Author : Wpamls

Cast : Yesung x Ryeowook (Super Junior) and more

Genre : Friendship, Romance

Rate : T (Semi-M)

Warning : Yaoi, Typo(s), tidak sesuai EYD, alur yang lambat

Disclamer : cast bukan milik siapapun, cerita ini fiksi, dan ini ff pertama yang saya tulis dan publish dalam 21 tahun hidup saya.

Chapter : 16

-wpamls-

Apartemen Leeteuk

Leeteuk : "Oke jadi kita setuju untuk pergi berlibur ke jepang. Berangkat tanggal 10 malam yang mana artinya 3 hari lagi kita berangkat, dan pulang tanggal 17, 3 hari pertama di Tokyo, 2 hari berikutnya di Kyoto dan 2 hari berikutnya kita akan ke Osaka sekaligus langsung pulang ke korea. Untuk jadwalnya sudah kita pastikan tadi. apa ada lagi yang perlu dibahas?"

Ryeowook : "aku rasa sudah semua hyung, ahh akhirnya kita liburan juga! YESS"

Heechul : "ayolaah coba kalian pikirkan sekali lagi, bukankah ide yang bagus jika momo ikut? Dia bisa menjadi tour gui/"

Kyuhyun : "issh tidak! Kau sendiri dulu yang bilang ini adalah liburan khusus kami. Dilarang membawa siapapun termasuk pacar atau keluarga kan?! Mau itu di jepang atau tidak, itu tak ada hubungannya sama sekali."

Heechul : "huh, baiklah baiklah setan.."

yesung : "kyuhyun benar, lagipula jika sekali saja kita mentoleransi maka akan banyak hal yang akan datang karenanya, kau akan lebih sering berpacaran dibandingkan menghabiskan waktu bersama kami.. jadi biarkan liburan ini berjalan seperti seharusnya heechul ah."

Heechul : "yak! Kau tak punya hak untuk bicara sama sekali yesung-ah! Auh! Untung saja ada ryeowook, kalau tidak, sudah ku omeli habis kau!"

Ryeowook menunduk, hanya diam pura-pura tidak mendengar omelan heechul.

Yesung : "na wae? aku tak pernah secara gamblang mengumbar mesra dengan ryeowook didepan kalian kan? Benar kan ryeowook? " meminta pembelaan dari kekasihnya yang hanya dibalas gumaman kecil dari ryeowook

Heechul : "ani, kau tidak mengumbar bukan untuk kami, tapi untuk orang lain.. aku bisa jamin saat liburan nanti hanya ada dirimu dan ryeowook di pandanganmu itu."

Leeteuk : "sudah hentikan, jika mau berdebat lanjutkan diluar rumahku. Aku lelah, kalian cepat pulanglah."

Kyuhyun : "baiklah, aku juga ingin segera bermain game baruku. Aku pergi duluan bye!"

Leeteuk : "kyu jangan lupa segera booking tiket."

Kyuhyun : "ne.."

Yesung : "aku juga tidak bisa berlama-lama" yesung berdiri sembari menarik tangan ryeowook "ayo, kau tau kita punya jadwal yang tidak bisa dilewatkan hari ini." Dan dengan segera mereka berdua sudah tak terlihat dari apartemen leeteuk

Heechul : "YAK IMMA! Aku belum selesai bicara dengan mu..YESOOONG!"

bruk suara tutupan pintu dengan keras menampar gendang telinga heechul

"auh bajingan satu itu.. lihat itu teuk-ah .. apa aku bilang, mereka hanya akan berpacaran berdua saja saat nanti kita liburan ke jepang."

"dan kau juga berinisiatif untuk membawa pacarmu bukan? Jadi apa bedanya kau dan yesung?"

"hey.. jelas berbeda… aku kan/"

Leeteuk : "aku mau istirahat, jangan lupa tutup pintu jika kau keluar nanti heechul-ah."

Dengan santainya leeteuk berdiri dan jalan menuju kekamarnya tanpa mempedulikan heechul yang sedang berbicara

"YAAAAKK!"

-wpamls-

Author POV

"kau akan membawaku kemana hyung?"

"pertama-tama kita akan pergi makan terlebih dahulu, setelahnya akan kutunjukkan kejutan spesialku untuk anniv kita."

Dapat yesung lihat wajah Ryeowook yang bersemu manis hanya karena mendengar kata 'hari anniv' mereka

yesung mengelus-elus pipi kiri ryeowook "wae? kenapa berpaling seperti itu? Kau malu? kekeke mengapa kau masih saja sangat menggemaskan kim ryeowook?..hahaha"

.

.

Mereka telah tiba setelah menempuh perjalanan yang cukup lama

Mereka tiba di sebuah café outdoor luas yang sangat ramai pengunjung. Café khas anak muda mudi jaman sekarang. Berada di puncak kota, dengan ornament kayu dan api unggun membuatnya tampak klasik sekaligus estetik. Bukan merupakan tempat yang fancy, namun suasana hangat dan romantis mengelilingi setiap sudutnya. Dibadingkan café, tepat ini lebih seperti tempat camping yang sedang mengadakan pesta.

Mereka telah duduk, makan dengan tenang sesekali bersendau gurau.

"bagaimana? Apa kau suka suasana disini?"

"aku sangat senang hyung! tempat ini benar-benar unik, kenapa aku baru tau ada tempat seperti ini di korea?"

"ho kau benar, dan coba kau lihat sekeliling, orang-orang yang datang kesini juga rata-rata bukan berasal dari korea, mereka terlihat .. lebih bebas dan menyenangkan."

"darimana kau tau tempat seperti ini? aku benar-benar menyukainya! Gomawo yesung hyung"

"benarkah? Hmm.. (yesung tampak menimbang-nimbang) Kalau begitu tunggu disini dan jangan lepaskan pandanganmu dariku."

"eh hyung kau mau kemana.." belum sempat terjawab,

Yesung telah beranjak ke tengah-tengah taman, sesaat kemudian menepuk tangannya dan mendadak lampu-lampu menjadi redup dan berkelap kelip layaknya bintang. Seseorang tiba-tiba membawakan mic pada Yesung dan music mulai terdengar saat itu juga.

(song : confession – yesung ft chanyeol)

I remember that unforgettable smile
I'm filled with thoughts of you
What kind of spell did you cast on me?
The flower of my heart is blooming

lagu yang tak pernah ryeowook dengar dimanapun, tak juga untuk seluruh pengunjung malam itu.

(Hey) can you hear my heart?
(Only you) You're the most beautiful star of my life
This world shines because of you
If we are together

Walau tak pernah mendengar lagu itu sebelumnya, namun kali ini suara yesung telah memenuhi hati setiap orang, sangat merdu. Bahkan semilir angin malam yang dingin tak dapat menembus hangatnya nyanyian namja itu.

No words, no expressions can express my heart
But that's alright
Love isn't always easy

entah darimana, beberapa orang telah membagikan mawar merah secara cuma-cuma pada setiap pasangan yang ada disana, terkecuali di meja ryeowook.

Should I go to you with flowers?
I want to hold your empty hand
And confess my love to you with courage

tatapan mata yesung tak pernah lepas dari ryeowook, senyuman tulus yang terpatir jelas membuktikan kesungguhan isi hatinya, menyampaikan bahwa lagu yang ia bawakan hanya untuk ryeowook seorang.

Seluruh pasang mata yang ada menyaksikan, bagaimana namja tampan di sana dengan suaranya yang menggetarkan hati sedang dan hanya tertuju pada satu orang, kim ryeowook.

Dan dapat kita lihat bagaimana meronanya wajah kim ryeowook sekarang. Semakin merona kali yesung mendekati dirinya.

(chanyeol part) - I laugh for no reason these days
Dreaming about you is part of my daily life
Our first text messages
I read them over and over again

You are like a good scent
Slowly, we are resembling each other
Today, I want to walk while holding your hand
Each day that we grow closer feels like a dream -

yesung telah berada dekat dengannya, duduk tepat disamping Ryeowook

Even when I just stay still
I suddenly think of you
Then I start laughing like a fool
I like your smile when you look at me
If only I could see if every day

No words, no expressions can express my heart
But that's alright
Love isn't always easy

Should I go to you with flowers?

salah satu tanganya merogoh balik kemejanya dan memberikan setangkai mawar merah pada ryeowook. yang tanpa perlu menunggu lama, diterima oleh ryeowook

I want to hold your empty hand
yesung mengenggam tangan ryeowook, erat.

And confess my love to you with courage

Even if we were just a typical, passing by fate
I don't think I can ever forget you.

setelahnya, yesung meletakkan micnya dimeja. satu tangannya ia arahkan ke pipi namja manis itu mengelus lembut merasakan kulit halus ryeowook, menatap dalam pada kedua matanya.

Dengan perlahan mendekatkan kedua bibir mereka. Saling mendekat bagai magnet, secara otomatis mereka berdua memenjamkan mata. Lagu terus beputar dengan diiringi nyanyian oleh salah satu teman yesung. Suasana riuh saat melihat keduanya bercumbu mesra.

Ryeowook sudah tidak perduli dengan keadaan atau dimana ia sekarang, yang ia pikirkan saat ini adalah yesung yang dengan mudahnya membuat dirinya berada di langit. Orang yang ia cintai, dan juga mencintainya.

Yesungpun sama. Ia hanya mempedulikan ryeowook yang saat ini berada dalam rengkuhannya. Tak ada yang ia inginkan selain ryeowook dalam hidupnya.

Ryeowook POV

Kami mulai menarik diri satu sama lain, dan dapat aku lihat yesung yang tesenyum manis padaku. aku pun tak bisa untuk tak ikut tersenyum. Dia menarikku dalam pelukan.

Baru kusadari banyak pasang mata yang tertuju pada kami, dengan senyum ataupun kata-kata meyelamati kami. Aku semakin bahagia. Tak ada yang lebih membahagiakan dari moment saat ini.

"gomawo yesung hyung." ucapku lirih

"aniya, jangan berterimakasih. Aku yang harusnya berterimakasih karena kau sudah mau bersamaku selama ini, aku selalu bahagai setiap kali bersamamu ryeowook. jadi terimakasih karena telah berada disisiku selama ini."

Aku tak dapat membendung haru yang tercipta. Setetes air mataku jatuh. Yesung hyung yang paling bisa membuatku tertawa dan menangis secepat ini. aku telah jatuh sejatuh jatuhnya pada yesung hyung.

-wpamls-

Kami telah menuju jalan pulang, tangan yesung hyung tak pernah melepaskan genggamannya dari tanganku, akupun tak ada niatan untuk melepasnya juga sih. Ia mengemudi hanya dengan satu tangan, semakin membuatnya telihat seksi.

"kau tidak penasaran dengan hadiahku hyung?"

"ani."

"huh.. tak seru.. bagaimana bisa kau tak mengharapkan apapun dariku." Ryeowook merajuk

"karena kau sendiri sudah merupakan hadiah untukku, kim ryeowook." ucap yesung sungguh-sungguh

"isshh dasar kau dan segala rayuanmu hyung.."

"tapi kau suka kan?"

"tentu saja, karena aku, memang milikmu." Ucap ryeowook dengan rona di kedua pipinya

Hati yesung berbunga-bunga mendengar kalimat tadi, ia tau ryeowook memang miliknya, tapi saat dikatakan segamblang itu dari kekasihnya yang pemalu, ia sangat senang mendengarnya.

Yesung mengangkat tangan ryeowook dan menciumnya. Setelahnya mengelus permukaan tangan halus itu.

"memang apa yang telah kau persiapkan baby?" tanya yesung kembali ke topic awal

"katanya tadi tidak penasaran." Ujar ryeowook dengan nada jahil

"baiklah sekarang aku penasaran."

"emm coba hyung tebak apa?"

"eh? Emm apa kali ini kau telah menyiapkan bikini sexy dan berbagai macam se- AUCHH! Sakitt"

"yak! Kenapa kau selalu mesum sih hyung!"

Ryeowook telah menghantam kepala yesung dengan tangan satunya, cukup keras dan tak berlebihan jika yesung berteriak kesakitan. Namun walau kesal, ia tak akan rela melepaskan genggaman tangan mereka.

"aku hanya bercanda.. tak usah terlalu serius seperti itu.. kau ini suka sekali melakukan kekerasan rumah tangga., …. tapi aku juga tak mempermasalahkan sih kalau kau mau membawanya sampai ketahap urusan ranjang."

"YESUNG HYUNGG!" kali ini muka ryeowook sudah semerah tomat.

"HAHAHA mengapa kau menggemaskan sekaliii, jangan memasang ekspresi seperti itu jika tak mau terus-terusan kugoda baby, hahahahaha"

"berhenti berbiara topic seperti itu.. " ujar ryeowook lirih memalingkan muka

"seperti apa? Hmm?"

"hyungggg jangan pura-pura sok tidak tau.." ryeowook sudah kesal, terbukti dengan pipinya yang sudah ia gembukkan yang semakin menambah kadar keimutan dirinya

"hahaha arra arra mian, aku tak bisa untuk tidak menggodamu baby, kau terlalu lucuuuu.. oke kembali ke pembicaraan awal tadi, jadi apa kah kejutan untukku?"

"hmm aku sudah menyiapkan sesuatu spesial, tapi tunggu hingga kita sampai di apartemenku."

"baiklaah, aku mulai tidak sabar."

"jangan berharap lebih, mungkin tidak sesuai dengan ekspektasimu.. aku tidak sehebat dirimu untuk memberikan kejutan semacam ini."

"aku tidak berekspektasi, dan aku percaya apapun itu asal dari dirimu aku pasti akan bahagia. Melebihi ekspektasimu."

"hentikan segala yang keluar dari mulut manismu hyung, kau membuatku semakin mencintaimu."

"bukankah itu bagus? akan kubuat kau tak bisa lepas dariku kim ryeowook, sebagaimana yang telah kau perbuat padaku."

.

.

Author POV

Mereka telah sampai sejak tadi. ryeowook masih dikamar mandi dan yesung sudah berganti pakaian dengan nyaman serta duduk di sofa ruang tengah. Ia terlihat sibuk dengan handphone-nya. Ekspresi nya tidak jelas terbaca.

"hyung.." ujar ryeowook setelah selesai bershower ria dan langsung menghampiri kekasihnya duduk bersebelahan.

"hmm?" yesung menoleh pada wookie dan langsung mematikan hpnya

"kenapa kau serius sekali, sedang apa?"

"hanya membalas beberapa pesan.. kau sudah selesai mandi?"

"tentu saja, tidak lihat apa aku sekarang sudah disini dan bukan di kamar mandi.."

"hey, baby ku semakin berani ya? Aku rasa aku terlalu memanjakanmu, sepertinya kau butuh 'hukuman berat' mungkin tidak sekarang, tapi suatu saat nanti.."

"oh aku tak mengerti maksud hukuman 'berat'mu dan tak ingin bertanya lebih lagi…" ucap ryeowook sok polos yang semakin membuat yesung tergoda.

"baiklaah sekarang mana hadiahku?" yesung mencoba mengalihkan topik, lebih tepatnya mengalihkan pikirannya.

"tutup matamu."

"ha? Tak bisakah kau langsung saja berikan hadiahnya padaku?"

"issh sudah lah menurut saja."

"baiklah baiklah." Yesung pun menutup matanya. Sambil tersenyum membayangkan apa yang kekasihnya ini akan lakukan

Ryeowook mengambil sesuatu didalam saku piayamanya dan membuka kotak hitam mewah tepat didepan mata yesung

"sekarang buka matamu hyung."

yesung dengan segera membuka cepat matanya

"TARAAAA!"

"…"

"…"

"…"

"aku membelikan cincin couple untuk kita.. aku tidak tau apakah ini sesuai seleramu atau tidak, aku sampai harus meminta bantuan kyuhyun untuk memilih mana yang sekiranya cocok untuk kita berdua."

"…"

"ya! Katakanlah sesuatu hyung! apa hyung tidak menyukainya? " ryeowook terlihat was was

"ani- keundae…. Yak ryeowook-, kau … kau, tidak sedang melamarku kan?" ujar yesung cemas

"ANI. Musun suliya hyung!"

"haah ..dahaenghida.." ucap yesung lega membuang napas ("lagipula seharusnya aku yang melakukannya" batin yesung saat itu)

"aku memberikan ini untukmu sebagai tanda terimakasihku hyung. aku merasa bersyukur bertemu dengan orang sepertimu. Aku selalu merasa dicintai jika itu denganmu. Seperti lagu yang kau buat dan nyanyikan tadi, entah bagaimana pada akhirnya hubungan ini, aku tak pernah menyesal pernah mengenalmu dalam hidupku. Aku juga merasa kau akan selalu menjadi salah satu orang yang akan kukenang sepanjang hidupku. Gomawo yesung hyung."

"…"

"cha, sekarang akan aku pasangkan dijarimu. Kemarikan tangan kecilmu itu hyung, wkwk"

Ryeowook menarik tangan kiri yesung dan memasangkan cincin hitam dengan berlian berwarna senada itu pada jari manis yesung.

"sekarang giliranmu… pakaikan juga padaku hyung." ujar ryeowook sembari menjulurkan tangannya pada yesung

"…"

"hyungg…"

Yesung terlihat ragu mengambil cincin itu dari kotaknya tapi pada akhirnya ia ambil juga cincin itu. Meraih jemari yang diulurkan ryeowook tadi, yesung mencoba meyakinkan dirinya untuk memasang benda mewah itu pada tangan ryeowook.

Flashback

Yesung yang sedang bersantai sesekali mengecek hpnya..

*Grup chat sexy man (leeteuk-heechul-yesung)*

Heechul : "yak! Kim jongwoon! Berani sekali kau pergi tanpa mendengarkanku tadi!

Yesung : "ah mian chul-ah, kau tau hari ini hari spesial antara aku dan ryeowook, aku tak bisa membuang waktu lebih banyak lagi dengan omelanmu. Lain kali kalau kita bertemu lagi kau boleh mengomeliku sepuasnya."

Heechul : "aku selalu heran kenapa ryeowook bisa jatuh cinta padamu… asal kau tau, aku masih menjadi pendukung ryeowook dan donghae!*haha aku bercanda brother!*

Yesung : "mian, kalau dibandingkan donghae aku jauh lebih baik dari segala aspek B)"

Heechul : "bermimpi saja terus hingga kau jatuh dari kasur dan kepalamu membentuk lantai hingga semakin besar. Btw, Selamat bersenang-senang kawan! Jangan kau kotori ryeowook kami dengan segala kebusukkanmu."

Leeteuk : "yah.. kim jongwoon, kalau kau tak bisa memberikan kepastian, jangan buat ryeowook lebih berharap.. aku tau saat ini kau juga bingung dan kesakitan.. tapi aku yakin kau tak mau membuat ryeowook jauh lebih kesakitan dari seharusnya kan? Diluar semua itu, nikmati waktumu yesung-ah"

Heechul : "dasar park jungsoo si pengacau…"

Leeteuk : "ani.. aku tak bermaksud merusak moment mu dan ryeowook. aku hanya ingin mengingatkan sajaa… mian jika menyakitimu yesung-ah.."

Yesung : "tak apa, terimakasih teuk-ah.. kalian benar-benar penyeimbang."

Heechul : "walaupun kau sahabatku dari lama, tapi aku tetap tak rela jika ryeowook terlalu menderita.. tolong jaga ryeowook kami yesung-ah."

Yesung : "arra.."

Leeteuk : "dasar setan tidak berpendirian…"

Heechul : "SIAPA YANG KAU SEBUT SETAN?!"

Leeteuk : "ah mian, sepertinya aku salah kirim."

Klik.

Flashback off

Setelah bediam lama, yesung akhirnya bersuara.

"ryeowook.." ucap yesung masih menatap jemari ryeowook

"nde hyung?"

"maaf ….aku tak bisa ryeowook.."

"…"

"…"

"wa.. wae hyung?... jangan berpikir terlalu jauh, ini bukan seperti kita akan meni-"

"tetap saja… aku rasa, bertukar cincin seperti ini.. aku.. masih merasa terlalu berat. Mianhae.."

"…"

Hening.. mereka saling hanyut dengan perasaan masing-masing. Yesung merasa seperti seorang bajingan, disatu sisi dia tidak ingin ryeowook merasa tidak dicintai dan dihargai sebagaimana harusnya.. tapi dia takut bahwa pada akhirnya semua ini malah akan menyakiti ryeowook lebih jauh nantinya.

"ryeowook-ah.."

"ah.. g.. gwenchana.. aku me-.. aku mengerti hyung.." ryeowook terlihat gelagapan, tersenyum namun malah terlihat menyedihkan.. dan yesung tak sanggup untuk melihatnya

yesung menggenggam erat cincin tadi. tak tau apa yang akan ia lakukan untuk menenangkan dirinya dan baby nya.

Ryeowook berusaha menenangkan hatinya yang sedih sekaligus kecewa. Dia tidak mempersiapkan kejadiaan penolakan ini. bagaimanapun dia mengerti dan memahami yesung, dia tetap tidak bisa menghindari perasaan sakit hati yang muncul atas pilihan kekasihnya itu.

atmosfir suram yang tercipta diantara mereka bukan merupakan suatu yang tidak diharapkan di hari spesial ini.

"ah.. hyung, aku mau kedapur,.. mengambil minum.. kau mungkin mau sesuatu?"

"o.. itu, tidak terimakasih."

"baiklah.."

Ryeowook pergi meninggalkan tempat perkara. Yesung tau ryeowook sedang menghindar, tapi dia pun butuh waktu sendiri untuk mengatasi rasa canggungnnya.

Ryeowook POV

*dapur*

"ahh.. ada apa denganmu kim ryeowook. sadarlah. Kenapa kau sensitive sekali. Yesung hyung hanya merasa itu berlebihan, bukan berarti ia tidak mencintaimu.. arrgh.. aku benci diriku.. cengeng sekali.. jangan menangis, kumohonn."

Ryeowook berusaha tegar, mengambil napas dalam, dan menegak minuman yang dia ambil dari kulkas tadi.

Perlahan namun pasti ia dapat menggendalikan emosi yang sempat naik turun tadi. entah sudah berapa lama, namun kini ia lebih stabil dari sebelumnya. dia berdiam diri disana,mengoceh dan mengomeli dirinya sendiri, mensugesti diri bahwa semuanya hanyalah pikiran buruknya saja.. dan saat ia berbalik untuk kembali menemui yesung, dia tersadar ternyata kekasihnya tengah berdiri di ambang pintu, …. memperhatikan dirinya.

"oh yesung hyung, sedang apa?"

"mencarimu.."

"o..oh mian, kau menungguku? Mian aku terlalu lama ya? Ayok kita beristirahat hyung, ini sudah larut malam." Ryeowook merangkul tangan yesung untuk mengajaknya kekamar tidur. Namun ditahan oleh kekasihnya itu

"chakkan.."

Yesung mengulukan sesuatu dari saku piayamanya. Mengeluarkan rantai kalung dengan bandul cincin pemberian ryeowook. dia segera memasangkannya pada leher ryeowook.

Ryeowook masih tertegun, mulai kembali ke dunia nyata saat yesung membisikkan kata-kata manis saat memasang kalung tersebut, tepat ditelinganya

"mianhae jika aku membuatmu sedih. Terimakasih karena sudah memberikan cincin ini padaku, aku sangat menyukainya ryeowook. aku berjanji akan selalu memakainya. dan untukmu, maaf karena aku hanya mengalungkannya dilehermu, suatu saat nanti, aku harap aku punya keberanian dan kepercayaan diri untuk menyematkannya di jari manismu."

Yesung hyung benar-benar! aku sudah susah payah menstabilkan diriku, dan dia dengan mudahnya membuat hatiku bergetar menahan haru dan bahagia atas sikapnya. Mengapa dia sesempurna ini ya tuhan!

Aku memeluknya. Mencari kenyamanan sekaligus bersembunyi, sebelum air mataku mulai keluar dan semakin membuatku terlihat meyedihkan.

Yesung hyung mengecup puncak kepalaku, mengelus punggungku. Mengucapkan permintaan maaf berkali-kali.

"sudahlah hyung, kau tidak salah. Akupun tidak berpikir panjang dan malah membuatmu merasa terbebani.. mianhae hyung."

"katakan kau memaafkanku baru aku berhenti memohon maaf padamu."

Cup

akudengan berani mengecup bibir kekasihku itu

"aku tidak pernah bisa marah padamu hyung, kau tau itu."

"tapi aku menyakitimu dan aku merasa sangat bersalah karenanya."

Cup

Sekali lagi mencium bibir yesung hyung

"ani. Kata siapa kau menyakitiku, kau hanya berusaha jujur, dan itu.. sangat kuapresiasi hyung. Kau menyakitiku kalau kau berbohong padaku.. sudah pernah aku bilang sebelumnya kan? Jadi lupakan pemikirian bahwa kau menyakitiku hanya karena kau menyampaikan isi hatimu"

Yesung terdiam seperti melamun, namun hal tadi tak berlangsung lama

"hmm benarkah?"

Cup

Kali ketiga ryeowook mencium bibir yesung

"kau sengaja terus bertanya agar terus mendapatkan ciuman dariku kan hyung?" Ryeowook dengan mudah membaca pikiran kekasihnya itu

"ahh.. aku ketahuan rupaya.."

"dasar kepala besar."

"ryeowook.. berjanjilah kau akan terus menyimpan kalung itu apapun yang terjadi, janji padaku?"

"asal kau juga melakukan hal yang sama, maka aku berjanji."

Author POV

Mereka kembali mendekatkan diri dan memulai ciuman yang sesungguhnya. Adu mulut dan mengeksplorasi goa satu sama lain. Basah, hangat, dan bergairah. Tangan yesung sudah melingkar erat dipinggang ryeowook, tangan lainnya menekan tengkuk ryeowook memperdalam ciuman mereka. Dengan inisiatifnya sendiri, ryeowook melingkarkan tangannya dileher yesung, membuat tak ada celah sedikitpun diantara mereka. Saling menekan satu sama lain, ciuman yang menuntut.

Tapi…dengan tiba-tiba Yesung berhenti, menjauhkan ciuman mereka, hal yang sangat jarang ia lakukan saat ryeowook berada disekitarnya. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar pada ryeowook. terlihat dari tatapan bingung yang ryeowook berikan pada yesung. Mereka sedang berada dalam 'puncak' ciuman, "what the hell is going on?" Batin seorang kim ryeowook

"sebaiknya kita segera tidur baby, sekarang sudah jam 12 malam.. kita telah melewati hari yang lelah hari ini.."

Yesung berjalan lebih dulu kekamar ryeowook. menyisakan ryeowook yang semakin kebingungan dengan tingkah aneh kekasihnya.. dia berpikir "lalu kenapa kalau sekarang jam 12 malam? Lagipula besok tak ada masalah juga kan kalau mereka akan bangun kesiangan? Lagipula tak ada kegiatan ataupun jadwal apapun yang menanti mereka dihari esok.. ada apa dengan yesung hyung?"

Ryeowook mulai merasa ada yang tidak beres dengan hyungnya satu itu. Yesung bukan tipe yang akan menahan dirinya jika bersama ryeowook. tidak lagi setelah kejadian pernyataan cintanya. Yesung hyung selalu akan menjadi sisi dominan dalam hubungan mereka, selalu menjadi yang paling memberikan afeksi hingga ryeowook benar-benar terperangkap oleh tindakkan kekasihnya itu. Dia bergegas menghampiri, ingin segera bertanya apa yang telah terjadi, namun ia mendapatkan cara yang lebih baik untuk memastikan hal tersebut.

"yesung hyung.."

"kemari, berbaring disini dan matikan lampunya."

Ryeowook menuruti kata-kata kekasihnya itu. Ia berbaring di sisi kanan termpat tidur lalu setelahnya mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidurnya.

Yesung dengan alaminya melingkarkan (memeluk) ryeowook, kebiasaan tidurnya.

"hyung.."

"mmm.." jawaban malas dari yesung

"… kau benar mencintaiku kan?" ryeowook berujar lirih

"kau tau jawabannya, ryeowook.. ada apa denganmu." Tubuh yesung tersentak menegang. Kaget dengan pertanyaan tidak masuk akal (menurutnya) dari ryeowook

"…"

"aku mencintaimu. Sangat. Aku bersumpah aku mencintaimu." Kali ini yesung menjauhkan wajahnya untuk melihat wajah ryeowook

Mereka saling tatap menatap, Setelahnya dengan secepat kilat ryeowook mencium penuh hasrat pada kekasihnya, hingga membuat yesung bergulling dan kini sepenuhnya tubuh ryeowook berada diatas tubuhnya. Ciuman yang panas, dan sensual, suara desahan yang keluar dari mulutnya membuat yesung kewalahan. Entah belajar dari mana, tapi ryeowook yang saat ini berada diatas tubuh yesung benar-benar seorang penggoda.

"hah.. hah.. ryeowook- kau-"

Belum sempat yesung menyelesaikan kalimatnya, ryeowook telah kembali mencumbu dirinya. Kali ini tangan nakalnya mengusap-usap dada bidang yesung dan turun keperutnya. Yesung tidak bisa seperti ini, harga dirinya sebagai seorang TOP serasa diragukan. Kali ini yesung membalikkan posisi.

Menggenggam kedua pergelangan ryeowook dan menekannya kuat di kasur.

"ada apa denganmu ryeowook?"

"wae? hah.. hah.. apa aku salah aku ingin mencium kekasihku sendiri?" ryeowook terlihat sayu menatap kelamnya onik milik yesung

Yesung menggeram "kau tak tau seberapa besar pengaruh yang kau berikan padaku karena ulahmu. Hentikan. Jangan melewati batasan jika kau tak mau ambil resiko."

"…. Bagaimana kalau aku memang ingin mengambil resiko? ..."

"…"

"…"

"apa yang sedang kau bicarakan saat ini, jangan membu-"

"…aku menginginkanmu" ryeowook terengah wajahnya benar benar… tidak dapat dideskripsikan

…aku menginginkamu hyung, saat ini juga."

.

.

Yesung membatu.

Apa saat ini dia sedang berhalusinasi sehingga mendengar sesuatu yang tidak nyata? Tapi tatapan ryeowook membuktikan 100% bahwa yang ia dengar tak salah sama sekali.

Genggaman tangan yesung melonggar, ryeowook tak menyianyiakan kesempatan itu untuk melepaskan tangannya dan menarik kerah piayama kekasihnya.

"aku bilang aku menginginkanmu hyung…"

"ba- baby- ada apa denganmu- kenapa kau tiba-tiba seperti ini?!"

Jujur yesung bingung, senang, dan takut sekaligus. Sudah sedari lama dia menahan diri. Hanya bermain dengan imaginasi liarnya tentang ryeowook dan menyelesaikannya sendiri. atau juga dengan bantuan film-film dewasa dengan pemeran yang mirip dengan keadaan mereka dan sesuai dengan kondisi yang diinginkan yesung. Jangan salahkan yesung jika pada akhirnya ryeowook yang akan menyesal dikemudian hari jika mereka benar melakukannya malam ini. dia sudah berusaha menjadi seorang gentleman sampai di tahap ini, tahap dimana ryeowook sendirilah yang memintanya.

"hyunggh… " ryeowook mengecup leher, pipi dan bibir yesung.. semakin memprovokasi.

Yesung masih terdiam

Sekejap pikiran yesung kembali sadar. Tidak. Dia tidak boleh melakukan hal ini pada ryeowook, tidak sampai ia yakin 'keintiman' mereka tidak menyebabkan hal yang lebih rumit dari yang seharusnya. Dia teringat umma, keluarganya, teringat harus berpisah dari ryeowook, dan segala kemungkinan buruk yang tak ingin ia hadapi

Ryeowook mulai menjalankan aksi untuk menuntaskan rasa ingin tahunya. Kekasihnya sedang menyembunyikan sesuatu dari ryeowook, dan ryeowook paham itu

"kau selalu menggodaku dengan dirty talk-mu hyung, kemana perginya kekasihku itu saat ini, hmm?"

"ryeowook- kau tau.. itu hanya candaanku.. ka-"

"apa itu artinya selama ini kau juga hanya bercanda saat mengatakan kau menginginkanku? Hyung" kata-kata tenang yang menusuk keluar dari mulut ryeowook memasang raut sesedih mungkin yang ia bisa, menuntut jawaban dari mulut kekasihnya

"god! No! aku selalu menginginkanmu baby, tapi tidak sampai kita siap.."

"aku siap."

"ryeowook….."

"I got it.. .hyung yang tidak siap.." tatapan dari ryeowook membakar hati yesung.

Sungguh ia tidak sanggup berkali-kali harus membuat baby nya merasa dicampakkan yang sesungguhnya yesung dengan senang hati akan melakukan semua yang ryeowook inginkan.

"ryeowook.. dengarkan aku-"

"aku tidak tau apa yang terjadi padamu, tapi bisakah kau percaya padaku? untuk saling berbagi satu sama lain layaknya kekasih? Atau setidaknya aku masih sahabatmu … katakan apa yang terjadi… kau … kau.. kau berbeda hyung…"

"aku tidak apa. Sungguh"

"gotjimal…"

"…"

"semenjak kita pulang tadi kau tiba-tiba berubah.."

"…"

Ryeowook ingat, di sofa tadi saat yesung menggenggam hpnya, raut wajah yesung berbeda, awal ia terkekeh, tersenyum, lalu saat ia datang dengan cepat yesung menyembunyikan handphone-nya… jujur terselip rasa curiga di hati ryeowook

"aku tak apa, hanya kelelahan saja.."

"…" kali ini ryeowook yang diam

"baby,… you need proof isn't it?"

"…"

"Hahh" yesung mengela napas

"bukankah menahan diriku selama ini sudah menjadikan bukti betapa aku mencitaimu? Tolong pahami apa yang kulakukan, ryeowook.. aku hanya tak ingin … salah mengambil keputusan..."

Apa yang dikatakan yesung jujur dari hatinya.. mengatakan hal-hal yang menjadi beban pikirannya selama ini. tapi ryeowook salah menangkap kalimat terakhir yang diucapkan yesung.

Salah mengambil keputusan.. apa yesung hyung sudah mulai merasa bosan padanya? Tapi baru saja yesung melakukan hal-hal manis seperti membuatkan ia lagu, bernyanyi padanya di depan public, mengatakan ia mencintai ryeowook.. pikiran-pikiran ryeowook jauh berkelana.

.

.

Satu hal yang bisa ryeowook lakukan untuk memastikan hipotesisnya..

"baby.. ahh.. holly shit!"yesung menggeram, entah sejak kapan kancing bajunya telah terbuka dan kini ryeowook telah menjilati putting coklat milik yesung. Jika yang kalian bayangkan hanya itu saja hingga membuat yesung menggeram, kalian salah, tangan nakal milik ryeowook telah membelai menggoda adik kecil (atau kita sebut adik besar?!) milik yesung dengan perlahan dan tekanan yang tepat.. kau tidak bisa menjelaskan betapa menderitanya yesung sekarang.

mulai kehilangan kesadarannya yesung, mengikuti permainan. Dengan tergesa-gesa ia melepas kancing piayama ryeowook dan setelah menemukan yang ia cari ia lahap semua hingga membuat sipemilik melengkungkan tubuhnya

"ahh pelan hyungg, ahh… so good.. ahmm"

Seluruh pakaian ryeowook telah jatuh berserakan di lantai, hanya tinggal tersisa satu kain, yaitu penutup yang melindungi 'adiknya'

Yesung bergerak menjauh, melihat kekasihnya saat ini benar-benar indah.

"god!, you're so beautiful…"

Yesung kembali bermain-main dengan ceruk leher ryeowook, tempat sensitive yang ia ketahui dapat membuat kekasihnya menggelinjang pasrah.

"tell me you love me.."

"you know, I always love you baby.."

Tangan yesung membelai setiap ichi yang dapat dia sentuh, dia tak menyangka tubuh ryeowook seramping ini, sangat halus dan hell,… dia menyukai seluruh yang ada pada kekasihnya itu. Dua bulatan padat kenyal yang sintal menjadi bagian baru tempat favorit tangannya berlabuh.

Saat akan kembali melanjutkan aktivitasnya lebih jauh, tiba-tiba suara handphone yesung berbunyi. Ada panggilan masuk. Sepagi ini?! orang gila mana yang berani menganggunya sepagi ini? apalagi saat ini ia sedang mengalami moment paling indah bersama kekasihnya.

Dia tidak mempedulikan dering telepon itu, tetap focus menggarap kekasihnya hingga yang terdengar hanyalah desahan tak teratur dari bibir kekasihnya. Seluruh permukaan tubuh ryeowook penuh dengan kecupan dan tanda milik yesung. Di pipi, leher, dada bawah nipple, perut, pinggang, paha, bahkan telapak kaki ryeowook, tak ada yang telewatkan. Karenanya yesung juga mengetahui titik-titik sensitive lain ditubuh kekasihnya itu. Ryeowook hanya bisa melengguh nikmat karena perlakuan yesung.

"hy… hyungghh arrhh.. angg…. AHH" kali ini yesung mulai berani bermain dengan adik ryeowook, membelai dan mengenggamnya dari luar. Sungguh luar biasa permainanmu yesung.

"god! Desahanmu sexy baby.."

"ARhhGgH Hhyunggg,…"

Perasaan ryeowook membaik.. setidaknya saat ini iya merasa, yesungnya masih menginginkannya.

Namun lagi-lagi telponnya berdering

"arrgg shit…" yesung menggeram.. kesal dengan interupsi terus menerus dari handphone-nya

"hyuuungg ehmm"

…. Baby, tunggu sebentar." Cup kecupan singkat diperut ryeowook membuat seluruh bulu kudu ryeowook meremang.

Yesung memutuskan untuk mengecek handphonenya, ia takut sesuatu yang buruk terjadi. Ya, kalau dipikir-pikir bukankah tidak mungkin orang normal akan menelepon dijam ini jika memang bukan suatu keadaan darurat?

"jiyeon?" batin yesung

"nugu, hhyungh ?"

"ani, bukan siapa siapa.." yesung mematikan hp nya, menaruh ke meja samping kasur, akan beranjak naik keranjang untuk kembali bergumul dengan kekasihnya, namun belum sempat, pesan baru muncul di layar hp nya

"-angkat telponku! ini masalah umma mu!-"

Ryeowook melihat sekilas pada handphone yesung, namun dengan cepat yesung mengambil handphonenya mencegah ryeowook mengetahui isi di layar hp nya.

"baby..kurasa aku harus pergi keluar …untuk menganggat telponku."

"o- oh baiklah.."

"… I'm sorry, ..." Sebelum keluar kamar, yesung memakai kembali baju piayamanya dan mengecup singkat kening ryeowook.

Ryeowook mematung. Ia memang tak melihat isi pesan di hp yesung, tapi ryeowook melihat siapa gerangan pengirim pesan pada kekasihnya itu.

-nae yeojachin Park jiyeon-