Hanya terlihat aneh saja" ucap Ty Lee sambil melihat kearah awan debu tersebut tapi mereka tak menyadari bahwa sebentar lagi Tim Avatar memasuki bor dan siap menyabotase rencana mereka.
"Kau tak perlu khawatir tuan putri, ini ciptaan terbaik negara api" ucap menteri perang Qing tapi Azula tetap menatap kearah awan debu itu dengan curiga.
Kembali lagi ke Naruto dan Toph
"Seandainya kita bisa mengendalikan besi. Bor sialan ini tak ada masalah" ucap Toph sambil memukul-mukul bagian bor.
"Tidak ada elemen yang tidak bisa dipelajari hanya kita belum ada yang mencoba" ucap Naruto sambil meraba bagian besi bor.
"Dan aku tertarik mempelajarinya" ucapnya lagi.
"Mungkin perkataanmu benar Naruto. Yang penting sekarang kita harus hentikan bor ini" lalu Toph dan Naruto mencoba berbagai cara untuk menghentikan gerak bor ini walaupun nihil.
Dengan Aang, Katara dan Sokka
"Sepertinya ide Naruto tak berjalan baik" ucap Sokka yang mencoba mendorong tiang besi.
"Ide Naruto tak semuanya salah, kita tidak harus memotong semua tiang besi ini tapi hanya memotongnya sampai setengah dan memberikan tekanan di pusat. Seperti yang diajarkan Toph padaku" ucap Aang dan mereka melanjutkan rencana Naruto dan tambahan rencana.
Di dalam ruang kemudi bor
"Maaf pak, salah satu teknisi ditemukan membeku dan petanya hilang"
"Maaf pak banyak tiang besi yang sudah disabatose"
"Disini ada 3 tiang besi yang disabatose pak"
"Kau membuat kesalahan menteri perang Qing. Aku akan mendengarkan penjelasanmu setelah aku menangkap mereka. Kita tangkap para penyusup itu" Azula menatap tajam kearahnya dan berlalu bersama Ty lee dan Mai.
Dengan Naruto dan Toph
Mereka hanya bisa melihat dan menunggu Aang dkk melaksanakan rencananya.
"Kau dengar Toph" ucap Naruto.
"Ya... suara besi berdecit" ucapnya.
"Sepertinya rencana kita berhasil" ucap Naruto.
"Dan bor ini juga mengeluarkan limbah. Kita bisa mendorongnya kedalam dan membuat kerusakan internal menjadi besar" lalu Naruto dan Toph melihat Katara dan Sokka keluar dari saluran pembuangan.
"Sepertinya rencana kita berjalan baik Katara, Sokka" ucap Naruto yang membantu Sokka dan Katara naik keatas pijakan batu yang dibuat mereka.
"Tentu Naruto dan Aang hanya tinggal memberikan tekanan di bagian atas" ucap Sokka.
"Tapi kami diganggu Azula dkk ketika ingin memotong besi yang lain" ucap Katara.
"Dan sepertinya salah satu pengganggu kita sedang menuju kesini" ucap Toph yang melihat Ty Lee keluar lubang pembuangan yang sama yang dilewati Katara dan Sokka.
"Sepertinya kita juga harus memberikan tekanan Toph" Toph melihat Naruto melihat yang melakukan gerakan yang sangat dia tahu dan mereka berdua mendorong Ty Lee kembali dalam bor dan semakin terdengar bunyi nyaring yang berasal dari bor dan tak lama dari itu mereka melihat Aang yang berhasil melakukan tugasnya. Mereka hanya bisa bersenandung riang karena sekali lagi mereka berhasil memukul mundur pasukan negara api yang berniat menginvasi Ba Sing Sei.
"Kami ucapkan terimakasih Avatar dan teman-temannya" ucap pemimpin.
"Sudah kewajiban kami pak" ucap Aang.
"Kalau boleh tahu, untuk apa kau datang ke Ba Sing Sei Avatar ?" tanyanya.
"Aku sedang mencari bisonku yang telah dijual oleh pembajak pasir ketika kami berada di perpustakaan gurun katanya mereka menjualnya kesini" jelas Aang.
"Jika ada yang bisa kami bantu, katakan saja dan aku akan mengerahkan pasukan penjaga kota untuk membantumu" ucap komandan itu.
"Terimakasih pak atas bantuannya" ucap Aang.
"Apakah kalian punya tempat tinggal, aku akan me-" ucapan komandan itu terpotong karena Naruto berucap.
"Maaf pak tapi kami sudah punya tempat tinggal" ucap Naruto.
"Baiklah kalau begitu. Selamat datang di Ba Sing Sei" lalu para menjaga mempersilahkan mereka masuk dan menuju pusat kota.
"Hey Naruto, kau tadi mengatakan kalau kita punya tempat tinggal di kota ini. Dimana itu ?" tanya Sokka.
"Aku berbohong tadi" ucap Naruto dengan entengnya tanpa melihat ekspresi dari yang lain.
"Jadi kita akan tinggal di jalanan!" teriak Aang dan Sokka.
"Tidak juga, kita akan pergi ke tempat kenalanku untuk tinggal di tempat tinggalnya" ucap Naruto.
"Syukurlah kalau begitu, ayo kita segera kesana supaya bisa beristirahat" ucap Sokka dan mereka menuju tempat yang dimaksud Naruto.
Di sebuah penginapan
Mereka akhinya sampai dan Naruto langsung mencari temannya yang bernama Sifu untuk meminjamkan mereka salah satu tempat kosong di penginapannya.
"Maaf ya Naruto karena ada acara di Ba Sing Sei dalam 3 hari ini jadi penginapanku ramai dan hanya menyisahkan gubuk ini. Walaupun kecil tapi kukira cukup untuk kalian" ucap Sifu.
"Ini lebih dari cukup Sifu. Owh ya ada acara apa 3 hari mendatang ?" tanya Naruto.
"Akan ada perayaan ulang tahun Bosco sang peliharaan raja serta hari panen raya" ucap Sifu.
"Baiklah kalau begitu, aku permisi dulu" tambahnya.
"Sekali lagi terima kasih Sifu" ucap Naruto lalu memasuki tempat tinggalnya saat ini.
"Aku tadi mendengar akan ada acara di gedung raja, mungkin ini waktu yang tepat untuk memberitahukan raja tentang apa yang kita dapat di perpustakaan itu.
"Sepertinya akan sulit Sokka karena yang diundang hanya tamu penting dan yang sudah mendeapatkan undangan dari raja saja yang bisa masuk" ucap Naruto karena dia pernah sekali ke tempat raja bersama Bumi untuk urusan pemerintahan dan sangat susah untuk ketemu raja dan ketika ada pesta atau perayaan hanya orang yang memiliki undangan yang bisa masuk.
"Maka tugas kita besok adalah mencari tahu informasi tentang acara itu, berusaha agar bisa masuk dan mencari tentang keberadaan Appa" ucap Aang.
"Sebaiknya kita beristirahat dulu" ucap Katara. Mereka langsung menyiapkan kantong tidur dan bersiap istirahat. Naruto sedari tadi merasakan ada yang mengawasi mereka dari jendela dan dia mengeceknya keluar.
"Tidak ada apapun" ucapnya.
"Ada apa Naruto ?" tanya Aang.
"Hanya melihat sekeliling" lalu Naruto masuk kedalam bersama Aang.
'Seperti ada yang mengawasi' batinnya. Tanpa disadarinya ada sekitar 5 orang yang berdiri di atap bangunan yang tepat berada di tempat Naruto dkk tinggal saat ini sedang menatap kearah gubuk tersebut.
"Kita harus melaporkan ini pada Long Feng bahwa Prince of Fire ada di Ba Sing Sei bersama dengan Avatar" ucap salah satu dari mereka. Lalu mereka menghllang dalam asap ditengah keheningan malam.
To Be Continue
Arigatou Gozaimasu
