Aku sudah membuat sebuah keputusan.

Ya, Tom?

Aku memutuskan bahwa aku sudah tidak bisa lagi menghadapi dirimu dan segala kegilaanmu. Jadi kalau kau tidak akan memberikanku pada Ginny, aku akan memintamu untuk memberikanku pada Dumbledore. Si tua aneh itu bisa membakarku dan aku tidak akan peduli.

Kenapa Ia perlu membakarmu?

Dasar setan kecil yang naif, karena aku sangat berbahaya. Kau benar-benar tidak tahu benda apa yang sedang kau miliki, bukan?

Kalau begitu, kamu itu apa?

Aku adalah hocrux. Bagian dari satu jiwa yang terbelah melalui tindakan pembunuhan. Kemudian bagian dari jiwa tersebut tersimpan ke dalam sebuah benda supaya aku bisa menjadi abadi.

Oh. Itu mengerikan.

Ya, Luna. Dan akan semakin buruk. Karena aku bukanlah sembarang hocrux. Aku adalah bagian dari Sang Pangeran Kegelapan, Voldemort.

Apa kau serius?

Ya, Luna. Voldemort adalah nama yang kubuat sendiri. Sebuah nama yang aku tahu bahwa suatu saat nanti, seluruh penyihir akan ketakutan ketika mengucapkan nama tersebut, saat dimana aku telah menjadi penyihir terhebat di dunia! Nama lahirku adalah Tom Marvolo Riddle.

(Huruf-huruf berpindah tempat dan membentuk kalimat baru pada halaman tersebut)

I am Lord Voldemort.

Kamu merusaknya.

Apa?

Kamu merusaknya.

Merusak apa, dasar anak sial!?

Leluconmu.

Lelucon apa?

Bahwa kamu adalah Voldemort. Untuk beberapa saat, aku percaya loh. Aku bahkan sedikit takut. Lalu kamu melakukan hal itu dengan nama dan merusak semuanya.

Hal apa?

Anagram. Maksudku, seriuslah Tom. Pangeran Kegelapan adalah seorang diktator pembunuh yang mencoba untuk menguasai dunia, mengeksekusi siapapun yang menghalanginya dan memperbudak setengah dari seluruh darah murni di Eropa. Ia tidak mungkin melakukan sesuatu yang semenyedihkan dan kekanakan seperti menggunakan anagram dari nama kelahirannya sendiri sebagai sebuah gelar. Itu seperti sesuatu yang akan dilakukan oleh orang jahat di buku cerita anak-anak. Umurku baru sebelas tahun dan bahkan aku bisa melihatnya.

Itu bukan... Maksudku...

Tapi itu lelucon yang bagus. Aku hampir saja tertipu.

Ya, well. Aku senang kau menyukainya. Selamat tidur Luna.

Selamat tidur? Ini baru jam lima sore.

Well, aku sedang tidak ingin berbicara lagi sekarang.

Apa kamu kesal karena aku merusak leluconmu?

Bukan. Lupakan saja. Percakapan tadi tidak pernah terjadi.

Oh, Oke.

...

Tapi itu akan menjadi hal yang lucu, bukan begitu?

Apa?

Jika Voldemort memang seorang penjahat seperti di buku cerita dengan anagram sebagai sebuah nama, aku yakin Ia akan melakukan sesuatu yang dramatis ketika mengungkapkan dirinya pada si pahlawan; seperti menulis huruf-huruf di udara dengan tongkat sihirnya dalam tulisan yang menyala kemudian mengubah urutan huruf-huruf itu seperti yang kamu lakukan tadi. Lalu sambil melakukan hal tersebut, Ia akan menyombongkan rencana-rencana jahatnya. Itu akan sangat menarik.

Luna?

Ya, Tom?

Kumohon berhentilah.


Hehe. Terimakasih kepada teman-teman yang sudah membaca sampai sekarang. Terimakasih semua atas reviewnya, benar-benar bikin aku makin semangat dalam menerjemahkan fanfiksi ini!

Maaf banget karena lama nggak update chapter baru. Stress di dunia nyata benar-benar mengganggu. Untuk semua yang membaca di bulan terakhir tahun 2020, tetap beraktivitas di rumah dan sehat-sehat terus ya!

Oh, sekalian aku juga mau cerita. Untuk penggunaan bahasa Luna, aku mencoba melokalkan gaya bahasa Luna menjadi anak kecil aneh yang mengerti kata-kata sulit tapi masih bersifat kekanakan. Sedangkan untuk Tom Riddle, aku mencoba untuk mengeluarkan sifat sarkastik dan pintar di gaya bahasa yang Ia pakai. Apakah menurut teman-teman sudah sesuai?

Kalau ada kritik dan saran, silahkan ditulis di komentar yaa!

Sampai jumpa di chapter berikutnya! ^.^